Cairan Ketuban Kurang (Oligohidramnion)

Apakah Cairan Ketuban Itu?

Cairan ketuban adalah cairan yang berada di luar janin dan di dalam rahim. Cairan ini menggenangi janin yang ada di dalamnya. Cairan ini diproduksi dari kencing janin, maupun cairan paru-paru dan saluran nafas.

Volume cairan bertambah terus selama masa kehamilan hingga puncaknya di minggu ke 34 – 36, sekitar 1 liter. Setelah itu mengalami penurunan volume hingga minggu ke 40, yaitu sebesar 800 mili liter, dan berkurang terus seiring bertambah tuanya kehamilan.

Menurut statistik, kejadian cairan ketuban kurang ini kira-kira 8 dari 100 kehamilan.

Fungsi Cairan Ketuban

Fungsi cairan ketuban diantaranya adalah:

  • Melindungi janin dari benturan
  • Menjaga suhu dalam rahim
  • Membantu janin bisa bergerak agar ototnya berkembang
  • Melindungi dari serangan infeksi
  • Mencegak tali pusat terjepit

Penyebab Kurangnya Cairan Ketuban

Penyebab kurangnya cairan ketuban adalah:

  • Kurangnya produksi cairan ketuban
  • Banyaknya cairan ketuban yang hilang
  • Selaput ketuban pecah
  • Kelainan saluran kemih / ginjal janin
  • Kehamilan daluwarsa
  • Kelainan plasenta
  • Hamil kembar
  • Ibunya mengalami preeklampsia
  • Ibunya mengalami diabetes
  • Ibunya mengalami penyakit autoimun semisal lupus

Bilamana Cairan Ketuban Dikatakan Kurang?

Ciri-ciri fisik kurangnya cairan ketuban adalah kecilnya ukuran kandungan dan gerakan janin kurang.

Definisi kurangnya cairan ketuban adalah jika AFI diketahui kurang dari 5. AFI adalah Amniotic Fluid Index, yaitu nilai untuk mengukur cairan ketuban.

AFI didapat dari pemeriksaan dengan USG. Disebut cairan ketuban kurang jika nilai AFI kurang dari 5.

Akibat Jika Cairan Ketuban Kurang

Akibat jika cairan ketuban kurang adalah mungkin terjadi tali pusat terlilit dan mengakibatkan gawat janin, gangguan perkembangan janin, cacat bawaan, keguguran, prematur, janin meninggal, dan komplikasi saat melahirkan, melahirkan jadi lama atau bahkan ‘macet’ karena kontraksi tidak efektif.

Jika kehamilan masih kurang bulan dilakukan perawatan ibu dan janinnya. Jika kehamilan sudah cukup bulan dilakukan pengakhiran kehamilan.

Antisipasinya

  • Kontrol rutin
  • Amati gerakan janin
  • Kontak dokter jika terjadi pendarahan atau rembesan cairan

Mengurangi Stretchmark

Penyebab Stretchmark

Penyebabnya adalah: peregangan kulit yang melebihi batas elastisitasnya, seperti kalau kulit ketarik dengan sangat. Hal ini sering terjadi saat ibu hamil, seolah kulit perutnya melar di luar batas.

Bisa juga terjadi pada kasus obesitas maupun orang gemuk yang jadi kurus dengan cepat.

Bagian yang terkena stretchmark umumnya perut, paha, pantat, atau payudara.

Faktor penyebab lainnya adalah: kulit kekurangan kolagen sebagai pengisi jaringan kulit. Bisa juga terjadi pada remaja pubertas karena belum seimbangnya hormon.

Biasanya kulit yang meregang juga terasa gatal.

Apa Bedanya Dengan Selulit?

Selulit jika dilihat dari teksturnya, permukaannya seperti kulit jeruk. Sedangkan stretchmark seperti guratan-guratan berwarna putih di permukaan kulit.

Mengurangi Stretchmark

  • Minumlah cukup air putih
  • Hindari kafein, kopi, teh
  • Makanlah makanan yang banyak vitamin A, C, E (sayur dan buah)
  • Stretchmark jangan digaruk, bisa-bisa makin parah
  • Lakukan olahraga dan peregangan kulit secara teratur
  • Gunakan lotion khusus yang mengurangi stretchmark. Selalu menjaga kelembaban kulit
  • Bisa juga menggunakan minyak zaitun
  • Bisa dicoba dengan lidah buaya (lulur / masker lidah buaya), karena lidah buaya berkhasiat untuk pengobatan kulit

Memang timbulnya stretchmark pada ibu hamil sulit untuk dihindari 😐, ini adalah proses alami yang wajar, dan hal ini bukanlah sesuatu yang berbahaya. Namun paling tidak kita berusaha untuk menguranginya.

Memilih Rumah Sakit Bersalin

Untuk ibu yang sedang hamil, tentu sudah kepikiran untuk memilih rumah sakit untuk proses persalinannya nanti.

Ibu umumnya akan mendiskusikan masalah ini dengan suaminya terkait dengan beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam pemilihan rumah sakit.

Beberapa hal perlu diperhatikan dalam pemilihan rumah sakit bersalin ini.

Jenis-Jenis Tempat Melahirkan

  • Rumah sakit bersalin. Yaitu rumah sakit yang memiliki fasilitas ruang bersalin dan sekaligus kamar operasi. Jadi bila dalam proses persalinan ibu mengalami kesulitan dan harus dioperasi, maka ibu bisa langsung dioperasi di tempat yang sama, tidak perlu dirujuk (dibawa) ke rumah sakit lain yang menyediakan fasilitas kamar operasi.
  • Rumah bersalin. Yaitu tempat bersalin untuk proses persalinan normal. Jadi bila suatu saat ibu mengalami kesulitan dalam melahirkan dan membutuhkan operasi, ibu dirujuk di rumah sakit lain yang memiliki fasilitas kamar operasi.
  • Rumah sakit umum. Adalah rumah sakit untuk segala penyakit. Bagian kandungan adalah salah satu bagian dari banyak bagian di dalamnya. Rumah sakit ini mempunyai fasilitas kamar operasi.

Tanyakan fasilitas yang diberikan oleh tempat bersalin. Termasuk fasilitas ruang operasi, dokter anak, NICU (Neonatal Intersive Care Unit), incubator, infant warmer dll.

Cek juga apakah perlu melakukan pendaftaran terlebih dahulu sebelum melahirkan.

Faktor Lokasi

Usahakan lokasi tempat bersalin dekat dengan rumah. Ini untuk jaga-jaga jika suatu saat anda sudah ada tanda-tanda akan melahirkan, bisa cepat menuju lokasi melahirkan. Tanyakan ke dokter dimana anda biasanya kontrol, di rumah bersalin mana saja beliau bisa menangani persalinan. Ditangani oleh dokter tempat anda kontrol akan lebih aman, karena mengetahui histori kehamilan anda. Disamping itu dari sisi ibu secara psikologis akan merasa tenang (bahasa jawanya ayem). Rasa psikologis yang baik juga membantu kelancaran proses kelahiran.

Faktor ASI

Tanyakan ke tempat bersalin apakah mengijinkan pemberian ASI kepada bayinya, terutama 24 jam pertama setelah kelahiran atau biasa disingkat IMD (Inisiasi Menyusui Dini) dan ASI eksklusif.

Faktor Biaya

Terakhir adalah faktor biaya. Tanyakan biaya dari paket-paket yang tersedia untuk kelahiran normal maupun caesar. Perhitungkan perkiraan biaya total untuk kelahiran buah hati anda.

Jika segalanya telah dipersiapkan dengan matang, diharapkan semuanya akan berjalan lancar. Ibu dan bayinya lahir dengan selamat dan sehat.

Asam Folat

Asam folat atau folic acid adalah vitamin yang termasuk dalam golongan B kompleks. Asam folat disebut juga vitamin B9.

Untuk ibu yang merencanakan kehamilan dianjurkan untuk mengkonsumsi sebanyak 400 mikrogram vitamin ini setiap hari, sesuai rekomendasi WHO. Begitu pula untuk ibu yang sedang hamil dan menyusui.

Disamping berguna untuk meningkatkan keberhasilan pembuahan, juga berfungsi untuk perkembangan otak janin, mencegah bayi lahir dengan cacat syaraf bawaan anencephaly, spina bifida maupun cacat langit-langit mulut (sumbing).

Sayuran Yang Banyak Mengandung Asam Folat

  • Bayam
  • Kangkung
  • Brokoli
  • Kembang Kol
  • Asparagus
  • Kentang
  • Jagung

Buah-Buahan Yang Banyak Mengandung Asam Folat

  • Alpukat
  • Jeruk
  • Pisang
  • Pepaya
  • Strawberry

Di samping itu makanan di bawah ini juga banyak mengandung asam folat:

  • Roti
  • Sereal
  • Hati dan daging hewan
  • Kacang hijau, kacang tanah, kacang almond, kedelai
  • Makanan-makanan buatan yang difortifikasi (diperkaya) dengan asam folat

Catatan:

Anencephaly adalah keadaan dimana sebagian besar tulang tengkorak dan otak bayi tidak terbentuk dengan sempurna. Sisa jaringan otak, biasanya bagian dari batang otak, hanya terlindung selaput yang tipis.

Spina bifida adalah kondisi yang terjadi ketika janin berkembang di dalam rahim dan tulang belakangnya tidak membentuk dengan benar (cacat tabung syaraf).

Janin Meninggal Dalam Kandungan

Kadang-kadang kita mendengar kasus bayi meninggal saat masih dalam kandungan. Sesungguhnya apa yang terjadi dan bagaimana hal tersebut bisa terjadi. Baik … mari kita bahas di sini.

Penyebab

Kematian janin dalam kandungan secara garis besar bisa disebabkan oleh janinnya itu sendiri maupun dari pihak ibu.

Kasus-kasus yang disebabkan oleh janinnya itu sendiri diantaranya:

  • Masalah tali pusat
  • Masalah placenta
  • Masalah cairan ketuban

Kita jelaskan satu-persatu di sini.

Masalah tali pusat

1. Tali pusat melilit.

Dalam kondisi ini, tali pusat melingkar di tubuh bayi. Kasusnya bisa berat maupun ringan. Jika ringan, ibu masih bisa melahirkan normal. Namun jika berat dan terkunci bayi harus dikeluarkan lewat operasi.

2. Tali pusat terpilin atau tersimpul atau membentuk ikatan.

Dalam kondisi ini, bisa saja disebabkan tali pusat terlalu pendek atau sebab lainnya. Untuk tali pusat tersimpul, yang agak melegakan, kasus ini jarang terjadi. Namun jika terjadi, kejadiannya tidak bisa dideteksi atau tidak bisa diperkirakan sebelumnya, tiba-tiba dan akibatnya mematikan janinnya.

Dalam hitungan tidak sampai 10 menit, plasenta yang tidak bisa menyalurkan oksigen ke janin membuat janin meninggal dalam kandungan.

Masalah placenta

Karena fungsi vital dari plasenta yaitu penyalur makanan dan oksigen dari ibu ke janin, jika terjadi terlepasnya plasenta, maka fatal akibatnya bagi janin, dan mengakibatkan kematiannya.

Masalah cairan ketuban

Bila cairan ketuban kurang juga bisa berbahaya bagi janin.

 

Kasus-kasus yang disebabkan oleh ibunya diantaranya:

  • Ibunya menderita sindrom metabolisme, misal: kencing manis, darah tinggi
  • Ibunya mempunyai penyakit organ dalam yang vital, misal: ginjal, paru-paru, jantung
  • Ibunya terkena infeksi, misal: toksoplasmosis, rubela, herpes simpleks, tuberkulosis. Infeksi ini harus disembuhkan sebelum ibu berencana hamil.
  • Kehamilan daluwarsa

Jelas bahwa penyakit yang disebutkan di atas menyebabkan kerentanan baik di pihak ibu maupun janinnya.

Bagaimana Mengantisipasinya?

Jika umur kehamilan masih muda, gerakan janin kadang timbul tenggelam, dan itu masih dianggap normal.

Namun saat usia kandungan sudah 34 minggu atau lebih, ibu bisa merasakan dengan jelas gerakan janin. Dalam setiap jam, ibu harus memperhatikan (bahasa jawanya niteni) adanya gerakan janin ini.

Jika dalam 3 jam tidak ada gerakan janin sama sekali, ibu sebaiknya kontak dokter. Dokter akan memeriksa kondisi janin dengan alat USG untuk memastikan denyut jantung bayi masih ada.

Biasanya ibu baru datang ke dokter setelah merasa 1-2 hari bayinya tidak bergerak sama sekali. Di samping itu ibu merasa perutnya serasa dingin (bahasa jawanya anyep).

Di usia kandungan yang semakin tua, ibu harus banyak istirahat dan semakin sering kontrol.

Bila ibu bekerja, rencanakan mengambil cuti paling tidak 1 bulan sebelum perkiraan melahirkan. Di beberapa perusahaan, karyawan diharuskan cuti 1 bulan sebelum melahirkan, ini sangat baik dan mendukung kesehatan ibu hamil dan janinnya.

Perawatan Kecantikan Selama Kehamilan

Kecantikan adalah dambaan setiap wanita, tidak terkecuali bagi ibu yang sedang hamil. Merawat diri tetap perlu dilakukan dengan catatan saat ini Anda sedang hamil.

Karena sedang hamil, ada beberapa hal yang musti diperhatikan terkait dengan penggunaan kosmetik maupun perlakuan / treatment kecantikan terhadap tubuh anda.

Rambut

Lakukan perawatan rambut / keramas seperti biasa agar bersih tidak lepek dan bebas ketombe. Untuk masalah pewarna rambut, banyak yang menyarankan selama hamil menghindari pewarna rambut.

Zat kimia pewarna rambut dapat terserap kulit kepala dan masuk pembuluh darah. Sebaiknya dihindari, terutama pada trimester 1, karena masa tersebut terjadi perkembangan organ-organ penting janin.

Belum lagi masalah alergi yang tak terduga.

Wajah

Perubahan hormon sedikit banyak akan mempengaruhi kondisi kulit ibu. Bisa jadi ibu mengalami masalah jerawat atau flek, dan kulit wajah lebih berminyak.

Hindari bahan-bahan kosmetik yang mengandung zat kimia berbahaya, misalnya yang mengandung:

  • Accutane pada krim jerawat
  • Retinoid pada krim wajah
  • Retin-A
  • Renova
  • Retinol

Selama hamil usahakan menggunakan perawatan berbahan alami, seperti masker telur, masker madu, apel dll.

Jika menggunakan kosmetik kimia, pilihlah yang berbahan dasar air, non acne-genic dan non comedo-genic.

Bila anda melakukan facial, ingatlah bahwa kulit anda sedang sensitif, jangan sampai teriritasi. Hindari facial dengan bahan kimia, karena sulit dipastikan apakah bahan kimia yang dipakai berbahaya bagi kehamilan atau tidak.

Kulit Tubuh

Gunakan perawatan yang banyak mengandung antioksidan, vitamin C dan E.

Gunakan pelembab yang ber-SPF untuk aktivitas yang terpapar matahari. Ulangi saat kulit terasa kering.

Stretchmarks

Perubahan perut yang sangat drastis seringkali menimbulkan stretchmarks.

Untuk mengatasinya gunakan sesering mungkin pelembab oles untuk tubuh yang banyak mengandung vitamin E di perut.

Cara ini cukup membantu, walaupun kadang tidak berdaya menghadapi “cepatnya” peregangan kulit perut.

Minyak zaitun bisa dioleskan setelah mandi maupun saat dirasa kulit menjadi kering. Minyak zaitun kaya dengan vitamin E dan tidak mengganggu pertumbuhan janin.

Body Treatment Yang Jangan Dilakukan

Steam, sauna, body wrapping, whirpool, jangan dilakukan karena meningkatkan suhu tubuh secara berlebihan.

Cat Kuku

Hati-hati dengan pemakaian bahan kimia dari cat kuku yang berbahaya.

Terakhir …

Buah-buahan segar dapat dikonsumsi untuk menjaga kebugaran tubuh.

Minumlah yang cukup agar kulit segar dan lembab.

Selalulah berpikir positif dan bergembira selama kehamilan.

Skor Apgar (AS)

Apa Itu AS (Dibaca A-Es)

Untuk mengevaluasi kondisi bayi ketika baru dilahirkan, dokter memakai kriteria AS. AS adalah singkatan dari Apgar Score, sesuai nama dokter yang menemukan metoda ini yaitu Dr. Virginia Apgar.

AS adalah pemeriksaan pertama yang dilakukan terhadap bayi yang baru lahir dan masih berada di ruang persalinan.

Dengan tes ini, secara cepat bisa mengetahui keadaan fisik dari bayi dan mengenali tanda darurat yang membutuhkan tindakan segera.

Kata APGAR sendiri saat ini bisa dijabarkan sebagai

  • Activity (Aktifitas)
  • Pulse (Denyut Jantung)
  • Grimace (Mimik)
  • Appearance (Tampilan)
  • Respiration (Pernapasan)

Masing-masing dari lima kriteria di atas dinilai dengan skor antara 0 sampai 2. Keseluruhan 5 skor di atas kemudian dijumlah sehingga menghasilkan nilai antara 0 hingga 10.

Tabel Kriteria AS

Kriteria Skor 2 Skor 1 Skor 0
Activity (Aktifitas) Aktif, gerakan spontan Lengan dan kaki menekuk dengan sedikit pergerakan Tidak ada gerakan sama sekali
Pulse (Denyut Jantung) Normal, di atas 100 / menit Di bawah 100 / menit Tidak ada
Grimace (Mimik) Menarik diri / meringis / bersin / batuk karena ada rangsangan Perubahan mimik (meringis) ketika hanya dirangsang Tidak ada respon terhadap rangsangan
Appearance (Tampilan) Warna kulit normal, merata di seluruh tubuh Warna kulit normal, kaki dan tangan pucat Warna pucat atau kebiruan di seluruh tubuh
Respiration (Pernapasan) Normal, tanpa usaha berlebihan, menangis kuat Pelan, tidak teratur, menangis lemah seperti merintih Tidak bernafas

Hasil AS

Total Skor Arti Tindakan
7-10 Normal
4-6 Agak rendah Memerlukan tindakan segera, seperti menyedot cairan nafas atau bantuan oksigen
0-3 Sangat rendah Perlu tindakan medis yang lebih intensif

Pada menit pertama setelah lahir, hasil skor 7 atau lebih berarti dikatakan secara umum bayi tersebut sehat.

Lantas bagaimana kalau skor di bawah 7? Hasil tersebut bukan menunjukkan bahwa bayi tersebut tidak sehat maupun tidak normal. Skor rendah menunjukkan bahwa bayi tersebut memerlukan tindakan yang bersifat segera, seperti menyedot cairan dari saluran pernafasan atau bantuan oksigen. Contohnya untuk bayi yang lahir dengan masalah jantung dan paru-paru. Tindakan tersebut dapat memberikan perbaikan kondisi bayi secara umum.

Atau bisa jadi bayi tersebut baik-baik saja, hanya membutuhkan waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan luar. Tidak jarang bayi yang sehatpun memiliki nilai AS agak rendah saat menit pertama lahir.

Pada menit ke 5 setelah lahir, penilaian kembali dilakukan. Jika skor tidak naik menjadi 7 atau lebih, dan dengan mempertimbangkan hal lainnya, dokter akan melanjutkan tindakan medis yang perlu dan melakukan pemantauan intensif.

Dalam situasi tertentu diulang lagi pada menit ke 10, 15 dan 20.

Biasanya (tapi tidak selalu) skor agak rendah ini karena

  • Ibu hamil dengan resiko tinggi
  • Operasi caesar
  • Komplikasi kehamilan
  • Komplikasi proses persalinan
  • Kelahiran prematur

Khusus untuk bayi prematur memang memerlukan pemantauan ekstra dikarenakan paru-paru yang kemungkinan besar belum sempurna.

Perlu diketahui bahwa skor ini bukan dipergunakan untuk menilai kondisi kesehatan bayi maupun kecerdasan bayi.

Hingga kini, skor ini masih digunakan, karena ketepatannya, cara penerapannya sederhana, cepat dan ringkas.

Mau Anak Laki Atau Perempuan?

Untuk pasangan yang menginginkan jenis kelamin bayi tertentu bisa mencoba tips di bawah ini.

Agar terjadi kehamilan diperlukan sebuah pembuahan. Pembuahan terjadi jika ada sel spermatozoa membuahi sel telur. Sel spermatozoa terdiri dari 2 jenis, yaitu Y dan X.

Sifat-sifat yang perlu diketahui dari spermatozoa Y dan X

  • Bila Spermatozoa Y membuahi telur akan menghasilkan anak laki, sedangkan bila Spermatozoa X membuahi telur akan menghasilkan anak perempuan
  • Spermatozoa Y berenang lebih cepat daripada spermatozoa X
  • Umur spermatozoa Y lebih pendek, yaitu 1 hari atau lebih, sedangkan umur spermatozoa X mencapai 3 hari
  • Spermatozoa Y adalah tipe sprinter, cepat tapi gampang mati, Spermatozoa X adalah tipe maraton, lebih lambat tapi tahan lama
  • Spermatozoa Y menyukai suasana basa, tidak tahan suasana asam.Ā Spermatozoa X tahan suasana asam.

.

Faktor
Laki-Laki
Perempuan
Keterangan
Makanan
  • Suami memperbanyak makan makanan yang bersifat asam
  • Istri memperbanyak makan makanan yang bersifat basa
  • Suami memperbanyak makan makanan yang bersifat
    basa
  • Istri memperbanyak makan makanan yang bersifat
    asam
  • Contoh makanan asam: daging, sea food, kacang-kacangan
  • Contoh makanan basa: sayur, buah, putih telur, susu
  • Diet dilakukan paling tidak 1,5 bulan sebelum pembuahan
Kapan harus berhubungan intim Diusahakan tepat pada saat ovulasi Mempersering frekuensi hubungan intim 2-3 hari sebelum ovulasi Saat ovulasi untuk yang bersiklus haid 28 hari adalah: 14 hari sebelum hari pertama haid berikutnya
Persiapan dari istri Membasuh kelamin dengan larutan 2 sendok teh soda yang dilarutkan ke dalam 1 liter air Membasuh kelamin dengan larutan 2 sendok teh cuka yang dilarutkan ke dalam 1 liter air
  • Suasana basa adalah kondisi yang bagus untuk spermatozoa Y
  • Suasana asam adalah kondisi yang melemahkan spermatozoa Y
Posisi berhubungan intim Suami berada di atas Istri berada di atas
Kedalaman penetrasi Melakukan posisi yang memungkinkan penetrasi
lebih dalam
Diusahakan penetrasi tidak terlalu dalam
Stimulasi untuk istri Suami ejakulasi setelah istri orgasme. Jika istri banyak mengeluarkan cairan maka meningkatkan suasana basa yang justru meningkatkan aktivitas spermatozoa Y Suami ejakulasi lebih dahulu, sedangkan
istri jangan terlalu di-stimulasi / orgasme duluan

 

Tentu saja cara di atas bisa diterapkan untuk pasutri yang tidak memiliki masalah dalam hal fertilitas.

Operasi Persalinan / Caesar

Operasi persalinan atau yang umum disebut operasi caesar adalah cara melahirkan dengan melalui pembedahan dan bukannya dari liang peranakan / vagina.

Dalam beberapa kasus, operasi ini adalah hal yang diharuskan atau indikasi. Hal ini dimaksudkan untuk keselamatan ibu dan bayinya. Operasi ini harus dilakukan bila:

  • Bayi berukuran besar, lebih dari 4,5 Kg
  • Bayi kembar lebih dari 2
  • Tali plasenta bermasalah atau melilit
  • Placenta previa, yaitu keadaaan dimana jalan lahir tertutup ari-ari
  • Pinggul ibu terlalu kecil / sempit
  • Ibu mengalami masalah kesehatan, misal hipertensi dan diabetes
  • Pernah operasi caesar kurang dari 2 tahun sebelumnya
  • Kontraksi lemah atau terhenti
  • Dan beberapa sebab lainnya

 

 

Calon ibu tidak perlu merasa cemas, apalagi berlebihan. Tetaplah waspada apabila ditemukan kelainan atau tanda-tanda melahirkan. Segera komunikasikan dengan dokter. Persiapkan perlengkapan yang hendak dibawa ke rumah sakit. Juga siapkan rumah untuk menyambut kedatangan si kecil nantinya. Peran suami siaga sangat penting untuk memberikan support kepada ibu hamil.

KB Menyusui

Beberapa hari yang lalu ada yang bertanya di web ini tentang KB alami setelah melahirkan. Coba kita bahas di sini ya.

Secara kedokteran ini biasa disebut LAM (Lactational Amenorrhea Method) atau di-bahasa Indonesia-kan menjadi metode menyusui tanpa haid.

Yang perlu diingat metoda ini bersifat sementara, jadi kalau ‘efek’-nya hampir habis, si ibu harus segera memilih metode kontrasepsi lainnya.

Syaratnya

Metode ini bisa ‘berjalan’ jika memenuhi syarat, yaitu:

  • Full menyusui (secara penuh), lebih efektif bila diberikan minimal 8 kali sehari
  • Belum haid lagi
  • Umur bayi kurang dari 6 bulan
  • Tidak memberikan makanan atau minuman apapun kepada bayinya, jadi full ASI

Cara Kerjanya

Metode ini bekerja dengan menekan terjadinya ovulasi. Saat menyusui, diproduksilah hormon penghambat produksi hormon estrogen, sehingga mencegah terjadinya ovulasi.

Apakah Efektif?

Sejauh syaratnya dipenuhi, maka efektifitasnya sangat tinggi, yaitu 98%.

Kapan Harus Mulai KB?

Bila ada hal berikut, maka ibu harus mempetimbangkan KB:

  • Umur bayi sudah 6 bulan atau lebih
  • Ibu sudah mendapat haid
  • Bayi sudah mulai diberi makanan / minuman selain ASI
  • Bayi menyusui kurang dari 8 kali sehari

Demikian ibu-ibu untuk menjadi perhatian.