TULISAN 17. HUBUNGAN SEX PASCA MELAHIRKAN

Seks setelah menjalani persalinan mungkin menjadi hal terakhir yang akan terlintas di dalam pikiran ibu-ibu, tetapi mungkin menjadi bahan pikiran galau di kepala para suami. Tulisan ini bertujuan agar pasangan suami istri dapat memahami apa yang diharapkan dan bagaimana memperbarui keintiman dengan pasangan anda.

Setiap pasangan suami isteri mesti udah kebelet banget untuk melakukan hubungan seks setelah isterinya mengalami persalinan. Jujur saja… gak perlu malu… manusiawi kok. Namun, pada awal-awal mencoba kembali hubungan sex setelah melahirkan maka pertama-tama isteri akan merasa pegal dan tak nyaman pada organ vaginanya. Perasaan tersebut dapat timbul walopun isteri dalam suasana hati pengen sex… pengen melayani suami… pengen memuaskan suami. Mungkin dalam hati suami bertanya-tanya… Setelah bayi lahir, kapan saya bisa berhubungan seks dengan isteri ? Ayo jujur…. beneran gak ??? gak usah malu-malu macan deh…

Baik wanita melahirkan melalui vagina atau operasi caesar, tubuh wanita  akan membutuhkan waktu untuk pulih kembali. Sebaiknya pasangan suami isteri mempertimbangkan untuk menunggu untuk berhubungan seks sebelum bertanya dulu ke dokter kandungan. Biasanya dokter kandungan akan memberikan lampu hijau setelah 6 – 8 minggu setelah wanita melahirkan. Kenapa demikian ? karena hal ini bermaksud untuk memberikan kesempatan pada rahim untuk menutup leher rahim, perdarahan nifas untuk berhenti, dan menunggu penyembuhan sempurna akibat robekan jalan lahir vagina. Yang penting adalah wanita paling tahu kapan dia akan siap untuk hubungan sex kembali dengan suami. Beberapa wanita merasa siap untuk melanjutkan seks dalam beberapa minggu setelah melahirkan, sementara yang lain membutuhkan beberapa bulan – atau bahkan lebih lama. Faktor-faktor seperti kelelahan, stres, dan rasa takut akan rasa sakit dapat mempengaruhi nafsu seksual wanita.

SAKIT GAK SIH HUBUNGAN SEX PASCA MELAHIRKAN ?

Perubahan hormonal selama kehamilan bisa membuat vagina wanita kering dan sensitif, bahkan tetap terjadi demikian jika wanita sedang menyusui. Kebanyakan wanita mungkin akan mengalami rasa sakit saat berhubungan seks terutama jika masih dalam proses menyembuhkan luka akibat episiotomi (irisan pintu vagina untuk menolong bayi agar mudah lahir) atau robekan perineum, hal ini terutama pada kasus robekan vagina yang luas.

Untuk membantu meringankan ketidaknyamanan selama berhubungan seks, sedapat mungkin pasangan suami isteri melakukan sex dengan tenang dan jangan keburu-buru. Mulailah dengan berpelukan, berciuman, atau saling pijat pada bagian sensitif dan bagian-bagian lain yang dapat menimbulkan perasaan nyaman dan relax pada pasangan. Secara bertahap perlahan tapi pasti akan makin meningkat intensitas rangsangan. Jika kekeringan vagina adalah masalah yang sedang dihadapi oleh wanita maka boleh-boleh saja untuk menggunakan krim atau gel pelumas… beli aja di apotek.

Cobalah posisi yang berbeda untuk mengurangi tekanan pada area yang sakit dan suami mesti mengontrol penetrasi dengan hati-hati agar isteri tidak nyeri dan tidak terjadi ketegangan pada otot-otot vagina. Bila hubungan sex dengan cara vagina terasa nyeri dan tak nyaman maka isteri dapat melakukan rangsangan pada suami melalui metode lain misalnya rangsangan oral atau jepitan-jepitan selain pada vagina, sampai penyembuhan luka vagina tuntas. Pasangan suami isteri mesti memberi tahu pasangan apa yang terasa menyenangkan dan apa yang tidak. Jangan paksa isteri jika terasa nyeri.

Setelah melahirkan, penurunan tonus otot di vagina dapat mengurangi gesekan yang menyenangkan saat berhubungan seks yang tentunya  dapat mempengaruhi gairah. Ini biasanya bersifat sementara. Ya jelas donk… tadinya masih sempit lalu jadi melebar akibat dilewati oleh kepala bayi. Wanita pasca melahirkan dapat mencoba untuk melakukan senam kegel untuk mengencangkan kembali otot-otot vagina. Caranya senam kegel adalah kencangkan otot-otot panggul anda seolah-olah anda menghentikan aliran urin (pipis) Anda. Berusahalah untuk menjaga otot-otot berkontraksi selama 10 detik setiap kali, bersantai/ relax selama 10 detik di antara dua kontraksi. Setelah Anda menguasainya, lakukan setidaknya tiga set dalam sehari, 1 set terdiri dari 10 latihan Kegel.

Bagaimana jika wanita merasa terlalu lelah untuk berhubungan seks? Perlu dipahami oleh para suami bahwa merawat bayi yang baru lahir itu sangat melelahkan. Jika isteri terlalu lelah untuk melakukan hubungan seks pada waktu tidur malam maka bukan berarti kehidupan seks suami isteri harus berakhir. Pertimbangkan untuk bercinta di pagi hari, ketika bayi anda sedang tidur siang, atau lakukan hubungan sex ketika bayi anda sedang diasuh oleh keluarga yang lain misalnya mertua, saudara, dll.

Bagaimana jika wanita tidak tertarik dengan seks? Tidak apa-apa. Ada lebih banyak hubungan intim daripada seks, terutama ketika pasangan suami isteri menyesuaikan diri dengan kehidupan hadirnya bayi baru ditengah-tengah mereka. Jika wanita merasa tidak seksi lagi, merasa tidak menarik lagi atau takut seks akan terasa sakit, sampaikan kekhawatiran anda pada suami dengan jujur dan tatapan mesra penuh cinta.

Sampai kapan tidak siap untuk hubungan sex ? Sampai wanita siap berhubungan seks, tetapi tetaplah pertahankan keintiman dengan cara lain. Habiskan waktu bersama (berduaan dengan suami/ pacaran lagi dengan suami) tanpa bayi, meskipun hanya beberapa menit di pagi hari dan setelah bayi tidur di malam hari. lakukan panggilan telepon singkat ke suami yang sedang bekerja atau kirim SMS sesering mungkin  sepanjang hari. Carilah cara lain untuk mengungkapkan kasih sayang. Hidupkan kembali percikan yang membawa anda bersama di tempat pertama kali bertemu saat pacaran dulu.

Jika wanita yang telah berkomunikasi dengan terbuka dan baik-baik dengan suami ternyata tetap tidak membantu kehidupan sex anda maka perlu diwaspadai adanya tanda dan gejala depresi pasca melahirkan (postpartum blues) seperti mudah tersinggung dan mudah marah yang menyebalkan karena kadang-kadang tanpa sebab yang jelas, kelelahan yang luar biasa, kurangnya sukacita dalam hidup, dan kesulitan mengikat hubungan batin antara ibu dengan bayinya. Jika wanita  berpikir bahwa sedang mengalami depresi pasca melahirkan, maka sebaiknya segera ke dokter kandungan atau dokter ahli jiwa/ psikiater. Pengobatan masalah depresi pasca melahirkan yang cepat diharapkan dapat mempercepat pemulihan pula.

Apa yang bisa dilakukan oleh wanita untuk meningkatkan dorongan seksual pasca melahirkan ? perlu dipahami bahwa sebagian besar masalah seksual yang terkait dengan kehamilan atau persalinan akan hilang dalam waktu satu tahun. Dalam masa-masa itu sebaiknya pasangan suami isteri berkonsentrasi untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental isterinya. Sebagai contoh:

  1. Jaga hubungan dan komunikasi dengan kedua orang tua dan mertua.
  2. Makan makanan yang sehat, termasuk minum banyak cairan.
  3. Jangan malas-malasan… sibukkan diri dalam rutinitas harian Anda.
  4. Bila ada waktu maka segera manfaatkan waktu untuk Istirahat sebanyak mungkin.
  5. Mintalah pasangan Anda, orang-orang terkasih dan teman-teman untuk bantuan.
  6. Buat komunitas ibu menyusui, ibu pasca melahirkan, buatlah grup WA, dll.

TULISAN 20. BAYIKU LAHIR DENGAN INDUKSI PERSALINAN

Induksi persalinan adalah penggunaan obat-obatan atau berbagai metode lain untuk menimbulkan/ memulai suatu persalinan. Persalinan dilakukan induksi/ rangsangan dengan tujuan untuk merangsang kontraksi rahim dalam usaha melahirkan melalui jalan normal yaitu vagina. Induksi persalinan mungkin dianjurkan jika kesehatan ibu atau janin dinilai berisiko.

Dalam situasi yang sangat khusus, persalinan dapat diinduksi untuk alasan non medis, seperti tinggal jauh dari rumah sakit dan hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat resiko fatal bagi janin dalam kandungan bila kehamilan berlanjut. Hal ini tentunya dengan berbagai pertimbangan yang menilai untung ruginya untuk melakukan induksi persalinan. Ini disebut induksi elektif. Induksi elektif dilakukan bila umur kehamilan memasuki kategori hamil tua yaitu antara 37 – 41 minggu 6 hari. Tetapi mesti diingat bahwa tidak melulu harus hamil tua karena kondisi medis lebih diutamakan daripada umur kehamilan. Itulah sebabnya dokter kandungan itu cara berpikirnya lebih rumit daripada dokter lain karena semua faktor dipikirkan, tidak hanya medis tetapi juga faktor lingkungan, transportasi, biaya, dan lain-lain. Contoh: saya sering diketawain pasien kalo bertanya sudah berapa kali menikah, sudah punya pacar atau belum, sudah pernah hubungan sex atau belum, suka minum obat pelangsing atau belum, dulu cerai apa sebabnya, dan lain-lain. Hal itu sangat berpengaruh pada keputusan pengobatan dan terapi yang akan diberikan oleh seorang dokter kandungan.

Bingung gak ? gini deh… agak menyimpang dikit dari topik juga gak apa-apa… datang seorang nona, belum menikah, mengalami keputihan. Dokter kandungan kadang-kadang bertanya apakah sudah punya pacar… bila sudah maka akan dilanjutkan apakah sudah pernah hubungan sex… bila sudah maka akan ditanya lagi kapan terakhir hubungan sex… dan masih banyak lagi… ini semua untuk mengumpulkan data sebanyak-banyaknya kenapa kok nona tersebut sampai mengalami keputihan. Paham gak ? gak paham juga ??? O M G… makanya minum susu biar paham…

Tubuh wanita hamil dalam upayanya untuk mempersiapkan persalinan dan persalinan, maka leher rahim (serviks) mulai melunak (matang), menipis, dan terbuka. Perubahan ini biasanya terjadi dimulai sedikit-sedikit sejak beberapa minggu sebelum persalinan dimulai. Dokter spesialis kandungan sering menggunakan skor Bishop untuk menilai kesiapan leher rahim (serviks) untuk persalinan. Dengan sistem penilaian menggunakan skor Bishop maka total nilai mulai 0 – 13 diberikan untuk menilai kondisi leher rahim (serviks). Nilai total skor Bishop kurang dari 6 berarti leher rahim (serviks) wanita hamil mungkin tidak siap untuk melahirkan. Artinya bila dilakukan induksi persalinan maka kemungkinan akan terjadi kegagalan pembukaan mulut rahim.

Cara induksi yang paling sering dilakukan oleh dokter spesialis kandungan adalah dengan cara pemberian hormon yang dikenal dengan oksitosin. Oksitosin adalah hormon yang menyebabkan kontraksi rahim. Ini bisa digunakan untuk memulai persalinan atau untuk mempercepat persalinan yang sedang berlangsung. Kontraksi rahim biasanya dimulai sekitar 30 menit setelah oksitosin diberikan melalui cairan infus yang diberikan secara tetesan pelan.

Dengan berbagai metode induksi persalinan maka bisa saja rahim mengalami kontraksi yang terlalu sering istilahnya overstimulasi/ rangsangan berlebihan. Terlalu banyak kontraksi dapat menyebabkan perubahan pada denyut jantung janin, masalah tali pusat, dan gangguan aliran oksigen, dan masalah lainnya… ingat lo… bukan obatnya yang menimbulkan masalah tersebut tetapi kontraksi rahimlah yang menimbulkan masalah tersebut. Resiko lain induksi persalinan meliputi hal-hal berikut:
1. Infeksi baik pada wanita hamil dan atau janin dalam kandungan.
2. Robekan rahim.
3. Bila induksi mengalami kegagalan membuka pintu rahim maka persalinan mesti dilakukan dengan cara operasi sesar.
4. Kematian janin dalam rahim.
Masalah medis yang telah ada sebelum kehamilan atau terjadi selama kehamilan dapat berkontribusi pada komplikasi di atas. Kok bisa sih induksi persalinan mengalami kegagalan ? ya seperti telah dijelaskan di atas bahwa bila skor Bishopnya jelek maka kemungkinan upaya pembukaan mulut rahim akan gagal sehingga tidak mungkin lahir secara normal.

Upaya induksi yang gagal mungkin berarti wanita hamil perlu mencoba induksi lain bila kondisi memungkinkan atau menjalani persalinan dengan jalan operasi sesar. Kemungkinan persalinan sesar sangat meningkat untuk ibu pertama yang pertama kali menjalani induksi persalinan, terutama jika leher rahim (serviks) belum siap melahirkan (skor Bishopnya kurang dari 6).

TULISAN 27. TIDUR SIANG PASCA MELAHIRKAN

Pasien:

Dokter cucuk kiuttt hello kitty… saya lelah dok… saya diawasin oleh neneknya sang bayi… saya gak boleh tidur siang… padahal bayi saya kalo siang tidur lelap, dan kalo malam bangun ngajakin main-main.

Dokter cucuk:

looo… ya tidur saja… emangnya napa sih kok gak boleh ?

Pasien:

ntar darah putih saya naik ke kepala dan ke mata sehingga saya ntar sakit katarak.

Dokter cucuk:

ibu gak takut sama mertua ?” galak gak bu ?

Pasien:

ya takutlah dok… tapi tadi saya udah sempat bobok bentar di ruang tunggu… nungguin dokter lama banget… tapi saya bisa mengerti kok dok… kan dokter bilang bahwa selalu mengutamakan ibu yang melahirkan terlebih dahulu… (so sweeeeeetttt bangetssss sihhh)

Dokter cucuk:

iya… mohon maaf… tadi saya ada 2 ibu melahirkan dan 1 ibu keguguran yang juga sedang perdarahan banyak sehingga mesti saya tolongin dulu. Tapi ibu beruntung kan ? kan sudah sempat bobok barusan sambil nungguin dokter balik ke poli lagi.

Pasien:

iya sih dok… lega rasanya… tapi masih kurang lama boboknya.

 

Di sebagian kalangan masyarakat Indonesia berkembang larangan bagi ibu yang baru saja melahirkan untuk tidur siang. Tidur siang pada wanita nifas diyakini dapat menyebabkan darah putih akan naik ke mata sehingga menyebabkan penyakit mata minus, katarak, wajah sayu, dan wajah pun terlihat tua tidak menarik lagi.

Tidur siang sangat dianjurkan pada ibu yang baru saja melahirkan karena ibu harus cukup istirahat demi pemulihan stamina dan menunjang kesehatan diri sendiri dan bayi. Tidur siang dapat mengembalikan energi yang terkuras, baik karena proses persalinan atau aktivitas malam untuk menyusui dan mengganti popok bayi karena sudah menjadi rahasia umum bahwa suami lebih suka untuk bobok lelap daripada ngebantuin isterinya bangun mengasuh bayi ditengah malam.

Terdapat pula beberapa manfaat lain dari tidur siang bagi ibu nifas, antara lain:

  1. Memberikan kesempatan bagi tubuh untuk meregenerasi sel-sel tubuh yang rusak menjadi sel tubuh yang baru.
  2. Ketika beristirahat tidur siang, metabolisme tubuh membuat nutrisi dan oksigen yang berguna sebagai sumber energi berganti fungsi sementara waktu untuk menyembuhkan kondisi ibu pasca melahirkan.
  3. Meningkatkan sistem imunitas tubuh sehingga dapat lebih kebal dari serangan penyakit.
  4. Mengistirahatkan tubuh dari kelelahan fisik dan mental.
  5. Mencegah timbulnya depresi atau postpartum blues (stress dan tidak mampu merawat bayi).
  6. Pasca melahirkan ibu akan bertanggung jawab untuk merawat bayinya 24 jam dimana hal tersebut tentunya membutuhkan tenaga lebih. Mengasuh bayi akan memakan banyak tenaga sehingga istirahat sangatlah penting untuk mengembalikan tenaga dan mencegah penurunan kualitas air susu (ASI) yang diberikan oleh ibu untuk sang bayi.

Tapi… kalo tidur ya jangan sampe seperti kebo… tidurnya lama alias malas-malasan. Hal ini disebabkan karena tidur yang terus-menerus dapat menyebabkan proses pemulihan kesehatan ibu nifas menjadi lebih lambat. Belum lagi resiko tersumbatnya pembuluh darah atau dikenal dengan istilah trombo-emboli. Bila ibu beranjak bangun atau berdiri mendadak, sumbatan tersebut dapat lepas dari perlekatannya di dinding pembuluh darah. Kondisi ini dapat berakibat fatal. Bila sumbatan tersebut masuk ke dalam pembuluh darah lalu ikut aliran darah ke jantung, otak, dan organ-organ penting lain maka akan memunculkan stroke.

Terdapat suatu gejala pada ibu pasca melahirkan yang mengalami depresi pasca melahirkan dikenal dengan sindrom baby blues (postpartum blues) yaitu sebuah keadaan dimana sang ibu justru merasa sedih, khawatir dan tidak bahagia setelah melahirkan. Nah… Gangguan tidur atau larangan tidur pada wanita nifas jika berlangsung terus-menerus maka ibu akan kemungkinan terkena depresi postpartum (postpartum blues). Tidak hanya itu, gangguan tidur pada wanita nifas akan menyebabkan penurunan produksi ASI dan kurangnya kualitas ASI.

Menurut Asosiasi Dokter Psikiatri Amerika Serikat (persatuan dokter ahli jiwa), depresi postpartum dapat terjadi beberapa minggu setelah melahirkan atau bahkan sebelumnya (ketika hamil). Gejala dari terjadinya depresi postpartum adalah sebagai berikut:

  1. rasa sedih dan hampa yang berlebihan.
  2. menangis sepanjang hari.
  3. tidak tertarik untuk beraktivitas.
  4. kehilangan nafsu makan.
  5. nampak lelah lesu karena kurang istirahat.
  6. tidak bisa konsentrasi.
  7. merasa tidak berguna.

 

Apa saja penyebab postpartum blues/ depresi pasca melahirkan ? Depresi postpartum disebabkan karena faktor lingkungan, emosi, keturunan dan juga faktor hormonal. Depresi postpartum juga dapat terjadi karena mengalami depresi atau rasa cemas yang berlebihan ketika selama hamil. Rasa lelah setelah melahirkan dan kurang tidur dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya depresi postpartum.

Salah satu upaya untuk mengatasi depresi postpartum dapat dilakukan dengan cara tidur siang dan istirahat yang cukup setelah melahirkan. Tidur membantu mengurangi rasa lelah dan juga mengembalikan segala mood yang sudah hilang. Seperti pada umumnya sesudah menangis lalu tertidur maka akan menjadi lega. Setelah tidur siang dan istirahat yang cukup maka ibu pasca melahirkan akan lebih merasa tenang sehingga terhindar dari depresi postpartum.

 

Sumber bacaan:

  1. http://www.postpartum.progress.com/dealing-postpartum-sleep-deprivation
  2. https://bolehkah.com/1455/bolehkah-tidur-siang-setelah-melahirkan.html
  3. Dørheim SK; Bondevik GT; Eberhard-Gran M; Bjorvatn B. Sleep and depression in postpartum women: a population-based study. SLEEP 2009;32(7):847-855.

TULISAN 30. BAYI LAHIR PANTAT DULUAN

Assalamu’alaikum ibu-ibu kiuttters… kali ini dokter cucuk kiuttt hello kitty ingin menyampaikan artikel bagus dari seorang dokter kandungan terkenal di kota surabaya. Kebetulan sudah dapat ide dan akhirnya menemukan tulisan ini. Daripada pusing-pusing ngetik lagi maka dengan sedikit modifikasi maka tulisan ini saya sampaikan ulang. Selamat membaca. Jangan lupa isi quota dan beli paket internet.

Persalinan normal terjadi dengan keluarnya kepala terlebih dahulu diikuti seluruh badan. Sebagian besar bayi beberapa minggu sebelum persalinan akan menempati posisi bersalin, dengan kepala bergerak mendekati jalan lahir. Jika proses ini gagal, maka pantat/kaki bayi akan lebih dekat dengan jalan lahir, untuk dilahirkan terlebih dahulu. Ini disebut letak sungsang, dimana kepala terletak di atas, dan pantat bayi di dekat jalan lahir. Ini terjadi pada 3-4% persalinan.

Persentase letak sungsang akan semakin menurun dengan meningkatnya usia kehamilan. Misal usia kehamilan < 28 minggu presentase letak sungsang 22%, menurun menjadi 1-3% saat aterm (9 bulan). Sehingga jika didapatkan letak sungsang sebelum 9 bulan itu masih normal, diharapkan mendekati persalinan bayi akan merubah posisinya menjadi letak kepala.

 

Apa penyebab terjadinya letak sungsang? penyebab pastinya belum jelas, namun ada beberapa faktor predisposisi yang meningkatkan risiko terjadinya letak sungsang. Beberapa faktor risiko itu meliputi:

  1. Kehamilan multipel (kembar, triplet, dan seterunya)
  2. Jika ada riwayat persalinan prematur
  3. Jika jumlah air ketuban terlalu sedikit atau terlalu banyak
  4. Jika ada kelainan bentuk rahim, misal ada tumor jinak (myoma)
  5. Ada kelainan letak placenta/ari-ari (placenta previa)
  6. Kelainan/kecacatan bawaan janin (17% ditemukan pada letak sungsang bayi preterm)

 

Letak sungsang diketahui dari pemeriksaan fisik atau USG yang dikerjakan oleh dokter. Meskipun sebagian bayi dengan letak sungsang bisa lahir normal lewat vagina, namun tidak seaman letak kepala. Ada beberapa risiko yang lebih tinggi melahirkan bayi letak sungsang lewat vagina, antara lain:

  1. Bayi sungsang biasanya lebih kecil, sehingga risiko cedera pada kepala lebih besar jika lahir normal.
  2. Kemudian ada risiko kepala bayi tertahan/tidak bisa keluar dari jalan lahir meskipun badan bayi sudah keluar. Ini karena ukuran kepala bayi lebih besar dari badan dan kaki (apalagi bayi prematur), sehingga lahirnya kepala dan badan tidak jaminan kepala bayi bisa lahir. Jika kepala bayi terjepit seperti ini, maka ada risiko kematian bayi.
  3. Pada letak sungsang juga sering terjadi tali pusat bayi keluar di jalan lahir, yang mengakibatkan kegawatan janin juga, ini karena bagian bokong atau kaki tidak bisa menutup bagian bawah jalan lahir pada letak sungsang.

 

Ini berbeda dengan letak kepala/normal, dengan bagian terendah bayi di jalan lahir adalah kepala (yang merupakan bagian terbesar bayi). Jika kepala tidak bisa lahir, maka seluru tubuh tidak lahir sehingga bayi masih aman untuk dilahirkan secara sesar, berbeda dengan letak sungsang tadi dimana kepala bayi bisa terjepit dan mengakibatkan kematian.  Mengingat begitu banyaknya komplikasi persalinan letak sungsang, dokter cucuk kiuttt hello kitty dan dr. Aldi, SpOGK sendiri lebih menyarankan untuk menjalani operasi sesar pada letak sungsang, untuk keselamatan bayi. Memang operasi sesar juga memiliki risiko (seperti perdarahan, infeksi, dll) namun keuntungan untuk bayi lebih besar dari risiko tersebut.

 

Apakah letak sungsang bisa diubah? ada beberapa cara natural yang bisa dicoba untuk mengubah letak sungsang menjadi letak normal, yaitu:

  1. sering2 sujud (dengan meninggikan pantat) yang agak lama, diulang minimal 3x sehari.
  2. ibu bisa banyak meminum air putih, untuk menambah jumlah air ketuban supaya memudahkan mobilitas janin dalam rahim.
  3. mendengarkan musik kepada bayi, dengan menempel headphone di bagian bawah perut sehingga bayi akan bergerak mencari sumber suara.

 

Sumber bacaan:

http://draldi.com/letak-sungsang-detail-1705.ht.m.l

TULISAN 31. LUKA OPERASIKU BASAH

Mungkin kita pernah mengalami peristiwa infeksi pada bekas luka operasi. Sesungguhnya Allah Yang Maha Agung telah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna yaitu adanya kulit manusia. Kulit ini berfungsi sebagai pelindung bagi tubuh untuk mencegah terjadinya infeksi. Tetapi apakah yang terjadi bila kulit kita terluka ? baik karena irisan pisau saat operasi, terjatuh dari sepeda, lecet akibat sepatu, dan lain-lain… semua hal tersebut dimana kondisi kulit sudah berubah dari aslinya maka sangat beresiko untuk menimbulkan infeksi karena berarti benteng pertahanan tubuh sudah koyak atau sudah terbuka.

Saat ini kebetulan saya memperoleh ide untuk membahas infeksi pada luka bekas operasi. Makanya ayo gabung di grup ibu hamil kiuttt hello kitty supaya memperoleh pengetahuan di seputar kehamilan, persalinan (operasi sesar ataupun lahiran normal) dan masa-masa nifas serta menyusui. Prinsip operasi adalah melakukan upaya pertolongan terhadap pasien. Persiapan operasi adalah berusaha untuk meminimalkan resiko terhadap pasien dengan kondisi seoptimal mungkin. Kamar operasi adalah tempat yang paling bersih dan paling steril di dalam wilayah rumah sakit.

Setiap petugas rumah sakit akan melakukan berbagai upaya sangat ketat untuk mencegah timbulnya infeksi pada pasien yang dioperasi. Tidak semua orang boleh masuk kamar operasi. Harus menggunakan pakaian khusus dan alas kaki khusus kamar operasi. Tapi… tetap saja resiko infeksi selalu mengincar pasien. Kok bisa ? ya. Karena kulitnya sudah tidak utuh lagi alias bekas diiris pisau operasi sehingga sangat mungkin untuk dimasuki oleh kuman kapan saja dan dimana saja.

Infeksi pada bekas operasi dikenal dengan sebutan SURGICAL SITE INFECTIONS atau dalam bahasa sunda disebut dengan INFEKSI LUKA OPERASI. Memangnya berapa persen sih kemungkinan untuk terjadinya infeksi pada bekas operasi ? 1-3% pasien yang dilakukan operasi akan mengalami infeksi karena tidak mungkin manusia bisa 100% mencegah kuman untuk masuk ke dalam tubuh. Artinya bila ada 100 orang yang menjalani operasi maka akan terdapat 1-3 orang yang mengalami infeksi. Itu hasil penelitian di luar negeri (Amerika Serikat) dimana beda alam beda cuaca dengan Indonesia. Kalo di negara tropis (2 musim ) seperti di indonesia maka angkanya mesti lebih tinggi karena kumannya akan lebih banyak sebab kelembaban udaranya juga tinggi.

Infeksi pada luka operasi biasanya terjadi dalam 30 hari pertama pasca operasi. Semakin lama maka kemungkinan infeksi akan makin kecil. Center for Desease Control di Amerika Serikat melakukan penelitian terhadap infeksi luka operasi dan menemukan bahwa terdapat 3 jenis infeksi luka operasi yaitu antara lain:

  1. Superficial incisional SSI (infeksi pada bagian kulit s/d lemak saja).
  2. Deep incisional SSI (infeksi pada bagian otot dan jaringan tubuh sekitar otot).
  3. Organ/ space SSI (infeksi yang mengenai jaringan selain kulit, lemak, otot, dan jaringan sekitar otot). Pada infeksi jenis ini dapat mengenai jaringan berada jauh dibawah otot bahkan termasuk jaringan disekitar organ tempat operasi. Misalnya operasi sesar yang dioperasi adalah rahim tapi mungkin saja ususnya ikutan infeksi, atau lemak perut dalam ikutan infeksi, dan lain-lain.

Apa saja sih gejala dan tanda kemungkinan terjadinya infeksi pada luka operasi ? Infeksi luka operasi apapun dapat menyebabkan gejala dan tanda yang mungkin sama yaitu merah pada bekas lukanya, sembuhnya lama, demam tinggi, nyeri banget pada bekas luka operasi, kalo disentuh terasa panas/ hangat pada tempat operasinya, terasa lembek/ becek, bengkak, dan ditemukan adanya nanah.

Apa sih penyebab luka bisa infeksi setelah operasi ? Lalu faktor resiko apa saja yang memperbesar kemungkinan terjadinya infeksi pada luka bekas operasi ?

Infeksi pada luka operasi disebabkan oleh kuman. Kuman yang paling sering menimbulkan infeksi pada luka operasi adalah bakteri stafilokokus, bakteri streptokokus, dan bakteri pseudomonas. Darimana asal datangnya kuman tersebut ? sebagian besar kuman (90%) berasal dari kulit tubuh pasien, dapat pula kuman yang terbang di udara, dan bisa juga walopun sangat sangat jarang berasal dari peralatan yang digunakan untuk menolong pasien. Dulu kasus infeksi sangat banyak karena pasien banyak berobat di luar rumah sakit, padahal tingkat sterilitas peralatan di rumah sakit sangat tinggi.

Kuman itu sifatnya seperti manusia, suka berjalan-jalan dan berusaha untuk meraih kenikmatan. Nah… bau amis dari darah bekas operasi, bau amis dari cairan lemak tubuh, dan lain-lain itu sangat digemari oleh kuman sehingga kuman berusaha untuk masuk ke dalam tempat dimana kulitnya sudah tidak utuh (bekas irisan saat operasi). Ukuran kuman sangat kecil dan tidak bisa dilihat oleh mata sehingga serapat-rapatnya bekas irisan itu dijahit maka kuman tetap bisa masuk. Sehingga upaya dari pihak dokter dan pasien adalah hanya untuk meminimalkan terjadinya infeksi, tetapi perlu diingat bahwa upaya tersebut tidak bisa mencegah 100%.

Faktor resiko untuk terjadinya infeksi sebetulnya juga tergantung dari jenis operasinya, walopun tidak 100% selalu demikian. Ada beberapa jenis/ golongan operasi di dalam dunia kedokteran, antara lain:

  1. Operasi bersih (clean surgery). Operasi ini dilakukan dengan tidak melibatkan organ dalam tubuh manusia, tidak melibatkan saluran nafas, tidak melibatkan usus, tidak melibatkan lambung, tidak melibatkan rahim, tidak melibatkan kandung kencing, hmmm… pokoknya tidak ada organ dalam tubuh manusia yang terlibat, murni hanya di kulit saja. Tempat operasinya tidak mengalami infeksi, tidak ada infeksi didekat luka operasi, dan pasien sedang tidak mengalami sakit infeksi apapun. Pada saat operasi tidak menyebabkan daerah yang sudah steril rawan terkontaminasi kuman. Operasinya tidak emergensi. Semua operasi bersih pasti dilakukan secara terjadwal (tidak emergensi), tetapi tidak semua operasi elektif (terjadwal) adalah operasi bersih.
  2. Operasi bersih terkontaminasi (clean contaminated surgery). Pada saat dilakukan operasi, daerah operasi bukan merupakan daerah yang terinfeksi tetapi operasinya melibatkan organ jaringan tubuh bagian dalam, operasi melibatkan bagian saluran nafas, operasi melibatkan bagian rahim, melibatkan usus, melibatkan lambung, melibatkan saluran kencing, dan lain-lain. Pada operasi jenis ini, daerah operasi sangat mungkin terkontaminasi oleh kuman karena sangat berdekatan atau berhubungan dengan daerah yang tidak dioperasi tetapi memiliki banyak kuman disana. Contohnya operasi menjahit kandung kencing. Pada kandung kencing terdapat kuman. Nah begitu kandung kencing di iris oleh dokter maka kuman tersebut bergembira ria karena kuman memiliki celah walopun sebesar ujung jarum untuk masuk ke dalam rongga perut. Bila kumannya agresif bin korak bin preman maka kuman tersebut langsung nembus maksa masuk ke dalam rongga perut dan menimbulkan infeksi. Contoh lagi misalnya operasi sesar. Begitu rahim diiris maka kuman-kuman yang ada di dalam vagina akan jingkrak-jingkrak kegirangan karena dapat celah untuk masuk ke dalam rahim dan ke dalam rongga perut sehingga dapat menimbulkan infeksi. Apalagi lagi tempat operasi akan terkontaminasi oleh cairan ketuban bayi sehingga resiko untuk infeksi akan makin tinggi. Contoh lagi pada ibu hamil yang melahirkan normal. Begitu vagina luarnya di gunting untuk memudahkan bayi untuk lahir maka kuman-kuman vampir yang ada di vagina mencium bau darah segarrrrdan berbondong-bondong menyerbu daerah tersebut. Contoh lagi pada saat operasi usus buntu. Begitu usus buntu dipotong maka kuman-kuman dalam usus langsung lari pontang panting menuju tempat yang dipotong tersebut karena dapat kesempatan untuk nembus ke dalam perut. Ini baru kuman yang dekat daerah operasi, belum lagi kuman yang ada di kulit manusia. Walopun sudah mandi 100x tetap saja tidak bisa steril 100%. Alat operasi yang diseteril dengan tekanan uap api super tinggi dan dibakar saja yang bisa 100%, tapi masak tubuh manusia mau dibakar ? ntar bisa-bisa tumornya kembali ke alam baka, orang yang punya tumor ikutan balik ke alam baka nemenin tumornya.
  3. Operasi terkontaminasi (contaminated surgery). Operasi ini dilakukan pada organ tubuh bagian dalam yang sedang mengalam infeksi, pada kulit yang infeksi, pada usus yang infeksi, pada saluran nafas yang infeksi, pada ginjal yang infeksi, pada rahim yang infeksi, dan lain lain.
  4. Operasi kotor (dirty surgery). Operasi ini dilakukan pada daerah yang sungguh-sungguh tercemar kuman. Misalnya operasi patah tulang dengan tulang diluar, operasi kecelakaaan ditubruk pesawat terbang, dan lain-lain.

Walopun penggolongan jenis operasi juga termasuk dalam faktor resiko terjadinya infeksi tetapi tetap saja sangat sulit untuk menentukan apa sih kira-kira yang menjadi sebab infeksi pada suatu operasi. Kondisi yang ditemukan pada saat operasi dapat merubah golongan operasi dari golongan operasi bersih menjadi golongan operasi bersih terkontaminasi dan seterusnya. Yang pasti adalah adanya luka sehingga ada celah bagi kuman untuk masuk ke dalam tubuh kita. Dan kuman sangat senang untuk tumbuh dalam darah, cairan lemak, cairan tubuh lainnya, dan berlanjut untuk tumbuh berkembang biak di daerah tersebut.

Faktor resiko lain yang juga memungkinkan untuk terjadinya infeksi antara lain:

  1. Operasinya sulit dan lama, biasanya lebih dari 2 jam.
  2. Punya penyakit pada saat operasi. Misalnya sedang flu, sedang sakit saluran kencing, sedang sakit paru-paru, sakit kanker, dan lain-lain.
  3. Usianya sudah diatas 35 tahun.
  4. Gemuk/ obesitas. Kalo lemaknya tebal maka produksi cairan lemaknya mesti banyak sehingga lukanya basah terus.
  5. Merokok/ lingkungannya banyak asap rokok
  6. Sistem pertahanan tubuh yang menurun, bisa diakibatkan oleh kelelahan, kurang tidur, stress, pikiran, dan lain-lain.
  7. Punya kencing manis (diabetes mellitus)
  8. Operasi darurat
  9. Semua operasi pada daerah perut dan atau dada.

Bahan-bahan yang dipakai untuk operasi juga bisa menimbulkan reaksi berlebihan oleh tubuh. Misalnya benang operasi. Benang operasi itu dibuat dari protein hewan yang diberikan bahan kimia lalu diproses di pabrik sehingga mejadi benang. Nah berarti benang adalah benda asing dalam tubuh kita. Bila tubuh kita menolak benang tersebut maka akan terjadi reaksi oleh tubuh, bisa keluar cairan, bisa lukanya terbuka, bisa alergi, dan lain-lain.

Bagaimana cara mengurangi resiko infeksi pada tempat operasi ketika kita sedang di rumah ? prinsipnya adalah cuci tangan sesering mungkin. Pada saat membersihkan luka operasi maka suami mesti cuci tangan sebelum merawat luka dan setelah merawat luka. Luka operasi jangan dipegang tanpa kassa steril atau sarung tangan steril. Lebih baik lagi jangan dipegang-pegang kecuali oleh bidan atau dokter. Bila punya kencing manis maka kadar gula darahnya harus normal. Bila gemuk maka harus lebih aktif membersihkan.

Jangan cemas, jangan kuatir, dan jangan panik karena tidak semua infeksi luka operasi harus dijahit ulang walopun lukanya terbuka ataupun bolong. Pakaian kita harus benar-benar bersih dan rajin ganti softex dan atau ganti pakaian dalam. Baju diganti 2x/ sehari. Kalo ada rasa nyeri atau demam atau keluar nanah atau keluar cairan kuning atau keluar darah maka segera kontrol ke dokter.

Sebagian besar luka infeksi pada bekas operasi dapat diobati menggunakan antibiotika. Kadang-kadang dibutuhkan operasi ulang untuk merawat luka yang terinfeksi misalnya untuk mengalirkan nanah, untuk mengangkat bagian tubuh yang infeksi, untuk mengikat pembuluh darah yang bandel (kadang-kadang pembuluh darah itu diikat dikiri, terus pindah cari jalan ke kanan. Hal ini karena pembuluh darah itu saling bercabang/ terhubung), bahkan kadang-kadang pula luka operasi memang harus dibiarkan terbuka supaya lebih mudah untuk membasmi kuman dan supaya tidak menimbulkan penumpukan kuman.

 

 

 

 

TULISAN 45. AKHIRNYA AKU MENJALANI INDUKSI PERSALINAN

Induksi persalinan atau rangsangan persalinan adalah suatu upaya medis yang dilakukan dokter kandungan untuk merangsang timbulnya kontraksi rahim sehingga diharapkan ibu hamil dapat melahirkan melalui jalan lahir normal. Biasanya dokter kandungan menyarankan untuk induksi persalinan bila dari hasil pemeriksaan didapatkan hal-hal tertentu yang mengkhawatirkan kesehatan/ keselamatan baik dari pihak ibu hamil dan-atau pun janin dalam kandungan.

Ada beberapa hal terpenting yang dapat dipakai untuk memprediksi keberhasilan suatu induksi persalinan yaitu sudah ada mules kah sebelumnya, apakah mulit rahim sudah lunak, dan apakah sudah ada pembukaan mulut rahim. Keputusan untuk melakukan induksi persalinan diambil bila resiko untuk mempertahankan kehamilan lebih besar daripada resiko melahirkan janin. Artinya resiko adalah bahwa bila kehamilan berlanjut maka lebih bahaya daripada bila kehamilan dilahirkan segera. Namanya RESIKO itu tidak mesti terjadi tetapi bila sudah ada resiko maka dokter kandungan biasanya akan menginformasikan kepada ibu hamil dan keluarganya supaya keluarga dan ibu hamil paham bahwa ada kondisi demikian pada kehamilannya sehingga disarankan untuk induksi persalinan… keputusan terserah pada keluarganya apakah mau memilih untuk melanjutkan kehamilan yang beresiko atau tidak… dokter kandungan tidak akan memaksakan kehendak… kan dokter kandungan bukan Tuhan… syukur-syukur bisa sehat dan selamat ibu hamil dan bayinya. Laaa kalo ternyata bayinya lahir dengan kondisi jelek bagaimana ? kan sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kondisi kehamilan saat ini ada resiko, misalnya ketubannya dikit banget, rekam jantung bayi kok ya meragukan, janinnya kok tumbuhnya lambat atau kecil, dll.

Sebelum melakukan induksi persalinan maka dokter kandungan akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan kondisi janin, kondisi kehamilan, kondisi ibu, kondisi leher rahim, sudah diiringi mules sebelumnya atau tidak, hasil rekaman jantung bayinya bagaimana, dll. Setelah semua dinyatakan siap untuk diinduksi maka induksi persalinan dijalankan. Boleh gak induksi persalinan dilakukan di klinik atau puskesmas ? jawabannya cuman satu yaitu TIDAK BOLEH/ DILARANG KERAS/ HARAM/ NAJIS MUGHOLADOH. Looo kenapa kok gak boleh ? karena pada saat induksi persalinan dilakukan maka kita meletakkan pasien dalam kondisi SIAP. Siap apa maksudnya ? siap untuk antisipasi bila terjadi gawat janin. Siap untuk antisipasi bila terjadi kontraksi rahim berlebihan. Siap untuk antisipasi bila terjadi robekan rahim. Siap untuk antisipasi bila terjadi pecah ketuban. SIAP untuk antisipasi bila terjadi perdarahan pasca persalinan akibat induksi. Dan SIAP untuk melakukan operasi sesar bila ditengarai dibutuhkan operasi sesar darurat pada saat induksi persalinan. Makanya team kamar operasi di RS tempat saya bekerja sebelum bubaran tugas mereka selalu bertanya ke kamar bersalin apakah ada pasien yang sedang dilakukan induksi persalinan… bila dijawab SEDANG ADA INDUKSI PERSALINAN oleh bidan kamar bersalin maka seluruh team kamar operasi termasuk dokter bius gak boleh pulang sebelum ada keputusan apakah induksinya berhasil atau tidak. Tapi dok… kemaren saya diinduksi di klinik… saya diinduksi di bidan… saya diinduksi di puskesmas… gimana donk ? ya terserah yang menginduksi, jangan ngobrol ke saya donk… mungkin hal tersebut berkaitan ada kebijakan tertentu dari pihak dinas kesehatan/ pemerintah, bisa juga berkaitan dengan NEKAT.

Kapan saja sih dokter kandungan menyarankan untuk melakukan induksi persalinan ? indikasi untuk melakukan induksi persalinan tidak absolut artinya disesuaikan dengan kondisi medis saat itu dan pertimbangan berbagai faktor resiko bila dilakukan induksi. Induksi biasa dikerjakan bila:

  1. Hamil lewat waktu. hamilnya udah ngelewatin tanggal taksiran persalinan maka dokter kandungan seringkali menyarankan untuk melakukan induksi, terutama pada pasien yang KONTROL TERATUR SEJAK HAMIL MUDA (test hamil positif) DI DOKTER KANDUNGAN sehingga tanggal taksiran persalinannya lebih akurat dan tepat. Bila pasien menolak induksi maka mesti punya alasan kuat dan maksimal nolaknya cuman sampe 2 minggu pasca tanggal taksiran persalinan bila kondisi janin nampak baik. Tetapi mesti diingat terdapat 1% resiko kematian janin mendadak pada 40-41 minggu dan 4% kematian janin mendadak pada 41-42 minggu. Kita tidak pernah tahu dimana takdir kita berada, apakah di 99% ataukah 1%.
  2. Ketuban pecah. Ketuban pecah dini adalah ketuban pecah dimana 1 jam kemudian tidak diikuti tanda-tanda persalinan. Terdapat bahaya pada ketuban pecah yaitu infeksi rahim, infeksi ibu, infeksi janin, tali pusat mendahului janin, gawat janin, emboli cairan ketuban (kalo emboli, masuknya cairan ketuban ke dalam peredaran darah ibu hamil/ bersalin, yang terjadi maka angka kematian ibu hamil/ bersalin mencapai 70%, dan ini tidak bisa diprediksi atau pun dicegah), kekeringan ketuban, janin ketelan ketuban jahat, dll.
  3. Kegagalan pertumbuhan janin. Pada kasus ini dokter kandungan mesti sangat berhati-hati dalam memutuskan untuk melakukan induksi persalinan yaitu janin dalam kandungan yang gagal tumbuh mencapai berat optimal biasanya sudah mengalami stress yang berat sehingga bila kondisi mulut rahim belum matang maka kebanyakan akan melakukan operasi sesar, utamanya bila ketuban sangat sedikit atau kegagalan tumbuhnya sangat berat. Boleh gak diinduksi ? boleh, dengan pengawasan super ketat dan resiko super tinggi.
  4. Ketuban sedikit. Artinya janin tidak memiliki pelindung lagi disekeliling tubuhnya atau pelindungnya tipis banget sehingga janin dapat bersentuhan langsung dengan dinding rahim. Hal ini sangat berbahaya karena sewaktu-waktu yang bersentuhan itu adalah tali pusatnya terjepit antara dinding rahim dan badan janin, akibatnya janin bisa sesak nafas s/d mati dalam rahim.
  5. Diabetes dalam kehamilan. Tergantung dari resiko kemacetan persalinan yang mungkin terjadi. Bila diduga terdapat kemungkinan besar terjadi kemacetan persalinan yang tinggi pada ibu hamil dengan kencing manis maka dokter tidak akan membiarkan pasien diinduksi. Yang paling berbahaya pada ibu hamil diabetes adalah ketika melahirkan bayi terjadi kemacetan bahu janin dan ini sifatnya FATAL LETHAL artinya bayi cuman punya waktu nafas 1 menit.
  6. Darah tinggi dalam kehamilan. Hal ini dilakukan di RS dengan fasilitas yang lengkap dan tenaga dokter pengawas yang memadai karena pada darah tinggi yang disebabkan oleh keracunan kehamilan/ pre-eclampsia maka terdapat resiko terjadinya kejang dalam kehamilan sewaktu-waktu walopun sudah mendapatkan obat anti kejang. Masih banyak ibu hamil yang SUDAH TERDETEKSI DARAH TINGGI sejak hamil muda TETAPI TIDAK DIRUJUK ke rumah sakit atau dokter kandungan padahal kalo sudah darah tinggi maka kontrol kehamilannya wajib di rumah sakit atau praktek dokter kandungan, TIDAK BOLEH kontrol di bidan/ klinik/ puskesmas. Pada darah tinggi dalam kehamilan, persalinan tidakboleh berlangsung normal begitu saja tetapi mesti dilakukan bantuan yaitu dengan menarik bayi dengan tang atau vaccuum saat pembukaan lengkap dan kepala janin sudah turun jauh alias sudah nampak di depan liang vagina, hal ini untuk mencegah terjadi stroke/ lumpuh separo akibat pecahnya pembuluh darah pada ibu hamil saat mengejan.
  7. Berbagai kondisi kehamilan lainnya.

Apakah induksi persalinan itu ada resikonya ? tentu saja ada. Tidak ada hidup tanpa resiko. No pain no gain. Gak mau resiko ya jangan hamil. Gak mau resiko ya jangan bersalin. Gak mau resiko ya jangan induksi. Gak mau resiko ya jangan operasi. Gak mau resiko ya gak usah ngapa-ngapain. Apa saja resiko induksi persalinan ?

  1. Induksi tidak berhasil. 75% ibu hamil yang diinduksi mengalami keberhasilan untuk melahirkan secara normal. 25% mengalami kegagalan induksi karena beberapa faktor antara lain mulut rahimnya belum matang/ belum ada pembukaan/ belum lunak/ belum ada mules sebelumnya. Kalo gagal gimana donk ? ya operasi sesar, cuman itu.
  2. Terjadi gangguan detak jantung janin yang dikenal dengan gawat janin. Induksi persalinan menimbulkan kontraksi rahim dan akibat kontraksi rahim maka terjadi penurunan kadar oksigen dan aliran darah ke janin sehingga detak jantung janin dapat menurun. Awalnya mungkin saja terjadi kompensasi yaitu bisa naik dulu kemudian setelah lama kelamaan janinnya gak kuat maka akan lagsung ngedrop.
  3. Hal ini terutama bila saat timbulnya kontraksi rahim terjadi pecah ketuban tetapi persalinan tidak kunjung maju alias sudah dirangsang tapi gak lahir juga. Sebab dengan pecahnya ketuban maka terdapat hubungan antara dunia luar dengan janin dan dinding rahim ibu hamil. Jadi bila ketuban pecah, dan kondisi kehamilan memungkinkan untuk dirangsang, maka bila terjadi kegagalan rangsangan atau induksi maka ibu hamil akan langsung dioperasi.
  4. Robekan rahim.
  5. Perdarahan saat melahirkan. Hal ini disebabkan rahim ibu hamil tidak mengalami kontraksi rahim setelah melahirkan sehingga pembuluh darah rahim tidak ada yang menjepit akibatnya terjadi perdarahan hebat. Hal ini tidak bisa dicegah dan tidak bisa diprediksi.

Oke deh… dah capek nulisnya. Selamat membaca. Selamat bergabung di grup facebook ibu hamil kiuttt hello kitty.

TULISAN 46. KEHAMILANKU SUDAH MELEWATI HPL

Kehamilan dikatakan postterm atau lewat bulan bila umur kehamilan sudah mencapai 42 minggu atau lewat 2 minggu dari tanggal taksiran persalinan (40 minggu) tetapi sang ibu hamil belum juga melahirkan sang buah hati. Kehamilan dikatakan normal bila tidak melebihi 40 minggu. Tetapi memang harus dimaklumi bahwa wanita hamil itu unik yaitu sebanyak 5% wanita hamil ternyata melampaui usia kehamilan 40 minggu baru melahirkan bayinya.

Bila ibu hamil mengalami kehamilan melebihi 40 minggu maka kemungkinan ibu hamil salah menentukan tanggal haid terakhirnya (hari pertama haid terakhir). Tetapi di era modern saat ini dimana perkembangan USG sudah sangat maju dari yang abal-abal sampe yang beneran maka kejadian kehamilan lewat bulan sudah jarang ditemui walopun masih banyak khusus untuk negara Indonesia tercinta ini. Karena apa ? kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan atau rumah sakit masih rendah, belum lagi terhalang oleh sistem kesehatan negara kita, misalnya BPJS yang kalo kehamilannya gak bermasalah maka ibu hamil gak boleh periksa di rumah sakit. Padahal deteksi dini itu jauh lebih penting daripada terlambat.

Apa sih penyebabnya kok bisa hamil lewat bulan ? sebetulnya belum ada yang tau secara pasti penyebabnya karena keterbatasan ilmu manusia, tetapi para ahli mengumpulkan data-data bahwa mereka yang beresiko mengalami kehamilan lewat waktu antara lain:

  1. Kehamilan yang lalu juga lewat waktu
  2. Riwayat haidnya gak teratur
  3. Kehamilan pertama
  4. Ibu hamil obesitas (gendut bingiiiiitttsss)
  5. Riwayat keluarganya ada yang hamil lewat waktu

Apa sih resikonya kalo hamilnya lewat waktu ? bila ibu hamil mengalami kehamilan yang lewat dari waktunya maka dapat menyebabkan bayinya makin besar, bayinya stress, gawat janin, gangguan nafas berat, ketelan ketuban jahat, ketubannya sedikit bahkan bisa sampe kering, bayi mati mendadak dalam rahim (perbandingannya 1:1000. Tetapi kita tidak pernah tahu apakah kita masuk golongan yang selamat 999 atau golongan yang mati 1), aliran darah ke bayi menurun, dan untuk jangka panjang kemungkinan mengalami gangguan tumbuh kembang,  gangguan kecerdasan/ pola makan/ pola tidur.

Lalu apa yang harus dikerjakan oleh ibu hamil ? dokter kandungan akan melakukan pemeriksaan rekaman jantung bayi untuk menilai kesejahteraan janin dalam rahim, melalukan pemeriksaan USG untuk melihat kondisi janin dan termasuk cairan ketuban. Bila ternyata dari hasil pemeriksaan didapatkan hasil yang tidak memuaskan maka dokter kandungan akan menganjurkan untuk melahirkan bayinya, bisa dengan jalan induksi persalinan/ rangsangan persalinan atau operasi sesar, semua tergantung hasi pemeriksaan.

Bagaimana bila ibu hamil menolak untuk induksi dan juga menolak operasi sesar ? ya boleh-boleh saja karena itu adalah hak pasien. Pemeriksaan kedokteran itu juga bersifat probabilitas/ kemungkinan dan tidak ada manusia yang bisa menjamin 100% kondisi janin sehat dalam rahim ibu. Jadi ibu hamil boleh berpikir ulang dan mempertimbangkan ulang advis dokter karena ibu hamil tentu tahu apa yang terbaik bagi kehamilannya. Saat ini dunia kedokteran sudah makin maju dengan berbagai alat pendeteksi dini adanya masalah pada janin dalam rahim tetapi mesti pula diingat bahwa itu tidak bisa 100% tepat karena dokter bukan Tuhan dan deteksinya pun pakai alat buatan manusia. Saat ini untuk induksi persalinan pun masih banyak perbedaan pendapat dikalangan para ahlikedokteran di dunia yaitu:

  1. Kelompok pertama berpendapat bahwa ibu hamil yang belum ada mules dan belum ada pembukaan maka langsung di operasi sesar karena percuma di induksi karena kebanyakan gagalnya sehingga hanya buang-buang waktu.
  2. Sedangkan kelompok yang lain berpendapat bahwa pokoknya semua kalo lewat waktu ya mesti diinduksi walopun belum ada mules atau belum ada pembukaan. Kalo gagal baru di operasi sesar. Kalo saya ikut kelompok yang kedua karena masih perlu ikhtiar donk untuk melahirkan normal, kalo gagal atau hasil pemeriksaan janin mulai meragukan barulah kita operasi sesar.

TULISAN 60. KUPACU MOBILKU KE RS KETIKA KETUBAN ISTERIKU PECAH

Cerita yang melatar-belakangi tulisan saya di facebook:

5-4-2017
Ketuban pecah… infeksi berat…
Semoga Allah SWT menolong ibu dan bayinya… aamiin

6-4-2017
Semalam habis nolongin ibu melahirkan dengan perasaan sedih karena ketuban sudah pecah, berbau dan berwarna hijau ??? dan juga kadar lekosit darah sudah mencapai lebih dari 20.000

Apa sih ketuban pecah itu ?

Ketuban pecah merupakan kondisi kehamilan emergensi sehingga secara otomatis merubah status kehamilan yang mungkin tadinya termasuk kategori kehamilan resiko rendah ( tanpa resiko ) menjadi kehamilan resiko tinggi sehingga harus segera dirujuk ke rumah sakit. Silakan dibaca postingan saya yg lampau mengenai ketuban pecah.

Ketuban pecah dalam dunia kedokteran dikenal dengan 2 macam istilah yaitu PROM (premature rupture of amniotic membrane) dan PPROM (preterm premature rupture of amniotic membrane). Bedanya PROM dan PPROM adalah pada waktu pecahnya. Kalo PROM pecahnya ketuban pada usia kehamilan 37 minggu atau lebih sedangkan PPROM pecahnya sebelum usia kehamilan 37 minggu. PROM terjadi pada 8-10% dari semua kehamilan usia tua, sedangkan PPROM merupakan penyebab 25-30% kehamilan premature.

Apa sih penyebab pecahnya ketuban itu ?

Pada kehamilan tua (≥37 minggu) pecahnya ketuban disebabkan oleh tekanan kontraksi-kontraksi pada rahim, dapat juga karena kelemahan selaput ketuban seiring dengan makin tuanya usia kehamilan. Kalo pada kehamilan prematur lebih sering disebabkan adanya infeksi rahim.

Apa saja faktor resiko yang dapat menyebabkan ketuban pecah ?

  1. Status sosial ekonomi yang rendah. Sering terjadi pada masyarakat yang tidak memeproleh layanan pemeriksaan kehamilan yang mencukupi, misalnya masyarakat malas memeriksakan diri ke petugas kesehatan (puskesmas, klinik, bidan) atau mungkin saja akibat tidak diberikan rujukan untuk memperoleh layanan kesehatan kehamilan yang lebih tinggi (rumah sakit/ dokter kandungan).
  2. Menderita penyakit infeksi kelamin (clamidia dan GO/ raja singa), bisa disadari ataupun tidak disadari.
  3. Pernah lahiran premature sebelumnya.
  4. Perdarahan saat kehamilan.
  5. Suami merokok atau istri merokok atau sering menghirup bau asap rokok.
  6. Malas makan makanan bergizi.
  7. Kurang menjaga kebersihan pribadi.
  8. Suka nahan-nahan pipis ataupun malas minum.
  9. Leher rahimnya pendek.
  10. Pecah tanpa diketahui penyebabnya alias pecah sendiri.

Kenapa sih ketuban pecah perlu memperoleh perhatian khusus baik dari ibu hamil maupun petugas kesehatan ?

Ketuban pecah merupakan komplikasi kehamilan dan 30% ketuban pecah merupakan penyebab persalinan kurang bulan/ premature. Kalo bayi itu terpaksa harus lahir karena ketuban pecah maka bertambah lagi masalahnya yaitu kemampuan hidupnya di dunia luar bisa merupakan kesulitan tersendiri bagi sang bayi. Tidak jarang bayi sesak nafas saat lahir atau setelah lahir.

Masalah yang timbul pada ketuban pecah tidak hanya itu, resiko infeksi pada jaringan placenta (ari-ari) yang dikenal dengan chorioamnionitis merupakan salah satu infeksi yang serius  dan sangat membahayakan baik bagi ibu hamil maupun janin dalam kandungan. Resiko yang lain yang dapat disebabkan oleh ketuban pecah adalah lepasnya placenta/ ari-ari dari rahim sehingga dapat menyebabkan perdarahan hebat pada ibu hamil baik perdarahan keluar vagina ataupun perdarahan dalam rahim sehingga menyebabkan kematian ibu dan atau janin dalam kandungan.

Pada ketuban pecah maka secara gampang janin kehilangan pelindungnya alias kehilangan bantal sehingga bayi langsung mepet dengan dinding rahim, akibatnya adalah terjepitnya tali pusat janin antara tubuh janin dengan dinding rahim. Apa yang terjadi ? jelas terjadi gangguan aliran darah dari ibu ke janin yang dapat menyebabkan terganggunya pasokan oksigen/ pasokan nafas ke janin sehingga janin gak bisa nafas… akibatnya ? janinnya game over.

Bahkan seringpula tali pusat menjulur keluar mendahului janinnya. Kalo sudah ini yang terjadi, jangankan dokter, biarpun malaikat sekalipun gak bakalan bisa menyelamatkan sang bayi, HANYA ALLAH SWT YANG MAHA MENOLONG DAN MAHA BERKEHENDAK. Belum lagi ketuban pecah itu dapat menyebabkan infeksi sebelum melahirkan, saat melahirkan dan setelah melahirkan baik pada ibu maupun bayinya.

Apa sih tandanya ketuban pecah ?

  1. Keluar cairan banyak yang membasahi seprei, tembus ke celana luar seperti ngompol.
  2. Cairan keluar sedikit-sedikit tapi terus menerus gak stop-stop dan sudah di test oleh dokter kandungan serta udah dinyatakan memang ketubannya pecah.

Kalo mengalami 2 tanda di atas maka harus segera ke dokter kandungan karena harus dipastikan ketubannya pecah atau bukan.

Dalam menangani ketuban pecah, dokter kandungan akan mempertimbangkan banyak faktor antara lain:

  1. Kondisi kehamilan ibu saat ketuban pecah misalnya umur kehamilan, fasilitas rumah sakit, transportasi rujukan, dan lain-lain.
  2. Kondisi kesehatan ibu hamil secara umum misalnya ada gak komplikasi kehamilan lainnya.
  3. Riwayat penyakit ibu hamil yang sedang diderita saat ini atau masa lalu.
  4. Kondisi lain-lain yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan bayinya.
  5. Keputusan ibu hamil dan keluarga mengenai ketuban pecah misalnya tetap ingin dipertahankan ataupun memutuskan untuk dilahirkan.

Yang jelas bila ada ketuban pecah maka ibu hamil harus dirawat di rumah sakit. Dokter kandungan bisa mempertahankan ataupun melahirkan janin sesuai dengan kondisi kehamilan ibu.

Ketuban pecah tidak dapat dicegah tetapi saya sering mengingatkan ibu hamil untuk selalu rajin minum dan jangan menahan-nahan pipis sebab hal tersebut sudah membantu untuk mengurangi resiko infeksi saluran kencing sehingga mengurangi resiko ketuban pecah.

Ada kalanya ketuban sengaja dipecah oleh bidan/ dokter kandungan saat proses kelahiran demi keselamatan ibu dan janinnya. Biasanya pada persalinan yang macet akibat kontraksi yang kurang kuat. Ini kondisi yang dibuat dengan tujuan untuk memperkuat kontraksi ibu hamil dan dilakukan saat pembukaan sudah besar dan bayinya sudah hampir nongol ke vagina. Ketuban yang dipecah oleh dokter kandungan atau bidan tidak masuk kategori PROM atau PPROM karena bukan penyakit kehamilan/ komplikasi kehamilan tetapi merupakan tindakan pertolongan persalinan.

Sudah ya… capek… mau mandi lanjut lagi ke RS Izza dan RS Puri Asih.

TULISAN 66. AKU TAK MAU MELAHIRKAN SECARA LOTUS BIRTH

Semalam saya ditanyain oleh seorang ibu non kiuttters… semoga ntar ibu tersebut mau bergabung dalam group ibu hamil kiuttt hello kitty sehingga menjadi kiuttters juga… dokter cucuk kiuttt hello kitty pernah dengar lotus birth gak ? saya mau mencoba lotus birth. Bisa gak dok ?

Ya saya jawab saja… ibu dari mana ? ibu gak tinggal di dalam gua kan ? ibu punya Hp dan bisa maen facebook kan ?

Lotus birth. Mungkin ibu-ibu semua pernah mendengar bahkan berkeinginan untuk menjalani persalinan dengan cara lotus birth. Apa sih lotus birth itu ?

Lotus birth adalah proses persalinan yg dialami oleh suku aborigin australia dan katanya sih monyet simpanse juga menjalani lotus birth dimana saat melahirkan plasenta/ ari-ari dibiarkan melekat pada bayi. Hal ini dilakukan dgn jalan TIDAK MEMOTONG tali pusat. Kenapa demikian ? Karena penganut lotus birth berkeyakinan bahwa bila tali pusat dipotong maka sama saja dgn memotong/ melukai bayi shg juga menimbulkan rasa nyeri pada bayi.

Apakah lotus birth itu aman ? Sampai hari ini masih banyak perdebatan dikalangan dokter kandungan dan sangat sedikit wanita hamil yg menjalani lotus birth. Apa sih resiko lotus birth ? Jelas resiko infeksi pada bayi akan meningkat krn ada port d’entri ( pintu masuk ) kuman yaitu plasenta yg tentu saja berbau anyir/amis yg masih melekat pada bayi. Biasanya tali pusat akan lepas sendiri pada 3-7 hari setelah bayi lahir.

Tidak semua persalinan dapat dilakukan lotus birth. Pada kasus kehamilan resiko tinggi dan pada kasus persalinan dgn potensi infeksi yg tinggi misalnya ketuban pecah sebelum fase aktif persalinan sebaiknya tidak melakukan lotus birth. Ibu-ibu hamil yg bersikeras melakukan lotus birth harus menyadari bahwa ini persalinan yg tidak lazim di dunia kedokteran modern dan resiko infeksi yg tinggi juga harus menjadi perhatian ibu-ibu yg menjalani lotus birth.

Menurut hemat saya dan saya juga belum ketemu tuh ada penelitian medis berskala luas yg secara konsisten menyatakan bahwa lotus birth aman dan dapat dipakai sebagai alternatif model persalinan. Pandangan saya sbg dokter kandungan:

  1. Kita hidup di alam modern dengan berbagai pencegahan infeksi dalam persalinan.
  2. Sebaiknya kita hindari resiko yg tidak perlu. Pikir baik2 bila ingin lotus birth karena belum ada penelitian yg mengukur perbandingan tingkat kematian bayi akibat infeksi antara lotus birth vs lahir seperti umumnya manusia.
  3. Selalu berdoa pada Allah SWT Tuhan YME supaya ibu-ibu hamil bisa melahirkan lancar, aman, sehat dan selamat baik ibunya maupun bayinya…aamiin.

Informasi dokter cucuk kiuttt hello kitty:

  1. Marilah rajin bersedekah Rp 4000,- per orang perhari yang dikumpulkan tiap hari dalam kaleng kecil khusus. sedekah suami dan isteri (jangan digabung ya…), suami sedekah Rp 4000,- dan isteri juga Rp 4000,-. Setiap hari jum’at sedekah tersebut disalurkan suami ke panti asuhan atau masjid.
  2. Niat sedekahnya:
  3. Segera punya keturunan/ segera hamil.
  4. Yang sudah hamil, minta hamilnya sehat, lancar, selamat, mudah, dan aman.
  5. Naik gaji, naik jabatan, suami betah di rumah, makin dimanja suami, dan lain-lain.
  6. Sedekahnya tidak perlu ikhlas, tidak perlu yakin, tidak perlu nunggu kaya, tidak perlu berbagai alasan yang lain… karena ikhlas dan keyakinan tidak bisa dipakai beli nasi oleh anak yatim piatu, ikhlas dan keyakinan tidak bisa dipakai bayar listrik panti asuhan, ikhlas dan keyakinan tidak bisa dipakai bayar duit sekolah oleh anak yatim piatu. Tetapi ingat bahwa setiap senyuman anak yatim akan menggetarrrrkan langit sehingga doa yang dipanjatkan anak yatim akan didengar merdu oleh Allah dan senyuman anak yatim yang menerima sedekah (walopun tak ikhlas) akan membuat Allah melimpahkan rahmatNYA dan mengabulkan hajat serta memberikan segala sesuatu yang terbaik bagi suami isteri yang telah menjadi pejuang sedekah anak yatim. TETAPI KALO IKHLAS MAKA AKAN MAKIN DAHSYAT HASILNYA.

fanpage facebook: dr. cucuk santoso, spog

group ibu hamil facebook: ibu hamil kiuttt hello kitty

TULISAN 71. CARA BAHAGIA MENJALANI MASA NIFAS SETELAH OPERASI SESAR

Malam-malam dokter cucuk kiuttt hello kitty keingetan sama ibu-ibu kiuttters yg haus dan sangat mendambakan postingan dokter kiuttt… oke deh malam ini saya upload bagaimana cara merawat diri pasca operasi sesar dan serba-serbi nifas…

Kehamilan dan persalinan menyebabkan perubahan besar pada diri wanita, baik itu berupa perubahan bentuk fisik s/d perubahan kestabilan emosi. Mungkin ibu-ibu hamil yang sudah divonis untuk operasi sesar akan bertanya-tanya bagaimana sih operasi sesar itu ? lama gak sembuhnya ? sakit gak sih ? mengganggu ASI gak ? gimana posisinya kalo mau ngasih ASI pasca operasi ? bagaimana cara melakukan perawatan luka operasi di rumah ?

RAJIN-RAJINLAH MERAWAT LUKA OPERASI DI RUMAH

Dalam proses penyembuhan pasca operasi sesar, tentunya rasanya bercampur baur antara masih terasa nyeri, rasa tidak nyaman dan kelelahan akibat si dede suka bangun tengah malam dimana sang suami mesti molorrrrr gak mau bangun. Langkah-langkah yang mesti ibu-ibu nifas lakukan untuk mempercepat kesembuhan antara lain:

1. Jalani proses penyembuhan dengan hati senang dan santai. Banyak istirahat, tidur bila ngantuk, jangan beraktivitas berlebihan, kurangi aktivitas harian, serahkanlah nyapu ngepel setrika pada suami saja. Letakkan semua keperluan bayi didekat ibu, dalam jangkauan ibu, sehingga tidak perlu harus jalan jauh untuk mengambil misalnya bedak bayi, popok bayi, dll. Jangan mengangkat beban berat apapun selain bayi ibu. Gak usah ngangkat jemuran, gak usah ngangkat galon aqua, dll.

2. Jaga tekanan perut. Sebetulnya di Indonesia terkenal dengan yang namanya gurita. Tidak perlu pakai gurita tidak apa-apa karena kebanyakan yang saya amati ibu-ibu pakai gurita terlalu ketat sehingga dapat mempengaruhi penyembuhan luka operasi akibat tertekan dan tergesek. Kalo mau pakai gurita jangan ketat-ketat, secukupnya saja. Ada juga gurita yang dari karet, itu mungkin lebih baik karena melar. Peranan gurita disini sebetulnya hanya untuk menahan tekanan perut ketika batuk, bersin, ketawa, atau gerakan mendadak yang menyebabkan meningkatnya tekanan dalam perut. Cukup ditahan perutnya dengan tangan dan usahakan bergerak dengan tenang dan tidak terburu-buru.

3. Bila nyeri, minum obat anti nyeri yang diberikan oleh dokter kandungan ibu. Bila ibu punya bantal hangat, dapat juga ditempelkan ke perutnya. Obat anti nyeri aman bagi ibu menyusui.

4. Rajin minum air putih, apalagi kalo bisa sih pakai air zam-zam…wow…berkah bangetsss. Sebaiknya ditambah dengan air jus buah, kacang hijau, dan minuman bergizi tinggi lainnya. Hal ini dapat membantu mencegah terjadinya BAB keras.

5. Ibu akan diajari caranya ganti perban saat kontrol pertama pasca operasi. amati dan ingat-ingat cara-cara yang diberikan oleh dokter kandungan saat kontrol.

6. Makanan bergizi. Tidak berpantang makanan untuk meningkatkan daya tahan dan mempercepat kesembuhan.

7. Mandi tetapi jangan sampai basah lukanya.

AMATI TANDA-TANDA INFEKSI

Bila selama proses penyembuhan ibu-ibu nifas melihat beberapa tanda di bawah ini maka segera kunjungi dokter kandungan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan dan mungkin bila perlu pengobatan.

1. Luka operasi nama merah banget, bengkak dan keluar nanah.

2. Apalagi bila disertai dengan demam tinggi segera setelah operasi.

3. Luka yang infeksi seringkali terasa sangat nyeri dan rasa nyerinya makin bertambah bertambah bertambah.

CARI DAN CARI TERUS POSISI YANG PALING NYAMAN BAGI IBU SAAT MENYUSUI

Ibu-ibu nifas boleh dan sebaiknya segera menyusui bayinya setelah operasi. Untuk mengurangi rasa nyeri akibat tertimpa bayi, maka perut ibu dapat dialas pakai bantal kepala sehingga lengan ibu dan bayi ibu tersangga dengan baik. Di sini ada beberapa posisi yang nyaman untuk menyusui, tetapi tetap saja tidak bakalan nyaman bagi semua ibu nifas sehingga ibu nifas mesti mencari sendiri posisi yang paling nyaman bagi ibu-ibu.

1. Posisi memegang bola. Pegang bayi ibu disalah satu sisi lengan bawah dimana posisi siku tertekuk, arahkan kepala dan muka bayi langsung ke hadapan payudara ibu. Jadi punggung bayi berbaring diatas lengan bawah ibu. Letakkan bantal kepala untuk menopang lengan ibu sehingga tidak gampang lelah. Kalo duduk di kursi maka untuk menopang lengan bawah, pakailah kursi ayang ada sandaran tangannya.

2. Posisi berbaring miring. Ibu miring ke saah satu sisi dan arahkan wajah bayi ibu menghadap ke payudara. Dengan salah satu tangan yang posisinya di atas pegang dan pence payudara ibu dan arahkan putingnya ke mulut bayi. Lengan ibu yang bagian bawah dipakai untuk ganjalan kepala ibu.

Bila ibu kesulitan untuk menyusui maka dapat berkonsultasi dengan para petugas di kamar nifas untuk membantu memberikan petunjuk dan cara yang nyaman bagi ibu.

APA SIH YANG AKAN DIALAMI OLEH IBU-IBU SELAMA MENJALANI MASA NIFAS ?

Sebetulnya tidak ada perbedaan pengalaman masa nifas pada ibu-ibu yang melahirkan dengan normal ataupun operasi. Tetapi demi ibu-ibu sekalian yang mungkin mesti kepo banget tentang nifas ya saya ceritakan juga ya..

1. Keluar darah nifas.
Ibu pasca melahirkan pasti akan mengeluarkan darah nifas selama beberapa kinggu pasca melahirkan. Warnanya merah dan bercampur dengan lendir. Iasanya merah gelap atau merah tua, kadang-kadang merah terang. Semakin lama darah nfas akan makin sedikit dan makin encer, warnanya juga makin pudar sampe dengan kuning.

Apa yang perlu diwaspadai dengan darah nifas?

a. Keluar darah yang sangat banyak disertai gumpalan.

b. Darah nifas berbau busuk

c. Adanya demam pasca melahirkan.

Kalo ibu pasca melahirkan mengalami 3 hal tersebut maka harus segera ke RS atau puskesmas atau klinik terdekat.

2. Perut terasa mules atau kontraksi. Pasca melahirkan biasanya ibu-ibu akan mengalami rasa mules diperut, hal ini akan berlangsung sampai beberapa hari ke depan. Rasanya mirip dengan kram saat mau menstruasi/ mau haid. Hal ini merupakan hal wajar karena bentuk perlindungan diri terhadap kemungkinan terjadinya perdarahan pasca melahirkan, dimana nyeri itu disebabkan oleh kontraksi rahim untuk menjepit jutaan pembuluh darah rahim sehingga tidak timbul perdarahan.

Bila pada perut bagian yang kontraksi terasa ada rasa nyeri saat dipegang rahimnya maka segera datangi dokter kandungan untuk diperiksa apakah ada kemungkinan ibu mengalami infeksi rahim atau tidak.

3. Gangguan pipis (pipisnya gak keluar atau sakit saat pipis). Pembengkakan atau perlukaan atau lecet-lecet daerah sekitar kandung kencing dan saluran kencing pasca dilewati oleh kepala bayi saat melahirkan dapat menimbulkan gangguan pipis. Biasanya akan terasa nyeri dan perih saat pipis. Salah satu caranya adalah ketika pipis, diusahakan sambil diguyurin pake air keran, kalo yang WC duduk mesti ada selang airnya, kalo yang WC jongkok mesti bawa ember untk disiram-siram ke daerah lubang pipis sehingga dapat membantu mengurangi nyeri saat pipis.

Apa yang harus diwaspadai dan harus segera ke dokter kandungan ? yaitu bila terjadi gangguan pipis sebagai berikut:

a. Rasa nyeri yang luarrr biassaa yang menimbulkan gangguan yang tidak bisa diatasi dengan cara di atas.

b. Tidak bisa pipis atau kalo pipis ngedennya lama dan harus dipaksa.

c. Pipisnya sering tapi sedikit-sedikit.

Kehamilan dan melahirkan itu dapat menyebabkan kerusakan dan regangan pada otot-otot dan syaraf-syaraf penopang panggul dan jalan lahir. Sehingga kali kita lihat ibu pasca melahirkan itu kalo batuk mesti keluar pipisnya, batuk keluar pipisnya, bersin keluar pipisnya, dll. Hal ini makin lama kadang-kadang makin sembuh dengan seiring berjalannya waktu tetapi lebih baik bila ibu pasca melahirkan melakukan senam kegel, bisa ibu-ibu lihat di youtube gimana caranya senam kegel. Konon senam kegel juga bisa bikin puassss suami… ha ha ha.

Cara sederhana yang bisa dicoba untuk ibu lakukan sambil nonton tv adalah melakukan gerakan tahan pipis seperti saat pipis tau-tau distop dan pipisnya stop. Lakukan itu berulang-ulang secara rutin, ya sekitar 10-20x dalam sehari. Lakukan tidak dalam kondisi pipis ya, cuman seolah-olah sedang pipis saja.

4. Gangguan BAB dan wasir/ ambeyen/ hemoroid
Bila ibu-ibu nifas mengalami gangguan sulit BAB atau BAB keras maka ibu nifas sedang memgalami gangguan kontraksi usus. Bahkan kadang-kadang ibu nifas terutama yang baru pertama melahirkan sulit menahan BAB. Coba lakukan senam kegel secara rutin, bila tetap sulit menahan BAB maka harus segara periksa ke dokter untuk diperiksa apakah ada cedera pada otot mulut dubur atau tidak. Atau bila waktu duduk terasa ada yang mengganjal atau terasa ada yang bengkak/ benjol di dekat lubang dubur bisa jadi itu adalah gejala ambeyen/ wasir/ hemoroid. Datangi saja Dokter terdekat dan nanti biasanya dokter akan memberikan obat salep atau seperti peluru untuk mengobati hemoroid ibu.

Untuk mengurangi rasa nyeri saat BAB yang mengganggu akibat adanya hemoroid atau BAB keras atau nyeri akibat luka pasca melahirkan maka ibu-ibu nifas harus melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Sering minum air putih
b. Makan buah-buahan dan sayuran yang rajin, jangan cuman sedikit.
c. Berobat ke dokter. Biasanya dokter akan memberikan obat pelunak BAB. Tapi jangan jadi kebiasaan ya… yang alami tetap lebih baik.

5. Payudara terasa nyeri. Pasca melahirkan seringkali payudara terasa bengkak, keras, dan nyeri. Untuk meredakan rasa tak nyaman tersebut maka lakukan pompa ASI. Dapat juga dikompres pake washlap yang telah dibasahi air hangat atau mandi pake air hangat dimana siramkan air hangat itu pada payudara ibu sambi dipijat pelan dan lembut ke arah putingnya untuk membantu pengeluaran ASI. Rajin menyusui dapat membantu untuk mengurangi rasa sakit pada payudara. Kalo tetap nyeri, sebaiknya ibu segera datangi dokter terdekat untuk dilakukan pemeriksaan dan pengobatan. Kalo misalnya ibu nifas gak mau menyusui atau tidak menyusui maka sebaiknya pake BH ketat (BH untuk olah raga) yang bertujuan uantuk mengurangi produksi ASI. Jangan dipompa atau dipijat payudaranya karena akan makin merangsang produksi ASI. Seringkali saya lihat ASI ibu-ibu nifas bocor keluar membasahi baju. Sebaiknya pakai tampon atau saya juga pernah lihat khusus softex untuk payudara, saya lupa tuh namanya… harus sering di ganti pad nya dan bersihkan dulu payudara ibu sebelum menyusui bayi.

6. Perubahan emosi. Kadang-kadang ibu nifas yang merawat bayinya mengalami perubahan emosi seperti sedih, tertekan, gampang marah, cemas, emosi yang berubah-ubah bahkan depresi. Ini dikenal dengan baby blues. Ibu nifas harus berusaha menghilangkan gangguan tersebut dengan jalan curhat atau sharing perasaan dengan suami atau ibu kandung atau ibu mertua atau teman. Intinya jangan membawa beban sendirian di hatimu. Bila suami melihat gejalanya tambah parah maka sebaiknya segera kunjungi dokter. Dokter psikiater/ ahli jiwa akan memberikan solusi terbaik bagi kesehatan jiwa ibu nifas.

7. Perubahan bentuk tubuh. Pasca melahirkan ibu-ibu nifas seringkali masih nampak gendut seperti orang hamil. Gak masalah, itu sudah biasa. Karena perubahan bentuk tubuh pasca melahirkan menuju ke bentuk ideal itu butuh waktu lama. Sering melakukan olah raga seperti aerobik, senam santai, renang, dll akan membantu memulihkan bentuk tubuh ke ideal seperti idaman ibu-ibu nifas. Nampak stretchmark di perut itu udah biasa, gak usah galau. Ntar lama-lama juga makin tipis bekasnya. Boleh kunjungi dokter spesialis kulit untuk makin menipiskan bekas stretchmark di perut.

LAKUKAN KONTROL TERATUR PASCA OPERASI SESUAI ANJURAN DOKTER KANDUNGAN

Biasanya setelah ibu diijinkan untuk pulang, maka ibu-ibu nifas akan diminta untuk kontrol lagi antara 3 hari s/d 1 minggu pasca pulang ke rumah. Dokter akan melakukan ganti perban, dan melakukan pemeriksaan luka operasi, kondisi rahim, kondisi kandung kencing, dll. Tekanan darah ibu juga akan diukur saat kontrol.

Seringkali pasien bertanya kapan boleh hubungan sex dengan suami, gangguan ASI bengkak, mau KB apa, menyusui dan bercerita berbagai masalah dan kebahagiaan sejak melahirkan. Diskusikan semua hal tersebut dengan dokter kandungan terdekat.