TULISAN 124. NGE-VAPE KETIKA ISTERI SEDANG HAMIL

Merokok/ asap rokok dalam kehamilan tentu saja telah diketahui berdampak sangat berbahaya dalam kehamilan. Meskipun demikian, banyak wanita atau suaminya yang ┬áterus saja merokok walopun dirinya/ isterinya sedang dalam kondisi hamil… istilahnya cuek beibeh. Baru-baru ini ada model baru dalam hal merokok yaitu dikenal dengan istilah populer nge-vape. Vape atau vaping adalah rokok elektronik dimana pabrik yang mengedarkannya memberikan jaminan bahwa nge-vape itu aman bagi kehamilan. Akibatnya di amerika serikat makin banyak wanita/ suaminya yang tadinya sudah berhenti merokok, lalu dapat mainan baru yaitu e-cigs atau rokok elektronik atau vaping. Hal ini menarik perhatian serius para dokter-dokter kandungan amerika serikat yang tergabung dalam organisasi ACOG. Sebuah penelitian yang dipaparkan pada Konferensi Kongres Obstetri dan Ginekolog Amerika (ACOG) di Maryland pada tahun 2015 menunjukkan bahwa akibat omongan pabrik vape menyebabkan sekitar 40 persen wanita hamil percaya bahwa rokok elektronik lebih aman daripada rokok biasa.

Benarkah demikian ?

E-cigs atau vape masih merupakan sistem pengiriman nikotin yang prinsip kerjanya berbeda dari sistem pengiriman nikotin pada rokok biasa. Jadi vape itu mengandung nikotin dan zat nikotin ini dapat menyebabkan adiksi atau ketagihan. Karena vape atau rokok elektrik ini masih mengandung nikotin, maka bahaya bagi kehamilan dan bayi masih mungkin terjadi, bahkan melebihi kecanduan. Konsekuensinya terhadap kehamilan akibat vape antara lain:

  1. kelahiran prematur.
  2. berat badan bayi lahir rendah.
  3. kematian bayi.

Pihak FDA amerika serikat bahkan tidak mengatur tentang boleh tidaknya menghisap vape bagi wanita hamil. Vaping, penghirupan gas dari rokok elektronik ini, tidak ada dalam daftar obat/ zat yang disetujui oleh pihak FDA. Seperti halnya rokok tradisional, semakin cepat Anda berhenti, semakin baik bagi bayi Anda dalam hal risiko yang terkait dengan merokok dalam kehamilan.

Terdapat penelitian yang sangat terkenal mengenai dampak vape bagi kehamilan, yang berjudul The Use of Electronic Cigarettes in Pregnancy: A Review of the Literature yang dimuat dalam jurnal kedokteran Obstet Gynecol Surv. 2018 Sep;73(9):544-549. Dari hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa:

  1. nikotin pda vape memiliki kadar yang sama dengan nikotin yang dihasilkan oleh rokok tradisional/ rokok biasa.
  2. Penelitian ini dilakukan pada hewan (karena tidak boleh diteliti pada manusia hamil sebab sangat berbahaya). dan ternyata memiliki efek samping yang luar biasa pada kehamilan yaitu sebagian besar studi model hewan menunjukkan potensi bahaya bagi janin yang sedang berkembang terutama karena konsumsi nikotin dan bahwa konsumsi nikotin memiliki banyak efek pada sistem kekebalan tubuh, perkembangan saraf, fungsi paru-paru, dan fungsi jantung.
  3. Ada persepsi ngawur yang telah terlanjur berkembang luas dikalangan wanita hamil dan suaminya bahwa e-rokok atau vape atau rokok elektronik aman digunakan selama kehamilan.

Nahhh… hidup itu pilihan… egoisme pribadi juga pilihan… ini hidup anda… anda yang menjalani resikonya… bukan dokter kandungan… keputusan ada ditangan anda.