TULISAN 141. AKU SUKA MAKAN SAYURAN MENTAH SAAT HAMIL

Wanita hamil boleh-boleh saja untuk memilih makan sayuran mentah selama kehamilan karena sayuran termasuk dalam jenis makanan aman dan bergizi bagi wanita hamil dan janin dalam kandungannya. Namun, sanagt penting bagi wanita hamil untuk mengetahui masalah keamanan pangan dan berbagai risiko yang bisa muncul akibat mengonsumsi sayuran mentah, dan tentu saja wanita hamil mesti memahami cara-cara menjaga keamanan/ kesehatan dirinya dan janinnya. Sebetulnya apa sih manfaat dari sayuran bagi kehamilan ?

NUTRISI YANG TERKANDUNG DALAM SAYURAN MENTAH

Selama kehamilan, kebutuhan wanita akan vitamin, mineral, dan nutrisi penting meningkat karena tuntutan yang terkait dengan pertumbuhan janin. Sayuran, terutama ketika dimakan mentah, ternyata memberikan manfaat nutrisi tidak saja bagi wanita hamil tetapi juga bermanfaat bagi pertumbuhan janin dalam kandungan. Contohnya asam Folat ditemukan dalam brokoli, asparagus, dan kacang polong, dan asam folat bermanfaat untuk membantu mencegah malformasi tulang belakang dan otak. Kalsium sangat penting untuk kesehatan tulang dan mineralisasi tulang, dan berlimpah dalam sayuran berdaun hijau seperti bayam dan kangkung. Sayuran termasuk kubis, kembang kol dan labu adalah sumber asam lemak omega-3, yang membantu perkembangan neurologis (susunan syaraf) dan visual bayi (penglihatan).

SAYURAN MENTAH YANG HARUS DIHINDARI SELAMA HAMIL

Walopun sebagian besar sayuran mentah bisa aman dan sehat untuk wanita hamil dan janin dalam kandungan, tetapi terdapat beberapa sayuran mentah harus dihindari sama sekali selama hamil. Kecambah/ tauge mentah, lobak, semanggi, dan varietas kacang hijau harus dihindari saat hamil bila tidak dimasak secara matang. Lembaga Foodsafety di Amerika Serikat mencatat bahwa kecambah membutuhkan kondisi hangat dan lembab untuk tumbuh dan kodisi lembab tersebut merupakan lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan bakteri seperti E. coli, salmonella, dan listeria. Jika Anda mengonsumsi kecambah/ tauge, masaklah sampai matang untuk membunuh bakteri-bakteri jahat tersebut.

INFEKSI TOXOPLASMA BISA DISEBABKAN OLEH KONSUMSI SAYURAN MENTAH ! KAGET TOOOO ?!?!

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC AMERIKA SERIKAT) menemukan bahwa toksoplasmosis menginfeksi antara 400 dan 4.000 janin di AS setiap tahun. Toxoplasma adalah parasit yang dapat ditemukan pada daging mentah dan kurang matang, kotoran kucing, dan permukaan buah-buahan dan sayuran. Menurut CDC, wanita hamil yang terinfeksi Toxoplasma dapat menularkan infeksi ke janin, menyebabkan penyakit pada sistem saraf dan mata. Wanita hamil dapat mencegah penyakit dalam makanan ini dengan mencuci sayuran mentah secara baik sebelum makan.

REKOMENDASI DARI FDA AMERIKA UNTUK WANITA HAMIL TERKAIT DENGAN KONSUMSI SAYURAN DAN BUAH.

Sayuran mentah bisa menjadi tambahan makanan yang bagus untuk diet kehamilan dengan mengikuti beberapa pedoman keamanan konsumsi makanan. FDA merekomendasikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. mencuci sayuran mentah sebelum makan atau sebelum di kupas kulitnya. Hal ini terutama berlaku untuk sayuran yang membutuhkan pengupasan karena bakteri dapat ditemukan di kulit luar.
  2. Buang bagian sayuran yang memar atau rusak karena kemungkinan besar akan ditemukan bakteri di tempat-tempat ini.
  3. Jangan lupa juga mencuci talenan sebelum dan sesudah dipakai. cucinya mesti pakai sabun ya.

oke deh sekian dulu.

TULISAN 131. AKU PELIHARA KUCING DAN SEKARANG AKU SEDANG HAMIL APAKAH BAHAYA KENA TOXO GAK ?

Infeksi toxoplasma merupakan salah satu jenis infeksi yang berbahaya bagi kehamilan. Toxoplasmosis atau infeksi toxopalsma dapat menyebabkan gangguan otak dan mata pada janin bahkan kadang-kadang menimbulkan gangguan pada jantung dan sistem syaraf pusat di kepala janin. Walopun demikian, sampai saat ini belum ada rekomendasi untuk pemeriksaan rutin terhadap infeksi toxo pada kehamilan kecuali atas permintaan pasien atau pada pasien-pasien yang memang nyata banget kehidupan kesehariannya rentan terkontaminasi penyakit toxoplasmosis. Di negara semodern Kanada sekalipun pemeriksaan TORCH secara rutin pada tiap kehamilan untuk mengetahui apakah ibu hamil menderita toxoplasmosis tidak dianjurkan karena alasan sebagai berikut:

  1. pemeriksaan TORCH biayanya sangat mahal
  2. prevalensi terjadinya infeksi toxoplasma rendah
  3. sensitivitas pemeriksaan lab yang rendah
  4. adanya kemungkinan false positif dalam hasil pemeriksaan lab toxo
  5. efektivitas terapi yang terbatas
  6. hanya dilakukan di daerah yang prevalensi infeksi toxoplasmanya tinggi seperti di Quebec (salah satu propinsi/ kota di Kanada)

Kagak percaya ? nih baca sendiri di Can Fam Physician. 2014 Apr; 60(4): 334-336.

Infeksi Toxoplasma disebabkan oleh parasite dari protozoa toxoplasma gondii yang menginfeksi sel-sel jaringan. Sebagian besar individu yang daya tahan tubuhnya baik kemudian tertular parasit tidak akan mengalami gejala, atau mungkin mengalami gejala seperti flu yang tidak spesifik seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, dan limfadenopati. Sepertiga populasi penduduk dunia (2 milyard manusia) telah terinfeksi parasit toxoplasma, tetapi gejalanya sering tidak diketahui. Hal ini disebabkan karena sebagian besar pasien tidak menunjukkan gejala. Ketika infeksi T gondii didapatkan pada saat kehamilan maka parasit dapat ditransmisikan melintasi plasenta keudian masuk ke tubuh janin, dan kelak akan menyebabkan timbulnya congenital toxoplasmosis, yang dapat memiliki dampak cukup serius pada janin.

Toxoplasma gondii memiliki 2 siklus hidup:

  1. siklus seksual yang terjadi secara eksklusif di usus kecil kucing.
  2. siklus aseksual terjadi pada hewan dan manusia yang terinfeksi.

Pada manusia, infeksi biasanya diperoleh melalui:

  1. konsumsi dan pengolahan daging mentah atau kurang matang.
  2. makan sayuran dan buah yang tidak dicuci.
  3. air minum yang terkontaminasi dengan kotoran kucing.
  4. kontak dengan kotoran (tai) kucing.
  5. kontak dengan tanah bekas kotoran kucing.

Pada wanita, infeksi toxoplasma sebelum hamil hampir tidak menimbulkan masalah ketika wanita tersebut pada akhirnya hamil. Tetapi infeksi toxoplasma yang terjadi sekitar 3 bulan sebelum wanita tersebut hamil dapat bikin pucing pala barbie karena kemungkinan bakalan bikin masalah pada wanita hamil tersebut.

Apa sih manifestasi atau dampak yang dapat dilihat yang disebabkan oleh infeksi toxoplasma pada kehamilan terutama efek ke janinnya ?

  1. hidrocephalus (kepala janin membesar)
  2. mikrocephali (kepala janin kecil daripada ukuran normalnya)
  3. ada pengapuran di otak janin
  4. kelainan mata berupa retino-choroiditis. Udah gak usah tanya ini kelainan bagaimana karena saya bukan dokter mata. Kalo kepo ya kontrol saja ke dokter mata Dr. Ayu Ratnawati, SpM di RS Bayukarta Karawang. Dokter ayu tersebut adalah sayanknya saya tuh… he he he
  5. strabismus sejak lahir (juling bawaan)
  6. katarak sejak lahir
  7. lahir buta
  8. epilepsi sejak lahir
  9. keterbelakangan mental dan kecerdasan
  10. gangguan kulit
  11. anemia dan trombositopenia

kok banyak banget ? udahhh… gak usah kuatir… siapin celengan 1 buah di rumah saat hamil kemudian tiap hari diisi pake duit Rp 5000,-/ hari dan dipasang niat bahwa tiap hari ngisi ke celengan tersebut adalah bertujuan mohon pertolongan Allah SWT supaya kehamilannya sehat, lancar, dan selamat baik bagi ibu hamilnya maupun janin dalam kandungannya. Jangan ditambahin ngatur-ngatur Allah yaaaa… misalnya saya pengen lahiran normal… sudahhh… serahkan saja yang terbaik pada keputusan Allah SWT. Ntar placenta previa pengen lahiran normal akhirnya diturutin jadi perdarahan hebat, akhirnya game over kemudian suami kawin lagi… mau…??? gak mau kannn…

Infeksi toxoplasma pada awal kehamilan memiliki tingkat resiko terinfeksi sangat rendah yaitu sekitar 6% saja sedangkan pada trimester 3 bila wanita hamil terinfeksi maka resiko terjadinya penularan ke janin sekitar 60-81%. Walopun resiko tertular infeksi toxoplasma sangat kecil kemungkinannya pada janin bila usia kehamilan masih trimester 1, tetapi bila sampai tertular dampaknya sangat dahsyat yaitu keguguran atau lethal. Sedangkan infeksi toxoplasma ke janin dalam kandungan pada saat kehamilan ibunya menginjak trimester 3 seringkali tidak menimbulkan gejala apapun walopun mungkin janinnya sudah mengalami infeksi toxoplasma. Namun bila tidak diobati sejak dalam kandungan maka kelak bayi baru lahir yang terinfeksi toxoplasma dapat menderita kelainan pada mata atau kelainan sistem syaraf pusat.

Boleh gak ibu nifas menyusui bayinya bila sang ibu terindikasi menderita infeksi toxoplasma ? sampai saat ini belum pernah terdeteksi adanya infeksi toxoplasma dalam ASI ibu sehingga menyusui pun aman bagi bayinya. Dan ini adalah kabar baik yang ditunggu-tunggu para suami bahwa buat suami pun payudara isterinya masih aman karena tidak ada infeksi di lokasi favorite para suami tersebut he he he. Hubungan sex pun tidak menyebabkan suami/ isteri saling menularkan infeksi toxoplasma.

Bagaimana cara mendiagnosis penyakit infeksi toxoplasma ?

  1. test serologis seperti TORCH
  2. USG bila janin ada kelainan
  3. amniocentesis yaitu proses pengambilan sampel air ketuban yang dilakukan untuk prenatal testing.

Tulisan yang ini gak usah dibaca karena mesti gak ngerti sehingga saya tulis dalam bahasa aslinya:

The greatest challenge in diagnosing toxoplasmosis is to establish the acute (primary) infection and distinguish it from past (chronic) infection. Toxoplasma gondii infection can be diagnosed using serologic tests, ultrasound scans, and amniocentesis. Results of serologic tests measuring immunoglobulin (Ig) M and IgG are often difficult to interpret when differentiating between acute and chronic infections. Following acute infection, IgM antibody titres rise starting on day 5 and reach the maximum level at 1 to 2 months. At this point, IgM antibodies decline more rapidly than IgG antibodies. However, in many cases the IgM antibodies persist for years following acute infection. In contrast, IgG antibodies are usually detectable within 1 to 2 weeks after acute infection, peak within 12 weeks to 6 months, and usually remain detectable throughout life.

The absence of IgG and IgM antibodies before or early in pregnancy indicates no previous infection and identifies women at risk of acquiring the infection during pregnancy. The detection of IgG antibodies and absence of IgM antibodies indicates an old infection. However, if test results are positive for both IgG and IgM, interpretation is difficult, as the positive results might be owing to either a recent infection or low levels of IgM antibodies from a previous infection. If acute infection is suspected, repeat testing is recommended within 2 to 3 weeks. A 4-fold rise in IgG antibody titre between tests indicates a recent infection. 

Confirming primary infection is of utmost importance in evaluating the risk of fetal transmission, initiating antibiotics, and providing appropriate counseling. To more accurately determine the likelihood of a recently acquired infection, more specific tests, such as IgG antibody avidity testing, are helpful. The IgG avidity assay measures the strength of IgG binding to T gondii. In most cases IgG avidity shifts from a low to a high index about 5 months after the infection. Thus, patients with acute infection exhibit a low avidity index, suggesting that infection occurred within 5 months of testing, whereas those with previous infection have a high IgG avidity index.

Karena infeksi toxoplasma pada  ibu hamil tidak selalu mengakibatkan infeksi toxoplasma pada janin, tetap saja masih sangat penting untuk menentukan apakah infeksi toxoplasma pada janin telah terjadi atau tidak. Diagnosis toksoplasmosis kongenital pada janin saat ini dilakukan dengan analisis PCR cairan ketuban. Pengambilan sampel cairan ketuban (Amniosentesis) ditawarkan hanya jika:

  1. infeksi primer ibu penyakit toxoplasma telah dikonfirmasi secara laboratorium
  2. hasil tes serologis TORCH  ibu hamil tidak jelas apakah ini suatu infeksi akut toxoplasma atau infekeksi kronis toxoplasma
  3. fitur ultrasonografi konsisten dengan toksoplasmosis bawaan misalnya hidrocephalus, mikrocephali, dll.

Amniocentesis akan ditawarkan setelah usia kehamilan 18 minggu dan setidaknya 4 minggu setelah infeksi toxoplasma akut pada ibu hamil dengan tujuan untuk mengurangi risiko hasil negatif palsu. Negatif palsu itu maksudnya adalah hasil labnya negatif tetapi aslinya positif terinfeksi toxoplasma. Kok bisa gitu ? yaelahhh… ya jelas bisa donk… namanya juga alat lab buatan manusia yang sumbernya dosa dan khilaf, kalo mau sempurna ya buatan Tuhan donkkk…

Bila ibu hamil terkena infeksi toxoplasma  maka apakah bisa diobati ? insya Allah bisa. Tujuan pengobatan terhadap ibu hamil yang terinfeksi toxoplasma adalah:

  1. mencegah berlanjutnya infeksi vertikal dari ibu ke janin dalam kandungannya.
  2. mencegah dampak yang sudah terjadi menjadi makin rusak. Maksudnya adalah bila janin sudah kena dampak infeksinya maka pengobatan memberikan harapan supaya efeknya gak parah-parah amat gitu looohh.

Pengobatan terhadap infeksi toxoplasma pada janin dilakukan sejak dalam kandungan s/d bayi lahir karena sudah terbukti bahwa pengobatan tersebut dapat mencegah timbulnya efek lanjutan dikemudian hari. Tetapi perlu diingat bahwa bayi yang sudah lahir itu pun walopun sudah diobati sejak masoh dalam kandungan, tetap harus difollow up ke dokter anak dan dokter mata untuk mengetahui secara dini efek lanjutan infeksi toxoplasmanya. Hal ini disebabkan oleh karena dampak dari infeksi toxoplasma congenital dapat terjadi setelah beberapa tahun kemudian walopun tidak ada gejala apapun selama kehamilan ataupun saat melahirkan, bahkan hasil lab normal dan USG pun normal. sehingga memang hal inilah yang menjadi kesulitan para ahli untuk mengetahui ada tidaknya infeksi toxoplasma pada janin (toxoplasma congenital). Beberapa negara maju pun tidak merekomendasikan pemeriksaan  laboratorium TORCH sebagai bagian penge-check-an lab rutin selama kehamilan antara lain Inggris, USA, Kanada, dan Uni Eropa. Tapi kalo pasien meminta check lab TORCH maka dokter kandungan pun akan dengan senang hati untuk membuatkan rekomendasi pemeriksaan TORCH tersebut.

Bagian yang bawah ini juga gak perlu dibaca karena saya tulis dalam bahasa aslinya:

While there is insufficient evidence to prove that treating mothers with seroconversion during pregnancy prevents fetal infection, treatment might reduce the severity of congenital toxoplasmosis. If primary T gondii infection is confirmed during pregnancy, treatment is used for fetal prophylaxis or to decrease the disease severity. In case of maternal infection without fetal infection, spiramycin is the drug of choice to prevent vertical transmission.28 Spiramycin is a macrolide antibiotic that cannot cross the placenta but remains concentrated in it. According to the Society of Obstetricians and Gynaecologists of Canada guidelines, it is prescribed at a dosage of 1 g orally every 8 hours for the duration of pregnancy if amniotic fluid polymerase chain reaction analysis results are negative for T gondii.

Pyrimethamine and sulfadiazine are administered in cases of confirmed fetal infection, but not in cases of suspected infection, especially in the first trimester, owing to potential teratogenicity and bone marrow toxicity to both mother and fetus. Both prenatal and postnatal treatment have shown evidence of reducing the risk and severity of long-term symptoms. However, even after treatment has been discontinued, clinical and ophthalmologic examinations should be performed regularly for several years to screen for any sequelae that might arise.

Pencegahan toksoplasmosis kongenital selama hamil tergantung pada penghindaran infeksi yang efektif selama kehamilan. Caranya adalah:

  1. hindaran kontak dengan kotak pasir kotoran kucing
  2. jangan suka main tanah terutama kemungkinan tanah tersebut telah terkontaminasi dengan kuman toxoplasma gondii yang berasal dari kotoran beol kucing.
  3. kucing peliharaan tidak boleh dibiarkan main diluar rumah karena kucing peliharaan kecil kemungkinannya menjadi sumber infeksi toxoplasma jika kucing itu dipelihara di dalam ruangan (tidak dibiarkan main di luar rumah) dan hanya diberi makanan yang dimasak, diawetkan, atau kering yang kemasannya banyak dijual di PET SHOP. Jadi jangan kuatir bagi ibu hamil yang punya binatang peliharaan seperti kucing, anjing ataupun burung.
  4. makan daging yang dimasak dengan baik.
  5. sayuran lalapan sebaiknya dicuci bersih terlebih dahulu, hindari beli sayuran lalapan dari luar rumah, lebih aman diolah sendiri di rumah karena dijamin kebersihannya.
  6. makan buah harus dicuci dulu kulitnya yang bersih pake sabun buah dan sayur.
  7. rajin cuci tangan tiap kali selesai pegang hewan peliharaan. Memang susah banget menghindari pegang hewan peliharaan karena mesti mereka itu manja dan lengket pada tuannya sehingga sebaiknya rajin-rajin saja merawat dan bawa ke dokter hewan serta jangan malas cuci tangan. Sahabat nabi bernama Abu Hurairoh terkenal dengan julukan Bapaknya Kucing saja aman-aman saja punya kucing puluhan, jadi semoga para ibu-ibu yang memelihara makhluk Allah yang lucu tersebut juga memperoleh rahmat sebagaimana Abu Hurairoh dan semoga menjadi peringan bahkan pembebas dari siksa neraka akibat banyaknya dosa kita.

sumber bacaan:

  1. Stray-Pedersen B. Toxoplasmosis in pregnancy. Baillieres Clin Obstet Gynaecol. 1993;7(1):107–37. [PubMed] [Google Scholar]
  2. Liesenfeld O, Press C, Montoya JG, Gill R, Isaac-Renton JL, Hedman K, et al. False-positive results in immunoglobulin M (IgM) toxoplasma antibody tests and importance of confirmatory testing: the Platelia Toxo IgM test. J Clin Microbiol. 1997;35(1):174–8. [PMC free article] [PubMed] [Google Scholar]
  3. Hedman K, Lappalainen M, Seppäiä I, Mäkelä O. Recent primary toxoplasma infection indicated by a low avidity of specific IgG. J Infect Dis. 1989;159(4):736–40. [PubMed] [Google Scholar]
  4. Iqbal J, Khalid N. Detection of acute Toxoplasma gondii infection in early pregnancy by IgG avidity and PCR analysis. J Med Microbiol. 2007;56(Pt 11):1495–9. doi: 10.1099/jmm.0.47260-0. [PubMed] [CrossRef] [Google Scholar]
  5. Montoya JG. Laboratory diagnosis of Toxoplasma gondii infection and toxoplasmosis. J Infect Dis. 2002;185(Suppl 1):S73–82. doi: 10.1086/338827. [PubMed] [CrossRef] [Google Scholar]
  6. Petersen E, Borobio MV, Guy E, Liesenfeld O, Meroni V, Naessens A, et al. European multicenter study of the LIAISON automated diagnostic system for determination of Toxoplasma gondii-specific immunoglobulin G (IgG) and IgM and the IgG avidity index. J Clin Microbiol. 2005;43(4):1570–4. doi: 10.1128/JCM.43.4.1570-1574.2005. [PMC free article] [PubMed] [CrossRef] [Google Scholar]
  7. Pour Abolghasem S, Bonyadi MR, Babaloo Z, Porhasan A, Nagili B, Gardashkhani OA, et al. IgG avidity test for the diagnosis of acute Toxoplasma gondii infection in early pregnancy. Iran J Immunol. 2011;8(4):251–5.IJIv8i4A8 [PubMed] [Google Scholar]
  8. Merz E. Ultrasound in obstetrics and gynecology. Vol. 1: obstetrics. 2nd ed. New York, NY: Thieme; 2004. [Google Scholar]
  9. Paquet C, Yudin MH. Toxoplasmosis in pregnancy: prevention, screening, and treatment. J Obstet Gynaecol Can. 2013;35(1):78–9. [PubMed] [Google Scholar]
  10. Wallon M, Liou C, Garner P, Peyron F. Congenital toxoplasmosis: systematic review of evidence of efficacy of treatment in pregnancy. BMJ. 1999;318(7197):1511–4. [PMC free article] [PubMed] [Google Scholar]
  11. Peyron F, Wallon M, Liou C, Garner P. Treatments for toxoplasmosis in pregnancy. Cochrane Database Syst Rev. 2000;(2):CD001684. doi: 10.1002/14651858. CD001684. [PubMed] [CrossRef] [Google Scholar]
  12. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4046541/

oke deh… udah cape nih…

 

Dr. Cucuk Santoso, SpOG

dokter spesialis kandungan

group facebook:

  1. untuk umum: IBU HAMIL KIUTTT HELLO KITTY
  2. untuk pasien pribadi saya: PASIEN DOKTER CUCUK
  3. untuk bidan: BIDAN KIUTTT HELLO KITTY

fanpage: dr. cucuk santoso, spog

alamat praktek:

apotek kimia farma green village

perumnas teluk jambe – karawang barat

PAGI:

senin rabu  jam 08.00-10.00

selasa kamis sabtu jam 10.00-12.00

SORE/ MALAM

senin rabu jumat jam 16.00-20.00

selasa kamis jam 18.00-21.00

sabtu jam 16.00-17.00

 

 

TULISAN 130. WANITA HAMIL DENGAN HEPATITIS B (HBsAg positif)

Dokter kandungan pada setiap kesempatan akan menawarkan pada wanita hamil untuk melakukan pemeriksaan laboratorium dalam hal ini pemeriksaan lab hepatitis B yang bertujuan u ntuk mendeteksi adanya kondisi yang sangat menular akibat penyakit hepatitis B sehingga akan mengurangi risiko penularan virus hepatitis B dari ibu ke bayi. Wanita ditemukan mengidap hepatitis B selama kehamilan akan ditangani oleh tim dokter antara lain dokter penyakit dalam dan dokter kandungan. Bila dari hasil laboratorium didapatkan tingkat virus yang tinggi maka bila pasien mampu dan bila dicover oleh asuransi BPJS atau asuransi swasta atau perusahaan maka dokter akan memberikan obat antivirus untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya penularan dari ibu hamil ke janin dalam kandungan. Tidak hanya itu, bayi yang baru lahir dari wanita yang menderita hepatitis B juga akan diberikan imunisasi aktif segera setelah lahir dalam 24 jam pertama. Saat ini alhamdulillah program pemerintah sudah memandatkan bahwa setiap bayi lahir akan diberikan imunisasi aktif (vaksinasi hepatitis B).

Di Australia, diperkirakan prevalensi infeksi hepatitis B kronis adalah 0,97 persen dengan kurang lebih 209.000 orang yang hidup dengan infeksi hepatitis B pada tahun 2011. Mayoritas penderita hepatitis B kronis tersebut berasal dari wilayah Asia-Pasifik, Mediterania, Eropa Timur, Afrika dan Amerika Latin. Angka kesakitan yang tinggi tersebut juga merupakan sumbangan dari orang-orang beresiko tinggi yaitu penganut sex bebas dan pengguna obat-obatan terlarang seperti narkotika dan morfin. Data ini diperoleh dari European Association for the Study of the Liver. EASL Clinical Practice Guidelines: Management of chronic hepatitis B virus infection. Journal of Hepatology. 2012;57:167-85. Untuk data penduduk Indonesia saya masih belum nemu tuh… gak tau mau cari dimana.

Infeksi hepatitis B kronis didefinisikan sebagai deteksi adanya antigen permukaan Hepatitis B (HBsAg) yang persisten untuk lebih dari 6 bulan setelah paparan awal virus. Risiko infeksi kronis lebih tinggi pada mereka yang terkena infeksi hepatitis B sejak usia muda. kira-kira 90% bayi yang terinfeksi hepatitis B akan mengalami infeksi hepatitis B kronis atau seumur hidup, dibandingkan dengan mereka yang terkena infeksi hepatitis B pada usia dewasa yaitu hanya sekitar 5% saja yang berkembang menjadi hepatitis B kronis.
Penularan perinatal (penularan dari ibu hamil ke janin dalam kandungan) ditengarai sebagai penyebab utama penularan hepatitis B di negara endemis hepatitis B. 40% penderita infeksi hepatitis B kronis dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang parah akibat dari perkembangan penyakit tersebut menjadi sirosis hati (hati mengkerut alias hati mengecil alias hati remuk) yang selanjutnya karsinoma hepatoseluler (kanker hati).

Model penularan penyakit hepatitis B sebagai berikut:

  1. dari ibu hamil ke janin dalam kandungannya.
  2. hubungan sex terutama sex bebas.
  3. pemakaian obat terlarang terutama jenis suntikan.
  4. transfusi darah atau cairan kimia lainnya. Saat ini pihak PMI (palag merah Indonesia) sudah memberlakukan proses skrinning yang superketat terhadap produk darah donor dengan melakukan pemantauan super ketat untuk penyakit virus dalam darah donor misalnya hepatitis B, hepatitis C, syphillis, malaria, HIV, dll. Itulah sebabnya kenapa kok kalo ada pasien yang butuh darah mesti bayar ke PMI, bukan bayar darahnya (karena darah itu gratis) tetapi bayar alat dan bahan untuk mendeteksi itu semua. Istilah dalam medis disebut dengan crossmatching darah. Dalam kondisi super emergensi kadang-kadang dokter tidak dapat meminta kesiapan darah crossmatching karena dihadapkan pada situasi dimana butuh darah super cepat akibat kondisi pasien perdarahan hebat dan gak mungkin menunggu 2 jam untuk proses crossmatching. Tertular penyakit masih lama matinya, tapi kalo kehabisan darah maka matinya saat itu juga. Pasien mau pilih mana ? Sulit ya menjadi dokter karena dokter bedah dan dokter kandungan seringkali tak punya waktu untuk berpikir bila dihadapkan pada situasi perdarahan hebat dan tak terkendali. Hal ini diperbolehkan dengan alasan keselamatan pasien adalah nomor 1 dan tak mungkin menunggu darah lebih lama lagi misalnya suasana perang atau situasi perdarahan yang sulit dikendalikan. Tidak semua dokter bisa menjadi dokter kandungan, tidak semua dokter bisa menjadi dokter bedah.

Nah karena saya seorang dokter kandungan maka sekarang saya bahas yang kaitannya dengan kehamilan saja. Ada beberapa pertanyaan yang muncul diantaranya:

  1. bolehkah wanita hamil dengan HBsAg (+) menjalani prosedur invasive untuk deteksi kelainan kromosom pada janin (deteksi down syndrome) ? Pada wanita hamil yang membutuhkan prosedur diagnostik invasive seperti halnya amniocentesis (melobangi perut ibu hamil dengan jarum tembus ke rahim s/d ketuban untuk mengambil cairan ketuban) atau CVS (chorionic villus sampling) maka bila ternyata ibu hamil tersebut menderita hepatitis B atau HBsAg (+) maka sebaiknya dicarikan model diagnostik lain seperti NIPT (non invasive prenatal testing). Seekedar informasi bahwa NIPT ini harganya supermahal yaitu sekitar 9-15 juta dan berguna untuk deteksi kelainan kromosom pada janin misalnya deteksi janin IQ rendah atau tidak, deteksi cacat otak janin, dll. Bila kadar virus/ viral load hepatitis sangat tinggi maka ada resiko terjadinya penularan ke janin saat melakukan prosedur amniocentesis atau CVS.
  2. bagaimana dokter kandungan/ dokter penyakit dalam bisa tahu bahwa ada kemungkinan terjadinya penularan dari ibu hamil ke janin dalam kandungan ? Hmm karena para dokter tersebut sudah mempelajari ilmu debus sebelumnya ha ha ha… ya gak lah… para dokter tersebut tahu setelah melakukan pemeriksaan laboratorium lanjutan. Perlu disadari oleh semua wanita hamil yang menderita HBsAg (+) bahwa resiko penularan tertinggi pada janin adalah saat lahir normal (tertular dari cairan vagina ibu) dan saat sesar (dari darah ibu). Nahhh bingung toooo… mau lahir normal atau operasi sesar nih ??? pada wanita hamil dengan HBsAg (+) maka dokter akan menganjurkan (bila pasien mampu secara ekonomi) untuk melanjutkan pemeriksaan HBeAg. Bila HBeAg (+) maka 70-90% janin mesti akan tertular infeksi hepatitis B dari ibunya. Bila HBeAg (-) maka insya Allah resiko penularannya lebih kecil yaitu hanya sekitar 10-40% saja. Setelah HBeAg (+) maka dokter akan meminta untuk periksa lab lanjutan… lagi-lagi hanya bila kondisi ekonomi pasien gak morat-marit ya… sebab mehong bingitsss booookkk… yaitu periksa HBV Viral Load dimana bila hasilnya > 108 IU/ml maka kemungkinan besar janin sudah tertular oleh ibunya, dan pada kondisi ini biasanya pemberian imunisasi profilaksis sepertinya 10% akan mengalami kegagalan. Pemeriksaan panel hepatitis B yang lengkap di atas bertujuan untuk memberikan kesempatan wanita hamil memperoleh terapi antivirus bila dibutuhkan sebelum melahirkan sehingga dapat menurunkan kadar viral load sehingga diharapkan angka kegagalan imunisasi profilaksis pasca melahirkan dapat lebih ditekan lagi. Tak hanya itu, dokter juga akan periksa kadar enzym liver wanita hamil untuk melihat tingkat keparahan kerusakan liver akibat penyakit hepatitis B.
  3. memangnya boleh ya ibu hamil dengan hepatitis B diberikan obat antivirus ? dari hasil penelitian didapatkan bahwa ibu hamil yang memperoleh antivirus selama hamil ternyata dapat menekan akan penularan ke janin s/d 5%. Tentu saja gak bisa 100% tak terkena infeksi hepatitis B tetapi dari hasil studi pre-protocol yang dilakukan terdapat kelompok ibu hamil yang kasus penularannya 0% setelah diberikan obat antivirus tenovovir. Penelitian ini dilakukan oleh  Calvin Q. Pan MD, Zhongping Duan, M.D., Erhei Dai, M.D., Shuqin Zhang, M.D., Guorong Han, M.D., Yuming Wang, M.D., Huaihong Zhang, M.D., Huaibin Zou, M.D., Baoshen Zhu, M.D.,Wenjing Zhao, M.D., and Hongxiu Jiang, M.D., for the China Study Group for the Mother-to-Child Transmission of Hepatitis B. Tenofovir to Prevent Hepatitis B Transmission in Mothers with High Viral Load. The New England journal of medicine. 2016(374):2324-34. Orang luar negeri itu memang hebat karena mereka niat banget untuk menyehatkan warga negaranya, bandingkan dengan kita… asuransi BPJS saja paket murah minta selamet, paket murah tapi kualitas rendah… pengen Indonesia seperti luar negeri ? mimpiiii… 1000 tahun lagi belum tentu bisa… dah keburu kiamat. kalo BBPJS rugi maka dokter langsung dituduh fraud, rumah sakit dituduh fraud… padahal yang bobrok itu BPJS, masyarakat yang dirugikan… minta rujukan saja… sulitnya ampun-ampun.
  4. apakah saya boleh lahiran normal ataukah saya harus operasi sesar ? dari hasil berbagai penelitian menunjukkan bahwa apapun model persalinannya tidak mencegah atau menurunkan tingkat penularan dari ibu hamil ke janinnya. Oleh sebab itu maka cara melahirkan janinnya mengikuti indikasi obstetric misalnya kalo macet ya sesar, kalo sungsang ya sesar, kalo kepala dibawah maka boleh dicoba untuk lahiran normal. ini rekomendasinya B lo… artinya rekomendasinya kuat banget.
  5. lalu bayi saya yang baru lahir akan diapakan supaya resiko tertular hepatitis B lebih rendah kemungkinannya ? setiap bayi baru lahir dari ibu dengan HBsAg (+) akan diberikan imunoglobulin B (HBiG 100 IU)… harganya sekitar Rp 4.000.000,- saja… lalu diberikan juga vaksinasi hepatitis B. Dari kombinasi di atas maka tingkat penularan turun menjadi 0.08% tetapi bayi tetap akan diikuti dan dipantau oleh dokter anak (tentu saja kalo ibunya bayi mau aktif dan sedikit rewel ke dokter anaknya). Semua tergantung ibunya dan ayahnya, kalo aktif maka pertolongan dokter akan efektif, kalo malas ya resiko tanggung sendiri.
  6. bolehkah ibu nifas hepatitis B menyusui bayinya ? boleh… asalkan bayinya sudah diberikan HBiG dalam 24 jam setelah lahir. apalagi kalo dilanjutkan dengan pemberian vaksinasi hepatitis B dalam 7 hari setelah lahir. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap bayi lahir dari ibu hamil dengan hepatitis B dan bayi tersebut telah diberikan HBiG maka resiko penularan melalui kegiatan menyusui ASI tidak meningkat. sebaiknya ibu nifas hepatitis B diberikan antivirus hepatitis B selama masa menyusui bayinya sesuai dengan anjuran yang diberikan oleh dokter penyakit dalam yang mengobatinya. Dalam ASI ibu akan terdeteksi adanya virus hepatitis tetapi dari hasil penelitian didapatkan bahwa pada bayi yang mendapatkan HBiG saat lahir dan bayi itu menyusui pada ibunya maka tidak terdapat peningkatan resiko penularan dari ibu ke bayi dari aktivitas menyusui tersebut. Dalam bahasa aslinya sebagai berikut: Is there a difference in rates of HBV infections between breast-fed infants and formula-fed infants? While HBV has been detected in the breastmilk of HBsAg-positive women, a recent meta-analysis of 32 studies has reported no differences in rates of HBV infections in breast-fed infants, when compared to formula-fed infants, provided appropriate immunoprophylaxis has been given at birth (Zheng Y, Lu Y, Ye Q, Xia Y, Zhou Y, QingqingYao, et al. Should chronic hepatitis B mothers breastfeed? a meta analysis. BMC Public Health. 2011;11:502).

udah deh… capek nih…

Dr. Cucuk Santoso, SpOG

dokter spesialis kandungan

group facebook:

  1. IBU HAMIL KIUTTT HELLO KITTY
  2. PASIEN DOKTER CUCUK

TULISAN 128. MANFAAT VAKSINASI TDap SELAMA KEHAMILAN (bagian 1)

Batuk rejan/ pertusis adalah penyakit yang sangat menular. Walopun vaksinasi TDap untuk mencegaj penyakit tetanus dan batuk rejan merupakan vaksin yang sangat efektif dan aman pada kehamilan tetapi daya perlindungannya tidak lama sehingga itulah yang menjadi alas an kenapa penyakit batuk rejan masih tetap menjadi hantu pada kehidupan bayi dalam 1 tahun pertama kehidupannya. Namun demikian, ibu hamil yang memperoleh vaksinasi TDap selama kehamilan masih merupakan cara terbaik untuk mencegah batuk rejan dan komplikasinya.

Ingat ya… Hanya Anda yang bisa memberi bayi Anda perlindungan terhadap batuk rejan sebelum bayi Anda lahir. konsultasikan dengan dokter kandungan tentang vaksinasi yang melindungi buah hati anda dari serangan penyakit batuk rejan (pertussis) selama trimester ketiga Anda (perlindungan yang diberikan sejak sebelum bayi anda lahir). Nama vaksin tersebut adalah TDap.

Batuk rejan adalah penyakit serius yang bisa mematikan bagi bayi. Sayangnya, bagi bayi tidak mendapatkan vaksinasi sejak dalam kandungan dan ketika bayi itu lahir maka system pertahanan tubuhnya memulai membangun perlindungan terhadap batuk rejan dalam 2 bulan pertama kelahirannya. Artinya bayi itu usaha sendiri. Berarti ada gap 2 bulan dimana apabila bayi gagal membangun system pertahanan tubuh untuk mencegah terkena penyakit batuk rejan maka tentunya akan sangat berbahaya bagi kehidupan (pernafasan bayi). Nah… hindari celah/ gap system perlindungan ini dengan mendapatkan vaksin batuk rejan selama trimester ketiga kehamilan Anda yaitu ibu hamil sebaiknya melakukan vaksinasi TDap. Kalo di Amerika Serikat vaksinasi ini dimulai pada trimester 3 kehamilan yaitu pada umur 28 minggu ke atas. Dengan melakukan vaksinasi TDap, maka Anda memberikan antibody/ kekebalan kepada bayi Anda sebelum lahir. Antibodi ini membantu melindungi bayi Anda dalam beberapa bulan pertama kehidupan dimana system pertahanannya mulai membangun kekuatan untuk mencegah tertular penyakit berbahaya.

Setiap wanita akan membutuhkan Vaksin Batuk Rejan (vaksin TDap) pada setiap kehamilannya. Bahkan pusat research, pengobatan, dan pengendalian penyakit Amerika Serikat atau yang dikenal dengan sebutan CDC merekomendasikan wanita hamil mendapatkan vaksin batuk rejan (vaksin TDap)  antara 27 dan 36 minggu setiap kehamilan, lebih baik vaksnin itu diberikan pada awal periode waktu tersebut. American College of Obstetricians dan Icon Gynaecologists external dan American College of Nurse-Midwivesexternal icon mendukung rekomendasi ini. Rekomendasi dari CDC ini didukung oleh persatuan dokter spesialis kandungan Amerika Serikat (ACOG).

Mendapatkan vaksin batuk rejan (vaksin TDap) saat Anda hamil sangat aman untuk Anda dan bayi Anda. Efek samping yang paling umum antara lain:

  1. Nyeri, kemerahan, atau bengkak di tempat suntikan diberikan.
  2. Sakit kepala.
  3. Pegal-pegal.
  4. Merasa lelah.

Efek samping yang parah sangat jarang. Vaksin batuk rejan tidak menyebabkan penyakit batuk rejan. Mendapatkan vaksin TDap selama kehamilan adalah cara terbaik untuk membantu melindungi bayi Anda dari batuk rejan di awal kehidupannya. Kok bisa ? Ketika bayi — bahkan bayi yang sehat sekalipun — bila terserang batuk rejan, maka ini bisa sangat serius dampaknya karena sistem kekebalan tubuh mereka masih berkembang. Bayi tersebut bisa terkena pneumonia (infeksi paru-paru berat yang mengancam nyawa), dan banyak bayi-bayi yang mengalami kesulitan bernapas bila terkena batuk rejan/ pertusis. Angka kematian akibat batuk rejan atau pertussis sangat tinggi yaitu mencapai 50% kasus.

Hmm… kalo di Indonesia rasanya hanya Rumah Sakit tertentu yang menyediakan vaksin TDap. Program pemerintah hanya memberikan suntikan TT pada ibu hamil dan pada bayi baru lahir diberikan vaksinasi DPT. Sebaiknya ibu hamil dapat mengkonsultasikan ke dokter spesialis anak untuk masalah pencegahan penyakit batuk rejan dan tetanus pada bayi.

Bagi ibu hamil dapat follow saya di group facebook:

  1. ibu hamil umum: IBU HAMIL KIUTTT HELLO KITTY
  2. pasien saya pribadi: PASIEN DOKTER CUCUK

setiap pertanyaan di group facebook harus dijawab supaya anda bisa diterima masuk group facebook tersebut.

 

TULISAN 126. DIARE KETIKA HAMIL

Diare selama kehamilan adalah salah satu ketidaknyamanan perut yang dialami oleh beberapa wanita hamil yang lumayan sering terjadi. Diare didefinisikan sebagai buang air besar cair lebih dari 3x dalam periode 24 jam. Nah pada wanita hamil yang diare mesti mendapatkan perhatian khusus yaitu dapat menimbulkan komplikasi dehidrasi akibat kekurangan cairan dan elektrolit. Dehidrasi bisa berakibat serius pada kehamilan, bahkan dapat mematikan. Wanita hamil perlu banyak minum bila mengalami diare, tentunya mengkonsumsi minuman atau makanan berair yang mengandung elektrolit lebih diutamakan. Ingat ya… walopun diare jarang mengancam jiwa bila ditangani dengan baik, tetapi tidak boleh dianggap remeh, terutama saat hamil.

Apa sih yang dapat menyebabkan diare pada wanita hamil ?

  1. Perubahan system hormonal selama hamil.
  2. Perubahan kerja system pencernaan makanan saat kehamilan. Gerakan usus dan lambung akan melambat sehingga kadang-kadang pada sebagian wanita hamil dapat menimbulkan BAB lembek atau bahkan diare.
  3. Saat hamil mengalami perubahan pola makanan yang dimakan sehari-hari daripada makanan biasanya (sebelum hamil). Misalnya selama hamil senang makan golok, ya udah deh akibatnya terjadi diare kecuali wanita hamil tersebut seorang pendekar debus.
  4. Wanita hamil sensitive atau alergi terhadap makanan tertentu.
  5. Penyakit akibat virus.
  6. Penyakit akibat bakteri.

Diare pada trimester ketiga kehamilan merupakan hal yang tidak biasa dan harus lebih mendapatkan perhatian khusus karena terdapat beberapa kemungkinan yaitu:

  1. Lebih mungkin terjadi ketika wanita hamil mendekati tanggal HPL (hari perkiraan lahir). Diare ini bisa menjadi tanda bahwa persalinan sudah dekat, dan itu bisa terjadi tepat sebelum persalinan atau beberapa minggu sebelum persalinan. Yang sangat tidak diharapkan adalah jika terjadi diare jauh beberapa minggu sebelum tanggal HPL yaitu masih pada periode kelahiran prematur sehingga dokter biasanya akan melakukan penanganan segera dan mengevaluasi penyebab diare tersebut sebagai ikhtiar untuk mencegah kontraksi dini sehingga diharapkan tidak berujung pada persalinan premature.
  2. Dapat juga disebabkan oleh kuman bakteri/ virus sehingga perlu segera berobat ke dokter kandungan.

Bagaimana cara mengatasi diare saat hamil ?

  1. Banyak minum.
  2. Rajin makan buah berair.
  3. Makan tambah rajin.
  4. Segera berobat ke dokter kandungan/ dokter penyakit dalam.

Bagaimana cara mencegah terjadinya diare ? sebetulnya tidak semua diare bisa dicegah, tetapi terdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh wanita hamil untuk mencegah timbulnya diare akibat penyakit yaitu:

  1. Makan makanan matang.
  2. Minum air yang telah dimasak mendidih. Jangan diminum saat mendidih ya… itu mah sundel bolong yang minum air panas…
  3. Kurangi jajan diluar, lebih baik masak sendiri.
  4. Bagi yang suka buah, jangan makan buah yang tak dikupas sendiri. Cuci buah sebelum mengupas. Hindari buah-buahan yang terkontaminasi tanah misalnya salak, nanas, manga jatuh, dll.
  5. Hindari bepergian jauh ke luar kota terutama ke daerah yang kurang baik sanitasi lingkungannya.
  6. Selalu cuci tangan sebelum makan minum.
  7. Jangan suka memegang atau menyentuh benda-benda di mall seperti karet tangga berjalan, pegangan pagar pembatas lantai mall, sering salaman sama orang lain, dll. Intinya jagalah tangan anda sehingga TAK BERKUMAN.

TULISAN 125. PENYAKIT SYPHILLIS DALAM KEHAMILAN

Sifilis adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri spiroset Treponema pallidum sub-spesies pallidum. Rute utama penularannya melalui kontak seksual; infeksi ini juga dapat ditularkan dari ibu ke janin selama kehamilan atau saat kelahiran, yang menyebabkan terjadinya sifilis kongenital. Penyakit lain yang diderita manusia yang disebabkan oleh Treponema pallidum termasuk frambusia atau patek (subspesies pertenue), pinta (sub-spesies carateum), dan bejel (sub-spesies endemicum).

Ingat… ! Sifilis adalah infeksi yang terutama ditularkan secara seksual. Infeksi sifilis yang tidak diobati pada wanita hamil dapat ditularkan ke janin (sifilis kongenital) setiap saat selama kehamilan atau saat kelahiran. Sifilis kongenital dikaitkan dengan lahir mati, kematian neonatal, dan morbiditas yang signifikan pada bayi. Semua wanita hamil sebaiknya dianjurkan untuk menjalani skrining secara serologis untuk mendeteksi penyakit sifilis sejak awal kehamilan.

Penampilan awal sifilis sulit didiagnosisis secara klinis. Penegakkan diagnosisnya melalui tes darah atau pemeriksaan visual secara langsung menggunakan mikroskop. Pemeriksaan darah adalah cara yang umum digunakan, karena lebih mudah dilakukan. Di Amerika Serikat, sebagian besar negara bagian di sana bahkan mewajibkan skrining sifilis pada saat kunjungan antenatal pertama kali… jadi begitu test hamil positif dan pasien melakukan kontrol ke dokter kandungan, maka secara otomatis pasien hamil harus mau untuk menjalani deteksi dini sifilis dalam kehamilan.

Untuk komunitas dan populasi masyarakat di suatu negara bagian Amerika Serikat yang memiliki prevalensi sifilis tinggi dan untuk wanita berisiko tinggi untuk terjangkit infeksi sifilis maka dianjurkan untuk menjalani tes serologis sifilis dua kali selama trimester ketiga yaitu pada umur kehamilan 28-32 minggu dan diulangi pada saat mendekati persalinan. Sebaiknya wanita yang memiliki kematian janin dalam rahim setelah usia kehamilan 20 minggu dites untuk sifilis.

Skrining untuk infeksi sifilis pada kehamilan terdiri dari dua langkah yaitu:

  1. tes pertama adalah tes antibodi “nontreponemal” – VENEREAL DISEASE RESEARCH LABORATORY (VDRL) atau tes RAPID PALSMA REAGIN (RPR)
  2. tes pendeteksian antibodi “treponemal” – TREPONEMAL PALLIDUM PARTICLE AGGLUTINATION TEST (TPPA/ TPHA).

Wanita hamil dengan hasil seropositif harus dianggap terinfeksi sifilis kecuali terdapat riwayat pengobatan yang adequat dan didokumentasikan dengan jelas dalam catatan medis dan dari hasil pemriksaan ulangan untuk titer antibodi sifilis secara serologis telah menurun secara signifikan. Secara umum, risiko untuk infeksi janin antepartum (dalam rahim) atau sifilis kongenital saat persalinan terkait dengan level/ stadium penyakit  sifilis selama kehamilan, dengan risiko tertinggi terjadi pada stadium primer dan sekunder. Titer serologis nontreponemal wanita hamil secara kuantitatif, terutama jika kadarnya > 1:8, maka mungkin sedang terjadi infeksi sifilis baru dan sedang dalam fase bakteriemia (kuman berjalan dalam darah). Namun demikian, tetap saja risiko infeksi janin masih signifikan pada wanita hamil dengan sifilis stadium laten lanjut walopun titer serologisnya  rendah, dalam hal ini bila wanita hamil belum memperoleh pengobatan yang adequat.

Bila wanita hamil telah diobati secara adequat dan dari hasil follow up titer serologis sifilis stabil dan rendah maka hal demikian tak perlu diberikan pengobatan sifilis lagi. Tetapi bila kadar titer serologisnya meningkat kembali atau setelah pengobatan yang adequat didapatkan kadar titer serologis sifilis tetap tinggi maka menandakan:

  1. infeksi berulang
  2. pengobatan gagal

pengobatan sifilis merupakan pengobatan yang lumayan ada resiko karena kuman sifilis itu kalo dibunuh pakai antibiotika maka kuman yang mati itu menimbulkan racun sehingga dapat menyebabkan reaksi JARISH HERXHEIMER dimana pada wanita hamil lumayan bikin cemas karena dapat menyebabkan kontraksi prematur, lahir prematur, gawat janin dan yang sangat jarang adalah janin game over dalam rahim. Tapi kalo gak diobatin maka janin dan ibunya akan menderita penyakit infeksi sifilis.

Reaksi Jarisch- Herxheimer seringkali dimulai setelah satu jam pengobatan dan bertahan selama 24 jam, dengan gejala demam, nyeri otot, sakit kepala, dan takikardia. Takikardia disebabkan oleh sitokin yang dikeluarkan oleh sistem kekebalan tubuh sebagai respons terhadap lipoprotein yang dikeluarkan dari bakteri sifilis yang pecah.

Salah satu pencegahan infeksi sifilis adalah pola kehidupan sex yang sehat dan halal. Suami harus waspada terhadap PELAKOR, isteri juga waspada terhadap PEBINOR.

Apa sih bahaya yang dapat ditimbulkan oleh penyakit sifilis terhadap janin dalam rahim yang dikenal dengan sebutan kongenital syphillis ?

  1. hidrocephalus (kepala besar dan berisi air yang banyak).
  2. Liver janin membesar.
  3. Perut janin membesar dan berisi air.
  4. Kulit bayi terisi air yang dikenal dengan istilah hydrops.
  5. Janin mengalami anemia dalam rahim.

Kalo janin sudah mengalami hal diatas maka tidak ada pengobatan yang bisa dilakukan selama dalam rahim. Pengobatan tertentu bisa dilakukan setelah bayi lahir misalnya hidrocephalus yang tentu saja mungkin hasilnya tetap tak bisa seperti yang diharapkan.

Wanita hamil yang diketahui menderita syphillis maka disarankan untuk melakukan test HIV. Sifilis terutama ditularkan melalui kontak seksual atau selama kehamilan dari ibu ke janinnya; spiroseta mampu menembus membran mokusa utuh atau ganguan kulit. Oleh karena itu dapat ditularkan melalui mencium area di dekat lesi, serta seks oral, vagina, dan anal. Sekitar 30 sampai 60% dari mereka yang terkena sifilis primer atau sekunder akan terkena penyakit tersebut. Sebagian besar (60%) dari kasus baru di United States of America (USA) terjadi pada laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. Penyakit tersebut dapat ditularkan lewat produk darah. Namun, produk darah telah diuji di banyak negara dan risiko penularan tersebut menjadi rendah. Risiko dari penularan karena berbagi jarum suntik tidaklah banyak. Sifilis tidak dapat ditularkan melalui dudukan toilet, aktivitas sehari-hari, bak panas, atau berbagi alat makan serta pakaian.

Bagaimana cara mencegah tertular syphillis ?

  1. Cara yang paling pasti untuk mencegah penyebaran penyakit menular seksual adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual.
  2. Pencegahan yang 100% efektif adalah menikah dengan perawan yang sehat. Jika belum dapat, lampiaskan birahi dengan melakukan masturbasi.
  3. Penggunaan kondom dapat mengurangi risiko penularan penyakit.
  4. Pastikan toilet yang digunakan higienis, hindari penggunaan toilet duduk di tempat umum.
  5. Segera obati bila ada keluhan seperti di atas.

SUMBER:

  1. Eccleston, K (March 2008). “Primary syphilis”. International journal of STD & AIDS. 19 (3): 145–51. doi:10.1258/ijsa.2007.007258. PMID 18397550
  2. Kent ME, Romanelli F (2008). “Reexamining syphilis: an update on epidemiology, clinical manifestations, and management”. Ann Pharmacother. 42 (2): 226–36. doi:10.1345/aph.1K086. PMID 18212261
  3. “Syphilis – CDC Fact Sheet”. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). 16 September 2010.
  4. https://www.cdc.gov/std/tg2015/syphilis-pregnancy.htm
  5. https://en.wikipedia.org/wiki/Jarisch%E2%80%93Herxheimer_reaction
  6. https://id.wikipedia.org/wiki/Sifilis
  7. S. Preventive Services Task, Force (May 2009 19). “Screening for syphilis infection in pregnancy: U.S. Preventive Services Task Force reaffirmation recommendation statement”. Annals of internal medicine. 150 (10): 705–9. PMID 19451577

 

TULISAN 19. PENYAKIT ASTHMA KAMBUH SAAT HAMIL

Penyakit asma selama kehamilan adalah kondisi gangguan pernafasan paling umum yang dapat mempengaruhi fungsi paru-paru selama masa kehamilan. Dari hasil studi epidemiologi penyakit telah diketahui bahwa sebanyak 8 persen wanita hamil di seluruh dunia menderita asma. Banyak wanita hamil yang khawatir tentang apakah kehamilan akan memperparah penyakit asma mereka dan apakah penyakit asma dapat membahayakan janin dalam kandungan. Dengan terapi asma yang tepat dan teratur, kebanyakan wanita hamil dapat bernapas dengan mudah, menjalani kehamilan yang normal, dan melahirkan bayi yang sehat. Secara keseluruhan, resiko penyakit asma yang tidak terkontrol jauh lebih besar daripada resiko mengonsumsi obat-obatan untuk mengendalikan penyakit asma dalam kehamilan.

 

Terapi asma selama kehamilan yang paling memberikan hasil terbaik adalah ketika seorang wanita hamil menerima perawatan medis rutin untuk mengobati asmanya di dokter penyakit dalam dan kontrol kehamilan secara teratur ke dokter kandungan. Ada baiknya sebelum hamil, wanita yang menderita asma mendiskusikan kondisi penyakit asma mereka pada dokter penyakit dalam/ dokter kandungan. Perlu diingat bahwa semua wanita hamil harus melanjutkan pengobatan penyakit asma mereka. Penghentian obat asma pada wanita yang sering kambuh asmanya maka dapat menimbulkan bahaya bagi wanita hamil dan janin dalam kandungannya.

 

Tingkat keparahan asma selama kehamilan bervariasi dari satu wanita ke wanita lain. Selama kehamilan, penyakit asma dapat memburuk/ memberat pada 30% wanita hamil, membaik pada 30% wanita hamil, dan tetap stabil alias sama saja pada 30% wanita hamil. Bahasa gampangnya ya belum jelas apakah asma dapat makin parah atau makin sembuh saat wanita sedang hamil. Terdapat beberapa kondisi yang terjadi pada wanita hamil dengan asthma yaitu:

  1. Di antara wanita yang penyakit asmanya memburuk/ memberat selama kehamilan, ternyata terdapat perbaikan gejala asma antara minggu ke-29 dan ke-36 kehamilan.
  2. Asma umumnya membaik pada bulan terakhir kehamilan, jadi semakin dekat melahirkan maka asmanya biasanya makin jarang kambuh.
  3. Proses persalinan pada wanita hamil yang telah kontrol penyakit asma secara teratur ke dokter penyakit dalam maka penyakit asmanya jarang kambuh selama proses bersalin dan mengejan.
  4. Tingkat keparahan gejala asma selama kehamilan akan terjadi berulang pada kehamilan berikutnya. Artinya bila saat hamil yang sekarang penyakit asmanya sering kambuh maka pada kehamilan berikutnya dapat serupa dengan keparahan pada kehamilan yang sekarang.

 

Faktor-faktor yang meningkatkan atau mengurangi risiko serangan asma selama kehamilan tidak sepenuhnya jelas. Kemungkinan serangan ini tidak konstan/ tidak terjadi terus menerus sepanjang kehamilan; serangan asma tampaknya paling sering antara minggu 17 hingga 24 kehamilan. Penyebab untuk pola ini tidak diketahui, diduga karena beberapa wanita hamil berhenti menggunakan obat pengontrol asma disebabkan oleh rasa takut mereka menggunakan obat-obatan selama hamil. Padahal penghentian obat asma pada wanita yang sering kambuh asmanya dapat menimbulkan bahaya bagi wanita hamil dan janin dalam kandungannya.

 

Wanita yang menderita asma memiliki sedikit peningkatan resiko untuk terjadinya komplikasi kehamilan meskipun sebab-sebabnya belum  diketahui sampai saat ini. Wanita hamil dengan penyakit asma sedikit lebih mungkin untuk memiliki satu atau lebih komplikasi kehamilan sebagai berikut:

  1. Darah tinggi pada kehamilan/ pre-eclampsia.
  2. Kelahiran prematur/ kurang bulan.
  3. Lebih sering terpaksa dilakukan operasi sesar untuk menyelamatkan ibu/ janin dalam kandungannya.
  4. Berat badan bayi yang baru lahir lebih kecil daripada bayi wanita yang tidak asma.

 

Namun, sebagian besar wanita dengan asma dan bayi mereka TIDAK memiliki komplikasi selama kehamilan. Kontrol teratur untuk pengobatan penyakit asma yang baik selama kehamilan dapat mengurangi risiko untuk terjadinya komplikasi selama kehamilan dan persalinan.

 

Beberapa langkah sederhana dapat membantu mengendalikan faktor lingkungan yang dapat memperburuk penyakit asma dan memicu serangan asma, antara lain:

  1. Hindari paparan alergen tertentu yang diketahui menyebabkan gejala asma wanita hamil, terutama bulu hewan peliharaan (seperti bulu atau bulu), debu rumah, dan iritasi nonspesifik, seperti asap rokok, parfum yang wanginya kuat bingits, dan berbagai zat polutan.
  2. Tutup kasur dan bantal dengan penutup plastik atau pakai seprei anti tungau untuk mengurangi paparan tungau dan debu.
  3. Wanita hamil tidak boleh merokok dan jangan mengizinkan siapapun termasuk suami untuk merokok di lingkungan sekitar rumah. Suami kalo mau merokok maka perginya ke terminal atau lapangan bola saja.
  4. Wanita yang akan hamil selama musim hujan/ musim pancaroba sebaiknya mendapatkan suntikan flu di dokter penyakit dalam; vaksinasi flu tidak berbahaya bagi kehamilan. Vaksinasi flu diberikan 1 tahun sekali.

TULISAN 31. LUKA OPERASIKU BASAH

Mungkin kita pernah mengalami peristiwa infeksi pada bekas luka operasi. Sesungguhnya Allah Yang Maha Agung telah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna yaitu adanya kulit manusia. Kulit ini berfungsi sebagai pelindung bagi tubuh untuk mencegah terjadinya infeksi. Tetapi apakah yang terjadi bila kulit kita terluka ? baik karena irisan pisau saat operasi, terjatuh dari sepeda, lecet akibat sepatu, dan lain-lain… semua hal tersebut dimana kondisi kulit sudah berubah dari aslinya maka sangat beresiko untuk menimbulkan infeksi karena berarti benteng pertahanan tubuh sudah koyak atau sudah terbuka.

Saat ini kebetulan saya memperoleh ide untuk membahas infeksi pada luka bekas operasi. Makanya ayo gabung di grup ibu hamil kiuttt hello kitty supaya memperoleh pengetahuan di seputar kehamilan, persalinan (operasi sesar ataupun lahiran normal) dan masa-masa nifas serta menyusui. Prinsip operasi adalah melakukan upaya pertolongan terhadap pasien. Persiapan operasi adalah berusaha untuk meminimalkan resiko terhadap pasien dengan kondisi seoptimal mungkin. Kamar operasi adalah tempat yang paling bersih dan paling steril di dalam wilayah rumah sakit.

Setiap petugas rumah sakit akan melakukan berbagai upaya sangat ketat untuk mencegah timbulnya infeksi pada pasien yang dioperasi. Tidak semua orang boleh masuk kamar operasi. Harus menggunakan pakaian khusus dan alas kaki khusus kamar operasi. Tapi… tetap saja resiko infeksi selalu mengincar pasien. Kok bisa ? ya. Karena kulitnya sudah tidak utuh lagi alias bekas diiris pisau operasi sehingga sangat mungkin untuk dimasuki oleh kuman kapan saja dan dimana saja.

Infeksi pada bekas operasi dikenal dengan sebutan SURGICAL SITE INFECTIONS atau dalam bahasa sunda disebut dengan INFEKSI LUKA OPERASI. Memangnya berapa persen sih kemungkinan untuk terjadinya infeksi pada bekas operasi ? 1-3% pasien yang dilakukan operasi akan mengalami infeksi karena tidak mungkin manusia bisa 100% mencegah kuman untuk masuk ke dalam tubuh. Artinya bila ada 100 orang yang menjalani operasi maka akan terdapat 1-3 orang yang mengalami infeksi. Itu hasil penelitian di luar negeri (Amerika Serikat) dimana beda alam beda cuaca dengan Indonesia. Kalo di negara tropis (2 musim ) seperti di indonesia maka angkanya mesti lebih tinggi karena kumannya akan lebih banyak sebab kelembaban udaranya juga tinggi.

Infeksi pada luka operasi biasanya terjadi dalam 30 hari pertama pasca operasi. Semakin lama maka kemungkinan infeksi akan makin kecil. Center for Desease Control di Amerika Serikat melakukan penelitian terhadap infeksi luka operasi dan menemukan bahwa terdapat 3 jenis infeksi luka operasi yaitu antara lain:

  1. Superficial incisional SSI (infeksi pada bagian kulit s/d lemak saja).
  2. Deep incisional SSI (infeksi pada bagian otot dan jaringan tubuh sekitar otot).
  3. Organ/ space SSI (infeksi yang mengenai jaringan selain kulit, lemak, otot, dan jaringan sekitar otot). Pada infeksi jenis ini dapat mengenai jaringan berada jauh dibawah otot bahkan termasuk jaringan disekitar organ tempat operasi. Misalnya operasi sesar yang dioperasi adalah rahim tapi mungkin saja ususnya ikutan infeksi, atau lemak perut dalam ikutan infeksi, dan lain-lain.

Apa saja sih gejala dan tanda kemungkinan terjadinya infeksi pada luka operasi ? Infeksi luka operasi apapun dapat menyebabkan gejala dan tanda yang mungkin sama yaitu merah pada bekas lukanya, sembuhnya lama, demam tinggi, nyeri banget pada bekas luka operasi, kalo disentuh terasa panas/ hangat pada tempat operasinya, terasa lembek/ becek, bengkak, dan ditemukan adanya nanah.

Apa sih penyebab luka bisa infeksi setelah operasi ? Lalu faktor resiko apa saja yang memperbesar kemungkinan terjadinya infeksi pada luka bekas operasi ?

Infeksi pada luka operasi disebabkan oleh kuman. Kuman yang paling sering menimbulkan infeksi pada luka operasi adalah bakteri stafilokokus, bakteri streptokokus, dan bakteri pseudomonas. Darimana asal datangnya kuman tersebut ? sebagian besar kuman (90%) berasal dari kulit tubuh pasien, dapat pula kuman yang terbang di udara, dan bisa juga walopun sangat sangat jarang berasal dari peralatan yang digunakan untuk menolong pasien. Dulu kasus infeksi sangat banyak karena pasien banyak berobat di luar rumah sakit, padahal tingkat sterilitas peralatan di rumah sakit sangat tinggi.

Kuman itu sifatnya seperti manusia, suka berjalan-jalan dan berusaha untuk meraih kenikmatan. Nah… bau amis dari darah bekas operasi, bau amis dari cairan lemak tubuh, dan lain-lain itu sangat digemari oleh kuman sehingga kuman berusaha untuk masuk ke dalam tempat dimana kulitnya sudah tidak utuh (bekas irisan saat operasi). Ukuran kuman sangat kecil dan tidak bisa dilihat oleh mata sehingga serapat-rapatnya bekas irisan itu dijahit maka kuman tetap bisa masuk. Sehingga upaya dari pihak dokter dan pasien adalah hanya untuk meminimalkan terjadinya infeksi, tetapi perlu diingat bahwa upaya tersebut tidak bisa mencegah 100%.

Faktor resiko untuk terjadinya infeksi sebetulnya juga tergantung dari jenis operasinya, walopun tidak 100% selalu demikian. Ada beberapa jenis/ golongan operasi di dalam dunia kedokteran, antara lain:

  1. Operasi bersih (clean surgery). Operasi ini dilakukan dengan tidak melibatkan organ dalam tubuh manusia, tidak melibatkan saluran nafas, tidak melibatkan usus, tidak melibatkan lambung, tidak melibatkan rahim, tidak melibatkan kandung kencing, hmmm… pokoknya tidak ada organ dalam tubuh manusia yang terlibat, murni hanya di kulit saja. Tempat operasinya tidak mengalami infeksi, tidak ada infeksi didekat luka operasi, dan pasien sedang tidak mengalami sakit infeksi apapun. Pada saat operasi tidak menyebabkan daerah yang sudah steril rawan terkontaminasi kuman. Operasinya tidak emergensi. Semua operasi bersih pasti dilakukan secara terjadwal (tidak emergensi), tetapi tidak semua operasi elektif (terjadwal) adalah operasi bersih.
  2. Operasi bersih terkontaminasi (clean contaminated surgery). Pada saat dilakukan operasi, daerah operasi bukan merupakan daerah yang terinfeksi tetapi operasinya melibatkan organ jaringan tubuh bagian dalam, operasi melibatkan bagian saluran nafas, operasi melibatkan bagian rahim, melibatkan usus, melibatkan lambung, melibatkan saluran kencing, dan lain-lain. Pada operasi jenis ini, daerah operasi sangat mungkin terkontaminasi oleh kuman karena sangat berdekatan atau berhubungan dengan daerah yang tidak dioperasi tetapi memiliki banyak kuman disana. Contohnya operasi menjahit kandung kencing. Pada kandung kencing terdapat kuman. Nah begitu kandung kencing di iris oleh dokter maka kuman tersebut bergembira ria karena kuman memiliki celah walopun sebesar ujung jarum untuk masuk ke dalam rongga perut. Bila kumannya agresif bin korak bin preman maka kuman tersebut langsung nembus maksa masuk ke dalam rongga perut dan menimbulkan infeksi. Contoh lagi misalnya operasi sesar. Begitu rahim diiris maka kuman-kuman yang ada di dalam vagina akan jingkrak-jingkrak kegirangan karena dapat celah untuk masuk ke dalam rahim dan ke dalam rongga perut sehingga dapat menimbulkan infeksi. Apalagi lagi tempat operasi akan terkontaminasi oleh cairan ketuban bayi sehingga resiko untuk infeksi akan makin tinggi. Contoh lagi pada ibu hamil yang melahirkan normal. Begitu vagina luarnya di gunting untuk memudahkan bayi untuk lahir maka kuman-kuman vampir yang ada di vagina mencium bau darah segarrrrdan berbondong-bondong menyerbu daerah tersebut. Contoh lagi pada saat operasi usus buntu. Begitu usus buntu dipotong maka kuman-kuman dalam usus langsung lari pontang panting menuju tempat yang dipotong tersebut karena dapat kesempatan untuk nembus ke dalam perut. Ini baru kuman yang dekat daerah operasi, belum lagi kuman yang ada di kulit manusia. Walopun sudah mandi 100x tetap saja tidak bisa steril 100%. Alat operasi yang diseteril dengan tekanan uap api super tinggi dan dibakar saja yang bisa 100%, tapi masak tubuh manusia mau dibakar ? ntar bisa-bisa tumornya kembali ke alam baka, orang yang punya tumor ikutan balik ke alam baka nemenin tumornya.
  3. Operasi terkontaminasi (contaminated surgery). Operasi ini dilakukan pada organ tubuh bagian dalam yang sedang mengalam infeksi, pada kulit yang infeksi, pada usus yang infeksi, pada saluran nafas yang infeksi, pada ginjal yang infeksi, pada rahim yang infeksi, dan lain lain.
  4. Operasi kotor (dirty surgery). Operasi ini dilakukan pada daerah yang sungguh-sungguh tercemar kuman. Misalnya operasi patah tulang dengan tulang diluar, operasi kecelakaaan ditubruk pesawat terbang, dan lain-lain.

Walopun penggolongan jenis operasi juga termasuk dalam faktor resiko terjadinya infeksi tetapi tetap saja sangat sulit untuk menentukan apa sih kira-kira yang menjadi sebab infeksi pada suatu operasi. Kondisi yang ditemukan pada saat operasi dapat merubah golongan operasi dari golongan operasi bersih menjadi golongan operasi bersih terkontaminasi dan seterusnya. Yang pasti adalah adanya luka sehingga ada celah bagi kuman untuk masuk ke dalam tubuh kita. Dan kuman sangat senang untuk tumbuh dalam darah, cairan lemak, cairan tubuh lainnya, dan berlanjut untuk tumbuh berkembang biak di daerah tersebut.

Faktor resiko lain yang juga memungkinkan untuk terjadinya infeksi antara lain:

  1. Operasinya sulit dan lama, biasanya lebih dari 2 jam.
  2. Punya penyakit pada saat operasi. Misalnya sedang flu, sedang sakit saluran kencing, sedang sakit paru-paru, sakit kanker, dan lain-lain.
  3. Usianya sudah diatas 35 tahun.
  4. Gemuk/ obesitas. Kalo lemaknya tebal maka produksi cairan lemaknya mesti banyak sehingga lukanya basah terus.
  5. Merokok/ lingkungannya banyak asap rokok
  6. Sistem pertahanan tubuh yang menurun, bisa diakibatkan oleh kelelahan, kurang tidur, stress, pikiran, dan lain-lain.
  7. Punya kencing manis (diabetes mellitus)
  8. Operasi darurat
  9. Semua operasi pada daerah perut dan atau dada.

Bahan-bahan yang dipakai untuk operasi juga bisa menimbulkan reaksi berlebihan oleh tubuh. Misalnya benang operasi. Benang operasi itu dibuat dari protein hewan yang diberikan bahan kimia lalu diproses di pabrik sehingga mejadi benang. Nah berarti benang adalah benda asing dalam tubuh kita. Bila tubuh kita menolak benang tersebut maka akan terjadi reaksi oleh tubuh, bisa keluar cairan, bisa lukanya terbuka, bisa alergi, dan lain-lain.

Bagaimana cara mengurangi resiko infeksi pada tempat operasi ketika kita sedang di rumah ? prinsipnya adalah cuci tangan sesering mungkin. Pada saat membersihkan luka operasi maka suami mesti cuci tangan sebelum merawat luka dan setelah merawat luka. Luka operasi jangan dipegang tanpa kassa steril atau sarung tangan steril. Lebih baik lagi jangan dipegang-pegang kecuali oleh bidan atau dokter. Bila punya kencing manis maka kadar gula darahnya harus normal. Bila gemuk maka harus lebih aktif membersihkan.

Jangan cemas, jangan kuatir, dan jangan panik karena tidak semua infeksi luka operasi harus dijahit ulang walopun lukanya terbuka ataupun bolong. Pakaian kita harus benar-benar bersih dan rajin ganti softex dan atau ganti pakaian dalam. Baju diganti 2x/ sehari. Kalo ada rasa nyeri atau demam atau keluar nanah atau keluar cairan kuning atau keluar darah maka segera kontrol ke dokter.

Sebagian besar luka infeksi pada bekas operasi dapat diobati menggunakan antibiotika. Kadang-kadang dibutuhkan operasi ulang untuk merawat luka yang terinfeksi misalnya untuk mengalirkan nanah, untuk mengangkat bagian tubuh yang infeksi, untuk mengikat pembuluh darah yang bandel (kadang-kadang pembuluh darah itu diikat dikiri, terus pindah cari jalan ke kanan. Hal ini karena pembuluh darah itu saling bercabang/ terhubung), bahkan kadang-kadang pula luka operasi memang harus dibiarkan terbuka supaya lebih mudah untuk membasmi kuman dan supaya tidak menimbulkan penumpukan kuman.

 

 

 

 

TULISAN 40. PENYAKIT ASAM LAMBUNG PADA WANITA HAMIL

Wanita hamil seringkali mengeluhkan adanya rasa panas, rasa terbakar di dada dan nyeri ulu hati, dan ini sudah jamak dikalangan wanita hamil, utamanya yang mempunyai riwayat penyakit maag. Peningkatan asam lambung ataupun gangguan pencernaan selama kehamilan dapat sangat mengganggu kenyamanan wanita hamil karena rasa panas terbakar di dada dan nyeri ulu hati membuat aktivitas sehari-hari wanita hamil dapat terganggu. Wanita hamil gak usah cemas bila mengalami hal tersebut di atas, tetapi sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter kandungan atau dokter penyakit dalam untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Rasa terbakar di dada itu di dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah heartburn dimana didapatkan sensasi rasa terbakar di dada yang dapat bermula dari nyeri uluhati sampe dengan tenggorokan yang disebabkan oleh gastroesophageal reflux (asam lambung tidak turun ke usus tetapi malah naik ke atas ke arah tenggorokan). Rasanya…. jangan ditanya…. saya pun punya penyakit ini padahal saya tidak hamil he he he… ini penyakitnya orang stress… stress karena kerjaan, stress karena listrik naik, stress karena harga bawang, daging, cabe, dll pada naik semua… putus cinta… mesti stresss, putus hubungan kerja… mesti stress, dimarahin mertua… mesti stress, tetangga beli mesin cuci… jangan stress… kita numpang nyuci disana saja… he he he. Tetapi…. kalo stress karena jatuh cinta ya gak begini rasanya.

Perubahan fisik dan pengaruh hormonal akibat kehamilan diyakini memiliki peranan penting yang dapat memperberat masalah gangguan asam lambung ini. Hormon kehamilan itu memperlambat gerakan lambung, gerakan usus, gerakan katub lambung… sehingga pada gilirannya dapat membuat asam lambung bertahan lebih lama di lambung dan kemungkinan untuk naik ke atas ke arah tenggorokan juga makin besar. Ada penyelidikan ilmiah yang menyatakan bahwa penyakit asam lambung ini lebih parah pada wanita hamil yang sudah berusia lanjut daripada wanita hamil usia muda. Tapi berdasarkan pengalaman saya pribadi dalam praktek sehari-hari kok malah yang usia muda yang sering mengeluhkan nyeri ulu hati dan rasa terbakar di ddaerah dada dan tenggorokan. Ada beberapa kondisi kehamilan yang bisa bikin penyakit asam lambung makin bikin ngegemesin, antara lain bila:

  1. Hamil kembar
  2. Bayinya gede
  3. Bayinya nyungsang alias kepalanya di atas dekat ulu hati.

Kadang-kadang nyeri ulu hati dadakan atau gejala penyakit maag dapat menjadi tanda-tanda wanita sedang hamil, tapi ini tidak khas artinya bisa jadi ya beneran hamil bisa juga tidak hamil. Jadi kalo mengalami telat menstruasi/ telat haid bersamaan mengalami gejala gangguan asam lambung maka boleh-boleh saja melakukan test kehamilan pakai test pack atau sensitive test.

Kenapa penyakit asam lambung dapat mengganggu kenyaman ibu hamil pada aktivitas sehari-hari ? karena tumpukan asam lambung itu dapat berbalik arah ke atas ke arah tenggorokan akibat lambatnya katub atau pintu lambung bagian atas dikenal dengan istilah sphincter cardiac. Sphincter cardiac ini berfungsi untuk menjaga asam lambung supaya gak balik arah ke atas lagi. Akibatnya karena yang balik ke arah atas itu sifatnya cairan asam maka menimbulkan reaksi rasa nyeri atau terbakar pada daerah yang dilewatinya.

Apa saja yang dapat menyebabkan penyakit asam lambung saat hamil ?

  1. Fungsi cardiac sphincter terganggu
  2. Hiatal hernia, merupakan hernia antara dada dan lambung yaitu pada daerah diafragma. Susah ngejelasinnya, mendingan tanya deh ke dokter penyakit dalam.
  3. Infeksi lambung, biasanya disebabkan oleh bakteri hemofilus pylori.
  4. Gastritis atau penyakit maag
  5. Kebiasaan merokok atau mencium bau asap rokok
  6. Kegemukan atau obesitas
  7. Makanan pedas dan berminyak
  8. Suka minuman mengandung cafein, alkohol, dan asam.
  9. Abis makan/ minum langsung bobok atau berbaring.
  10. Rutin dalam pengobatan menggunakan obat-obatan yang mengandung asam… kalo gak diobatin malah makin bahaya buat kesehatan kehamilannya, kalo diobati malah asam lambung meningkat. Ya tetap milih diobatin karena lebih besar manfaat pengobatan daripada kerugian akibat pengobatan. Pilihan mau minum obat atau tidak ya terletak ditangan ibu hamil sendiri.
  11. Rutin mengkonsumsi Obat anti nyeri

Kalo dari segi makanan maka terdapat beberapa makan yang dapat memperparah penyakit asam lambung, antara lain:

  1. Makan pedas dan berminyak
  2. Alkohol
  3. Makanan berlemak
  4. Minuman bersoda
  5. Buah yang asam seperti jeruk
  6. Cafein… ini nih bagi yang suka minum kopi
  7. Bawang putih dan bawang merah
  8. Permen pedas
  9. Coklat

Terus bagaimana donk cara mengatasi penaykit asam lambung selama kehamilan ? masak mesti minum obat melulu sih… ada gak sih cara-cara rumahan yang bisa kita lakukan supaya mempercepat penyembuhan atau mengurangi gejala sehingga obat-obatan dari dokter penyakit dalam dapat lebih efektif dan lebih manjur ? jawabannya ADA.

  1. Penyebab utama dari naiknya asam lambung adalah setelah makan/ minum ibu hamil langsung berbaring. Nah seharusnya sehabis makan/ minum sebaiknya ibu hamil nonton sinetron dulu sambil duduk, cari sandaran kursi yang empuk dan nayaman, jangan langsung berbaring atau leyeh-leyeh.
  2. Makanlah makanan yang gampang dicerna oleh usus, minumlah minuman yang tidak mengandung gas dan asam. Jangan minum minuman bersoda… ntar makin sesak dadanya, makin sakit lambungnya. Jangan makan makanan pedas, berlemak, berminyak, asam, coklat, alkohol, dan bila perlu juga jauhi kopi.
  3. Makan dikit-dikit tapi sering karena kalo makanan dalam lambung sedikit maka produksi asam untuk mencerna makanan juga dikit.
  4. Jangan merokok. Kalo suami merokok maka usahakan jarak antara suami yang sedang merokok dengan isteri sekitar 1 kilometer. Karena asap rokok itu akan melemahkan cardiac sphincter (katub lambung) dan membahayakan aliran darah ke janin dalam kandungan.
  5. Jangan makan atau minum menjelang tidur malam terutama pada wanita hamil yang sudah memiliki penyakit asam lambung, kasih jarak antara 2-3 jam sebelum tidur. Jadi kalo mau tidur jam 21.00 maka makan terakhir sekitar jam 19.00. kalo minum air putih masih boleh tapi ya jangan persis mau tidur, kasih jarak 30 menit, jangan banyak-banyak minumnya ntar kekenyangan air akan malah sesak.
  6. Kalo tidur bantal agak ditinggikan.
  7. Kunyah permen karet setelah makan karena air liur dapat membantu menetralkan asam lambung.
  8. Pake daster saja saat dirumah karena pakaina longgar dapat menyamankan ibu hamil, jangan pake celana ketat karena penekanan pada perut dapat meningkatkan tekanan dalam perut sehingga akan makin meningkatkan asam lambung.

Terus ada gak makanan yang dapat membantu meringankan penyakit asam lambung pada wanita hamil ? jawabannya…ADA. yaitu diantaranya sebagai berikut:

  1. Kacang almonds.
  2. Jus aloe vera (jus lidah buaya ???) OMG… gimana rasanya ???
  3. Air kelapa muda, lebih baik kelapa muda hijau yaaaa… air kelapa muda itu sifatnya adalah acid neutralizer artinya menetralisir asam lambung secara cepat. Wahhh pantes untuk saya cobain nih… kan saya juga punya penyakit asam lambung akibat stresss pekerjaan yang beresiko sangat tinggi bagi kesehatan dokter karena sangat menyita waktu, tenaga, emosional dan pikiran.
  4. Biji adas. Saya belum pernah lihat biji adas, mestinya emak-emak kiuttters pada tahu seperti apakah biji adas itu. Cara memasaknya adalah seperti infus water yaitu 2 sendok biji adas dicamour dengan air panas lalu dibiarkan sampe dingin kemudian disaring dan diminum.
  5. Jahe. Khusus yang satu ini walopun bisa menetralisir asam lambung tetapi berdasarkan pengalaman saya pribadi sebaiknya gak usah deh dikonsumsi karena saya mesti sakit lambung kalo abis minum air jahe dan ambeyen saya mesti kambuh.
  6. Pepaya.
  7. Juice buah, asalkan jangan yang asam seperti jeruk ya.
  8. Rajin minum air putih.

Perlu diketahui bahwa obat-obatan lambung sedikit banyak akan menghambat penyerapan zat besi yang berasal dari makanan/ vitamin hamil sehingga sedapat mungkin para ibu hamil kiuttters yang memiliki gangguan asam lambung berusaha untuk mengurangi produksi asam lambung dengan cara mengikuti cara-cara di atas seperti yang telah saya sebutkan sehingga dokter penyakit dalam/ dokter kandungan tidak perlu sering memberikan obat-obatan buat mengatasi asam lambung para ibu hamil. Satu hal yang perlu diingat bahwa penyakit dimana dada terasa panas atau nyeri ulu hati tidak melulu disebabkan oleh asam lambung sehingga ibu hamil mesti berobat ke dokter penyakit dalam atau dokter kandungan untuk memeriksakan lebih lanjut.

Semoga bermanfaat. Jangan lupa untuk LIKE dan SHARE.

TULISAN 43. INFEKSI RUBELLA SAAT HAMIL

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan telpon dari bidan bahwa ada pasiennya yang terkena rubella… iseng-iseng periksa laboratorium ternyata hasilnya rubella positif. Apa sih rubella itu ? rubella itu penyakit virus yang dikenal dengan sebutan campak jerman. Bagaikan petirrr menggelegarrrr…. gunung bergemuruhhhh… jantung dag dig derrrr… hal tersebut memang sangat menakutkan bagi wanita hamil manapun bahkan dokter kandungannya pun sudah merasa hopeless gitchuu loohh. Tetapi ibu-ibu hamil kiuttters gak usah kuatir, dont worry… be happy… saya mau mendongeng hal-hal yang berkaitan dengan rubella ini bagi ibu-ibu hamil kiuttters sehingga memperoleh pengetahuan seputar rubella.

Pada suatu hari… di negeri dongeng… karena kita tidak tau apakah hal ini bisa dilakukan di era BPJS…

Setiap wanita sebaiknya melakukan skrinning sebelum hamil untuk mengetahui imunitasnya terhadap infeksi rubella. Kalo di amerika serikat, infeksi rubella sudah sangat sulit ditemukan karena program vaksinasi MMR di amerika serikat sudah sedemikian suksesnya… coba bandingkan dengan negara kita… terdapat banyak kelompok masyarakat yang anti vaksinasi dengan berbagai dalil-dalil untuk mempengaruhi masyarakat supaya gak mau untuk vaksinasi… akibatnya sekarang banyak kita temui penyakit yg dulunya gak ada/ sangat sulit ditemukan (di era jaman presiden soeharto penyakit tersebut musnah, di era jaman sekarang penyakit tersebut muncul lagi).

Bila wanita ternyata belum memiliki imunitas terhadap penyakit rubella maka bila wanita tersebut terkena penyakit rubella saat awal-awal kehamilan maka dapat berakibat fatal bagi kehamilannya. Dampaknya antara lain keguguran, kalo tidak keguguran maka akan melahirkan janin dengan banyak kelainan kongenital (cacat) dan perkembangan yang terganggu (idiot, gak pinterrr, sulit bicara, dll). Congenital rubella syndrome merupakan sebutan bagi bayi-bayi yang lahir yang terinfeksi rubella sejak dalam kandungan dengan berbagai pola gejala penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut.

Jadi baiknya gimana donk ? dulu sudah pernah saya tulis tentang pre-marital skrinning, tetapi mesti gak ada yang mau baca… ya sudah… bingung sendiri tooo. Sebaiknya bagi ibu-ibu yang sudah kadung hamil duluan dan belum pernah vaksinasi MMR maka disarankan untuk periksa imunitasnya… bilang saja ke dokter kandungan ibu dan bilang bahwa minta periksa TORCH untuk skrinning rubella… tapi itu mahal banget dan gak dicover oleh BPJS… dan gak ada RS swasta yang menyediakannya, biasanya diperiksa di laboratorium ternama. Itu looo lab-lab yang sering diperiksa sendiri oleh para wanita yang dikenal dengan TORCH. Oh iya hampir lupa… campak jerman berbeda dengan campak biasa… kalo campak jerman itu rubella maka campak biasa itu rubeolla. Kalo kebal terhadap rubella belum tentu kebal terhadap rubeolla, demikian pula sebaliknya. Makanya anak-anak kita mesti diikutkan vaksinasi campak yang sering diadakan di puskesmas.

Dokter cucuk yang kiuttt, saya pernah vaksinasi campak dan juga pernah vaksinasi MMR saat masih sekolah dulu, tapi waktu saya test kok saya tidak imun terhadap penyakit tersebut ya ? hal ini bisa saja terjadi karena tidak semua wanita yang disuntik vaksinasi timbul reaksi atau respon kekebalan tubuhnya. Hal inilah yang mendorong para ahli untuk menyarankan bila memungkinkan untuk periksa ulang kekebalan tubuh wanita terhadap penyakit-penyakit tersebut.

Apakah tanda-tanda gejala terkena penyakit rubella ? penyakit ini merupakan penyakit dadakan (penyakit akut) yang disebabkan oleh virus rubella dan gejalanya tidak khas artinya mirip dengan penyakit yang lain sehingga sulit didiagnosis rubella bila tidak dibantu dengan pemeriksaan laboratorium. Bahkan seringkali gejalanya tidak terlalu dirasakan oleh para wanita hamil.

Bila wanita hamil mengalami gejala-gejala rubella maka penyakit tersebut baru nongol aslinya pada saat 12-23 hari setelah tertular penyakit tersebut. Gejalanya antara lain demam, lesu, sakit kepala, pembengkakan kelenjar, nyeri sendi, bengkak sendi, mata memerah, pilek, dll… gejalan ini muncul 5 hari sebelum keluarnya bercak-bercak merah-merah di kulit. Munculnya mula-mula di wajah dulu kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Bercak-bercak ini akan hilang dalam beberapa hari, tetapi rasa nyeri dan bengkak di sendi baru hilang dalam beberapa minggu ke depan. Munculnya merah-merah di kulit menunjukkan bahwa wanita hamil tersebut sedang dalam posisi mudah menularkan ke wanita lainnya. Jadi sebaiknya wanita yang merasa terkena rubella jangan datang ke praktek poli atau praktek pribadi ketika sedang banyak wanita hamil lainnya supaya gak nularin ke wanita hamil lainnya. Mesti menghubungi rs dan janjian mau datang jam berapa sehingga gak ketemu ibu hamil yang lain. Saya jadi inget dulu ada wanita hamil yang sedang sakit cacar lalu datang ke poli saya di RS Izza dan akhirnya ibu hamil tersebut saya umpetin di UGD di kamar paling pojok supaya gak nularin ibu hamil lainnya.

Kalo ibu hamil belum pernah vaksinasi atau belum pernah test TORCH maka disarankan untuk cek laborat Rubella Specific Antibody. Kemungkinan nanti ibu hamil akan ditest beberapa kali untuk melihat perubahan antibody bila dari hasil pemeriksaan didapatkan kecurigaan telah terinfeksi).

Bila wanita hamil sudah dinyatakan kebal terhadap rubella dan ternyata  terekspos dengan orang yang sakit rubella maka kemungkinan ibu hamil tersebut terinfeksi rubella menjadi sangat kecil. Bisa sih tetapi tidak parah dan insya Allah tidak berbahaya bagi janin dalam kandungan.

Bila ibu hamil terinfeksi rubella saat kehamilan awal maka ibu hamil mesti diskusi dengan dokter kandungan apakah sebaiknya kehamilan ibu digagalkan atau dilanjutkan mengingat resiko infeksi yang fatal. Dokter kandungan ibu akan merujuk ibu hamil ke dokter kandungan khusus yang menangani infeksi rubella seperti poli anggrek bagian fetomaternal di RS Hassan Sadikin. Kok menakutkan ya ? karena belum diketahui apakah pengobatan yang efektif terhadap penyakit rubella dan belum diketahui bagaimana cara mencegah timbulnya penyakit rubella bila wanita hamil terekspos dengan orang-orang yang sakit rubella.

Bila dari hasil diskusi dengan dokter kandungan yang khusus menangani rubella ternyata wanita hamil memutuskan dan memilih untuk melanjutkan kehamilannya maka dokter kandungan akan memberikan suntikan khusus yaitu imunoglobulin sesegera mungkin dengan harapan mengurangi resiko cacat janin (tetapi tidak dijamin berhasil) dan perlu diingat bahwa suntikan tersebut tidak dapat mencegah terjadinya infeksi rubella pada janin dalam kandungan.

Lalu apakah yang harus dilakukan oleh ibu hamil untuk mengurangi resiko terkena rubella ? sayangnya ibu hamil tidak boleh vaksinasi rubella ketika sedang hamil. Tidak boleh vaksinasi MMR ketika sedang hamil. Bila ibu hamil tidak kebal terhadap rubella maka sebaiknya bersikap lebih hati-hati lagi dalam bergaul dengan sesama terutama mereka-mereka yang diketahui menderita rubella atau pernah ketemuan dengan penderita rubella.

  1. Pastikan anak-anak di rumah kita sudah mendapatkan imunisasi rubella.
  2. Jangan dekat-dekat dengan orang-orang yang dicurigai terkena rubella… gampangnya jangan dekat-dekat orang sakit.
  3. Gak usah bercengkrama dengan tetangga kalo sedang ada infeksi rubella di sekitar tempat tinggal ibu hamil.
  4. Setelah melahirkan harus segera melakukan vaksinasi MMR, menyusui tidak terpengaruh bila ibu melakukan vaksinasi MMR.
  5. Kalo belum hamil dan ingin vaksinasi MMR maka setelah vaksinasi wanita tidak boleh hamil dalam waktu 1 bulan ke depan… kalo saya lebih senang dalam 3 bulan ke depan.

Infeksi rubella bisa bikin keguguran, lahir premature, atau lahir mati tergantung tingkat keparahan yang ditimbulkan akibat infeksi rubella. Resiko paling tinggi dialami oleh ibu hamil pada kehamilan muda, semakin muda umur kehamilan saat terinfeksi maka akan semakin parah dampaknya pada janin dalam kandungan. Pada umur kehamilan ibu hamil sekitar 12 minggu pertama maka kemungkinan janinnya terkena congenital rubella syndrome (CSR) adalah sekitar 85-90%, bila terinfeksinya pada umur kehamilan 13-20 minggu maka kemungkinan terkena CSR sekitar 50%, dan bila umur kehamilan diatas 20 minggu maka kemungkinan terkena CSR makin kecil lagi sehingga kemungkinan cacat janin akan makin kecil… bukan berarti pasti gak cacat, tetapi resiko cacatnya kecil… artinya terdapat peluang janin tidak cacat.

Cacat yang disebabkan rubella itu bermacam-macam dan tidak khas, tetapi ada beberapa cacat yang sering ditimbulkan akibat infeksi rubella antara lain ketulian, kebutaan, gangguan jantung, gangguan syaraf dan gangguan kecerdasan/ idiot.