TULISAN 21. TETANGGAKU UDAH MELAHIRKAN DULUAN, AKU JADI GALAU

Beberapa hari terakhir kehamilan adalah saat yang menyenangkan bagi ibu hamil. Tapi ketika tanggal taksiran persalinan sudah berlalu, maka menunggu mulainya proses persalinan bisa membuat ibu hamil menjadi stres, apalagi lihat tetangga dan teman-teman sudah pada melahirkan…tambah stress deh.

Tidak hanya ibu hamil yang stress, malahan banyak orang tua, suami, saudara, dan yang lainnya juga menjadi cemas. Tapi perlu diingat bahwa jika tidak ada masalah spesifik dalam pemeriksaan kehamilan, bayi dalam kandungan walopun udah kelewat tanggal taksiran persalinannya sangat mungkin dalam kondisi baik-baik saja.

Terdapat berbagai istilah hamil tua dalam dunia kedokteran, antara lain:

  1. Kehamilan yang berakhir sekitar 40 minggu (antara 37 – 40 minggu), dikenal sebagai “kehamilan yang tuanya pas tanggal” atau “kehamilan pas tanggal.”
  1. Jika bayi lahir sebelum umur kehamilan 37 minggu, maka hal itu dianggap kelahiran prematur. Kelahiran janin yang terlalu dini dikaitkan dengan berbagai risiko bagi bayi.
  1. Kehamilan yang berlangsung sedikit lebih lama dari 40 minggu (antara 40 – 41 minggu 6 hari) disebut kehamilan akhir-akhir/ late term pregnancy.
  1. Sedangkan kehamilan yang berlanjut 42 minggu atau lebih maka disebut kehamilan post-term/ lewat bulan.

Definisi kehamilan tua mungkin akan berbeda-beda antar negara karena disesuaikan dengan kondisi masyarakat dan kemajuan teknologi kedokteran tiap negara. Sangat sedikit wanita hamil yang melahirkan tepat pada tanggal taksiran persalinannya. 90% wanita akan melahirkan janinnya secara spontan tanpa rangsangan/ tanpa induksi pada umur kehamilan antara 37-40 minggu dan 5-10% wanita akan melahirkan setelah 40 minggu (antara 40-42 minggu).

Belum diketahui secara pasti penyebab bayi lambat lahir, diduga berkaitan dengan faktor keturunan/ genetik. Dalam suatu studi kedokteran, ternyata didapati bahwa wanita yang telah melahirkan bayi lewat bulan maka mereka akan cenderung untuk melahirkan lewat bulan lagi pada masa yang akan datang. Dokter kandungan akan makin sering untuk meminta ibu hamil kontrol bila sudah lewat dari tanggal taksiran persalinan.

Kapan sih kehamilan dianggap lewat bulan ? pada minggu-minggu pertama kehamilan lewat waktu (lebih dari 40 minggu) maka kondisi bayi dan ibu hamil biasanya masih oke-oke saja asalkan selalu dalam pengamatan dan kontrol dokter kandungan, dan selama kontrol tidak ada masalah yang berkaitan langsung dengan kehamilannya. Tetapi ada hal-hal yang harus disadari oleh ibu hamil yaitu sedikit banyak akan terdapat peningkatan resiko pada kehamilan yang lewat 40 minggu, antara lain:

  1. Fungsi placenta mungkin saja tidak sebagus sebelum umur kehamilan 40 minggu.
  1. Mungkin saja mulai timbul gejala-gejala infeksi yang dapat mempengaruhi kesehatan janin dalam rahim.
  1. Dapat terjadi komplikasi-komplikasi tak terduga saat hamil atau saat melahirkan misalnya janin akan makin besar sehingga dapat membahayakan saat proses bersalin.
  1. Kalo kehamilan dibiarin saja melewati 42 minggu maka kebanyakan juga lahir dalam 3-4 minggu pasca melewati taksiran persalinan. Tetapi perlu diingat bahwa terdapat peningkatan resiko kematian janin spontan dalam kandungan. Kebanyakan dokter kandungan tidak mau membiarkan kehamilan melebihi 42 minggu sehingga langsung dilakukan induksi persalinan atau operasi sesar, tergantung kondisi kehamilan saat pemeriksaan.

Ada banyak metode tradisional yang digunakan wanita untuk memulai persalinan, termasuk hal-hal seperti berjalan-jalan pagi atau jalan-jalan di mall. Beberapa wanita melakukan hubungan seks atau menstimulasi puting payudara mereka dengan harapan hormon yang dilepaskan akan memicu kontraksi rahim.

Pendekatan ini didasarkan pada teori bahwa hormon pada air mani pria (cairan pembawa sperma yang dilepaskan saat ejakulasi), dan hormon yang dibuat tubuh wanita saat terangsang secara seksual, menyebabkan leher rahim wanita hamil akan mengalami rileks dan terbuka lebih mudah. Bahkan banyak penelitian tentang pendekatan tradisional ini. Tapi ternyata penelitian tersebut hanya menghasilkan bukti-bukti lemah yang menunjukkan bahwa puting payudara wanita hamil yang dirangsang selama satu sampai tiga jam per hari dapat membantu mempercepat terjadinya persalinan. Artinya tidak direkomendasikan untuk dilakukan… ya gampangnya boleh dikerjakan tapi hasilnya megecewakan alias gatot (kebanyakan bakalan gagal total). Adapun hasil penelitian tersebut menemukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Tanpa stimulasi payudara: Didapati bahwa 8 dari 100 wanita yang tidak menstimulasi puting payudara mereka, persalinan dimulai dalam 72 jam pada umur kehamilan lebih dari 40 minggu.
  1. Dengan stimulasi payudara: ternyata didapati bahwa sekitar 39 dari 100 wanita yang merangsang puting mereka akan melahirkan spontan setelah umur kehamilan 40 minggu. Tetapi perlu diingat yaitu penelitian ini hanya dilakukan pada 400 wanita sehingga penelitian ini hanya bisa memberi gambaran kasar tentang efektifitas stimulasi puting payudara pada wanita hamil.

Rangsangan puting payudara wanita pasca melahirkan ternyata bermanfaat juga untuk mengurangi risiko pendarahan setelah melahirkan. Kebanyakan penelitian kedokteran menyatakan bahwa belum menemukan hubungan yang jelas apakah seks dapat menginduksi terjadinya persalinan.

Tidak hanya rangsangan pada puting payudara, wanita hamil terkadang mencoba sejumlah hal lain untuk mencoba menimbulkan persalinan. Beberapa minum teh daun raspberry untuk melembutkan leher rahim, sementara yang lain menggunakan homeopati, minyak evening primrose atau akupunktur. Tapi tidak ada bukti ilmiah bahwa pendekatan ini berhasil menimbulkan persalinan.

Minyak jarak adalah metode tradisional lain yang digunakan untuk menginduksi persalinan. Ini tersedia dalam bentuk jus, larutan yang digunakan dalam irigasi kolon, atau kapsul. Minyak ini belum terbukti memiliki efek menimbulkan persalinan. Dan perlu diingat bahwa belum banyak penelitian tentang keamanan dan efektivitas minyak jarak bagi wanita hamil.

kesimpulannya adalah setiap wanita hamil yang sudah lewat dari tanggal taksiran persalinan wajib kontrol ke dokter kandungan untuk mengetahui kondisi kehamilannya dan untuk mengetahui langkah-langkah yang mungkin diambil menghadapi kehamilan yang sudah lewat dari taksiran persalinannya.