TULISAN 108. KEGUGURAN AKIBAT DARAH SAYA KENTAL… keguguran seri ke 1

KEGUGURAN SERI 1

Kegagalan kehamilan (keguguran) adalah kejadian yang membuat para ibu hamil bagaikan mendengar petir di siang bolong dan kejadian ini terjadi sangat umum dikalangan ibu hamil. Sekitar 15% dari semua kehamilan dapat mengalami kegagalan kehamilan (keguguran). Kegagalan kehamilan berulang (RPL/ keguguran berulang) didefinisikan secara tidak konsisten sebagai 2-3 keguguran berturut-turut sebelum 20 minggu yang dihitung dari periode menstruasi terakhir (HPHT). Keguguran berulang terjadi pada sekitar 1-2% wanita hamil di seluruh dunia. Tempo hari saya pernah berjanji untuk membahas tentang penyakit kekentalan darah yang bikin wanita keguguran maka kali ini penyebab keguguran berulang akan saya batasi pada penyakit kekentalan darah dulu. Ini cerita bersambung ya… jadi ikuti terus postingan dokter cucuk kiuttt hello kitty yang demikian menggemaskan dunia per-facebook-an… sandiaga uno aja lewat…

Sebetulnya apa saja sih penyebab keguguran itu ? kepo nih… okelah akan saya sebutkan beberapa diantaranya:

  1. Faktor genetik
  2. Faktor anatomi
  3. Faktor endokrin (sistem hormon)
  4. Faktor infeksi
  5. Faktor immunologi… nah untuk yang kekentalan darah masuk dalam faktor imunologi dikenal dengan penyakit antiphospholipid syndrome.
  6. Faktor kekentalan darah yang bukan termasuk dalam antiphospholipid syndrome. Bahasa kerennya adalah non-APS thrombophilia.

Janin itu tidak identik dengan ibunya secara genetik karena janin itu dibentuk oleh ayah dan ibu yang secara genetik pasti berbeda (orang lain menikah dengan orang lain). Sehingga sangat masuk akal bila terdapat proses imunologis yang menyebabkan janin dapat diterima oleh sistem imunologi ibunya artinya janin bisa dikandung oleh ibunya, tidak ditolak oleh badan ibu. Oleh sebab itu para ahli meyakini bahwa pada ibu hamil yang mengalami keguguran sangat mungkin terdapat gangguan dalam sistem imunologi ibu dan janin. Nah penyakit anti-phospolipid syndrome ini termasuk dalam kategori gangguan sistem imun yang dapat menyebabkan keguguran berulang kali. Kapan para dokter kandungan mencurigai wanita menderita penyakit APS ? terdapat minimal 1 kriteria klinik dan 1 kriteria laboratorium untuk menunjukkan bahwa wanita menderita APS. Yaitu antara lain:

  1. Kriteria klinis
  2. Bila wanita tersebut mengalami keguguran berulang kali, biasanya lebih dari 3x dan kejadiannya pada umur kehamilan < 10 minggu.
  3. Bila wanita hamil pernah mengalami kejadian janin mati pada umur kehamilan > 10 minggu.
  4. Atau bila wanita hamil itu pernah mengalami penyakit pre-eclampsia berat yang menyebabkan kelahiran premature pada umur kehamilan kurang dari 34 minggu. Termasuk juga pada wanita hamil yang sering mengalami gangguan aliran darah placenta (placental insuffisiency).
  5. Pernah mengalami penyakit vascular thrombosis, ini biasanya ditandai dengan nyeri yang hebat pada tungkai atau pada bagian tubuh lainnya dan sudah dibuktikan oleh dokter bedah vascular atau dokter penyakit dalam bahwa ini merupakan penyakit akibat sumbatan pembuluh darah (thrombosis).
  6. Kriteria laboratorium
  7. Pada pemeriksaan lab ternyata kadar hormon ACA (Ig G dan Ig M anti cardiolipin antibody) meningkat.
  8. Terdapat pula peningkatan kadar hormon LAC (Ig G dan IgM Lupus anticoagulant)

Sebetulnya bagaimana mekanisme penyakit APS ini dapat menyebabkan keguguran masih belum dapat dimengerti sepenuhnya oleh para dokter kandungan sedunia. Begitu wanita yang sering mengalami keguguran dinyatakan menderita APS maka pengobatan dimulai sejak sebelum hamil. Ada juga obat-obatan yang dimulai sejak awal hamil. Kalo obat-obatan yang dimulai sebelum hamil yaitu aspirin. Sedangkan obat-obatan yang dimulai saat hamil disebut heparin molekul rendah. Ada yang perlu diketahui oleh para wanita muslim yaitu obat-obatan heparin yang diberikan berupa suntikan dalam prosesnya bersentuhan dengan bahan babi. Saat ini sudah ada obat yang sejenis yang tidak berbahan babi tetapi sangat mungkin efek atau manfaat yang dihasilkan berbeda dari obat aslinya (yang bersentuhan dengan bahan babi) karena bahan dasar obatnya berbeda jenisnya walopun tujuannya mirip. Obat-obatan tersebut di atas dinyatakan aman bagi ibu hamil dan janin dalam kandungan.

Oke deh cukup sekian… terima kasih… kamsiah.