Mengenal Prosedur VBAC, Ketika Ibu Melahirkan Normal Setelah Pernah Caesar

Siapa saja yang boleh melakukan VBAC?

Kondisi ibu hamil yang diperbolehkan melahirkan normal setelah caesar atau VBAC adalah sebagai berikut:

  • Ibu yang memiliki bekas sayatan operasi caesar berbentuk garis horizontal yang terletak rendah di bawah perut.
  • Saat ini mengandung 1 bayi, dan hanya pernah 1 kali operasi caesar sebelumnya tapi bukan dengan sayatan vertikal.
  • Persalinan terjadi secara spontan setelah induksi, sehingga kontraksi berlangsung cepat.
  • Ukuran taksiran berat janin lebih kecil dari ukuran berat janin sebelumnya.
  • Tulang panggul Anda berukuran cukup besar, sehingga memungkinkan bayi untuk keluar dengan mudah. Biasanya dokter yang dapat menentukan hal ini.
  • Belum pernah melakukan operasi berat pada rahim, seperti miomektomi untuk mengangkat tumor rahim jinak (fibroid).
  • Belum pernah mengalami rahim robek di kehamilan sebelumnya.
  • Tidak memiliki kondisi medis yang membuat persalinan melalui vagina menjadi berisiko, misalnya plasenta previa atau fibroid.

Siapa saja yang tidak dianjurkan melakukan VBAC?

Kondisi ibu hamil yang tidak diperbolehkan melahirkan normal setelah caesar atau VBAC adalah sebagai berikut.

  • Pernah melakukan persalinan caesar dengan sayatan rahim vertikal.
  • Sayatan vertikal di bagian atas rahim atau sayatan klasik dengan bentuk huruf T akan menempatkan Anda pada risiko yang lebih tinggi untuk mengalami ruptur uterus (rahim robek) saat mengejan nanti.
  • Pernah melakukan persalinan caesar dengan jenis sayatan rahim yang tidak diketahui pasti, tapi diduga merupakan sayatan vertikal (klasik).
  • Pernah mengalami rahim robek di kehamilan sebelumnya.
  • Pernah melakukan operasi berat pada rahim sebelumnya, seperti pengangkatan tumor rahim jinak.
  • Hamil di usia yang sudah terlalu tua, seperti lebih dari 35 bahkan 40 tahun.
  • Hamil dengan berat badan berlebih.
  • Berat bayi yang lahir lebih dari 4.000 gram (gr) alias bayi makrosomia.
  • Usia kehamilan sudah lebih dari 40 minggu.
  • Usia kehamilan terlalu singkat, sekitar kurang dari 18 minggu.
  • Sedang hamil bayi kembar tiga atau lebih.

Beberapa rumah sakit atau klinik bersalin biasanya tidak menganjurkan ibu untuk menjalani VBAC jika sudah pernah melahirkan caesar lebih dari dua kali.

Konsultasikan juga dengan dokter bila ibu sedang hamil kembar dan ingin melahirkan anak kembar dengan prosedur VBAC.

Apa manfaat VBAC?

VBAC adalah prosedur melahirkan yang aman dengan tingkat keberhasilan tinggi jika dilakukan dengan tepat.

Melahirkan normal setelah caesar juga berpotensi membawa sejumlah manfaat baik bagi ibu dan bayinya, seperti berikut.

1. Proses pemulihan lebih cepat

Dibandingkan melahirkan caesar, melahirkan normal lewat vagina membutuhkan waktu pemulihan yang lebih singkat. Artinya, waktu yang ibu habiskan untuk rawat inap di rumah sakit pun tidak akan terlalu lama. Ibu bisa segera kembali melakukan aktivitas harian lainnya seperti sedia kala.

2. Melibatkan rasa ‘perjuangan’ yang lebih besar

Operasi caesar melibatkan pemberian obat bius atau anestesi guna mengurangi rasa sakit. Itu sebabnya, usaha yang Anda lakukan untuk mengeluarkan bayi dari dalam perut biasanya tidak sebesar proses melahirkan normal. Sebaliknya, proses melahirkan melalui vagina mengharuskan Anda untuk menerapkan cara mengejan saat melahirkan sekuat tenaga demi mendorong bayi keluar. Alhasil, ada perasaan haru tersendiri usai melalui proses melahirkan yang panjang. Meski begitu, prosedur melahirkan normal maupun operasi caesar ini tetap saja akan memberikan kebahagiaan yang tak ternilai harganya. Biasakan juga untuk berlatih teknik pernapasan saat melahirkan sejak masa kehamilan, misalnya melalui latihan prenatal yoga. Ibu juga bisa mempelajar beragam posisi persalinan agar memudahkan proses melahirkan normal setelah caesar (VBAC) nantinya.

3. Menurunkan risiko komplikasi operasi

Pada dasarnya, semua jenis operasi berisiko menimbulkan komplikasi selama atau setelah prosesnya berlangsung, begitu pula dengan operasi melahirkan caesar. Operasi melahirkan caesar yang tidak berjalan mulus dapat meningkatkan risiko komplikasi persalinan serius.

Keputusan melahirkan normal setelah caesar atau VBAC dapat membantu menekan risiko terjadinya perdarahan, infeksi, pembekuan darah, atau cedera organ selama persalinan. Ketika tanda-tanda melahirkan sudah terlihat tetapi belum kunjung terjadi pembukaan lahiran, dokter mungkin memberikan induksi persalinan untuk ibu. Tanda akan melahirkan lainnya juga meliputi kontraksi persalinan asli dan air ketuban pecah. Sementara bila proses persalinan normal mengalami hambatan, prosedur medis seperti penggunaan forceps, ekstraksi vakum, hingga episiotomi (gunting vagina) akan dipertimbangkan.

4. Menurunkan risiko dampak buruk di kehamilan berikutnya

Jika pernah melakukan operasi caesar sekali atau lebih, akan meningkatkan risiko potensi masalah kesehatan di kehamilan selanjutnya. Bagi Anda yang memang sedari awal sudah berencana untuk punya banyak anak, VBAC adalah prosedur yang tepat karena membantu mencegah risiko negatif dari prosedur melahirkan caesar. Risiko negatif tersebut misalnya rahim robek karena luka dan plasenta bermasalah akibat operasi caesar. Terlebih lagi, risiko komplikasi tersebut biasanya akan semakin meningkat semakin sering Anda menjalani operasi caesar.

Adakah risiko VBAC?

Terlepas dari berbagai manfaat baik yang bisa diperoleh melalui prosedur melahirkan VBAC, tentu tetap ada kekurangan melahirkan normal setelah caesar yang harus dipertimbangkan. Kemungkinan terburuk dar VBAC adalah kegagalan karena tidak berhasil menjalankan persalinan normal dengan sempurna. Kondisi ini bisa membuat rahim robek karena bekas sayatan dari operasi caesar sebelumnya terbuka, mengutip dari American Pregnancy Association. Bila sudah begini, operasi caesar darurat mau tidak mau harus segera dilakukan guna mencegah komplikasi persalinan yang meliputi perdarahan hebat, infeksi, hingga cacat pada bayi. Dalam beberapa kasus perdarahan yang cukup parah, operasi angkat rahim (histerektomi) harus dilakukan. Artinya, ada kemungkinan Anda tidak bisa hamil lagi bila menjalani operasi histerektomi. Beberapa waktu lalu sempat ramai dibahas di media sosial tentang husband stitch atau “jahitan suami”. Husband stitch adalah jahitan yang dilakukan pada vagina setelah melahirkan dengan tujuan mengencangkan kembali vagina yang robek setelah persalinan normal. Namun ternyata, ada sejumlah dampak yang ditimbulkan oleh prosedur ini. Untuk lebih jelasnya, simak di artikel berikut. Apa itu husband stitch?

Persiapan penting menjelang VBAC

Langkah paling utama yang harus Anda lakukan sebelum memutuskan melahirkan VBAC adalah membicarakan dengan dokter Anda. Selama konsultasi dokter akan melihat kembali semua riwayat medis Anda terkait kehamilan dan persalinan yang pernah dilakukan sebelumnya. Jika memang memungkinkan, dokter dapat memberikan Anda lampu hijau untuk prosedur VBAC.

Selain itu, persiapan beberapa hal terkait prosedur melahirkan normal setelah caesar atau VBAC adalah berikut.

  • Mempelajari semua hal mengenai VBAC.
  • Pastikan Anda memilih pelayanan kesehatan atau rumah sakit dengan fasilitas melahirkan yang lengkap, termasuk untuk menangani operasi caesar darurat.
  • Persiapkan kemungkinan terburuknya, misalnya ketika tiba-tiba terjadi komplikasi saat sedang melakukan persalinan normal.

Ibu juga bisa mengikuti kelas persalinan yang turut membahas mengenai prosedur melahirkan normal setelah caesar atau VBAC. Sebaiknya kenali lebih dalam mengenai prosedur melahirkan ini sebelum memutuskan untuk menjalaninya dan tanyakan pendapat dokter kandungan Anda.

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN ALAT KONTRASEPSI

No  Jenis kontrasepsiKeuntungan  Kerugian  
1.Spermisida-Efektif seketika (busa dan krim) -Tidak mengganggu produksi ASI -Sebagai pendukung metode lain -Tidak mengganggu Kesehatan -Tidak mempunyai pengaruh    sistemik -Mudah digunakan -Meningkatkan lubrikasi selama  Hungungan seksual -Tidak memerlukan resep  ataupun pemeriksaan medik-Iritasi vagina atau iritasi penis dan tidak nyaman -Gangguan rasa panas di vagina -Tablet busa vaginal tidak larut  dengan baik
2.Cervical Cap-Bisa dipakai jauh sebelum  Berhubungan -Mudah dibawa dan nyaman -Tidak mempengaruhi siklus haid -Tidak mempengaruhi kesuburan-Tidak melindungi dari HIV/AIDS -Butuh fitting sebelumnya -Ada Wanita yang gak bisa muat  (fitted) -Kadang pemakaian dan  membukanya agak sulit -Bisa copot saat berhubungan -Kemungkinan reaksi alergi
3.Suntik kontrasepsi-Dapat digunakan oleh ibu yang  Menyusui -Tidak perlu dikonsumsi setiap   hari atau dipakai sebelum   melakukan hubungan seksual -Darah menstruasi menjadi lebih  sedikit dan membantu  mengatasi kram saat menstruasi-Dapat memengaruhi siklus  Menstruasi -Kekurangan suntik  kontrasepsi/kb suntik dapat  menyebabkan kenaikan berat  badan pada beberapa Wanita -Tidak melindungi terhadap  penyakit menular seksual -Harus mengunjungi  dokter/klinik setiap 3 bulan  sekali untuk mendapatkan  suntikan berikutnya
4.Kontrasepsi darurat IUD-IUD/AKDR hanya perlu dipasang  setiap 5-10 tahun sekali,  tergantung dari tipe alat yang  digunakan. Alat tersebut harus  dipasang atau dilepas oleh  dokter-Perdarahan dan rasa nyeri,  kadangkala IUD/AKDR dapat  terlepas. Perforasi rahim  (jarang sekali)
5.Implan/ susuk kontrasepsi-Dapat mencegah terjadinya  kehamilan dalamjangka waktu  3 tahun -Sama seperti suntik, dapat  digunakan oleh Wanita yang  menyusui -Tidak perlu dikonsumsi setiap  hari atau dipakai sebelum  melakukan hubungan seksual-Sama seperti kekurangan  kontrasepsi suntik, implan/  susuk dapat mempengaruhi  siklus menstruasi -Tidak melindungi terhadap  penyakit menular seksual -Dapat menyebabkan kenaikan  berat badan pada beberapa  wanita  
6.Metode Amenorea Laktasi-Efektivitas tinggi (98% apabila digunakan selama enam bulan pertama setelah melahirkan, belum mendapat haid dan menyusui eklusif -Dapat segera dimulai setelah  melahirkan -Tidak memerlukan prosedur  khusus, alat maupun obat -Tidak memerlukan perawatan  medis -Tidak mengganggu senggama -Mudah digunakan -Tidak perlu biaya -Tidak menimbulkan efek  samping sistemik -Tidak bertentangan dengan  budaya mapun agama.-Memerlukan persiapan dimulai sejak kehamilan -Metode ini hanya efektif digunakan selama 6 bulan setelah melahirkan, belum mendapat haid dan menyusui secara ekslusif -Tidak melindungi dari penyakit  menular seksual termasuk  hepatitis B ataupun HIV/AIDS -Tidak menjadi pilihan bagi  Wanita yang tidak menyusui -Kesulitan dalam  mempertahankan pola  menyusui secara eklusif
7.IUD/IUS-Merupakan metode kontrasepsi  yang sangat efektif -Bagi Wanita yang tidak tahan  terhadap hormone dapat  menggunakan IUD dengan  lilitan tembaga -IUS dapat membuat menstruasi  menjadi lebih sedikit (sesuai  untuk yang sering mengalami  menstruasi hebat).-Pada 4 bulan pertama  pemakaian dapat terjadi risiko  infeksi -Kekurangan IUD/IUS alatnya  dapat keluar tanpa disadari -Tembaga pada IUD dapat  meningkatkan darah  menstruasi dan kram  menstruasi -Walaupun jarang terjadi,  IUD/IUS dapat menancap ke  dalam rahim
8.Kontrasepsi Darurat Hormonal-Memengaruhi hormone -Digunakan paling lama 72 jam  setelah terjadi hubungan  seksual tanpa kontrasepsi-Mual dan muntah
9.Kontrasepsi Patch-Wanita menggunakan patch  kontrasepsi (berbentuk seperti  koyo) untuk prnggunaan selama  3 minggu. 1 minggu berikutnya  tidak perlu menggunakan koyo  KB-Efek samping sama dengan  kontrasepsi oral. Namun jarang  ditemukan adanya perdarahan  tidak teratur
10.Pil Kontrasepsi/kb-Mengurangi risiko terkena  kanker rahim dan kanker  endometrium -Mengurangi darah menstruasi  dan kram saat menstruasi -Dapat mengontrol waktu untuk  terjadinya menstruasi -Untuk pil tertentu dapat  mengurangi timbulnya jerawat  ataupun hirsutism (rambut  tumbuh menyerupai pria).-Tidak melindungi terhadap penyakit menular -Harus rutin diminum setiap  hari -Saat pertama pemakaian dapat  timbul pusing dan spotting -Efek samping yang mungkin  dirasakan adalah sakit kepala,  depresi, letih, perubahan mood  dan menurunnya nafsu seksual -Kekurangan untuk pil kb  tertentu harganya bisa mahal  dan memerlukan resep dokter  untuk pembeliannya
11.Sterlisasi-Lebih aman, karena keluhan  lebih sedikit dibandingkan  dengan cara kontrasepsi lain. -Lebih praktis, karena hanya  memerlukan satu kali Tindakan  saja -Lebih efektif, karena tingkat  kegagalannya sangat kecil dan  merupakan cara kontrasepsi  yang permanen -Lebih ekonomis, karena hanya  memerlukan biaya untuk satu  kali Tindakan sajaTubektomi (MOW) -Rasa sakit/ketidaknyamanan  dalam jangka pendek setelah  Tindakan -Ada kemungkinan mengalami  risiko pembedahan Vasektomi (MOP) -Tidak dapat dilakukan pada orang yang masih ingin memiliki anak. -Harus ada Tindakan pembedahan minor
12.Kondom-Bila digunakan secara tepat  maka kondom dapat digunakan  untuk mencegah kehamilan  dan penulara penyakit menular  seksual (PMS) -Kondom tidak memengaruhi kesuburan jika digunakan dalam jangka Panjang -Kondom mudah didapat dan tersedia dengan harga yang terjangkau-Kekurangan penggunaan  kondom memerlukan Latihan  dan tidak efisien -Karena sangat tipis maka  kondom mudah robek -Beberapa pria tidak dapat  mempertahankan ereksinya  saat menggunakan kondom -Setelah terjadi ejakulasi, pria  harus menarik penisnya dari  vagina, bila tidak dapat terjadi  risiko kehamilan atau penularan   penyakit menular seksual -Kondom yang terbuat dari latex  dapat menimbulkan alergi bagi  beberapa orang.

INDIKASI PERSALINAN DENGAN TINDAKAN OPERASI

Dokter spesialis kebidanan akan menyarankan nedah Caesar Ketika proses kelahiran melalui vagina kemungkinan akan menyebabkan risiko kepada sang ibu atau si bayi. Hal hal lainnya yang dapat menjadi pertimbangan disarankannya bedah Caesar antara lain :

  1. Proses persalinan normal yang lama atau kegagalan proses persalinan normal (dystosia)
  2. Detak jantung janin melambat (fetal distress)
  3. Adanya kelelahan persalinan
  4. Komplikasi pre-eklampsia
  5. Sang ibu menderita herpes
  6. Putusnya tali pusar
  7. Risiko luka parah pada rahim
  8. Persalinan kembar (masih dalam kontroversi)
  9. Sang bayi dalam posisi sungsang atau menyamping
  10. Kegagalan persalinan dengan induksi
  11. Kegagalan persalinan dengan alat bantu (forceps atau ventouse)
  12. Bayi besar (makrosomia-berat badan lahir lebih dari 4.2 kg)
  13. Masalah plasenta seperti plasenta previa (ari ari menutupi jalan lahir), placenta abruption atau placenta accreta.
  14. Kontraksi pada pinggul
  15. Sebelumnya pernah menjalani bedah Caesar (masih dalam kontroversi)
  16. Sebelumnya pernah mengalami masalah pada penyembuhan perineum (oleh proses persalinan sebelumnya atau penyakit crohn)
  17. Angka d-dimer tinggi ibu hamil yang menderita sindrom antibody antifosfolipid
  18. CPD atau cephalon pelvic disproportion (proporsi panggul dan kepala bayi yang tidak pas, sehingga persalinan terhambat)
  19. Kepala bayi jauh lebih besar dari ukuran normal (hidrosefalus)
  20. Ibu menderita hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi)

Pada beberapa keadaan,Tindakan operasi Caesar ini bisa direncanakan atau diputuskan jauh jauh hari sebelumnya. Operasi ini disebut operasi Caesar elektif. Kondisi ini dilakukan apabila dokter menemukan ada masalah Kesehatan pada ibu atau ibu menderita suatu penyakit, sehingga tidak memungkinkann untuk melahirakan normal. Misalnya ibu menderita diabetes, HIV/AIDS, atau penyakit jantung, Caesar bisa dilakukan secara efektif atau darurat (emergency). Elektif berarti operasi dilakukan dengan perencanaan yang matang jauh hari sebelum waktu persalinan. Sedangkan emergency berarti Caesar dilakukan Ketika proses persalinan sedang berlangsung, namun karena suatu keadaan kegawatan maka operasi Caesar harus segera dilakukan.

PERAWATAN PASCAPERSALINAN NORMAL

Meskipun persalinan berlangsung normal (keluar dari rahim melalui jalan lahir tanpa bantuan peralatan) dan lancar, tetap menyebabkan kelelahan bagi ibu. Kelelahan fisik akibat menyangga beban bayi dalam perut ditambah proses persalinan telah menguras tenaga ibu. Untuk memulihkan kondisi tubuhnya, ibu yang baru melahirkan sebaiknya beristirahat atau tidur.

Kehamilan dan pascapersalinan mengakibatkan adanya perubahan perubahan yang terjadi pada tubuh ibu. Kulit dan otot perut akan meregang, karena adanya janin dalam perut. Perubahan tubuh yang lain bisa berupa kegemukan, kulit meregang, kulit kotor, dan rambur rontok. Perawatan tubuh yang baik akan memulihkan Kesehatan dan kecantikan ibu seperti keadaan semula.

  • Merawat jalan lahir

Proses persalinan sering menyebabkan jalan lahir bengkak atau luka sobek. Keadaan ini menyebabkan nyeri atau pegal di daerah kemaluan dan kadang kadang terjadi demam. Untuk mengembalikan jalan lahir (vagina) ke bentuk semula bisa dibantu menggunakan jamu, atau dengan Latihan kegel

Latihan kegel dapat dilakukan sebagai berikut :

  1. Kaki sedikit diregangkan. Otot disekeliling vagina dan anus dikencangkan secara perlahan lahan.
  2. Tahan sampai hitungan keenam, lalu dikendurkan secara perlahan lahan sampai hitungan keempat.
  3. Lakukan Latihan ini beulang ulang selama 5 menit dan secara bertahap waktunya diingatkan. Lakukan beberapa kali sehari.

Latihan ini dapat dilakukan segera setelah melahirkan (beberapa jam setelah melahirkan). Kontraksi otot yang dilakukan akan merapatkan jaringan kulit dan jaringan dibawah kulit serta membantu penyembuhan.

  • Kebutuhan gizi ibu menyusui

Untuk memproduksi ASI dibutuhkan kalori sebesar 600 kalori/hari. Karena itu, ibu yang sedang menyusui harus makan lebih banyak dari biasanya dan lebih bergizi.

Selama enam bulan pertama menyusui, dianjurkan untuk menambah kalori sebesar 550 kalori/hari dan protein 17 gram per hari dengan jumlah vitamin A, thiamine dan riboflavin cukup tinggi. Jika produksi ASI kurang, ada beberapa makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi, seperti daun katuk, daun kelor, dan bunga turi. Atau juga bisa mengkonsumsi kacang kacangan seperti kacang hijau dan kacang tanah goreng sangrai.

  • Menghindari pemakaian obat obat tertentu

Obat yang dikonsumsi ibu harus aman dan diberikan paling lambat 30-60 menit setelah menyusui aau 3-4 jam sebelum ibu menyusui lagi.

Beberapa kandungan dalam obat bisa menyebabkan keadaan buruk pada bayi.

  1. Sulfonamide (sulfa) yang dipakai untuk obat diare dapat menyebabkan kern icterus (bayi kuning)
  2. Tetracycline bisa menyebabkan tooth staining (gigi warna kuning)
  3. Chloramphenicol bisa menyebabkan supresi (mengganggu atau menghambat kerja) sumsum tulang yang berfungsi memproduksi sel sel darah merah
  4. Obat sedative dan hipnotik (penenang) bisa menyebabkan sedasi (mengantuk) dan gangguan refleks menyusui.
  5. Merawat payudara

Selama hamil dan pascapersalinan payudara harus dirawat dengan baik agar bentuknya tetap terjaga. Merawat payudara dilakukan dengan cara menjaga kebersihannya dan melakukan pengurutan. Pengurutan dapat dilakukan dengan menggunakan minyak kelapa, minyak zaitun, atau body lotion.

  • Merawat perut

Selama hamil, perut ibu menjadi melar sehingga setelah melahirkan perutnya masih tampak membesar. Otot otot perut sebenarnya bisa mengencang Kembali seketika. Namun, keadaan hamil yang sangat besar atau ada kelainan di otot dinding perut akan menghalangi mengencangnya otot perut ke bentuk semula.

Latihan otot perut akan sangat membantu. Gerakannya dilakukan sebagai berikut :

  1. Berbaring terlentang dengan kedua lutut ditekuk, kedua tangan di bawah kepala atau di samping badan.
  2. Angkat badan sejauh jauhnya.
  3. Dapat juga dilakukan Latihan dengan cara berbaring terlentang, kaki lurus, dan angkat keatas kedua tungkai Bersama sama
  4. Lakukan berulang ulang, secara bertahap tingkatkan jumlah hitungan kegiatan ini
  5. Mengatasi wasir dan keram kaki

Wasir merupakan varises pembuluh darah di anus. Keluhan wasir yang timbul saat hamil, kadang kadang terus berlanjut hingga pasca persalinan. Keluhan wasir bisa dikurangi dengan cara berendam dalam air hangat, menggunakan krim obat atau suppositoria, namun obat paling baik adalah pencegahan dengan menkonsumsi makanan berserat tinggi dan upayakan buang air besar secara teratur.

Setelah melahirkan kaki sering menjadi keram, pergelangan kaki membengkak dan terasa pegal pegal. Keluhan seperti ini biasa terjadi dan akan menghilang setelah dua minggu persalinan. Keram bisa terjadi karena ketidakseimbangan mineral dalam tubuh atau akibat kejang otot. Untuk menghindarinya bisa mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung kalsium, fosfor, dan vitamin D (susu,ikan).

  • Atasi masalah berat badan

Untuk menormalkan Kembali berat badan setelah melahirkan perlu diet dengan memperhatikan keseimbangan gizi sehingga tidak mengganggu produksi ASI. Selama melakukan diet, sebaiknya mengurangi makanan yang manis dan banyak mengandung kalori (beras, mie, dan makanan lain diolah dari tepung) tetapi harus cukup protein, vitamin dan mineral.

PERKEMBANGAN JANIN DARI MINGGU KE MINGGU

Walau terdapat perubahan setiap minggunya, tahapan perkembangan bayi dalam kandungan umumnya dibagi ke dalam beberapa trimester atau periode tiga bulan. Yuk, kenali pokok-pokok perkembangan janin, Anda agar semakin mudah mendeteksi jika terdapat kelainan atau gangguan pada kehamilan Anda.

Perkembangan bayi dalam kandungan dimulai setelah pembuahan terjadi. Pembuahan sendiri umumnya baru terjadi dua minggu setelah tanggal menstruasi terakhir Anda dimulai.

Selain menjadi bagian dari kehamilan, tanggal menstruasi terakhir (Hari Pertama Haid Terakhir / HPHT) juga digunakan untuk memprediksi tanggal persalinan, yaitu dengan menambah 40 minggu dari tanggal tersebut.

  1. Trimester Pertama

Pada minggu ke-3 kehamilan, sel telur yang telah dibuahi akan mulai berkembang dan membentuk sebuah kantung yang berisi bakal janin (embrio) dan plasenta. Sel darah janin pun mulai terbentuk dan ratusan sel lainnya ikut berkembang, lalu sirkulasi darah pun dimulai.Pada akhir minggu ke-4, tabung jantung janin sudah ada dan dapat berdenyut hingga 65 kali dalam satu menit. Di akhir bulan pertama kehamilan, janin sudah berukuran sepanjang 0,6 cm, lebih kecil dari butiran nasi.

Ibu hamil juga mulai mengalami gejala kehamilan, seperti mudah lelah dan payudara yang membesar. Peningkatan hormon kehamilan HCG juga menyebabkan menstruasi terhenti, dan hal ini merupakan salah satu tanda awal kehamilan. Pada minggu ke-6, wajah dengan lingkaran besar untuk mata, hidung, mulut, telinga serta rahang bawah dan tenggorokan sudah mulai terbentuk. Janin sudah mulai terlihat melengkung seperti huruf C.

Pada minggu ke-7, janin mulai membentuk tangan dan kaki, dan rahim kini telah berukuran dua kali lipat. Pada minggu ke-8 hingga ke-10 kehamilan, janin telah berhasil melalui masa kritis dari perkembangan organ dan struktur tubuhnya, telah berukuran hampir 3 cm panjangnya, semakin banyak bergerak, dan semakin terlihat seperti manusia. Pada minggu ini, bayi dalam kandungan telah siap untuk berkembang. Pada minggu ke-11 hingga 13, otak bayi akan berkembang dengan pesat, ginjalnya mulai mengeluarkan urine dan jari-jarinya telah bisa mengepal seperti tinju. Memasuki minggu ke-12, alat kelamin bayi sudah mulai dibentuk. Panjang bayi di trimester pertama ini akan mencapai 8 cm.

  • Trimester Kedua

Memasuki trimester kedua, risiko keguguran biasanya akan ikut menurun, karena kandungan Anda sudah semakin kuat dan terus berkembang. Berat bayi dalam kandungan sudah mencapai 42 gram dengan panjang mencapai 9 cm. Tulang dan tengkoraknya semakin mengeras dan kemampuan mendengarnya ikut meningkat. Anda mungkin akan merasa tendangan dan detak jantung berdebar, serta bisa melihat berbagai ekspresi melalui pemeriksaan USG. Pada minggu ke-14 hingga ke-15, indera perasanya terbentuk dan ia sudah mulai bisa mendeteksi cahaya. Pada minggu ke-16 hingga ke-18, bayi akan mengalami lonjakan pertumbuhan dan alat kelaminnya telah terbentuk dengan baik sehingga bisa terlihat saat pemeriksaan USG. Pada minggu ke-19, bayi dalam kandungan sudah bisa mendengar suara Anda. Memasuki minggu ke-20, bayi akan lebih banyak menelan dan memproduksi kotoran atau mekonium.

Pada minggu ke-21 hingga ke-22, bayi sangat aktif dan semakin terlihat seperti manusia kecil. Bayi juga sudah mulai menumbuhkan alis dan rambut di usia minggu ke-25, serta berat badannya semakin bertambah karena sudah memiliki lemak. Pada minggu ke-26, bayi mulai bisa menghirup dan mengeluarkan cairan plasenta (air ketuban) yang merupakan pertanda baik, karena dengan demikian ia sekaligus berlatih untuk bernapas. Pada minggu ke-27, bayi dalam kandungan Anda telah bisa membuka dan menutup matanya, menghisap jari-jarinya, bahkan cegukan. Anda mungkin merasa geli ketika ia melakukan hal ini.

  • Trimester Ketiga

Memasuki trimester ketiga, berat bayi bisa mencapai 1 kg dengan otot dan paru-paru yang makin berkembang. Kepalanya terus bertumbuh untuk mengikuti perkembangan sel saraf di otaknya. Kulitnya yang keriput menjadi semakin halus akibat lemak tubuhnya yang terus bertambah. Ia sudah bisa berkedip, bulu mata dan kukunya tumbuh, dan rambutnya lebih banyak. Pada trimester akhir ini, bayi akan lebih banyak menambah berat badannya, hingga secara keseluruhan bisa mencapai sekitar 3 kg dengan panjang 48 cm.

Pada minggu ke-31 hingga ke-33, tendangan bayi akan lebih terasa kuat dan Anda mungkin mulai mengalami kontraksi palsu. Rahim yang kian membesar bisa menyebabkan nyeri ulu hati dan sesak napas. Anda juga akan semakin merasa tidak nyaman berada di tempat tidur. Pada minggu ke-34, sistem saraf pusat dan paru-parunya akan semakin matang dan pergerakan tidak sesering atau seheboh sebelumnya. Bayi dalam kandungan akan semakin turun ke area panggul pada minggu ke-36 seiring tanggal persalinan mendekat. Pada minggu ke-37, Anda akan lebih sering mengalami keputihan dan kontraksi. Selama kehamilan, Anda disarankan untuk mewaspadai gejala-gejala dari kondisi yang bernama preeklamsia, yaitu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah, terdapat protein di urine, serta pembengkakan di kaki.

Air ketuban Anda mungkin akan pecah pada minggu ke-39. Jika ini terjadi, artinya Anda akan memasuki proses persalinan. Segera hubungi dokter, bidan, atau rumah sakit tempat Anda berencana melahirkan untuk mendapatkan pertolongan. Terkadang, ibu hamil mungkin ada yang belum menunjukkan tanda-tanda persalinan meskipun sudah melewati waktu perkiraan lahir. Jangan khawatir jika Anda mengalaminya, karena hal ini memang bisa terjadi. Namun, jika usia kandungan sudah terlalu tua atau mencapai minggu ke-42, Anda mungkin perlu menjalani prosedur induksi persalinan.

Diskusikanlah dengan dokter mengenai prosedur persalinan yang aman dan sesuai dengan kondisi kehamilan Anda. Rutin memeriksakan bayi dalam kandungan juga dapat membantu Anda untuk mengantisipasi kelainan atau masalah yang mungkin terjadi.

PENYAKIT PENYEBAB INFERTILITAS

Endometriosis

Endometriosis adalah jaringan endometrium yang semestinya berada di lapisan paling dalam rahim (lapisan endometrium) terletak dan tumbuh di tempat lain. Endometriosis bisa terletak di lapisan tengah dinding rahim (lapisan myometrium) yang disebut juga adenomyosis, atau bisa juga terletak di indung telur, saluran telur, atau bahkan dalam rongga perut. Gejala umum penyakit endometriosis adalah nyeri yang sangat pada daerah panggul terutama pada saat haid dan berhubungan intim, serta tentu saja infertilitas.

Infeksi Panggul

Infeksi panggul adalah suatu kumpulan penyakit pada saluran reproduksi wanita bagian atas, meliputi radang pada rahim, saluran telur, indung telur, atau dinding dalam panggul. Gejala umum infeksi panggul adalah: nyeri pada daerah pusar ke bawah (pada sisi kanan dan kiri), nyeri pada awal haid, mual, nyeri saat berkemih, demam, dan keputihan dengan cairan yang kental atau berbau. Infeksi panggul memburuk akibat haid, hubungan seksual, aktivitas fisik yang berat, pemeriksaan panggul, dan pemasangan AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim, misalnya: spiral).

Mioma Uteri

Mioma uteri adalah tumor (tumor jinak) atau pembesaran jaringan otot yang ada di rahim. Tergantung dari lokasinya, mioma dapat terletak di lapisan luar, lapisan tengah, atau lapisan dalam rahim. Biasanya mioma uteri yang sering menimbulkan infertilitas adalah mioma uteri yang terletak di lapisan dalam (lapisan endometrium). Mioma uteri biasanya tidak bergejala, Mioma aktif saat wanita dalam usia reproduksi sehingga saat menopause mioma uteri akan mengecil atau sembuh.

Polip

Polip adalah suatu jaringan yang membesar dan menjulur yang biasanya diakibatkan oleh mioma uteri yang membesar dan teremas-remas oleh kontraksi rahim. Polip dapat menjulur keluar ke vagina. Polip menyebabkan pertemuan sperma sel telur dan lingkungan uterus terganggu, sehingga bakal janin akan susah tumbuh.

Saluran Telur yang Tersumbat

Saluran telur yang tersumbat menyebabkan sperma tidak bisa bertemu dengan sel telur sehingga pembuahan tidak terjadi alias tidak terjadi kehamilan. Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui saluran telur yang tersumbat adalah dengan HSG (Hystero Salpingo Graphy), yaitu semacam pemeriksaan rontgen (sinar X) untuk melihat rahim dan saluran telur.

Sel Telur

Kelainan pada sel telur dapat mengakibatkan infertilitas yang umumnya merupakan manifestasi dari gangguan proses pelepasan sel telur (ovulasi). Delapan puluh persen penyebab gangguan ovulasi adalah sindrom ovarium polikistik. Gangguan ovulasi biasanya direfleksikan dengan gangguan haid. Haid yang normal memiliki siklus antara 26-35 hari, dengan jumlah darah haid 80 cc dan lama haid antara 3-7 hari. Bila haid pada seorang wanita terjadi di luar itu semua, maka sebaiknya beliau memeriksakan diri ke dokter.

DEPRESI SAAT HAMIL JANGAN DIANGGAP SEPELE, INI CARA MENGENALINYA

Jika ibu hamil yang mengalami perubahan hormon ini juga menghadapi masalah hidup yang cukup berat, bisa saja terjadi. Risiko Bumil untuk terkena depresi akan meningkat bila Bumil pernah mengalami keguguran, pengalaman traumatis, atau depresi sebelum hamil.

Tanda-Tanda Depresi Saat Hamil

Mengenali depresi saat hamil bisa menjadi sulit karena beberapa tandanya mirip dengan gejala kehamilan biasa, seperti perubahan nafsu makan, lemas, dan perubahan pola tidur.

Meski demikian, depresi saat hamil biasanya juga disertai tanda-tanda berikut ini:

  • Sulit berkonsentrasi
  • Merasa tidak berharga
  • Tidak menikmati hal-hal yang dulunya disukai
  • Selalu merasa bersalah
  • Dilanda kesedihan secara terus-menerus
  • Merasa putus asa

Gejala-gejala ini bisa dikategorikan sebagai depresi jika dirasakan setidaknya selama 2 minggu.Walaupun mungkin gejala-gejala ini disadari oleh ibu hamil, tidak banyak yang mengetahui bahwa ini merupakan hal serius. Akibatnya, sering kali gejala ini tidak segera diatasi. Padahal, depresi tidak boleh dibiarkan begitu saja, apalagi bila terjadi pada ibu hamil.

Depresi bisa membuat ibu hamil melampiaskan kesedihannya dengan mengonsumsi , merokok, atau minum minuman beralkohol. Bahkan, pada depresi berat, ibu hamil bisa mencoba untuk mengakhiri hidupnya.

Dampak depresi saat hamil bisa menyebabkan janin berisiko mengalami gangguan perkembangan, lahir dengan berat badan rendah, atau lahir prematur. Selain itu, jika depresi berlanjut hingga setelah melahirkan, ibu kemungkinan besar tidak memiliki keinginan untuk merawat bayinya.

Bagaimanakah Cara Mengatasi Depresi Saat Hamil?

Depresi bisa merugikan ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Oleh karena itu, depresi saat hamil perlu segera diatasi bila muncul gejalanya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan jika Bumil merasakan tanda-tanda yang mengarah ke depresi, antara lain:

Mencari pertolongan dari tenaga kesehatan

Depresi saat hamil perlu ditangani secara profesional. Oleh karena itu, Bumil harus berkonsultasi ke psikolog atau psikater, jika bumil berkonsultasi ke psikolog. Terapi yang muking dilakukan adalah psikoterapi terapi ini dapat mengatasi depresi yang ringan atau sedang  Namun, jika gejala yang Bumil alami dinilai termasuk dalam depresi berat, psikolog kemungkinan akan merujuk Bumil ke psikiater agar bisa mendapatkan obat di samping psikoterapi.

Pengobatan untuk depresi berpotensi menimbulkan efek samping pada janin. Namun, jika psikiater memutuskan untuk memberikan Bumil obat, artinya ia menilai bahwa manfaat mengonsumsi obat tersebut lebih besar ketimbang risikonya. Walaupun begitu, Bumil tetap dianjurkan rutin memeriksakan kehamilan ke dokter kandungan, apalagi jika depresi juga telah memengaruhi kesehatan fisik Bumil.

Menerapkan pengobatan alami untuk depresi

Untuk mendukung kerja obat dan psikoterapi, Bumil juga bisa melakukan beberapa hal yang dapat membantu meringankan gejala depresi saat hamil, di antaranya adalah:

  1. Istirahat yang cukup
    Usahakan untuk tidur yang cukup dan teratur setiap harinya. Kurang tidur dapat menurunkan kemampuan Bumil untuk menghadapi stres, sehingga Bumil lebih rentan mengalami gejala depresi.
  2. Olahraga ringan
    Latihan fisiki selama kehamilan diketahui mampu meningkatkan kadar hormon serotonin (hormon bahagia) dan menurunkan hormon kortisol (hormon stres). Namun, Bumil dianjurkan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter kandungan untuk mengetahui jenis latihan fisik dan olahraga yang sesuai dengan kondisi bumil .
  3. Konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang
    Cara lain yang bisa Bumil lakukan untuk meringankan depresi saat hamil adalah mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang mengkonsumsumsi makanan yang tinggin gula, lemak jahat, atau terbuat dari tepung diketahui dapat memperburuk mood, bahkan bisa memperparah gejala depresi.
  4. Konsumsi asam lemak omega-3
    Asam lemak omega-3 juga bisa digunakan sebagai mood booster alami dan bisa membantu meringankan gejala depresi saat hamil. Selain itu, nutrisi ini juga baik untuk perkembangan otak bayi. Asam lemak omega-3 bisa didapatkan dengan mengonsumsi kacang-kacangan, dan minyak nabati.

Depresi saat hamil bisa membahayakan ibu maupun janin yang dikandungnya. Oleh karena itu, gejala depresi perlu diwaspadai dan segera diatasi dengan terapi dan pengobatan dari psikolog atau psikiater.

Sayangnya, salah satu gejala depresi adalah merasa tidak berharga dan putus asa sehingga bisa membuat penderita tidak peduli akan kesehatannya dan enggan untuk mencari bantuan atau pengobatan.

Bila Bumil merasakan gejala depresi, kuatkan diri Bumil dan jangan ragu untuk meminta pertolongan, setidaknya ke orang terdekat terlebih dahulu. Setelah itu, pelan-pelan Bumil bisa melanjutkan dengan berkonsultasi ke psikolog atau

SAYA SUDAH MENIKAH, TAPI BELUM HAMIL

Infertilitas atau ketidaksuburan adalah suatu kondisi dimana pasangan suami istri belum mampu memiliki anak walaupun telah melakukan hubungan seksual sebanyak 2-3 kali seminggu dalam kurun waktu 1 tahun dengan tanpa menggunakan alat kontrasepsi dalam bentuk apapun. Oleh karena itu, kebanyakan dokter baru menganggap ada masalah infertilitas kalua pasangan yang ingin punya anak itu telah dihadapkan pada kemungkinan kehamilan lebih dari 12 bulan.

Berdasarkan hal ini, dapat disimpulkan bahwa pasangan suami istri dianggap infertile apabila memenuhi syarat syarat berikut :

  • Pasangan tersebut berkeinginan memiliki anak
  • Selama 1 tahun atau lebih berhubungan seks, istri belum mendapatkan kehamilan
  • Frekuensi hubungan seks minimal 2-3 kali dalam setiap minggunya
  • Istri maupun suami tidak pernah menggunakan alat atau metode kontrasepsi, baik kondom, obat obatan, dan alat lain yang berfungsi untuk mencegah kehamilan

Hal hal yang penting dalam berhasil atau tidaknya pengobatan infertilitas antara lain:

  • Ketepatan diagnosis penyebab infertilitas
  • Kondisi penyakit yang menjadi penyebab infertilitas
  • Usia pasien
  • Ketepatan metode pengobatan
  • Kepatuhan pasien dalam berobat

Faktor dan Penyebab Infertilitas

  • Umur

Kemampuan reproduksi wanita menurun drastis setelah umur 35 tahun. Hal ini dikarenakan cadangan sel telur yang makin sedikit. Fase reproduksi wanita adalah masa sistem reproduksi wanita berjalan optimal sehingga wanita berkemampuan untuk hamil. Fase ini dimulai setelah fase pubertas sampai sebelum fase menopause.Fase pubertas wanita adalah fase di saat wanita mulai dapat bereproduksi, yang ditandai dengan haid untuk pertama kalinya (disebut menarche) dan munculnya tanda-tanda kelamin sekunder, yaitu membesarnya payudara, tumbuhnya rambut di sekitar alat kelamin, dan timbunan lemak di pinggul. Fase pubertas wanita terjadi pada umur 11-13 tahun. Adapun fase menopause adalah fase di saat haid berhenti. Fase menopause terjadi pada umur 45-55 tahun.Pada fase reproduksi, wanita memiliki 400 sel telur. Semenjak wanita mengalami menarche sampai menopause, wanita mengalami menstruasi secara periodik yaitu pelepasan satu sel telur. Jadi, wanita dapat mengalami menstruasi sampai sekitar 400 kali. Pada umur 35 tahun simpanan sel telur menipis dan mulai terjadi perubahan keseimbangan hormon sehingga kesempatan wanita untuk bisa hamil menurun drastis. Kualitas sel telur yang dihasilkan pun menurun sehingga tingkat keguguran meningkat. Sampai pada akhirnya kira-kira umur 45 tahun sel telur habis sehingga wanita tidak menstruasi lagi alias tidak dapat hamil lagi. Pemeriksaan cadangan sel telur dapat dilakukan dengan pemeriksaan darah atau USG saat menstruasi hari ke-2 atau ke-3.

  • Lama Infertilitas

Berdasarkan laporan klinik fertilitas di Surabaya, lebih dari 50% pasangan dengan masalah infertilitas datang terlambat. Terlambat dalam artian umur makin tua, penyakit pada organ reproduksi yang makin parah, dan makin terbatasnya jenis pengobatan yang sesuai dengan pasangan tersebut.

  • Stres

Stres memicu pengeluaran hormon kortisol yang memengaruhi pengaturan hormon reproduksi.

  • Lingkungan

Paparan terhadap racun seperti lem, bahan pelarut organik yang mudah menguap, silikon, pestisida, obat-obatan (misalnya: obat pelangsing), dan obat rekreasional (rokok, kafein, dan alkohol) dapat memengaruhi sistem reproduksi. Kafein terkandung dalam kopi dan teh.

  • Hubungan Seksual

Penyebab infertilitas ditinjau dari segi hubungan seksual meliputi: frekuensi, posisi, dan melakukannya tidak pada masa subur.

  • Frekuensi

Hubungan intim (disebut koitus) atau onani (disebut masturbasi) dilakukan setiap hari akan mengurangi jumlah dan kepadatan yang sperma. Frekuensi yang dianjurkan adalah 2-3 kali seminggu sehingga memberi waktu testis memproduksi sperma dalam jumlah cukup dan matang.

  • Posisi

Infertilitas dipengaruhi oleh hubungan seksual yang berkualitas, yaitu dilakukan dengan frekuensi 2-3 kali seminggu, terjadi penetrasi dan tanpa kontrasepsi. Penetrasi adalah masuknya penis ke vagina se- hingga sperma dapat dikeluarkan, yang nantinya akan bertemu sel telur yang “menunggu” di saluran telur wanita. Penetrasi terjadi bila penis tegang (ereksi). Oleh karena itu gangguan ereksi (disebut impotensi) dapat menyebabkan infertilitas. Penetrasi yang optimal dilakukan dengan cara posisi pria di atas, wanita di bawah. Sebagai tambahan, di bawah pantat wanita diberi bantal agar sperma dapat tertampung. Dianjurkan, setelah wanita menerima sperma, wanita berbaring selama 10 menit sampai 1 jam bertujuan memberi waktu pada sperma bergerak menuju saluran telur untuk bertemu sel telur.

  • Masa Subur

Marak di tengah masyarakat bahwa supaya bisa hamil, saat berhubung an seksual wanita harus orgasme. Pernyataan itu keliru, karena kehamilan terjadi bila sel telur dan sperma bertemu. Hal yang juga perlu diingat adalah bahwa sel telur tidak dilepaskan karena orgasme. Satu sel telur dilepaskan oleh indung telur dalam setiap menstruasi, yaitu 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Peristiwa itu disebut ovulasi. Sel telur kemudian menunggu sperma di saluran telur (tuba falopi) selama kurang-lebih 48 jam. Masa ter- sebut disebut masa subur.

  • Kondisi Reproduksi Wanita

Kelainan terbanyak pada organ reproduksi wanita penyebab infer- tilitas adalah endometriosis dan infeksi panggul, sedangkan kelainan lainnya yang lebih jarang kejadiannya adalah mioma uteri, polip, kista, dan saluran telur tersumbat (bisa satu atau dua yang tersumbat).

Gangguan pada wanita:

  1. Masalah vagina

Masalah vagina yang dapat menghambat penyampaian adalah ada- nya sumbatan atau peradangan. Sumbatan psikogen disebut vaginismus atau disparenia, sedangkan sumbatan anatomik dapat karena bawaan atau perolehan.

  • Masalah serviks

Masalah serviks yang berpotensi mengakibatkan fertilitas adalah terdapat berbagai kelainan anatomi serviks yang berperan seperti ter jadi cacat bawaan (atresia), polip serviks, stenosis akibat trauma, pe- radangan dan sineksia.

  • Masalah uterus

Masalah penyebab infertilitas yang dapat terjadi di uterus adalah distorsia kavum uteri karena sineksia, mioma atau polip, peradangan endometrium, dan gangguan kontraksiuterus

  • Kondisi Reproduksi Pria

Sperma berasal dari kata spermatozoa, yaitu sel kelamin jantan yang memiliki bulu cambuk. Bentuk sperma mirip kecebong. Sperma dihasilkan oleh testis. Cairan nutrisi sperma berupa cairan putih, kental, dan berbau khas yang disebut semen. Proses pengeluaran semen dan sperma disebut ejakulasi, sehingga cairannya disebut juga dengan cairan ejakulat. Sperma membawa sifat dari bapak, yang nantinya akan bertemu dengan sel telur yang membawa sifat dari ibu. Oleh karena itu, kualitas sperma dan sel telur yang baik menjadi faktor penting dalam kehamilan.

Gangguan yang terjadi pada pria:

  1. Gangguan di daerah sebelum testis (pretesticular)

Gangguan biasanya terjadi pada bagian otak, yaitu hipofisis yang bertugas mengeluarkan hormon FSH dan LH.Kedua hormon tersebut memengaruhi testis dalam menghasilkan hormon testosteron, akibat- nya produksi sperma dapat terganggu.Terapi yang bisa dilakukan adalah dengan terapi hormon..

  • Gangguan didaerah testis (testicular)

Kerja testis dapat terganggu bila terkena trauma pukulan, gang- guan fisik, atau infeksi. Bisa juga terjadi, selama pubertas testis tidak berkembang dengan baik, sehingga produksi sperma menjadi ter- ganggu.

  • Gangguan di daerah setelah testis (posttesticular)

Gangguan terjadi di saluran sperma sehingga sperma tidak dapat disalurkan dengan lancar, biasanya karena salurannya buntu. Penye- babnya bisa jadi bawaan sejak lahir, terkena infeksi penyakit, seperti tuberkulosis (Tb).

BERBAGAI KELUHAN SAAT HAMIL

Kondisi hamil menyebabkan fisik seseorang calon ibu berangsur-angsur mengalami perubahan. Dalam rentang waktu 9 bulan, perubahan ini menurut ibu menyesuaikan diri dengan kondisi fisiknya. Tak ayal, bahwa perubahan yang ‘mendadak’ ini menimbulkan beragam keluhan siring dengan pertambahan usia kandungan, yaitu :

  1. Kelelahan.

Kelelahan akan dimulai ketika seorang janin tumbuh dirahim ibu. Semakin tua usia janin semakin menimbulkan kelelahan pada ibu. Ini tidak dapat dipungkiri karena beban ibu semakin bertambah ketika membawa janinnya yang semakin hari semakin besar untuk bersama-sama melakukan aktivitas rutinnya. Untuk menanggulangi hal ini berikan porsi istirahat/jeda pada setiap kegiatan. Tubuh tidak boleh terforsir untuk bekerja sehingga kelelahan.

  • Pusing.

Keluhan ini merupakan keluhan awal dan umum terjadi. Pengaruh hormone saat kehamilan yang terjadi penyebabnya. Hormone progesterone memicu dinding pembuluh darah melebar sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan tekanan darah dan membuat calon ibu merasa pusing.

  • Sembelit

Peningkata relaksasi otot-otot pencernaan dan hormone menyebabkan sistem pembuangan menjadi lambat sehingga menimbulkan sembelit. Untuk menanggulanginya banyak minum air putih yang cukup dan olah raga ringan.

  • Sesak nafas

Bagi yang semakin besar dalam Rahim akan menekan dinding otot diagfarma (penyekat rongga dada dan perut). Keluhan sesak nafas biasanya muncul sebulan sebelum kelhairan, pada saat ini kepala bayi telah memasuki panggul, dalam kondisi ini, ibu (bias dibantu suami) untuk menjaga kondisi rileks mengurangi ketegangan, serta mengurangi aktivitas fisik yang menguras bnyak tenaga.

  • Sakit Punggung.

Melunaknya sambungan antar tulang pinggul serta bertambahnya beban Rahim menimbulkan sakit punggung dan pegal untuk mengurangi keluhan ini suami bias memijit punggung istri dari bawah keatas.

  • Nyeri ulu hati

Jika mengalami keluhan ini jangan panic dulu. Hal ini disebabkan adanya sejumlah kecil isi lambung yang lewat dipangkal saluran kerongkongan (penghubung mulut dengan lambung). Untuk mengatasinya selama hamil, jangan seringmembungkuk atau berbaring datar. Kalau ingin berbaring coba gunakan bantal yang tinggi. Sediakan pula segelas susu disamping tempat tidur dan minumlah sedikit-sedikit setiap kali nyeri.

  • Sariawan

Perubahan hormonal memang berdampak pada semua bagian tubuh termasuk organ mulut.keluhan yang sering dijumpai pada ibu hamil, yaitu sariawan dan gusi berdarah. Hal ini bias disebabkan karena kekurangan gizi (asam folat, vit b12, dan b6) dan stress biasnya dokter akan meberikan obat kumur dan membantu mengatasi peradangan, banyak konsumsi yang mengandung ,imeral dan vit , dan memilih sikat gigi yang halus .

  • Insomnia

Dalam kondisi tubuh yang semakin berat, membuat ibu tidak nyaman dalam posisi apapun, jika ibu mengalami kesulitan tidur usahakan melakukan relaksasi sebelum tidur

  • Varises

Tidak semua ibu hamil mengalami hal ini, karena penyebabnya adalah factor kegemukan dan keturunan jika ibu mengalami hal ini, usahakan tidak memakai sepatu hak tinggi dan tidak boleh berdiri terllau lama

  1. Kram

Biasanya kram terjadi pada otot betis dan kaki. Hal ini disebabkan kekurangan kalsium, kelelahan atau adanya tekanan Rahim pada otot menuju kaki , mengatasinya luruskan kaki, pijat bagian yang mengalami kram dan asupan kalsium.

  1. Sering buang air kecil

Letak kandun kemih bersebalahan dengan Rahim adanay janin membuat kandung kemih tertekan sehingga kapasitasnya berkurang , ini yang menyebabkan sering  BAK , jangan menahannya, dan segera bersihkan dan keringkan daerah kewanitaan , jika perlu gantilah pakaiann dalam sehabis buang air kecil.

  1. Kontraksi

Mulai trimester kjetiga, terkadang ibu hamil mengalami kontraksi palsu, konntraksi ini dialami karena ibu banyak melakukan aktivitas sehingga merasa kelelahan. Untuk menanggulangi hal ini, setiap kali mengalami kontraksi ibu bias istirahat.

MELAHIRKAN NORMAL TANPA JAITAN

Jahitan pada proses melahirkan biasanya disebabkan oleh adanya robekan yang terjadi di bagian area kewanitaan. Robekan atau guntingan menurut istilah kedokteran disebut dengan episiotomi, yaitu pengguntingan yang dilakukan untuk melebarkan proses jalan lahir bayi.

Berikut adalah tips melahirkan normal tanpa jahitan:

a. Menyiapkan diri sebelum persalinan

Hal pertama, yakin bahwa proses persalinan akan berjalan dengan baik. Kemampuan diri ibu dalam menjalani proses normal adalah salah satu modal awal untuk memasuki persalinan normal tanpa jahitan. Adapun beberapa cara seperti pijatan prenium yang umumnya dilaku- kan pada bulan-bulan akhir trimester ketiga atau adapula yang melatih dengan proses senam kegel yang bertujuan melatih otot-otot di lubang pengeluaran.

b. Memilih tempat

Pemilihan tempat merupakan salah satu faktor untuk mendapatkan proses persalinan normal tanpa jahitan, meskipun semua Kembali pada kondisi kesehatan ibu dan janin akan tetapi bantuan tempat yang nyaman dapat membuat rileks dan menjalani persalinan dengan lancar.

c. Hindari kelelahan yang berlebih mendekati masa persalinan

Salah satu terjadinya episiotomi adalah adanya gangguan pada ibu hamil, gangguan tersebut baik secara ringan ataupun berat. Gangguan ringan seperti kelelahan menjadi salah satu alasan dilakukan pengguntingan atau robekan (episiotomi) oleh karena itu hindari aktivitas yang berlebih ketika ibu memasuki bulan akhir kehamilan. Gunakan waktu istirahat yang cukup dengan menjaga asupan nutrisi dengan makanan yang memiliki kandungan kalori untuk energi ekstra menjelang persalinan.

d. Melakukan gerakan ringan untuk melatih otot

Gerakan ringan yang umum dilakukan pada trimester terakhir yaitu dengan melakukan gerakan kepala, dahi dan hidung sehingga menyentuh lantai begitu juga dengan tangan, lutut dan jari-jari kaki yang ikut menyentuh lantai. Hal ini membantu bayi memasuki posisi terbaik dan mendorongnya bayi sehingga meminimalisir keadaan sungsang ketika lahir. Ibu juga bisa mengelola posisi lain seperti melakukan aktivitas rumah dan juga berjalan sebanyak yang anda sanggup melakukannya. Ketika ibu melakukan posisi jongkok sebaiknya menggunakan bantuan dengan berpegang pada benda yang kuat.

e. Menggunakan aromaterapi untuk membuat rileks

Bagi ibu yang melakukan pemijatan perineum dengan minyak seperti minyak zaitun atau minyak bunga (aromaterapi) untuk membantu peregangan otot dapat membuat suasana yang lebih nyaman dan memberikan ketenangan mendekati persalinan. Ketenangan sangat dibutuhkan untuk mendapatkan proses persalinan normal dan meminimalisir jahitan pada proses persalinan.

f. Alpukat dan minyak zaitun untuk peregangan membantu proses persalinan

Ibu dapat mengonsumsi alpukat dan minyak zaitun untuk membantu peregangan kulit dari dalam. Konsumsi teh daun raspberry juga selama trimester terakhir 2 cangkir setiap hari akan membuat proses persalinan karena membantu adanya kontraksi lebih produktif.

g. Usahakan untuk tidak mengangkat bokong

mengangkat bokong (pantat) Ketika proses persalinan akan menyebabkan terjadinya robekan jalan lahir bayi yang lebih luas. Karena tidak adanya penyangga akan menyebabkan otot mudah terkoyak.