TULISAN 147. STRESS PADA WANITA HAMIL DAPAT BERPENGARUH NEGATIF PADA KEHAMILAN DAN JANIN

Stres fisik dan mental pada wanita dapat mengaruhi kondisi kehamilan dan ternyata berpengaruh terhadap pemilihan gender janin (secara alamiah bukan artifisial) bila terjadi kehamilan. Tidak hanya itu, stres fisik pada wanita hamil dapat meningkatkan risiko  kemungkinan terjadinya kelahiran prematur.

Pada penelitian yang dilakukan di Amerika serikat yang melibatkan 187 wanita hamil sehat berusia antara 18 s/d 45 tahun didapatkan bahwa:

  1. Sekitar 17% wanita hamil mengalami tekanan mental, dengan tingkat depresi, kecemasan dan stres yang tinggi.
  2. 16% wanita hamil yang mengalami stres secara fisik ternyata memiliki tekanan darah (tensi) harian yang lebih tinggi dan asupan kalori yang lebih tinggi (makan jauh lebih banyak) daripada wanita hamil lainnya dalam penelitian ini.

Penelitian tersebut juga menengarai bahwa wanita yang sudah mengalami stress fisik dan mental sejak jauh sebelum hamil ternyata bila kemudian terjadi kehamilan maka kemungkinan janinnya bakalan wanita. hmmm… ini sepertinya cocok dah dengan saya. Dulu waktu dokter ayu hamil Alfin kiuttt hello kitty, kondisi saat tinggal di pedesaan di kampung saya Sumatera Barat nyaman-nyaman saja karena gak banyak yang dipikir; mall gak ada (adanya pasar), restoran gak ada (adanya warung), selalu makan enak (nahhh… di desa saya semuanya keluarga saya semua dan you know lah kalo masakan padang itu best of the best bahkan mendunia), tiap hari bisa ngobrol dengan nenek saya, dll…. dannnnn hasilnya ternyata dokter Ayu hamil Alfin kiuttt hello kitty. Tapi ketika dokter Ayu sekolah spesialis mata dimana tingkat kesibukan sangat tinggi, semangat belajar luar biasa, kelelahan fisik luarrr biasaaa, maka ketika hamil ternyata hasil vivi kiuttt hello kitty. Jadi bila wanita pengen hamil anak cowok maka jangan stress, hidup happy-happy saja ngabisin ATM suami, ntar insya Allah anaknya bakalan cowok dahhh. Sedangkan bila sibuk kerja di pabrik, apalagi jadi bagian HRD perusahaan, atau bagian management perusahaan maka bila hamil akan mendapatkan anak cewek.

Penelitian di atas diperkuat oleh penelitian lain yang dilakukan oleh para ahli yang dipimpin oleh Catherine Monk, direktur Kesehatan Mental Wanita di New York-Presbyterian / Pusat Medis Irving Universitas Columbia di Kota New York. Mereka meneliti dampak pergolakan sosial atau kerusuhan yang luar biasa di sekitar kehidupan wanita dimana pada penelitian tersebut mengamati tingkat stress mental para wanita pasca serangan teroris 911 di New York City, Amerika Serikat yaitu pasca serangan tersebut para wanita yang mengalami stres mental dan stres sosial ternyata ketika hamil melahirkan bayi perempuan, sangat sedikit sekali yang melahirkan bayi cowok.

Dokter Catherine Monk mempublikasikan hasil penelitiannya secara online pada tanggal 14 Oktober 2019 di jurnal PNAS, Proceedings of National Academy of Sciences. Adapun hasil penelitiannya sebagai berikut:

  1. Stres pada wanita ini cenderung bersifat dalam dan panjang. Yakin aja dah… kalo wanita sudah ngomel maka sulit di rem… nyerocos aja gak berhenti-henti. Suami ngomong cuman 1 kalimat, bisa jadi panjang urusannya gara-gara isteri cerewet bisa sampai 12 kilometer omelannya.
  2. penelitian telah menunjukkan bahwa pria lebih rentan terhadap lingkungan prenatal yang merugikan (lebih tidak dapat beradaptasi pada lingkungan dengan tingkat stress tinggi).
  3. penelitian mereka menunjukkan bahwa wanita yang sangat stres mungkin lebih kecil untuk melahirkan seorang pria.
  4. Wanita di bawah tekanan fisik juga lebih mungkin melahirkan prematur.
  5. wanita hamil yang mengalami stress bakalan lebih banyak mengalami komplikasi kehamilan.
  6. bayi yang dilahirkan dari wanita hamil yang memiliki tingkat stres mental dan stres fisik yang tinggi maka bayi lebih cenderung memiliki perkembangan sistem saraf pusat yang lebih lambat. Tapi alhamdulillah hal ini tidak terjadi pada vivi kiuttt hello kitty karena vivi kiuttt hello kitty itu luarrrr biasssaaa pinternya dan susah ngejawab setiap pertanyaan ilmiahnya. Logikanya vivi kiuttt hello kitty sudah setara dengan logika anak SD ketika dia masih di Play group. Pinterrr banget dah pokoknya….
  7. dari hasil penelitian pada hewan didapatkan bahwa paparan stres tingkat tinggi dapat meningkatkan kadar hormon stres seperti kortisol di dalam rahim, yang pada gilirannya dapat memengaruhi janin dalam kandungan.
  8. Stres juga dapat memengaruhi sistem kekebalan ibu, yang mengarah pada perubahan yang memengaruhi perkembangan neurologis dan perilaku pada janin.

Jadi masalah kesehatan mental ibu hamil, tidak hanya untuk kepentingan ibu hamil tetapi juga untuk kepentingan anak di masa depannya.