CARA MENGHITUNG USIA KEHAMILAN

Sebenarnya, ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung usia kehamilan. Ibu bisa mwmilih yang paling mudah dan nyaman untuk dilakukan.

  • Hari pertama mentruasi terakhir

Contohnya, bila menstruasi terakhir tanggal I Mei 2010, diperkirakan persalinan akan terjadi pada 8 Februari 2011. Sebagai catatan, untuk bulan yang tidak bisa dikurangi 3, misalnya Januari, Februari, dan Maret, maka bulannya ditambah 9, tapi tahun- nya tetap. Namun sayangnya rumus ini hanya bisa bisa diterap- kan pada perempuan yang memiliki siklus men- struasi teratur, yakni antara 28-30 hari. Sebab perkiraan tanggal persalinan sering kali meleset antara tujuh hari sebelum atau setelah tanggal yang dihitung.

  • Gerakan janin

Perlu untuk diketahui bahwa pada kehamilan pertama gerakan janin mulai terasa setelah ke- hamilan memasuki usia 18-20 minggu. Sedangkan pada kehamilan kedua dan seterusnya, gerakan janin sudah terasa pada usia kehamilan 16-18 minggu.

  • Tinggi puncak Rahim

Biasanya, dokter akan meraba puncak rahim (Fundus uteri) yang menonjol di dinding perut dan penghitungan dimulai dari tulang kemaluan. Jika jarak dari tulang kemaluan sampai puncak rahim sekitar 28 cm, ini berarti usia kehamilan sudah mencapai 28 minggu. Tinggi maksimal puncak rahim adalah 36 cm, ini menunjukkan usia kehamilan sudah mencapai 36 minggu. Perlu diketahui, ukuran maksimal adalah 36 cm dan tidak akan bertambah lagi meskipun usia kehamilan mencapai 40 minggu. Kalaupun tingginya bertambah, kemungkinan yang akan dialami adalah janin yang besar, kembar, atau cairan tubuh yang berlebih.

  • Menggunakan 2 jari tangan

Pengukuran dengan menggunakan 2 jari tangan ini hanya bisa dilakukan jika ibu hamil tidak memiliki berat badan yang berlebih. Caranya; letakkan dua jari di antara tulang kemaluan dan perut. Jika jarak antara tulang kemaluan dan puncak rahim masih di bawah pusar, maka setiap penambahan 2 jari berarti penambahan usia kehamilan sebanyak 2 minggu.

  • Menggunakan ultrasonografi (USG)

Cara ini paling mudah dan paling sering dilakukan oleh dokter. Tingkat akurasinya cukup tinggi, yakni sekitar 95%. Dengan USG maka usia kehamilan dan perkiraan waktu kelahiran si kecil bisa dilihat dengan jelas melalui “gambar” janin yang muncul pada layar monitor.

NGIDAM, PERLUKAH?

Terkadang seorang calon ibu yang tengah hamil muda mempunyai keinginan yang macam macam. Inilah yang disebut dengan fenomena mengidam. Apakah seorang ibu hamil pasti mengalaminya? Dan apakah ini merupakan permintaan si jabang bayi hingga calon ayah harus menuruti semua keinginan aneh istrinya?

Mengidam berasal dari kata “idam” yang artinya keinginan memiliki seuatu. Ternyata mengidam bukan berkaitan dengan keinginan janin. Munculnya fenomena mengidam lebih disebabkan karena perubahan kadar hormon HCG (Human Chrionic Gonadotropin) hormon ini dihasilkan oleh sel sitotrofoblas plasenta dan dikeluarkan melalui ginjal. Produksi hormon ini meningkat pada awal kehamilan.

Pada buku “what to expect when you’re expecting” disebutkan jika seorang ibu hamil mengidam makanan atau minuman tertentu, ternyata merupakan tanda alami bahwa tubuh ibu hamil membutuhkan makanan atau minuman tertentu tersebut (zat yang terkandung dalam makanan itu). Hal inilah yang terkadang dialami ibu hamil yang suka mengendus barang aneh seperti tanah liat, abu, tepung kanji, dan lain-lain. Gejala ini dapat dikategorikan sebagai tubuh kekurangan gizi terutama zat besi. Jika ini terjadi, segeralah berkonsultasi pada dokter.

Namun demikian, ada seorang istri yang memang meminta perhatian lebih Ketika hamil. Sang istri minta macem macem hanya untuk merebut perhatian suami . yang penting suaminya repot, inilah yang sebenarnya diinginkan oleh istrinya. Ini sangat berkaitan dengan kondisi psikologis istri yang tidak dewasa, jika suami memberi perhatian lebih pada istrinya yang sedang hamil, kemungkinan gejala ngidam yang merepotkan tidak akan muncul.

Mengidam memang hal yang sering terjadi pada ibu hamil. Ini dipengaruhi oleh kondisi hormone, kondisi fisik akan kekurangan zat tertentu, atau bahkan sekedar meminta perhatian suami. Melihat rumitnya gejala ini, maka hendaklah sang istri :

  • Selalu berfikir positif bahwa kehamilan merupakan anugerah sesuatu yang alamiah (bukan penyakit). Maka tidak perlu menuntut perhatian yang berlebih dari pihak lain (suami).
  • Mengendalikan emosi untuk menegrem keinginan yang tak bermanfaat atau berusaha mengalihkan keinginan dengan cara menyibukan diri.
  • Jika mengidam makanan, pilihlah yang sehat, bergizi dan tidak berlebihan jumlahnya
  • Empati terhadap kondisi suami. Dalam kondisi istri hamil, suami juga tidak enak enakan saja tapi juga memberi perhatian. Dengan pemahaman ini, istri tidak akan membuat repot suaminya.

LEBIH AKURAT MANA USG ATAU TEST PACK?

Apakah test pack kehamilan cukup akurat?

Penggunaan test pack kehamilan untuk mendeteksi kehamilan di usia dini cukup akurat.

Namun ada beberapa kondisi yang menyababkan test pack urin memberikan hasil tidak akurat atau positif palsu. Jika urin test pack digunakan pada wanita yang berumur mendeteksi masa menopause, tes urin ininkadang memberikan hasil positif palsu. Selain itu, ini bisa terjadi jika cara penyimpanan test pack ini tidak benar.

Jika test pack ini digunakan teralalu dini awal kehamilan, tes akan memeberikan hasil yang negative. Hormone HCG yang dihasilkan janin masih terlalu sedikit  atau bahwa kadar yang bisa dideteksi dengan test pack urin tersebut.

Jangan gunakan wadah yang cukup panas untuk menampung urin yang akan dites, karena hasilnya juga akan bias. Gunakan wadah sesuai suhu rungan.

Pemeriksan kehamilan dengan USG tranvaginal akan mulai terlihat setalah usia kehamilan menginjak minggu keenam.

Apakah pemriksaan USG lebih akurat dalam mendeteksi awal kehamilan dibadingkan dengan urin test pack?

Banyak yang beranggapan pemeriksaan USG akan memberikan hasil yang lebih cepat untuk mendeteksi kehamilan dibanding test pack urin. Anggapan ini tidaklah benar. Penggunaan USG baru bisa digunakan untuk melihat kehamilan mulai minggu ke-6 kehamilan. Sedangkan test-pack urin sudah bisa mendeteksi adanya kehamilan di usia kehamilan baru masuk minggu ke2.

BAGAIMANA KEHAMILAN TERJADI

Ketika seorang perempuan melakukan hubungan seksual dengan laki laki maka bisa jadi perempuan tersebut akan hamil. Kehamilan terjadi Ketika sel sperma yang masuk ke dalam Rahim seorang perempuan membuahi sel telur yang telah matang. Pada saat ovulasi, lapisan lendir di dalam serviks (leher Rahim) menjadi lebih cair, sehingga sperma mudah menembus ke dalam Rahim, sperma bergerak dari vagina menuju tuba falopii yang berbentuk corong dalam waktu 5 menit. Jika perempuan tersebut sedang berada dalam masa subur, maka terjadilah pembuahan.

Pada proses pembuahan, hanya bagian kepala sperma yang menembus sel telur dan bersatu dengan inti sel telur. Bagian ekor yang merupakan alat gerak sperma akan melepaskan diri, sel telur yang telah dibuahi akan mengalami pengerasan bagian luarnya. Ini menyebabkan sel telur hanya dapat dibuahi oleh satu sperma.   

Tanda-Tanda Kehamilan  

Secara konvensional, kehamilan dihitung dalam minggu, dimulai dari hari pertama menstruasi terakhir. Ovulasi biasanya terjadi 2 minggu sesudah menstruasi dan pembuahan biasanya terjadi segera setelah ovulasi, karena itu secara kasar usia embrio adalah 2 minggu sebelum jadwal menstruasi berikutnya. Masa menstruasi berikutnya memang akan sedikit muncul bercak darah yang kemudian dianggap sebagai menstruasi biasa. Namun demikian kalua diamati lebih lanjut, bercak tersebut merupakan satu tanda kehamilan yang disebut dengan Hartman.

Selain tanda tersebut, ada beberapa tanda lain Ketika seorang ibu dinyatakan hamil, yaitu:

  1. Tidak atau mengalami sedikit menstruasi

Sebagian besar istri yang hamil, tidak akan mendapatkan menstruasi setiap bulannya. Hal ini disebabkan sel telur yang telah berhasil dibuahi oleh sperma suami.   

  • Hasil test pack positif

Test pack merupakan tes kehamilan yang paling mudah dilakukan sendiri. Namun demikian, alat ini terkadang cukup menegcoh karena dalam beberapa kasus, tidak akan menunjukan hal positif sebelum kehamilan menginjak usia 5 minggu.

Namun jika ibu hamil diperiksa dengan alat USG, maka akan tampak telah terjadinya pembesaran Rahim yang merupakan salah satu tanda seorang ibu mengalami kehamilan.

  • Kemaluan lebih lembap

Kemaluan istri banyak mengeluarkan cairan sehingga terkesan lembap. Cairan ini seperti keputihan namun tidak berbau. Untuk Sebagian ibu, hamil muda akan disertai dengan keputihan sedikit di celana.

  • Pembengkakan payudara

Tanda yang sering menyertai seorang ibu yang mengalami kehamilan adalah mengerasnya payudara. Payudara terlihat mebesar dan membengkak, sehingga terasa nyeri jika dipegang.

  • Perut terasa kram

Ibu hamil akan merasa kram pada perut bagian bawahnya jika melakukan Gerakan mendadak dan cepat, misalnya mengubah posisi tidur secara mendadak, perut juga akan mengalami kram jika ibu mengangkat bebab agak berat.

Jika dalam kondisi normal, hal ini tidak akan menimbulkan apa apa, tetapi jika dalam kondisi hamil, maka akan mengakibatkan nyeri kram seperti tertusuk, inilah tanda bahwa ada sesuatu yang tumbuh di rahimnya.

  • Frekuensi kencing meningkat

Perkembangan janin akan membuat Rahim semakin membesar. Pembesaran Rahim akan mendesak kandung kemih yang akan mengakibatkan kandung kemih mudah penuh. Kondisi inilah yang menyebabkan ibu hamil sering buang air kecil.

  • Sembelit

Kehamilan muda seringkali ditandai dengan sembelit. Buang air besar yang biasanya dilakukan sekali dalam sehari, maka dalam kondisi hamil akan terjadi perubahan jadwal ke belakang. Cara untuk mengatasi hal ini adalah dengan tetap mengkonsumsi makanan sehat dan seimbang.

  • Kelelahan dan mudah mengantuk

Ibu yang hamil akan cepat merasa Lelah. Kondisi ini terasa lengkap karena ibu juga akan mudah mengantuk. Untuk mengatasi hal ini, usahakan memenuhi kebutuhan akan istirahat setiap harinya. Jika melakukan aktivitas rutin, jangan lupa diselingi dengan sedikit istirahat.

  • Mual muntah dan pusing

Pada ibu yang hamil, ada gangguan berupa mual hingga muntah. Keadaan ini sering dialami ibu pada pagi hari, atau dikenal dengan istilah morning sickness, mual muntah tersebut bisa dikurangi dengan cara memakan beberapa potong biscuit sebelum tidur, tidur dalam keadaan perut benar benar kosong akan memicu rasa mual di pagi harinya.

CEK LABORATORIUM SELAMA KEHAMILAN

Tes darah atau pengambilan sampel darah untuk diperiksa di laboratorium perlu dilakukan secara rutin oleh ibu hamil. Tujuannya untuk mengetahui apakah ibu hamil mengalami penyakit tertentu, seperti infeksi atau kurang darah, serta untuk mendeteksi kelainan pada janin.

Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan termasuk tes darah, potensi masalah selama kehamilan dapat terdeteksi sedini mungkin. Penanganan yang tepat dan cepat pun dapat dilakukan guna mencegah kondisi yang lebih serius. Untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk menjalani tes darah, diskusikan dengan dokter atau bidan saat menjalani pemeriksaan kehamilan rutin.

Jenis-jenis Tes Darah untuk Ibu Hamil

Berikut adalah beberapa jenis tes darah yang diperlukan saat hamil, yaitu:

  • Tes darah lengkap. Tes ini diperlukan untuk mengetahui apakah kadar hemoglobin dalam sel darah merah ibu hamil normal atau terlalu sedikit yang artinya pertanda anemia. Selain itu, tes ini juga dapat dilakukan untuk menghitung jumlah darah putih. Jika mengalami peningkatan sel darah putih, itu artinya ibu hamil mungkin mengalami infeksi.
  • Tes golongan darah, antibodi, dan faktor rhesus. Tes golongan darah dilakukan untuk mengetahui golongan darah (A, B, AB, atau O) dan resus darah ibu hamil (resus negatif atau positif). Jika resusnya berbeda dengan janin, maka ibu hamil akan diberi suntikan imunoglobulin guna mencegah pembentukan antibodi yang dapat menyerang darah janin.
  • Tes gula darah. Pemeriksaan kadar gula darah ibu hamil biasanya dilakukan di trimester kedua kehamilan. Akan tetapi, dokter mungkin akan menyarankan tes gula darah lebih dini pada ibu hamil yang memiliki berat badan berlebih, pernah melahirkan anak dengan berat badan di atas 4,5 kilogram sebelumnya, atau memiliki riwayat diabetes gestasional.
  • Tes imunitas terhadap rubella (campak Jerman) melalui pemeriksaan TORCH. Jika ibu hamil terinfeksi rubella di awal kehamilan, janin dalam kandungan bisa mengalami kecacatan yang serius, keguguran, atau lahir dalam keadaan meninggal (stillbirth). Oleh karena itu, penting untuk melakukan tes ini guna mengetahui apakah ibu hamil sudah memiliki kekebalan terhadap virus ini. Bila belum, ibu hamil dianjurkan untuk menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi rubella.
  • Tes HIV. Infeksi HIV penyebab AIDS pada ibu hamil bisa menular ke janin selama kehamilan, saat melahirkan, atau selama menyusui. Di Indonesia, semua ibu hamil di wilayah dengan angka kasus HIV yang tinggi, atau ibu hamil dengan perilaku berisiko dianjurkan untuk menjalani tes HIV.
    Tidak perlu merasa khawatir atau sungkan melakukan tes ini. Fasilitas kesehatan tempat tes HIV dilakukan akan memberikan pelayanan VCT dan menjamin kerahasiaan status pasien saat menjalani pemeriksaan HIV. Bila ternyata ibu hamil positif HIV, penanganan medis akan dilakukan untuk mengurangi risiko penularan HIV kepada bayi dan mencegah berkembangnya infeksi HIV menjadi lebih berat.
  • Tes sifilis. Semua ibu hamil disarankan untuk menjalani skrining sifilis, terutama bagi yang memiliki perilaku seks berisiko atau tanda gejala penyakit menular seksual. Sifilis yang tidak ditangani dapat menyebabkan cacat berat pada bayi, bahkan pada kasus yang lebih fatal, bayi bisa lahir dalam keadaan meninggal. Bila ibu hamil didiagnosis memiliki sifilis, dokter akan memberikan antibiotik penisilin untuk mengobati penyakit tersebut dan mencegah penularan sifilis pada janin.
  • Tes hepatitis B. Virus hepatitis B dapat menyebabkan penyakit hati yang serius. Hepatitis B dapat menular dari ibu kepada janin selama kehamilan. Akibatnya, bayi memiliki risiko tinggi untuk terinfeksi virus hepatitis jangka panjang dan menderita penyakit hati di kemudian hari.
    Karenanya, ibu hamil perlu menjalani tes darah untuk mendeteksi virus hepatitis B sejak dini, dan mendapatkan pengobatan jika hasil tesnya positif. Saat lahir, bayi dari ibu yang menderita hepatitis B perlu mendapat imunisasi hepatitis B secepatnya (paling lambat 12 jam setelah lahir).
  • Test hepatitis C. Cek hepatitis C (Anti-HCV) adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendiagnosis penyakit hepatitis C. Tepatnya dengan mendeteksi keberadaan virus hepatitis C (HCV/Hepatitis C Virus) dalam tubuh. HCV adalah penyebab utama dari penyakit hepatitis C. Virus ini dapat menyebabkan peradangan pada organ hati. Bahkan, pada beberapa kasus juga bisa memicu penyakit hati kronis, hingga kanker hati. Cek hepatitis C (Anti-HCV) bertujuan untuk mendeteksi keberadaan virus hepatitis C di dalam tubuh. Beberapa alasan mengapa pemeriksaan ini penting untuk dilakukan adalah:
  • Virus hepatitis bisa menyerang tanpa menimbulkan gejala.
  • Melalui pemeriksaan ini, seseorang dapat melindungi atau meminimalkan risiko anggota keluarga tertular virus ini.
  • Diagnosis yang cepat memungkinkan perawatan dilakukan dengan cepat. Ini dapat meningkatkan peluang kesembuhan. 
  • Perawatan hepatitis C yang dilakukan sesegera mungkin juga bisa mencegah komplikasi seperti sirosis dan gagal hati. 

Selain itu, penting untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah setiap kali ibu hamil kontrol ke bidan atau dokter. Kenaikan tekanan darah pada periode akhir kehamilan bisa menjadi pertanda preeklamsia. Jika preeklamsia tidak ditangani, akibatnya bisa berbahaya bagi ibu dan janin.

Agar kesehatannya dan kesehatan janinnya terjaga selama kehamilan, ibu hamil perlu rutin meluangkan waktu untuk melakukan pemeriksaan kandungan secara berkala ke dokter spesialis kandungan.

JADWAL PEMERIKSAAN LABORATORIUM IBU HAMIL BERDASARKAN UMUR KEHAMILAN
0 – 12 MINGGU12-24  MINGGUpanel infeksi24-28 MINGGU28-36 MINGGU
Darah lengkap/ darah rutin Gol darah Gula darah sewaktu/ GDS HbA1c Urine lengkapanti HCV TORCH HbsAg anti HIV anti SyphillisDarah lengkap/ darah rutin Gula darah puasa gula darah 2jam PP HbA1c Urine lengkapDarah lengkap/ darah rutin Gula darah sewaktu HbA1c Urine lengkap
KETERANGAN
Darah Rutin = Hemoglobin, Hematokrit, Eritosit, MCV, MCH, MCHC, Leukosit, Trombosit, Limfosit. TORCH = Toxloplasma IgG – IgM ; Rubella IgG – IgM ; CMV IgG – IgM ; HSV-1  IgG – IgM ; HSV-2 IgG – IgMUrin Lengkap =Mikroskopis : Leukosit, Nitrit, Urobilin, Protein, Darah Samar, Keton, Bilirubin, Glukosa, Makroskopis: Leukosit, Eritosit, Epitel, Bakteri, Ca Oxalat, Triple Phosphat, Amorph Urat, Slinder

Pemeriksaan laboratorium wanita hamil sebaiknya lengkap dan tidak boleh hanya periksa sebagaimana yang sering dilihat di kalangan wanita hamil pada umumnya yaitu:

CONTOH TEST LABORATORIUM IBU HAMIL YANG TIDAK LENGKAPTANDA-TANDA PEMERIKSAAN KEHAMILAN YANG TIDAK BAIK
Hb (hemoglobine)gula darah sewaktu (GDA/ GDS)anti HIVanti syphillisHbsAgprotein urineglukosa urine Tidak pernah test laboratorium.tes laboratorium tidak lengkap.hanya 1x test laboratorium selama kontrol kehamilan.

Jangan lupa untuk meminta test laboratorium pada dokter spesialis kandungan. Jangan lalai dan sembrono dengan kehamilan.

KONDISI DARURAT SAAT HAMIL

Berikut hal hal yang harus diwaspadai oleh para ibu hamil kiutt hello kitty, apabila mengalami :

  • Pendarahan

Pendarahan yang terjadi pada awal kehamilan (trimester I) dapat berakibat gugurnya janin uang dikandung, pendarahan ini bisa disebabkan oleh:

  • Terlalu Lelah dalam bekerja
  • Model pakaian kerja yang terlalu ketat
  • Mengangkat beban yang terlalu berat
  • Berhubungan seks saat hamil

Trimester I merupakan masa masa kritis. Sehingga ibu harus menjaga aktivitasnya.

  • Keluarnya cairan bening dari kemaluan

Cairan bening, tidak berbau yang keluar dari kemaluan adalah air ketuban. Ketuban atau bungkus bayi dalam kandungan tidak boleh pecah sebelum tiba waktunya persalinan. Jika sampai pecah, berarti cairan ketuban akan tumpah keluar liang rahum, dan bayi yang seharusnya terlindungi steril didalamnya terancam bahaya tercemar oleh bibit penyakit dunia luar.

  • Berat badan naik secara berlebihan

Kenaikan berat badan yang normal pada Wanita hamil adalah 1kg/bulan sampai usia kehamilan 20 minggu, kenaikan 2kg/bulan setelah usia kehamilan 20 minggu. Jadi batas toleransi sampai usia 9 bulan adalah kurang lebih 12-14 kg pada posisi ibu saat start hamil Bb nya 45-65 kg. kenaikan berat badan berlebih pada saat hamil perlu diwaspadai apabila disertai dengan kaki bengkak, tekanan darah tinggi, mata berkunag kunang, karena masuk tanda tanda preeklampsia.

  • Berat badan tidak naik

Kenaikan berat badan itu terlihat nyata sejak kehamilan berumur 4 bulan sampai menjelang persalinan. Bila berat badan ibu tidak naik pada akhir bulan keempat atau kurang dari45 kg pada akhir bulan keenam, maka pertumbuhan janin terganggu, dan kehidupan janin pun terancam.

  • Tekanan darah naik secara drastis

Preeklampsia biasanya terjadi pada kehamilan lebih dari 20 minggu dan harus segera ditangani agar tidak meningkat menjadi eclampsia yang tidak saja berbahaya bagi ibu hamil tetapi bagi janin juga, ibu bisa mengalami kejang kejang hingga bisa tidak terselamatkan, jika ibu tidak terselamatkan, janin pun mengalami nasib yang sama.

  • Kaki bengkak

Biasanya pembengkakan terjadi pada tungkai bawah, yang disebabkan penekanan Rahim yang membesar seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Hal ini tampak saat usia kehamilan semakin tua. Bengkak ini akan mengempis jika ibu tidur dalam posisi kaki diganjal bantal. Namun jika pembengkakan juga terjadi pada tangan dan wajah, atau sakit kepala kadang disertai kejang. Ini bisa membahayakan keselamatan ibu dan bayi dalam kandungan.

  • Gerakan janin melemah/hilang

Gerakan janin dapat dirasakan ibu pertama kali pada umur kehamilan 4-5 bulan. Sejak saat itu, Gerakan janin sering dirasakan ibu. Jika Gerakan janin seakan hilang dalam 12 jam, kehidupan bayi mungkin terancam, ibu kiutt hello kitty harus segera mencari pertolongan ke rumah sakit.

PERUBAHAN FISIK YANG TERJADI SAAT HAMIL

Kehamilan dapat membawa banyak perubahan pada ibu. Mulai dari perubahan hormon, hingga fisik. Tidak ada salahnya ketahui lebih banyak mengenai perubahan fisik yang dialami selama ibu menjalani kehamilan. 

1.Payudara

Perubahan yang umumnya terjadi terdapat pada . Ibu hamil akan merasakan payudaranya terasa lebih penuh dan lembut saat hamil. Bahkan, pada bagian puting akan terasa lebih sensitif. Tidak hanya itu, bagian areola juga akan berubah warna menjadi lebih gelap dan membesar di awal kehamilan.

Memasuki kehamilan trimester ketiga atau menjelang persalinan, biasanya payudara mulai menghasilkan kolostrum. Namun, kondisi ini bisa juga dialami setelah persalinan atau di awal kehamilan.

2.Rambut 

Umumnya, saat menjalani kehamilan banyak ibu yang memiliki rambut tebal dan sehat. Hal ini disebabkan peningkatan hormon estrogen dalam tubuh. Bukan hanya pertumbuhan rambut pada kepala saja, bahkan pada beberapa bagian tubuh lainnya juga kerap muncul rambut halus. Misalnya pada bagian kumis, punggung, perut, hingga puting.

3.Kuku

Ibu hamil juga akan mengalami perubahan pada bagian kuku. Kuku akan menjadi lebih kasar dan mudah patah saat menjalani kehamilan. Saat terjadi peningkatan estrogen dalam tubuh, aliran darah menuju bagian jari tangan dan kaki juga meningkat. Inilah yang menyebabkan adanya perubahan pada kuku. Selain teksturnya yang berubah, ibu hamil juga akan mengalami pertumbuhan kuku yang lebih cepat dibandingkan wanita yang tidak hamil.

4.Kulit

menjadi perubahan yang akan dialami oleh sebagian besar ibu hamil. Sebagian besar ibu hamil akan mengalami stretch mark pada beberapa bagian tubuhnya. Terutama pada bagian perut, payudara, hingga paha.

Tidak hanya stretch mark, beberapa wanita juga merasakan perubahan kulit yang lebih bersinar saat menjalani kehamilan. Hal ini terjadi akibat adanya peningkatan sirkulasi darah menuju kulit.

Perubahan pigmen juga kerap menjadi perubahan pada kulit saat menjalani kehamilan. Biasanya, kondisi ini menyebabkan bercak coklat atau kehitaman pada beberapa bagian tubuh akibat peningkatan melanin. 

Peningkatan hormon juga menyebabkan garis pada perut menjadi lebih hitam yang dikenal sebagai linea nigra. Namun, beberapa bulan setelah persalinan, biasanya perubahan pada kulit akan kembali normal.

5.Kenaikan Berat Badan

Tentunya, perut akan semakin membesar seiring bertumbuh dan berkembangnya janin dalam kandungan. Ini menjadi salah satu pemicu kenaikan berat badan yang dialami oleh ibu hamil. 

Selain pertumbuhan bayi dalam kandungan, ada beberapa hal yang memicu kenaikan berat badan ibu hamil. Mulai dari plasenta, air ketuban, payudara, pertambahan volume darah, pertambahan cairan dalam tubuh, hingga cadangan lemak.

Namun, ada beberapa hal yang perlu ibu lakukan agar tidak mengalami kenaikan berat badan yang berlebih. Itulah beberapa perubahan yang umumnya terjadi pada ibu hamil. Jangan lupa untuk selalu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi agar kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan dapat terpenuhi.

JIKA HAMIL, APA YANG HARUS DILAKUKAN ?

Tidak ada yang lebih menakjubkan selain perkembangan bayi anda dari bulan ke bulan. Mengetahui dan memahami perkembangan bayi anda akan menjalani komunikasi dengan bayi anda bahkan sebelum ia lahir.

            Selamat Anda hamil. Sebagai besar wanita bias meraskan jika dirinya sedang ha,il, walaupun baru saja terlambat haidnya. Persaan yang berbeda dalam tumbuh anda merupakan suatu proses fisiologis terhadap adanya kehamilan. Mengenali tanda –tanda dini kehamilan akan membuat diri anda lebih perhatian terhadap calon bayi anda. Perubahan dan adaptasi tumbuh akan mulai anda rasakan. Tentu ke mana anda harus kontrol kehamilan sejak dini, dan pilihan tempat kelak anda akan melahirkan. Tenyakan sejelas-jelasnya mengenai kehamilan saat anda pertama kali berkunjung ke dokter kandungan.

Sudah hamilkah saya ?

           Beberapa wanita biasanya sudah bias merasakan bahwa dirinya sudah hamil walaupun dia baru saja terlambat haid dalam 5 hari smapai 10 hari. Insting yang cukup kuat ini didasarkan karena pengaruh perubahan hormone dalam dirinya, yaitu meningkatkannya hormone progesteron dan hadirnya hormone HCG (Human choronic gonadotropin) yang dihasilkan jaringan anda.

Tanda-tanda mungkin hamil  

          Adalaha tanda-tanda yang biasanya muncul di awal kehamilan. Tanda-tanda ini tidak selalu benar, karena hanya subjektif yang bisa anda rasakan.

Amenorhea atau telat bulan

Siklus haid akan berhanti begiti dalam diri anda terdapat hasil konsepsi. Meskipun adanya kehamilan merupakan alasan utama mengapa haid anda tidak dating, tetapi hal ini bukan tanda yang absolus, karena bebrapa penyakit kronik lain pun bisa menyababkan anda berhenti haid.

Mual dan muntah

          Morning sickness atau mual muntah dipagi hari, walaupun tidak jarang mual muntah bisa timbul setiap saat. Penyebab gejala ini belum diketahui secara pasti, tetapi diduga karena naiknya beberapa hormone kehamilan yang mempengaruhi metabolism di hepar.

Keluhan kencing

            Rasa ingin kencing dan frekuensi kencing akan meningkat. Hal ini disebabkan karena posisi kandungan kencing berada tepat di depan Rahim yang muali membesar. Kandungan kencing akan mulai terdesak oleh Rahim, sehingga yang biasanya pada saat tidak hamil kandungan kencing amda data menampung hamper lebih dari 300 mililiter,mungkin saat ini hanya mapu menampung separuhnya.

Mastodinia

            Rasa kencang dan sakit di payudara anada, kadang terasanya nyari saat tersentuh. Hal ini disebabkan karena aliran pembuluh dinpayudarah yang meningkat dan saluran-saluran payudara membesar.

Rasa pahit di lidah

            Rasa pahit seperti “rasa besi”dan keluarnya air liur yang berlebihan, sering muncul di mulut anda. Kadang anda akan makan akan terasa hambar dan berbeda dengan biasanya.

Bahkan cappuccino kesukaan andapun akan terasa aneh di mulut. Hal ini disebabkan pengaruh hormone kehamilan yang mulai bernajak naik.

Haruskah urin di pagi hari ?

Prinsip cara kerja alat deteksi kehamilan lewat urin, atau biasa kita kenal dengan test pack, adalah mendeteksi adanya homon kehamilan atau HCG dalam air seni anda

Beberapa tect pack memberikan tanda berupa dua strip atau dua garis yang menandakan adanya kandungan HCG dalam urin anada yang berarti anda hamil. Satu strip meanandakan anda tidak hamil.

PENYAKIT YANG MEMPERBERAT KEHAMILAN

Hamil bukanlah suatu penyakit, dalam kondisi hamil, tubuh ibu akan mempersiapkan diri menjadi pabrik generasi sehingga dituntut tubuh ibu dalam kedaan prima. Berikut adalah beberapa penyakit yang akan lebih berat diderita manakala para ibu kiutt hello kitty menjalani kehamilannya :

  1. Anemia

Anemia adalah penyakit kurang darah. Penyakit ini diakibatkan minimnya pasokan zat besi dari makanan ke tubuh, entah dari bahan makanan yang dikonsumsi, entah gangguan pencernaan sehingga zat besi kurang diserap oleh tubuh, atau juga karena zat besi terlalu banyak dikeluarkan oleh tubuh karena pendarahan ( penyakit wasir kronis).

2. Preeklampsia

Adalah suatu kondisi yang bisa dialami oleh setiap Wanita hamil. Ditandai dengan meningkatnya tekanan darah (lebih dari 130/90 mmHg) yang diikuti oleh peningkatan kadar protein dalam urine.

3. Asma

Penyakit ini menyerang saluran pernapasan yang bersifat reversible, pada penderita asma berat, pada masa kehamilan dapat memperberat penyakit asmanya sendiri. Ibu akan mengalami sesak nafas yang berakibat pasokan oksigen berkurang, dan akan membawa resiko berbagai gangguan pada janin seperti terhambatnya pertumbuhan, lahir kurang bulan, bayi lahir dengan berat badan rendah, juga mengalami preeklampsia.

4. Maag

Karena ibu hamil seringkali mual, akibatnya ibu hamil jadi malas makan yang justru akan meningkatkan produksi asam lambung. Atau biasa disebut dengan maag atau gastristis.

5. TBC

Penyakit ini merupakan jenis penyakit menular yang disebabkan kuman mycobacterium tuberkulosa, yang ditularkan melalui udara dari penderita saat batuk atau bersin,ibu hamil yang menderita TbC tetap harus diberikan terapi dengan obat TBC dengan dosis rendah, menurut WHO hamper semua obat anti tuberculosis aman untuk kehamilan, kecuali streptomisin.

6. Infeksi Saluran Kencing (ISK)

Kejadian ISK makin sering terjadi pada masa kehamilan, perubahan mekanis dan hormonal yang terjadi pada kehamilan meningkatkan risiko keadaan yang membuat urine tertahan di saluran kencing. Juga adanya peningkatan hormone progesterone pada kehamilan akan menambah besar dan berat Rahim serta mengakibatkan pengenduran pada otot polos saluran kencing. Biasanya proses ISK tanpa gejala dan tanda yang spesifik, namun apabila kandung kemih telah terinfeksi maka mulai timbul gejala seperti nyeri dibawah perut dan susah kencing atau keluarnya hanya sedikit.

7. Diabetes

Diabetes melitus adalah suatu keadaan dimana kadar gula dalam darah tinggi (hiperglikemia) yang sifatnya kronik disertai berbagai kelainan metabolic akibat gangguan hormonal. Diabetes pada kehamilan sering dikenal dengan Diabetes Melitus Gestasional (DMG) adalah intoleransi glukosa yang terjadi atau diketahui pertama kali pada saat hamil, kadar gula darah yang melebihi batas normal dapat menyebabkan bayi meenjadi besar, gangguan pertumbuhan, kematian janin akibat adanya keadaan yang disebut ketoasidosis akibat pemecahan lemak.

8. Hepatitis

Merupakan suatu istilah umum untuk terjadinya peradangan pada sel sel hati. Hepatitis virus terjadi bila virus masuk ke dalam tubuh dan merusak sel sel hati, cara masuk virus kedalam tubuh yang paling umum melalui makanan dan minuman, transfusi darah, atau hubungan sexual.

Bila hepatitis terjadi pada trimester I atau permulaan trimester II maka geja gejalanya akan sama dengan gejala hepatitis virus pada Wanita tidak hamil, dan hepatitis virus yang terjadi pada trimester III akan menimbulkan gejala yang lebih berat dan penderita umumnya menunjukan gejala gejala terminal. Virus hepatitis ini dapat ditularkan kepada janin.

KEPUTIHAN PADA IBU HAMIL

Keputihan pada ibu hamil dikatakan normal/fisiologis jika cairan yang keluar bertekstur encer, berwarna bening atau putih gatal. Cairan ini meningkat biasanya dengan bertambahnya usia kehamilan. Kondisi ini akan hilang dengan sendirinya begitu si kecil lahir. Jadi, ibu ibu kiutt hello kitty tidak perlu khawatir ya…

Namun kepurihan dikatakan tidak normal bila cairan keputihan berubah warna menjadi kuning kehijauan, putih bergumpal, berbau dan menimbulkan rasa gatal. Penyebab keputihan yang terbanyak adalah dari infeksi jamur (kandidiasis) 52.8%, sisanya adalah infeksi vaginosis 39%, trikomoniasis, 3.7% dan gonorroe 1.2%.

Cara mengatasi keputihan :

  • Selalu menjaga kebersihan daerah kemaluan dengan baik
  • Bersihkan dan keringkan selalu kemaluan setiap habis buang air kecil dan besar
  • Arah basuh dilakukan dari arah depan ke belakang. Sebab hal ini efektif untuk menanggulangi infeksi dari mikroorganisme yang berasal dari dubur
  • Bila celana basah dan lembap (karena Wanita hamil menjadi sering buang air kecil) maka gantilah dengan celana yang bersih dan kering.
  • Pakailah celana dalam yang terbuat dari katun sehingga mudah menyerap keringat
  • Tidak disarankan menggunakan pembersih vagina yang bersifat antiseptic, bersihkan vagina dengan air mengalir yang bersih tanpa perlu memasukan cairan pembersih vagina ke vagina
  • Bila menemukan keputihan yang berbau, berwarna, dan gatal serat putih menggumpal, konsultasikan segera ke dokter terdekat atau dokter spesialis kandungan sehingga dokter dapat menilai adanya kemungkinan infeksi dan dapat ditangani sedini mumgkin
  • Khusus untuk keputihan akibat infeksi, maka pasangan seksual penderita pun harus diperiksa dan diobati, hal ini agar tidak terjadi fenomena pingpong yaitu penularan timbal balik suami istri. Dan diharapkan selama keputihan berlangsung untuk tidak melakukan hubungan intim sementara waktu.

Bahaya keputihan abnormal akibat infeksi selama kehamilan:

  • Infeksi chlamydia dapat menyebabkan terjadinya keguguran, pecah selaput ketuban dini/sebelum waktunya (persalinan pre-matur). Infeksi ini bisa berakhir pada kematian pada ibu dan anak bila tidak ditangani dengan benar dan segera.
  • Infeksi virus herpes simplex dapat menyebabkan radang pada otak bayi (ensepalitis)
  • Infeksi jamur candida dapat meningkatkan resiko terjadinya ayan (epilepsi) infeksi virus HPV dapat menyebabkan terjadinya papiloma laring pada bayi yang menyebabkan gangguan pencernaan bayi hingga kematian.
  • Infeksi bakteri neisserea gonorrhoeae dapat menyebabkan infeksi pada mata bayi hingga terjadi kebutaan.