Mengenal Prosedur VBAC, Ketika Ibu Melahirkan Normal Setelah Pernah Caesar

Siapa saja yang boleh melakukan VBAC?

Kondisi ibu hamil yang diperbolehkan melahirkan normal setelah caesar atau VBAC adalah sebagai berikut:

  • Ibu yang memiliki bekas sayatan operasi caesar berbentuk garis horizontal yang terletak rendah di bawah perut.
  • Saat ini mengandung 1 bayi, dan hanya pernah 1 kali operasi caesar sebelumnya tapi bukan dengan sayatan vertikal.
  • Persalinan terjadi secara spontan setelah induksi, sehingga kontraksi berlangsung cepat.
  • Ukuran taksiran berat janin lebih kecil dari ukuran berat janin sebelumnya.
  • Tulang panggul Anda berukuran cukup besar, sehingga memungkinkan bayi untuk keluar dengan mudah. Biasanya dokter yang dapat menentukan hal ini.
  • Belum pernah melakukan operasi berat pada rahim, seperti miomektomi untuk mengangkat tumor rahim jinak (fibroid).
  • Belum pernah mengalami rahim robek di kehamilan sebelumnya.
  • Tidak memiliki kondisi medis yang membuat persalinan melalui vagina menjadi berisiko, misalnya plasenta previa atau fibroid.

Siapa saja yang tidak dianjurkan melakukan VBAC?

Kondisi ibu hamil yang tidak diperbolehkan melahirkan normal setelah caesar atau VBAC adalah sebagai berikut.

  • Pernah melakukan persalinan caesar dengan sayatan rahim vertikal.
  • Sayatan vertikal di bagian atas rahim atau sayatan klasik dengan bentuk huruf T akan menempatkan Anda pada risiko yang lebih tinggi untuk mengalami ruptur uterus (rahim robek) saat mengejan nanti.
  • Pernah melakukan persalinan caesar dengan jenis sayatan rahim yang tidak diketahui pasti, tapi diduga merupakan sayatan vertikal (klasik).
  • Pernah mengalami rahim robek di kehamilan sebelumnya.
  • Pernah melakukan operasi berat pada rahim sebelumnya, seperti pengangkatan tumor rahim jinak.
  • Hamil di usia yang sudah terlalu tua, seperti lebih dari 35 bahkan 40 tahun.
  • Hamil dengan berat badan berlebih.
  • Berat bayi yang lahir lebih dari 4.000 gram (gr) alias bayi makrosomia.
  • Usia kehamilan sudah lebih dari 40 minggu.
  • Usia kehamilan terlalu singkat, sekitar kurang dari 18 minggu.
  • Sedang hamil bayi kembar tiga atau lebih.

Beberapa rumah sakit atau klinik bersalin biasanya tidak menganjurkan ibu untuk menjalani VBAC jika sudah pernah melahirkan caesar lebih dari dua kali.

Konsultasikan juga dengan dokter bila ibu sedang hamil kembar dan ingin melahirkan anak kembar dengan prosedur VBAC.

Apa manfaat VBAC?

VBAC adalah prosedur melahirkan yang aman dengan tingkat keberhasilan tinggi jika dilakukan dengan tepat.

Melahirkan normal setelah caesar juga berpotensi membawa sejumlah manfaat baik bagi ibu dan bayinya, seperti berikut.

1. Proses pemulihan lebih cepat

Dibandingkan melahirkan caesar, melahirkan normal lewat vagina membutuhkan waktu pemulihan yang lebih singkat. Artinya, waktu yang ibu habiskan untuk rawat inap di rumah sakit pun tidak akan terlalu lama. Ibu bisa segera kembali melakukan aktivitas harian lainnya seperti sedia kala.

2. Melibatkan rasa ‘perjuangan’ yang lebih besar

Operasi caesar melibatkan pemberian obat bius atau anestesi guna mengurangi rasa sakit. Itu sebabnya, usaha yang Anda lakukan untuk mengeluarkan bayi dari dalam perut biasanya tidak sebesar proses melahirkan normal. Sebaliknya, proses melahirkan melalui vagina mengharuskan Anda untuk menerapkan cara mengejan saat melahirkan sekuat tenaga demi mendorong bayi keluar. Alhasil, ada perasaan haru tersendiri usai melalui proses melahirkan yang panjang. Meski begitu, prosedur melahirkan normal maupun operasi caesar ini tetap saja akan memberikan kebahagiaan yang tak ternilai harganya. Biasakan juga untuk berlatih teknik pernapasan saat melahirkan sejak masa kehamilan, misalnya melalui latihan prenatal yoga. Ibu juga bisa mempelajar beragam posisi persalinan agar memudahkan proses melahirkan normal setelah caesar (VBAC) nantinya.

3. Menurunkan risiko komplikasi operasi

Pada dasarnya, semua jenis operasi berisiko menimbulkan komplikasi selama atau setelah prosesnya berlangsung, begitu pula dengan operasi melahirkan caesar. Operasi melahirkan caesar yang tidak berjalan mulus dapat meningkatkan risiko komplikasi persalinan serius.

Keputusan melahirkan normal setelah caesar atau VBAC dapat membantu menekan risiko terjadinya perdarahan, infeksi, pembekuan darah, atau cedera organ selama persalinan. Ketika tanda-tanda melahirkan sudah terlihat tetapi belum kunjung terjadi pembukaan lahiran, dokter mungkin memberikan induksi persalinan untuk ibu. Tanda akan melahirkan lainnya juga meliputi kontraksi persalinan asli dan air ketuban pecah. Sementara bila proses persalinan normal mengalami hambatan, prosedur medis seperti penggunaan forceps, ekstraksi vakum, hingga episiotomi (gunting vagina) akan dipertimbangkan.

4. Menurunkan risiko dampak buruk di kehamilan berikutnya

Jika pernah melakukan operasi caesar sekali atau lebih, akan meningkatkan risiko potensi masalah kesehatan di kehamilan selanjutnya. Bagi Anda yang memang sedari awal sudah berencana untuk punya banyak anak, VBAC adalah prosedur yang tepat karena membantu mencegah risiko negatif dari prosedur melahirkan caesar. Risiko negatif tersebut misalnya rahim robek karena luka dan plasenta bermasalah akibat operasi caesar. Terlebih lagi, risiko komplikasi tersebut biasanya akan semakin meningkat semakin sering Anda menjalani operasi caesar.

Adakah risiko VBAC?

Terlepas dari berbagai manfaat baik yang bisa diperoleh melalui prosedur melahirkan VBAC, tentu tetap ada kekurangan melahirkan normal setelah caesar yang harus dipertimbangkan. Kemungkinan terburuk dar VBAC adalah kegagalan karena tidak berhasil menjalankan persalinan normal dengan sempurna. Kondisi ini bisa membuat rahim robek karena bekas sayatan dari operasi caesar sebelumnya terbuka, mengutip dari American Pregnancy Association. Bila sudah begini, operasi caesar darurat mau tidak mau harus segera dilakukan guna mencegah komplikasi persalinan yang meliputi perdarahan hebat, infeksi, hingga cacat pada bayi. Dalam beberapa kasus perdarahan yang cukup parah, operasi angkat rahim (histerektomi) harus dilakukan. Artinya, ada kemungkinan Anda tidak bisa hamil lagi bila menjalani operasi histerektomi. Beberapa waktu lalu sempat ramai dibahas di media sosial tentang husband stitch atau “jahitan suami”. Husband stitch adalah jahitan yang dilakukan pada vagina setelah melahirkan dengan tujuan mengencangkan kembali vagina yang robek setelah persalinan normal. Namun ternyata, ada sejumlah dampak yang ditimbulkan oleh prosedur ini. Untuk lebih jelasnya, simak di artikel berikut. Apa itu husband stitch?

Persiapan penting menjelang VBAC

Langkah paling utama yang harus Anda lakukan sebelum memutuskan melahirkan VBAC adalah membicarakan dengan dokter Anda. Selama konsultasi dokter akan melihat kembali semua riwayat medis Anda terkait kehamilan dan persalinan yang pernah dilakukan sebelumnya. Jika memang memungkinkan, dokter dapat memberikan Anda lampu hijau untuk prosedur VBAC.

Selain itu, persiapan beberapa hal terkait prosedur melahirkan normal setelah caesar atau VBAC adalah berikut.

  • Mempelajari semua hal mengenai VBAC.
  • Pastikan Anda memilih pelayanan kesehatan atau rumah sakit dengan fasilitas melahirkan yang lengkap, termasuk untuk menangani operasi caesar darurat.
  • Persiapkan kemungkinan terburuknya, misalnya ketika tiba-tiba terjadi komplikasi saat sedang melakukan persalinan normal.

Ibu juga bisa mengikuti kelas persalinan yang turut membahas mengenai prosedur melahirkan normal setelah caesar atau VBAC. Sebaiknya kenali lebih dalam mengenai prosedur melahirkan ini sebelum memutuskan untuk menjalaninya dan tanyakan pendapat dokter kandungan Anda.

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN ALAT KONTRASEPSI

No  Jenis kontrasepsiKeuntungan  Kerugian  
1.Spermisida-Efektif seketika (busa dan krim) -Tidak mengganggu produksi ASI -Sebagai pendukung metode lain -Tidak mengganggu Kesehatan -Tidak mempunyai pengaruh    sistemik -Mudah digunakan -Meningkatkan lubrikasi selama  Hungungan seksual -Tidak memerlukan resep  ataupun pemeriksaan medik-Iritasi vagina atau iritasi penis dan tidak nyaman -Gangguan rasa panas di vagina -Tablet busa vaginal tidak larut  dengan baik
2.Cervical Cap-Bisa dipakai jauh sebelum  Berhubungan -Mudah dibawa dan nyaman -Tidak mempengaruhi siklus haid -Tidak mempengaruhi kesuburan-Tidak melindungi dari HIV/AIDS -Butuh fitting sebelumnya -Ada Wanita yang gak bisa muat  (fitted) -Kadang pemakaian dan  membukanya agak sulit -Bisa copot saat berhubungan -Kemungkinan reaksi alergi
3.Suntik kontrasepsi-Dapat digunakan oleh ibu yang  Menyusui -Tidak perlu dikonsumsi setiap   hari atau dipakai sebelum   melakukan hubungan seksual -Darah menstruasi menjadi lebih  sedikit dan membantu  mengatasi kram saat menstruasi-Dapat memengaruhi siklus  Menstruasi -Kekurangan suntik  kontrasepsi/kb suntik dapat  menyebabkan kenaikan berat  badan pada beberapa Wanita -Tidak melindungi terhadap  penyakit menular seksual -Harus mengunjungi  dokter/klinik setiap 3 bulan  sekali untuk mendapatkan  suntikan berikutnya
4.Kontrasepsi darurat IUD-IUD/AKDR hanya perlu dipasang  setiap 5-10 tahun sekali,  tergantung dari tipe alat yang  digunakan. Alat tersebut harus  dipasang atau dilepas oleh  dokter-Perdarahan dan rasa nyeri,  kadangkala IUD/AKDR dapat  terlepas. Perforasi rahim  (jarang sekali)
5.Implan/ susuk kontrasepsi-Dapat mencegah terjadinya  kehamilan dalamjangka waktu  3 tahun -Sama seperti suntik, dapat  digunakan oleh Wanita yang  menyusui -Tidak perlu dikonsumsi setiap  hari atau dipakai sebelum  melakukan hubungan seksual-Sama seperti kekurangan  kontrasepsi suntik, implan/  susuk dapat mempengaruhi  siklus menstruasi -Tidak melindungi terhadap  penyakit menular seksual -Dapat menyebabkan kenaikan  berat badan pada beberapa  wanita  
6.Metode Amenorea Laktasi-Efektivitas tinggi (98% apabila digunakan selama enam bulan pertama setelah melahirkan, belum mendapat haid dan menyusui eklusif -Dapat segera dimulai setelah  melahirkan -Tidak memerlukan prosedur  khusus, alat maupun obat -Tidak memerlukan perawatan  medis -Tidak mengganggu senggama -Mudah digunakan -Tidak perlu biaya -Tidak menimbulkan efek  samping sistemik -Tidak bertentangan dengan  budaya mapun agama.-Memerlukan persiapan dimulai sejak kehamilan -Metode ini hanya efektif digunakan selama 6 bulan setelah melahirkan, belum mendapat haid dan menyusui secara ekslusif -Tidak melindungi dari penyakit  menular seksual termasuk  hepatitis B ataupun HIV/AIDS -Tidak menjadi pilihan bagi  Wanita yang tidak menyusui -Kesulitan dalam  mempertahankan pola  menyusui secara eklusif
7.IUD/IUS-Merupakan metode kontrasepsi  yang sangat efektif -Bagi Wanita yang tidak tahan  terhadap hormone dapat  menggunakan IUD dengan  lilitan tembaga -IUS dapat membuat menstruasi  menjadi lebih sedikit (sesuai  untuk yang sering mengalami  menstruasi hebat).-Pada 4 bulan pertama  pemakaian dapat terjadi risiko  infeksi -Kekurangan IUD/IUS alatnya  dapat keluar tanpa disadari -Tembaga pada IUD dapat  meningkatkan darah  menstruasi dan kram  menstruasi -Walaupun jarang terjadi,  IUD/IUS dapat menancap ke  dalam rahim
8.Kontrasepsi Darurat Hormonal-Memengaruhi hormone -Digunakan paling lama 72 jam  setelah terjadi hubungan  seksual tanpa kontrasepsi-Mual dan muntah
9.Kontrasepsi Patch-Wanita menggunakan patch  kontrasepsi (berbentuk seperti  koyo) untuk prnggunaan selama  3 minggu. 1 minggu berikutnya  tidak perlu menggunakan koyo  KB-Efek samping sama dengan  kontrasepsi oral. Namun jarang  ditemukan adanya perdarahan  tidak teratur
10.Pil Kontrasepsi/kb-Mengurangi risiko terkena  kanker rahim dan kanker  endometrium -Mengurangi darah menstruasi  dan kram saat menstruasi -Dapat mengontrol waktu untuk  terjadinya menstruasi -Untuk pil tertentu dapat  mengurangi timbulnya jerawat  ataupun hirsutism (rambut  tumbuh menyerupai pria).-Tidak melindungi terhadap penyakit menular -Harus rutin diminum setiap  hari -Saat pertama pemakaian dapat  timbul pusing dan spotting -Efek samping yang mungkin  dirasakan adalah sakit kepala,  depresi, letih, perubahan mood  dan menurunnya nafsu seksual -Kekurangan untuk pil kb  tertentu harganya bisa mahal  dan memerlukan resep dokter  untuk pembeliannya
11.Sterlisasi-Lebih aman, karena keluhan  lebih sedikit dibandingkan  dengan cara kontrasepsi lain. -Lebih praktis, karena hanya  memerlukan satu kali Tindakan  saja -Lebih efektif, karena tingkat  kegagalannya sangat kecil dan  merupakan cara kontrasepsi  yang permanen -Lebih ekonomis, karena hanya  memerlukan biaya untuk satu  kali Tindakan sajaTubektomi (MOW) -Rasa sakit/ketidaknyamanan  dalam jangka pendek setelah  Tindakan -Ada kemungkinan mengalami  risiko pembedahan Vasektomi (MOP) -Tidak dapat dilakukan pada orang yang masih ingin memiliki anak. -Harus ada Tindakan pembedahan minor
12.Kondom-Bila digunakan secara tepat  maka kondom dapat digunakan  untuk mencegah kehamilan  dan penulara penyakit menular  seksual (PMS) -Kondom tidak memengaruhi kesuburan jika digunakan dalam jangka Panjang -Kondom mudah didapat dan tersedia dengan harga yang terjangkau-Kekurangan penggunaan  kondom memerlukan Latihan  dan tidak efisien -Karena sangat tipis maka  kondom mudah robek -Beberapa pria tidak dapat  mempertahankan ereksinya  saat menggunakan kondom -Setelah terjadi ejakulasi, pria  harus menarik penisnya dari  vagina, bila tidak dapat terjadi  risiko kehamilan atau penularan   penyakit menular seksual -Kondom yang terbuat dari latex  dapat menimbulkan alergi bagi  beberapa orang.

INDIKASI PERSALINAN DENGAN TINDAKAN OPERASI

Dokter spesialis kebidanan akan menyarankan nedah Caesar Ketika proses kelahiran melalui vagina kemungkinan akan menyebabkan risiko kepada sang ibu atau si bayi. Hal hal lainnya yang dapat menjadi pertimbangan disarankannya bedah Caesar antara lain :

  1. Proses persalinan normal yang lama atau kegagalan proses persalinan normal (dystosia)
  2. Detak jantung janin melambat (fetal distress)
  3. Adanya kelelahan persalinan
  4. Komplikasi pre-eklampsia
  5. Sang ibu menderita herpes
  6. Putusnya tali pusar
  7. Risiko luka parah pada rahim
  8. Persalinan kembar (masih dalam kontroversi)
  9. Sang bayi dalam posisi sungsang atau menyamping
  10. Kegagalan persalinan dengan induksi
  11. Kegagalan persalinan dengan alat bantu (forceps atau ventouse)
  12. Bayi besar (makrosomia-berat badan lahir lebih dari 4.2 kg)
  13. Masalah plasenta seperti plasenta previa (ari ari menutupi jalan lahir), placenta abruption atau placenta accreta.
  14. Kontraksi pada pinggul
  15. Sebelumnya pernah menjalani bedah Caesar (masih dalam kontroversi)
  16. Sebelumnya pernah mengalami masalah pada penyembuhan perineum (oleh proses persalinan sebelumnya atau penyakit crohn)
  17. Angka d-dimer tinggi ibu hamil yang menderita sindrom antibody antifosfolipid
  18. CPD atau cephalon pelvic disproportion (proporsi panggul dan kepala bayi yang tidak pas, sehingga persalinan terhambat)
  19. Kepala bayi jauh lebih besar dari ukuran normal (hidrosefalus)
  20. Ibu menderita hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi)

Pada beberapa keadaan,Tindakan operasi Caesar ini bisa direncanakan atau diputuskan jauh jauh hari sebelumnya. Operasi ini disebut operasi Caesar elektif. Kondisi ini dilakukan apabila dokter menemukan ada masalah Kesehatan pada ibu atau ibu menderita suatu penyakit, sehingga tidak memungkinkann untuk melahirakan normal. Misalnya ibu menderita diabetes, HIV/AIDS, atau penyakit jantung, Caesar bisa dilakukan secara efektif atau darurat (emergency). Elektif berarti operasi dilakukan dengan perencanaan yang matang jauh hari sebelum waktu persalinan. Sedangkan emergency berarti Caesar dilakukan Ketika proses persalinan sedang berlangsung, namun karena suatu keadaan kegawatan maka operasi Caesar harus segera dilakukan.

PERAWATAN PASCAPERSALINAN NORMAL

Meskipun persalinan berlangsung normal (keluar dari rahim melalui jalan lahir tanpa bantuan peralatan) dan lancar, tetap menyebabkan kelelahan bagi ibu. Kelelahan fisik akibat menyangga beban bayi dalam perut ditambah proses persalinan telah menguras tenaga ibu. Untuk memulihkan kondisi tubuhnya, ibu yang baru melahirkan sebaiknya beristirahat atau tidur.

Kehamilan dan pascapersalinan mengakibatkan adanya perubahan perubahan yang terjadi pada tubuh ibu. Kulit dan otot perut akan meregang, karena adanya janin dalam perut. Perubahan tubuh yang lain bisa berupa kegemukan, kulit meregang, kulit kotor, dan rambur rontok. Perawatan tubuh yang baik akan memulihkan Kesehatan dan kecantikan ibu seperti keadaan semula.

  • Merawat jalan lahir

Proses persalinan sering menyebabkan jalan lahir bengkak atau luka sobek. Keadaan ini menyebabkan nyeri atau pegal di daerah kemaluan dan kadang kadang terjadi demam. Untuk mengembalikan jalan lahir (vagina) ke bentuk semula bisa dibantu menggunakan jamu, atau dengan Latihan kegel

Latihan kegel dapat dilakukan sebagai berikut :

  1. Kaki sedikit diregangkan. Otot disekeliling vagina dan anus dikencangkan secara perlahan lahan.
  2. Tahan sampai hitungan keenam, lalu dikendurkan secara perlahan lahan sampai hitungan keempat.
  3. Lakukan Latihan ini beulang ulang selama 5 menit dan secara bertahap waktunya diingatkan. Lakukan beberapa kali sehari.

Latihan ini dapat dilakukan segera setelah melahirkan (beberapa jam setelah melahirkan). Kontraksi otot yang dilakukan akan merapatkan jaringan kulit dan jaringan dibawah kulit serta membantu penyembuhan.

  • Kebutuhan gizi ibu menyusui

Untuk memproduksi ASI dibutuhkan kalori sebesar 600 kalori/hari. Karena itu, ibu yang sedang menyusui harus makan lebih banyak dari biasanya dan lebih bergizi.

Selama enam bulan pertama menyusui, dianjurkan untuk menambah kalori sebesar 550 kalori/hari dan protein 17 gram per hari dengan jumlah vitamin A, thiamine dan riboflavin cukup tinggi. Jika produksi ASI kurang, ada beberapa makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi, seperti daun katuk, daun kelor, dan bunga turi. Atau juga bisa mengkonsumsi kacang kacangan seperti kacang hijau dan kacang tanah goreng sangrai.

  • Menghindari pemakaian obat obat tertentu

Obat yang dikonsumsi ibu harus aman dan diberikan paling lambat 30-60 menit setelah menyusui aau 3-4 jam sebelum ibu menyusui lagi.

Beberapa kandungan dalam obat bisa menyebabkan keadaan buruk pada bayi.

  1. Sulfonamide (sulfa) yang dipakai untuk obat diare dapat menyebabkan kern icterus (bayi kuning)
  2. Tetracycline bisa menyebabkan tooth staining (gigi warna kuning)
  3. Chloramphenicol bisa menyebabkan supresi (mengganggu atau menghambat kerja) sumsum tulang yang berfungsi memproduksi sel sel darah merah
  4. Obat sedative dan hipnotik (penenang) bisa menyebabkan sedasi (mengantuk) dan gangguan refleks menyusui.
  5. Merawat payudara

Selama hamil dan pascapersalinan payudara harus dirawat dengan baik agar bentuknya tetap terjaga. Merawat payudara dilakukan dengan cara menjaga kebersihannya dan melakukan pengurutan. Pengurutan dapat dilakukan dengan menggunakan minyak kelapa, minyak zaitun, atau body lotion.

  • Merawat perut

Selama hamil, perut ibu menjadi melar sehingga setelah melahirkan perutnya masih tampak membesar. Otot otot perut sebenarnya bisa mengencang Kembali seketika. Namun, keadaan hamil yang sangat besar atau ada kelainan di otot dinding perut akan menghalangi mengencangnya otot perut ke bentuk semula.

Latihan otot perut akan sangat membantu. Gerakannya dilakukan sebagai berikut :

  1. Berbaring terlentang dengan kedua lutut ditekuk, kedua tangan di bawah kepala atau di samping badan.
  2. Angkat badan sejauh jauhnya.
  3. Dapat juga dilakukan Latihan dengan cara berbaring terlentang, kaki lurus, dan angkat keatas kedua tungkai Bersama sama
  4. Lakukan berulang ulang, secara bertahap tingkatkan jumlah hitungan kegiatan ini
  5. Mengatasi wasir dan keram kaki

Wasir merupakan varises pembuluh darah di anus. Keluhan wasir yang timbul saat hamil, kadang kadang terus berlanjut hingga pasca persalinan. Keluhan wasir bisa dikurangi dengan cara berendam dalam air hangat, menggunakan krim obat atau suppositoria, namun obat paling baik adalah pencegahan dengan menkonsumsi makanan berserat tinggi dan upayakan buang air besar secara teratur.

Setelah melahirkan kaki sering menjadi keram, pergelangan kaki membengkak dan terasa pegal pegal. Keluhan seperti ini biasa terjadi dan akan menghilang setelah dua minggu persalinan. Keram bisa terjadi karena ketidakseimbangan mineral dalam tubuh atau akibat kejang otot. Untuk menghindarinya bisa mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung kalsium, fosfor, dan vitamin D (susu,ikan).

  • Atasi masalah berat badan

Untuk menormalkan Kembali berat badan setelah melahirkan perlu diet dengan memperhatikan keseimbangan gizi sehingga tidak mengganggu produksi ASI. Selama melakukan diet, sebaiknya mengurangi makanan yang manis dan banyak mengandung kalori (beras, mie, dan makanan lain diolah dari tepung) tetapi harus cukup protein, vitamin dan mineral.

PERKEMBANGAN JANIN DARI MINGGU KE MINGGU

Walau terdapat perubahan setiap minggunya, tahapan perkembangan bayi dalam kandungan umumnya dibagi ke dalam beberapa trimester atau periode tiga bulan. Yuk, kenali pokok-pokok perkembangan janin, Anda agar semakin mudah mendeteksi jika terdapat kelainan atau gangguan pada kehamilan Anda.

Perkembangan bayi dalam kandungan dimulai setelah pembuahan terjadi. Pembuahan sendiri umumnya baru terjadi dua minggu setelah tanggal menstruasi terakhir Anda dimulai.

Selain menjadi bagian dari kehamilan, tanggal menstruasi terakhir (Hari Pertama Haid Terakhir / HPHT) juga digunakan untuk memprediksi tanggal persalinan, yaitu dengan menambah 40 minggu dari tanggal tersebut.

  1. Trimester Pertama

Pada minggu ke-3 kehamilan, sel telur yang telah dibuahi akan mulai berkembang dan membentuk sebuah kantung yang berisi bakal janin (embrio) dan plasenta. Sel darah janin pun mulai terbentuk dan ratusan sel lainnya ikut berkembang, lalu sirkulasi darah pun dimulai.Pada akhir minggu ke-4, tabung jantung janin sudah ada dan dapat berdenyut hingga 65 kali dalam satu menit. Di akhir bulan pertama kehamilan, janin sudah berukuran sepanjang 0,6 cm, lebih kecil dari butiran nasi.

Ibu hamil juga mulai mengalami gejala kehamilan, seperti mudah lelah dan payudara yang membesar. Peningkatan hormon kehamilan HCG juga menyebabkan menstruasi terhenti, dan hal ini merupakan salah satu tanda awal kehamilan. Pada minggu ke-6, wajah dengan lingkaran besar untuk mata, hidung, mulut, telinga serta rahang bawah dan tenggorokan sudah mulai terbentuk. Janin sudah mulai terlihat melengkung seperti huruf C.

Pada minggu ke-7, janin mulai membentuk tangan dan kaki, dan rahim kini telah berukuran dua kali lipat. Pada minggu ke-8 hingga ke-10 kehamilan, janin telah berhasil melalui masa kritis dari perkembangan organ dan struktur tubuhnya, telah berukuran hampir 3 cm panjangnya, semakin banyak bergerak, dan semakin terlihat seperti manusia. Pada minggu ini, bayi dalam kandungan telah siap untuk berkembang. Pada minggu ke-11 hingga 13, otak bayi akan berkembang dengan pesat, ginjalnya mulai mengeluarkan urine dan jari-jarinya telah bisa mengepal seperti tinju. Memasuki minggu ke-12, alat kelamin bayi sudah mulai dibentuk. Panjang bayi di trimester pertama ini akan mencapai 8 cm.

  • Trimester Kedua

Memasuki trimester kedua, risiko keguguran biasanya akan ikut menurun, karena kandungan Anda sudah semakin kuat dan terus berkembang. Berat bayi dalam kandungan sudah mencapai 42 gram dengan panjang mencapai 9 cm. Tulang dan tengkoraknya semakin mengeras dan kemampuan mendengarnya ikut meningkat. Anda mungkin akan merasa tendangan dan detak jantung berdebar, serta bisa melihat berbagai ekspresi melalui pemeriksaan USG. Pada minggu ke-14 hingga ke-15, indera perasanya terbentuk dan ia sudah mulai bisa mendeteksi cahaya. Pada minggu ke-16 hingga ke-18, bayi akan mengalami lonjakan pertumbuhan dan alat kelaminnya telah terbentuk dengan baik sehingga bisa terlihat saat pemeriksaan USG. Pada minggu ke-19, bayi dalam kandungan sudah bisa mendengar suara Anda. Memasuki minggu ke-20, bayi akan lebih banyak menelan dan memproduksi kotoran atau mekonium.

Pada minggu ke-21 hingga ke-22, bayi sangat aktif dan semakin terlihat seperti manusia kecil. Bayi juga sudah mulai menumbuhkan alis dan rambut di usia minggu ke-25, serta berat badannya semakin bertambah karena sudah memiliki lemak. Pada minggu ke-26, bayi mulai bisa menghirup dan mengeluarkan cairan plasenta (air ketuban) yang merupakan pertanda baik, karena dengan demikian ia sekaligus berlatih untuk bernapas. Pada minggu ke-27, bayi dalam kandungan Anda telah bisa membuka dan menutup matanya, menghisap jari-jarinya, bahkan cegukan. Anda mungkin merasa geli ketika ia melakukan hal ini.

  • Trimester Ketiga

Memasuki trimester ketiga, berat bayi bisa mencapai 1 kg dengan otot dan paru-paru yang makin berkembang. Kepalanya terus bertumbuh untuk mengikuti perkembangan sel saraf di otaknya. Kulitnya yang keriput menjadi semakin halus akibat lemak tubuhnya yang terus bertambah. Ia sudah bisa berkedip, bulu mata dan kukunya tumbuh, dan rambutnya lebih banyak. Pada trimester akhir ini, bayi akan lebih banyak menambah berat badannya, hingga secara keseluruhan bisa mencapai sekitar 3 kg dengan panjang 48 cm.

Pada minggu ke-31 hingga ke-33, tendangan bayi akan lebih terasa kuat dan Anda mungkin mulai mengalami kontraksi palsu. Rahim yang kian membesar bisa menyebabkan nyeri ulu hati dan sesak napas. Anda juga akan semakin merasa tidak nyaman berada di tempat tidur. Pada minggu ke-34, sistem saraf pusat dan paru-parunya akan semakin matang dan pergerakan tidak sesering atau seheboh sebelumnya. Bayi dalam kandungan akan semakin turun ke area panggul pada minggu ke-36 seiring tanggal persalinan mendekat. Pada minggu ke-37, Anda akan lebih sering mengalami keputihan dan kontraksi. Selama kehamilan, Anda disarankan untuk mewaspadai gejala-gejala dari kondisi yang bernama preeklamsia, yaitu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah, terdapat protein di urine, serta pembengkakan di kaki.

Air ketuban Anda mungkin akan pecah pada minggu ke-39. Jika ini terjadi, artinya Anda akan memasuki proses persalinan. Segera hubungi dokter, bidan, atau rumah sakit tempat Anda berencana melahirkan untuk mendapatkan pertolongan. Terkadang, ibu hamil mungkin ada yang belum menunjukkan tanda-tanda persalinan meskipun sudah melewati waktu perkiraan lahir. Jangan khawatir jika Anda mengalaminya, karena hal ini memang bisa terjadi. Namun, jika usia kandungan sudah terlalu tua atau mencapai minggu ke-42, Anda mungkin perlu menjalani prosedur induksi persalinan.

Diskusikanlah dengan dokter mengenai prosedur persalinan yang aman dan sesuai dengan kondisi kehamilan Anda. Rutin memeriksakan bayi dalam kandungan juga dapat membantu Anda untuk mengantisipasi kelainan atau masalah yang mungkin terjadi.

DEPRESI SAAT HAMIL JANGAN DIANGGAP SEPELE, INI CARA MENGENALINYA

Jika ibu hamil yang mengalami perubahan hormon ini juga menghadapi masalah hidup yang cukup berat, bisa saja terjadi. Risiko Bumil untuk terkena depresi akan meningkat bila Bumil pernah mengalami keguguran, pengalaman traumatis, atau depresi sebelum hamil.

Tanda-Tanda Depresi Saat Hamil

Mengenali depresi saat hamil bisa menjadi sulit karena beberapa tandanya mirip dengan gejala kehamilan biasa, seperti perubahan nafsu makan, lemas, dan perubahan pola tidur.

Meski demikian, depresi saat hamil biasanya juga disertai tanda-tanda berikut ini:

  • Sulit berkonsentrasi
  • Merasa tidak berharga
  • Tidak menikmati hal-hal yang dulunya disukai
  • Selalu merasa bersalah
  • Dilanda kesedihan secara terus-menerus
  • Merasa putus asa

Gejala-gejala ini bisa dikategorikan sebagai depresi jika dirasakan setidaknya selama 2 minggu.Walaupun mungkin gejala-gejala ini disadari oleh ibu hamil, tidak banyak yang mengetahui bahwa ini merupakan hal serius. Akibatnya, sering kali gejala ini tidak segera diatasi. Padahal, depresi tidak boleh dibiarkan begitu saja, apalagi bila terjadi pada ibu hamil.

Depresi bisa membuat ibu hamil melampiaskan kesedihannya dengan mengonsumsi , merokok, atau minum minuman beralkohol. Bahkan, pada depresi berat, ibu hamil bisa mencoba untuk mengakhiri hidupnya.

Dampak depresi saat hamil bisa menyebabkan janin berisiko mengalami gangguan perkembangan, lahir dengan berat badan rendah, atau lahir prematur. Selain itu, jika depresi berlanjut hingga setelah melahirkan, ibu kemungkinan besar tidak memiliki keinginan untuk merawat bayinya.

Bagaimanakah Cara Mengatasi Depresi Saat Hamil?

Depresi bisa merugikan ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Oleh karena itu, depresi saat hamil perlu segera diatasi bila muncul gejalanya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan jika Bumil merasakan tanda-tanda yang mengarah ke depresi, antara lain:

Mencari pertolongan dari tenaga kesehatan

Depresi saat hamil perlu ditangani secara profesional. Oleh karena itu, Bumil harus berkonsultasi ke psikolog atau psikater, jika bumil berkonsultasi ke psikolog. Terapi yang muking dilakukan adalah psikoterapi terapi ini dapat mengatasi depresi yang ringan atau sedang  Namun, jika gejala yang Bumil alami dinilai termasuk dalam depresi berat, psikolog kemungkinan akan merujuk Bumil ke psikiater agar bisa mendapatkan obat di samping psikoterapi.

Pengobatan untuk depresi berpotensi menimbulkan efek samping pada janin. Namun, jika psikiater memutuskan untuk memberikan Bumil obat, artinya ia menilai bahwa manfaat mengonsumsi obat tersebut lebih besar ketimbang risikonya. Walaupun begitu, Bumil tetap dianjurkan rutin memeriksakan kehamilan ke dokter kandungan, apalagi jika depresi juga telah memengaruhi kesehatan fisik Bumil.

Menerapkan pengobatan alami untuk depresi

Untuk mendukung kerja obat dan psikoterapi, Bumil juga bisa melakukan beberapa hal yang dapat membantu meringankan gejala depresi saat hamil, di antaranya adalah:

  1. Istirahat yang cukup
    Usahakan untuk tidur yang cukup dan teratur setiap harinya. Kurang tidur dapat menurunkan kemampuan Bumil untuk menghadapi stres, sehingga Bumil lebih rentan mengalami gejala depresi.
  2. Olahraga ringan
    Latihan fisiki selama kehamilan diketahui mampu meningkatkan kadar hormon serotonin (hormon bahagia) dan menurunkan hormon kortisol (hormon stres). Namun, Bumil dianjurkan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter kandungan untuk mengetahui jenis latihan fisik dan olahraga yang sesuai dengan kondisi bumil .
  3. Konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang
    Cara lain yang bisa Bumil lakukan untuk meringankan depresi saat hamil adalah mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang mengkonsumsumsi makanan yang tinggin gula, lemak jahat, atau terbuat dari tepung diketahui dapat memperburuk mood, bahkan bisa memperparah gejala depresi.
  4. Konsumsi asam lemak omega-3
    Asam lemak omega-3 juga bisa digunakan sebagai mood booster alami dan bisa membantu meringankan gejala depresi saat hamil. Selain itu, nutrisi ini juga baik untuk perkembangan otak bayi. Asam lemak omega-3 bisa didapatkan dengan mengonsumsi kacang-kacangan, dan minyak nabati.

Depresi saat hamil bisa membahayakan ibu maupun janin yang dikandungnya. Oleh karena itu, gejala depresi perlu diwaspadai dan segera diatasi dengan terapi dan pengobatan dari psikolog atau psikiater.

Sayangnya, salah satu gejala depresi adalah merasa tidak berharga dan putus asa sehingga bisa membuat penderita tidak peduli akan kesehatannya dan enggan untuk mencari bantuan atau pengobatan.

Bila Bumil merasakan gejala depresi, kuatkan diri Bumil dan jangan ragu untuk meminta pertolongan, setidaknya ke orang terdekat terlebih dahulu. Setelah itu, pelan-pelan Bumil bisa melanjutkan dengan berkonsultasi ke psikolog atau

BERBAGAI KELUHAN SAAT HAMIL

Kondisi hamil menyebabkan fisik seseorang calon ibu berangsur-angsur mengalami perubahan. Dalam rentang waktu 9 bulan, perubahan ini menurut ibu menyesuaikan diri dengan kondisi fisiknya. Tak ayal, bahwa perubahan yang ‘mendadak’ ini menimbulkan beragam keluhan siring dengan pertambahan usia kandungan, yaitu :

  1. Kelelahan.

Kelelahan akan dimulai ketika seorang janin tumbuh dirahim ibu. Semakin tua usia janin semakin menimbulkan kelelahan pada ibu. Ini tidak dapat dipungkiri karena beban ibu semakin bertambah ketika membawa janinnya yang semakin hari semakin besar untuk bersama-sama melakukan aktivitas rutinnya. Untuk menanggulangi hal ini berikan porsi istirahat/jeda pada setiap kegiatan. Tubuh tidak boleh terforsir untuk bekerja sehingga kelelahan.

  • Pusing.

Keluhan ini merupakan keluhan awal dan umum terjadi. Pengaruh hormone saat kehamilan yang terjadi penyebabnya. Hormone progesterone memicu dinding pembuluh darah melebar sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan tekanan darah dan membuat calon ibu merasa pusing.

  • Sembelit

Peningkata relaksasi otot-otot pencernaan dan hormone menyebabkan sistem pembuangan menjadi lambat sehingga menimbulkan sembelit. Untuk menanggulanginya banyak minum air putih yang cukup dan olah raga ringan.

  • Sesak nafas

Bagi yang semakin besar dalam Rahim akan menekan dinding otot diagfarma (penyekat rongga dada dan perut). Keluhan sesak nafas biasanya muncul sebulan sebelum kelhairan, pada saat ini kepala bayi telah memasuki panggul, dalam kondisi ini, ibu (bias dibantu suami) untuk menjaga kondisi rileks mengurangi ketegangan, serta mengurangi aktivitas fisik yang menguras bnyak tenaga.

  • Sakit Punggung.

Melunaknya sambungan antar tulang pinggul serta bertambahnya beban Rahim menimbulkan sakit punggung dan pegal untuk mengurangi keluhan ini suami bias memijit punggung istri dari bawah keatas.

  • Nyeri ulu hati

Jika mengalami keluhan ini jangan panic dulu. Hal ini disebabkan adanya sejumlah kecil isi lambung yang lewat dipangkal saluran kerongkongan (penghubung mulut dengan lambung). Untuk mengatasinya selama hamil, jangan seringmembungkuk atau berbaring datar. Kalau ingin berbaring coba gunakan bantal yang tinggi. Sediakan pula segelas susu disamping tempat tidur dan minumlah sedikit-sedikit setiap kali nyeri.

  • Sariawan

Perubahan hormonal memang berdampak pada semua bagian tubuh termasuk organ mulut.keluhan yang sering dijumpai pada ibu hamil, yaitu sariawan dan gusi berdarah. Hal ini bias disebabkan karena kekurangan gizi (asam folat, vit b12, dan b6) dan stress biasnya dokter akan meberikan obat kumur dan membantu mengatasi peradangan, banyak konsumsi yang mengandung ,imeral dan vit , dan memilih sikat gigi yang halus .

  • Insomnia

Dalam kondisi tubuh yang semakin berat, membuat ibu tidak nyaman dalam posisi apapun, jika ibu mengalami kesulitan tidur usahakan melakukan relaksasi sebelum tidur

  • Varises

Tidak semua ibu hamil mengalami hal ini, karena penyebabnya adalah factor kegemukan dan keturunan jika ibu mengalami hal ini, usahakan tidak memakai sepatu hak tinggi dan tidak boleh berdiri terllau lama

  1. Kram

Biasanya kram terjadi pada otot betis dan kaki. Hal ini disebabkan kekurangan kalsium, kelelahan atau adanya tekanan Rahim pada otot menuju kaki , mengatasinya luruskan kaki, pijat bagian yang mengalami kram dan asupan kalsium.

  1. Sering buang air kecil

Letak kandun kemih bersebalahan dengan Rahim adanay janin membuat kandung kemih tertekan sehingga kapasitasnya berkurang , ini yang menyebabkan sering  BAK , jangan menahannya, dan segera bersihkan dan keringkan daerah kewanitaan , jika perlu gantilah pakaiann dalam sehabis buang air kecil.

  1. Kontraksi

Mulai trimester kjetiga, terkadang ibu hamil mengalami kontraksi palsu, konntraksi ini dialami karena ibu banyak melakukan aktivitas sehingga merasa kelelahan. Untuk menanggulangi hal ini, setiap kali mengalami kontraksi ibu bias istirahat.

MELAHIRKAN NORMAL TANPA JAITAN

Jahitan pada proses melahirkan biasanya disebabkan oleh adanya robekan yang terjadi di bagian area kewanitaan. Robekan atau guntingan menurut istilah kedokteran disebut dengan episiotomi, yaitu pengguntingan yang dilakukan untuk melebarkan proses jalan lahir bayi.

Berikut adalah tips melahirkan normal tanpa jahitan:

a. Menyiapkan diri sebelum persalinan

Hal pertama, yakin bahwa proses persalinan akan berjalan dengan baik. Kemampuan diri ibu dalam menjalani proses normal adalah salah satu modal awal untuk memasuki persalinan normal tanpa jahitan. Adapun beberapa cara seperti pijatan prenium yang umumnya dilaku- kan pada bulan-bulan akhir trimester ketiga atau adapula yang melatih dengan proses senam kegel yang bertujuan melatih otot-otot di lubang pengeluaran.

b. Memilih tempat

Pemilihan tempat merupakan salah satu faktor untuk mendapatkan proses persalinan normal tanpa jahitan, meskipun semua Kembali pada kondisi kesehatan ibu dan janin akan tetapi bantuan tempat yang nyaman dapat membuat rileks dan menjalani persalinan dengan lancar.

c. Hindari kelelahan yang berlebih mendekati masa persalinan

Salah satu terjadinya episiotomi adalah adanya gangguan pada ibu hamil, gangguan tersebut baik secara ringan ataupun berat. Gangguan ringan seperti kelelahan menjadi salah satu alasan dilakukan pengguntingan atau robekan (episiotomi) oleh karena itu hindari aktivitas yang berlebih ketika ibu memasuki bulan akhir kehamilan. Gunakan waktu istirahat yang cukup dengan menjaga asupan nutrisi dengan makanan yang memiliki kandungan kalori untuk energi ekstra menjelang persalinan.

d. Melakukan gerakan ringan untuk melatih otot

Gerakan ringan yang umum dilakukan pada trimester terakhir yaitu dengan melakukan gerakan kepala, dahi dan hidung sehingga menyentuh lantai begitu juga dengan tangan, lutut dan jari-jari kaki yang ikut menyentuh lantai. Hal ini membantu bayi memasuki posisi terbaik dan mendorongnya bayi sehingga meminimalisir keadaan sungsang ketika lahir. Ibu juga bisa mengelola posisi lain seperti melakukan aktivitas rumah dan juga berjalan sebanyak yang anda sanggup melakukannya. Ketika ibu melakukan posisi jongkok sebaiknya menggunakan bantuan dengan berpegang pada benda yang kuat.

e. Menggunakan aromaterapi untuk membuat rileks

Bagi ibu yang melakukan pemijatan perineum dengan minyak seperti minyak zaitun atau minyak bunga (aromaterapi) untuk membantu peregangan otot dapat membuat suasana yang lebih nyaman dan memberikan ketenangan mendekati persalinan. Ketenangan sangat dibutuhkan untuk mendapatkan proses persalinan normal dan meminimalisir jahitan pada proses persalinan.

f. Alpukat dan minyak zaitun untuk peregangan membantu proses persalinan

Ibu dapat mengonsumsi alpukat dan minyak zaitun untuk membantu peregangan kulit dari dalam. Konsumsi teh daun raspberry juga selama trimester terakhir 2 cangkir setiap hari akan membuat proses persalinan karena membantu adanya kontraksi lebih produktif.

g. Usahakan untuk tidak mengangkat bokong

mengangkat bokong (pantat) Ketika proses persalinan akan menyebabkan terjadinya robekan jalan lahir bayi yang lebih luas. Karena tidak adanya penyangga akan menyebabkan otot mudah terkoyak.

CARA MENGHITUNG USIA KEHAMILAN

Bagi sebagian ibu muda yang baru pertama kali mengalami kehamilan tentu tidak mengetahui secara pasti usia kehamilannya, hal ini disebabkan si ibu tidak mengetahui secara pasti pembuahan itu terjadi. Sebenarya ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk usia kehamilan ibu bias memilih yang paling mudah dan nyaman untuk dilakukan.

  1. Hari Pertama Menstruasi Terakhir

Metode ini membutuhkan pengetahuan tentang siklus mentruasi. Berdasarkan siklus, dokter bias memperkirakan usia kehamilan dan tanggal kelahiran si kecil yang dihitung berdasarkan rumus Neagele, yakni hari ditambahkan 7, bulan dikurangi 3, ditambahkan 1.

Contohnya, bila mentruasi terakhir tanggal 1 mei 2010, diperkirakan persalinan akan terjadi pada 8 februari 2011. Sebagai catatan, untuk bulan yang tidak bias dikurangi 3, misalnya januari, februari dan maret, maka bulanya ditambah 9, tapi tahunya tetap.

Namun sayangnya rumus ini hanya bias diterapkan pada perempuan yang memiliki siklus mentruasi teratur, yakni Antara 28-30 hari. Tak hanya itu hanya sekitar 5% bayi yang akan lahir sesuai perhitungan ini. Sebab perkiraan tanggal persalinan sering kali melesat Antara tujuh hari sebelum atau sesudah tanggal yang dihitung.

  • Gerakan Janin

Perlu untuk diketahui bahwa pada kehamilan pertama gerakan janin mulai terasa setelah kehamilan memasuki usia 18-20 minggu. Sedangkan pada kehamilan kedua dan sterusnya, gerakan janin sudah terasa pada usia kehamilan 16-18 minggu

  • Tinggi Puncak Rahim

Biasanya, dokter akan meraba puncak Rahim (Fundus Uteri) yang menonjol di dinding perut dan perhitungan dimulai dari tulang kemaluan. Jika jarak dari tulang kemaluan sampai puncak Rahim sekitar 28 cm, ini berarti usia kehamilan sudaj mencapai 28 minggu. Tinggi maksimal puncak Rahim adalah 36 cm, ini menunjukan usia kehamilan sudah mencapai 36 minggu.

Perlu diketahui, ukuran maksimal adalah 36 cm dan tidak akan bertambah lagi meskipun usia kehamilan mencapai 40 minggu. Kalaupun tingginya bertambah, kemungkinan yang akan dialami adalah janin yang besar, kembar, atau cairan tubuh yang berlebih.

  • Menggunakan 2 Jari Tangan

Pengukuran dengan menggunakan 2 jari tangan ini hanya bias dilakukan jika ibu hamil tidak memiliki berat badan berlebih. Caranya : letakan dua jari diantara tulang kemaluan dan perut. Jika jarak diantara tulang kemaluan dan puncak Rahim masih di bawah pusar, maka setiap penambahan dua jari penambahan usia kehamilan sebanyak 2 minggu.

  • Menggunakan Ultrasonografi (USG)

Cara ini paling mudah dan paling sering dilakukan oleh dokter. Tingkat akurasinya cukup tinggi. Yakni sekitar 95%. Dengan USG maka usia kehamilan dan perkirakan waktu kelahiran si kecil bias dilihat dengan jelas melalui ”gambar”janin yang muncul pada layar monitor

TANDA-TANDA PERSALINAN

Ketika kehamilan menginjak usia 39 minggu, kondisi ibu telah diambang ‘pertempuran’. Perasaan cemas, antara keinginan melihat bayinya dengan cepat dan ketakutan akan proses kelahiran itu sendiri. Pada masa ini, ibu sering mengalami:

Panas di sekitar perut (heartburn), merasa se-perti sakit lambung, karena ruang yang semakin menyempit akibat bertambahnya bobot dan ukuran janin Keinginan untuk sering buang air kecil karena desakan janin ke atas dan ke samping secara terus menerus, sementara kemampuan kandung kemih untuk menampung cairan semakin berkurang.Ibu akan semakin menjadi cepat lelah dan gerakan janin sering mengganggu waktu istirahat, gehingga ibu menjadi kurang nyenyak tidur. Ketika kehamilan memasuki masa kelahiran, biasanya kandungan sering mengalami kontraks; yang sangat mirip dengan tanda awal ibu akar melahirkan. Kontraksi ini membuat perut terasa kencang di bagian tertentu. Jika datangnya tidak teratur, di bagian yang berpindah-pindah, dan akan hilang sendiri jika ibu beristirahat seienak (berbaring atau duduk dengan posisi selonior) atau dengan membelai lembut bagian yang sakit, maka kontraksi itu bukan merupakan tanda awal kelahiran. Kontraksi ini hanyalah kontraksi palsu yang sering disebut dengan Braxton Hicks.’ Namun masa kelahiran semakin nyata jika kontraksi yang sesungguhnya terjadi dan diser-tai dengan adanya bercak darah segar disertai dengan lendir yang jernih dari kemaluan. Kontrak-si merupakan gerakan alamiah dari rahim yang mengerut dan mengendur sehingga janin memo-sisikan dirinya sedemikian rupa sehingga janin dalam posisi siap lahir di dalam rongga panggul. Kontraksi akan menyebabkan rasa sakit yang datangnya dari bagian atas rahim dekat saluran telur kemudian Menyebar ke seluruh bagian Rahim hingga ke mulut Rahim/serviks.

Untuk Lebih jelasnya, perlu dipaparkan beberapa perbedaan Antara kontraksi palsu dan kontraksi asli, yaitu sebagai berikut:

KONTRAKSI PALSUKONTRAKSI ASLI
Datang secara tidak teratur terjadi pada bagaian perut yang berbeda-beda        Datangnya teratur. Teriadi secara simetris, mulai dari bagian atas dekat saluran telur lalu menyebar ke seluruh rahim.
Datangnya dalam waktu yang tidak lamaAwalnya, Kontraksi dating hanya sebentar namun kemudian bertambah lama.
Akan hilang jika ibu beristirahatAkan Terum Berlangsung walaupun ibu melakukan istirahat.
Kontraksi akan semakin lemahAwalnya terasa ringan, kemudian akan bertambah kuat dan nyeri.

Kontraksi akan datang terus-menerus don meningkat kekuatannya merupakan awal proses kelahiran dimulai. Pada kelahiran anak pertama. biasanya waktu untuk proses kelahiran akan semakin panjang, bisa sampai seharian penuh. Jika telah ada bercak darah, dan kontraksi sudah berdurasi 15 menit sekali, barulah ke rumah sakit/ klinik bersalin. Karena jika kontraksi datang sudah dalam keadaan rutin, tapi jaraknya masih I jam sekali, biasanya hal itu mulut rahim dalam posisi bukaan I, sehingga masih harus menunggu beriam-jam lamanya hingga waktu kelahiran tiba. Biasanya pula pihak klinik/rumah sakit akan menyuruh kita pulang dan kembali ketika kontraksi dalam keadaar beriarak dekat (15 menit sekali).

Ketika kontraksi semakin dekat, 15 menit sekali, barulah mendatangi rumah sakit/klinik bersalin, jangan lupa membawa tas yang berisi pakaian kita dan bayi yang telah dipersiapkan sebelumnya.Biasanya perawat/bidan akan meminta ibu untuk mandi dan BAB/BAK, berganti pakaian atas dengan baju berkancing depan, dan jarit sebagai bawahannya. Ibu masih diminta untuk berjalan-ialan di dalam kamar bersalin. Sesekali perawat/ bidan akan memeriksa posisi pembukaan mulut rahim, dengan memasukkan jarinya ke kemaluan ibu. Pemeriksaan in sering kali membuat ibu hamil kurang nyaman.

Kontraksi yang merupakan tanda ibu akan segera melahirkan akan meningkat keadaannya, baik dari segi waktu maupun kekuatannya. Pada awalnya kontraksi akan datang sekitar 1 jam sekali dengan intensitas rasa sakit yang ringan (selama 40-60 detik), Rasa awalnya hanya nyeri biasa seperti ketika datang bulan. Selanjutnya jeda kontraksi akan lebih pendek menjadi 5 menit sekali dan 2 menit sekali Semakin berjarak dekat, kekuatan rasa sakit pun bertambah (selama 60-90 detik), yaiu, rasa nyeri yang menjalar hingga ke bagian bawan perut, dan bahkan hingga pada bagian punggung dan belakang pinggang. Pada saat ini ibu sudah tidak kuar berdiri. Biasanya perawat/bidan meminta ibu untuk berbaring. Posisi ini akan memudahkan pembukaan jalan lahir tahap berikutnya. Pada tahap ini, mintalah suami/perawat untuk memijit di sepanjang punggung, melingkari pinggang, serta perut.

Datangnya kontraksi bisa diketahui ibu. Ibaratnya seperti mendaki gunung, jadi ibu bisa merasakan ketika baru mulai mendaki, terus mendaki, yang akhirnya sampai ke puncak, berjalan turun, dan akhirnya sampai ke bawah. Begitulah kontraksi terjadi selama berkali-kali dengan intensitas yang akan bertambah baik kualitas maupun kuantitasnya. Ketika kontraksi akan sampai puncak, ibu bisa mengambil napas sambil tetap berzikir. Cara in terbukti bisa mengalihkan perhatian sehingga alkan mengurangi rasa sakit. Jaga hati dan pikiran untuk tetap minta perlindungan dan kemudahan dari Allah Swt.

Waktu yang pas untuk melahirkan adalah ilka pembulkaan mulut rahim telah genap 10. Mulut rahim bisa terbuka dengan adanya kontraksi tersebut. Pembukaan ini dihitung dengan satuan sentimeter (cm). Jika dokter/bidan menyatakan isudah bukaan 7, maka berarti mulut rahim telan nembuka selebar 7 cm. Karena diameter kepala janin bisa mencapai 9.5 cm, maka pembukaan haruslah mencapai 10. Ketika pembukaan hampir sempurna, kontraksi akan semakin menghebat, sehingga ibu sering kali tidak than dan merasa fase ini merupakan fase terberat. Fase ini diakhiri dengan rasa mulas seperti ingin buang air besar yang sangat menchebat. Terkadang ibu secara tidak sadar buang air besar. Ketika hal ini terjadi, ibu tidak usah merasa malu dan merasa bersalah. Tenaga kesehatan yang membantu persalinan sudah memahami hal ini dan sering mengalaminya. Tahap ini, ibu secara otomatis ingin mengejan. Walaupun demikian kuat keinginan ibu untuk mengejan, tunggulah aba-aba dari dokter/ bidang yang membantu persalinan.

Desakan kepala bayi pada daerah perineum (antara anus dan vagina) semakin kuat. Untuk menghindari perobekan yang tak beraturan, biasanya.Sebagian dokter menyayat/menggunting daerah ini (episiotomi). Ibu tidak per/u khawatir karena sayatan doker tidal a rana terasa karena. Kalah sakitnya dengan proses pembukaan jalan lahir itu sendiri.