TULISAN 40. PENYAKIT ASAM LAMBUNG PADA WANITA HAMIL

Wanita hamil seringkali mengeluhkan adanya rasa panas, rasa terbakar di dada dan nyeri ulu hati, dan ini sudah jamak dikalangan wanita hamil, utamanya yang mempunyai riwayat penyakit maag. Peningkatan asam lambung ataupun gangguan pencernaan selama kehamilan dapat sangat mengganggu kenyamanan wanita hamil karena rasa panas terbakar di dada dan nyeri ulu hati membuat aktivitas sehari-hari wanita hamil dapat terganggu. Wanita hamil gak usah cemas bila mengalami hal tersebut di atas, tetapi sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter kandungan atau dokter penyakit dalam untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Rasa terbakar di dada itu di dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah heartburn dimana didapatkan sensasi rasa terbakar di dada yang dapat bermula dari nyeri uluhati sampe dengan tenggorokan yang disebabkan oleh gastroesophageal reflux (asam lambung tidak turun ke usus tetapi malah naik ke atas ke arah tenggorokan). Rasanya…. jangan ditanya…. saya pun punya penyakit ini padahal saya tidak hamil he he he… ini penyakitnya orang stress… stress karena kerjaan, stress karena listrik naik, stress karena harga bawang, daging, cabe, dll pada naik semua… putus cinta… mesti stresss, putus hubungan kerja… mesti stress, dimarahin mertua… mesti stress, tetangga beli mesin cuci… jangan stress… kita numpang nyuci disana saja… he he he. Tetapi…. kalo stress karena jatuh cinta ya gak begini rasanya.

Perubahan fisik dan pengaruh hormonal akibat kehamilan diyakini memiliki peranan penting yang dapat memperberat masalah gangguan asam lambung ini. Hormon kehamilan itu memperlambat gerakan lambung, gerakan usus, gerakan katub lambung… sehingga pada gilirannya dapat membuat asam lambung bertahan lebih lama di lambung dan kemungkinan untuk naik ke atas ke arah tenggorokan juga makin besar. Ada penyelidikan ilmiah yang menyatakan bahwa penyakit asam lambung ini lebih parah pada wanita hamil yang sudah berusia lanjut daripada wanita hamil usia muda. Tapi berdasarkan pengalaman saya pribadi dalam praktek sehari-hari kok malah yang usia muda yang sering mengeluhkan nyeri ulu hati dan rasa terbakar di ddaerah dada dan tenggorokan. Ada beberapa kondisi kehamilan yang bisa bikin penyakit asam lambung makin bikin ngegemesin, antara lain bila:

  1. Hamil kembar
  2. Bayinya gede
  3. Bayinya nyungsang alias kepalanya di atas dekat ulu hati.

Kadang-kadang nyeri ulu hati dadakan atau gejala penyakit maag dapat menjadi tanda-tanda wanita sedang hamil, tapi ini tidak khas artinya bisa jadi ya beneran hamil bisa juga tidak hamil. Jadi kalo mengalami telat menstruasi/ telat haid bersamaan mengalami gejala gangguan asam lambung maka boleh-boleh saja melakukan test kehamilan pakai test pack atau sensitive test.

Kenapa penyakit asam lambung dapat mengganggu kenyaman ibu hamil pada aktivitas sehari-hari ? karena tumpukan asam lambung itu dapat berbalik arah ke atas ke arah tenggorokan akibat lambatnya katub atau pintu lambung bagian atas dikenal dengan istilah sphincter cardiac. Sphincter cardiac ini berfungsi untuk menjaga asam lambung supaya gak balik arah ke atas lagi. Akibatnya karena yang balik ke arah atas itu sifatnya cairan asam maka menimbulkan reaksi rasa nyeri atau terbakar pada daerah yang dilewatinya.

Apa saja yang dapat menyebabkan penyakit asam lambung saat hamil ?

  1. Fungsi cardiac sphincter terganggu
  2. Hiatal hernia, merupakan hernia antara dada dan lambung yaitu pada daerah diafragma. Susah ngejelasinnya, mendingan tanya deh ke dokter penyakit dalam.
  3. Infeksi lambung, biasanya disebabkan oleh bakteri hemofilus pylori.
  4. Gastritis atau penyakit maag
  5. Kebiasaan merokok atau mencium bau asap rokok
  6. Kegemukan atau obesitas
  7. Makanan pedas dan berminyak
  8. Suka minuman mengandung cafein, alkohol, dan asam.
  9. Abis makan/ minum langsung bobok atau berbaring.
  10. Rutin dalam pengobatan menggunakan obat-obatan yang mengandung asam… kalo gak diobatin malah makin bahaya buat kesehatan kehamilannya, kalo diobati malah asam lambung meningkat. Ya tetap milih diobatin karena lebih besar manfaat pengobatan daripada kerugian akibat pengobatan. Pilihan mau minum obat atau tidak ya terletak ditangan ibu hamil sendiri.
  11. Rutin mengkonsumsi Obat anti nyeri

Kalo dari segi makanan maka terdapat beberapa makan yang dapat memperparah penyakit asam lambung, antara lain:

  1. Makan pedas dan berminyak
  2. Alkohol
  3. Makanan berlemak
  4. Minuman bersoda
  5. Buah yang asam seperti jeruk
  6. Cafein… ini nih bagi yang suka minum kopi
  7. Bawang putih dan bawang merah
  8. Permen pedas
  9. Coklat

Terus bagaimana donk cara mengatasi penaykit asam lambung selama kehamilan ? masak mesti minum obat melulu sih… ada gak sih cara-cara rumahan yang bisa kita lakukan supaya mempercepat penyembuhan atau mengurangi gejala sehingga obat-obatan dari dokter penyakit dalam dapat lebih efektif dan lebih manjur ? jawabannya ADA.

  1. Penyebab utama dari naiknya asam lambung adalah setelah makan/ minum ibu hamil langsung berbaring. Nah seharusnya sehabis makan/ minum sebaiknya ibu hamil nonton sinetron dulu sambil duduk, cari sandaran kursi yang empuk dan nayaman, jangan langsung berbaring atau leyeh-leyeh.
  2. Makanlah makanan yang gampang dicerna oleh usus, minumlah minuman yang tidak mengandung gas dan asam. Jangan minum minuman bersoda… ntar makin sesak dadanya, makin sakit lambungnya. Jangan makan makanan pedas, berlemak, berminyak, asam, coklat, alkohol, dan bila perlu juga jauhi kopi.
  3. Makan dikit-dikit tapi sering karena kalo makanan dalam lambung sedikit maka produksi asam untuk mencerna makanan juga dikit.
  4. Jangan merokok. Kalo suami merokok maka usahakan jarak antara suami yang sedang merokok dengan isteri sekitar 1 kilometer. Karena asap rokok itu akan melemahkan cardiac sphincter (katub lambung) dan membahayakan aliran darah ke janin dalam kandungan.
  5. Jangan makan atau minum menjelang tidur malam terutama pada wanita hamil yang sudah memiliki penyakit asam lambung, kasih jarak antara 2-3 jam sebelum tidur. Jadi kalo mau tidur jam 21.00 maka makan terakhir sekitar jam 19.00. kalo minum air putih masih boleh tapi ya jangan persis mau tidur, kasih jarak 30 menit, jangan banyak-banyak minumnya ntar kekenyangan air akan malah sesak.
  6. Kalo tidur bantal agak ditinggikan.
  7. Kunyah permen karet setelah makan karena air liur dapat membantu menetralkan asam lambung.
  8. Pake daster saja saat dirumah karena pakaina longgar dapat menyamankan ibu hamil, jangan pake celana ketat karena penekanan pada perut dapat meningkatkan tekanan dalam perut sehingga akan makin meningkatkan asam lambung.

Terus ada gak makanan yang dapat membantu meringankan penyakit asam lambung pada wanita hamil ? jawabannya…ADA. yaitu diantaranya sebagai berikut:

  1. Kacang almonds.
  2. Jus aloe vera (jus lidah buaya ???) OMG… gimana rasanya ???
  3. Air kelapa muda, lebih baik kelapa muda hijau yaaaa… air kelapa muda itu sifatnya adalah acid neutralizer artinya menetralisir asam lambung secara cepat. Wahhh pantes untuk saya cobain nih… kan saya juga punya penyakit asam lambung akibat stresss pekerjaan yang beresiko sangat tinggi bagi kesehatan dokter karena sangat menyita waktu, tenaga, emosional dan pikiran.
  4. Biji adas. Saya belum pernah lihat biji adas, mestinya emak-emak kiuttters pada tahu seperti apakah biji adas itu. Cara memasaknya adalah seperti infus water yaitu 2 sendok biji adas dicamour dengan air panas lalu dibiarkan sampe dingin kemudian disaring dan diminum.
  5. Jahe. Khusus yang satu ini walopun bisa menetralisir asam lambung tetapi berdasarkan pengalaman saya pribadi sebaiknya gak usah deh dikonsumsi karena saya mesti sakit lambung kalo abis minum air jahe dan ambeyen saya mesti kambuh.
  6. Pepaya.
  7. Juice buah, asalkan jangan yang asam seperti jeruk ya.
  8. Rajin minum air putih.

Perlu diketahui bahwa obat-obatan lambung sedikit banyak akan menghambat penyerapan zat besi yang berasal dari makanan/ vitamin hamil sehingga sedapat mungkin para ibu hamil kiuttters yang memiliki gangguan asam lambung berusaha untuk mengurangi produksi asam lambung dengan cara mengikuti cara-cara di atas seperti yang telah saya sebutkan sehingga dokter penyakit dalam/ dokter kandungan tidak perlu sering memberikan obat-obatan buat mengatasi asam lambung para ibu hamil. Satu hal yang perlu diingat bahwa penyakit dimana dada terasa panas atau nyeri ulu hati tidak melulu disebabkan oleh asam lambung sehingga ibu hamil mesti berobat ke dokter penyakit dalam atau dokter kandungan untuk memeriksakan lebih lanjut.

Semoga bermanfaat. Jangan lupa untuk LIKE dan SHARE.

TULISAN 43. INFEKSI RUBELLA SAAT HAMIL

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan telpon dari bidan bahwa ada pasiennya yang terkena rubella… iseng-iseng periksa laboratorium ternyata hasilnya rubella positif. Apa sih rubella itu ? rubella itu penyakit virus yang dikenal dengan sebutan campak jerman. Bagaikan petirrr menggelegarrrr…. gunung bergemuruhhhh… jantung dag dig derrrr… hal tersebut memang sangat menakutkan bagi wanita hamil manapun bahkan dokter kandungannya pun sudah merasa hopeless gitchuu loohh. Tetapi ibu-ibu hamil kiuttters gak usah kuatir, dont worry… be happy… saya mau mendongeng hal-hal yang berkaitan dengan rubella ini bagi ibu-ibu hamil kiuttters sehingga memperoleh pengetahuan seputar rubella.

Pada suatu hari… di negeri dongeng… karena kita tidak tau apakah hal ini bisa dilakukan di era BPJS…

Setiap wanita sebaiknya melakukan skrinning sebelum hamil untuk mengetahui imunitasnya terhadap infeksi rubella. Kalo di amerika serikat, infeksi rubella sudah sangat sulit ditemukan karena program vaksinasi MMR di amerika serikat sudah sedemikian suksesnya… coba bandingkan dengan negara kita… terdapat banyak kelompok masyarakat yang anti vaksinasi dengan berbagai dalil-dalil untuk mempengaruhi masyarakat supaya gak mau untuk vaksinasi… akibatnya sekarang banyak kita temui penyakit yg dulunya gak ada/ sangat sulit ditemukan (di era jaman presiden soeharto penyakit tersebut musnah, di era jaman sekarang penyakit tersebut muncul lagi).

Bila wanita ternyata belum memiliki imunitas terhadap penyakit rubella maka bila wanita tersebut terkena penyakit rubella saat awal-awal kehamilan maka dapat berakibat fatal bagi kehamilannya. Dampaknya antara lain keguguran, kalo tidak keguguran maka akan melahirkan janin dengan banyak kelainan kongenital (cacat) dan perkembangan yang terganggu (idiot, gak pinterrr, sulit bicara, dll). Congenital rubella syndrome merupakan sebutan bagi bayi-bayi yang lahir yang terinfeksi rubella sejak dalam kandungan dengan berbagai pola gejala penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut.

Jadi baiknya gimana donk ? dulu sudah pernah saya tulis tentang pre-marital skrinning, tetapi mesti gak ada yang mau baca… ya sudah… bingung sendiri tooo. Sebaiknya bagi ibu-ibu yang sudah kadung hamil duluan dan belum pernah vaksinasi MMR maka disarankan untuk periksa imunitasnya… bilang saja ke dokter kandungan ibu dan bilang bahwa minta periksa TORCH untuk skrinning rubella… tapi itu mahal banget dan gak dicover oleh BPJS… dan gak ada RS swasta yang menyediakannya, biasanya diperiksa di laboratorium ternama. Itu looo lab-lab yang sering diperiksa sendiri oleh para wanita yang dikenal dengan TORCH. Oh iya hampir lupa… campak jerman berbeda dengan campak biasa… kalo campak jerman itu rubella maka campak biasa itu rubeolla. Kalo kebal terhadap rubella belum tentu kebal terhadap rubeolla, demikian pula sebaliknya. Makanya anak-anak kita mesti diikutkan vaksinasi campak yang sering diadakan di puskesmas.

Dokter cucuk yang kiuttt, saya pernah vaksinasi campak dan juga pernah vaksinasi MMR saat masih sekolah dulu, tapi waktu saya test kok saya tidak imun terhadap penyakit tersebut ya ? hal ini bisa saja terjadi karena tidak semua wanita yang disuntik vaksinasi timbul reaksi atau respon kekebalan tubuhnya. Hal inilah yang mendorong para ahli untuk menyarankan bila memungkinkan untuk periksa ulang kekebalan tubuh wanita terhadap penyakit-penyakit tersebut.

Apakah tanda-tanda gejala terkena penyakit rubella ? penyakit ini merupakan penyakit dadakan (penyakit akut) yang disebabkan oleh virus rubella dan gejalanya tidak khas artinya mirip dengan penyakit yang lain sehingga sulit didiagnosis rubella bila tidak dibantu dengan pemeriksaan laboratorium. Bahkan seringkali gejalanya tidak terlalu dirasakan oleh para wanita hamil.

Bila wanita hamil mengalami gejala-gejala rubella maka penyakit tersebut baru nongol aslinya pada saat 12-23 hari setelah tertular penyakit tersebut. Gejalanya antara lain demam, lesu, sakit kepala, pembengkakan kelenjar, nyeri sendi, bengkak sendi, mata memerah, pilek, dll… gejalan ini muncul 5 hari sebelum keluarnya bercak-bercak merah-merah di kulit. Munculnya mula-mula di wajah dulu kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Bercak-bercak ini akan hilang dalam beberapa hari, tetapi rasa nyeri dan bengkak di sendi baru hilang dalam beberapa minggu ke depan. Munculnya merah-merah di kulit menunjukkan bahwa wanita hamil tersebut sedang dalam posisi mudah menularkan ke wanita lainnya. Jadi sebaiknya wanita yang merasa terkena rubella jangan datang ke praktek poli atau praktek pribadi ketika sedang banyak wanita hamil lainnya supaya gak nularin ke wanita hamil lainnya. Mesti menghubungi rs dan janjian mau datang jam berapa sehingga gak ketemu ibu hamil yang lain. Saya jadi inget dulu ada wanita hamil yang sedang sakit cacar lalu datang ke poli saya di RS Izza dan akhirnya ibu hamil tersebut saya umpetin di UGD di kamar paling pojok supaya gak nularin ibu hamil lainnya.

Kalo ibu hamil belum pernah vaksinasi atau belum pernah test TORCH maka disarankan untuk cek laborat Rubella Specific Antibody. Kemungkinan nanti ibu hamil akan ditest beberapa kali untuk melihat perubahan antibody bila dari hasil pemeriksaan didapatkan kecurigaan telah terinfeksi).

Bila wanita hamil sudah dinyatakan kebal terhadap rubella dan ternyata  terekspos dengan orang yang sakit rubella maka kemungkinan ibu hamil tersebut terinfeksi rubella menjadi sangat kecil. Bisa sih tetapi tidak parah dan insya Allah tidak berbahaya bagi janin dalam kandungan.

Bila ibu hamil terinfeksi rubella saat kehamilan awal maka ibu hamil mesti diskusi dengan dokter kandungan apakah sebaiknya kehamilan ibu digagalkan atau dilanjutkan mengingat resiko infeksi yang fatal. Dokter kandungan ibu akan merujuk ibu hamil ke dokter kandungan khusus yang menangani infeksi rubella seperti poli anggrek bagian fetomaternal di RS Hassan Sadikin. Kok menakutkan ya ? karena belum diketahui apakah pengobatan yang efektif terhadap penyakit rubella dan belum diketahui bagaimana cara mencegah timbulnya penyakit rubella bila wanita hamil terekspos dengan orang-orang yang sakit rubella.

Bila dari hasil diskusi dengan dokter kandungan yang khusus menangani rubella ternyata wanita hamil memutuskan dan memilih untuk melanjutkan kehamilannya maka dokter kandungan akan memberikan suntikan khusus yaitu imunoglobulin sesegera mungkin dengan harapan mengurangi resiko cacat janin (tetapi tidak dijamin berhasil) dan perlu diingat bahwa suntikan tersebut tidak dapat mencegah terjadinya infeksi rubella pada janin dalam kandungan.

Lalu apakah yang harus dilakukan oleh ibu hamil untuk mengurangi resiko terkena rubella ? sayangnya ibu hamil tidak boleh vaksinasi rubella ketika sedang hamil. Tidak boleh vaksinasi MMR ketika sedang hamil. Bila ibu hamil tidak kebal terhadap rubella maka sebaiknya bersikap lebih hati-hati lagi dalam bergaul dengan sesama terutama mereka-mereka yang diketahui menderita rubella atau pernah ketemuan dengan penderita rubella.

  1. Pastikan anak-anak di rumah kita sudah mendapatkan imunisasi rubella.
  2. Jangan dekat-dekat dengan orang-orang yang dicurigai terkena rubella… gampangnya jangan dekat-dekat orang sakit.
  3. Gak usah bercengkrama dengan tetangga kalo sedang ada infeksi rubella di sekitar tempat tinggal ibu hamil.
  4. Setelah melahirkan harus segera melakukan vaksinasi MMR, menyusui tidak terpengaruh bila ibu melakukan vaksinasi MMR.
  5. Kalo belum hamil dan ingin vaksinasi MMR maka setelah vaksinasi wanita tidak boleh hamil dalam waktu 1 bulan ke depan… kalo saya lebih senang dalam 3 bulan ke depan.

Infeksi rubella bisa bikin keguguran, lahir premature, atau lahir mati tergantung tingkat keparahan yang ditimbulkan akibat infeksi rubella. Resiko paling tinggi dialami oleh ibu hamil pada kehamilan muda, semakin muda umur kehamilan saat terinfeksi maka akan semakin parah dampaknya pada janin dalam kandungan. Pada umur kehamilan ibu hamil sekitar 12 minggu pertama maka kemungkinan janinnya terkena congenital rubella syndrome (CSR) adalah sekitar 85-90%, bila terinfeksinya pada umur kehamilan 13-20 minggu maka kemungkinan terkena CSR sekitar 50%, dan bila umur kehamilan diatas 20 minggu maka kemungkinan terkena CSR makin kecil lagi sehingga kemungkinan cacat janin akan makin kecil… bukan berarti pasti gak cacat, tetapi resiko cacatnya kecil… artinya terdapat peluang janin tidak cacat.

Cacat yang disebabkan rubella itu bermacam-macam dan tidak khas, tetapi ada beberapa cacat yang sering ditimbulkan akibat infeksi rubella antara lain ketulian, kebutaan, gangguan jantung, gangguan syaraf dan gangguan kecerdasan/ idiot.

TULISAN 47. KATA DOKTER KADAR Hb DALAM DARAHKU KURANG DARI 10

Ibu hamil: dok… saya kok selama hamil ini sering merasa lelah, pusing, rasanya hamil ini berattttt bingitsss… katanya bu bidan saya kurang darah.

Dokter cucuk kiuttt hello kitty: hmmm…. bisa jadi ibu menderita anemia, sebab ibu nampak pucat dan lesu… sepertinya ibu lelah… pasti kecapekan ya abis setrika ngepel nyapu cuci piring ? pasti suaminya kerja ya ? ntar kalo suaminya sudah pulang, suruh aja ngegantiin kerjaan ibu… setrika nyapu ngepel cuci-cuci… ibu hamil cukup duduk sante megang remote tv sambil nonton film korea atau film india…

Setiap wanita hamil itu memiliki resiko untuk terjadinya anemia selama kehamilan, biasanya anemia kurang besi (AKB). Ibu hamil akan mengalami rasa lemas dan mudah lelah selama berlangsungnya kehamilan. Anemia adalah suatu kondisi dimana tubuh kita tidak berenergi akibat kekurangan zat hemoglobine (Hb) yang berfungsi untuk mengikat oksigen dan dialirkan ke paru-paru dan seluruh bagian tubuh ibu hamil. Nah hemoglobine itu dibentuk dengan menggunakan zat besi yang diperoleh dari makanan ibu hamil sehari-hari.

Kenapa sih ibu hamil beresiko terkenan anemia ? selama proses kehamilan tentunya terjadi perubahan dalam tubuh ibu hamil, termasuk meningkatnya kebutuhan zat besi. Zat besi ini dipake untuk membuat hemoglobin. Selama kehamilan jumlah volume pengencer darah (plasma) meningkat sekaligus tubuh ibu hamil juga bekerja mempersiapkan sistem peredaraan darah untuk pertumbuhan janin dalam kandungan. Akibatnya jelas zat besi akan terkuras sehingga bila ibu hamil memiliki kadar zat besi yang sedikit maka akan terjadi kekurangan darah, kekurangan hemoglobin. Paham gak ? kalo gak paham… ya udah… gpp… ayo kita bilang om bingung om… om telolet om…

Kalo dibiarkan saja maka anemia ini akan mempengaruhi kehamilan. Kan udah dijelaskan diatas bahwa tubuh ibu hamil itu mempersiapkan sistem peredaran darah bagi janin dalam kandungan… lahhh kalo ibunya kurang darah maka janinnya kurang optimal pertumbuhannya bahkan terjadi hambatan dalam peredaran darah di tempat tumbuhnya janin. Akibatnya janin mudah untuk lahir prematur (kurang bulan) bahkan janin bisa kurus kering… lama-lama janinnya bisa GAME OVER.

Ibu hamil harus mengetahui faktor-faktor resiko yang dapat menyebabkan kehamilan mengalami anemia/ kurang darah, antara lain:
1. Jarak kehamilan terlalu dekat, kurang dari 2 tahun. Tuhhh makanya bila ibu hamil lagi sebelum anaknya berusia 2 tahun, akan tergolong pada kehamilan resiko tinggi, sehingga sebaiknya kontrolnya di rumah sakit/ dokter kandungan, jangan di klinik, jangan di bidan, jangan di puskesmas. Minta saja dirujuk ke rumah sakit/ dokter kandungan.
2. Hamil bayi kembar
3. Mual muntah hebat selama kehamilan, sehingga gak ada makanan yang masuk, akibatnya kekurangan zat besi dalam makanan.
4. Malas makan daging, ikan dan sayuran
5. Sebelum hamil, haidnya banyak.

Gejala-gejala yang sering dirasakan oleh ibu hamil yang mengalami anemia antara lain:
1. Mudah lelah dan letih serta lesu
2. Pucat
3. Jantung berdebar-debar
4. Nafas pendek-pendek
5. Sering pusing dan berkunang-kunang (selama tensinya normal)
6. Seringkali terlihat makan sesuatu yang bukan makanan normal, dikenal dengan istilah PICA. Seperti ngemil bawang, ngemil terigu, ngemil sabun, dll.

Keluhan yang ditimbulkan akibat anemia dapat sama persis dengan keluhan ibu hamil yang tidak mengalami anemia sehingga perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter kandungan, termasuk pemeriksaan laboratorium. Ibu hamil akan dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin dalam darahnya oleh dokter kandungan pada saat pertama kali kontrol dan pada saat tertentu dalam kehamilan untuk melakukan evaluasi dan kontrol ketat selama kehamilan.

Anemia dalam kehamilan dapat dicegah dengan jalan meningkatkan kualitas gizi harian ibu hamil. Ibu hamil mesti rutin memakan daging merah, ikan, dan sayuran yang mengandung zat besi seperti bayam. Negmilnya juga harus yang berprotein tinggi seperti tahu, tempe, ikan teri, ikan sepat, daging dendeng kecil-kecil, ikan mujair kecil yang digoreng kering… sambil nonton korea kan asyik tuh ngemil begituan…. jangan ngemil kripik, singkong, gorengan… kurang bermanfaat bagi ibu hamil… minum jus jeruk, jus tomat, jus mangga… sangat bermanfaat bagi ibu hamil… vitamin hamil diminum…

SELAMA KEHAMILAN… YANG WAJIB MINUM VITAMIN HAMIL ADALAH SUAMI… ???????
EH MAAP… KELIRU… YANG WAJIB MINUM VITAMIN HAMIL ADALAH ISTERI… GAK USAH PAKE ALASAN OBATNYA BAU, OBATNYA GEDE, OBATNYA GAK ENAK… KALO TETAP GAK MAU MINUM YA UDAH GPP, SURUH AJA SUAMI YANG MINUM, KALI-KALI AJA NTAR SUAMINYA PENGEN IKUTAN HAMIL…?

Bila ibu hamil datang dengan keluhan anemia maka dokter kandungan akan memeriksa penyebab kekurangan hemoglobin ibu hamil dan bila ternyata penyebabnya adalah bukan akibat kekurangan zat besi melainkan akibat kelainan darah maka ibu hamil akan ditangani oleh dokter penyakit dalam. Bila ibu hamil pernah mengalami operasi lambung atau bila perutnya sulit menerima dan mencerna zat besi maka ibu hamil akan menerima zat besi melalui cairan infus.

Oke deh saya rasa cukup sekian dulu.

TULISAN 53. SAAT HAMIL, AKU TERKAPAR AKIBAT PENYAKIT TYPHUS

Demam thyphoid atau dikenal juga dengan demam usus merupakan infeksi bakteri yang disebabkan oleh kuman salmonella typhi. Kuman salmonella tiphy merupakan kuman yang menimbulkan racun pada makanan. Ketika kuman salmonella masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang tercemar maka kuman tersebut akan memperbanyak diri alias tumbuh dan berkembang jumlahnya kemudian masuk ke dalam aliran darah dan akhirnya masuk ke organ tubuh.

Ada juga infeksi lain yang mirip yang dikenal dengan infeksi paratyphi tetapi gejalanya lebih ringan daripada infeksi typhi/ infeksi tipus. Kumannya sama tetapi golongannya beda.

Kalo demam paratyphi disebabkan oleh salmonella paratyphi dan merupakan kuman yang sering ditularkan melalui makanan yang dibeli diluar rumah/ pinggir jalan yang tidak dijaga kebersihannya, baik dalam segi pembuatannya maupun kemasannya/ pembungkusannya ataupun pemajangannya.

Walopun penyakit paratyphoid dan penyakit typhoid berbeda kumannya tetapi biasanya disebut saja dengan typhoid oleh dokter karena lebih populer di masyarakat dan lebih mudah untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Penyakit typhoid sangat menular. Ibu-ibu hamil perlu mengetahui bagaimana caranya infeksi typhus ini menyebar, antara lain:

  1. Memakan/ meminum makanan/ minuman yang terkontaminasi oleh orang yang sedang sakit typhus. Biasanya pada ibu hamil yang kurang menjaga kebersihan diri (malas cuci tangan) dan pada makanan yang kurang dijaga kebersihannya, pembuatannya tidak higienis, pemajangannya tidak menjaga kebersihan, penyajiannya tidak memperhatikan kebersihan, dan pembungkusannya tidak memperhatikan kaidah kesehatan dan kebersihan.
  2. Hand to mouth transmission (penularan dari tangan ke mulut) setelah memakai toilet umum ataupun makan kue tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
  3. Kualitas air yang kurang baik. Yah kita tahulah selama ini kita bayar mahal air yang kualitasnya gimanaaaa gitchuuu…
  4. Makan sayuran dan buah-buahan yang nyucinya pake air yang tercemar… sulit dehhh… gimana lagi… air keran saja sudah gak terlalu bersih (cuman bening doank, buktinya gak bisa minum langsung dari keran kayak di luar negeri), ya udah deh pake bismillah saja… semoga gak sakit typhus… aamiin. Belum lagi saat sedang di tanam di ladang disiram pake pupuk yang jelas mengandung kuman, disiram pake air selokan… ya iyalah masa disiram pake aqua… yahhh ikhtiarnya sayuran dan buah mendingan di cuci saja pake air keran dan sabun sayuran atau buah… selebihnya pasrah saja… waahhh saya jadi takut makan lalapan nih… iya kalo penjualnya nyucinya bersih, kalo gak ?
  5. Susu/ es krim yang tercemar. Minuman kemasan juga bisa tercemar dengan kuman salmonella typhi dan salmonella paratyphi.
  6. Di luar negeri, kerang merupakan salah satu sumber utama penularan kuman salmonella typhi.

Apa sih gejala dari penyakit typhoid ini ?

Ibu-ibu hamil yang terkena penyakit ini mesti bisa bercerita dengan gegap gempita semangat 45 karena udah ngerasain gimana sakitnya… gimana menderitanya… sedang hamil… mual muntah… eeeladalah ditambah typhus pula… cape dehhhh…

Gejala sakit typhus itu bisa berbagai macam bentuk bahkan ada yang mirip-mirip dengan demam berdarah ataupun malaria. Sehingga lumayan sulit juga menyatakan ibu hamil sakit typhus hanya dari gejalanya saja tanpa melakukan pemeriksaan laboratorium.

Gejala-gejala dibawah ini mungkin ada pada ibu hamil yang menderita sakit typhus walopun tidak khas (tidak selalu ada) antara lain:

  1. Sakit kepala hebat
  2. Menurunnya selera makan
  3. Nyeri perut
  4. Sulit BAB ataupun malah diare
  5. Nadi lemah
  6. Berat badan turun
  7. Kelelahan dan merasa lemas
  8. Pusing bin linglung
  9. Badannya merah-merah seperti alergi tetapi tidak gatal, tidak bisa hilang seketika, biasanya hilang dalam 4-5 hari kemudian.
  10. Demam lumayan tinggi yang makin parah kalo sudah menjelang sore/ malam hari.
  11. Pembesaran liver dan limpa.

Apabila tidak diobati maka penyakit typhus akan makin parah dan bisa berlangsung lama bahkan bisa berakibat fatal antara lain:

  1. Usus bocor sehingga be’olnya tumpah ke dalam perut.
  2. Perdarahan dalam perut.
  3. Proses penyembuhan dan pemulihan akan berlangsung sangat lama. Dan bila berobatnya tidak tuntas alias belum sembuh sudah berhenti berobat maka penyakit typhus tersebut akan balik lagi.

Apakah kehamilan akan membuat sakit typhusnya makin parah ? sebetulnya sih tidak juga. Karena ternyata dari berbagai kasus, usus wanita hamil lebih kuat daripada wanita yang tidak hamil sehingga kebocoran usus akibat typhus lebih sering terjadi pada wanita yang tidak hamil daripada wanita hamil. Pada wanita hamil, sakit typhus sering dibarengi dengan batuk, walopun ini bukan tanda khas. Sebaiknya segera berobat ke dokter penyakit dalam/ dokter kandungan terdekat apabila merasa ada yang tidak beres dengan kesehatan ibu hamil.

Dokter akan memeriksakan laboratorium pada wanita hamil yang diduga menderita typhus antara lain pemeriksaan widal. Bahkan kalo perlu dilakukan pemeriksaan kultur darah walopun rasanya di karawang-cikampek agak sulit melakukan hal ini karena keterbatasan fasilitas laboratorium rumah sakit. Ibu hamil juga akan diperiksa darah karena tidak jarang kuman typhus bikin ibu hamil jadi anemia. Setelah ibu hamil dinyatakan menderita typhus maka dokter penyakit dalam akan memberikan obat antibiotika untuk membunuh kuman typhus. Semakin lama tidak diobati maka penyembuhan typhus akan makin lama pula.

Apakah obat typhus aman bagi kehamilan ? tidak ada satupun obat di muka bumi ini yang aman 100% pada wanita hamil. Dokter akan meresepkan obat yang paling mendekati aman pada kehamilan. Coba ntar baca postingan saya yang lampau tentang “minum obat antibiotika pada kehamilan”. Jadi penggunaannya harus sesuai dengan kebutuhan pengobatan ibu hamil. Bila ibu hamil gak mau minum obat akibat kepikiran takut kenapa-kenapa dengan janinnya maka bila tidak diobati akan terjadi masalah yang lebih parah lagi pada kehamilannya. Jangan takut pada resiko yang tidak pasti. Hidup ini selalu ada resiko… gak ada itu istilah “pokoknya aman” atau “pokoknya selamat”… yang bikin selamat dan aman itu adalah ALLAH SWT, bukan manusia, bukan dokter, bukan kyai, bukan ustadz… memohonlah hanya pada Allah SWT. Kalo resikonya ternyata  terjadi maka jangan nyalahin orang lain. Gak mau resiko ? jangan sakit typhus ! jangan hamil ! gitu aja kok repot.

Apakah sakit typhus bisa bikin masalah pada kehamilan atau janin dalam kandungan ?

Sampai detik ini tidak terlalu banyak informasi yang diperoleh mengenai dampak dari typhus terhadap kehamilan ataupun janin dalam kandungan. Tetapi perlu diingat bahwa penyakit typhus merupakan penyakit yang sangat serius sehingga jangan dianggap enteng terutama pada wanita hamil. Karena bila tidak berobat akan menimbulkan komplikasi serius pada wanita hamil. Dari beberapa penelitian didapatkan bahwa:

  1. Kuman typhus bisa melewati aliran darah placenta dan menimbulkan infeksi bahkan keguguran.
  2. Sakit typhus dapat menyebabkan peningkatan resiko kelahiran premature dan bayinya lahir kecil.

Ada suatu studi kasus terhadap 15.940 kelahiran dengan 25 kasus penyakit typhus, dari 25 kasus ini ditemukan bahwa terdapat 1 kasus terjadi keguguran, 6 kasus janin mati mendadak dalam kehamilan, 6 kasus lahir premature dan 12 kasus lahir normal saja tanpa masalah berarti. Pada kasus yang bermasalah ini ternyata terjadi hanya pada wanita hamil yang tidak berobat untuk penyakit typhusnya.

Udah ahhh… capek nih nulisnya… yang penting ibu hamil udah pada tau bahwa sakit typhus pada kehamilan itu berbahahahayaaaaa.

TULISAN 55. AKU TERKENA DIABETES SAAT HAMIL

Dapat terjadi pada siapapun. Looo… padahal gak pernah sakit diabetes sebelumnya… ya… makanya disebut dengan gestasional diabetes. Artinya terjadinya saat kehamilan berlangsung. Pada gestasional diabetes (GDM) sama saja prosesnya seperti diabetes lainnya yaitu penyakit yang menunjukkan bagaimana sel-sel tubuh ibu hamil mengolah gula dalam darah. Kadar gula darah yang tinggi pada wanita hamil dapat berakibat 2 hal yaitu mempengaruhi kesehatan ibu hamil dan mempengaruhi kesehatan janin dalam kandungannya. Banyak sekali komplikasi kehamilan yang dapat disebabkan oleh GDM. Tetapi jangan kuatir… ibu hamil dapat mengontrol kadar gula darahnya dengan jalan:

  1. Makanan sehat
  2. Olah raga pagi
  3. Minum obat diabet secara teratur
  4. Kontrol kehamilan secara teratur ke dokter kandungan, utamakan pada 1 rumah sakit saja sehingga dapat dipantau secara berkesinambungan.
  5. Kontrol diabet secara teratur ke dokter penyakit dalam, utamakan pada 1 rumah sakit saja sehingga dapat dipantau secara berkesinambungan.
  6. Tambahan super penting: sedekah harian Rp 4000,-/ hari dengan niat sembuh, sehat, selamat, dan lancar kehamilan.

Pada wanita hamil yang menderita GDM, bila gula darahnya terkendali maka dapat meningkatkan kualitas kehamilannya dan kesehatan janin dalam kandungannya. Pada GDM kadar gula darah akan kembali normal setelah melahirkan. Tetapi perlu diingat bahwa wanita yang sudah pernah mengalami GDM maka beresiko untuk menjadi diabetes Mellitus beneran dikemudian hari sehingga perlu rajin check up di dokter penyakit dalam secara teratur setelah melahirkan.

Apa sih tanda-tandanya terkena GDM ?

Sebagian besar wanita hamil tidak akan merasakan tanda apapun… karena memang tidak khas. Walopun tanda dari diabetes pada umumnya dapat saja muncul seperti banyak pipis, banyak makan dan haus melulu.

Di luar negeri, setiap wanita yang test hamilnya positif, langsung segera memeriksakan diri ke dokter kandungan. Looo buat apa ? untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan ibu hamil di awal kehamilan… dan untuk mencari faktor resiko yang mungkin dapat timbul pada kehamilan dan persalinan. Juga untuk merencakan proses persalinannya kelak dikemudian hari. Tapi di era BPJS seperti ini hal tersebut sudah hampir tak mungkin lagi sebab dana yang dikucurkan oleh BPJS untuk pemeriksaan ibu hamil sudah dibuat paket murah meriah sehingga gak mungkin pemeriksaan ibu hamil bisa paripurna lengkap dan manusiawi… saya tidak tahu bagaimana anggapan BPJS terhadap rakyat kecil yang pake BPJS… dianggap manusia atau bukan ? buktinya pegawai BPJS ada tambahan asuransi inhealth…

Pemeriksaan gula dalam kehamilan untuk deteksi dini diabetes akan dilakukan beberapa kali dalam kehamilan dimulai sejak saat ibu hamil kontrol pertama kali ke dokter kandungan. Kemudian saat kehamilan masuk ditengah-tengah antara hamil mudan dan hamil tua. Kalo ibu terkena diabetes baik sebelum hamil maupun saat hamil maka jadwal kontrol ibu hamil di rumah sakit menjadi lebih ketat, lebih sering daripada ibu hamil yang normal. Tujuannya untuk memantau perkembangan kadar gulanya dan kesehatan kehamilannya. Pada umumnya tanda-tanda munculnya GDM itu dimulai pada 3 bulan terakhir usia kehamilan. Bila ibu hamil menderita GDM maka ibu hamil akan ditangani oleh dokter kandungan dan dokter penyakit dalam bahkan tidak jarang juga ditangani oleh dokter bedah bila terdapat komplikasi yang lainnya. Dokter penyakit dalam akan berusaha menurunkan kadar gula darah ibu hamil secara bertahap. Ibu hamil juga akan ditest kadar gula darah lebih sering secara teratur untuk memantau efektivitas pengobatan yang diberikan. Setelah melahirkan pun ibu-ibu nifas yang tadinya mengalami GDM saat hamil akan dilakukan test gula secara teratur oleh dokter penyakit dalam untuk melihat apakah kadar gulanya kembali ke normal atau tidak.

Sampai hari ini belum diketahui kenapa ada wanita hamil yang kena GDM dan kenapa ada yang tidak. Padahal sama-sama hamil. Mekanismes ibu hamil terkena GDM sebagai berikut:

Tubuh ibu hamil itu mencerna makanan yang masuk ke dalam perut untuk kemudian dirubah menjadi gula yang pada akhirnya masuk ke dalam pembuluh darah. Kemudian kelenjar pankreas, kelenjar penting dalam perut, memproduksi hormon insulin. Hormon insulin itu nantinya akan membawa gula dari pembuluh darah untuk masuk ke dalam sel-sel tubuh dan akhirnya digunakan sebagai energi.

Selama hamil, placenta atau ari-ari, yaitu bagian penting yang menghubungkan antara ibu hamil dan janin dalam kandungan untuk mengalirkan darah dari ibu ke janinnya akan memproduksi berbagai hormon untuk kehamilan. Nah hormon-hormon tersebut akan mengganggu kerja dari hormon insulin sehingga kadar gula darah akan naik. Normalnya, setelah makan memang terdapat sedikit kenaikan kadar gula darah. Seiring dengan pertumbuhan janin, maka placenta akan makin banyak memproduksi hormon-hormon kehamilan. Nahhh… pada ibu-ibu yang menderita GDM ternyata pegaruhhormon-hormon tersebut begitu kuat mempengaruhi insulin sehingga berakibat terjadi peningkatan kadar gula yang berlebihan dalam tubuh yang pada gilirannya akan mempengaruhi pertumbuhan janin dan kesehatan janin dalam kandungan. Biasanya GDM itu munculnya pada trimester 2-3… ya kira-kira pertengahan usia kehamilan.

Apa saja sih faktor resiko untuk terkena GDM ? sebetulnya semua wanita hamil beresiko terkena gestasional diabetes (GDM) tetapi ada beberapa faktor yang makin meningkatkan resiko… belum pasti terjadi… cuman beresiko saja… syukur-syukur tidak terjadi… aamiin

  1. Semua ibu hamil yang usianya lebih dari 25 tahun
  2. Riwayat keluarga ada yang menderita Diabetes Mellitus.
  3. Sudah menunjukkan gejala-gejala gangguan gula darah sejak sebelum hamil.
  4. Pernah lahiran bayi yang ukurannya 4000g atau lebih.
  5. Pernah lahiran bayi mati yang tidak diketahui penyebabnya.
  6. Ibu hamil super gemuk… terutama yang BMInya 30 atau lebih. BMI itu singkatan dari indeks massa tubuh yang membandingkan tinggi badan dengan berat badan. Ntar tanyain aja ke dokter gimana caranya ngukurnya.
  7. Ibu hamil kulit berwarna. Jadi kalo ibu hamil bule katanya sih jarang yang terkena GDM.

Bila ibu hamil menderita diabetes oleh sebab apapun dan tidak diobati secara teratur, tidak kontrol secara teratur, maka akan menyebabkan gangguan serius pada kehamilannya dan juga pada janin dalam kandungannya. Komplikasi kehamilan lebih sering terjadi pada diabetes yang tidak berobat secara teratur. Adapun komplikasi yang mungkin terjadi pada ibu hamil yang terkena GDM antara lain:

  1. Berat badan janin besar, karena mesti ada gula yang masuk ke dalam peredaran darah janin sehingga memaksa kelenjar pankreas janin untuk memproduksi extra insulin. Lama-lama bayinya menjadi besar yang dapat mengakibatkan meningkatnya resiko nyangkut dijalan lahir, komplikasi persalinan, terpaksa harus operasi, janin kejepit jalan lahir s/d kematian janin.
  2. Janin susah bernafas, pada ibu hamil yang menderita GDM walopun melahirkan pada kehamilan tua tetap beresiko untuk terjadinya kegagalan bernafas pada bayinya. Belum lagi resiko lahiran premature. Dari hasil penelitian ternyata terdapat resiko peningkatan kemungkinan lahiran premature pada ibu hamil yang menderita diabetes.
  3. Sering lahir premature
  4. Bayi saat lahir mengalami kekurangan gula.
  5. Bayi bisa menderita diabetes kelak saat dewasa.
  6. Kematian bayi mendadak baik sebelum lahiran ataupun saat melahirkan ataupun setelah melahirkan, terutama bagi ibu hamil yang menderita diabetes tetapi tidak diobati secara teratur. Jangan sampe kehabisan obat baru kontrol ke dokter penyakit dalam, sebelum obat habis harus kontrol.

Resiko pada ibu hamil juga meningkat bila menderita diabetes, antara lain:

  1. Kemungkinan timbul komplikasi kehamilan yang lain yaitu keracunan kehamilan, ditandai dengan darah tinggi saat hamil yang timbulnya disaat hamil saja.
  2. Menderita penyakit diabetes beneran kelak dikemudian hari. Makanya selama hamil dokter kandungan gak bosen-bosen untuk nyuruh ibu hamil makan makanan yang sehat-sehat saja, yang gak penting dan instan sebaiknya dihindari sedapat mungkin.

Dokter kandungan akan meminta ibu hamil untuk periksa gula darah bila ada faktor resiko walopun banyak juga yang tanpa faktor resiko pun diperiksa juga karena semua demi kebaikan ibu hamil sendiri. Bila ternyata ibu hamil menderita diabetes dalam kehamilan maka lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Hindari makanan yang berkadar gula tinggi. Rajin makan sayuran dan buah. Makanan mesti mengandung serat tinggi.
  2. Mesti kontrol teratur ke dokter penyakit dalam untuk mengontrol kadar gula darahnya. Dokter penyakit dalam akan memberikan juga obat-obatan untuk menurunkan kadar gula darah ibu hamil.
  3. Olah raga tiap pagi jalan kaki atau olah raga ringan.
  4. Kontrol teratur ke dokter kandungan atau rumah sakit karena masuk kategori kehamilan resiko tinggi.

Oke ya… jangan lupa untuk sedekah Rp 4000,-/ hari dengan niat untuk kesehatan kehamilannya. Sedekah yang lain tetap dilanjutin, yang ini khusus untuk kehamilan saja. Bagikan ke anak yatim atau masjid tiap 1 minggu sekalia atau 1 bulan sekali.

 

 

 

 

TULISAN 56. IBU HAMIL DI SERBU PENYAKIT GONDONGAN (MUMPS/ PAROTITIS)

Mumps atau parotitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Di Inggris, para wanita sudah biasa mendapatkan imunisasi MMR yaitu mumps – measles – rubella sehingga wanita inggris hampir semuanya memiliki kekebalan terhadap mumps. Bagaimana dengan Indonesia ? sekali lagi kita lihat bentuk ketidak-pedulian pemerintah RI untuk memberikan program imunisasi penting bagi wanita Indonesia. Lebih penting buat MRT daripada kesehatan rakyatnya sendiri. BPJS pasti tidak menanggung imunisasi pelengkap bagi pesertanya padahal bayarnya setiap bulan seumur hidup.

Saat ini tidak banyak diketahui efek samping langsung penyakit mumps terhadap kehamilan tetapi para ahli meyakini bahwa mumps sedikit banyak dapat menyebabkan keguguran pada wanita hamil utamanya hamil muda. Penularan mumps dapat terjadi akibat droplets yaitu melalui bersin atau batuk dari penderita mumps. Biasanya mumps itu sering terjadi pada anak-anak usia 5 – 15 tahun tetapi secara umum dapat menyerang siapa saja dari berbagai usia. Mumps merupakan penyakit ringan tetapi bukan berarti tidak dapat menimbulkan komplikasi serius seperti meningitis, radang paru-paru, hepatitis, adnexitis, dan lain-lain. Jadi kalo menderita mumps harus segera berobat ke dokter umum ataupun dokter spesialis penyakit dalam.

Adapun gejala mumps antara lain:

  1. Demam
  2. Sakit kepala
  3. Nyeri pada rahang atau pipi
  4. Bengkak pada rahang atau pipi
  5. Pembengkakan kelenjar dekat leher

Gejala-gejala di atas biasanya muncul kira-kira 10-15 hari setelah kontak dengan penderita mumps.

Pada wanita hamil yang usia kehamilannya kurang dari 16 minggu memiliki resiko untuk keguguran bila menderita mumps tetapi efek kecacatan terhadap janin dalam kandungan belum pernah dilaporkan selama ini di seluruh dunia. Ya iyalah… setiap kehamilan itu memiliki resiko cacat sebesar 3% pada siapapun yang hamil. Gak ada hamil tanpa resiko, yang penting berdoa dan sedekah supaya hamilnya sehat lancar dan selamat… aamiin.

Boleh gak divaksinasi MMR sebelum hamil ? boleh donkkk… tetapi setelah divaksinasi, gak boleh hamil dulu selama 3 bulan karena pada wanita hamil terjadi penurunan kekebalan tubuh dan vaksin MMR itu berisi virus hidup yang dilemahkan. Harapannya setelah divaksinasi MMR timbul rangsangan tubuh untuk menciptakan zat antibody sehingga mampu melawan infeksi MMR.

Kalo sedang hamil boleh gak di vaksinasi MMR ? gak boleh donk… kan isinya virus hidup sehingga dikuatirkan menimbulkan masalah bagi janin dalam kandungan. Ngtar kalo janinnya digaruk-garuk oleh virusnya gimana ? bisa berabe tooo….

Oke deh… ntar kalo ada pertanyaan, silakan tanya ke dokter penyakit dalam saja.

Marilah rajin bersedekah Rp 4000,- per orang perhari yang dikumpulkan tiap hari dalam kaleng kecil khusus. Sedekah suami dan isteri (jangan digabung ya…), suami sedekah Rp 4000,- dan isteri juga Rp 4000,-. Setiap hari jum’at sedekah tersebut disalurkan suami ke panti asuhan atau masjid. Niat sedekahnya:

  1. Segera punya keturunan/ segera hamil.
  2. tidak terkena penyakit mumps saat hamil
  3. Yang sudah hamil, minta hamilnya sehat, lancar, selamat, mudah, dan aman.
  4. Naik gaji, naik jabatan, suami betah di rumah, makin dimanja suami, dan lain-lain.

Sedekahnya tidak perlu ikhlas, tidak perlu yakin, tidak perlu nunggu kaya, tidak perlu berbagai alasan yang lain… karena ikhlas dan keyakinan tidak bisa dipakai beli nasi oleh anak yatim piatu, ikhlas dan keyakinan tidak bisa dipakai bayar listrik panti asuhan, ikhlas dan keyakinan tidak bisa dipakai bayar duit sekolah oleh anak yatim piatu. Tetapi ingat bahwa setiap senyuman anak yatim akan menggetarrrrkan langit sehingga doa yang dipanjatkan anak yatim akan didengar merdu oleh Allah dan senyuman anak yatim yang menerima sedekah (walopun tak ikhlas) akan membuat Allah melimpahkan rahmatNYA dan mengabulkan hajat serta memberikan segala sesuatu yang terbaik bagi suami isteri yang telah menjadi pejuang sedekah anak yatim. TETAPI KALO IKHLAS MAKA AKAN MAKIN DAHSYAT HASILNYA.

Postingan ini bertujuan untuk mengajak para kiuttters untuk bersama-sama memberikan edukasi/ pendidikan/ pengetahuan bagi ibu-ibu hamil seluruh indonesia sehingga tidak terpengaruh oleh berbagai informasi sesat dari tetangga, pakar hoaxxx, mbah google, dan lain-lain.

TULISAN 59. SAYA HAMIL TAPI KENA CACAR AIR

Ibu hamil kiuttter (IHK) : Assalamu’alaikum dokter cucuk kiuttt hello kitty… kali ini saya gak mau ikutan bilang power rangers karena dokter cucuk gak mirip power ranger… power ranger itu perutnya 6 packs alias seperti roti kasur, kalo dokter cucuk perutnya 1 packs alias kayak buntelan pupuk tanaman… saya konsul nih dok… saya terkena cacar air, saat ini saya hamil 26minggu… gitu kata bu bidan…

Dokter cucuk kiuttt hello kitty (DCKHK) : whaaaatttt ?!?!?! t e r l a l u… padahal aselinya dalemannya 6 packs, kostumnya memang sengaja dibuat mirip buntelan… maklum sedang dalam penyamaran… mirip-mirip james bond gitu lohhh… dan karena ibu gak percaya kalo saya aselinya 6 packs maka saya gak mau ngejawab… mau bobok saja, ntar saya jawab 1 minggu lagi saja… bye bye…

IHK : ya gini ini yang bikin ngegemesin… gak dikasih bakakak lo ntar kalo saya lahiran… nggak dikasih sate kambing kalo saya akikahan…

DCKHK : haaaaaa ?! ngancemnya kejam bingitsss sihhhh… mauuuuuuuu…. sini bakakaknya…. saya terima dengan senang hati sate kambingnya… jangan lupa… awas kalo lupa…

Seperti sudah diketahui bersama bahwa belakangan ini memang sering saya temui anak-anak kecil yang terkena cacar air. Nah ibu hamil tentu beresiko terkena cacar air juga, apalagi bila tinggal dalam 1 rumah. Apakah cacar air (chicken pox) beresiko pada kehamilan ? jawabannya tergantung. Maksudnya ? bila ibu hamil sebelumnya sudah pernah terkena cacar air maka saat ini tentu tubuhnya memiliki kekebalan terhadap virus cacar air. Dan pada ibu-ibu hamil yang sudah pernah mendapatkan vaksinasi cacar tentunya memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut. Sekali suntik Vaksin cacar air itu efektivitasnya mencapai 80-85% untuk mencegah terkena cacar air, dan bila tetap kena pun gak sampai parah-parah amat. Makanya sekarang di amerika serikat digalakkan suntikan vaksin cacar hingga 2x suntikan dengan jangaka waktu berbeda. Ntar saya tanyain deh ke dokter anak berapa tahun jarak waktunya antara 2 suntikan.

Sebetulnya banyak banget orang dewasa yang kebal terhadap cacar air, tapi tetap bisa kena juga, sehingga ibu hamil yang terkena cacar air juga sedikit banget… yaaaa sekitar 1-5 orang saja diantara 10000 kehamilan. Kalo ibu hamil sampe kena gimana donk ? tenang saja… cacar air hanya sedikit saja kemungkinannya untuk menimbulkan masalah bagi janin dalam kandungan.

Bila ibu hamil sedang hamil muda kurang dari 20 minggu maka terdapat kemungkinan 2% janin ibu mengalami congenital varicella syndrome. Resiko tertingginya pada umur kehamilan 13-20 minggu. Congenital varicella syndrome itu suatu kumpulan gejala antara lain ukuran kepala janin kecil, gangguan syaraf, gangguan penglihatan, cacat tubuh, kelainan kulit dan lain-lain. Janin yang tertular cacar air dalam kandungan dapat terjadi kejang dalam rahim, gagal pertumbuhan, mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan mental (idiot), dan lain-lain. Tapi gak usah kuatir karena kemungkinannya sangat kecil cuman 2% doank… berdoa dan rajin sedekah sama Allah SWT insya Allah akan aman-aman saja. Kalo kehamilannya masih sangat muda bisa keguguran atau bila kehamilannya berlanjut maka janinnya bisa mendadak mati dalam kandungan. Bila ibu hamil terkena cacar air maka dokter kandungan akan melakukan USG untuk mengamati pertumbuhan, perkembangan janin dengan lebih ketat, kontrol makin ketat, dilihat ada cacatnya atau tidak… segalanya makin ketat.

Kalo ibu hamil terkena cacar air saat dekat-dekat melahirkan, gimana donk ? tenang saja… Allah SWT itu Maha Kuasa atas segala yang di langit dan di bumi. Insya Allah janin ibu baik-baik saja. Kok bisa ? ya karena bila ibu hamil terkena cacar air maka 5 hari kemudian sejak terinfeksi cacar air tubuh ibu hamil akan memproduksi antidody yang akan melawan virus cacar air dan seperti yang sudah ibu ketahui bahwa ntar tuh antibody akan memasuki tubuh janin melalui tali pusat sehingga janin ibu juga akan ikut-ikutan kebal terhadap cacar air saat dilahirkan kelak. Kan bayi ibu belum bisa produksi sendiri zat kebalnya sehingga mendapatkan zat kebal dari ibunya donkkkk.

Nahhh yang repot tuh bila terkenanya kurang dari 5 hari sebelum lahiran atau saat melahirkan atau kurang dari 5 hari setelah melahirkan. Sebab pada masa itu tubuh ibu hamil belum memproduksi zat kebal sehingga janin belum sempat memperoleh zat antibody dari ibunya. Kalo ini yang terjadi maka 50% bayi yang dilahirkan dapat terinfeksi cacar air dengan berbagai komplikasinya. Dan ini sangat berbahaya bagi janin atau bayi yang baru lahir. Bila ibu melahirkan terkena cacar air dalam waktu 5 hari setelah melahirkan maka dokter anak akan segera melakukan pertolongan bagi bayi dengan memberikan suntikan varicella zoster imunoglobulin (VZIG) atau dikenal diluar negeri dengan sebutan VARIZIG. Di Indonesia saya gak tau apakah ada obat ini atau gak. Dan bila bayinya tertular maka akan diberikan suntikan antivirus misalnya asiklovir injeksi intravena bila bayinya menunjukkan gejala ada bintiknya atau demam.

Pada wanita hamil bila terkena cacar air maka dapat menyebabkan penyakit infeksi paru yang dikenal dengan varicella pneumonia atau bisa juga terkena lahir premature bayinya.

Apa yang harus ibu hamil lakukan bila selama hamil terpapar oleh orang dengan sakit cacar air ? ibu hamil harus segera ke dokter penyakit dalam atau dokter kandungan untuk diperiksa. Kalo diluar negeri ibu hamil yang terpapar akan dilakukan pemeriksaan darah untuk melihat status kekebalannya terhadap cacar air. Bila kebal maka ya dibiarin saja, tapi bila gak kebal maka akan disuntik dengan VZIG untuk mengurangi resiko kemungkinan tertular atau bila tetap saja tertular ya gak parah-parah banget seperti yang telah saya jelaskan di atas. Harganya ? muahhhalll… gak tau apakah di BPJS ditanggung apa kagak ? tapi apakah di Indonesia obatnya sudah masuk ? saya tidak tahu. Tetapi perlu diingat, suntikan tersebut tidak dapat mencegah janin dalam kandungan ibu hamil tertular infeksi cacar air.

Apakah mesti tertular cacar air ? 90% ya bila yang kena cacar air adalah orang yang tinggal dalam 1 rumah. Terutama bila ibu hamil tidak memiliki kekebalan terhadap cacar air atau belum pernah vaksinasi cacar air.

Apa sih tandanya ibu hamil tertular cacar air ? gampang saja… lihat saja dalam jangka waktu 10-21 hari sejak terpapar dengan orang yang sakit cacar air maka ibu hamil akan mengalami demam-demam ringan, flu ringan, keluar bintik-bintik merah yang ujungnya agak berair dikit.

Bila ibu hamil terkena cacar air maka sebaiknya segera ke dokter dan tapi perlu diingat bahwa ibu hamil yang mengalami cacar air dapat menularkan ke ibu hamil yang lain yang tidak memiliki kekebalan terhadap cacar air. Jadi sebaiknya periksanya pas terakhir-terakhir saja setelah semua ibu hamil yang lain pada pulang. Biasanya ibu hamil akan dirawat bersama antara dokter penyakit dalam dan dokter kandungan.

 

 

TULISAN 62. KUTENGGAK PIL ANTIBIOTIKA KETIKA HAMIL DEMI KESEMBUHANKU

Ibu hamil kiuttter: assalamu’alaikum dokter cucuk yang kiuttt seperti power rangers… saya sedang sakit tipus nih… dikasih antibiotika oleh dokternya… apakah aman bagi kehamilan saya dok ?

Dokter cucuk: looo… katanya seperti hello kitty… kok jadi power rangers sekarang ? mesti abis nonton yaaa… di mana ? bioskop baru sebelah mall kan…. ayo ngaku !

Ibu hamil kiuttter: yoi dok… sedang ngidam jadi rita repulsa… he he he

Dokter cucuk: looo kok ngidamnya rita repulsa ? itu kan yang jadi penjahatnya…?! kok bukan ngidam jadi kimberly sihhh…? kan kimberly itu power rangers pink…. atau trini… power rangers yellow…

Ibu hamil: idiiiihhhh suka-suka kita lahhh… sebab wanita perlu di mengerti… (lagu.com)

Dokter cucuk: ibu hamil memang geje…

Ibu hamil kiuttter: geje tuh apaan dok ?

Dokter cucuk: ihhh dasar gak gaulll… geje tuh artinya GAK JELAS… hellooooo gak tinggal di gua kannnn ? he he he

Antibiotika merupakan obat-obatan yang sering diberikan pada manusia yang yang sedang menderita penyakit terutama infeksi, bahkan pada wanita hamil pun seringkali antibiotika diresepkan oleh dokter kandungan untuk mengobati wanita hamil yang sedang sakit. Dokter akan memberikan antibiotika bila dipandang perlu sehingga perlu diketahui oleh wanita hamil bahwa bila sedang sakit jangan mengobati diri sendiri atau berobat bukan pada dokter.

Ada antibiotika yang aman pada kehamilan dan ada juga yang tidak boleh diberikan selama hamil. Keamanan penggunaan antibiotika tergantung beberapa faktor antara lain jenis antibiotika, kapan diberikan antibiotika, berapa dosis yang diberikan dan berapa lama antibiotika harus diminum.

Beberapa antibiotika yang sering diresepkan oleh dokter dan dinyatakan aman pada kehamilan antara lain Amoxicillin, Ampicillin (penicillin), Clindamycin, Erythromycin, golongan cephalosporine, dan Nitrofurantoin. Beberapa antibiotika sebaiknya dihindari selama kehamilan seperti misalnya tetrasiklin karena dapat merusak hati/ liver wanita hamil dan memberikan warna pada gigi bayi kelak. Antibiotika cotrimoxazole juga sebaiknya dihindari pada kehamilan karena diduga…masih diduga… dapat menimbulkan kecacatan pada janin. Walopun secara penelitian belum terbukti secara langsung bahwa antibiotika cotrimoxazole dapat menimbulkan cacat pada janin (rusaknya sel darah merah janin), tetapi berbagai penelitian masih terus dilakukan untuk memastikan benar tidaknya.

Bila penyakit ibu hamil membutuhkan pengobatan menggunakan antibiotika maka dokter akan memberikan antibiotika yang paling aman dengan dosis terapi. Antibiotika pada kehamilan itu terbagi dalam 3 kelompok yaitu:

  1. Aman pada kehamilan
  2. Beresiko pada kehamilan (kalo beresiko itu artinya mungkin terjadi efek samping pada janin, mungkin juga tidak). Banyak dokter yang tidak mau memakai obat-obatan ini kecuali tidak ada pilihan lain. Itupun suami dan ibu hamil mesti memberikan persetujuan dulu.
  3. Gak jelas efeknya pada kehamilan, apakah efek buruk atau efek aman. Obat golongan ini termasuk kategori obat-obatan yang belum banyak informasi didapatkan selama ini mengenai efek sampingnya pada kehamilan sehingga penggunaannya mesti mempertimbangkan untung ruginya pada kehamilan. Biasanya dokter kandungan atau dokter penyakit dalam akan mengajak diskusi suami isteri untuk memberikan keputusan untuk menyetujui ataupun menolak pengobatan yang akan diberikan.

Pemberian antibiotika oleh dokter tergantung manfaat pemakaiannya bagi ibu hamil lebih besar daripada bila tidak digunakan, artinya janin dalam kandungannya mesti mengalah demi keselamatan ibunya. Karena bila ibu hamil tidak diobati maka  bahaya terhadap kehamilan/ janin dalam kandungan lebih besar daripada mikirin resiko antibiotika yang belum jelas timbul atau tidak kelak.

Banyak obat-obatan yang dulu diperkirakan berbahaya bagi kehamilan ternyata setelah diteliti secara luas terbukti aman bagi kehamilan. Contohnya obat-obatan bagi keputihan. Yang perlu diingat adalah kecacatan janin tidak bisa disebabkan oleh 1 penyebab tunggal saja atau paparan tunggal saja, banyak faktor yang mempengaruhinya  karena hidup itu bergelimang dengan polusi, asap kendaraan, asap rokok, asap pabrik, makanan tidak sehat, pengawet, dll. Yang penting dan tidak boleh lupa adalah selalu minum vitamin hamil yang mengandung asam folat untuk mencegah timbulnya kecacatan janin oleh sebab apapun.

Kalo gak mau resiko maka ya gak usah hamil dan jangan nyalahin orang lain bila resiko terjadi. Hidup itu penuh dengan resiko… makan nasi resikonya kenyang, lapar lagi, gak enak, keselak, dll… tapi apakah gara-gara itu kita gak makan nasi ? begitu pula dengan naik motor, berenang, dll. Semua ada resiko.

Oh iya hampir lupa, FDA (Food and Drugs Administration… hmmm… balai POM-nya Amerika Serikat)… gile benerrr nih negara… semuanya diurusin… beda banget sama negara kita… mudah-mudahan dalam 500 tahun ke depan negara kita bisa menyalip Amerika Serikat… aamiin. Lanjutin ya… sampe mana ya tadiii… emmm… oh iya… FDA itu membuat kategori obat-obatan itu menjadi 5 kategori yaitu:

Kategori A.

Hasil penelitian membuktikan bahwa tidak terbukti antibiotika berbahaya pada kehamilan trimester 1 dan bagi kehamilan trimester selanjutnya. Dan belum terbukti menimbulkan kecacatan pada janin.

Kategori B.

  • Pada penelitian pada hewan, tidak terbukti menimbulkan masalah/ bahaya pada janin tetapi belum ada penelitian pada wanita hamil (emangnya ada wanita hamil mau jadi uji coba penelitian…? ogah lah yawwww).
  • Pada penelitian pada hewan ada yang pernah melaporkan menimbulkan efek samping, tetapi ternyata tidak ditemukan dampak buruk pada wanita hamil yang menggunakan obat tersebut pada kehamilannya. Manusia kan bukan golongan hewan.

Kategori C.

  • Pada penelitian pada hewan ada yang melaporkan bikin efek samping tetapi gak pernah diteliti pada wanita hamil.
  • Belum ada penelitian pada hewan atau wanita hamil.
  • Penggunaan obat-obatan ini lebih ditujukan untuk kepentingan ibu hamil daripada resikonya terhadap janin. Artinya keuntungan pengobatan bagi ibu hamil lebih utama daripada resikonya yang mungkin terjadi mungkin juga tidak.

Kategori D.

Terbukti menimbulkan efek samping pada hewan penelitian sehingga penggunaannya pada wanita hamil lebih mementingkan keselamatan dan kepentingan ibu hamil daripada resiko terhadap janin.

Kategori X.

Terbukti nyata menimbulkan masalah pada hewan ataupun manusia. Penggunaannya pun tidak menguntungkan ibu hamil dari segi apapun. Resiko pengobatan menggunakan obat ini pada wanita hamil lebih besar daripada keuntungannya. Pada zaman dulu obat-obatan kanker masuk kategori X tetapi jaman sekarang banyak obat-obatan kanker yang digunakan untuk mengobati ibu hamil yang terkena kanker sehingga obat kanker banyak yang dimasukkan ke dalam kategori D.

TULISAN 63. BAB KERAS SAAT HAMIL MEMBUATKU MENJERIT KESAKITAN

Sulit be’ol selama hamil memang menyebalkan dan memang bikin perut ibu hamil gak enak. Berbagai makanan pelunak be’ol boleh saja dimakan oleh ibu hamil seperti buah-buahan, sayuran, dll. Tetapi ingat ya… jangan sembarangan minum obat pelancar be’ol sebelum berobat ke dokter terdekat.

BAB keras saat hamil dapat dicegah dengan mengatur pola hidup dan pola makan ibu hamil. Apa yang harus dilakukan ?

  1. Rajin minum air, boleh air juice buah atau air putih ataupun air kelapa muda.
  2. Rajin jalan pagi. Setiap aktivitas fisik yang sehat seperti jalan pagi rutin tiap hari atau senam aerobic ringan (jangan lompat-lompat dan jangan sampai capek) sangat baik untuk membantu mencegah terjadinya konstipasi (sulit be’ol) selama hamil.
  3. Makanan ibu hamil mesti mengandung banyak serat seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, gandum, dll. Kadang-kadang serat fiber kemasan boleh dikonsumsi oleh ibu hamil, tetapi dokter kiuttt hello kitty tidak menganjurkan yang makanan serat yang sudah dalam olahan pabrik. Lebih baik yang alami saja.

Jangan bingung kalo be’olnya berwarna hitam atau agak sulit setelah minum tablet tambah darah. Saat ini banyak kok dijual bebas tablet tambah darah yang bagus yang lebih sedikit efek samping sulit be’olnya. Beli saja di apotik. Kalo ibu hamil mengalami hal ini maka dokter kandungan akan mengurangi dosis tablet tambah darah yang ibu konsumsi.

Kalo sudah gak be’ol 3 hari maka wajib berobat ke dokter kandungan terdekat atau dokter puskesmas terdekat untuk diperiksa. Ingat ya… JANGAN MINUM OBAT PELANCAR BAB sebelum memeriksakan diri ke dokter terdekat !

Informasi penting dokter cucuk kiuttt hello kitty:

Marilah rajin bersedekah Rp 4000,- per orang perhari yang dikumpulkan tiap hari dalam kaleng kecil khusus. Sedekah suami dan isteri (jangan digabung ya…), suami sedekah Rp 4000,- dan isteri juga Rp 4000,-. Setiap hari jum’at sedekah tersebut disalurkan suami ke panti asuhan atau masjid. Niat sedekahnya:

  1. Segera punya keturunan/ segera hamil.
  2. Yang sudah hamil, minta hamilnya sehat, lancar, selamat, mudah, dan aman.
  3. Naik gaji, naik jabatan, suami betah di rumah, makin dimanja suami, dan lain-lain.

Sedekahnya tidak perlu nunggu ikhlas, tidak perlu yakin, tidak perlu nunggu kaya, tidak perlu berbagai alasan yang lain… karena ikhlas dan keyakinan tidak bisa dipakai beli nasi oleh anak yatim piatu, ikhlas dan keyakinan tidak bisa dipakai bayar listrik panti asuhan, ikhlas dan keyakinan tidak bisa dipakai bayar duit sekolah oleh anak yatim piatu. Tetapi ingat bahwa setiap senyuman anak yatim akan menggetarrrrkan langit sehingga doa yang dipanjatkan anak yatim akan didengar merdu oleh Allah dan senyuman anak yatim yang menerima sedekah (walopun tak ikhlas) akan membuat Allah melimpahkan rahmatNYA dan mengabulkan hajat serta memberikan segala sesuatu yang terbaik bagi suami isteri yang telah menjadi pejuang sedekah anak yatim. TETAPI KALO IKHLAS MAKA AKAN MAKIN DAHSYAT HASILNYA.

Postingan ini bertujuan untuk mengajak para kiuttters untuk bersama-sama memberikan edukasi/ pendidikan/ pengetahuan bagi ibu-ibu hamil seluruh indonesia sehingga tidak terpengaruh oleh berbagai informasi sesat dari tetangga, pakar hoaxxx, mbah google, dan lain-lain.

TULISAN 65. WAJAHKU HANCUR KARENA JERAWAT SELAMA KEHAMILANKU

JERAWAAATTT…. O M G… REMPONGGG BINGITSSS… (ribut karena sedang hamil). Ibu-ibu hamil kiuttters gak usah bingung kalo punya jerawat yang timbul saat hamil karena masih bisa diobati sendiri dengan pengobatan yang dijual bebas di toko obat di mall-mall… kalo ada mall disekitar tempat tinggalnya… kalo tinggalnya didalam gua ya jelas gak ada mall.

Seringkali ibu hamil mengalami jerawat, ini dikenal dengan istilah pregnancy acne. Penyebabnya adalah produksi minyak berlebihan yang disebabkan oleh adanya pengaruh dari hormon-hormon kehamilan.

Ibu hamil dapat mengobati dan merawat wajah sendiri dengan cara sebagai berikut:

  1. Basuh bersih wajah dengan sabun khusus wajah yang dijual di supermarket/ mall. Membersihkan wajah 2x/ hari cukup kok. Wajah dibasuh dengan lembut, pilih sabun pembersih wajah yang lembut ya… yang mengandung pelembab… tanya aja sama mbak-mbak cantik yang jadi SPG… bila membasuhnya pake air hangat lebih baik lagi. Jangan pake sabun pembersih yang ada butiran scrub atau yang bikin wajah jadi kering atau yang bikin wajah terasa tebal, karena dapat menyebabkan iritasi pada kulit wajah bahkan bisa tambah parah jerawatnya. Nyuci wajah keseringan juga bikin iritasi kulit.
  2. Bagi ibu-ibu hamil yang suka merintis-rintis disekitar kulit kepala dekat wajah maka mesti rajin pake shampoo, kalo perlu tiap hari, pake shampoo yang lembut, jangan yang keras efeknya, gak usah pake yang anti ketombe. Kalo dokter cucuk kiuttt hello kitty tiap mandi mesti pake shampoo bayi sampe dengan sekarang. Sebab kalo pake shampoo orang dewasa rambut pada rontok… makanya nampak agak botal sekarang. Hiks hiks hiks.
  3. Jerawat yang muncul jangan dipencet karena bisa membekas dan infeksi. Inget lo yaa… ibu hamil itu rentan terkena infeksi sehingga harus makin rajin makanan bergizi dan makin hidup sehat untuk memperoleh kesehatan kehamilan yang optimal.
  4. Jangan menggunakan produk-produk kecantikan sembarangan. Hindari yang berminyak-minyak, jangan pake sunblock karena mengandung banyak minyak tuh… takutnya ntar membuntu jerawat sehingga makin parah jerawatnya ( tapi kalo sesekali untuk keluar rumah ya gak apa-apa pake sunblock), gak perlu pake spray utk model-model rambut, jangan pake make-up tebal untuk menutupi jerawat karena akan makin memperparah jerawatnya. Pakailah produk-produk kecantikan yang water-based atau non-comedogenic karena lebih kecil kemungkinannya untuk menyebabkan jerawat makin parah.
  5. Gak usah maen panas-panasan biar gak keringetan karena kerinngat dapat menyebabkan timbulnya jerawat.

Di samping cara-cara sederhana di atas, alangkah baiknya bila ibu-ibu hamil kiuttters mendatangi dokter spesialis kulit (SpKK)untuk memeriksakan jerawat semasa hamil. Dokter SpKK akan memberikan pengobatan yang aman selama kehamilan, mungkin dengan salep ataupun obat minum.

Tetapi mesti diingat ya bahwa setiap pengobatan baik itu melalui salep ataupun minum obat, tetap saja dapat masuk ke dalam aliran darah dan tentunya ke bayi. Khusus obat salep untuk mengatasi jerawat dalam kehamilan, belum pernah diteliti secara khusus penggunaannya bagi ibu hamil dan hanya sedikit saja dari obat-obatan salep tersebut yang diserap oleh kulit sehingga diasumsikan obat-obatan untuk mengatasi jerawat pada kehamilan yang berupa salep tidak mempengaruhi pertumbuhan/ perkembangan janin dalam kandungan… istilah gampangnya aman gitu deh.

Secara umum salep antibiotika untuk jerawat itu aman bagi kehamilan asalkan sudah berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit SpKK, bukan konsultasi dengan pegawai salon/ pegawai toko obat/ tetangga. Karena dokter SpKK hanya memberikan obat-obatan berdasarkan keperluan ibu hamil saja. Dokter SpKK akan memberikan pertimbangan untung rugi pengobatan dengan berdiskusi dengan ibu hamil.

Ya hidup itu pilihan… gak mau resiko ya gak usah hamil… gak mau berobat ya terima saja nasib berjerawat… toh tidak setiap kehamilan mesti berjerawat.