KEPUTIHAN PADA IBU HAMIL

Keputihan pada ibu hamil dikatakan normal/fisiologis jika cairan yang keluar bertekstur encer, berwarna bening atau putih gatal. Cairan ini meningkat biasanya dengan bertambahnya usia kehamilan. Kondisi ini akan hilang dengan sendirinya begitu si kecil lahir. Jadi, ibu ibu kiutt hello kitty tidak perlu khawatir ya…

Namun kepurihan dikatakan tidak normal bila cairan keputihan berubah warna menjadi kuning kehijauan, putih bergumpal, berbau dan menimbulkan rasa gatal. Penyebab keputihan yang terbanyak adalah dari infeksi jamur (kandidiasis) 52.8%, sisanya adalah infeksi vaginosis 39%, trikomoniasis, 3.7% dan gonorroe 1.2%.

Cara mengatasi keputihan :

  • Selalu menjaga kebersihan daerah kemaluan dengan baik
  • Bersihkan dan keringkan selalu kemaluan setiap habis buang air kecil dan besar
  • Arah basuh dilakukan dari arah depan ke belakang. Sebab hal ini efektif untuk menanggulangi infeksi dari mikroorganisme yang berasal dari dubur
  • Bila celana basah dan lembap (karena Wanita hamil menjadi sering buang air kecil) maka gantilah dengan celana yang bersih dan kering.
  • Pakailah celana dalam yang terbuat dari katun sehingga mudah menyerap keringat
  • Tidak disarankan menggunakan pembersih vagina yang bersifat antiseptic, bersihkan vagina dengan air mengalir yang bersih tanpa perlu memasukan cairan pembersih vagina ke vagina
  • Bila menemukan keputihan yang berbau, berwarna, dan gatal serat putih menggumpal, konsultasikan segera ke dokter terdekat atau dokter spesialis kandungan sehingga dokter dapat menilai adanya kemungkinan infeksi dan dapat ditangani sedini mumgkin
  • Khusus untuk keputihan akibat infeksi, maka pasangan seksual penderita pun harus diperiksa dan diobati, hal ini agar tidak terjadi fenomena pingpong yaitu penularan timbal balik suami istri. Dan diharapkan selama keputihan berlangsung untuk tidak melakukan hubungan intim sementara waktu.

Bahaya keputihan abnormal akibat infeksi selama kehamilan:

  • Infeksi chlamydia dapat menyebabkan terjadinya keguguran, pecah selaput ketuban dini/sebelum waktunya (persalinan pre-matur). Infeksi ini bisa berakhir pada kematian pada ibu dan anak bila tidak ditangani dengan benar dan segera.
  • Infeksi virus herpes simplex dapat menyebabkan radang pada otak bayi (ensepalitis)
  • Infeksi jamur candida dapat meningkatkan resiko terjadinya ayan (epilepsi) infeksi virus HPV dapat menyebabkan terjadinya papiloma laring pada bayi yang menyebabkan gangguan pencernaan bayi hingga kematian.
  • Infeksi bakteri neisserea gonorrhoeae dapat menyebabkan infeksi pada mata bayi hingga terjadi kebutaan.

MENGENAL PENYAKIT JANTUNG BAWAAN PADA ANAK

Penyakit jantung bawaan dapat terjadi pada satu dari seratus kelahiran. Penyakit ini terjadi karena kelainan struktur jantung yang muncul sejak bayi masih dalam kandungan, penyakit ini dapat mengganggu kemampuan jantung Si Kecil untuk memompa darah dan penyaluran oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi tersebut dapat mengganggu tumbuh kembangnya, bahkan kemungkinan berakibat fatal. Meski belum diketahui penyebabnya secara pasti, namun ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung bawaan pada anak.

Sebagian besar penyakit jantung bawaan berkaitan dengan masalah yang terjadi pada kehamilan, di awal perkembangan jantung anak. Ada beragam faktor risiko yang dapat memicu penyakit jantung bawaan, di antaranya:

  1. Rubella

Mengalami infeksi rubella selama kehamilan bisa menyebabkan masalah dalam perkembangan jantung bayi. Maka dari itu penting untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan sebelum hamil, agar bisa diberikan vaksinasi untuk mencegah infeksi berbahaya seperti rubella, atau pengobatan bila sudah sempat terinfeksi.

  • Obat-obatan

Mengonsumsi obat-obatan tertentu selama kehamilan dapat menyebabkan cacat lahir, termasuk cacat jantung bawaan. Di antaranya adalah pengobatan hipertensi golongan ACE inhibitors, obat kolesterol golongan statin, dan obat jerawat yang mengandung isotretinoin. Oleh karena itu, sebaiknya jangan sembarang minum obat tanpa instruksi dokter.

  • Diabetes

Penderita diabetes yang hamil dianjurkan untuk mengendalikan gula darah sejak sebelum mengupayakan kehamilan. Tujuannya agar dapat mengurangi risiko cacat jantung bawaan. Sebaiknya konsultasikan kondisi Anda dengan dokter agar mendapat informasi yang aman dan tepat.

  • Minum alkohol dan merokok selama kehamilan

Hindari minum alkohol dan merokok ataupun menjadi perokok pasif selama kehamilan. Kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kehamilan, termasuk cacat jantung bawaan pada bayi yang ada di dalam kandungan.

  • Keturunan

Selain beberapa hal di atas, faktor keturunan juga bisa menjadi pemicu umum anak mengalami penyakit kelainan jantung. Kondisi ini juga bisa dipengaruhi oleh kelainan genetik, seperti pada sindrom Down, sindrom Costello, atau sindrom Edward.

Gejala Penyakit Jantung Bawaan

Gejala penyakit jantung bawaan bisa dikenali ketika dokter mendengarkan suara tidak normal dari jantung yang disebut dengan bising jantung. Orangtua harus lebih sigap dan waspada jika menemukan beberapa gejala seperti:

  • Anak sulit bernapas atau justru bernapas dengan cepat.
  • Bibir, lidah, dan kuku berwarna kebiruan (sianosis).
  • Berkeringat secara berlebihan, terutama ketika makan.
  • Susah makan atau nafsu makan berkurang.
  • Penurunan berat badan, atau berat badan sulit bertambah.
  • Denyut nadi melemah.

Jika Anda menemukan gejala-gejala tersebut pada anak Anda, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter atau dokter anak ahli kardiologi agar mendapat penanganan yang tepat dan aman

Mencegah Penyakit Jantung Bawaan

Kunci pencegahan penyakit ini terletak pada perawatan bayi sejak masih dalam kandungan atau disebut asuhan prenatal. Berikut beberapa langkah perawatan prenatal yang dapat dilakukan ibu hamil:

Menjalani pemeriksaan darah sebelum mengupayakan kehamilan. Hal ini bermanfaat untuk mendeteksi berbagai penyakit yang mungkin mengganggu kehamilan, misalnya pemeriksaan TORCH. Dengan begitu, dokter bisa melakukan langkah-langkah terbaik guna mengatasi atau mencegah penyakit-penyakit tersebut.

Menghindari asap rokok, penggunaan obat-obatan terlarang, maupun minuman beralkohol selama kehamilan, Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat-obatan apapun untuk menghindari efek samping yang berbahaya.

Ibu hamil yang memiliki diabetes harus berusaha untuk mengendalikan kadar gula darah agar senantiasa dalam batas, Jika ibu hamil berusia 35 tahun atau mengalami kehamilan risiko tinggi karena kondisi medis seperti tekanan darah tinggi atau diabetes, sebaiknya lebih sering melakukan pemeriksaan prenatal di dokter kandungan.

Jika Anda menemukan gejala penyakit jantung bawaan pada bayi Anda, jangan ragu untuk segera mencari pertolongan medis. Makin cepat mendapat pertolongan, makin besar peluangnya untuk sembuh. Di samping itu, anak dengan penyakit jantung bawaan sebaiknya selalu menjalani pemeriksaan rutin dengan dokter jantung agar kondisinya terpantau dan terhindar dari risiko yang berbahaya.

LUKA JAHITAN OPERASI CAESAR DAN PERAWATANYA

Setiap wanita yang melalui persalinan dengan operasi caesar akan memiliki luka jahitan operasi caesar. Luka ini kerap menimbulkan rasa tidak nyaman dan membutuhkan waktu pemulihan yang tidak sebentar. Namun, dengan perawatan yang tepat, luka jahitan operasi caesar dapat pulih dengan cepat.

Sebelum memutuskan untuk menjalani operasi caesar, tentunya Anda harus mengetahui hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan dan penting untuk diketahui terkait operasi ini, baik dari segi biaya, risiko, dan hal-hal yang mungkin terjadi setelah operasi Caesar, Tak hanya itu, Anda juga harus mengetahui bagaimana cara merawat luka jahitan operasi caesar sehingga proses pemulihan bisa berjalan dengan cepat dan Anda dapat lebih nyaman saat merawat Si Kecil.

Luka Jahitan Operasi Caesar penting untuk diketahui bahwa dalam prosedur operasi caesar, dokter tidak hanya membuat satu sayatan saja, melainkan dua sayatan. Sayatan pertama dilakukan di bagian perut, sedangkan sayatan kedua di rahim untuk mengeluarkan bayi, setelah bayi berhasil dilahirkan, dokter akan menutup kedua sayatan tersebut dengan jahitan. Untuk bagian rahim atau uterus, dokter akan menutup luka sayatan dengan jahitan menggunakan benang jahit yang dapat diserap oleh tubuh dan menyatu dengan jaringan otot rahim.

Sementara itu, untuk menutup luka sayatan pada perut, dokter akan menjahitnya dengan benang jahitan yang tidak dapat menyatu dengan daging. Oleh karena itu, seminggu setelah operasi, Anda harus tetap kembali ke rumah sakit untuk melepas jahitan tersebut, Selain menggunakan benang, kini luka operasi caesar juga dapat ditutup dengan menggunakan lem atau plester.

Cara Merawat Luka Sayatan Operasi Caesar

Bila tidak terjadi infeksi, luka tersebut akan menutup dan pulih dalam jangka waktu 6 minggu. Sekitar 48 jam setelah menjalani operasi caesar, Anda mungkin akan merasakan beberapa keluhan, seperti mual, sulit bergerak, serta rasa gatal dan sedikit perih pada luka operasi. Biasanya keluhan tersebut akan mereda dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari, agar luka jahitan operasi bisa sembuh dan tidak terinfeksi, Anda perlu melakukan perawatan luka jahitan operasi caesar berikut ini:

1. Bersihkan luka sayatan secara teratur

Selalu menjaga kebersihan luka operasi sangat penting dilakukan untuk mencegah risiko infeksi dan mempercepat proses pemulihan. Dokter atau perawat umumnya akan memberikan Anda petunjuk mengenai cara membersihkan luka jahitan selama menjalani masa pemulihan di rumah, Bersihkan luka jahitan dengan cara mengusapnya dengan kain yang telah dibasahi air bersih. Lakukan secara lembut dan perlahan, serta hindari menggosok area luka jahitan. Setelah itu, keringkan menggunakan lap atau handuk yang kering dengan cara ditepuk-tepuk.

2. Gunakan pakaian yang longgar dan nyaman

Pakaian yang ketat akan membuat tubuh mudah berkeringat, sehingga luka sayatan operasi caesar berisiko mengalami iritasi. Selain itu, gesekan antara luka dengan bahan pakaian juga bisa memicu terjadinya peradangan.

Oleh karena itu, kenakan pakaian yang longgar dan berbahan katun agar lebih nyaman dan dapat menyerap keringat. Cara ini dapat menjaga luka tetap kering dan bersih, serta sembuh lebih cepat.

3. Hindari aktivitas fisik berat

Selama masa pemulihan pascaoperasi caesar, Anda perlu membatasi aktivitas fisik agar tidak kelelahan. Terlalu banyak beraktivitas akan membuat proses pemulihan luka sayatan atau jahitan operasi caesar menjadi lebih lama.

Jika ingin berolahraga, Anda perlu bersabar hingga dokter menyatakan bahwa Anda sudah boleh berolahraga dan menjalani aktivitas fisik seperti biasa. Biasanya, dokter akan memperbolehkan Anda kembali berolahraga dan beraktivitas fisik dalam waktu beberapa minggu setelah operasi caesar.

4. Konsumsi obat penghilang rasa sakit

Selama beberapa hari pertama setelah operasi caesar, Anda mungkin merasakan nyeri di area luka jahitan. Kondisi ini umum terjadi dan akan hilang dengan sendirinya seiring masa pemulihan.

Namun, bila nyeri yang dirasakan menyebabkan rasa tidak nyaman, dokter umumnya akan memberikan obat penghilang rasa sakit, seperti paracetamol, untuk mengurangi rasa nyeri yang muncul

Mengenali Gejala Infeksi yang Harus Segera Diperiksa

Beberapa minggu setelah operasi, luka sayatan akan berubah warna menjadi kemerahan. Ini artinya luka jahitan operasi caesar di tubuh Anda sudah berangsur membaik.

Namun, bila terjadi pembengkakan di area sekitar luka sayatan atau luka tampak mengeluarkan cairan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter karena ini bisa jadi pertanda adanya infeksi, luka jahitan operasi caesar yang terinfeksi akan membuat Anda mengalami beberapa gejala berikut ini:

  • Keluarnya nanah dan darah dari area bekas luka operasi
  • Nyeri perut yang tak kunjung hilang atau bahkan memburuk
  • Demam
  • Nyeri atau perih saat buang air kecil
  • Keputihan yang berbau tidak sedap

Umumnya, lama masa pemulihan yang harus dilalui setiap wanita yang menjalani operasi caesar berbeda-beda. Namun, dengan rutin menjaga kebersihan luka jahitan operasi caesar dan tentunya dukungan dari pasangan serta kehadiran buah hati, secara tidak langsung berdampak besar terhadap proses pemulihan Anda.

Namun, jika Anda mengalami beberapa tanda dan gejala di atas setelah operasi caesar, segera periksakan diri ke dokter kandungan  untuk mendapatkan perawatan luka jahitan operasi caesar yang tepat.

TULISAN 162. DETEKSI KELAINAN JANIN – NIPT (BAGIAN KE 3, TAMAT)

NON INVASIVE PRENATAL TESTING. Dewasa ini sedang popular suatu bentuk screening (skrinning) terhadap kelainan bawaan janin berupa skrinning trisomy 21 (down syndrome) yang dikenal dengan sebutan test NIPT. Test NIPT ini merupakan bentuk skrinning terhadap kelainan janin dengan cara mengambil sampel darah ibu hamil. Dasar pemikiran dari test ini adalah bahwa dalam peredaran darah ibu hamil mengandung pecahan-pecahan dari DNA janin yang dikenal dengan cfDNA atau cell free DNA, yaitu pecahan DNA yang tidak berada di dalam inti sel, tetapi berada di dalam aliran darah ibu hamil. Jadi secara ilmiah NIPT adalah metode penentuan risiko bahwa janin akan dilahirkan dengan kelainan genetik tertentu. Pengujian ini menganalisis fragmen-fragmen kecil DNA (pecahan-pecahan DNA) yang bersirkulasi dalam darah wanita hamil. Fragmen-fragmen kecil dari DNA ini biasanya mengandung kurang dari 200 pasangan basa/ base pairs pembentuk DNA dan baru muncul ketika sel-sel yang mengandung DNA tersebut mati dan hancur. Kemudian isinya, termasuk DNA, dilepaskan ke dalam aliran darah.

Pada pemeriksaan NIPT yang merupakan skrining prenatal (sebelum janin lahir), akan melihat DNA dari plasenta janin dalam sampel darah ibu hamil untuk mengidentifikasi apakah ibu hamil tersebut berisiko tinggi melahirkan janin dengan kelainan genetik. Namun, skrining seperti NIPT tidak dapat menentukan dengan pasti apakah janin benar-benar bakalan memiliki kelainan kromosom, NIPT hanya menyatakan adanya kemungkinan janin akan memiliki kondisi kelainan bawaan tertentu (trisomy). Tetapi meskipun tidak dapat memastikan apakah janin dalam kandungan bakalan memiliki kelainan genetic trisomi, pemeriksaan NIPT ini sangat akurat dengan tingkat akurasi 97-99% untuk 3 kelainan kromosom (trisomy) yaitu trisomy 21 (down syndrome), trisome 18 (edward syndrome) dan trisomy 13 (patau syndrome). Menurut penelitian dari dokter Karoline Freeman pada tahun 2016, NIPT memiliki akurasi yang sangat tinggi pada down syndrome, Edward syndrome, dan patau syndrome, tetapi tetap tidak bisa mencapai akurasi 100% sehingga tak bisa dijadikan patokan diagnosis, hanya bisa digunakan untuk kepentingan skrinning saja. Sensitifitas NIPT terhadap deteksi down syndrome adalah sebesar 99.3%. test dikatakan sensitive bila dapat mendeteksi penyakit pada seseorang sebanyak-banyaknya. Artinya dalam pemeriksaan 100 orang ibu hamil maka yang ternyata benar-benar memiliki janin down syndrome adalah sebanyak 99 orang.

Hasil skrining NIPT dapat membantu wanita hamil dan dokter kandungan dalam menentukan langkah selanjutnya, termasuk apakah akan melakukan chorionic villus sampling (CVS) atau amniocentesis. Kedua tes genetic yang sifatnya invasive ini akan menganalisis bahan genetik janin sendiri secara langsung dalam rahim, yang dikumpulkan dari cairan ketuban atau plasenta, untuk mengetahui dengan pasti 100 persen apakah janin memiliki kelainan kromosom. Namun karena test tersebut sifatnya invasive maka dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya keguguran akibat test tersebut.

Semua skrinning dengan cara NIPT lebih ditujukan utamanya untuk deteksi ada tidaknya gangguan kromosom pada janin yang paling sering, yaitu antara lain:

  1. Trisomi 21 (sindrom Down)
  2. Trisomi 18 (sindrom Edwards)
  3. Trisomi 13 (sindrom Patau)

Namu NIPT juga dapat mendeteksi golongan darah rhesus dan jenis kelamin janin dalam rahim. Bahkan saat ini sedang dikembangkan pemeriksaan NIPT untuk mendeteksi adanya kanker pada ibu hamil.

Skrinning NIPT dapat dilakukan kapan saja setelah usia 9 minggu kehamilan. Dan ini menunjukkan bahwa NIPT dapat diperiksa lebih awal daripada pemeriksaan prenatal atau tes diagnostik lainnya. Sebagai perbandingan berikut test-test diagnostic lainnya:

  1. USG nuchal translucency dilakukan antara usia kehamilan 11-14 minggu
  2. CVS dilakukan pada usia kehamilan 10-13 minggu
  3. pemeriksaan quadruple test (AFP, free beta HCG, estriol dan inhibin A) dilakukan pada umur kehamilan 14-22 minggu
  4. amniosentesis biasanya seringkali dilakukan pada umur kehamilan 15-20 minggu.

Seiring dengan berkembangnya dunia kedokteran maka pemeriksaan skrinning deteksi kelainan janin dulunya hanya dilakukan pada wanita hamil berusia 35 tahun atau lebih, tapi saat ini berdasarkan rekomendasi dari persatuan dokter kandungan Amerika Serikat maka dianjurkan dilakukan pada semua wanita hamil. Tapi ya itu tadi, mesti siap biaya mahal.

=TAMAT=

TULISAN 160. NASEHAT HARIAN BAGI IBU HAMIL

  1. Makanlah makanan bergizi tinggi. Janin anda membutuhkan zat gizi dari makanan ibunya. Janin gak butuh yang manis-manis dan lemak-lemak dari makanan ibunya. Rutin makan buah dan sayur, makanan yang mengandung kalsium tinggi serta makanan rendah lemak akan sangat bermanfaat bagi janin.
  2. Minum vitamin hamil secara teratur sesuai yang diadviskan oleh dokter kandungan. Pastikan bahwa vitamin yang anda minum mengandung asam folat dan calcium atau vitamin D3 serta vitamin dan mineral untuk kebutuhan ibu hamil. Tentu saja ibu hamil tetap harus menambahnya dari makanan sehingga kebutuhan vitamin dan mineral selama hamil tercukupi dengan optimal. Makanan yang banyak mengandung asam folat antara lain sayuran hijau, brokoli, dan buah-buahan utamanya jeruk. Minum susu supaya kecukupan kalsium terpenuhi.
  3. Rajin minum air putih. Ibu hamil butuh lebih banyak air bagi fungsi metabolisme yang baik dan normal sehingga dibutuhkan minum sebanyak minimal 8 gelas sehari, kalo bisa lebih akan lebih baik.
  4. Kontrol kehamilan secara rutin ke dokter kandungan. Ibu hamil yang tidak kontrol secara teratur akan lebih beresiko mengalami komplikasi kehamilan karena pengawasan menjadi lebih sedikit. Misalnya berat janin lebih kecil daripada umur kehamilan, ketuban berkurang tanpa ketahuan, dll.
  5. Hindari makanan mentah dan beresiko tercemar. Kita hidup di alam dimana banyak pencemaran. Ibu hamil mesti menjaga dirinya dari makanan yang mentah misalnya telur mentah, lalapan yang beli di luar (lebih baik dicuci dan dibersihkan sendiri di rumah), dll.
  6. Hindari asap rokok. Suami dan atau isteri sebaiknya jangan merokok karena dapat menyebabkan masalah komplikasi pada kehamilan misalnya berat badan bayi lahir rendah, pecah ketuban sebelum waktunya, dll.
  7. Olah raga ringan secara teratur. Ibu hamil disarankan untuk mengikuti senam hamil atau jalan pagi 2-3x/ minggu selama 30 menit-1 jam. Biasanya rumah sakit dana tau praktek dokter kandungan menyediakan senam hamil bagi pasien-pasiennya.
  8. Imunisasi TT sesuai anjuran dokter kandungan atau bidan.
  9. Sering beristirahat. Jangan kecapean. Berbaring atau tidur sedapat mungkin minimal 6-8 jam sehari.
  10. Jangan stress. Kalo lihat drama korea jangan cari serial yang suka bikin nangis. Nonton film yang lucu-lucu saja. Suami juga harus meningkatkan jatah uang bulanan buat isteri yang sedang hamil. Isteri yang sedang hamil mesti dimanjakan, jangan disuruh kerja keras nyapu ngepel setrika.

TULISAN 159. DETEKSI DINI KELAINAN BAWAAN JANIN (NEURAL TUBE DEFECT, BAGIAN 1)

NEURAL TUBE DEFECT (CACAT SELUBUNG SYARAF JANIN)

Dalam postingan kali ini dokter cucuk kiuttt hello kitty ingin memberikan edukasi kepada para bumil Indonesia seputar kelainan bawaan janin yaitu neural tube defect dan down syndrome (keterbelakangan kecerdasan). Ini postingan yang sangat penting bagi ibu hamil, tetapi memang butuh biaya yang lumayan mahal.

Banyak pasien hamil yang bertanya pada saya apakah janinnya baik-baik saja pada saat control hamil. Sebetulnya pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang super duper bagus banget dan sangat challenging (istilah keren bagi penggemar drama korea). Perlu diketahui bahwa kelainan janin khususnya neural tube defect (cacat selubung syaraf) dan down syndrome justru sebagian besar terjadi pada ibu hamil yang justru tidak memiliki factor resiko apa-apa yaitu belum pernah mengalami janin cacat bawaan. Sehingga dokter kandungan Indonesia secara rutin dan otomatis selalu melakukan deteksi dini terhadap 2 kelainan ini. Tapi harus dimaklumi bahwa hal tersebut tidak selalu bisa berhasil dengan baik karena janin itu punya sifat suka main-main di dalam Rahim ibunya sehingga sulit sekali memperoleh gambaran yang ideal untuk deteksi. Tapi jangan kuatir, bagi ibu hamil yang gagal terdeteksi, angka kelainan tersebut hanya berkisar 3% saja dari total jumlah seluruh ibu hamil di dunia. Banyak-banyak berdoa sebelum dan selama hamil, jangan lupa jangan pernah berperasangka buruk terhadap tenaga kesehatan dan rumah sakit karena dengki justru bawa penyakit dan musibah, biar gak kualat.

Deteksi dini terhadap neural tube defect (NTD) dan down syndrome (DS) tidak dapat menentukan secara pasti diagnosis bahwa janin terkena penyakit tersebut tetapi lumayan memberikan pertimbangan dan kewaspadaan bagi wanita hamil yang memang memiliki factor resiko janinnya terkena kelainan tersebut. Maksudnya, bagi wanita hamil yang sudah pernah mengalami janin dengan kelainan tersebut sebaiknya meminta untuk skrinning atau deteksi dini terhadap kelainan tersebut bila hamil lagi.

Di Amerika Serikat, kelainan NTD merupakan kelainan terbanyak nomor 2 dari semua kelainan bawaan janin, dan kelainan ini sifatnya fatal bagi janin. 95% kelainan NTD ini justru terjadi pada wanita hamil yang tidak ada riwayat keluarganya mengalami penyakit ini sebelumnya (tidak ada factor resiko). Dokter kandungan akan melakukan pemeriksaan baik berupa pemeriksaan hormone alpha feto-protein (AFP) juga pemeriksaan USG. Lebih invasive lagi akan melakukan tindakan amniocentesis. Amniocentesis itu adalah tindakan melubangi Rahim dengan jarum untuk mengambil cairan ketuban untuk diperiksa di laboratorium.

APA SIH PEMERIKSAAN ALFA FETO PROTEIN ITU ?

Pemeriksaan AFP dilakukan pada umur kehamilan 14-22 minggu dengan cara mengambil darah ibu hamil. Pemeriksaan ini nantinya akan memberikan prediksi prosentase kemungkinan janin akan mengalami kelainan NTD. Pemeriksaan AFP ini seringkali dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan USG kehamilan untuk deteksi kelainan janin. Bila kadarnya meningkat maka kemungkinan janin akan mengalami NTD dalam kehamilan ini. Sensitivitas pemeriksaan ini lumayan bagus yaitu mencapai 90% artinya bila saat diperiksa hasilnya kadar AFP dalam batas normal maka janin akan betul-betul normal (tidak akan terkena NTD) sebesar 90%, masih ada kemungkinan janin terkena NTD sebesar 3-6%. Hal-hal yang dapat bikin pemeriksaan AFP ini tidak akurat antara lain misalnya umur kehamilan tak pasti (sering pada ibu hamil yang tak cek USG ke dokter kandungan pada saat test hamil positif garis dua), janin kembar, dan janin mati. 1 diantara 33 wanita hamil yang saat ditest kadar hormone AFP nya meninggi maka akan terkena NTD pada janinnya.  Dari persatuan dokter kandungan amerika serikat ACOG menganjurkan pemeriksaan hormone ini pada usia kehamilan yang memasuki trimester 2 yaitu antara 15-28 minggu.

PEMERIKSAAN NTD DENGAN MENGGUNAKAN USG

Pemeriksaan USG pada skrinniing NTD seringkali dilakukan bila didapatkan kadar AFP yang tinggi pada kehamilan. Bila dokter kandungan curiga terdapat ada NTD pada janin pada saat USG  maka kadang-kadang dokter kandungan akan melakukan rujukan USG ke rumah sakit pusat pendidikan untuk konfirmasi terhadap temuan tersebut dan juga akan dilakukan pemeriksaan dengan jauh lebih mendetail terhadap janin dalam Rahim oleh departemen kandungan rumah sakit pendidikan. Bila ada kelainan yang nyata dan berat seperti anencephaly (tempurung kepala tak ada) atau kelainan tulang belakang maka biasanya muga disertai dengan berbagai kelainan yang lain misalnya bentuk tulang kepala tak normal (lemon shape), ventrikulomegali di otak janin (ada cairan diotak janin), ukuran kepala yang kecil, otak kecil/ cerebellum yang melebar dan cisterna magna yang buntu (banana sign). Bingung ? makanya kalo USG itu pergilah ke dokter kandungan sehingga akan makin pinter. Dokter kandungan itu yang begini begini memang dipelajari di sekolahnya. Ditangan dokter kandungan maka alat USG itu akan sangat bermanfaat bagi pasien, setidaknya 35% kelainan bawaan bisa terdeteksi oleh dokter kandungan. Looo dokter kandungan kan mahal. Siapa bilang ? justru murah karena pasien bayar USG dan dapat manfaatnya karena USG dilakukan oleh dokter kandungan. Coba bandingkan bila para ibu hamil USG sana sini bolak balik tapi gak dapat manfaatnya karena USG bayar tapi yang ngerjakan USG bukan oleh ahlinya (dokter kandungan), maka itu namanya buang-buang duit.

KRITERIA WANITA HAMIL YANG BERESIKO JANINNYA KENA NTD

Terdapat beberapa factor resiko dimana ada kemungkinan wanita hamil mengalami janin dengan NTD, diantaranya:

  1. Riwayat keluarga dengan penyakit NTD.
  2. Penyakit sistemik seperti diabetes (DM).
  3. Penyakit cacat genetic lainnya dalam keluarga.
  4. Ras suku bangsa tertentu.
  5. Adanya kelainan imunologis dalam tubuh wanita hamil berupa adanya peningkatan produksi anti-folat receptor antibodies. Tapi ini sepertinya gak bisa dideteksi di Indonesia.

BILA HORMON AFP MENINGKAT, TAPI USG BILANG NORMAL, MAKA APA YANG HARUS DILAKUKAN ?

Dokter kandungan akan menawarkan pemeriksaan yang lebih invasive yaitu pemeriksaan amniocentesis terutama bila hasil USG menunjukkan normal-normal saja. Nanti akan diperiksa ulang kadar hormone AFP dalam cairan ketuban janin, bila kadarnya meningkat maka kemungkinan besar janin akan terkena NTD dan mungkin sudah ada NTD yang belum terlihat dengan USG. Kemudian akan dilanjutkan dengan pemeriksaan karyotyping bila pasien mau. Sekian.

Bersambung ke  bagian 2 tentang DOWN SYNDROME. Nantikan postingan saya berikutnya.