TULISAN 162. DETEKSI KELAINAN JANIN – NIPT (BAGIAN KE 3, TAMAT)

NON INVASIVE PRENATAL TESTING. Dewasa ini sedang popular suatu bentuk screening (skrinning) terhadap kelainan bawaan janin berupa skrinning trisomy 21 (down syndrome) yang dikenal dengan sebutan test NIPT. Test NIPT ini merupakan bentuk skrinning terhadap kelainan janin dengan cara mengambil sampel darah ibu hamil. Dasar pemikiran dari test ini adalah bahwa dalam peredaran darah ibu hamil mengandung pecahan-pecahan dari DNA janin yang dikenal dengan cfDNA atau cell free DNA, yaitu pecahan DNA yang tidak berada di dalam inti sel, tetapi berada di dalam aliran darah ibu hamil. Jadi secara ilmiah NIPT adalah metode penentuan risiko bahwa janin akan dilahirkan dengan kelainan genetik tertentu. Pengujian ini menganalisis fragmen-fragmen kecil DNA (pecahan-pecahan DNA) yang bersirkulasi dalam darah wanita hamil. Fragmen-fragmen kecil dari DNA ini biasanya mengandung kurang dari 200 pasangan basa/ base pairs pembentuk DNA dan baru muncul ketika sel-sel yang mengandung DNA tersebut mati dan hancur. Kemudian isinya, termasuk DNA, dilepaskan ke dalam aliran darah.

Pada pemeriksaan NIPT yang merupakan skrining prenatal (sebelum janin lahir), akan melihat DNA dari plasenta janin dalam sampel darah ibu hamil untuk mengidentifikasi apakah ibu hamil tersebut berisiko tinggi melahirkan janin dengan kelainan genetik. Namun, skrining seperti NIPT tidak dapat menentukan dengan pasti apakah janin benar-benar bakalan memiliki kelainan kromosom, NIPT hanya menyatakan adanya kemungkinan janin akan memiliki kondisi kelainan bawaan tertentu (trisomy). Tetapi meskipun tidak dapat memastikan apakah janin dalam kandungan bakalan memiliki kelainan genetic trisomi, pemeriksaan NIPT ini sangat akurat dengan tingkat akurasi 97-99% untuk 3 kelainan kromosom (trisomy) yaitu trisomy 21 (down syndrome), trisome 18 (edward syndrome) dan trisomy 13 (patau syndrome). Menurut penelitian dari dokter Karoline Freeman pada tahun 2016, NIPT memiliki akurasi yang sangat tinggi pada down syndrome, Edward syndrome, dan patau syndrome, tetapi tetap tidak bisa mencapai akurasi 100% sehingga tak bisa dijadikan patokan diagnosis, hanya bisa digunakan untuk kepentingan skrinning saja. Sensitifitas NIPT terhadap deteksi down syndrome adalah sebesar 99.3%. test dikatakan sensitive bila dapat mendeteksi penyakit pada seseorang sebanyak-banyaknya. Artinya dalam pemeriksaan 100 orang ibu hamil maka yang ternyata benar-benar memiliki janin down syndrome adalah sebanyak 99 orang.

Hasil skrining NIPT dapat membantu wanita hamil dan dokter kandungan dalam menentukan langkah selanjutnya, termasuk apakah akan melakukan chorionic villus sampling (CVS) atau amniocentesis. Kedua tes genetic yang sifatnya invasive ini akan menganalisis bahan genetik janin sendiri secara langsung dalam rahim, yang dikumpulkan dari cairan ketuban atau plasenta, untuk mengetahui dengan pasti 100 persen apakah janin memiliki kelainan kromosom. Namun karena test tersebut sifatnya invasive maka dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya keguguran akibat test tersebut.

Semua skrinning dengan cara NIPT lebih ditujukan utamanya untuk deteksi ada tidaknya gangguan kromosom pada janin yang paling sering, yaitu antara lain:

  1. Trisomi 21 (sindrom Down)
  2. Trisomi 18 (sindrom Edwards)
  3. Trisomi 13 (sindrom Patau)

Namu NIPT juga dapat mendeteksi golongan darah rhesus dan jenis kelamin janin dalam rahim. Bahkan saat ini sedang dikembangkan pemeriksaan NIPT untuk mendeteksi adanya kanker pada ibu hamil.

Skrinning NIPT dapat dilakukan kapan saja setelah usia 9 minggu kehamilan. Dan ini menunjukkan bahwa NIPT dapat diperiksa lebih awal daripada pemeriksaan prenatal atau tes diagnostik lainnya. Sebagai perbandingan berikut test-test diagnostic lainnya:

  1. USG nuchal translucency dilakukan antara usia kehamilan 11-14 minggu
  2. CVS dilakukan pada usia kehamilan 10-13 minggu
  3. pemeriksaan quadruple test (AFP, free beta HCG, estriol dan inhibin A) dilakukan pada umur kehamilan 14-22 minggu
  4. amniosentesis biasanya seringkali dilakukan pada umur kehamilan 15-20 minggu.

Seiring dengan berkembangnya dunia kedokteran maka pemeriksaan skrinning deteksi kelainan janin dulunya hanya dilakukan pada wanita hamil berusia 35 tahun atau lebih, tapi saat ini berdasarkan rekomendasi dari persatuan dokter kandungan Amerika Serikat maka dianjurkan dilakukan pada semua wanita hamil. Tapi ya itu tadi, mesti siap biaya mahal.

=TAMAT=

TULISAN 161. DETEKSI KELAINAN BAWAAN JANIN (DOWN SYNDROME, BAGIAN 2)

Di Indonesia sering kali saya temui wanita hamil dengan usia lebih dari 35 tahun. Padahal sebetulnya ini sih resikonya lebih besar daripada wanita hamil yang berusia <35 tahun. Resiko apa sih yang dimaksud ? resiko mengalami kehamilan dengan kondisi janin down syndrome atau trisomy lainnya. Dari seorang dokter pakar luar negeri yang bernama Dr. Hook EB, pernah dibuat semacam table dan dia menyatakan bahwa wanita usia lebih dari 35 tahun bila hamil maka terdapat resiko janinnya mengalami down syndrome sekitar 1:250. Artinya dari 250 wanita hamil maka ada 1 wanita hamil yang janinnya terkena down syndrome. Down syndrome itu apa sih ? down syndrome itu adalah suatu kelainan/ gangguan kecerdasan yang berat. Di Amerika Serikat pada wanita hamil usia 35 tahun atas, dokter kandungannya selalu menawarkan untuk dilakukan amniocentesis. Setelah itu dilakukan pemeriksaan karyotyping. Sudah tau kan apa itu amniocentesis ? coba lihat di tulisan bagian ke 1. Ini linknya https://www.cucuk-spog.com/?p=1215

Jadi ringkasnya kalo wanita hamil resiko rendah maka di Amerika serikat ditawarkan untuk periksa kadar hormone alfa feto protein (AFP). Gak ngerti juga AFP ? ya udah lihat lagi di link ini https://www.cucuk-spog.com/?p=1215. Sedangkan wanita hamil resiko tinggi ditawarkan amniocentesis. Pada wanita hamil dengan kemungkinan janinnya akan mengalami down syndrome maka akan dilakukan namanya quadruple tes (test 4 hormon) diantaranya hormone AFP, hormone free beta HCG, hormone estriol, dan hormone inhibin. Bila didapatkan kadar hormone AFP rendah, lalu hormone free beta HCG rendah, hormone estriol rendah serta inhibin tinggi maka kemungkinan janin akan mengalami down syndrome (trisomy 21) atau trisomy lainnya sebesar 60%. Bila wanita hamil tersebut berusia lebih dari 35 tahun maka angka prediksinya meningkat menjadi 75%. Masih ada kemungkinan janinnya normal sebesar 25-40%. Tapi bila parameter hormone sudah menunjukkan positif, maka wanita hamil tersebut akan ditawarkan untuk menjalani prosedur amniocentesis dan lanjut ke karyotyping (periksa kromosom).

Skrinning down syndrome dilakukan sejak hamil trimester 1 yaitu antara 11-14 minggu. Adapun yang biasa dilakukan oleh dokter kandungan Indonesia dan seluruh dunia antara lain menggabung pemeriksaan USG nuchal translucency dengan pemeriksaan hormonal free beta HCG dan PAPP-A. kalo di amerika serikat, pemeriksaan nuchal translucency dilakukan dengan catatan bahwa pasien bersedia untuk melanjutkan ke pemeriksaan hormonal dan pemeriksaan yang lebih invasive yaitu amniocentesis (lanjut karyotyping). Sebetulnya ada pemeriksaan yang lebih akurat lagi daripada pemeriksaan hormonal untuk deteksi kelainan trisomy janin yaitu pemeriksaan NIPT (non invasive prenatal testing). Biayanya lumayan mahal yaitu antara Rp 7-15 juta.

TULISAN 159. DETEKSI DINI KELAINAN BAWAAN JANIN (NEURAL TUBE DEFECT, BAGIAN 1)

NEURAL TUBE DEFECT (CACAT SELUBUNG SYARAF JANIN)

Dalam postingan kali ini dokter cucuk kiuttt hello kitty ingin memberikan edukasi kepada para bumil Indonesia seputar kelainan bawaan janin yaitu neural tube defect dan down syndrome (keterbelakangan kecerdasan). Ini postingan yang sangat penting bagi ibu hamil, tetapi memang butuh biaya yang lumayan mahal.

Banyak pasien hamil yang bertanya pada saya apakah janinnya baik-baik saja pada saat control hamil. Sebetulnya pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang super duper bagus banget dan sangat challenging (istilah keren bagi penggemar drama korea). Perlu diketahui bahwa kelainan janin khususnya neural tube defect (cacat selubung syaraf) dan down syndrome justru sebagian besar terjadi pada ibu hamil yang justru tidak memiliki factor resiko apa-apa yaitu belum pernah mengalami janin cacat bawaan. Sehingga dokter kandungan Indonesia secara rutin dan otomatis selalu melakukan deteksi dini terhadap 2 kelainan ini. Tapi harus dimaklumi bahwa hal tersebut tidak selalu bisa berhasil dengan baik karena janin itu punya sifat suka main-main di dalam Rahim ibunya sehingga sulit sekali memperoleh gambaran yang ideal untuk deteksi. Tapi jangan kuatir, bagi ibu hamil yang gagal terdeteksi, angka kelainan tersebut hanya berkisar 3% saja dari total jumlah seluruh ibu hamil di dunia. Banyak-banyak berdoa sebelum dan selama hamil, jangan lupa jangan pernah berperasangka buruk terhadap tenaga kesehatan dan rumah sakit karena dengki justru bawa penyakit dan musibah, biar gak kualat.

Deteksi dini terhadap neural tube defect (NTD) dan down syndrome (DS) tidak dapat menentukan secara pasti diagnosis bahwa janin terkena penyakit tersebut tetapi lumayan memberikan pertimbangan dan kewaspadaan bagi wanita hamil yang memang memiliki factor resiko janinnya terkena kelainan tersebut. Maksudnya, bagi wanita hamil yang sudah pernah mengalami janin dengan kelainan tersebut sebaiknya meminta untuk skrinning atau deteksi dini terhadap kelainan tersebut bila hamil lagi.

Di Amerika Serikat, kelainan NTD merupakan kelainan terbanyak nomor 2 dari semua kelainan bawaan janin, dan kelainan ini sifatnya fatal bagi janin. 95% kelainan NTD ini justru terjadi pada wanita hamil yang tidak ada riwayat keluarganya mengalami penyakit ini sebelumnya (tidak ada factor resiko). Dokter kandungan akan melakukan pemeriksaan baik berupa pemeriksaan hormone alpha feto-protein (AFP) juga pemeriksaan USG. Lebih invasive lagi akan melakukan tindakan amniocentesis. Amniocentesis itu adalah tindakan melubangi Rahim dengan jarum untuk mengambil cairan ketuban untuk diperiksa di laboratorium.

APA SIH PEMERIKSAAN ALFA FETO PROTEIN ITU ?

Pemeriksaan AFP dilakukan pada umur kehamilan 14-22 minggu dengan cara mengambil darah ibu hamil. Pemeriksaan ini nantinya akan memberikan prediksi prosentase kemungkinan janin akan mengalami kelainan NTD. Pemeriksaan AFP ini seringkali dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan USG kehamilan untuk deteksi kelainan janin. Bila kadarnya meningkat maka kemungkinan janin akan mengalami NTD dalam kehamilan ini. Sensitivitas pemeriksaan ini lumayan bagus yaitu mencapai 90% artinya bila saat diperiksa hasilnya kadar AFP dalam batas normal maka janin akan betul-betul normal (tidak akan terkena NTD) sebesar 90%, masih ada kemungkinan janin terkena NTD sebesar 3-6%. Hal-hal yang dapat bikin pemeriksaan AFP ini tidak akurat antara lain misalnya umur kehamilan tak pasti (sering pada ibu hamil yang tak cek USG ke dokter kandungan pada saat test hamil positif garis dua), janin kembar, dan janin mati. 1 diantara 33 wanita hamil yang saat ditest kadar hormone AFP nya meninggi maka akan terkena NTD pada janinnya.  Dari persatuan dokter kandungan amerika serikat ACOG menganjurkan pemeriksaan hormone ini pada usia kehamilan yang memasuki trimester 2 yaitu antara 15-28 minggu.

PEMERIKSAAN NTD DENGAN MENGGUNAKAN USG

Pemeriksaan USG pada skrinniing NTD seringkali dilakukan bila didapatkan kadar AFP yang tinggi pada kehamilan. Bila dokter kandungan curiga terdapat ada NTD pada janin pada saat USG  maka kadang-kadang dokter kandungan akan melakukan rujukan USG ke rumah sakit pusat pendidikan untuk konfirmasi terhadap temuan tersebut dan juga akan dilakukan pemeriksaan dengan jauh lebih mendetail terhadap janin dalam Rahim oleh departemen kandungan rumah sakit pendidikan. Bila ada kelainan yang nyata dan berat seperti anencephaly (tempurung kepala tak ada) atau kelainan tulang belakang maka biasanya muga disertai dengan berbagai kelainan yang lain misalnya bentuk tulang kepala tak normal (lemon shape), ventrikulomegali di otak janin (ada cairan diotak janin), ukuran kepala yang kecil, otak kecil/ cerebellum yang melebar dan cisterna magna yang buntu (banana sign). Bingung ? makanya kalo USG itu pergilah ke dokter kandungan sehingga akan makin pinter. Dokter kandungan itu yang begini begini memang dipelajari di sekolahnya. Ditangan dokter kandungan maka alat USG itu akan sangat bermanfaat bagi pasien, setidaknya 35% kelainan bawaan bisa terdeteksi oleh dokter kandungan. Looo dokter kandungan kan mahal. Siapa bilang ? justru murah karena pasien bayar USG dan dapat manfaatnya karena USG dilakukan oleh dokter kandungan. Coba bandingkan bila para ibu hamil USG sana sini bolak balik tapi gak dapat manfaatnya karena USG bayar tapi yang ngerjakan USG bukan oleh ahlinya (dokter kandungan), maka itu namanya buang-buang duit.

KRITERIA WANITA HAMIL YANG BERESIKO JANINNYA KENA NTD

Terdapat beberapa factor resiko dimana ada kemungkinan wanita hamil mengalami janin dengan NTD, diantaranya:

  1. Riwayat keluarga dengan penyakit NTD.
  2. Penyakit sistemik seperti diabetes (DM).
  3. Penyakit cacat genetic lainnya dalam keluarga.
  4. Ras suku bangsa tertentu.
  5. Adanya kelainan imunologis dalam tubuh wanita hamil berupa adanya peningkatan produksi anti-folat receptor antibodies. Tapi ini sepertinya gak bisa dideteksi di Indonesia.

BILA HORMON AFP MENINGKAT, TAPI USG BILANG NORMAL, MAKA APA YANG HARUS DILAKUKAN ?

Dokter kandungan akan menawarkan pemeriksaan yang lebih invasive yaitu pemeriksaan amniocentesis terutama bila hasil USG menunjukkan normal-normal saja. Nanti akan diperiksa ulang kadar hormone AFP dalam cairan ketuban janin, bila kadarnya meningkat maka kemungkinan besar janin akan terkena NTD dan mungkin sudah ada NTD yang belum terlihat dengan USG. Kemudian akan dilanjutkan dengan pemeriksaan karyotyping bila pasien mau. Sekian.

Bersambung ke  bagian 2 tentang DOWN SYNDROME. Nantikan postingan saya berikutnya.

TULISAN 158. PERSALINAN PREMATURE/ KURANG BULAN

PERSALINAN PREMATUR (BAYI PREMATURE / KURANG BULAN)

Persalinana premature adalah suatu kelahiran bayi dimana terjadinya pada umur kehamilan kurang dari 37 minggu. Menurut para ahli kedokteran kasus ini merupakan kejadian yang lumayan banyak. Di USA sendiri mencapai 10% kasus, sedangkan di Indonesia kemungkinan sekitar 20% kasus. Pada ibu hamil yang sudah pernah melahirkan bayi premature maka ada kemungkinan nantinya bakalan melahirkan premature lagi. Yaaa kira-kira 30-40 % kemungkinannya bakalan lahir premature lagi pada kehamilan berikutnya. Tapi jangan takut dan galau karena dunia kedokteran anak-anak semakin maju. Di Jepang saja, berkat adanya doraemon, sekarang mampu merawat bayi yang lahir pada usia kehamilan 24 minggu terutama akibat ibu-ibu hamil yang terkena darah tinggi. Tapi Indonesia belum mampu gaes. Sebab teknologinya belum secanggih itu dan pula biayanya luarrrr biasa mahal, kemungkinan gak bakalan dicover juga kalo pake BPJS ha ha ha ha karena super mahal.

PENYEBAB PERSALINAN PREMATURE

Sebetulnya sulit menentukan penyebab persalinan premature, tetapi ada beberapa hal yang dapat meningkatkan atau beresiko menimbulkan persalinan premature, yaitu antara lain:

  1. Status social ekonomi rendah. Pada wanita hamil dengan kondisi asupan gizi yang kurang baik maka sangat rentan terjadi persalinan kurang bulan bahkan tak jarang yang mengalami keguguran pada saat hamil muda. Kita juga mengetahui bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang kurang beruntung sehingga kurang mendapatkan pendidikan ketika masih di usia sekolah. Ya katakanlah karena ekonominya lemah sehingga tak bisa sekolah atau tak bisa meningkatkan pendidikannya ke taraf yang lebih baik.
  2. Pengaruh umur pada saat hamil. Pada wanita hamil dengan usia sangat muda yaitu kurang dari 18 tahun atau usia yang lebih tua yaitu lebih dari 35 tahun ketika hamil maka resiko terjadinya kelahiran premature pada kehamilannya juga meningkat.
  3. Riwayat pernah melahirkan premature pada kehamilan sebelumnya.
  4. Suami atau isteri merokok.
  5. Penyalahgunaan obat-obatan NARKOBA.
  6. Infeksi pada kehamilan. Saya lumayan sering melihat ibu-ibu hamil yang mengalami keguguran atau pecah ketuban sebelum hamil tua atau persalinan kurang bulan hanya gara-gara suka nahan-nahan pipis dan akibatnya terkena infeksi saluran kencing.
  7. Penyakit sistemik ibu hamil. Penyakit ini adalah penyakit yang lumayan berat diantaranya adalah darah tinggi, asthma (mengi/ bengek), paru-paru, jantung, ginjal, liver, dll. Bahkan bisa juga disebabkan oleh kondisi anemia yaitu kurang kadar darah Hb. Sebaiknya sedapat mungkin ibu hamil menjaga kadar Hb darahnya di sekitar 10g% dengan cara semangat makan makanan bergizi, minum vitamin hamil, hidup bahagia (baca: nonton Lee Min Ho alias drama korea), olah raga ringan, dll. Perlu diingat bahwa yang bisa mempersiapkan dan menjalani kehamilan/ persalinan dengan baik hanyalah sang ibu hamil sendiri, bukan dokter kandungan. Dokter kandungan hanya bisa nyuruh, advis, dan saran. Yang berjuang hanyalah ibu hamil dan keluarganya. Jadi hasil kehamilan dan persalinan yang baik sepenuhnya tergantung dari upaya ibu hamil menjaga kehamilannya dan mempersiapkan persalinannya.
  8. Perdarahan antepartum. Hal ini biasanya disebabkan oleh factor adanya placenta previa sehingga terpaksa ibu hamil harus lahiran sebelum cukup bulan demi menyelamatkan nyawa ibu hamil (terutama) dan bila memungkinkan juga menyelamatkan janinnya.
  9. Operasi pembedahan semasa kehamilan. Terutama pada operasi daerah dalam perut memang dapat menyebabkan timbulnya kontraksi Rahim sehingga dapat timbul keguguran, persalinan premature atau pecah ketuban.
  10. Hamil tetapi ada KB IUD atau KB spiral dalam Rahim. Untuk ini nanti kita bikin topic tersendiri ya. Kalo ada waktu ntar kita bikin postingan. Prok prok prok ada kelincinya. Ha ha ha ha.
  11. Ada juga yang mengalami kelemahan mulut Rahim. Ini memang hampir pasti bakalan lahir premature terutama pada kehamilan 5 bulan ke atas. Harus segera konsultasi dan cerita ke dokter kandungan sejak awal kehamilan (test pack positif).

BAGAIMANA TANDA-TANDA YANG HARUS DIWASPADAI ?

Bila selama hamil terdapat tanda-tanda berikut maka sebaiknya ibu hamil segera control ke dokter kandungan:

  1. Ada perdarahan yang keluar.
  2. Ada mules-mules, bisa sedikit-sedikit atau bisa juga kuat.
  3. Keluar cairan ketuban. Kadang-kadang tidak byor byor byor keluarnya, sering juga rembes.
  4. Bila ada keputihan, terutama gatal dan bau.
  5. Bila ada beser, bolak balik pipis.

Nanti saat ke dokter kandungan atau ke bidan juga boleh maka biasanya bidan akan periksa apakah ada pembukaan leher Rahim atau belum, ada penipisan atau belum, ada perubahan arah mulut Rahim atau belum, dll.

CARA MENCEGAHNYA ?

Sebetulnya cara mencegahnya tak sulit. Hanya butuh semangat dan kemauan dari para ibu hamil. Diantaranya sebagai berikut:

  1. Istirahat, jangan mau jadi inem di rumah.
  2. Rajin senam hamil atau paling tidak olah raga jalan kaki pagi hari selama 30 menit 2-3x seminggu.
  3. Jangan stress.
  4. Jangan nahan-nahan pipis.
  5. Jaga kebersihan organ kelamin.
  6. Jangan suka pake pewangi atau pembersih vagina.
  7. Bila kehamilan sudah pernah berdarah dan telah diadviskan oleh dokter kandungan supaya gak hubungan sex maka ya jangan hubungan sex. Tapi para suami juga gak boleh jadi alasan untuk tergoda pelakor. Ha ha ha. Pelakor memang bikin cemas dan stress para ibu-ibu masa kini.
  8. Bila ada keluhan selama hamil maka segera periksa walopun belum waktunya control kehamilan.

TULISAN 157. KEHAMILAN ECTOPIC (HAMIL DILUAR KANDUNGAN – THE END)

KENAPA SIH KOK BISA TERJADI KEHAMILAN EKTOPIK ?

Banyak teorinya tetapi ada satu hal yang perlu ditekankan disini yaitu nasib dan takdir. Looo kok bisa ? ya iyalah karena siapa yang bisa menyangka bahwa hasil pembuahan sperma dan sel telur malah nongkrong disitu ? artinya manusia gak bisa milih. Secara teori kedokteran sebetulnya tidak jelas kenapa bisa terjadi hamil ektopik, tetapi ada beberapa hal yang dapat menyebabkan peningkatan terjadinya kehamilan ektopik yaitu:

  1. Infeksi kelamin yang menyebabkan kerusakan daerah organ genetalia interna wanita terutama saluran tuba.
  2. Pemakaian kontrasepsi KB spiral/ IUD
  3. Pernah operasi daerah saluran telur/ tuba.
  4. Pernah operasi KB steril, tetapi ini sangat sangat sangat jarang. Tetapi bisa terjadi kalo sterilannya nyambung lagi. Jadi ketika KB steril itu, saluran tuba itu di jepit lalu diikat dan dipotong. Ada teknik yg dijepit/ diikat dengan silicon yaitu ketika operasinya menggunakan laparoskopi. Jadi ada banyak macam cara untuk KB steril. Ujungnya sama aja yaitu akan terjadi putusnya saluran tuba, baik secara alamiah akibat jepitan/ ikatan maupun akibat dipotong. Nah, kalo ternyata setelah bberapa bulan atau tahun nyambung lagi atas kuasa Tuhan YME maka si wanita bisa hamil dengan resiko bisa hamil dilluar kandungan, tetapi bisa juga terjadi hamilnya normal-normal saja di dalam Rahim.
  5. Perlekatan daerah tuba akibat penyakit di dalam perut misalnya usus buntu pecah, endometriosis, dll.
  6. Perlekatan daerah sekitar tuba akibat operasi wilayah dalam perut.
  7. Trauma organ genetalia interna wanita akibat perutnya suka dipijat-pijat dengan dalih peranakan diperbaiki atau dinaikkan.
  8. Pernah hamil diluar kandungan/ hamil ektopik.
  9. Keguguran yang menimbulkan infeksi Rahim.
  10. Tumor kandungan misalnya kista endometriosis, adenomyosis, myoma uteri, dll.

BAGAIMANA CARA MENGETAHUI ADANYA KEHAMILAN EKTOPIK ?

Di era modern saat ini, dokter kandungan akan lebih mudah mencurigai adanya kehamilan ektopik diantaranya adalah dengan melakukan pemeriksaan USG. Tetapi perlu diingat bahwa pemeriksaan saluran tuba adalah hal yang super sulit bila dilakukan dengan alat USG sehingga dokter kandungan akan mengumpulkan data sebanyak-banyaknya sebelum menyimpulkan suatu kecurigaan adanya kehamilan ektopik. Mesti menggabungkan antara keluhan pasien dan hasil USG. Bila di dalam Rahim tidak ditemukan buah kehamilan maka dokter kandungan akan menduga jangan-jangan memang sedang terjadi proses kehamilan di luar kandungan. Sehingga pasien mesti diberikan informasi apa-apa yang harus diwaspadai dan tanda-tanda yang perlu diketahui terkait kehamilan di luar kandungan. Pasien akan disuruh control lebih cepat untuk mengevaluasi kondisi kehamilannya, apakah berkembang di luar Rahim ataukah di dalam Rahim.

Bila pasien mampu secara ekonomi maka dokter kandungan akan menawarkan pemeriksaan hormonal beta HCG bila di pandang perlu terutama pada kasus kehamilan ektopik yang sulit dideteksi. Karena banyak sekali kasus kehamilan ektopik yang memang sulit ditegakkan diagnosisnya. Kadang2 pemeriksaan hormonal menunjukkan bukan kehamilan ektopik, sedang USG menunjukkan gambaran kemungkinan ada kehamilan ektopik. Maka perlu waktu dan perlu evaluasi lanjutan terhadap kasus tersebut. Bahwa pasien akan diminta utk test hormone beta HCG lagi dalm 48 jam ke depan.

Pemeriksaan atau tindakan kedokteran yang memastikan adanya kehamilan ektopik adalah dengan jalan operasi. Bisa operasi laparotomy atau laparoskopi.

BAGAIMANA CARA PENATALAKSAAN BILA TERJADI KEHAMILAN EKTOPIK ?

Kebanyakan kehamilan ektopik itu terjadi dalam kondisi pasien sudah merasakan rasa sakit hebat, adanya perdarahan dalam perut, bahkan syok akibat perdarahan. Seringkali kehamilan ekopik bahkan 90% membutuhkan tatalaksana operasi darurat untuk mengatasi perdarahan dalam perut. Pada kasus yang jinak maka mungkin saja dilakukan tanpa operasi tetapi ini sangat jarang. Kriteria kehamilan ektopik boleh tidak dioperasi antara lain harus ada 4 syarat sebagai berikut:

  1. Kadar beta HCG menurun, ini artinya pasien harus mau dicek beta HCG serial. Mungkin dalam 1 minggu bisa 1-2x cek kadar beta HCG sampai di dapatkan kadar yang benar2 menurun. Siapin duit ya karena ini super mahal.
  2. Kehamilan ektopik ada di saluran tuba.
  3. Tidak ada gambaran cairan bebas di dalam perut. Cairan bebas di sini adalah perdarahan dalam perut. Dan pasien tidak boleh ada keluhan nyeri sama sekali.
  4. Ukuran kehamilan ektopik tidak melebihi 3 cm dan tidak ada gambaran detak jantung janin.

Tetapi menurut pengalaman saya, nyaris tak ada yang tak operasi karena memang resikonya terlalu besar bila pasien datang sudah perdarahan dalam perut tetapi keluarga memutuskan untuk menolak operasi. Kehamilan ektopik itu ancamannya nyawa. Kalo terlambat maka darahnya habis dan pasien bisa mati.

Sekian. Nantikan posting-posting yang lain.

TULISAN 156. KEHAMILAN EKTOPIK (HAMIL DI LUAR KANDUNGAN BAGIAN 1)

Sel telur wanita yang telah dibuahi oleh sel sperma pria secara alamiah akan berimplantasi atau menempel di dinding endometrium yaitu dinding Rahim bagian dalam. Kalo menempelnya tidak pada dinding Rahim bagian dalam maka kehamilan itu disebut dengan istilah hamil ektopik atau hamil di luar kandungan. Tapi ada juga yang nempel di bagian dalam Rahim tetapi malah digolongkan sebagai kehamilan ektopik yaitu apabila nempelnya tidak pada tempat yang seharusnya misalnya pada cornu Rahim (tanduk pojokan Rahim) dan cervix (leher Rahim).

Kebanyakan hamil di luar kandungan itu berlokasi di saluran tuba atau saluran telur. Hamil di luar kandungan ini merupakan jenis kehamilan yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan perdarahan hebat dalam perut wanita hamil sehingga tak jarang menyebabkan kematian pada wanita hamil akibat kehabisan darah. Bahkan semisal hamil luar kandungan ini berlanjut hidup didalam perut ibu hamil (nempel di usus, nempel di ovarium, dll) maka akan menjadi hamil abdominal yaitu hamil luar kandungan yang pecah dari saluran tuba tetapi tidak mati melainkan terus hidup di dalam perut ibu walopun tidak di dalam Rahim. Ngeri gak ? bangetttt.

Saluran tuba wanita itu ada beberapa bagian yaitu mulai dari ujung sebagai berikut:

  1. Fimbriae. Berfungsi menangkap sel telur yang lepas dari ovarium saat proses ovulasi berlangsung.
  2. Ampulla. Ini merupakan bagian saluran tuba yang paling besar dan paling luas. Di sinilah kebanyakan hamil luar kandungan itu terjadi. Dan kalo pecah maka perdarahannya luar biasa banyak. Pengalaman saya sebagai dokter kandungan pernah mendapatkan perdarahan hamil di luar kandungan dengan perdarahan sekitar 3500-4000cc dengan kondisi kadar Hb ibu 2g% saja. Padahal jumlah darah manusia normal itu sekitar 4500-5000cc. artinya darahnya sudah nyaris kering. Alhamdulillah jantungnya si ibu hamil gak sampai stop bekerja dan gak sampai stroke otaknya. Semua sudah diluar nalar. Keselamatan ibu itu hanya murni pertolongan Allah SWT saja.
  3. Isthmus. Merupakan bagian tersempit dari saluran tuba.
  4. Interstitial. Ini merupakan daerah perbatasan antara saluran tuba dan ruang endometrium atau dalemannya Rahim. Ini kalo sampai pecah maka perdarahannya jauh lebih dahsyat daripada ampulla pecah. Saya pernah 1x mendapatkan kasus ini ketika saya sedang pendidikan dokter spesialis kandungan di Surabaya dan luar biasa mengerikannya. Alhamdulillah pasien tersebut hidup tetapi sempat di rawat di ICU 4 hari. Semua berkat karunia Allah SWT pada sang ibu hamil dan semua team dokter yang menanganinya. Allah SWT memberikan kemudahan dan kecepatan pada team dokter untuk bertindak tegas tanpa tedeng aling-aling. Ini kasus hamil diluar kandungan yang paling mengerikan dalam hidup saya dan saya mungkin gak sanggup kalo harus menghadapinya lagi. Mungkin pada kasus ini seandainya sang ibu hamil meninggal dunia pun masih dapat dikatakan sangat sangat wajar karena siapa yang sanggup menangani perdarahan sehebat itu dan mengalami perdarahan sehebat itu.

APA SIH TANDA-TANDA WANITA MENGALAMI HAMIL DI LUAR KANDUNGAN ?

Pada kondisi dimana wanita memiliki kepekaan yang rendah terhadap rasa nyeri maka seringkali hamil diluar kandungan itu tidak terasa sakit atau kalopun sakit ya cuman dikit saja. Berikut tanda-tanda dan gejala hamil di luar kandungan yang umum dirasakan oleh wanita hamil sebagai berikut:

  1. Nyeri perut hebat.
  2. Perdarahan atau flek-flek pervaginam. Keluar darah seperti haid atau hanya bercak-bercak saja pada saat hamil muda. Itulah sebabnya bila sedang hamil dan merasakan adanya keluhan maka harus segera ke dokter spesialis kandungan. Sekedar cerita ya… kapan hari ada pasien yang datang dan bilang bahwa dia punya kista dan kistanya dinyatakan sudah hilang oleh si pelaku USG. Lalu control ke tempat saya dan saya bilang bahwa kistanya berukuran 7 cm. Nah sekarang sudah jelas kenapa USGnya disarankan sebaiknya ke dokter kandungan.
  3. Ada gejala-gejala kehamilan normal. Pada wanita hamil di luar kandungan maka gejala-gejala kehamilan normal pun juga akan dialami oleh wanita hamil tersebut misalnya mual, muntah, pusing, dll. Sehingga kalo wanita hamil tak memeriksakan kehamilannya dengan segera pada saat test hamil positif maka akan rugi sendiri. Karena USG pada kehamilan muda sangat penting untuk menentukan usia kehamilan dan untuk mengetahui ada tidaknya bahaya pada kehamilan muda. Ntar baca ya postingan saya tentang USG. Searching dah di website saya cucuk-spog.com atau di blog saya cucuk-spog.blogspot.com
  4. Pingsan dadakan. Nah ini salah satu tanda bahaya dan sering muncul akibat rasa nyeri perut yang luar biasa atau karena kehabisan darah. Pada perabaan nadi sering lemah dan cepat bahkan kalo kondisi sudah parah banget maka nadi sudah sulit dirasakan denyutannya.

Bersambung ke bagian 2.

TULISAN 155. EARLY PREGNANCY LOSS (KEGUGURAN BAGIAN 4 – THE END)

EARLY PREGNANCY LOSS (Keguguran Bagian 4)

Kadang kala wanita hamil itu mengalami keguguran berulang kali. Ada yang 2x da nada yang 3x bahkan ada yang sampai 5-6x. Salah satu pasien saya ada yang sudah mengalami keguguran 6x dan Alhamdulillah saat ini sudah melahirkan bayi yang sehat. Menurut definisi buku kedokteran yang menjadi kitab suci para dokter kandungan di dunia, yang disebut keguguran berulang itu adalah bila terjadi keguguran 3x atau lebih. Jumlah wanita yang mengalami keguguran berulang tidak banyak, yaitu hanya sekitar 1-2% saja dari jumlah total wanita yang hamil di seluruh dunia. Tetapi, mesti ada yang harus diselidiki kenapa kok ada wanita hamil yang mengalami keguguran sering begitu. Terdapat 3 golongan penyebab besar keguguran berulang kali pada wanita hamil yaitu:

  1. Kelainan kromosom pada buah kehamilan.
  2. Kelainan endokrin/ hormone pada wanita hamil.
  3. Perubahan atau masalah pada sistem imunologi atau sistem pertahanan tubuh wanita hamil.

Dokter kandungan di Indonesia selalu mengambil langkah jauh lebih awal untuk antisipasi masalah penyebab keguguran yaitu pada wanita hamil yang mengalami keguguran 2x atau lebih sudah ditawarkan untuk mengikuti prosedur penyelidikan dalam rangka mencari penyebab keguguran berulangnya. Ini dilakukan karena di Indonesia sistem kewaspadaan pada masalah kehamilan sangat tinggi. Moralitas dan empati dokter kandungan di Indonesia menurut saya jauh lebih baik daripada di luar negeri. Bekerja dalam kondisi yang serba terbatas dan serba dibayar sangat murah oleh sistem kesehatan yang bobrok tidak membuat hati nuraninya tergadaikan. Coba di luar negeri, udah bolak balik demo saja karena gajinya minim dan tak layak. Ehhh kok jadi curhat ha ha ha ha ha.

Wanita yang mengalami keguguran 3x atau lebih memiliki resiko tambahan bila berhasil hamil besar pada kehamilannya yaitu:

  1. Resiko lahir premature
  2. Resiko kecacatan janin
  3. Resiko timbulnya masalah pada placenta misalnya placenta previa, placenta akreta, dll
  4. Kelainan letak janin dalam Rahim misalnya letak sungsang dan letak lintang.

Ada juga wanita yang mengalami keguguran akibat antiphospholipid syndrome atau juga bisa karena incompetent serviks. Apa sih antiphospholipid syndrome itu ? apa sih incompetent serviks itu ? wowww… tunggu deh. Ntar kita cari luang waktu untuk posting akan hal itu. Makanya ikuti selalu postingan edukasi dari dokter cucuk kece badai. Jangan ikuti postingan politiknya karena mesti nyebelin, ikuti postingan edukasinya saja biar pinterrr. Ingat, kalo otak jadi pinter maka bisa membedakan mana salah dan mana benar asalkan diikuti dengan pengolahan hati/ qolbu yang baik pula. Hilangkan iri, dengki, jahat, kejam, dan culas dari dalam diri kita.

Secara umum banyak hal yang dapat menyebabkan kejadian keguguran pada wanita diantaranya sebagai berikut:

  1. Aneuploidy (kelainan kromosom). Terdapat kelainan dalam perkembangan zigot, embryo, janin, dan bahkan mungkin placenta. Pada janin trisomy 13. 16, 18, 21, dan 22 merupakan penyebab utama terjadinya keguguran pada kehamilan muda. Jadi keguguran yang disebabkan oleh aneuploidy itu bisa disebabkan oleh monosomi X (45,X), autosomal trisomy, triploidy (menyebabkan hidropic placenta), dan tetraploidy. 75% keguguran karena aneuploidy terjadi pada umur kehamilan kurang dari 8 minggu, sedang yang euploidy pada umur kehamilan sekitar 8-13 minggu. Keguguran euploidy seringkali terjadi pada wanita hamil usia 35 tahun ke atas.
  2. Infeksi. Infeksi akut yang sering menjadi penyebab keguguran antara lain disebabkan oleh sifilis, streptococcus tipe b yang membuat kolonisasi di vagina, mycoplasma hominis, dan ureaplasma urealyticum. Sedangkan infeksi kronis yang disebabkan oleh toxoplasma gondii, listeria monocytogens, chlamydia trachomatis ternyata belum memiliki bukti kuat dapat menyebabkan keguguran spontan pada kehamilan muda walopun ada jurnal kedokteran yang mengatakan bahwa pada kehamilan muda yang terinfeksi toxoplasma maka dapat bersifat lethal artinya janin mesti mati atau keguguran, tapi ini sifatnya infeksi toxoplasma yang baru terjadi, bukan yang kronis.
  3. Kelainan endokrin. Banyak hal gangguan endokrin yang dapat menyebabkan terjadinya keguguran antara lain gangguan tiroid, gangguan diabetes, dan gangguan hormone kehamilan misalnya insufisiensi sekresi progesterone oleh corpus luteum.
  4. Gangguan nutrisi atau gizi buruk. Makanya kan sudah bolak balik dibilangin bahwa wanita hamil mesti makan makanan bergizi.
  5. Penggunaan obat-obatan tertentu. Asap rokok ternyata meningkatkan angka keguguran pada tipe yang euploidy artinya janin yang sehat dapat mengalami keguguran bila bundanya atau ayahnya merokok. Alcohol pun juga demikian. Minum kopi lebih dari 4 gelas/ hari juga dapat meningkatka resiko terjadinya keguguran.
  6. Factor lingkungan. Hal ini sering dikaitkan dengan adanya radiasi atau pencemaran udara lingkungan.
  7. Kelainan immunologi. Pada kelainan immunologi maka terdapat 2 penyebab keguguran yaitu autoimmune dan alloimmune. Auto imun artinya imunitas dirinya sendiri yang menyebabkan terjadinya keguguran misalnya pada kasus antiphopholipid syndrome. Pada antiphospholipid terjadi thrombosis (pembekuan darah) dan infark pada placenta sehingga kehamilan tak dapat berkembang dengan baik. Ya gampangnya terjadi stroke pada placenta.  Dokter kandungan akan memeriksa kadar hormone Ig G dan Ig M LAC (lupus anticoagulant) dan ACA (anticardiolipin antibody) pada wanita hamil yang dicurigai memiliki gangguan akibat antiphospholipid syndrome. Dan ini sangat mahal. Sedang pada alloimmunity (immunitas melawan bayinya) yaitu sistem immunologi ibunya menolak kehadiran janin dalam tubuhnya. Banyak terorinya dan gak usah dipikirin karena saya juga mumet kalo mikirin ini. Diduga adanya keterlibatan sitotoksik antibody, NK cell, dll. Mumet toooo ? sama… saya juga mumet. Hal ini masih dapat penelitian dan saat ini sudah dikembangkan berbagai pengobatan menggunakan immunoglobulin dan imunisasi leukosit untuk mengatasi berbagai masalah immunologi yang menyebabkan keguguran. Tapi obatnya memang mahal banget dan gak bisa berhasil banget-banget, banyak juga yang gagal.
  8. Inherited thrombophilia. Artinya darah ibu hamil mengalami kekurangan protein diantaranya protein c dan protein s serta antihrombin III sehingga terjadi peningkatan pembekuan darah di pembuluh darah. Akibatnya kalo hamil ya mirip-mirip dengan antiphospholipid syndrome.
  9. Kelainan Rahim. Misalnya ada masalah pada endometriumnya atau juga bisa karena ada septum atau sekat pada dinding dalam rahimnya.
  10. Incompetent serviks. Leher Rahim ibu hamil gampang terbuka walopun gak ada mules sehingga seringkali lahirnya premature atau bahkan immature.
  11. Akibat operasi dalam perut. Pada wanita hamil yang menjalani operasi dalam perut padahal sedang hamil muda maka dapat beresiko menimbulkan keguguran. Tetapi perlu diingat bahwa bila operasi itu diperlukan untuk menolong ibu hamil maka ya tak apa-apa karena kepentingan keselamatan ibu hamil tetap yang nomor 1. Infeksi dalam perut misalnya akibat usus buntu atau infeksi panggul juga dapat menyebabkan timbulnya keguguran bahkan infeksi tersebut sangat membahayakan nyawa ibu hamil sehingga wajib operasi  bila ada usus buntu walopun resikonya keguguran. Mana ada hidup tanpa resiko. Gak mau resiko ya jangan hamil.

Oke dah… cukup sekian. THE END.

TULISAN 154. EARLY PREGNANCY LOSS (KEGUGURAN BAGIAN 3)

Dalam istilah medis ada yang dikenal dengan sebutan threatened abortion atau abortus imminens atau TERANCAM KEGUGURAN. Artinya pada kehamilan ini sedang dalam proses untuk terjadinya keguguran. Salah satu tandanya adalah keluarnya darah atau darah campur lender atau keputihan berdarah pada awal-awal kehamilan yaitu sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu. Mula-mula keluar darah dulu, bisa lumayan banyak atau hanya flek-flek saja dan kemudian diikuti dengan nyeri kram perut bawah. Kalo ada gejala itu maka kemungkinan terjadinya keguguran ya kira-kira 50% bakalan terjadi. Pada wanita yang ternyata kehamilannya berhasil dipertahankan alias gak jadi keguguran maka pada kehamilan ini terdapat peningkatan resiko untuk terjadi hal-hal berikut:

  1. Persalinan premature
  2. Bayi lahir dengan berat badan rendah, IUGR atau minimal lebih kecil dah untuk umur kehamilannya.
  3. Kematian janin intrauterine atau segera setelah lahir, istilahnya perinatal death.

Ini tulisan bukan kualitas kaleng-kaleng karena bersumber dari kitab suci dokter kandungan seluruh dunia dan yang nulis juga dokter kandungan terkece badai. Ha ha ha ha ha

Terus bijimana membedakan perdarahan pada kehamilan muda ? ya mesti ke dokter kandungan karena bila kehamilan ada sesuatu maka wajib segera ke dokter kandungan. Dokter kandungan akan menilai apakah perdarahan pada kehamilan ini disebabkan memang karena ancaman keguguran ataukah sebab lain misalnya polip, cervicitis, reaksi desidua di leher Rahim, kanker mulut Rahim, perlukaan dinding vagina akibat hubungan sex, hamil diluar kandungan, kista terpluntir, tumor, atau karena berbagai sebab lainnya. Intinya dokter kandungan akan mencari penyebabnya. Biasanya kalo ancaman keguguran mesti disertai dengan nyeri perut bawah atau minimal nyeri panggul dah.

Pada kasus dimana terjadi ancaman keguguran maka pasien sebaiknya bedrest atau istirahat di rumah walopun ini juga gak jaminan bakalan memperbaiki atau mencegah terjadinya keguguran, pokoknya jangan kerja dulu aja. Dirumah aja duduk sante sambil nonton drama korea. Dokter kandungan juga akan memberikan obat untuk meredakan nyeri perut sehingga wanita hamil lebih nyaman.

Kalo diluar negeri dimana pembiayaan kesehatannya luar biasa maju maka pasien akan dilakukan follow up ketat dengan berbagai macam pemeriksaan seperti USG berulang terutama USG transvaginal, cek hormone beta HCG dan progesterone yang berguna untuk menilai apakah kehamilan ini bakalan berlanjut atau sudah gak berkembang lagi. Tetapi kalo di Indonesia para dokter kandungan menggunakan cara yang lebih baik dan murah yaitu observasi saja dengan membandingkan USG yang lalu dengan yang sekarang dan yang akan datang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kehamilan ini berkembang atau tidak. Murah, praktis, dan nyaman bagi pasien. Pada wanita hamil yang mengalami ancaman keguguran, bila memiliki golongan darah yang langka di Indonesia seperti misalnya rhesus negative maka sebaiknya segera menginformasikan ke dokter kandungan supaya mendapatkan suntik immunoglobulin anti D. kalo di luar negeri ini sih sudah jamak karena kasus wanita hamil dengan rhesus negative sangat banyak terjadi. Saya sendiri baru memperoleh 2 kasus saja karena memang sangat jarang dan nyaris tidak ada. Kebetuan keduanya adalah bule alias orang rusia dan orang amerika.

BERSAMBUNG BAGIAN KE 4

FANPAGE FACEBOOK   :       Dr Cucuk Santoso SpOG

GROUP FACEBOOK       :       ibu hamil kiuttt hello kitty

INSTAGRAM                 :       cucuk.santoso

WEBSITE                    :       cucuk-spog.com

BLOG                           :       cucuk-spog.blogspot.com

ALAMAT PRAKTEK        :       RUKO THE MANSION RESINDA BLOK TA-8 No. 16-17

Senin s/d Sabtu jam 07.00 – 11.00 dan 16.00 – 20.00

Pendaftaran 08122233630

TULISAN 153. EARLY PREGNANCY LOSS (KEGUGURAN BAGIAN 2)

APAKAH KEGUGURAN/ ABORTUS DAPAT MENYEBABKAN INFEKSI KANDUNGAN ?


Jawabannya adalah sangat bisa. Infeksi kandungan akibat keguguran/ abortus sebagian besar berkaitan dengan kejahatan kemanusiaan yaitu upaya pengguguran kandungan tanpa alasan medis (aborsi kriminalis) dan selalu dilakukan oleh orang-orang yang bukan dari kalangan kedokteran. Sehingga seringkali berkaitan dengan cinta gelap, sex bebas, pemerkosaan, perselingkuhan, dll.
Apakah proses terminasi kehamilan (aborsi secara medis) dan atau tindakan kuret keguguran pada wanita yang mengalami keguguran tidak dapat menyebabkan infeksi ? bisa juga. Karena daya tahan tubuh pasien juga berbeda-beda. Tingkat keparahan penyakit sebelum proses aborsi medis dan atau kuret keguguran juga berbeda-beda. Tetapi kasusnya sangat jarang karena:

  1. Dikerjakan dengan alasan medis yang jelas dan berangkat dengan niat baik, bukan niat jahat. Ingat !!! Tuhan tidak suka pada manusia yang jahat ! Jangan melakukan aborsi !
  2. Dilakukan dengan tatakerja yang steril.
  3. Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten dibidangnya yaitu dokter kandungan.
  4. Dilakukan dengan persiapan yang matang dan lengkap.
  5. Disertai dengan pengobatan dan control pasca aborsi atau pasca keguguran dengan baik dan teratur.
  6. Sebagian besar tindakan aborsi medis dilakukan pada umur kehamilan 2 bulan (atau 8 minggu) karena kondisi pasien diketahui sejak awal dan pasien tak menutup-nutupi penyakitnya. Pada wanita dengan penyakit jantung yang berat yang bila hamil akan bikin mati maka dokter akan menyarankan untuk tindakan aborsi medis. Contohnya bila ada eissenmenger syndrome dan hipertensi pulmonal berat maka akan dapat mengancam nyawa ibu hamil secara nyata dengan angka keselamatan nyaris tidak ada.

Pada keguguran/ abortus biasanya komplikasi yang dapat terjadi antara lain perdarahan, sepsis, syok bacterial dan gagal ginjal akut. Infeksi Rahim, infeksi parametrium, peritonitis, endocarditis, dan septicemia juga dapat terjadi. Pada tahapan yang lebih parah bahkan dapat terjadi DIC (disseminated intravascular coagulopathy) yang menyebabkan perdarahan hebat. Infeksi pasca keguguran 60% disebabkan oleh bakteri anaerob misalnya hemofilus influenza, campylobacter, dan streptococcus grup A.


Seringkali saya dapati pasien yang mengalami keguguran tetapi tak mau dikuret dengan alasan takut. Sebetulnya hal tersebut membahayakan diri pasien sendiri karena namanya sisa kehamilan yang sudah mati dan berdiam di dalam Rahim akan dapat menyebabkan terjadinya infeksi Rahim. Dan hal itu akan mengakibatkan pasien sulit hamil. Pada tahapan yang parah banget bahkan dapat menyebabkan kematian akibat infeksi Rahim dan sekitarnya.

Apa sih yang akan dilakukan dokter kandungan kalo mendapati ada pasien yang keguguran yang mengalami infeksi ? tentu saja pasien akan diberikan antibiotika dan kuret supaya sisa kehamilannya bisa keluar sehingga sumber infeksinya keluar dari Rahim.


KAPAN KESUBURAN WANITA AKAN KEMBALI SETELAH KEGUGURAN ?


Bila tak ada komplikasi maka kesuburan wanita akan kembali setelah 2 minggu pasca keguguran. Sehingga bila wanita ingin menunda kehamilan berikutnya pasca keguguran maka sebaiknya segera pakai KB. Bila wanita ingin segera hamil lagi maka saran saya jangan di KB hormon, sementara pakai kondom saja selama 1-2 bulan pasca keguguran kemudian tancap gassss bersama suami. Bilangin suami: papah, mamah sudah siappp !

Bersambung ke bagian 3

FANPAGE FACEBOOK : Dr Cucuk Santoso SpOG
GROUP FACEBOOK : ibu hamil kiuttt hello kitty
INSTAGRAM : cucuk.santoso
WEBSITE : cucuk-spog.com
BLOG : cucuk-spog.blogspot.com
ALAMAT PRAKTEK : RUKO THE MANSION RESINDA BLOK TA-8 No. 16-17
Senin s/d Sabtu jam 07.00 – 11.00 dan 16.00 – 20.00
Pendaftaran 08122233630

TULISAN 147. STRESS PADA WANITA HAMIL DAPAT BERPENGARUH NEGATIF PADA KEHAMILAN DAN JANIN

Stres fisik dan mental pada wanita dapat mengaruhi kondisi kehamilan dan ternyata berpengaruh terhadap pemilihan gender janin (secara alamiah bukan artifisial) bila terjadi kehamilan. Tidak hanya itu, stres fisik pada wanita hamil dapat meningkatkan risiko  kemungkinan terjadinya kelahiran prematur.

Pada penelitian yang dilakukan di Amerika serikat yang melibatkan 187 wanita hamil sehat berusia antara 18 s/d 45 tahun didapatkan bahwa:

  1. Sekitar 17% wanita hamil mengalami tekanan mental, dengan tingkat depresi, kecemasan dan stres yang tinggi.
  2. 16% wanita hamil yang mengalami stres secara fisik ternyata memiliki tekanan darah (tensi) harian yang lebih tinggi dan asupan kalori yang lebih tinggi (makan jauh lebih banyak) daripada wanita hamil lainnya dalam penelitian ini.

Penelitian tersebut juga menengarai bahwa wanita yang sudah mengalami stress fisik dan mental sejak jauh sebelum hamil ternyata bila kemudian terjadi kehamilan maka kemungkinan janinnya bakalan wanita. hmmm… ini sepertinya cocok dah dengan saya. Dulu waktu dokter ayu hamil Alfin kiuttt hello kitty, kondisi saat tinggal di pedesaan di kampung saya Sumatera Barat nyaman-nyaman saja karena gak banyak yang dipikir; mall gak ada (adanya pasar), restoran gak ada (adanya warung), selalu makan enak (nahhh… di desa saya semuanya keluarga saya semua dan you know lah kalo masakan padang itu best of the best bahkan mendunia), tiap hari bisa ngobrol dengan nenek saya, dll…. dannnnn hasilnya ternyata dokter Ayu hamil Alfin kiuttt hello kitty. Tapi ketika dokter Ayu sekolah spesialis mata dimana tingkat kesibukan sangat tinggi, semangat belajar luar biasa, kelelahan fisik luarrr biasaaa, maka ketika hamil ternyata hasil vivi kiuttt hello kitty. Jadi bila wanita pengen hamil anak cowok maka jangan stress, hidup happy-happy saja ngabisin ATM suami, ntar insya Allah anaknya bakalan cowok dahhh. Sedangkan bila sibuk kerja di pabrik, apalagi jadi bagian HRD perusahaan, atau bagian management perusahaan maka bila hamil akan mendapatkan anak cewek.

Penelitian di atas diperkuat oleh penelitian lain yang dilakukan oleh para ahli yang dipimpin oleh Catherine Monk, direktur Kesehatan Mental Wanita di New York-Presbyterian / Pusat Medis Irving Universitas Columbia di Kota New York. Mereka meneliti dampak pergolakan sosial atau kerusuhan yang luar biasa di sekitar kehidupan wanita dimana pada penelitian tersebut mengamati tingkat stress mental para wanita pasca serangan teroris 911 di New York City, Amerika Serikat yaitu pasca serangan tersebut para wanita yang mengalami stres mental dan stres sosial ternyata ketika hamil melahirkan bayi perempuan, sangat sedikit sekali yang melahirkan bayi cowok.

Dokter Catherine Monk mempublikasikan hasil penelitiannya secara online pada tanggal 14 Oktober 2019 di jurnal PNAS, Proceedings of National Academy of Sciences. Adapun hasil penelitiannya sebagai berikut:

  1. Stres pada wanita ini cenderung bersifat dalam dan panjang. Yakin aja dah… kalo wanita sudah ngomel maka sulit di rem… nyerocos aja gak berhenti-henti. Suami ngomong cuman 1 kalimat, bisa jadi panjang urusannya gara-gara isteri cerewet bisa sampai 12 kilometer omelannya.
  2. penelitian telah menunjukkan bahwa pria lebih rentan terhadap lingkungan prenatal yang merugikan (lebih tidak dapat beradaptasi pada lingkungan dengan tingkat stress tinggi).
  3. penelitian mereka menunjukkan bahwa wanita yang sangat stres mungkin lebih kecil untuk melahirkan seorang pria.
  4. Wanita di bawah tekanan fisik juga lebih mungkin melahirkan prematur.
  5. wanita hamil yang mengalami stress bakalan lebih banyak mengalami komplikasi kehamilan.
  6. bayi yang dilahirkan dari wanita hamil yang memiliki tingkat stres mental dan stres fisik yang tinggi maka bayi lebih cenderung memiliki perkembangan sistem saraf pusat yang lebih lambat. Tapi alhamdulillah hal ini tidak terjadi pada vivi kiuttt hello kitty karena vivi kiuttt hello kitty itu luarrrr biasssaaa pinternya dan susah ngejawab setiap pertanyaan ilmiahnya. Logikanya vivi kiuttt hello kitty sudah setara dengan logika anak SD ketika dia masih di Play group. Pinterrr banget dah pokoknya….
  7. dari hasil penelitian pada hewan didapatkan bahwa paparan stres tingkat tinggi dapat meningkatkan kadar hormon stres seperti kortisol di dalam rahim, yang pada gilirannya dapat memengaruhi janin dalam kandungan.
  8. Stres juga dapat memengaruhi sistem kekebalan ibu, yang mengarah pada perubahan yang memengaruhi perkembangan neurologis dan perilaku pada janin.

Jadi masalah kesehatan mental ibu hamil, tidak hanya untuk kepentingan ibu hamil tetapi juga untuk kepentingan anak di masa depannya.