TULISAN 157. KEHAMILAN ECTOPIC (HAMIL DILUAR KANDUNGAN – THE END)

KENAPA SIH KOK BISA TERJADI KEHAMILAN EKTOPIK ?

Banyak teorinya tetapi ada satu hal yang perlu ditekankan disini yaitu nasib dan takdir. Looo kok bisa ? ya iyalah karena siapa yang bisa menyangka bahwa hasil pembuahan sperma dan sel telur malah nongkrong disitu ? artinya manusia gak bisa milih. Secara teori kedokteran sebetulnya tidak jelas kenapa bisa terjadi hamil ektopik, tetapi ada beberapa hal yang dapat menyebabkan peningkatan terjadinya kehamilan ektopik yaitu:

  1. Infeksi kelamin yang menyebabkan kerusakan daerah organ genetalia interna wanita terutama saluran tuba.
  2. Pemakaian kontrasepsi KB spiral/ IUD
  3. Pernah operasi daerah saluran telur/ tuba.
  4. Pernah operasi KB steril, tetapi ini sangat sangat sangat jarang. Tetapi bisa terjadi kalo sterilannya nyambung lagi. Jadi ketika KB steril itu, saluran tuba itu di jepit lalu diikat dan dipotong. Ada teknik yg dijepit/ diikat dengan silicon yaitu ketika operasinya menggunakan laparoskopi. Jadi ada banyak macam cara untuk KB steril. Ujungnya sama aja yaitu akan terjadi putusnya saluran tuba, baik secara alamiah akibat jepitan/ ikatan maupun akibat dipotong. Nah, kalo ternyata setelah bberapa bulan atau tahun nyambung lagi atas kuasa Tuhan YME maka si wanita bisa hamil dengan resiko bisa hamil dilluar kandungan, tetapi bisa juga terjadi hamilnya normal-normal saja di dalam Rahim.
  5. Perlekatan daerah tuba akibat penyakit di dalam perut misalnya usus buntu pecah, endometriosis, dll.
  6. Perlekatan daerah sekitar tuba akibat operasi wilayah dalam perut.
  7. Trauma organ genetalia interna wanita akibat perutnya suka dipijat-pijat dengan dalih peranakan diperbaiki atau dinaikkan.
  8. Pernah hamil diluar kandungan/ hamil ektopik.
  9. Keguguran yang menimbulkan infeksi Rahim.
  10. Tumor kandungan misalnya kista endometriosis, adenomyosis, myoma uteri, dll.

BAGAIMANA CARA MENGETAHUI ADANYA KEHAMILAN EKTOPIK ?

Di era modern saat ini, dokter kandungan akan lebih mudah mencurigai adanya kehamilan ektopik diantaranya adalah dengan melakukan pemeriksaan USG. Tetapi perlu diingat bahwa pemeriksaan saluran tuba adalah hal yang super sulit bila dilakukan dengan alat USG sehingga dokter kandungan akan mengumpulkan data sebanyak-banyaknya sebelum menyimpulkan suatu kecurigaan adanya kehamilan ektopik. Mesti menggabungkan antara keluhan pasien dan hasil USG. Bila di dalam Rahim tidak ditemukan buah kehamilan maka dokter kandungan akan menduga jangan-jangan memang sedang terjadi proses kehamilan di luar kandungan. Sehingga pasien mesti diberikan informasi apa-apa yang harus diwaspadai dan tanda-tanda yang perlu diketahui terkait kehamilan di luar kandungan. Pasien akan disuruh control lebih cepat untuk mengevaluasi kondisi kehamilannya, apakah berkembang di luar Rahim ataukah di dalam Rahim.

Bila pasien mampu secara ekonomi maka dokter kandungan akan menawarkan pemeriksaan hormonal beta HCG bila di pandang perlu terutama pada kasus kehamilan ektopik yang sulit dideteksi. Karena banyak sekali kasus kehamilan ektopik yang memang sulit ditegakkan diagnosisnya. Kadang2 pemeriksaan hormonal menunjukkan bukan kehamilan ektopik, sedang USG menunjukkan gambaran kemungkinan ada kehamilan ektopik. Maka perlu waktu dan perlu evaluasi lanjutan terhadap kasus tersebut. Bahwa pasien akan diminta utk test hormone beta HCG lagi dalm 48 jam ke depan.

Pemeriksaan atau tindakan kedokteran yang memastikan adanya kehamilan ektopik adalah dengan jalan operasi. Bisa operasi laparotomy atau laparoskopi.

BAGAIMANA CARA PENATALAKSAAN BILA TERJADI KEHAMILAN EKTOPIK ?

Kebanyakan kehamilan ektopik itu terjadi dalam kondisi pasien sudah merasakan rasa sakit hebat, adanya perdarahan dalam perut, bahkan syok akibat perdarahan. Seringkali kehamilan ekopik bahkan 90% membutuhkan tatalaksana operasi darurat untuk mengatasi perdarahan dalam perut. Pada kasus yang jinak maka mungkin saja dilakukan tanpa operasi tetapi ini sangat jarang. Kriteria kehamilan ektopik boleh tidak dioperasi antara lain harus ada 4 syarat sebagai berikut:

  1. Kadar beta HCG menurun, ini artinya pasien harus mau dicek beta HCG serial. Mungkin dalam 1 minggu bisa 1-2x cek kadar beta HCG sampai di dapatkan kadar yang benar2 menurun. Siapin duit ya karena ini super mahal.
  2. Kehamilan ektopik ada di saluran tuba.
  3. Tidak ada gambaran cairan bebas di dalam perut. Cairan bebas di sini adalah perdarahan dalam perut. Dan pasien tidak boleh ada keluhan nyeri sama sekali.
  4. Ukuran kehamilan ektopik tidak melebihi 3 cm dan tidak ada gambaran detak jantung janin.

Tetapi menurut pengalaman saya, nyaris tak ada yang tak operasi karena memang resikonya terlalu besar bila pasien datang sudah perdarahan dalam perut tetapi keluarga memutuskan untuk menolak operasi. Kehamilan ektopik itu ancamannya nyawa. Kalo terlambat maka darahnya habis dan pasien bisa mati.

Sekian. Nantikan posting-posting yang lain.

TULISAN 156. KEHAMILAN EKTOPIK (HAMIL DI LUAR KANDUNGAN BAGIAN 1)

Sel telur wanita yang telah dibuahi oleh sel sperma pria secara alamiah akan berimplantasi atau menempel di dinding endometrium yaitu dinding Rahim bagian dalam. Kalo menempelnya tidak pada dinding Rahim bagian dalam maka kehamilan itu disebut dengan istilah hamil ektopik atau hamil di luar kandungan. Tapi ada juga yang nempel di bagian dalam Rahim tetapi malah digolongkan sebagai kehamilan ektopik yaitu apabila nempelnya tidak pada tempat yang seharusnya misalnya pada cornu Rahim (tanduk pojokan Rahim) dan cervix (leher Rahim).

Kebanyakan hamil di luar kandungan itu berlokasi di saluran tuba atau saluran telur. Hamil di luar kandungan ini merupakan jenis kehamilan yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan perdarahan hebat dalam perut wanita hamil sehingga tak jarang menyebabkan kematian pada wanita hamil akibat kehabisan darah. Bahkan semisal hamil luar kandungan ini berlanjut hidup didalam perut ibu hamil (nempel di usus, nempel di ovarium, dll) maka akan menjadi hamil abdominal yaitu hamil luar kandungan yang pecah dari saluran tuba tetapi tidak mati melainkan terus hidup di dalam perut ibu walopun tidak di dalam Rahim. Ngeri gak ? bangetttt.

Saluran tuba wanita itu ada beberapa bagian yaitu mulai dari ujung sebagai berikut:

  1. Fimbriae. Berfungsi menangkap sel telur yang lepas dari ovarium saat proses ovulasi berlangsung.
  2. Ampulla. Ini merupakan bagian saluran tuba yang paling besar dan paling luas. Di sinilah kebanyakan hamil luar kandungan itu terjadi. Dan kalo pecah maka perdarahannya luar biasa banyak. Pengalaman saya sebagai dokter kandungan pernah mendapatkan perdarahan hamil di luar kandungan dengan perdarahan sekitar 3500-4000cc dengan kondisi kadar Hb ibu 2g% saja. Padahal jumlah darah manusia normal itu sekitar 4500-5000cc. artinya darahnya sudah nyaris kering. Alhamdulillah jantungnya si ibu hamil gak sampai stop bekerja dan gak sampai stroke otaknya. Semua sudah diluar nalar. Keselamatan ibu itu hanya murni pertolongan Allah SWT saja.
  3. Isthmus. Merupakan bagian tersempit dari saluran tuba.
  4. Interstitial. Ini merupakan daerah perbatasan antara saluran tuba dan ruang endometrium atau dalemannya Rahim. Ini kalo sampai pecah maka perdarahannya jauh lebih dahsyat daripada ampulla pecah. Saya pernah 1x mendapatkan kasus ini ketika saya sedang pendidikan dokter spesialis kandungan di Surabaya dan luar biasa mengerikannya. Alhamdulillah pasien tersebut hidup tetapi sempat di rawat di ICU 4 hari. Semua berkat karunia Allah SWT pada sang ibu hamil dan semua team dokter yang menanganinya. Allah SWT memberikan kemudahan dan kecepatan pada team dokter untuk bertindak tegas tanpa tedeng aling-aling. Ini kasus hamil diluar kandungan yang paling mengerikan dalam hidup saya dan saya mungkin gak sanggup kalo harus menghadapinya lagi. Mungkin pada kasus ini seandainya sang ibu hamil meninggal dunia pun masih dapat dikatakan sangat sangat wajar karena siapa yang sanggup menangani perdarahan sehebat itu dan mengalami perdarahan sehebat itu.

APA SIH TANDA-TANDA WANITA MENGALAMI HAMIL DI LUAR KANDUNGAN ?

Pada kondisi dimana wanita memiliki kepekaan yang rendah terhadap rasa nyeri maka seringkali hamil diluar kandungan itu tidak terasa sakit atau kalopun sakit ya cuman dikit saja. Berikut tanda-tanda dan gejala hamil di luar kandungan yang umum dirasakan oleh wanita hamil sebagai berikut:

  1. Nyeri perut hebat.
  2. Perdarahan atau flek-flek pervaginam. Keluar darah seperti haid atau hanya bercak-bercak saja pada saat hamil muda. Itulah sebabnya bila sedang hamil dan merasakan adanya keluhan maka harus segera ke dokter spesialis kandungan. Sekedar cerita ya… kapan hari ada pasien yang datang dan bilang bahwa dia punya kista dan kistanya dinyatakan sudah hilang oleh si pelaku USG. Lalu control ke tempat saya dan saya bilang bahwa kistanya berukuran 7 cm. Nah sekarang sudah jelas kenapa USGnya disarankan sebaiknya ke dokter kandungan.
  3. Ada gejala-gejala kehamilan normal. Pada wanita hamil di luar kandungan maka gejala-gejala kehamilan normal pun juga akan dialami oleh wanita hamil tersebut misalnya mual, muntah, pusing, dll. Sehingga kalo wanita hamil tak memeriksakan kehamilannya dengan segera pada saat test hamil positif maka akan rugi sendiri. Karena USG pada kehamilan muda sangat penting untuk menentukan usia kehamilan dan untuk mengetahui ada tidaknya bahaya pada kehamilan muda. Ntar baca ya postingan saya tentang USG. Searching dah di website saya cucuk-spog.com atau di blog saya cucuk-spog.blogspot.com
  4. Pingsan dadakan. Nah ini salah satu tanda bahaya dan sering muncul akibat rasa nyeri perut yang luar biasa atau karena kehabisan darah. Pada perabaan nadi sering lemah dan cepat bahkan kalo kondisi sudah parah banget maka nadi sudah sulit dirasakan denyutannya.

Bersambung ke bagian 2.