TULISAN 76. CARA MENYIMPAN ASI SAAT IBU BEKERJA

Penyimpanan ASI dapat membingungkan para ibu-ibu muda yang aktif bekerja/ berkarir. Atas dasar itu dokter cucuk kiuttt hello kitty mencoba untuk membantu para ibu-ibu kiuters memperoleh pengetahuan praktis seputar penyimpanan ASI termasuk dalam hal memilih wadah, membekukan ASI, mencairkan ASI dan banyak lagi.

Jika anda wanita yang sibuk bekerja dan berkarir tetapi juga sedang menyusui dan juga butuh mencari lebih banyak fleksibilitas dari segi waktu, maka sebaiknya perlu mempertimbangkan penggunaan pompa ASI untuk memeras payudara anda sehingga lebih mudah dan cepat dalam mengeluarkan ASI. Langkah selanjutnya setelah anda selesai memompa adalah menyimpan susu ASI yang telah dihasilkan dengan aman dan sehat karena akan diberikan untuk bayi anda tercinta.

JENIS WADAH APAKAH YANG BOLEH SAYA GUNAKAN UNTUK MENYIMPAN ASI ?

Sebelum memompa atau menangani ASI, cucilah tangan Anda dengan sabun dan air. Kemudian simpan susu ASI yang telah dikeluarkan ke dalam gelas yang bersih, tertutup atau plastik keras, sebaiknya wadah yang bebas BPA (BPA free). Anda juga dapat menggunakan kantong plastik khusus yang dirancang untuk pengumpulan dan penyimpanan susu ASI, cari aja di apotek-apotek besar atau toko perlengkapan bayi.

Namun perlu diingat bahwa kantong plastik penyimpanan ASI mungkin akan robek, bocor, dan menjadi lebih mudah terkontaminasi daripada wadah yang keras. Untuk perlindungan ekstra, tempatkan kantong plastik ASI ke dalam wadah penyimpanan makanan plastik keras dengan tutup yang tertutup rapat. Jangan simpan susu ASI di botol sekali pakai (botol air minum kemasan) dan jangan pula dalam kantong plastik yang dirancang untuk penggunaan rumah tangga misalnya plastik es, plastik kresek, dll.

BAGAIMANA CARA YANG TERBAIK UNTUK MENYIMPAN ASI ?

  1. Menggunakan label dan tinta tahan air
  2. Beri label setiap wadah dengan tanggal penyimpanan ASI.
  3. Tambahkan nama bayi anda ke label, hal ini terutama bila bayi dititipkan di tempat penitipan anak.
  4. Simpan dalam kulkas/ freezer.
  5. Tempatkan wadah di bagian paling belakang kulkas atau freezer, di mana suhunya paling dingin.
  6. Isi setiap wadah dengan jumlah susu ASI yang dibutuhkan bayi Anda untuk satu kali menyusui, jangan sampai ada sisa. Jumlahnya disesuaikan, jangan berlebihan.
  7. Perlu diingat bahwa susu ASI dapat memuai karena membeku, sehingga jangan mengisi wadah sampai penuh, isilah sesuai kemampuan bayi anda untuk 1x minum saja.

DAPATKAH SAYA MENAMBAHKAN SUSU ASI SEGAR PADA SUSU ASI YANG SUDAH DISIMPAN ? SAYA MAU STOK SUSU ASI YANG BANYAK KARENA BAYI SAYA KUAT DAN LAHAP DALAM MENYUSU, MIRIP AYAHNYA.

Boleh-boleh saja bila anda ingin menambahkan susu ASI segar ke susu ASI beku asalkan semuanya masih dalam 1 hari yang sama dengan saat pemompaan. Maksudnya begini, hari ini pompa ASI pagi, lalu siang pompa lagi dan dicampurkan dengan yang diambil tadi pagi yang belum terminum bayi, maka masih boleh. Namun, susu ASI yang baru harus didinginkan terlebih dahulu sebelum dicampurkan dengan susu ASI yang sudah beku. Jangan tambahkan susu ASI hangat yang benar-benar fresh ke susu ASI yang sudah dingin beku karena akan menyebabkan susu beku mencair sebagian. Ngerti gak sih ? kalo gak ngerti ya sudah, tanyain suami saja…

BERAPA LAMA ASI PERAS DAPAT DISIMPAN ?

Berapa lama anda dapat menyimpan ASI dengan aman tergantung pada metode penyimpanan ASI yang anda pilih.

  1. Suhu kamar (tanpa kulkas). ASI yang baru diperas dapat disimpan pada suhu kamar hingga enam jam. Namun, penggunaan atau penyimpanan yang benar dalam waktu empat jam akan optimal bila suhu dalam ruangan sejuk atau dingin. Jika ruangannya sangat hangat, batasnya juga cuman empat jam.
  2. Pendingin terisolasi (dibungkus pakai styrofoam yang diberikan es kering disekelilingnya). ASI yang baru diperas dapat disimpan dalam pendingin terisolasi dengan paket es hingga satu hari.
  3. kulkas. ASI yang baru diperas dapat disimpan di bagian belakang kulkas hingga lima hari dalam kondisi bersih. Namun, lebih baik bila susu ASI tersebut diberikan ke bayi anda sebelum 3 hari walopun sudah disimpan dalam freezer (suhu 0 – 4 derajat) sekalipun yang tentunya jauh lebih dingin daripada suhu kulkas.
  4. Deep freezer (kulkas untuk penyimpanan daging beku yang super dingin, biasanya suhunya hingga minus 8). ASI yang baru saja diperas dapat disimpan di bagian belakang deep freezer hingga 12 bulan. Namun, menggunakan susu beku dalam waktu enam bulan adalah optimal.

Perlu diingat penelitian menunjukkan bahwa semakin lama Anda menyimpan ASI – baik di kulkas atau di freezer – semakin besar kehilangan vitamin C dalam ASI.

BAGAIMANA CARA MENCAIRKAN ASI BEKU?

  1. Cairkan terlebih dahulu susu ASI yang disimpan pertama kali, itulah gunanya diberikan label dengan tanggal, kalo perlu label ditulis tanggal dan jam.
  2. Tempatkan wadah beku di kulkas malam hari sebelum keesokannya anda berniat menggunakannya.
  3. Anda juga dapat dengan lembut memanaskan susu dengan menempatkannya wadahnya di bawah air hangat atau dalam rendaman semangkuk air hangat.
  4. jangan memanaskan botol beku di microwave atau dengan cepat di atas kompor. Beberapa bagian susu mungkin terlalu panas, dan yang lainnya masih dingin. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemanasan cepat dapat mengurangi kandungan zat antibodi dalam susu sehingga kualitas ASI menjadi rendah.
  5. Kalo susu ASI yang telah dicairkan sudah diminum oleh bayi anda lalu tidak habis dan anda simpan balik dalam kulkas maka pendapat dari banyak ahli menyarankan membuang susu ASI yang sudah dicairkan tersebut bila tidak digunakan dalam 24 jam. Tapi kalo saya sendiri berpendapat, sejak awal kalo dah gak habis maka buang saja… makanya jangan banyak-banyak, dikit-dikit saja isi tiap botol biar gak ada sisa.

APAKAH BAU/ WARNA SUSU ASI BEKU YANG DICAIRKAN AKAN BERBEDA DARI SUSU ASI SEGAR ?

  1. Warna ASI Anda mungkin bervariasi, tergantung pada makanan Anda.
  2. Air susu ASI beku yang dicairkan mungkin tampak memiliki bau atau konsistensi yang berbeda dari susu yang baru diperas. Tetapi hal ini aman untuk diberikan pada bayi Anda.
  3. Perhatikan jika bayi Anda menolak susu ASI beku yang dicairkan, maka mungkin itu tanda bahwa anda tidak boleh simpan ASI terlalu lama karena mungkin saja rasanya menjadi tidak enak bagi bayi anda.