Kategori: Penyakit
GONORRHERAL/CHLAMYDIA PADA ORGAN WANITA
Conomilien atau chilamsdia merupakan salah satu jonis bakteri penyebab Keputihan yang banyak dialami oleh sebagtan besar wanita. Penyebabnya ialah:
a. Balteri yang ditularkan dari hubungan scksual dengan orang pasangan yang sebelumnya sudah teridentifikasi terkena bakteri tersebut, dapat menyebabkan infeksi yang dirasakan saat awal beberapa hari sampai beberapa minggu.
b. jika pada pria, penyakit yang disebabkan oleh bakteri tersebut menyebabkan keluarnya cairan dari alat vital pria, ketika hendak berkemih dapat terasa sakit. Umumnya gejala ini dapat terasa berargonorrea dirasakan sangat ringan atau tidak terasa sama sekali, namun jika tidak diobati akan menjadi semakin parah dan menyebabkan kemandulan.
c. Penyakit keputihan yang disebabkan oleh gonorrhea dapat diatasi dengan antibiotik bila sudah diketahui sejak dini.
2. Herpes
Disebabkan oleh adanya virus, dapat diobati namun tidak dapat di sembuhkan secara total, gejala awal timbul antara 3-10 hari setelah melakukan hubungan seksual dengan penderita yang memiliki penyakit ini. Kemudian herpes ini akan menunjukkan gejala awal dengan keluar seperti lecet yang kemudian terbuka menjadi lubang kecil dan berair. Gejala seperti iniberakhir dalam 5-10 hari. Herpes ini menyerang hampir seluruh bagian kulit.Terkadang wanita tidak menyadari bahwa herpes dapat menyerang vagina. Virus herpes ini bisa hilang sendiri namun terkadang muncul kembali.
3. Infeksi Jamur
Disebabkan oleh jamur yang menimbulkan rasa gatal dan kemerahan di bawah kulit penis pria yang belum disunat. Sedangkan pada wanita akan keluar cairan putih kental yang menyebabkan rasa gatal. Infeksi jamur ini dapat diatasi dengan krim antijamur.
4. Sifilis
Disebabkan oleh bakteria. Muncul antara 3 minggu sampai 3 bulan setelah berhubungan seksual dengan penderita penyakit ini. Luka terlihat seperti lubang pada kulit dengan tepi yang lebih tinggi, tidak terasa sakit dan luka akan hilang setelah beberapa minggu, akan tetapi virus akan tetap menempel pada tubuh dan penyakit dapat muncul kembali seperti lecet-lecet pada seluruh tubuh dan kemudian akan hilang dengan sendirinya, kemudian virus akan menyebar ke tubuh lainnya.
Sifilis pada wanita biasanya menyerang vagina. Sifilis dapat disembuh-kan dengan fase pemulihan dengan menggunakan penisilin. Hampir sama dengan virus herpes, namun virus herpes tidak dapat disembuhkan.
5. Vaginitis
Vaginitis merupakan infeksi pada vagina yang biasanya menyebabkan keluarnya cairan dari vagina, cairan keputihan ini berbau dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Karena disebabkan oleh berbagai bakteri yang hinggap pada vagina seperti jenis bakteri gonorrhea dan chlamydia atau jamur serta bakteri lainnya yang sudah menetap pada vagina, bakteri-bakteri pada vagina dapat dilihat dengan mikroskop. Pengobatannya dapat disembuhkan dengan obat yang tepat dengan penyebabnya.
6.Bisul
Bisul pada alat kelamin dapat disebabkan oleh human papilloma virus (HPV), ditandai dengan setelah melakukan hubungan seksual dengan pa-sangan yang sebelumnya memiliki penyakit kelamin hingga tertular lewat hubungan seksual. Ketika itu akan muncul satu bisul bahkan lebih sampai terkadang membentuk benjolan yang dapat diderita selama sebulan sampai setahun. Bisul pada alat kelamin tidak hanya dialami oleh wanita, tetapi pada pria juga bisa mengalaminya. Namun ada perbedaan jika bisul pada pria terlihat kecil dan pada wanita tidak terlihat karena berada di dalam vagina. Pengobatan dapat dilakukan dengan cara pap smear dengan tidak berganti pasangan.
7. Kutu Kelamin
Kutu kelamin berukuran lebih kecil atau sangat kecil atau sama dengan 1/8 inchi. Berwarna kelabu kecokelatan dan hidup menetap pada rambut kemaluan. Kutu kelamin dapat disembuhkan dengan cara memakai obat cair yang digosokkan pada rambut kelamin atau dengan menggunting rambut kemaluan sebagian guna menghindari kuman dan bakter yang menempel bersamaan dengan keringat dan masuk ke bibir dalam vagina.
Kutu kelamin dapat menyebabkan rasa gatal yang luar biasa dan dapat menyebabkan luka-luka kecil jika digaruk akan terasa perth. Hal ini di-sebabkan oleh kebersihan yang tidak diperhatikan. Cobalah dengan meng-ganti celana dalam tap kali selesai buang air kecil atau air besar dan jangan menggunakan handuk secara bergantian.
8. HIV-AIDS
Penyakit kelamin satu ini diakibatkan dari hubungan seksual yang sering berganti pasangan, pemakalan narkoba dengan menggunakan jarum suntik. Hal ini disebabkan oleh karena sistem kekebalan tubuh yang semakin me-lemah. Gejala untuk menentukan bakteri atau virus AIDS ini hanya dapat dilihat dengan melakukan pemeriksaan melaui tes darah. Virus AIDS ini banyak merenggut nyawa.
Infeksi TORCH
TORCH adalah singkatan dari Toxoplasma, Rubella, Cytomegalo dan Herpes Simpleks. TORCH adalah infeksi yang dapat mengakibatkan dampak buruk untuk janin yang Ibu kandung, yaitu bisa menyebabkan kelainan bawaan dan kematian janin.
Sebenarnya pemeriksaan TORCH ini sebaiknya dilakukan sebelum terjadi pembuahan. Secara teoritis, calon bumil yang mengidap salah satu infeksi ini mengalami sulit hamil.
Pengecekan dilakukan dengan pemeriksaan serum darah ibu. Dari hasil pemeriksaan bisa diketahui kadar IgM dan IgG. IgM dan IgG adalah zat yang terbentuk untuk melindungi tubuh dari ‘benda’ asing yang masuk. Dari nilai ini bisa diketahui ada atau tidaknya infeksi.
Apakah IgM dan IgG?
IgM adalah zat yang secara cepat terbentuk oleh tubuh begitu ada ‘benda’ asing (kuman) yang masuk ke dalam tubuh. IgM muncul di minggu pertama setelah terinfeksi dan mencapai puncaknya pada satu bulan, kemudian akan mengalami penurunan.
Sedangkan IgG adalah zat kekebalan tubuh yang biasanya terbentuk setelah 1 bulan terjadi infeksi dan mencapai puncaknya setelah 6 bulan terinfeksi. Dengan adanya IgG berarti dalam tubuh telah terjadi kekebalan. IgG ini akan menetap dalam tubuh. Jadi, ibu yang pernah terinfeksi, kadar IgG-nya tidak pernah 0 maupun negatif.
IgM dan IgG positif menunjukkan adanya infeksi. Sedangkan bila IgM positif dan IgG negatif berarti sedang terjadi infeksi baru.
Kembali Ke TORCH …
Jika diketahui calon ibu hamil mengidap TORCH, maka infeksi harus disembuhkan sebelum pembuahan terjadi. Dokter akan memberikan obat anti virus untuk menurunkan kekuatan infeksi dan obat penguat daya tahan tubuh.
Cara kerja obat anti virus tersebut bekerja di level sel. Oleh karena itu tidak disarankan untuk ibu yang sudah terlanjur hamil, karena pada saat itu tentu proses pertumbuhan janin sedang terjadi.
Berikut ini disajikan tabel infeksi TORCH yang dimaksud:
| Infeksi | Gejala | Pengaruh | Keterangan |
| Toksoplasma (Parasit) | Kadang tidak jelas. Demam, sakit kepala, nyeri otot, bengkak di leher. | Prematur, keguguran, berat badan bayi rendah, mental terbelakang | Kuman ada di hewan peliharaan dan daging mentah atau setengah matang |
| Rubela (Virus) | Melepuh di seluruh tubuh dan demam | Gangguan darah, pembesaran hati, limpa, kelainan jantung, gangguan pendengaran dan berbicara | – |
| Cytomegalo (Virus) | Tanpa gejala maupun demam | Infeksi telinga, rafang otak, radang paru, mental terbelakang | Menular lewat asi, ludah dan urine |
| Herpes simpleks (Virus) | Gelembung di sudut bibir, selaput lendir mulut, atau seluruh tubuh | Keguguran maupun kematian janin | Menular lewat kontak seksual |
Kista
Berbeda dengan mioma, penyakit yang satu ini juga sering dijumpai pada organ reproduksi wanita.
Definisi
Kista adalah tumor jinak yang tertutup jaringan semacam selaput dan berisi cairan atau nanah.
Tempat terjadinya
- Umumnya di saluran telur, indung telur
- Rahim
- Vagina
- Vulva (bagian luar vagina)
- Bisa juga tumbuh di gusi
Keluhan Yang Sering Ditemui
- Nyeri perut bagian bawah
- Nyeri haid
- Bila sudah besar teraba benjolan di perut
Penyebab
Tidak diketahui secara pasti. Kemungkinan karena paparan zat kimia karsinogenik.
Penanganannya
Tergantung dari jenis kistanya
- Kista non-neoplastik: biasanya akan mengempis sendiri selama 2-3 bulan
- Kista neoplastik: mudah diangkat diangkat dengan tindakan operasi
Kista ini tidak membahayakan penderitanya.
Keputihan Dalam Kehamilan
Keputihan adalah hal yang lazim terjadi pada wanita hamil. Tapi … kapankan hal ini perlu diwaspadai?
Keputihan atau dalam bahasa kedokterannya disebut fluor albus adalah cairan yang diproduksi oleh vagina. Pada wanita hamil hal ini terjadi karena adanya perubahan hormon. Pada saat hamil aliran darah ke vagina juga meningkat sehingga meningkatkan produksi cairan ini. Sebenarnya fungsi cairan ini adalah untuk mencegah penyebaran infeksi dari vagina ke arah rahim, namun jika terlalu banyak dapat menyebabkan infeksi jika kebersihan tidak terjaga dengan baik. Apalagi saat perut membuncit wanita lebih sulit membersihkan daerah kewanitaannya.
Kapan Dikatakan Normal?
Keputihan dikatakan normal jika:
- Warnanya bening keputihan
- Tidak berbau
- Kekentalannya wajar / normal seperti biasanya
- Tidak gatal
- Tidak nyeri
Kapan Dikatakan Tidak Normal?
Keputihan dikatakan tidak normal jika:
- Warnanya putih kekuningan, putih keabuan, kuning kehijauan atau bercampur darah
- Cairannya banyak atau kekentalannya lebih dari biasanya
- Berbau amis atau busuk
- Gatal, nyeri atau panas saat berkemih atau berhubungan intim
Penyebabnya
- Faktor hormonal saat kehamilan yang menyebabkan ibu hamil stress dan perubahan mood
- Jamur candida albicans atau bakteri atau protozoa lainnya
- Adanya kencing manis (diabetes mellitus)
- Penurunan daya tahan tubuh
Hal-hal di atas menyebabkan mudah berkembangnya kuman penyebab keputihan.

Jamur Candida Albicans. wikipedia.org
Pencegahan
- Nasehat umum adalah: selalu jaga kebersihan terutama daerah kewanitaan
- Gunakan air yang bersih, hati-hati dengan kebersihan air di toilet umum
- Hindari pemakaian celana dalam yang ketat berbahan sintetis. Pakailah yang berbahan dasar katun
- Cebok dari arah depan ke belakang
- Hindari pemakaian obat pembersih kewanitaan terlalu sering karena dapat mengganggu pH normal daerah kewanitaan
Akibat Lebih Lanjut
Jika dibiarkan hal ini dapat menyebabkan:
- Ketuban pecah sebelum waktunya
- Persalinan prematur
- Berat badan bayi lahir rendah
Pengobatan
Jika ibu hamil mengalami keputihan abnormal harap segera ke dokter untuk penanganan lebih lanjut agar infeksi tidak menyebar ke rahim yang dapat membahayakan janin. Sebab kadang-kadang keputihan ini tidak terlalu mengganggu dan gejalanya “tidak terlalu dirasakan / dihiraukan”.
Mengenal Mioma
Seringkali kita mendengar kata-kata “Temanku kena miom”. Apa sih miom itu? Mari kita kenali di sini …
Penyakit kewanitaan yang satu ini cukup sering dijumpai pada wanita usia produktif. Bahasa awam yang mudah untuk miom adalah daging tumbuh di rahim.
Definisi
Myoma uteri adalah kejadian dimana bungkus otot rahim berubah menjadi tumor jinak. Dengan kata lain terjadi pertumbuhan sel otot dalam rahim yang tidak normal. Bentuknya menyerupai bola. Miom ini letaknya di sekitar rahim / uterus. Hanya sebagian kecil yang tumbuh di sekitar leher rahim.

Lokasi mioma
Gejala
Gejala yang dominan adalah gangguan siklus haid. Siklus haid tidak teratur. Hari haid menjadi lebih panjang. Darah haid menjadi lebih banyak daripada biasanya. Jadi waspadalah jika lebih sering mengganti pembalut lebih daripada biasanya.
Gangguan lainnya adalah nyeri perut, nyeri senggama, sering kencing, atau perut terasa seperti penuh.
Penyebab
Faktor penyebab yang dominan adalah hormon estrogen. Miom berkembang pada masa reproduksi dan dapat bertambah besar dengan cepat selama hamil. Miom umumnya menyusut setelah menopause yaitu saat kadar estrogen menurun.
Faktor lain adalah gangguan emosi, stress, daya tahan tubuh turun dan gaya hidup yang tidak sehat.
Penanganan
Penanganan dilakukan dengan salah satu tindakan operasi di bawah ini:
- Miomektomi yaitu pengangkatan miomnya saja, atau
- Histerektomi yaitu pengangkatan miom dengan cara mengangkat rahimnya sekalian
Bisakah Penderita Asma Melahirkan Normal?

Ada kekhawatiran dari ibu hamil yang menderita asma apakah bisa melahirkan secara normal atau tidak. Tentu kebanyakan ibu hamil menginginkan kelahiran secara normal bukan?
Faktanya, Ibu hamil dengan penderita asma bisa saja melahirkan dengan normal asalkan saat proses persalinan asma tidak kambuh. Asma bersifat alergen atau ada pencetusnya. Misalnya debu, udara yang kotor, cuaca dingin, kelelahan, menghirup asap rokok dan polusi lainnya.
Berikut ini tips untuk ibu hamil yang menderita asma agar dapat melahirkan secara normal
Yang pertama adalah pengendalian penyakit asma
Banyak Ibu hamil yang menderita asma khawatir tidak bisa melahirkan dengan normal karena saat bersalin bisa saja asmanya kambuh. Jika Anda bisa mengendalikan asma Anda selama kehamilan dan saat persalinan, Anda bisa melahirkan dengan normal. Jika penyakit asma Anda kambuh saat persalinan, bisa dibantu dengan teknik vakum. Anda bisa meminta dokter spesialis paru-paru Anda untuk mendampingi Anda saat bersalin.
Sebaiknya Anda tetap mengkonsumsi obat asma
Hamil dan memiliki penyakit asma sangat beresiko. Anda harus disiplin kapan obat asma harus diminum dan mengetahui pengobatan darurat apa saat asma Anda kambuh. Hal ini untuk meminimalkan resiko pada janin Anda. Umumnya obat-obat asma aman dikonsumsi selama kehamilan.
Konsumsi obat asma yang diresepkan oleh dokter
Meski begitu, Anda tidak boleh sembarangan minum obat asma karena obat asma yang Anda minum akan berdampak pada janin. Minumlah obat yang sudah diresepkan oleh dokter, bukan obat asma yang dijual bebas. Hal ini untuk menghindari dampak negatif pada janin misalnya terhambatnya pertumbuhan janin, kelainan janin, bayi lahir prematur bahkan kematian pada janin.
Pastikan pola hidup bersih dan disiplin
Asma adalah manifestasi dari alergi, sebaiknya Anda menghindari pencetus alergi misalnya debu, tempat-tempat kumuh, asap rokok, dingin, stress dan makanan (coklat misalnya). Jangan beraktifitas terlalu berat, jaga rumah dan lingkungan agar tetap bersih dan rajin berkonsultasi dengan dokter.
Penyakit asma pada Ibu hamil biasanya akan membaik di akhir masa kehamilan. Hal ini disebabkan oleh posisi kepala bayi yang turun ke panggul Ibu sehingga mengurangi tekanan pada paru-paru Anda.
Namun sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokternya untuk melakukan manajemen asma.
MUAL MUNTAH HEBAT DALAM KEHAMILAN
Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang muncul secara berlebihan selama hamil. Mual dan muntah (morning sickness) pada kehamilan trimester awal sebenarnya normal. Namun pada hiperemesis gravidarum, mual dan muntah dapat terjadi sepanjang hari dan berisiko menimbulkan dehidrasi.
Tidak hanya dehidrasi, hiperemesis gravidarum dapat menyebabkan ibu hamil mengalami gangguan elektrolit dan berat badan turun. Hiperemesis gravidarum perlu segera ditangani untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan pada ibu hamil dan janin yang dikandungnya.
Penyebab Hiperemesis Gravidarum
Penyebab hiperemesis gravidarum belum diketahui secara pasti, namun kondisi ini sering kali dikaitkan dengan tingginya kadar hormon human chorionic gonadotropin (HCG) dalam darah. Hormon ini dihasilkan oleh ari-ari (plasenta) sejak trimester pertama kehamilan dan kadarnya terus meningkat sepanjang masa kehamilan.
Ada beberapa kondisi yang membuat ibu hamil lebih berisiko mengalami hiperemesis gravidarum, yaitu:
- Baru pertama kali mengandung
- Mengandung anak kembar
- Memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami hiperemesis gravidarum
- Mengalami hiperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya
- Mengalami obesitas
- Mengalami hamil anggur
Gejala Hiperemesis Gravidarum
Gejala utama hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah saat hamil, yang bisa terjadi hingga lebih dari 3-4 kali sehari. Kondisi ini bisa sampai mengakibatkan hilangnya nafsu makan dan penurunan berat badan. Muntah yang berlebihan juga dapat menyebabkan ibu hamil merasa pusing, lemas, dan mengalami dehidrasi.
Selain mual dan muntah secara berlebihan, penderita hiperemesis gravidarum juga dapat mengalami gejala tambahan berupa:
- Sakit kepala
- Konstipasi
- Sangat sensitif terhadap bau
- Produksi air liur berlebihan
- Inkontinensia urine
- Jantung berdebar
Gejala hiperemesis gravidarum biasanya muncul di usia kehamilan 4-6 minggu dan mulai mereda pada usia kehamilan 14-20 minggu.
Kapan harus ke dokter
Ibu hamil perlu melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin ke dokter kandungan, sejak awal kehamilan. Tindakan ini dilakukan untuk memantau kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Jadwal pemeriksaan kehamilan yang dianjurkan adalah:
- Usia kehamilan 4-28 minggu: 1 kali tiap 1 bulan (kontrol tiap 1 bulan)
- Usia kehamilan 28-36 minggu: 1 kali tiap 2 minggu (kontrol tiap 2 minggu)
- Usia kehamilan 36-40 minggu: 1 kali tiap 1 minggu (kontrol tiap 1 minggu)
Di samping melakukan pemeriksaan rutin, ibu hamil perlu segera memeriksakan diri ke dokter jika mual dan muntah bertambah parah atau disertai dengan:
- Pusing.
- Tidak mau makan atau minum selama 12 jam.
- Sakit perut.
- Timbul gejala dehidrasi, seperti lemas, jarang buang air kecil, kulit kering, dan jantung berdebar.
- Muntah darah.
- Berat badan turun drastis.
Diagnosis Hiperemesis Gravidarum
Dalam mendiagnosis hiperemesis gravidarum, dokter akan menanyakan gejala dan memeriksa riwayat kesehatan ibu hamil dan keluarga. Pemeriksaan fisik juga dilakukan untuk melihat dampak dari hiperemesis gravidarum, seperti tekanan darah rendah dan denyut jantung cepat.
Dari pemeriksaan fisik tersebut, dokter dapat menentukan apakah muntah yang dialami ibu hamil masih normal atau sudah berlebihan (hiperemesis gravidarum). Untuk melihat lebih detail akibat dari hiperemesis gravidarum, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan.
Pemeriksaan lanjutan tersebut dapat dilakukan dengan tes darah dan urine. Tes ini dilakukan untuk memeriksa tanda-tanda dehidrasi dan gangguan elektrolit yang dapat muncul akibat terjadi hiperemesis gravidarum. USG kehamilan juga dilakukan untuk memantau kondisi janin dan mendeteksi kelainan dalam kandungan.
Selain itu, untuk memastikan gejala mual dan muntah yang dialami ibu hamil bukan disebabkan oleh suatu penyakit, misalnya penyakit liver, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan, misalnya uji fungsi hati.
Pengobatan Hiperemesis Gravidarum
Berbeda dengan morning sickness yang penanganannya dapat dilakukan di rumah, penderita hiperemesis gravidarum perlu menjalani perawatan di rumah sakit. Pengobatan yang diberikan ditentukan berdasarkan tingkat keparahan gejala dan kondisi kesehatan ibu hamil secara keseluruhan.
Pengobatan dilakukan dengan tujuan untuk menghentikan mual dan muntah, mengganti cairan dan elektrolit yang hilang akibat muntah berlebihan, memenuhi kebutuhan nutrisi, serta mengembalikan nafsu makan.
Beberapa obat yang dapat dokter diberikan kepada ibu hamil dengan mual muntah adalah:
- Obat antimual, seperti promethazine, ondancentron, dll
- Vitamin B1 atau tiamin.
- Pyridoxine atau vitamin B6.
- Suplemen vitamin dan nutrisi.
Jika hiperemesis gravidarum menyebabkan ibu hamil tidak mampu menelan cairan atau makanan sama sekali, obat dan nutrisi akan diberikan melalui infus. Selain melalui infus, ibu hamil juga dapat menerima asupan makanan melalui selang makan.
Komplikasi Hiperemesis Gravidarum
Hiperemesis gravidarum dapat membahayakan kondisi ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Mual dan muntah yang berlebihan akan menyebabkan ibu hamil kehilangan banyak cairan, sehingga berisiko mengalami dehidrasi dan gangguan elektrolit.
Jika dibiarkan tanpa penanganan, kedua kondisi ini dapat menimbulkan deep vein thrombosis (trombosis vena dalam) pada ibu hamil. Beberapa komplikasi lain yang dapat terjadi adalah:
- Malnutrisi.
- Gangguan fungsi hati dan ginjal.
- Sindrom Mallory-Weiss, yaitu terjadinya robekan pada dinding dalam kerongkongan (esofagus)
- Muntah darah, yang disebabkan oleh perdarahan dari robekan di kerongkongan.
- Cemas dan depresi.
Jika penanganan tidak segera dilakukan, hiperemesis gravidarum dapat menyebabkan organ-organ tubuh ibu hamil gagal berfungsi dan bayi terlahir prematur.
Pencegahan Hiperemesis Gravidarum
Langkah pencegahan hiperemesis gravidarum belum diketahui. Meski begitu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meredakan morning sickness sehingga tidak berkembang menjadi hiperemesis gravidarum, yaitu:
- Memperbanyak istirahat untuk meredakan stres dan menghilangkan rasa lelah.
- Mengonsumsi makanan tinggi protein, rendah lemak, dan bertekstur halus agar mudah ditelan dan dicerna.
- Mengonsumsi makanan dalam porsi kecil, namun sering. Hindari makanan berminyak, pedas, atau berbau tajam yang dapat memicu rasa mual.
- Memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi, dan mengonsumsi minuman yang mengandung jahe untuk meredakan mual dan menghangatkan tubuh.
- Mengonsumsi suplemen kehamilan untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan zat besi selama hamil.
- Menggunakan aromaterapi untuk mengurangi mual di pagi hari.
Menjaga kesehatan kehamilan selama trimester pertama juga penting dilakukan untuk mencegah hiperemesis gravidarum. Salah satunya adalah dengan melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin.
Pemeriksaan kehamilan umumnya dilakukan sejak usia kehamilan 4 minggu, untuk memantau perkembangan janin dan mendeteksi secara dini kelainan yang mungkin dialami oleh janin.
Kehamilan Etopik, Kehamilan Molar, dan Kehamilan Kosong (Brighted Ovum)
Kehamilan ektopik terjadi jika hasil pembuahan tidak tertempel di tempat yang semestinya (rahim). Sembilan puluh persen kehamilan ini menyebabkan embrio menempel pada tuba, selain itu embrio juga bisa menempel pada ovarium atau serviks.
Kehamilan ini bisa terjadi akibat adanya infeksi punggung, kerusakan tuba falopi, operasi perut, atau penggunaan kontrasepsi IUD (Intra Uterine Device/spiral) bagi ibu. Berhubung embrio tumbuh di tempat yang tidak semestinya, maka kemungkinan terjadi perobekan perut yang berakibat pada pendarahan hebat jika kehamilan membesar sangat mungkin terjadi.
Untuk menangani kehamilan etopik, dokter akan melakukan salah satu dari cara berikut ini, yaitu dengan melakukan pembedahan. Dokter akan memutus tuba falopi sehingga akan memengaruhi kesuburan ibu. Kemungkinan lain, dokter akan memberikan pengobatan dengan memberikan obat sejenis obat kanker yang bekerja mematikan sel yang tumbuh sehingga kehamilan dapat berakhir. Kedua car ini akan dilakukan Ketika kehamilan belum membesar.
Lalu, apa pula yang disebut dengan kehamilan molar? Kehamilan molar juga disebut Gestational Trophoblastic Neoplasia (GTN). Kehamilan ini terjadi karena adanya pertumbuhan yang abnormal dari bagian trophoblast placenta. Oleh karena bentuknya mirip dengan buah anggur, maka sering disebut dengan kehamilan anggur.
Kehamilan ini ditandai dengan pendarahan di awal kehamilan, ukuran yang terlalu besar dari usianya, adanya kista, dan hiperemesis. Tidak ada cara lain yang akan ditempuh dokter selain dengan pembersihan rahim (kuret), disertai dengan pengobatan antikanker tertentu. Ibu harus memantau dan melakukan pengendalian, sehingga bisa me mastikan kehamilan molar benar-benar hilang, dan kondisi ibu siap menyambut kehamilan yang semestinya.
Jenis kehamilan yang bisa menjadikan seorang ibu merasa takut adalah jenis kehamilan kosong (blighted ovum). Blighted ovum adalah suatu kehamilan tanpa dijumpai adanya pertumbuhan embrio. Saat dilakukan tes kehamilan, calon ibu dinyatakan positif hamil dan mereka juga merasakan gejala gejala wanita hamil seperti umumnya. Seperti mual, pusing, cepat lelah, dan payudara yang mengeras.
Pada kehamilan kosong, plasenta dan kantung kehamilan tetap berkembang secara normal, yang menjadi masalah hanyalah perkembangan janinnya. Kehamilan kosong terjadi karena sel telur yang dibuahi tidak berhasil berkembang secara sempurna. Meski kantung kehamilan terus membesar, namun perkembangan janinnya sama sekali tidak terjadi. Saat kehamilan berusia kurang lebih satu setengah bulan, saat dilakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG), hanya akan terlihat kantung kehamilan saja tanpa ada gambar janinnya.
Sekitar 60% blighted ovum disebabkan kelainan kromosom dalam proses pembuahan sel telur dan sperma. Infeksi TORCH, rubella, dan streptokokus, penyakit kencing manis (diabetes mellitus) yang tidak terkontrol, rendahnya kadar beta HCG serta faktor imunologis seperti adanya antibodi terha- dap janin juga dapat menyebabkan blighted ovum. Risiko juga meningkat bila usia suami atau istri semakin tua karena kualitas sperma atau ovum menjadi turun.
Jika telah didiagnosis blighted ovum, maka tindakan selanjutnya adalah mengeluarkan hasil konsepsi dari rahim (kuretase). Hasil kuretase akan dianalisis untuk memastikan apa penyebab blighted ovum lalu mengatasi penyebabnya. Jika karena infeksi maka dapat diobati sehingga kejadian ini tidak berulang.
Jika penyebabnya antibody maka dapat dilakukan program imunoterapi sehingga kelak dapat hamil sungguhan.
Tips Berpuasa Saat Hamil
Tubuh bumil perlu energi selama puasa, begitu juga bayi dalam kandungan. Ini alasannya puasa saat hamil perlu didukung berat badan dan gaya hidup sehat, bahkan sejak sebelum hamil. Agar bumil dapat berpuasa dengan nyaman dan aman, ada panduan yang dapat diikuti, yaitu :
1. Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh
Dilansir dari laman Unair, ibu hamil juga bisa mengalami risiko dehidrasi saat puasa. Normalnya dalam satu hari manusia membutuhkan asupan cairan sebanyak 2 liter. Bila dikonversi dalam takaran gelas menjadi delapan gelas. Pertanda dehidrasi yang harus diwaspadai oleh ibu hamil adalah rasa haus yang berlebihan dan urine yang berwarna pekat serta produksinya berkurang. Bila sudah demikian puasa tidak boleh dipaksakan.
2. Kurangi Tempo Olahraga
Ibu hamil disarankan untuk mengurangi tempo olahraga. Namun tidak dilarang untuk melakukan aktivitas fisik seperti senam hamil, yoga, maupun berjalan santai asalkan semua terawasi dokster kandungan maupun pelatih yang tersertifikasi.
3. Tidak Berbuka dengan Karbo Berlebihan
Karbo berlebihan saat berbuka tidak disarankan untuk ibu hamil. Cukup berbuka dengan kurma atau jajanan tradisional. Setelah itu melaksanakan salat Maghrib dan barulah makan malam dengan porsi secukupnya.
4. Istirahat yang Cukup
Dilansir dari laman Siloam Hospitals, ibu hamil biasanya akan cepat merasa lelah sebab terjadi perubahan kondisi fisik tubuh. Untuk mengatasi lelah selama bulan puasa, ibu hamil perlu istirahat dengan cukup dan tidak melakukan aktivitas berlebihan.
Puasa menjadi kewajiban umat Islam dan wajib dilakukan pada bulan Ramadhan. Semua umat Islam ingin melakukan kewajiban puasa, termasuk ibu hamil. Namun untuk ibu hamil maka banyak yang menjadi lebih waspada. Terutama karena ibu hamil memiliki janin di dalam rahim yang harus mendapatkan nutrisi penuh. Sementara puasa berarti menahan makan dan minum dari mulai sebelum Subuh hingga Magrib.



