TULISAN 96. VAKSINASI HPV MENCEGAH KANKER SERVIKS/ LEHER RAHIM

  1. VAKSINASI HPV UNTUK MENCEGAH KANKER LEHER RAHIM

Beberapa hari ini saya lihat di facebook berseliweran informasi bahwa pemerintah DKI Jakarta memberikan suntikan vaksinasi HPV pada anak-anak SD. Banyak yang mendukung dan banyak pula yang menghubungkannya dengan moralitas. Saya tidak akan membahas kebijakan tersebut, tetapi saya ingin memberikan informasi apa sih vaksinasi HPV itu ? apakah manfaatnya bagi wanita Indonesia ?

Kalo berbicara mengenai vaksinasi HPV tentunya mesti diawali dari skrinning terhadap kanker serviks s/d kasus kanker serviks. Hmm.. hal tersebut sulit saya kerjakan karena artikel ini bisa menjadi sangat panjang, bisa-bisa habis seluruh halaman facebook hanya untuk membahasnya. Jadi saya batasi hanya di seputaran vaksin saja. Ya okelah jangan protes…. saya juga akan bahas sedikit tentang kanker serviks juga beserta skrinningnya…tetapi dalam bentuk ilustrasi cerita saja.

Suatu ketika datanglah ibu-ibu usia 40 tahun, gemuk, kira-kira 3 tahun yang lalu. Datang bersama suaminya yang berpakaian ala junkis tapi tutur bahasanya sangat sopan dan santun. Ibu tersebut mengalami perdarahan melalui vagina sejak 1 bulan yang lalu. Dari hasil tanya jawab sebelum pemeriksaan ternyata sebelumnya beberapa kali bila berhubungan dengan suami selalu keluar darah. Dan ibu tersebut juga bercerita bahwa ibu kandungnya kira-kira 2 tahun yang lalu meninggal dunia karena kanker leher rahim.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, saya dengan berat hati mesti menyampaikan berita buruk di siang hari bahwa ibu tersebut menderita kanker leher rahim stadium lanjut. Ibu tersebut tidak pernah melakukan pemeriksaan skrinning kanker leher rahim (pap smear/ test IVA). Meneteslah air mata ibu tersebut di hadapan saya, suaminya memeluk ibu tersebut, dan saya terpaku kaku dengan rasa sedih yang mendalam menyampaikan kabar buruk tersebut.

Tidak enak rasa hati ini sebagai seorang dokter kandungan menghadapi pasien yang mengalami kesusahan akibat penyakitnya. Saya sarankan ibu tersebut untuk berobat ke RS Pemerintah yang besar yang sangat lengkap di tingkat provinsi. Ibu yang gemuk, datang 6 bulan kemudian dengan kondisi sudah kurus, rambut rontok, muka layu, sangat berbeda dengan kondisi saat pertama kali berobat ke saya.

Coba para sahabat bayangkan bagaimana hancur berantakan hati saya melihat pasien saya seperti itu. Penyakit kanker stadium lanjut, apa yang mau diharapkan dengan teknologi manusia ? tapi saya yakinkan ibu tersebut bahwa masih ada Allah SWT yang akan memberikan yang terbaik baginya. Ibu tersebut bersemangat bersedekah, beramal kebaikan dan makin semangat berobat. Saat ini saya sudah tidak tahu lagi bagaimana nasib ibu tersebut.

KANKER LEHER RAHIM/ KANKER SERVIKS

Kanker leher rahim disebabkan oleh infeksi virus HPV, utamanya tipe 16 dan 18. Wanita dan pria yang memiliki banyak pasangan sexual memiliki resiko tertular oleh virus HPV. Hubungan sex yang tidak lazim yang mungkin dikenal dengan istilah LGBT dapat juga menyebabkan infeksi HPV. Sehingga infeksi HPV dapat digolongkan dalam kategori penyakit yang ditularkan melalui hubungan sex. Merokok baik aktif maupun pasif juga dapat meningkatkan resiko tertular infeksi HPV karena asap rokok yang mengandung racun itu merusak mukosa/ permukaan sel leher rahim. Mukosa yang rusak tersebut merupakan tempat yang disenangi oleh virus HPV.

Faktor resiko yang lain antara lain hubungan sex terlalu dini, sering kita lihat wanita umur 15 tahun sudah menikah dan ini beresiko terkena infeksi HPV. Wanita yang sering melahirkan juga beresiko mengalami kanker leher rahim.

Beberapa tanda yang sering dialami oleh wanita yang menderita kanker leher rahim antara lain:
1. Perdarahan dari vagina
2. Hubungan sex keluar darah
3. Keputihan yang tak sembuh-sembuh
4. Keputihan yang berbau busuk yang khas untuk kanker
5. Nyeri pinggul
6. Sulit kencing
7. Sulit BAB
8. Kaki bengkak
9. Ginjal bengkak

INFEKSI VIRUS HPV

HPV adalah penyakit virus yang dapat menyerang wanita sehingga dapat menyebabkan penyakit serius yang mematikan yang dikenal dengan kanker serviks (kanker leher rahim). Virus HPV dapat juga menyebabkan kanker pada penis, kanker vagina, kanker vulva (permukaan kulit vagina luar), kanker anus, penyakit menular sexual jengger ayam, dan kanker mulut.

REKOMENDASI WHO

WHO merekomendasikan program rutin untuk pemberian vaksin HPV pada negara-negara yang masyarakatnya dipandang mampu secara ekonomi karena harga vaksin HPV sangat mahal. Kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan sex. Nah bagi mereka yang suka “jajan” maka pelaku dapat berperan sebagai penular. Bagaimana bila pasangan berperilaku sex aman dan sex setia atau mungkin anak-anak yang belum mengenal sex ? apakah perlu diberikan vaksinasi HPV juga ? jawabannya adalah YA YA YA. Virus HPV mudah menular tanpa diketahui oleh wanita sehingga walopun sudah berperilaku sex aman dan sex setia sebaiknya tetap melakukan vaksinasi HPV untuk mencegah penularan HPV.

Rekomendasi utama pemberian vaksin HPV adalah berdasarkan umur, bukan berdasarkan hubungan sexual. Vaksin HPV memiliki efektifitas paling tinggi pada wanita yang belum terpapar infeksi HPV. Bahkan disinyalir Infeksi HPV bisa terjadi pada malam pertama sekalipun. Walopun sifat virus HPV sebagian besar bisa sembuh sendiri tetapi tidak ada yg tahu kapan wanita terinfeksi virus HPV tipe resiko tinggi. Belum ada bukti bahwa memakai WC umum dapat sebagai vektor penularan virus HPV. Tapi sebaiknya berjaga-jaga jauh lebih baik. Kontak kulit dengan organ kelamin juga beresiko menularkan HPV. HPV merupakan virus yang sudah jamak. Jadi jagalah kebersihan diri pribadi.

APAKAH VAKSIN HPV AMAN ?

Hingga saat ini Amerika Serikat merupakan satu-satunya negara yang memiliki standart perizinan obat yang paling ketat. CDC dan FDA tidak bisa sembarangan memberikan rekomendasi keamanan vaksin. Dan hingga hari ini mereka terus menerus melakukan evaluasi dan penelitian terhadap efek samping tak diinginkan akibat vaksin. Izin/ rekomendasi FDA hanya keluar bila dipandang secara penelitian vaksin memberikan keuntungan lebih daripada resikonya.

Vaksinasi HPV hingga saat ini masih dinyatakan aman dan monitor keamanannya dilakukan terus hingga saay ini diseluruh dunia. Sudah jutaan vaksin HPV yang diberikan pada wanita dan hingga saat ini belum dilaporkan adanya kejadian luar biasa yang merugikan wanita.

Keluhan yang sering dirasakan adalah nyeri pada tempat suntikan dan kadang-kadang pusing setelah disuntik. Istirahat setelah disuntik dapat meredakan pusing. Wanita akan mendapatkan 3x suntikan untuk menjamin perlindungan terbaik terhadap virus HPV. Bila masih anak-anak kurang dari 15 tahun maka vaksin hanya diberikan 2x karena pada anak-anak efektivitas vaksin HPV sangat tinggi untuk mencegah terjadinya infeksi HPV dan lesi pra-kanker.

Vaksin HPV tidak bisa untuk semua tipe virus HPV tetapi hanya bersifat melindungi dari tipe virus HPV yang sering menyebabkan kanker serviks (kanker leher rahim). Tetapi biasanya terjadi pula efek perlindungan silang terhadap tipe virus HPV yang lain.

Vaksinasi HPV dapat diberikan kapan saja tetapi rekomendasinya lebih baik diberikan pada usia 9 tahun – 26 tahun. Bila saat ini wanita belum memperoleh vaksinasi HPV maka sebaiknya menyegerakan diri untuk mendapatkan vaksinasi HPV. Vaksinasi HPV tidak menyebabkan kanker leher rahim tetapi untuk mencegah fitnah sebaiknya sebelum suntik vaksin, wanita dianjurkan untuk melakukan skrinning kanker leher rahim dulu (pap smear). Selain itu vaksin HPV lebih ditujukan pada wanita yang belum terpapar oleh infeksi HPV.

Efek perlindungan vaksin HPV tidak bisa 100% tetapi sudah melindungi diri wanita dari banyak tipe virus HPV. Masa perlindungan vaksin sekitar 8 tahun. Dan selama diberikan suntikan vaksin HPV, wanita tetap dianjurkan untuk melakukan upaya deteksi dini/ skrinning terhadap kanker leher rahim karena tidak semua tipe virus HPV yang bisa dicegah oleh vaksin. Artinya vaksinasi HPV hanya bisa mengurangi resiko terinfeksi virus HPV/ kanker leher rahim, bukan menghilangkan resiko sama sekali.
Jadwal pemberian suntikan vaksinasi HPV adalah suntikan ke 1 misalnya bulan Desember 2016, maka suntikan ke-2 jatuhnya pada Februari 2017, dan suntikan ke-3 jatuhnya pada Juni 2017. Bagi wanita yang sudah terkena kanker leher rahim maka pemberian vaksin HPV sudah tidak membantu lagi.

BAGAIMANA DENGAN PRIA ? BOLEH DIBERIKAN VAKSIN HPV GAK ?

Beberapa negara membolehkan memberikan vaksin HPV pada pria tetapi pada vaksin merek tertentu saja. Karena vaksin HPV ada yang bisa melindungi terhadap penyakit jengger ayam dan ada juga yang tidak. Nah untuk pria diberikan vaksin yang bisa melindungi dari jengger ayam. Bahkan vaksin HPV juga bisa melindungi pria dari kanker anus dan kanker penis.

EFEKTIFITAS VAKSIN HPV

Vaksin HPV terbukti efektif mencegah timbulnya lesi pra-kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang masuk kategori resiko tinggi. Saat ini ada 3 jenis vaksin HPV yang populer yaitu GARDASIL, GARDASIL 9 dan Cevarix. Yang gardasil selain dapat melindungi dari infeksi virus HPV, juga dapat melindungi dari jengger ayam. Sedangkan Cevarix hanya mampu melindungi dari infeksi virus HPV saja. Masa perlindungan GARDASIL sekitar 8 tahun, sedangkan cevarix sekitar 9 tahun. Belum ada rekomendasi dari WHO untuk melakukan vaccine booster bila sudah melewati masa tersebut.

Vaksin HPV sebaiknya tidak diberikan pada wanita yang mengaku mempunyai alergi terhadap jamur ragi karena vaksin tersebut dibuat dari ekstraksi jamur ragi (yeast). Dan bila wanita sedang mengalami sakit, sebaiknya tidak divaksin dulu sampai betul-betul sembuh dari sakitnya.

Sampai saat ini penelitian demi penelitian terus dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas, keamanan dan efek samping maupun komplikasi akibat pemberian vaksin HPV. Bahkan sudah ada penelitian yang sedang berjalan untuk mengetahui apakah vaksin bisa menyembuhkan kanker leher rahim.

VAKSINASI HPV DAN KEHAMILAN

WHO mengelompokkan vaksin HPV sebagai obat kategori B yaitu tidak terbukti berbahaya pada penelitian. Belum ditemukan adanya efek samping terhadap kehamilan ataupun janin akibat pemberian vaksinasi HPV. Dan juga vaksinasi HPV tidak mengganggu kesuburan karena belum ada bukti bahwa vaksinasi HPV mengganggu menyebabkan sulit hamil. Tetapi mesti diingat bahwa penelitian obat pada wanita hamil sangat terbatas sehingga walopun aman sebaiknya wanita hamil tidak disuntik vaksin HPV.

KONTROVERSI MORALITAS PEMBERIAN VAKSIN HPV

Banyak para aktivis HAM yang menentang pemberian vaksin yang diwajibkan di beberapa negara karena dianggap mengangkangi hak-hak orang tua untuk menolak vaksin bagi anaknya. Bahkan ada yang mengatakan bahwa pemberian vaksin dapat menyebabkan meningkatnya sex bebas dikalangan remaja. Sesungguhnya pemberian vaksin tidak berkaitan dengan moralitas karena manfaat yang diperoleh akibat pemberian vaksin adalah tidak hanya pada mereka yang melakukan sex bebas, tetapi juga melindungi mereka yang hidup lurus dari tertular infeksi HPV. Moralitas tergantung bagaimana pendidikan di rumah, di sekolah dan media. Tapi biarlah ulama yang berdiskusi mengenai masalah ini. Saya hanya melihat dari sisi medis saja.

TAMBAHAN: PAP SMEAR

Sebaiknya wanita melakukan pap smear rutin segera setelah mengalami hubungan sex untuk yang pertama kalinya. WHO merekomendasikan dimulai pada usia 18 tahun atau bila sudah pernah hubungan sex untuk yang pertama kalinya. Pap smear merupakan metode skrinning terhadap infeksi HPV/ kanker serviks/ kanker leher rahim. Saat ini ada juga metode sederhana yang dikenal dengan test IVA, dapat dilakukan di puskesmas saja. Pap smear harus dilakukan secara rutin tiap 6 bulan sekali sampai dinyatakan aman oleh dokter kandungan, kemudian menjadi setahun sekali dan seterusnya menjadi 3 tahun sekali dan seterusnya.

One thought on “TULISAN 96. VAKSINASI HPV MENCEGAH KANKER SERVIKS/ LEHER RAHIM”

  1. Hallo dokter, saya mau vaksin gardasil sama dokter bisa? Kata nya kalo laki2 itu bs kena hpv kutil kelamin gitu yah dok? Calon suami saya boleh divaksin juga kan dok?
    Praktek ny di puri asih ya dokter? Mohon balesan nya yah dokter… ?

Comments are closed.