TULISAN 110. AKU KEPUTIHAN, PENGARUH GAK KE JANINKU ?

KEPUTIHAN DALAM KEHAMILAN

Memasuki tahun baru 2019 ini juga tahun-tahun sebelumnya dan sebelumnya dan sebelumnya lagi dan sebelumnya sebelumnya lagi… ????? Saya seringkali mendapatkan keluhan dari ibu-ibu hamil yang mengalami keputihan. Ada yang mengeluhkan netes-netes, seperti air, pekat, bau amis, dan lain-lain. Kata suami kok jadi becek….

Halo… halo… halo… om telolet om… dokter cucuk yang katanya kiutttss hello kitty…. apa yang harus saya lakukan ?

Sebetulnya keputihan pada wanita hamil itu seringkali terjadi dan hampir semua wanita hamil mengalami keputihan saat hamil. Hal tersebut normal bila keputihannya TIDAK BERBAU, berwarna PUTIH semu-semu kekuningan, biasanya diketahui ada nempel di celana dalam ibu hamil.

Keputihan pada wanita hamil disebabkan oleh tingginya kadar hormon estrogen pada wanita hamil dan juga disebabkan oleh peningkatan aliran darah ke daerah vagina selama kehamilan. Hal ini akan menyebabkan vagina dan mulut rahim memproduksi cairan lendir lebih banyak saat hamil, bahkan bakteri baik hati dalam vagina juga ikutan memproduksi cairan lendir.

Semua bertujuan untuk melindungi kehamilan dari proses infeksi yang datangnya dari luar. Sering juga lo ibu hamil baru mengalami keputihan menjelang persalinan (memasuki hamil tua), tapi biasanya jumlahnya agak lebih banyak daripada saat hamil muda.

Pada awal-awal kehamilan, produksi lendir oleh sel-sel mulut rahim akan menutup/ menyumbat pintu leher rahim yang dikenal dengan istilah MUCOUS PLUG (SUMBATAN LEHER RAHIM = SLR). Ini tujuannya untuk melindungi kehamilan dari infeksi kuman-kuman jahat yang ada di kemaluan ibu hamil.

Saat kehamilan memasuki hamil tua apalagi saat menjelang persalinan, leher rahim sedikit demi sedikit akan memendek dan menipis serta membuka… nahhhh ini akan menyebabkan SLR lepas dan akibatnya timbulah keputihan yang warnanya sepertinya putih telur atau lendir bening. Kadang-kadang menjelang masa-masa persalinan keputihan itu menjadi lengket seperti getah dan disertai dengan sedikit semu-semu darah.

HAL-HAL APA SAJA YANG HARUS DIWASPADAI BILA KEPUTIHAN SAAT HAMIL ?

Kalo ibu-ibu hamil mengalami keputihan yang banyak, walopun jernih, maka ibu hamil harus sesegera mungkin ke dokter kandungan terdekat untuk diperiksa apakah itu keputihan normal ataukah ketuban pecah.

1. Bila umur kehamilan ibu hamil belum mencapai 36-37 minggu dan ibu hamil mengalami keputihan yang berbeda daripada biasanya seperti jumlahnya banyak, lebih encer daripada biasanya, disertai dengan lendir darah, bergetah kental, kecoklatan, maka itu tanda akan melahirkan. Dan ingat itu belum masuk hamil tua, sehingga ibu hamil harus segera ke dokter kandungan supaya diperiksa apakah tanda-tanda itu masuk kategori sedang dalam proses terancam lahir premature atau tidak.

2. Bila ibu hamil mengalami keputihan yang bikin ibu/ suami risih saat berhubungan, seperti nyeri saat hubungan, nyeri saat pipis, gatal, rasa seperti terbakar, baunya betul-betul beda daripada biasanya, vagina ibu tampak agak bengkak kemerahan seperti meradang, maka segera ke dokter kandungan terdekat karena mungkin saja disitu ada infeksi bakteri jahat atau jamur jahat. Bisa juga setelah berhubungan suami-isteri lelehan sperma suami yang keluar dari vagina itu menimbulkan bau yang sangat tidak enak berbeda daripada biasanya, sangat mungkin itu akibat infeksi vagina.

3. Awas-awas kalo keputihan ibu hamil berwarna kehijauan, kuning, abu-abu… bukan warna balonku ada 5 looo yaaaa…. biasanya juga berbau menyengat, maka ibu hamil harus segera ke dokter kandungan terdekat untuk diperiksa karena sangat mungkin itu infeksi bakteri jahat yang sudah terkenal kejahatannya dikalangan para bakteri dengan julukan bakteri trikomonas, seringkali ini dapat ditularkan secara hubungan sex. Mulut rahim/ vagina/ dinding vagina bisa berwarna kemerahan, iritasi, gatal, dan sangat tidak nyaman/ nyeri saat ibu hamil pipis atau hubungan sex dengan suami.

4. Jangan coba-coba menggunakan obat-obatan sebelum ibu hamil periksa ke dokter kandungan karena antara keputihan normal dan penyakit keputihan saat hamil tidak bisa dibedakan oleh masyarakat awam sehingga dapat merugikan ibu hamil bila menggunakan obat sembarangan. Apa sih kerugiannya ? terbunuhnya bakteri baik hati dalam vagina yang berfungsi untuk melindungi kehamilan dari kuman-kuman jahat yang lain. Jangan percaya dibohongi pake iklan obat… macem-macem itu… jadi jangan malas untuk segera berobat ke dokter kandungan terdekat.

BAGAIMANA CARA UNTUK MENGHENTIKAN KEPUTIHAN SAAT HAMIL ?

Tidak ada cara yang bisa menghentikan keputihan normal dalam kehamilan. Ingat ya… keputihan normal… karena itu bawaan kehamilan. Yang bisa ibu-ibu hamil lakukan adalah memakai panty liner non perfumed (tidak boleh wangi) untuk menyerap cairan keputihan tersebut sehingga tidak risih dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Jangan memasukkan bahan apapun kedalam vagina.

Ibu-ibu hamil sebaiknya makin meningkatkan minum jus buah dan susu. makan sup-sup daging/ sup-sup ayam dan sayuran. Hal ini berguna untuk menjaga kesehatan dan mencegah infeksi pada kehamilan. Celana dalam harus kering, ganti panty liner sesering mungkin, jangan biarkan becek/ lembab.

Untuk menjaga kesehatan organ kewanitaan selama hamil maka ibu hamil sebaiknya memakai celana dalam berbahan katun yang lembut. Hindari bahan sintetis dan hindari yang berwarna gelap. Bila pipis lakukan cebok dari arah depan menuju ke arah belakang, dari arah vagina menuju ke arah lubang dubur sehingga vagina tidak bisa terinfeksi oleh kuman-kuman jahat yang suka ngumpul rundingan disekitar dubur untuk melakukan MAKAR pada bakteri baik hati dalam vagina. Kuman-kuman jahat tersebut suka sekali mengganggu/ melakukan MAKAR pada kehamilan.

Jangan berendam di dalam air sabun, nahhh… ibu-ibu hamil yang dirumahnya ada bathtub tidak boleh berendam ya karena dapat membunuh bakteri baik hati. Jangan juga pake berbagai macam cairan pembersih vagina. Jangan mau dibohongi pake iklan cairan pewangi/ pelindung/ perapat vagina… macem-macem itu… jadi jangan sungkan untuk berkata TIDAK pada iklan.

Kalo ke mall, saat selesai pipis, jangan pake tissue toilet, banyak kuman disitu, pake saja aqua kecil untuk cebok. Jangan pake vaginal douching selama hamil, bisa bikin bakteri baik hati kelenger dan beberapa dokter kandungan melarang tiupan udara dari alat douching tersebut karena dipercaya dapat menyebabkan terbukanya hubungan antara dunia luar dan tubuh ibu hamil bagian dalam dan dikuatirkan menimbulkan masalah yang serius bagi kesehatan ibu hamil.

Jangan sering makan makanan berminyak, berkolesterol tinggi, minuman bersoda, kurangi makanan merangsang seperti pedas, asam, kecut, kurangi minum teh, kurangi kopi, dan jangan minum alkohol/ merokok baik aktif maupun pasif.

TULISAN 111. SUAMI PENGEN GITUAN SAAT ISTERI HAMIL

SEKS DALAM KEHAMILAN

Saya seringkali dan hampir setiap praktek selalu ditanyain masalah sex oleh suami/ isteri yang sedang hamil, baik hamil muda ataupun hamil tua. Bahkan ada yang bertanya pertanyaan yang horor bangets yang tidak bisa saya sampaikan disini. Tetapi apapun itu tentu saja kehamilan bukan menjadi penghalang bagi pasangan suami-isteri untuk tetap melakukan hubungan seks saat isterinya sedang hamil. Banyak yang takut melakukan hubungan seks dapat melukai janin dalam kandungan bahkan ada juga yang takut menyakiti isterinya saat hubungan seks. Tenanggg… kekuatiran akan hal tersebut biar om dokter kiuttts om yang atasi… silakan baca postingan saya ini dan jangan lupa di LIKE dan di SHARE…. juga di REVIEW biar saya gak malez posting lagi…

Wanita hamil bebas melakukan hubungan seks hingga tiba saatnya mules-mules mau melahirkan (coba baca postingan saya tentang tanda-tanda dekat melahirkan) atau pas udah muncul ketuban yang pecah/ merembes.

PADA BEBERAPA KONDISI TERTENTU MEMANG DOKTER KANDUNGAN SERING MEMBATASI HUBUNGAN SEKS BAHKAN MELARANG SAMA SEKALI HUBUNGAN SEKS DEMI KEAMANAN KEHAMILAN. UNTUK ITU RAJIN-RAJINLAH BERTANYA PADA DOKTER KANDUNGAN APAKAH PASANGAN SUAMI-ISTERI MASIH BOLEH MELAKUKAN HUBUNGAN SEKS DALAM KEHAMILAN SAAT INI.

Seks dalam kehamilan tidak akan membahayakan janin dalam kandungan, bahkan misalkan penis suami besarnya sama dengan punyanya kuda sekalipun, tetap saja seks itu aman bagi janin dalam kandungan. Rangsangan seks atau yang dikenal dengan istilah pemanasan juga tidak akan menyebabkan mules kontraksi melahirkan (dalam bahasa kedokteran, kontraksi akan melahirkan dikenal dengan istilah INPARTU) dan juga tidak akan menyebabkan keguguran.

Ada saatnya saat hubungan seks, dengan rangsangan pada payudara dan atau klitoris ibu hamil akan menyebabkan ibu hamil mengalami kontraksi. Bahkan sperma suami mengandung bahan yang dapat merangsang timbulnya kontraksi rahim. Orgasme pada wanita hamil akan menimbulkan mules yang dikenal dengan post orgasmic contraction, jangan kuatir karena mules model begini tidak berbahaya dan hanya timbul sebentar saja.

Kadangkala ibu hamil akan merasakan hubungan seks saat hamil jauh lebih menyenangkan dan menggairahkan daripada sebelum hamil, tapi ada juga yang merasa bahwa seks saat hamil terasa hambar, kurang membara, kurang sambal, kurang merica…

Kehamilan akan meningkatkan aliran darah pada organ panggul dan tentunya organ seks sehingga akan terjadi peningkatan sensasi kepuasan seks yang lebih daripada wanita tak hamil bila dirangsang, belum lagi ibu hamil itu kadang-kadang mengalami keputihan yang normal sehingga dapat membantu pelicinan/ pelumasan area seks. Tetapi hal ini tidak dapat dinikmati oleh setiap ibu hamil karena rasanya memang diluar kebiasaan, organ seks yang sembab selama kehamilan dianggap memberikan rasa sesak dan tidak nyaman saat dipakai berhubungan seks. Belum lagi bila ibu hamil mengalami orgasme, mesti kontraksi diperut makin bikin worry alias kuatir sehingga akan mengganggu kenikmatan seks bagi sebagian sebagian ibu hamil.

Payudara ibu hamil juga akan makin sensitif saat hamil sehingga rangsangan seksual dari suami akan makin meningkatkan gairah membara, sayangnya ada wanita hamil yang merasakan payudara yang super sensitif tersebut sebagai gangguan sehingga menolak untuk disentuh atau dirangsang oleh suami… saya harap para suami untuk tabah menerima nasib sialmu yaaa… ingat suami masih punya cara yang lain… pun masih ada vaseline atau sabun…. he he he kasian banget…

Bila terdapat gangguan atau perasaan tidak nyaman melakukan hubungan seks, para ibu hamil masih bisa kok melakukan kewajibannya untuk memberikan kepuasan pada suami yaitu dengan jalan oral sex, saling memberikan rangsangan, bahkan seks tangan, seks jepit payudara, seks jepit paha, dan lain-lain. Tetapi ingat seks itu bukan sekedar aktivitas fisik saja, tetapi yang jauh lebih penting seks itu merupakan aktivitas jiwa, aktivitas saling menyayangi… bila isteri sedang sulit dengan kehamilannya, jangan dipaksakan, peluk isteri, cium isteri, itu saja sudah jauh lebih dari cukup untuk menunjukkan rasa kasih sayang dalam rumah tangga.
Wanita hamil sering mengalami kelelahan, perubahan mood, perubahan kejiwaan, gampang ngomel, dan lain sebagainya yang dapat menurunkan gairah/ nafsu seks. Bila wanita hamil berusaha untuk menikmati kehamilannya, maka gairah seks tersebut akan kembali normal bahkan meningkat.

Oral sex saat hamil boleh dikatakan aman, tetapi dengan kondisi tertentu. Menjilat klitoris/ vagina isteri juga boleh, tentunya ada batasan tertentu. Suami tidak boleh melakukan tiupan kedalam vagina isteri karena dapat membahayakan kehamilan dan mengancam kesehatan isteri. Bila suami pernah terkena herpes di mulut juga tidak boleh melakukan oral sex ke isteri, tidak boleh menjilat klitoris isteri.
Untuk menghindari tertular penyakit kelamin, pasangan suami-isteri sebaiknya menggunakan kondom. Tentunya hal ini dilakukan bila suami/ isteri tidak yakin dengan kesetiaan pasangan masing-masing.

BILA SALAH SATU PASANGAN PERNAH TERDETEKSI MENDERITA PENYAKIT KELAMIN SELAMA MASA KEHAMILAN INI MAKA SEBAIKNYA JANGAN MELAKUKAN HUBUNGAN SEX MODEL APAPUN KARENA DAPAT MENINGKATKAN RESIKO INFEKSI BAGI KEHAMILAN.

Segera ke dokter kandungan bila ibu hamil mengalami hal-hal berikut setelah hubungan seks:
1. Keluar darah
2. Keluar cairan banyak
3. Rasa kram diperut yang tak kunjung reda

Apakah hubungan seks dapat menyebabkan kelahiran prematur ? sebetulnya belum ada penelitian yang dapat membuktikan secara konsisten bahwa hubungan seks dapat memicu terjadinya kelahiran prematur. Bahkan beberapa dokter kandungan, termasuk saya, yang menyarankan hubungan seks makin sering saat hamil tua untuk mencegah terjadinya kehamilan lewat bulan juga hanya berdasarkan pengalaman bahwa sperma suami bisa bikin kontraksi rahim (telah diteliti bahwa sperma suami mengandung prostaglandin yang dapat merangsang kontraksi rahim), bukan berdasarkan penelitian ilmiah yang berskala besar.

Beberapa kondisi yang dilarang melakukan hubungan seks saat hamil antara lain:
1. Kehamilan dengan posisi placenta menutupi jalan lahir
2. Kehamilan dengan ketuban pecah atau rembes
3. Kehamilan dengan keputihan yang banyak, apalagi bila disertai gatal dan dan bau.
4. Ada kelainan pada mulut rahim
5. Sedapat mungkin pada hamil kembar membatasi/ mengurangi hubungan seksnya.
6. Beberapa kali mengalami keguguran/ lahir premature

INGAT… BILA DOKTER KANDUNGAN MELARANG HUBUNGAN SEKS PADA PASANGAN SUAMI ISTERI MAKA ITU ARTINYA TIDAK BOLEH ADA PENIS SUAMI YANG MASUK VAGINA ISTERI, TIDAK BOLEH ADA RANGSANGAN SEKS MODEL APAPUN BAIK KE PAYUDARA ISTERI MAUPUN KE VAGINA ISTERI DAN KEBAGIAN-BAGIAN LAIN DARI TUBUH ISTERI YANG DAPAT MENIMBULKAN RANGSANGAN SEKSUAL PADA ISTERI, DAN TIDAK BOLEH ADA ORGASME DENGAN CARA APAPUN. Mampusss deh… nganggurlah si otong… sabun lagi… sabun lagi… jangan ke pantura ya… dosa besar… apalagi kalo ketahuan, dosa dapet, penyakit dapet, dicakar isteri pula…

KAPAN BOLEH MELAKUKAN HUBUNGAN SEKS SETELAH MELAHIRKAN ? bagi wanita yang menjalani operasi sesar sebaiknya hubungan sex setelah melahirkan dilakukan bila melewati masa nifas (setelah 6 minggu pasca melahirkan ) atau bila luka pada vagina akibat lahiran normal sudah sembuh betul sekitar 2 bulanan. Sementara sebaiknya memakai kondom untuk mengurangi resiko infeksi dan tentunya untuk menunda kehamilan berikutnya.

Posisi seks yang aman pada kehamilan:
1. Woman on top. Wanita duduk diatas selangkangan pria. Pada posisi ini tidak ada penekanan pada perut ibu hamil, dan ibu hamil dapat mengatur rangsangan yang paling nikmat bagi dirinya dan dapat mengatur kedalaman penetrasi penis ke liang vagina.
2. Suami duduk, isteri dipangku suami. Posisi ini juga aman karena tidak ada penekanan pada perut ibu hamil. Ibu hamil bisa lompat-lompat kegirangan berhadapan dengan suami dan mengatur kenikmatan seksnya serta dapat mengatur kedalaman penetrasi seksnya.
3. Spoon position. Dalam posisi ini pasangan berbaring saling berhadapan, posisi ini paling aman untuk semua usia kehamilan trimester 1 s/d trimester 3, tapi kadangkala bila perut isteri sudah terlalu besar, penetrasi seks agak sulit.
4. Doggy style. Posisi ini juga aman pada kehamilan. Penetrasi penis suami pada vagina isteri dilakukan dari arah belakang, posisi isteri seperti orang merangkak. Tapi bila hamil besar, ini agak riskan karena perut ibu hamil tergantung bebas, sulit untuk mengatur goyangan yang timbul pada perut akibat genjotan suami.
5. Isteri berbaring di tepi kasur dengan selangkangan terbuka menghadap penis suami dan pada posisi ini suami dapat dengan bebas untuk melakukan penetrasi penis pada vagina isteri.

JANGAN MEREMEHKAN IBU HAMIL DALAM HAL HUBUNGAN SEX, SEBAB BILA IBU HAMIL LAPOR DOKTER KANDUNGAN DAN PADA AKHIRNYA SETELAH PEMERIKSAAN KONDISI KEHAMILAN, DOKTER KANDUNGAN MELARANG HUBUNGAN SEX DALAM KEHAMILAN MAKA….KELARRRR IDUPPP LOEEEE… OM BEKARAT OM… ????

Oke deh… setelah cerita horor di atas, dokter cucuk kiuttt hello kitty seperti biasa memberikan informasi terpenting yaitu:
1. marilah bersedekah Rp 2000,-/ hari. Niatkan untuk memperoleh kehamilan yang sehat, lancar, dan aman. Tahun depan sedekahnya naik ya… jadi Rp 4000,-/ hari. Yang nurut dengan program hamil sedekah, saya doakan cepat hamil dan hamilnya sehat.
2. Jangan lupa di LIKE dan di SHARE dan REVIEW fanpage dr. Cucuk santoso, spog. Siapa saja boleh bergabung di GROUP IBU HAMIL dan follow fanpage dr. Cucuk santoso, spog selama tidak bikin rusuh, reseh dan dagang obat. Dagang lainnya boleh, silakan…
3. pertanyaan hanya via INBOX. Kalo gak dijawab jangan marah, karena ini bukan ruang ujian dan bukan ruang konsultasi dokter.

TULISAN 103. TEST LABORATORIUM UNTUK DETEKSI INFEKSI SELAMA KEHAMILAN

Selama hamil, Anda harus ditest laboratorium untuk hepatitis B, sifilis, streptokokus grup B, Chlamydia trachomatis, gonore dan human immunodeficiency virus (HIV). Semua infeksi ini dapat membahayakan janin dalam kandungan jika sampai tertular infeksi yang berasal dari ibu hamil. Jika ibu hamil ditest laboratorium dan ternyata menderita salah satu dari infeksi ini, pengobatan biasanya dapat mencegah penularan terhadap janin dalam kandungan sehingga diharapkan janin dalam kandungan tidak sampai menderita sakit akibat infeksi tersebut.

Anda juga harus ditest laboratorium untuk penyakit rubella (campak Jerman) jika Anda tidak tahu apakah Anda kebal terhadap penyakit rubella. Bila ternyata dari hasil lab diketahui bahwa ibu hamil tidak kebal terhadap penyakit rubella maka ibu hamil wajib menghindari semua orang yang diduga menderita rubella. Jika Anda tidak kebal, maka Anda bisa mendapatkan vaksin rubella setelah bayi Anda lahir (tidak boleh suntik vaksin rubella saat sedang hamil) sehingga Anda tidak akan mendapatkan rubella di masa yang akan datang. Di beberapa negara, ibu hamil juga ditest untuk mengetahui kekebalannya terhadap penyakit cacar. Dan bila diketahui ternyata ibu hamil tersebut tak kebal terhadap penyakit cacar maka tidak boleh dekat-dekat dengan orang siapapun yang menderita cacar, walopun suami sendiri sekalipun. Tergantung pada riwayat kesehatan Anda, tes juga dapat dilakukan untuk infeksi lain seperti cytomegalovirus (CMV) atau parvovirus.

Apakah ibu hamil harus mengikuti tes-test laboratorium ini selama kehamilan ?

Anda bisa saja mendapatkan infeksi-infeksi ini bertahun-tahun yang lalu dan anda tidak tahu kalau terkena infeksi tersebut. Kebanyakan orang yang mengalami infeksi ini tidak tahu bahwa mereka memilikinya karena seringkali penyakit-penyakit diatas tidak memiliki gejala. Tes-tes ini ditawarkan kepada ibu hamil untuk kesehatan ibu hamil sendiri dan kesehatan janin dalam kandungan. Ibu hamil dapat memilih untuk tidak melakukan tes-tes laboratorium untuk infeksi tersebut, namun keputusan ini bisa merugikan janin dalam kandungan.

TULISAN 104. KENAPA PERIKSA LABORATORIUM SAAT HAMIL ?

Kehamilan adalah suatu pengalaman yang sangat berharga. Oleh sebab itu dokter kandungan akan melakukan segala upaya untuk mengamankan kehamilan dan tentunya untuk mempersiapkan persalinan. Mengapa sih periksa laboratorium itu sangat super penting selama anda hamil ? karena tes-tes laboratorium ini digunakan untuk membantu mengidentifikasi kondisi yang dapat mempengaruhi kesehatan Anda dan bayi Anda selama kehamilan dan persalinan. Coba anda bayangkan selama hamil anda tak pernah melakukan test laboratorium kemudian terjadi situasi emergency terhadap janin dalam kandungan anda dan anda diputuskan untuk segera melahirkan janinnya tetapi ternyata kondisi anda tak memungkinkan untuk menjalani proses persalinan emergensi… apa yang akan dokter lakukan demi menolong janin anda ? oke bisa ditolong tetapi dengan resiko yang sangat tinggi baik pada ibu hamil maupun janin dalam kandungan.

Contoh selama hamil anda tidak pernah cek laboratorium darah rutin. Ternyata didapatkan kadar trombosit atau keping darah beku anda sangat rendah. Maka hal ini sangat berbahaya bagi ibu hamil bila melahirkan bahkan dapat menyebabkan stroke pada wanita hamil bila pembuluh darahnya pecah atau bocor. Dokter kandungan yang baik akan mempersiapkan dan selalu mengamati ibu hamil dan janin dalam kandungan. Ibu hamil yang sehat maka lingkungan dalam rahim diharapkan juga sehat sehingga janin dapat tinggal dengan lebih aman dalam rahim.

Banyak test laboratorium yang perlu bagi ibu hamil, tetapi tidak semua laboratorium siap dengan berbagai pemeriksaan. Sehingga dokter kandungan hanya memeriksakan laboratorium berdasarkan kebutuhan yang erat kaitannya dengan antisipasi segala macam kondisi emergensi, sesuatu yang sangat tak diharapkan. Dokter kandungan juga berusaha mengupayakan lingkungan yang aman bagi janin dalam kandungan. Tetapi perlu diingat bahwa dokter kandungan bukan Tuhan dan tidak ada yang bisa menjamin bahwa dengan berbagai upaya tersebut maka semua akan aman-aman saja. Alangkah lucunya bila kita pengen aman, hamil yang sehat, tetapi upayanya tidak maksimal.

Ibu hamil adalah pihak yang paling tahu mana yang terbaik bagi janin dalam kandungannya sehingga ibu hamil berhak banget untuk menolak saran dokter kandungan bila dirasakan tidak dibutuhkan bagi kesehatan ibu hamil dan janin dalam kandungan. Prinsip dokter kandungan adalah mengetahui sejak dini jauh lebih baik daripada mendadak dikala dibutuhkan tindakan yang cepat. Mengetahui lebih dini berarti dokter kandungan dapat lebih mempersiapkan ibu hamil menjalani kehamilan dan persalinan kelak serta memberikan lingkungan yang optimal bagi janin dalam rahim.

Test lab apa saja yang diharapkan dapat diperiksa buat ibu hamil ?

  1. Darah rutin. Test ini bertujuan untuk melihat apakah ibu hamil memiliki kondisi anemia atau tidak, ada kelainan darah atau tidak, dan lain-lain.
  2. Golongan darah. Hal ini sangat penting karena ada golongan darah tertentu yang dapat membunuh janin dalam kandungan, terutama bila terjadi perbedaan golongan darah rhesus antara ibu dan janinnya. Hal ini dapat diatasi bila diketahui sejak awal sehingga dapat diberikan obat-oabtan anti rhesus yang diharapkan dapat menyelamatkan janin dalam kandungan.
  3. Antigen Hepatitis B. Pada ibu hamil dengan hepatitis B maka janinnya harus dipersiapkan saat prosespersalinan yaitu dengan tersedianya zat hormon khusus untuk janin yang ibunya mengalami hepatitis B (penyakit liver) yaitu imunoglobulin (HbIg). Obat ini sangat sulit didapati sehingga butuh waktu. seandainya ibu hamil diketahui saat proses persalinan maka mampukah keluarga mencari obat tersebut dalam waktu 24 jam ??? lewat dari 24 jam maka hampir tak ada gunanya bagi bayi baru lahir alias bayi itu ikutan sakit liver.
  4. Serologi syphilis. Pernah lihat bayi cacat ? penyakit ini juga bisa bikin keguguran.
  5. Urine lengkap. Infeksi saluran kencing sering bikin kelahiran prematur atau kontraksi sebelum waktunya. Juga sering bikin perdarahan yang mengarah kepada keguguran. Kalo gak diobati atau berobat tapi udah terlambat maka ujungnya adalah keguguran. Bahkan bisa bikin infeksi ginjal pada wanita hamil. Kalo udah infeksi ginjal maka seringkali hamilnya gak bakalan berlanjut.
  6. Pada ibu dengan HIV maka peru penanganan multi disiplin yang melibatkan dokter kandungan dan dokter penyakit dalam dengan harapkan meminimalkan resiko janin tertular oleh ibunya.
  7. kadar gula darah. kehamilan yang disertai dengan peningkatan kadar gula berarti menimbulkan resiko pada janin yaitu sulit nafas ketika lahir. hal ini bila lambat diketahui maka dokter tidak memiliki waktu untuk mempersiapkan kematangan paru-paru janin. Bila diketahui lebih awal maka dokter kandungan dapat bekerja sama dengan dokter penyakit dalam untuk berupaya menurunkan kadar gula sehingga diharapkan janin lebih punya harapan untuk bernafas normal saat lahir kelak.

Hidup itu adalah pilihan. Ibu hamil yang menentukan mau dibawa kemana kehamilannya. Dokter kandungan cuman membantu mengarahkan dan mengevaluasi hasil upaya ibu hamil terhadap janin dalam kandungannya. Gak mau cek lab ? gak masalah… yang hamil siapa ?

TULISAN 105. PLACENTA AKRETA… NYAWA IBU HAMIL TARUHANNYA…

Plasenta biasanya menempel pada dinding rahim, namun ada kondisi tertentu di mana plasenta menempel terlalu dalam ke dinding rahim. Kondisi ini dikenal sebagai plasenta akreta, plasenta inkreta, atau plasenta percreta, tergantung pada tingkat keparahan dan kedalaman masuknya plasenta ke dinding rahim. Sekitar 1 dari 2.500 kehamilan mengalami plasenta akreta, increta atau percreta.

Penyebab pasti untuk terjadinya plasenta akreta tidak diketahui hingga saat ini, tetapi diduga placenta akreta terdapat kaitannya dengan plasenta previa pada kehamilan saat ini. Placenta akreta juga diduga ada hubungan dengan kelahiran melalui operasi sesar pada hamil sebelumnya. Plasenta akreta sering terjadi pada wanita hamil dengan placenta previa dan secara studi epidemiologi kira-kira 5 – 10% wanita dengan plasenta previa akan mengalami placenta akreta. Artinya dari 10 kelahiran pada wanita hamil dengan placenta previa maka akan ada 1 placenta akreta. Baca postingan saya tentang placenta previa http://www.cucuk-spog.com/?p=51

Persalinan caesar diduga meningkatkan kemungkinan plasenta akreta di masa depan, dan semakin sering lahiran dengan operasi sesar maka akan semakin besar kemungkinan mengalami placenta akreta.

APA RISIKO PLASENTA AKRETA UNTUK BAYI ?

Pada kasus ibu hamil dengan placenta akreta maka seringkali keputusan klinis harus segera dibuat oleh dokter kandungan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan ibu hamil dan sedapat mungkin bila kondisi mengijinkan juga mempertimbangkan janin dalam kandungan. Persalinan prematur dan komplikasi akibat prematur adalah perhatian utama para dokter anak untuk bayi. Pada kasus kehamilan dengan placenta previa maka dapat terjadi perdarahan pada kehamilan trimester 3 (diatas 28 minggu), dan bila ternyata dari hasil kontrol teratur ke dokter kandungan sejak awal kehamilan dicurigai ada placenta akreta pada kasus placenta previa maka perdarahan akibat placenta previa tersebut akan menyebabkan terjadinya operasi darurat pada usia kehamilan prematur dan operasi tersebut merupakan operasi yang sangat beresiko tinggi bila ternyata benar adanya placenta akreta yang menyertai placenta previa. Bila kondisi masih memungkinkan maka sedapat mungkin dokter kandungan akan mempertahankan kehamilan untuk menghindari operasi darurat dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk kondisi darurat dimasa datang, termasuk mempersiapkan janin dengan cara diberikan obat-obatan melalui infus ke ibu hamil untuk memperkuat parau-paru janin sehingga bila terpaksa harus lahir prematur karena emergensi diharapkan bayinya kuat untuk nangis, kuat jantung bayinya, dan kuat nafasnya.

APA RISIKO PLASENTA AKRETA KEPADA IBU ?

Plasenta akreta biasanya sulit dilepaskan dari dinding rahim. Perhatian utama bagi ibu hamil saat operasi sesar yang mengalami placenta akreta adalah pendarahan yang sangat mungkin terjadi (99% terjadi) selama dokter kandungan berupaya manual untuk melepaskan plasenta dari dinding rahim. Pendarahan ini sifatnya sangat hebat dan sangat mengancam jiwa (dapat menimbulkan kematian di meja operasi akibat perdarahan). Belum lagi saat terjadinya perdarahan pada placenta akreta dapat menyebabkan kerusakan pada rahim dan organ tubuh lain akibat upaya dokter kandungan dalam menyelamatkan nyawa ibu hamil karena berdasarkan banyak pertimbangan yaitu antara lain kerusakan organ tubuh lain tidak menyebabkan mati seketika tetapi perdarahan dapat menyebabkan kematian saat itu juga. Target utama adalah hentikan perdarahan, lakukan apapun demi menghentikan perdarahan demi menyelamatkan nyawa ibu melahirkan. Seringkali dokter kandungan melakukan tindakan operasi angkat kandungan darurat secepat-cepatnya demi menghentikan perdarahan yang jumlahnya lebih dari 600cc (setengah liter) per menit.

Coba bayangkan ! sedemikian hebat dan tegang pekerjaan seorang dokter kandungan serta betapa berhutang budinya seluruh keluarga ibu hamil terhadap dokter kandungan yaitu saat kondisi persalinan yang aman apalagi saat kondisi persalinan membutuhkan tindakan emergensi/ gawat darurat. Ingat ya… dokter kandungan bukanlah Tuhan, segala yang dilakukannya adalah upaya / ikhtiar / usaha… tidak ada jaminan berhasil… kalo gagal bukanlah suatu malpraktek… itu karena keterbatasannya sebagai manusia biasa… karena tidak ada satupun kasus kedokteran yang perdarahannya sehebat perdarahan pada saat melahirkan. Tapi ironisnya… di negara Indonesia ini dokter kandungan adalah bidang yang kurang dihargai dan kurang didukung oleh pemerintah, buktinya biaya pertolongan terhadap pasien BPJS yang hamil sangat kecil sehingga dokter kandungan hanya bisa bekerja menolong ibu hamil dengan kondisi yang sangat terbatas.

APA PENGOBATAN UNTUK PLASENTA AKRETA ?

Tidak ada yang dapat dilakukan wanita hamil untuk mencegah terjadinya plasenta akreta. Kontrol teratur pada setiap kehamilan yang masuk kategori kehamilan resiko tinggi pada dokter kandungan merupakan upaya untuk mengurangi resiko kehamilan dan persalinan, walopun tidak mungkin 100%. Jika wanita hamil telah didiagnosis dengan kemungkinan plasenta akreta oleh dokter kandungan, maka dokter kandungan akan memantau kehamilan dengan tujuan menjadwalkan rujukan ke RS tipe A dan akan mempersiapkan ibu hamil sebelum menjalani operasi yang diharapkan mungkin dapat menyelamatkan rahim (tidak sampe angkat kandungan) di RS tipe A. Kalo di Jawa Barat adalah di RS Hassan Sadikin Bandung. Seringkali kondisi plasenta akreta cukup parah sehingga diperlukan operasi angkat kandungan (histerektomi) dan mungkin dengan sangat terpaksa akan merusak organ dalam perut yang lain akibat operasi penyelamatan nyawa ibu hamil.

Apakah dokter cucuk pernah mengalami kasus placenta akreta ? jawabnya adalah pernah dan sungguh membuat trauma dokter kandungan ketika melihat perdarahan yang begitu hebat. Dokter kandungan itu adalah dokter yang cuman bisa mikir 1 detik ketika terjadi kasus perdarahan. Itu baru kasus placenta akreta, belum kasus emergensi lainnya. Makanya saya selalu sampaikan pada semua pasien saya yang hamil, yaitu:

  1. Kerjakan sedekah harian selama hamil dan selama program hamil. Minta pertolongan, kelancaran, kemudahan, dan keselamatan pada Allah SWT.
  2. Kontrol kehamilan secara teratur ke dokter kandungan.
  3. Rajin bertanya ketika kontrol.
  4. Perut jangan dipijat-pijat di paraji, baik saat hamil maupun setelah melahirkan.
  5. Diet makanan bergizi, tanpa pantangan makanan.

 

TULISAN 106. BAYIKU LAHIR DENGAN DOWN SYNDROME, APAKAH BISA TERULANG LAGI BILA AKU HAMIL LAGI ?

Down syndrome adalah kelainan genetik/ bawaan janin yang disebabkan ketika proses pembelahan sel terjadi abnormalitas dalam meng-copy/ menyalin kromosom (sel-sel penyusun tubuh) sehingga menghasilkan copian kromosom yang jumlahnya kelebihan pada kromosom nomor 21. Bahan genetik tambahan (kelebihan) ini menyebabkan perubahan perkembangan dan fitur fisik bayi lahir menjadi kelainan yang disebut dengan down syndrome.

Down syndrome bervariasi dalam tingkat keparahannya di antara tiap manusia. Penyakit ini menyebabkan cacat intelektual seumur hidup dan keterlambatan perkembangan kecerdasan dan kemampuan motorik. Penyakit ini merupakan kelainan kromosom genetik yang paling sering ditemukan dan menjadi salah satu penyebab ketidakmampuan belajar pada anak-anak. Down syndrome juga sering menyebabkan kelainan medis lainnya, termasuk gangguan jantung dan gastrointestinal.

Dalam penanganan hal penanganan terhadap anak-anak yang lahir dengan down syndrome sangat dibutuhkan pemahaman yang lebih baik. Intervensi awal kasus down syndrome diharapkan dapat sangat meningkatkan kualitas hidup untuk anak-anak dan kelak saat dewasa sehingga dapat membantu mereka menjalani kehidupan yang lebih memuaskan.

GEJALA DAN TANDA ANAK MENDERITA DOWN SYNDROME

Penyakit down syndrome sangat bersifat individual artinya setiap manusia yang terkena down syndrome akan mengalami masalah yang bervariasi baik secara intelektual dan atau perkembangan kemampuannya, mungkin ringan, sedang atau berat. Termasuk juga dalam hal kesehatan tubuhnya yaitu ada penderita down syndrome yang sehat dan ada juga yang disertai masalah kesehatan yang berat seperti cacat jantung.

Anak-anak dan orang dewasa dengan down syndrome memiliki fitur wajah khas yang berbeda bila dibandingkan dengan orang normal. Tetapi tidak semua orang dengan down syndrome memiliki fitur-fitur fisik yang sama antara yang satu dengan yang lain. Tanda-tanda yang umum terlihat pada anak dengan down syndrome antara lain:

  • Wajah gepeng/ datar/ ceper.
  • Kepala kecil.
  • Leher pendek.
  • Lidah yang menonjol sehingga sering lidah tampak keluar atau tak muat dalam mulut.
  • Tutup mata miring ke atas (palpebral fissures), jadi agak naik ujunag mata sebelah luar, seperti ketarik gitu loo.
  • Telinga yang bentuknya tidak biasa atau kecil
  • Tangan yang lebar dan pendek dengan lipatan tunggal di telapak tangan dikenal dengan istilah simian crease.
  • Jari yang relatif pendek dan tangan dan kaki kecil.
  • Fleksibilitas tubuh yang berlebihan.
  • Bintik-bintik putih kecil di bagian berwarna (iris) mata disebut bintik-bintik Brushfield.
  • Pendek

Bayi dengan down syndrome mungkin ukuran tubuhnya masih rata-rata, tetapi biasanya mereka tumbuh perlahan dan tetap lebih pendek daripada anak-anak lain pada usia yang sama. Sebagian besar anak-anak dengan down syndrome memiliki gangguan kognitif ringan hingga sedang. Kemampuan berbahasa akan tertunda, lambat bisa ngomongnya, dan daya ingat/ memori jangka pendek maupun panjang juga akan terpengaruh.

APA SIH YANG MENYEBABKAN ANAK MENDERITA DOWN SYNDROME ?

Sel manusia biasanya mengandung 23 pasang kromosom. Satu kromosom di setiap pasangan berasal dari ayah (23XY) dan satunya dari ibu (23XX). Kalo ntar menjadi bayi maka bayi cowok maka kromosomnya 46XY, sedangkan kalo bayi cewek kromosomnya 46XX.

Down syndrome muncul ketika terjadi pembelahan sel yang abnormal yang melibatkan kromosom nomor 21. Kelainan pembelahan sel ini menghasilkan ekstra parsial atau kromosom penuh 21, maksudnya ketambahan 1 bahan kromosom lagi, mestinya kan waktu membelah menjadi 2 bahan tapi karena pembelahan selnya gak normal maka menjadi 3 bahan (trisomi). Nah kelebihan bahan genetik tambahan inilah yang bertanggung jawab untuk timbulnya fitur karakteristik dan masalah perkembangan down syndrome. Salah satu dari tiga variasi genetik dapat menyebabkan down syndrome:

  • Trisomi 21. Sekitar 95% down syndrome disebabkan oleh trisomi 21 – orang tersebut memiliki tiga salinan kromosom 21, bukan dua salinan yang biasa, di semua sel. Ini disebabkan oleh pembelahan sel yang tidak normal selama perkembangan sel sperma atau sel telur.
  • Sindrom Mosaic Down. Dalam bentuk down syndrome yang langka ini, seseorang hanya memiliki beberapa sel dengan salinan ekstra kromosom 21. Mozaik sel normal dan abnormal ini disebabkan oleh pembelahan sel yang abnormal setelah pembuahan.
  • Translokasi Down syndrome. Down syndrome juga dapat terjadi ketika sebagian kromosom 21 menjadi melekat (translocated) ke kromosom lain, sebelum atau saat pembuahan. Anak-anak ini memiliki dua salinan kromosom 21 yang biasa, tetapi mereka juga memiliki materi genetik tambahan dari kromosom 21 yang melekat pada kromosom lain.

Tidak ada faktor perilaku atau lingkungan yang diketahui dapat menyebabkan down syndrome. Orang tua dari anak-anak penderita down syndrome adalah orang tua yang kromosomnya normal-normal saja, bisa dibuktikan dengan karyotyping untuk melihat kromosom orang tuanya. Bagi orang tua yang sudah pernah memiliki anak dengan down syndrome maka beresiko untuk memiliki anak dengan down syndrome lagi sekitar 1%.

APAKAH DOWN SYNDROME MERUPAKAN PENYAKIT KETURUNAN ?

Sebagian besar Down syndrome tidak diwariskan. Penyakit ini disebabkan oleh kesalahan dalam proses pembelahan sel selama perkembangan awal janin. Tetapi Down syndrome yang disebabkan oleh translokasi dapat ditularkan dari orang tua ke anak. Namun, hanya sekitar 3 hingga 4 persen anak-anak dengan down syndrome memiliki kelainan jenis down syndrome translokasi dan hanya beberapa dari mereka yang mewarisinya dari salah satu orangtua mereka. Artinya bila orangtuanya memiliki kelainan pada karyotypingnya maka belum tentu anaknya bakalan menderita down syndrome.

FAKTOR RISIKO UNTUK KEMUNGKINAN MEMILIKI BAYI YANG DOWN SYNDROME

Beberapa orang tua memiliki risiko lebih besar memiliki bayi dengan down syndrome. Faktor risiko meliputi:

  • Usia ibu tua 35 tahun atau lebih. Kemungkinan seorang wanita melahirkan seorang anak dengan down syndrome meningkat seiring usia ibu karena sel telur yang lebih tua memiliki risiko yang lebih besar untuk terjadinya pembelahan sel yang tidak normal sehingga menghasilkan kromosom yang tidak tepat. Risiko seorang wanita mengandung anak dengan down syndrome meningkat setelah usia 35 tahun. Namun, dari hasil studi epidemiologi didapatkan bahwa ternyata kebanyakan anak-anak dengan down syndrome dilahirkan oleh ibu yang usianya masih di bawah usia 35 tahun… looo kok bisa ? ya jelas donk… ini cuman masalah jumlah, bukan resiko, karena wanita dengan usia dibawah 35 tahun lebih sering berhasil untuk hamil daripada yang berhasil hamil di atas 35 tahun sehingga secara statistik bakalan lebih banyak. Tapi kalo berhasil hamil di usia 35 tahun ke atas maka resiko memiliki bayi down syndorome akan lebih besar daripada wanita usia di bawah 35 tahun.
  • Gen orang tua tidak normal. Orang tua yang tidak normal merupakan pembawa translokasi genetik untuk down syndrome. Baik pria maupun wanita dapat melewati translokasi genetik untuk down syndrome pada anak-anak mereka.
  • Memiliki satu anak dengan down syndrome. Orang tua yang memiliki satu anak dengan down syndrome dan orang tua yang memiliki translokasi sendiri akan meningkatkan risiko memiliki anak lain dengan down syndrome. Tapi tenang saja… cuman 1% kok. Menurut saya pribadi hal ini golongan apes-apesan… jadi perbanyak doa dan rutinkan sedekah masjid/ anak yatim selama program hamil dan selama hamil.

BISAKAH DOWN SYNDROME DICEGAH ?

  • Tidak ada cara untuk mencegah down syndrome. Ini sudah hitungan nasib/ takdir.
  • Jika Anda berisiko tinggi memiliki anak dengan down syndrome atau anda sudah memiliki satu anak dengan down syndrome, anda mungkin ingin berkonsultasi dengan konselor genetik atau bisa juga dokter kandungan sebelum memutuskan untuk hamil lagi. Tapi biaya untuk test lumayan sangat mahal.
  • Seorang konselor genetik dapat membantu anda memahami peluang anda memiliki anak dengan down syndrome. Mungkin juga dibutuhkan melakukan test-test prenatal bagi kehamilan anda.

Ikuti postingan saya selanjutnya tentang prenatal test pada kehamilan. Jangan bosen yaaaa….

TULISAN 107. PRENATAL TESTING SAAT HAMIL, PERLU GAK ?

APA YANG DIMAKSUD DENGAN TRIPLE ATAU QUAD SCREENING ?

Triple screening mengukur jumlah tiga zat dalam darah wanita hamil yaitu alfa-fetoprotein (AFP), human chorionic gonadotropin (hCG), dan estriol (uE3). Ketika tes untuk hormon inhibin A ditambahkan maka disebut quad screening. Tes ini juga disebut tes triple atau tes quad serum ibu, expanded AFP test, tes AFP plus, atau multiple marker screening test.

Jumlah zat-zat ini dalam taubuh wanita hamil akan dapat membantu dokter Anda menemukan kemungkinan bahwa bayi Anda akan memiliki cacat lahir tertentu, seperti Down syndrome Down, spina bifida, atau anencephaly. Tetapi tetap harus disadari bahwa tes-tes ini tidak dapat menunjukkan dengan pasti 100% bahwa janin dalam kandungan akan memiliki cacat saat lahir. Wanita hamil akan membutuhkan tes diagnostik tambahan yang disebut amniosentesis untuk mencari tahu secara lebih pasti apakah ada masalah pada janin dalam kandungan. Triple screening/ quad screening biasanya akan dilakukan pada usia kehamilan 15 – 20 minggu.

Setiap zat hormon yang diuji dalam triple atau quad screening akan memberikan informasi yang berbeda tentang kemungkinan masalah. Gabungan dari hasil yang diperoleh hormon-hormon tersebut akan lebih memberikan informasi terbaik. Hormon-hormon apa saja yang akan diperiksa dalam triple/ quad screening ?

  • Alpha-fetoprotein (AFP), yang dibuat oleh hati bayi.
  • Human chorionic gonadotropin (hCG), hormon yang dibuat oleh plasenta.
  • Estriol (uE3), suatu bentuk estrogen yang meningkat selama kehamilan. Ini diproduksi dalam jumlah besar oleh plasenta.
  • Hormon inhibin A, protein yang dihasilkan oleh bayi dan plasenta.

Dokter Anda akan melihat kadar zat-zat ini bersama usia ibu hamil dan faktor-faktor lain – untuk melihat apakah janin dalam kandungan memiliki kemungkinan lebih tinggi daripada rata-rata untuk memiliki cacat/ idiot saat lahir.

APAKAH TRIPLE/ QUAD SCREENING AKURAT DALAM MENDETEKSI KELAINAN JANIN DALAM KANDUNGAN ?

Tes skrining menunjukkan adanya kemungkinan bahwa bayi memiliki cacat lahir tertentu. Tes triple dan quad benar menemukan kemungkinan adanya cacat tabung saraf (neural tube defect), seperti spina bifida, dengan keakuratan 80% dan untuk deteksi anencephaly (gak punya tempurung kepala) sekitar 90% akurat.  Dalam hal ini berarti masih ada kemungkinan 20% atau 10% tidak akurat yaitu dari 100 pemeriksaan ada 10-20% yang tidak terdeteksi oleh test skrining tersebut padahal bayi menderita neural tube defect. Pada pendeteksian menggunakan triple screen untuk penyakit Down syndrome, ternyata didapatkan keakuratan sebesar 69%, artinya dari  hasil deteksi tersebut masih ada kemungkinan 31% tidak akurat yaitu dari 100 pemeriksaan terdapat kemungkinan miss atau tidak terdeteksi sebesar 31% padahal bayi menderita down syndrome. Bagaimana dengan quad screening test ? ternyata dari hasil penelitian menunjukkan keakuratan sebesar 81% untuk deteksi down syndrome, artinya dari 100 pemeriksaan terhadap janin down syndrome masih bisa meleset alias tak terdeteksi sebesar 19%.

Bisa kah test ini keliru ? bisa, dinkenal dengan istilah positif palsu. Maksudnya adalah hasil test menunjukkan janin dalam kandungan terindikasi menderita down syndrome, ketika lahir ternyata bayi sehat-sehat saja tanpa ada masalah apapun. Hasil positif palsu itu bukan kesalahan laboratorium, itu adalah hasil deteksi kadar hormon dalam darah ibu hamil saat test screening tersebut. Kadang-kadang hasil test screening positif palsu menyebabkan ibu hamil memilih untuk melanjutkan test lanjutan seperti amniocentesis. Saat bayinya lahir ternyata sehat-sehat saja.

Kalo ada hasil test positif palsu maka ada juga yang negatif palsu. Suatu kondisi dimana ibu hamil dilakukan test screening untuk mencari cacat bawaan down syndrome kemudian hasil test menunjukkan hasil negatif alias normal. Kemudian ketika melahirkan, ternyata bayinya mengalami down syndrome. Kok bisa ? inilah yang dinamakan hasil test screening negatif palsu. Yang salah bukan laboratorium, hasil yang keliru ini disebabkan oleh karena hasil kadar hormon dalam darah ibu menunjukkan hasil negatif, bukan positif.

Dengan adanya kelemahan-kelemahan di bidang medis karena keterbatasan ilmu manusia, maka para dokter kandungan menggunakan berbagai macam test tambahan, misalnya bila hasil test laboratorium positif maka dokter kandungan akan menyarankan untuk test lanjutan bahkan juga disertai dengan pemeriksaan USG morfologi/ detailed scan juga. Tapi perlu diingat… tetap tidak bisa 100% akurat, semua tetap kemungkinan benar dan kemungkinan salah.

WANITA HAMIL YANG BAGAIMANA YANG SEBAIKNYA MELAKUKAN DETEKSI SCREENING PRENATAL ?

  • Wanita hamil usia 35 tahun ke atas
  • Wanita hamil dengan riwayat pernah melahirkan bayi cacat/ idiot atau mungkin keluarganya pernah melahirkan bayi cacat/ idiot.
  • Wanita hamil yang mendapatkan pengobatan serius, misalnya pengobatan kanker.
  • Wanita hamil dengan penyakit kencing manis/ diabetes yang mendapatkan terapi insulin.
  • Wanita hamil yang periksa laboratorium TORCH menunjukkan hasil “masalah”.
  • Wanita hamil yang sering terpapar radiasi.

Jadi test screening untuk down syndrome dan kawan-kawannya ini adalah bertujuan untuk deteksi dini saja, bukan diagnosis, bukan pasti. Bila hasilnya positif maka dokter kandungan biasanya akan meminta untuk test lanjutan, dan bila hasilnya negatif maka boleh-boleh saja ibu hamil untuk tidak melanjutkan test.

Oke deh… cukup sekian.

TULISAN 28. STRESS PASCA MELAHIRKAN

Terdapat suatu gejala pada ibu pasca melahirkan yang mengalami depresi pasca melahirkan dikenal dengan sindrom baby blues (postpartum blues) yaitu sebuah keadaan dimana sang ibu justru merasa sedih, khawatir dan tidak bahagia setelah melahirkan. Nah… Gangguan tidur atau larangan tidur pada wanita nifas jika berlangsung terus-menerus maka ibu akan kemungkinan terkena depresi postpartum (postpartum blues). Tidak hanya itu, gangguan tidur pada wanita nifas akan menyebabkan penurunan produksi ASI dan kurangnya kualitas ASI.

Menurut Asosiasi Dokter Psikiatri Amerika Serikat (persatuan dokter ahli jiwa), depresi postpartum dapat terjadi beberapa minggu setelah melahirkan atau bahkan sebelumnya (ketika hamil). Gejala dari terjadinya depresi postpartum adalah sebagai berikut:

  1. rasa sedih dan hampa yang berlebihan.
  2. menangis sepanjang hari.
  3. tidak tertarik untuk beraktivitas.
  4. kehilangan nafsu makan.
  5. nampak lelah lesu karena kurang istirahat.
  6. tidak bisa konsentrasi.
  7. merasa tidak berguna.

Apa saja penyebab postpartum blues/ depresi pasca melahirkan ? Depresi postpartum disebabkan karena faktor lingkungan, emosi, keturunan dan juga faktor hormonal. Depresi postpartum juga dapat terjadi karena mengalami depresi atau rasa cemas yang berlebihan ketika selama hamil. Rasa lelah setelah melahirkan dan kurang tidur dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya depresi postpartum.

Salah satu upaya untuk mengatasi depresi postpartum dapat dilakukan dengan cara tidur siang dan istirahat yang cukup setelah melahirkan. Tidur membantu mengurangi rasa lelah dan juga mengembalikan segala mood yang sudah hilang. Seperti pada umumnya sesudah menangis lalu tertidur maka akan menjadi lega. Setelah tidur siang dan istirahat yang cukup maka ibu pasca melahirkan akan lebih merasa tenang sehingga terhindar dari depresi postpartum.

Terdapat pula beberapa manfaat lain dari tidur siang bagi ibu nifas, antara lain:

  1. Memberikan kesempatan bagi tubuh untuk meregenerasi sel-sel tubuh yang rusak menjadi sel tubuh yang baru.
  2. Ketika beristirahat tidur siang, metabolisme tubuh membuat nutrisi dan oksigen yang berguna sebagai sumber energi berganti fungsi sementara waktu untuk menyembuhkan kondisi ibu pasca melahirkan.
  3. Meningkatkan sistem imunitas tubuh sehingga dapat lebih kebal dari serangan penyakit.
  4. Mengistirahatkan tubuh dari kelelahan fisik dan mental.
  5. Mencegah timbulnya depresi atau postpartum blues (stress dan tidak mampu merawat bayi).
  6. Pasca melahirkan ibu akan bertanggung jawab untuk merawat bayinya 24 jam dimana hal tersebut tentunya membutuhkan tenaga lebih. Mengasuh bayi akan memakan banyak tenaga sehingga istirahat sangatlah penting untuk mengembalikan tenaga dan mencegah penurunan kualitas air susu (ASI) yang diberikan oleh ibu untuk sang bayi.

Tapi… kalo tidur ya jangan sampe seperti kebo… tidurnya lama alias malas-malasan. Hal ini disebabkan karena tidur yang terus-menerus dapat menyebabkan proses pemulihan kesehatan ibu nifas menjadi lebih lambat. Belum lagi resiko tersumbatnya pembuluh darah atau dikenal dengan istilah trombo-emboli. Bila ibu beranjak bangun atau berdiri mendadak, sumbatan tersebut dapat lepas dari perlekatannya di dinding pembuluh darah. Kondisi ini dapat berakibat fatal. Bila sumbatan tersebut masuk ke dalam pembuluh darah lalu ikut aliran darah ke jantung, otak, dan organ-organ penting lain maka akan memunculkan stroke.

Sumber bacaan:

  1. http://www.postpartum.progress.com/dealing-postpartum-sleep-deprivation
  2. https://bolehkah.com/1455/bolehkah-tidur-siang-setelah-melahirkan.html
  3. Dørheim SK; Bondevik GT; Eberhard-Gran M; Bjorvatn B. Sleep and depression in postpartum women: a population-based study. SLEEP 2009;32(7):847-855.

TULISAN 1. SAYA KEGUGURAN

Keguguran adalah istilah yang digunakan untuk suatu kehamilan yang berakhir dengan sendirinya, dalam 20 minggu pertama kehamilan. Istilah medis yang digunakan untuk mengidentifikasi komplikasi kehamilan ini memberikan perasaan tidak nyaman bagi sebagian besar wanita, karena sudah berharap hamil sehat kok malah keguguran.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), keguguran merupakan jenis komplikasi kehamilan yang paling umum terjadi. Suatu studi penelitian di luar negeri mengungkapkan bahwa 10-25% kehamilan akan berakhir dengan keguguran. Dari 10-25% tersebut, 50-75% penyebab keguguran merupakan keguguran yang bersifat kehamilan kimiawi yaitu kehamilan hilang/keguguran tak lama setelah implantasi (penempelan mudigah pada dinding rahim), mengakibatkan pendarahan yang terjadi sekitar waktu datangnya haid. kebanyakan wanita mungkin tidak menyadari bahwa dia hamil ketika dia mengalami kehamilan kimiawi. Menurut dokter kandungan Lanalee Araba Sam, M.D. di Fort Lauderdale menyatakan bahwa kehamilan kimiawi umumnya dikenal sebagai kehamilan positif palsu. Artinya test hamilnya memang positif tetapi langsung perdarahan seperti haid setelahnya sehingga pada wanita yang mengalami hal tersebut seringkali tak tahu kalo sedang hamil dan ketika terjadi perdarahan dipikir sedang haid.

Sebagian besar keguguran terjadi pada 13 minggu pertama kehamilan. Kehamilan dapat menjadi momen yang sangat membahagiakan, tetapi wanita sebaiknya mengetahui apa-apa yang berkaitan dengan keguguran sehingga dapat memberikan pengetahuan yang cukup tentang kesehatan kehamilan dan masalah kehamilan.

KENAPA SIH KOK BISA TERJADI KEGUGURAN ?

Sebab-sebab terjadinya keguguran bervariasi, dan yang paling sering menjadi penyebabnya tidak dapat diidentifikasi dengan pasti (tidak diketahui). Selama trimester pertama, penyebab keguguran yang paling umum adalah kelainan kromosom – yang berarti terdapat sesuatu yang tidak baik pada kromosom janin. Sebagian besar kelainan kromosom pada janin menyebabkan rusaknya pembuahan sel telur oleh sperma atau karena ada masalah saat proses pembelahan sel terjadi. Bisa karena sel telurnya sudah rusak atau spermanya yang bobrok. Kebanyakan nih pada suami yang suka merokok.

Penyebab yang lainnya antara lain:

  1. Ada masalah dengan hormon ibu hamil
  2. Proses infeksi
  3. masalah kesehatan ibu hamil
  4. Gaya hidup yaitu merokok, penggunaan narkoba, kekurangan gizi, kafein berlebihan (kopi kebanyakan) dan paparan radiasi atau zat beracun
  5. Penempelan atau Implantasi telur ke dalam lapisan dinding rahim tidak terjadi dengan benar
  6. Usia ibu, makin tinggi resiko keguguran bila hamil pada usia 35 tahun atau lebih.
  7. Kecelakaan/ Trauma ibu hamil, misalnya jatuh, KDRT, dan lain-lain

Belum terdapat bukti-bukti yang konsisten bahwa hubungan sex menyebabkan keguguran atau karena kecapekan kerja di luar rumah atau bila sering olah raga jalan kaki di luar rumah. Jadi jangan suka dengerin hoax tetangga.

Bagi wanita usia subur yang sedang hamil maka terdapat kemungkinan mengalami keguguran berkisar dari 10-25%, bahkan pada wanita hamil yang sehat sekalipun masih terdapat kemungkinan sekitar 15-20% untuk terjadi keguguran.

Peningkatan usia ibu hamil ternyata mempengaruhi juga untuk kemungkinan terjadi keguguran, antara lain:

  1. Wanita di bawah usia 35 thn memiliki sekitar 15% kemungkinan keguguran
  2. Wanita yang berusia 35-45 tahun memiliki 20-35% kemungkinan keguguran
  3. Wanita yang berusia di atas 45 tahun dapat memiliki 50% kemungkinan keguguran

Seorang wanita yang mengalami keguguran sebelumnya memiliki kemungkinan 25% untuk mengalami keguguran lagi pada kehamilan berikutnya. Itulah sebabnya kenapa wanita hamil yang pernah keguguran masuk dalam kategori kehamilan resiko tinggi sehingga wajib kontrol kehamilan di dokter kandungan.

APA SIH TANDA-TANDA MAU TERJADI KEGUGURAN ?

Jika Anda mengalami salah satu atau semua gejala ini, penting untuk menghubungi dokter kandungan atau fasilitas medis (UGD Rumah Sakit/ puskesmas/ klinik) untuk mengevaluasi apakah Anda mengalami keguguran:

  1. Nyeri punggung ringan sampai berat (seringkali rasanya lebih sakit daripada kram perut saat menstruasi biasanya).
  2. Mules-mules banget.
  3. Pendarahan berwarna merah terang atau cerah dengan atau tanpa kram perut.
  4. Keluar jaringan kehamilan, bukan gumpalan darah tetapi jaringan padat. Kalo disiram pake air tidak hancur. Kalo gumpalan darah disiram air langsung larut/ hancur.
  5. Hamil makin tua tapi perut tetap kecil.
  6. Test hamil tadinya positif terus karena perut gak besar-besar kemudian dites ulang ternyata test hamilnya menjadi negatif.

APAKAH KEGUGURAN DAPAT DICEGAH ?

Karena penyebab kebanyakan keguguran adalah karena kelainan kromosom, tidak banyak yang dapat dilakukan untuk mencegahnya. Salah satu langkah penting adalah untuk menjadi sehat yang dapat dimulai sejak sebelum hamil untuk memberikan suasana yang sehat ketika terjadi kehamilan. Usaha-usaha tersebut antara lain:

  1. Berolahraga secara teratur.
  2. Makan yang sehat.
  3. Jangan stres.
  4. Pertahankan berat badan dalam batas yang sehat (jangan gembrot).
  5. Minum vitamin yang mengandung asam folat setiap hari.
  6. Isteri dan suami jangan merokok.

TULISAN 2. VAKSINASI MMR DAN RUBELLA PADA KEHAMILAN

Rubella yang sedang heboh belakangan ini di negara Indonesia tercinta ini dikenal sebagai campak Jerman atau campak tiga hari yaitu merupakan infeksi virus yang sangat menular dan paling dikenal dengan ciri khas adanya ruam-ruam merah yang khas disekujur tubuh. Rubella tidak sama dengan campak (rubeola), meskipun kedua penyakit ini memiliki beberapa karakteristik, termasuk ruam merah karena rubella disebabkan oleh virus yang berbeda dari campak walopun keduanya sama-sama menular dan keduanya dapat sama-sama menunjukkan gejala yang parah.

Vaksin measles-mumps-rubella (MMR), biasanya diberikan kepada anak-anak di Amerika Serikat dua kali sebelum anak-anak mencapai masa usia sekolah dan dari hasil penelitian di amerika serikat telah dibuktikan bahwa vaksin MMR tersebut sangat efektif dalam mencegah rubella. Karena penggunaan vaksin secara luas di amerika serikat maka Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat telah menyatakan bahwa penyakit rubella telah hilang dari Amerika Serikat, tetapi pihak CDC tetap memperingatkan para orang tua di amerika serikat untuk memastikan anak-anak mereka divaksinasi MMR untuk mencegah kemunculan penyakit rubella kembali.

APA SIH GEJALA DAN TANDA TERKENA PENYAKIT RUBELLA ?

Tanda dan gejala rubella sering begitu ringan sehingga sulit untuk diperhatikan, terutama pada anak-anak. Jika tanda dan gejala memang terjadi, mereka umumnya muncul antara dua dan tiga minggu setelah terpapar virus. Gejala yang timbul dapat berlangsung sekitar satu hingga lima hari ke depan dan gejala-gejala tersebut antara lain:
1. Demam ringan 102 F (38,9 C) atau lebih rendah
2. Sakit kepala
3. Hidung tersumbat atau berair
4. Mata meradang/ mata merah
5. Terdapat pembesaran Kelenjar getah bening di belakang leher dan belakang telinga
6. Ruam halus, merah muda yang dimulai di wajah dan dengan cepat menyebar ke badan dan kemudian lengan dan kaki, sebelum menghilang dalam urutan yang sama (wajah – badan – lengan – kaki).
7. Sakit sendi, terutama pada wanita muda

Sebaiknya ibu-ibu segera mengunjungi dokter bila anak-anaknya dicurigai mungkin telah terpapar rubella atau jika ibu-ibu memiliki tanda atau gejala yang tercantum di atas. Jika wanita ingin hamil, maka pastikan bahwa sebelum program hamil sangat disarankan (tidak wajib) untuk vaksinasi rubella terlebih dahulu bila belum pernah vaksinasi rubella (MMR) sebelumnya. Jika wanita hamil mengalami/ tertular penyakit rubella, terutama selama trimester pertama, virus rubella dapat menyebabkan kematian atau cacat lahir yang serius pada janin yang sedang berkembang. Rubella selama kehamilan adalah penyebab paling umum dari tuli kongenital. Sebaiknya para wanita dilindungi dari rubella sebelum kehamilan dengan jalan melakukan vaksinasi MMR di dokter penyakit dalam. Bila wanita hamil mau dan berkenan, maka mintalah untuk test TORCH di dokter kandungan untuk mengetahui tingkat kekebalan terhadap rubella. Tapi pemeriksaan ini lumayan mahal… mungkin sekitar Rp 1-2 juta rupiah untuk sekali periksa di laboratorium.

Penyebab rubella adalah virus yang ditularkan dari orang ke orang. Ini dapat menyebar ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin, atau dapat menyebar melalui kontak langsung dengan sekresi pernapasan orang yang terinfeksi, seperti lendir. Ini juga dapat ditularkan dari wanita hamil ke janin dalam kandungan melalui aliran darah tali pusat. Seseorang yang menderita rubella dapat menular selama satu sampai dua minggu sebelum timbulnya ruam sampai sekitar satu atau dua minggu setelah ruam menghilang. Orang yang terinfeksi dapat menyebarkan penyakit sebelum orang tersebut menyadari bahwa dia sedang menderita rubella. Rubella langka di Amerika Serikat karena sebagian besar anak-anak menerima vaksinasi terhadap infeksi pada usia dini. Penyakit ini masih umum di banyak negara di dunia. Prevalensi rubella di negara lain adalah sesuatu yang perlu dipertimbangkan sebelum pergi ke luar negeri, terutama jika wanita sedang hamil.

Rubella merupakan infeksi yang ringan. Begitu Anda mengidap penyakit rubella, Anda biasanya akan kebal secara permanen terhadap rubella. Beberapa wanita dengan rubella mengalami radang sendi di jari, pergelangan tangan dan lutut, yang biasanya berlangsung selama sekitar satu bulan. Dalam kasus yang jarang terjadi, rubella dapat menyebabkan infeksi telinga (otitis media) atau peradangan otak (encephalitis). Namun, jika wanita hamil terkena penyakit rubella maka konsekuensi untuk janin Anda mungkin parah, dan dalam beberapa kasus, sangat fatal bagi janin. Hampir 80 persen bayi-bayi yang lahir dari ibu yang menderita rubella selama 12 minggu pertama kehamilan akan mengalami sindrom rubela kongenital.

Sindrom kongenital rubella ini dapat menyebabkan satu atau lebih masalah, termasuk:
1. Retardasi pertumbuhan (cebol)
2. Katarak
3. Tuli
4. Kelainan jantung kongenital
5. Cacat pada organ lain
6. Cacat intelektual (idiot)

Risiko tertinggi untuk janin dalam kandungan adalah selama trimester pertama, tetapi paparan rubella di trimeseter 2-3 juga tetap berbahaya bagi janin dalam kandungan. Vaksin rubella biasanya diberikan sebagai inokulasi campak-gondong-rubella gabungan, yang mengandung bentuk paling aman dan paling efektif dari setiap vaksin. Dokter di amerika serikat menyarankan agar anak-anak menerima vaksin MMR antara usia 12 s/d 15 bulan, dan lagi antara usia 4 s/d 6 tahun (sebelum memasuki masa usia sekolah). Sangat penting bahwa perempuan menerima vaksin MMR untuk mencegah rubella selama kehamilan di masa depan. Biasanya bayi masih akan terlindungi dari rubella selama enam s/d delapan bulan setelah lahir karena masih kekebalan tubuh yang diturunkan dari ibunya. Jika seorang bayi membutuhkan perlindungan dari rubella (vaksin MMR) sebelum usia 12 bulan – misalnya, untuk perjalanan luar negeri tertentu yang tinggi bahaya rubellanya, maka vaksin MMR dapat diberikan sedini mungkin yaitu saat bayi sudah berusia 6 bulan. Nanti bayi ini harus mengulangi vaksinasi rubella lagi pada saat masa anak-anak sebelum masuk usia sekolah.

Wanita sebaiknya melakukan vaksinasi MMR bila:
1. Sedang tidak hamil dan masih dalam usia subur
2. Masih sekolah atau kuliah
3. Bekerja di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya.
4. Bekerja ditempat penitipan anak
5. Rencana pergi ke luar negeri yang daerahnya dicurigai tinggi penularan rubellanya.

Vaksin MMR jangan diberikan pada:
1. Wanita hamil atau wanita yang berencana untuk hamil dalam empat minggu ke depan
2. Orang-orang yang pernah mengalami reaksi alergi yang mengancam jiwa terhadap zat gelatin, antibiotik neomycin, atau vaksin MMR sebelumnya.
3. Jika Anda menderita kanker, kelainan darah atau penyakit lain atau Anda sedang minum obat yang memengaruhi sistem kekebalan Anda, maka ada baiknya bicaralah dengan dokter yang merawat anda sebelum anda memutuskan untuk mendapatkan vaksin MMR.

APAKAH ADA EFEK SAMPING PEMBERIAN VAKSIN MMR ?

Kebanyakan orang tidak mengalami efek samping dari pemberian vaksin. Sekitar 15 persen orang mengalami demam antara tujuh dan 12 hari setelah vaksinasi, dan sekitar 5 persen orang mengalami ruam ringan. Beberapa remaja dan wanita dewasa mengalami nyeri atau kekakuan sendi sementara saja setelah menerima vaksin. Dari hasil studi didapatkan bahwa kurang dari 1 per 1 juta orang yang mengalami reaksi alergi yang serius setelah pemberian vaksin MMR.

Dalam beberapa tahun terakhir, karena jumlah anak-anak yang didiagnosis menderita autisme telah meningkat – tanpa penjelasan/ sebab-sebab yang jelas – kekhawatiran yang meluas telah dikemukakan tentang kemungkinan hubungan antara vaksin MMR dan autisme. Namun, laporan ekstensif dari American Academy of Pediatrics (persatuan dokter anak amerika), National Academy of Medicine dan CDC menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang terbukti secara ilmiah antara vaksin MMR dan autisme. Organisasi-organisasi ini mencatat bahwa autisme sering diidentifikasi pada anak-anak berusia antara 18 dan 30 bulan, yang terjadi pada saat anak-anak diberikan vaksin MMR pertama mereka. Tetapi kebetulan yang terjadi dalam hal ini tidak boleh disalahartikan sebagai hubungan sebab-akibat yaitu tidak boleh pake ilmu cocokologi bahwa akibat vaksin MMR maka jadi autisme sebab telah dikemukakan di atas tidak terdapat bukti ilmiah antara vaksin MMR dan autisme.
Tidak ada pengobatan yang dapat mempercepat kesembuhan perjalanan infeksi rubella, dan gejala yang timbul seringkali ringan sehingga pengobatan biasanya tidak diperlukan. Namun, dokter sering merekomendasikan isolasi dari orang lain yang terkena rubella – terutama untuk wanita hamil – selama periode infeksi.

Jika ada wanita hamil yang terinfeksi rubella maka harus segera ke dokter kandungan untuk mendapatkan suntikan imunoglobulin untuk meningkatkan antibodi melawan virus, bila wanita hamil tersebut ingin melanjutkan kehamilannya. Pada prinsipnya bila wanita hamil terkena infeksi rubella maka sebaiknya segera diskusi dengan dokter kandungan untuk mencari informasi mengenai kondisi janin dalam kandungan. Jika Anda mengontaminasi rubella saat Anda hamil, diskusikan risiko pada bayi Anda dengan dokter Anda. Oh iya… hiperimunglobulin yang diberikan pada wanita hanil yang terinfeksi rubella memang dapat mengurangi gejala Anda, tetapi tidak menghilangkan kemungkinan janin dalam kandungan tetap mengalami sindrom rubella bawaan (congenital rubella syndrome).

APA YANG HARUS DILAKUKAN DI RUMAH BILA IBU HAMIL ATAU ANAK-ANAKNYA ATAU ANGGOTA KELUARGA LAINNYA TERKENA PENYAKIT RUBELLA ?

1. Istirahat yang cukup
2. Bila demam, minum obat penurun demam.
3. Informasikan ke teman-teman atau saudara yang lain bahwa anda sedang kena rubella.
4. Jangan dekat-dekat dengan orang-orang yang sedang sakit parah karena dapat bikin mereka tambah parah karena tertular rubella dari anda.
5. Oh iya… kasih tau guru di sekolah bahwa anak-aak anda terkena rubella.
6. Jangan masuk kerja dulu ya… biar gak nularin orang lain.