TULISAN 158. PERSALINAN PREMATURE/ KURANG BULAN

PERSALINAN PREMATUR (BAYI PREMATURE / KURANG BULAN)

Persalinana premature adalah suatu kelahiran bayi dimana terjadinya pada umur kehamilan kurang dari 37 minggu. Menurut para ahli kedokteran kasus ini merupakan kejadian yang lumayan banyak. Di USA sendiri mencapai 10% kasus, sedangkan di Indonesia kemungkinan sekitar 20% kasus. Pada ibu hamil yang sudah pernah melahirkan bayi premature maka ada kemungkinan nantinya bakalan melahirkan premature lagi. Yaaa kira-kira 30-40 % kemungkinannya bakalan lahir premature lagi pada kehamilan berikutnya. Tapi jangan takut dan galau karena dunia kedokteran anak-anak semakin maju. Di Jepang saja, berkat adanya doraemon, sekarang mampu merawat bayi yang lahir pada usia kehamilan 24 minggu terutama akibat ibu-ibu hamil yang terkena darah tinggi. Tapi Indonesia belum mampu gaes. Sebab teknologinya belum secanggih itu dan pula biayanya luarrrr biasa mahal, kemungkinan gak bakalan dicover juga kalo pake BPJS ha ha ha ha karena super mahal.

PENYEBAB PERSALINAN PREMATURE

Sebetulnya sulit menentukan penyebab persalinan premature, tetapi ada beberapa hal yang dapat meningkatkan atau beresiko menimbulkan persalinan premature, yaitu antara lain:

  1. Status social ekonomi rendah. Pada wanita hamil dengan kondisi asupan gizi yang kurang baik maka sangat rentan terjadi persalinan kurang bulan bahkan tak jarang yang mengalami keguguran pada saat hamil muda. Kita juga mengetahui bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang kurang beruntung sehingga kurang mendapatkan pendidikan ketika masih di usia sekolah. Ya katakanlah karena ekonominya lemah sehingga tak bisa sekolah atau tak bisa meningkatkan pendidikannya ke taraf yang lebih baik.
  2. Pengaruh umur pada saat hamil. Pada wanita hamil dengan usia sangat muda yaitu kurang dari 18 tahun atau usia yang lebih tua yaitu lebih dari 35 tahun ketika hamil maka resiko terjadinya kelahiran premature pada kehamilannya juga meningkat.
  3. Riwayat pernah melahirkan premature pada kehamilan sebelumnya.
  4. Suami atau isteri merokok.
  5. Penyalahgunaan obat-obatan NARKOBA.
  6. Infeksi pada kehamilan. Saya lumayan sering melihat ibu-ibu hamil yang mengalami keguguran atau pecah ketuban sebelum hamil tua atau persalinan kurang bulan hanya gara-gara suka nahan-nahan pipis dan akibatnya terkena infeksi saluran kencing.
  7. Penyakit sistemik ibu hamil. Penyakit ini adalah penyakit yang lumayan berat diantaranya adalah darah tinggi, asthma (mengi/ bengek), paru-paru, jantung, ginjal, liver, dll. Bahkan bisa juga disebabkan oleh kondisi anemia yaitu kurang kadar darah Hb. Sebaiknya sedapat mungkin ibu hamil menjaga kadar Hb darahnya di sekitar 10g% dengan cara semangat makan makanan bergizi, minum vitamin hamil, hidup bahagia (baca: nonton Lee Min Ho alias drama korea), olah raga ringan, dll. Perlu diingat bahwa yang bisa mempersiapkan dan menjalani kehamilan/ persalinan dengan baik hanyalah sang ibu hamil sendiri, bukan dokter kandungan. Dokter kandungan hanya bisa nyuruh, advis, dan saran. Yang berjuang hanyalah ibu hamil dan keluarganya. Jadi hasil kehamilan dan persalinan yang baik sepenuhnya tergantung dari upaya ibu hamil menjaga kehamilannya dan mempersiapkan persalinannya.
  8. Perdarahan antepartum. Hal ini biasanya disebabkan oleh factor adanya placenta previa sehingga terpaksa ibu hamil harus lahiran sebelum cukup bulan demi menyelamatkan nyawa ibu hamil (terutama) dan bila memungkinkan juga menyelamatkan janinnya.
  9. Operasi pembedahan semasa kehamilan. Terutama pada operasi daerah dalam perut memang dapat menyebabkan timbulnya kontraksi Rahim sehingga dapat timbul keguguran, persalinan premature atau pecah ketuban.
  10. Hamil tetapi ada KB IUD atau KB spiral dalam Rahim. Untuk ini nanti kita bikin topic tersendiri ya. Kalo ada waktu ntar kita bikin postingan. Prok prok prok ada kelincinya. Ha ha ha ha.
  11. Ada juga yang mengalami kelemahan mulut Rahim. Ini memang hampir pasti bakalan lahir premature terutama pada kehamilan 5 bulan ke atas. Harus segera konsultasi dan cerita ke dokter kandungan sejak awal kehamilan (test pack positif).

BAGAIMANA TANDA-TANDA YANG HARUS DIWASPADAI ?

Bila selama hamil terdapat tanda-tanda berikut maka sebaiknya ibu hamil segera control ke dokter kandungan:

  1. Ada perdarahan yang keluar.
  2. Ada mules-mules, bisa sedikit-sedikit atau bisa juga kuat.
  3. Keluar cairan ketuban. Kadang-kadang tidak byor byor byor keluarnya, sering juga rembes.
  4. Bila ada keputihan, terutama gatal dan bau.
  5. Bila ada beser, bolak balik pipis.

Nanti saat ke dokter kandungan atau ke bidan juga boleh maka biasanya bidan akan periksa apakah ada pembukaan leher Rahim atau belum, ada penipisan atau belum, ada perubahan arah mulut Rahim atau belum, dll.

CARA MENCEGAHNYA ?

Sebetulnya cara mencegahnya tak sulit. Hanya butuh semangat dan kemauan dari para ibu hamil. Diantaranya sebagai berikut:

  1. Istirahat, jangan mau jadi inem di rumah.
  2. Rajin senam hamil atau paling tidak olah raga jalan kaki pagi hari selama 30 menit 2-3x seminggu.
  3. Jangan stress.
  4. Jangan nahan-nahan pipis.
  5. Jaga kebersihan organ kelamin.
  6. Jangan suka pake pewangi atau pembersih vagina.
  7. Bila kehamilan sudah pernah berdarah dan telah diadviskan oleh dokter kandungan supaya gak hubungan sex maka ya jangan hubungan sex. Tapi para suami juga gak boleh jadi alasan untuk tergoda pelakor. Ha ha ha. Pelakor memang bikin cemas dan stress para ibu-ibu masa kini.
  8. Bila ada keluhan selama hamil maka segera periksa walopun belum waktunya control kehamilan.

TULISAN 154. EARLY PREGNANCY LOSS (KEGUGURAN BAGIAN 3)

Dalam istilah medis ada yang dikenal dengan sebutan threatened abortion atau abortus imminens atau TERANCAM KEGUGURAN. Artinya pada kehamilan ini sedang dalam proses untuk terjadinya keguguran. Salah satu tandanya adalah keluarnya darah atau darah campur lender atau keputihan berdarah pada awal-awal kehamilan yaitu sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu. Mula-mula keluar darah dulu, bisa lumayan banyak atau hanya flek-flek saja dan kemudian diikuti dengan nyeri kram perut bawah. Kalo ada gejala itu maka kemungkinan terjadinya keguguran ya kira-kira 50% bakalan terjadi. Pada wanita yang ternyata kehamilannya berhasil dipertahankan alias gak jadi keguguran maka pada kehamilan ini terdapat peningkatan resiko untuk terjadi hal-hal berikut:

  1. Persalinan premature
  2. Bayi lahir dengan berat badan rendah, IUGR atau minimal lebih kecil dah untuk umur kehamilannya.
  3. Kematian janin intrauterine atau segera setelah lahir, istilahnya perinatal death.

Ini tulisan bukan kualitas kaleng-kaleng karena bersumber dari kitab suci dokter kandungan seluruh dunia dan yang nulis juga dokter kandungan terkece badai. Ha ha ha ha ha

Terus bijimana membedakan perdarahan pada kehamilan muda ? ya mesti ke dokter kandungan karena bila kehamilan ada sesuatu maka wajib segera ke dokter kandungan. Dokter kandungan akan menilai apakah perdarahan pada kehamilan ini disebabkan memang karena ancaman keguguran ataukah sebab lain misalnya polip, cervicitis, reaksi desidua di leher Rahim, kanker mulut Rahim, perlukaan dinding vagina akibat hubungan sex, hamil diluar kandungan, kista terpluntir, tumor, atau karena berbagai sebab lainnya. Intinya dokter kandungan akan mencari penyebabnya. Biasanya kalo ancaman keguguran mesti disertai dengan nyeri perut bawah atau minimal nyeri panggul dah.

Pada kasus dimana terjadi ancaman keguguran maka pasien sebaiknya bedrest atau istirahat di rumah walopun ini juga gak jaminan bakalan memperbaiki atau mencegah terjadinya keguguran, pokoknya jangan kerja dulu aja. Dirumah aja duduk sante sambil nonton drama korea. Dokter kandungan juga akan memberikan obat untuk meredakan nyeri perut sehingga wanita hamil lebih nyaman.

Kalo diluar negeri dimana pembiayaan kesehatannya luar biasa maju maka pasien akan dilakukan follow up ketat dengan berbagai macam pemeriksaan seperti USG berulang terutama USG transvaginal, cek hormone beta HCG dan progesterone yang berguna untuk menilai apakah kehamilan ini bakalan berlanjut atau sudah gak berkembang lagi. Tetapi kalo di Indonesia para dokter kandungan menggunakan cara yang lebih baik dan murah yaitu observasi saja dengan membandingkan USG yang lalu dengan yang sekarang dan yang akan datang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kehamilan ini berkembang atau tidak. Murah, praktis, dan nyaman bagi pasien. Pada wanita hamil yang mengalami ancaman keguguran, bila memiliki golongan darah yang langka di Indonesia seperti misalnya rhesus negative maka sebaiknya segera menginformasikan ke dokter kandungan supaya mendapatkan suntik immunoglobulin anti D. kalo di luar negeri ini sih sudah jamak karena kasus wanita hamil dengan rhesus negative sangat banyak terjadi. Saya sendiri baru memperoleh 2 kasus saja karena memang sangat jarang dan nyaris tidak ada. Kebetuan keduanya adalah bule alias orang rusia dan orang amerika.

BERSAMBUNG BAGIAN KE 4

FANPAGE FACEBOOK   :       Dr Cucuk Santoso SpOG

GROUP FACEBOOK       :       ibu hamil kiuttt hello kitty

INSTAGRAM                 :       cucuk.santoso

WEBSITE                    :       cucuk-spog.com

BLOG                           :       cucuk-spog.blogspot.com

ALAMAT PRAKTEK        :       RUKO THE MANSION RESINDA BLOK TA-8 No. 16-17

Senin s/d Sabtu jam 07.00 – 11.00 dan 16.00 – 20.00

Pendaftaran 08122233630