Apakah Cairan Ketuban Itu?
Cairan ketuban adalah cairan yang berada di luar janin dan di dalam rahim. Cairan ini menggenangi janin yang ada di dalamnya. Cairan ini diproduksi dari kencing janin, maupun cairan paru-paru dan saluran nafas.
Volume cairan bertambah terus selama masa kehamilan hingga puncaknya di minggu ke 34 – 36, sekitar 1 liter. Setelah itu mengalami penurunan volume hingga minggu ke 40, yaitu sebesar 800 mili liter, dan berkurang terus seiring bertambah tuanya kehamilan.
Menurut statistik, kejadian cairan ketuban kurang ini kira-kira 8 dari 100 kehamilan.
Fungsi Cairan Ketuban
Fungsi cairan ketuban diantaranya adalah:
- Melindungi janin dari benturan
- Menjaga suhu dalam rahim
- Membantu janin bisa bergerak agar ototnya berkembang
- Melindungi dari serangan infeksi
- Mencegak tali pusat terjepit
Penyebab Kurangnya Cairan Ketuban
Penyebab kurangnya cairan ketuban adalah:
- Kurangnya produksi cairan ketuban
- Banyaknya cairan ketuban yang hilang
- Selaput ketuban pecah
- Kelainan saluran kemih / ginjal janin
- Kehamilan daluwarsa
- Kelainan plasenta
- Hamil kembar
- Ibunya mengalami preeklampsia
- Ibunya mengalami diabetes
- Ibunya mengalami penyakit autoimun semisal lupus
Bilamana Cairan Ketuban Dikatakan Kurang?
Ciri-ciri fisik kurangnya cairan ketuban adalah kecilnya ukuran kandungan dan gerakan janin kurang.
Definisi kurangnya cairan ketuban adalah jika AFI diketahui kurang dari 5. AFI adalah Amniotic Fluid Index, yaitu nilai untuk mengukur cairan ketuban.
AFI didapat dari pemeriksaan dengan USG. Disebut cairan ketuban kurang jika nilai AFI kurang dari 5.
Akibat Jika Cairan Ketuban Kurang
Akibat jika cairan ketuban kurang adalah mungkin terjadi tali pusat terlilit dan mengakibatkan gawat janin, gangguan perkembangan janin, cacat bawaan, keguguran, prematur, janin meninggal, dan komplikasi saat melahirkan, melahirkan jadi lama atau bahkan ‘macet’ karena kontraksi tidak efektif.
Jika kehamilan masih kurang bulan dilakukan perawatan ibu dan janinnya. Jika kehamilan sudah cukup bulan dilakukan pengakhiran kehamilan.
Antisipasinya
- Kontrol rutin
- Amati gerakan janin
- Kontak dokter jika terjadi pendarahan atau rembesan cairan



