TULISAN 136. BERBAGAI METODE PERSALINAN NORMAL PERVAGINAM

Ketika persalinan memasuki kala 2 yaitu dimana pembukaan mulut Rahim sudah mencapai 10 cm alias lengkap, wanita hamil mungkin dapat mempertimbangkan atau memilih berbagai posisi tubuh saat melahirkan normal, posisi yang dirasakan paling nyaman bagi dirinya untuk membantu wanita hamil menjalani proses mengejan serta melahirkan buah hati menjenguk dunia yang indah ini. Perlu diingat bahwa setiap posisi persalinan yang dipilih, sedikit banyaknya akan mempengaruhi perineum wanita hamil. Perineum itu adalah daerah antara vagina dan lubang dubur wanita. Ada beberapa posisi yang bisa dipilih wanita ketika melakukan persalinan pervaginam.

Saya berharap tulisan ini dapat menjelaskan risiko dan manfaat dari pilihan wanita hamil dalam upaya melahirkan secara normal pervaginam (melalui vagina). Apalagi saat ini sedang heboh metode persalinan Maryam yang menurut saya bukanlah suatu terobosan baru dan terkesan dalam salah satu video yang saya tonton dapat mencegah persalinan operasi sesar yang tentu saja sangat menyesatkan bagi wanita hamil yang belum paham bahkan bagi para bidan sekalipun.

Persalinan Maryam merupakan modifikasi dari metode persalinan yang sudah ada, perbedaannya adalah persalinan Maryam itu ada posisi berdiri dan jongkoknya sambil berpegangan pada besi atau sandaran. Jadi tidak ada yang baru dalam metode persalinan tersebut. Dikatakan di video itu bahwa sang ibu hamil mengalami ketuban rembes dan posisi kepala masih tinggi sehingga disarankan untuk sesar lalu dapat diatasi dengan metode persalinan Maryam… Menurutku sih agak lebay dan sok tau… semestinya tidak boleh ada pernyataan demikian. Promosi sih boleh tapi jangan bikin fitnah atas apa-apa yang tak diketahuinya karena seorang dokter itu bisa menjadi dokter spesialis kandungan itu perlu waktu hingga 15 tahun sekolah sejak dokter umum. Belakangan ini muncul pula yang namanya metode persalinan amani yg juga mirip-mirip persalinan maryam dimana metodenya tak hanya dengan berbaring tetapi dengan jongkok atau apalah menurut para penganut konsep persalinan amani. Dikatakan bahwa dengan metode persalinan amani maka dapat menghindarkan ibu bersalin dari tindakan kedokteran semisal vaccuum atau forceps atau episiotomi. Jadi menurut saya hal ini sebetulnya tidak usah dijadikan alasan pembenar mengenai metode persalinannya karena sangat tidak fair… sangat tidak adil… perlu diingat bahwa di indonesia teknologi kedokteran semakin lama semakin canggih dan angka deteksi terhadap gangguan janin semakin tinggi. Semua serba dihubungkan dgn time atau waktu sehingga diharapkan bayi yang lahir dapat menerima stress seminimal mungkin. Sangat tidak elok menyalah-nyalahkan dunia kedokteran karena dalam dunia kedokteran itu setiap ada ilmu baru maka butuh waktu bertahun-tahun serta penelitian yang sangat lama utk pembuktiannya. Setiap persalinan normal harus memenuhi berbagai syarat agar berhasil yaitu diantaranya posisi janin, letak janin bagian bawah, apakah janin sudah masuk pintu atas panggul atau belum, posisi turunnya janin apakah sudah benar atau belum, kecepatan turun janin dalam rongga panggul, faktor penghalang jalan lahir, kecepatan pembukaan mulut rahim, ketebalan mulut rahim, panjangn mulut rahim, kekakuan dinding vagina, kekakuan pintu vulva, dan lain-lain. Jadi kalo dokter atau bidan melakukan pemeriksaan dalam vagina maka bukan sekedar tahu pembukaan pintu rahim saja tetapi mereka juga melakukan penilain dan prediksi apakah bakalan ada macet atau tidak.

Perlu diingat bahwa TIDAK ADA METODE PERSALINAN NORMAL YANG TERBAIK BAGI SETIAP WANITA HAMIL. Sebab semua tergantung pada kenyamanan dan pilihan termudah bagi para wanita hamil. Berbagai metode persalinan normal tidak dapat mencegah terjadinya operasi sesar karena operasi sesar dilakukan untuk mencegah timbulnya gawat janin, robekan Rahim, cedera ibu yang parah, dan lain-lain. Dokter kandungan bukan hobby operasi sesar, bukan pula tidak pro normal (istilah keren zaman now)… dokter kandungan itu pro keselamatan ibu hamil dan bayi dalam kandungannya. Tidak ada dokter kandungan yang pro normal dan tidak ada dokter kandungan yang pro sesar.

Berikut adalah berbagai posisi ibu melahirkan yang boleh saja dicoba:

  1. Posisi berlutut dengan bola bersalin. Tidak ada posisi sempurna untuk persalinan normal. Namun, mencoba posisi yang berbeda dapat membantu wanita hamil merasa lebih terkendali dan mengatasi rasa sakit. Penelitian menunjukkan bahwa posisi tertentu yang paling nyaman bagi wanita hamil juga dapat meningkatkan kemajuan proses persalinan. Dengan melibatkan suami saat proses bersalin, wanita hamil mungkin akan merasakan dukungan semangat yang lebih besar juga. Saat persalinan sedang berlangsung, wanita hamil dapat mencoba berbagai posisi yang paling nyaman dan paling tidak nyeri.
  2. Posisi mirip goyangan pinggul maju mundur mirip dansa sambil pelukin suami. Juga mirip dengan posisi Maryam. Berdiri atau berjalan selama tahap persalinan fase pembukaan mulut Rahim dapat memperpendek masa pembukaan mulut Rahim sehingga persalinan dapat berlangsung lebih lancer dan cepat. Condongkan atau rangkul tubuh suami sehingga agak membungkuk ke arah isteri terutama pada saat timbul kontraksi Rahim. Atau lilitkan lengan Anda di leher suami dan mulailah bergoyang pinggul anda maju mundur, seolah-olah Anda menari dengan lambat. Ini juga posisi yang bagus bagi suami untuk menggosok-gosok mesra punggung isteri.
  3. Posisi duduk. Selama persalinan, gerakan berirama bisa membantu menenangkan dan mengurangi rasa nyeri wanita hamil. Goyang perlahan sambil duduk di kursi yang kokoh, tepi tempat tidur atau bola bersalin.
  4. Posisi miring ke depan. Posisi ini mirip dengan posisi Maryam. Jika punggung wanita hamil terasa sakit saat persalinan, mungkin gerakan tubuh condong ke depan akan terasa lebih nyaman. Mengangkang kursi atau membungkuk di atas bed bersalin. Dan ini juga posisi yang baik bagi suami untuk menggosok punggung isteri sehingga isteri dapat lebih tenang dan merasa lebih diperhatikan.
  5. Posisi menyergap (lunging), dimana kaki diangkat satu dengan tubuh posisi berdiri. Posisi ini mungkin dapat mengurangi rasa tidak nyaman di punggung bawah ibu hamil ketika dalam fase persalinan fase aktif. Anda dapat mencoba mencondongkan tubuh ke depan sambil berdiri. Angkat satu kaki di kursi yang kokoh. Perlahan condong ke arah kaki yang terangkat selama kontraksi berikutnya. Jika kursi terlalu tinggi untuk kenyamanan, gunakan tumpuan kaki yang pendek atau dingklik atau kursi jongkok untuk cuci pakaian.
  6. Posisi berlutut dengan memeluk bola bersalin. Ini juga mirip dengan posisi Maryam. Terkadang berlutut membantu meringankan sakit punggung. Berlutut sambil condong ke depan juga dapat membantu membuka panggul ibu bersalin. Gunakan bola bersalin atau tumpukan bantal untuk menopang. Di rumah sakit, angkat tiang besi kepala tempat tidur. Berlutut di bagian bawah tempat tidur sambil mengistirahatkan lengan dan tubuh bagian atas di atas tempat tidur.
  7. Posisi jongkok dengan berpegangan pada tiang atau pinggiran besi kepala tempat tidur bersalin. Ini juga mirip dengan posisi Maryam.
  8. Posisi merangkak dengan menggerakan tubuh maju mundur. Ini juga mirip metodee Maryam tetapi beda posisi saja. Kalo metode Maryam kan berdiri, sedangkan ini posisi merangkak.
  9. Posisi berbaring miring ke kiri atau kanan senyamannya wanita hamil. Umumnya mesti miring ke kiri.
  10. Posisi konvensional dimana ibunya berbaring terlentang dengan kedua kaki ditekuk ke atas pada pangkal paha.
  11. Posisi setengah duduk sambil bersandar ke suami. Posisi ini bisa bikin persalinan dan melahirkan bisa lama dan lebih sulit. Posisi persalinan normal ini adalah posisi persalinan berbaring dimana ibu hamil dapat bersantai menyandar di bed bersalin. Ada berbagai cara untuk mencapai hal ini yaitu Anda dapat berbaring di tempat tidur, bersandar pada bed bersalin yang sandarannya bisa naik turun atau orang lain. Anda juga dapat meminta bantuan suami untuk menjaga agar punggung Anda tetap ditopang sambil menggosok-gosok punggung dan pinggang anda di antara kontraksi. Posisi ini termasuk dalam posisi bersalin yang mengandalkan gravitasi tetapi dengan posisi setengah berbaring/ bersandar.

Semua posisi di atas adalah posisi yang mengandalkan gaya gravitasi bumi dimana proses persalinan dibantu oleh gaya berat bumi, kecuali posisi berbaring terlentang dan posisi berbaring miring. Tidak ada metode yang terbaik bagi ibu hamil yang ingin melahirkan secara normal, yang ada adalah ibu hamil yang memilih metode yang paling nyaman dan paling tidak nyeri bagi dirinya sendiri.

Apa sih kelebihan berbagai posisi di atas ? apakah ada bahayanya ?

Setiap metode persalinan dengan posisi yang diiringi dengan daya gravitasi bumi akan memberikan keuntungan sebagai berikut:

  1. Kekuatan mengejan ibu hamil akan jauh lebih kuat.
  2. Dapat membukan jalan lahir panggul s/d 20-30% lebih luas sehingga rongga panggul lebih luas bagi kepala bayi buat bermanuver atau berputar didalam menuju ke pintu luar vagina.
  3. Dapat mempercepat proses persalinan karena bantuan tenaga dari gravitasi bumi.
  4. Sedikit banyak mengurangi kemungkinan ibu hamil gak kuat mengejan atau gak pintar mengejan sehingga mengurangi resiko bayi di vacuum atau di tang/ forceps.
  5. Mengurangi rasa nyeri persalinan terutama pada punggung dan pinggang karena ibu hamil akan menyesuaikan posisinya sehingga bayi lebih mudah turun. Tetapi pada posisi ini bila janin turun dengan posisi kepala yang salah maka rasa nyeri yang ditimbulkan dapat lebih hebat daripada posisi konvensional.
  6. Mempercepat pembukaan mulut Rahim karena tekanan kepala bayi makin kuat berkat tarikan gravitasi bumi dan dorongan kekuatan perut ibu.

Nah kekurangan dari metode yang mengandalkan gravitasi (posisi bukan berbaring) adalah:

  1. Resiko perdarahan makin tinggi.
  2. Resiko robekan perineum s/d ke dubur makin besar.
  3. Gawat janin atau fetal distress akibat tekanan dorongan yang terlalu kuat.
  4. Pecahnya pembuluh darah di kepala janin akibat pemaksaan terdorong oleh kekuatan ibu hamil.
  5. Robekan vagina yang sangat parah terutama pada bayi yang turun dalam jalan lahir dengan posisi yang salah tetapi maju terus akibat dorongan ibu hamil dan daya gravitasi.
  6. Terdapat sifat agak maksa tehadap janin untuk lewat jalan lahir sehingga potensi cedera janin juga tinggi.
  7. Robekan mulut Rahim bahkan robekan Rahim mungkin saja terjadi terutama bila pembukaan belum lengkap, ukuran janin sebetulnya gak pantas untuk lahiran secara normal dan posisi kepala janin turun terbalik alias wajah janin menghadap perut ibu hamil.

Oke deh… saya rasa sudah saya sampaikan semua nih… jadi perlu dipahami bahwa tidak ada metode yang paling baik yang ada adalah metode yang paling dirasakan cocok oleh ibu hamil. Silakan tetap latihan kegel atau senam hamil secara rutin untuk membantu merelaksasi pintu keluar vagina dan juga jalan lahir bagian dalam. Ada metode pelemasan vagina yang dipopulerkan di India yaitu dengan jalan meregangkan vulva atau pintu vagina pada jam 4 6 8. Dan ada alat khusus untuk melonggarkan dan melemaskan pintu vagina yang bertujuan untuk mencegah kekakuan pintu vagina dengan harapan tidak perlu sampai digunting saat bersalin. Tetapi tetap saja ada resiko robekan perineum tak teratur yang malahan lebih berbahaya daripada guntingan pintu vagina. Saya sih belum lihat bentuk alat itu tetapi kira-kira alat itu bentuknya mirip dengan balon yang diletakkan dalam vagina lalu ditarik pelan-pelan keluar vagina dengan pelumasan minyak tertentu sehingga lama-lama pintu vagina menjadi relaks dan kendor. Hmm… bicara masalah kendor nih…. Yang kendor bisa bikin suami cari yang kenceng ha ha ha…

TULISAN 135. VARISES VAGINA PADA KEHAMILAN

Saya seringkali mendapatkan rujukan dari bidan dan klinik mengenai varises vagina pada ibu hamil. Pada beberapa ibu hamil bahkan mendapatkan informasi yang sesat dari tetangganya bahkan oom dan tantenya serta engkong dan mamaknya yang memberikan nasehat menakutkan/mengerikan, padahal dokter sekalipun tidak pernah memberikan informasi yang menakutkan.
Beberapa keluhan yang disampaikan ke saya oleh ibu hamil dengan varises di vagina atau vulva antara lain dulunya gak varises sekarang kok varises, nampak menonjol dan benjol di vagina, warna kebiruan di vagina, sakit kalo duduk, dll. Beberapa dari ibu hamil ada yang lebih suka pake pakaian celana ketat daripada longgar karena lebih nyaman dipakai untuk aktivitas, katanya kalo pake celana ketat bisa lebih kurang nyerinya (kalo ini ada benarnya juga sih…). Ada yang mencoba berendam dalam air teh dengan maksud untuk mengecilkan varisesnya, tapi ya tetap saja gak ada perubahan. Saya juga bingung dapat darimana anjuran berendam dengan air teh..he he he he.
Oke deh…begini saja… mari kita kenali apa sih VARISES VULVA VAGINA (selanjutnya kita singkat dengan 3V singkatan merupakan hak patent dari Dr. Cucuk Santoso, SpOG….ha ha ha ha).

APA SIH 3V ITU ?
Varises seringkali ditemukan di tungkai utamanya pada bagian betis dan sekitar pergelangan kaki. Biasanya berwarna kebiru-biruan/ kehijau-hijauan yang tampak pada kulit. Pada wanita, terutama yang sedang hamil, varises ini bisa muncul di vagina dan vulva wanita. Oh iya sudah ngerti dengan istilah vulva gak ? vulva itu artinya pintu masuk vagina, tempat adanya bibir vagina itu looooohhh….
3V itu bentuknya seperti bergelombang, melingkar, belok-belok, membenjol, kebiruan, kehijauan, keunguan, biasanya siiih jarang berubah ukurannya selama kehamilan. Bisa bergerombol atau 1 jalur saja atau menjalar seperti akar pohon. Nanti saya kasih gambarnya untuk lebih mudah mengenalinya….

APA SIH YANG DAPAT MENYEBABKAN TIMBULNYA 3V ?
3V dapat terjadi pada setiap wanita terutama wanita yang memiliki keturunan menderita varises. Resiko terkena 3V meningkat bila wanita tersebut usia kehamilannya makin tua, biasanya memasuki hamil 7-9 bulan (trimester 3). Terjadinya 3V disebakan oleh penekanan terhadap pembuluh darah didaerah panggul oleh makin besarnya ukuran rahim akibat kehamilan. Gejala-gejala yang biasanya dirasakan oleh ibu hamil antara lain rasa nyeri didaerah vulva, daerah vagina terasa berat (gimana ya…rasanya seperti terisi sesuatu gitu deh), bengkak dan segala sesuatu rasa tak nyaman deh, baik untuk duduk maupun aktivitas lainnya.

APAKAH 3V BISA DIOBATI ?
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh ibu hamil untuk mengurangi keluhan akibat 3V. Penggunaan pakaian ketat yang khusus untuk varises dapat digunakan…(beli dimana ya ? coba cari di bukalapak atau tanyain ke toko-toko olahraga atau coba datangi dokter spesialis bedah, siapa tahu bisa kasih petunjuk untuk beli dimana…oh iya… lihat juga iklan tv media yang jualan segala macam barang, siapa tahu pas kebetulan nemu celana khusus varises ). Wanita hamil sebaiknya jangan beraktivitas yang membutuhkan berdiri lama. Hmm agak sulit juga bagi wanita yang kerja di pabrik ya…tapi saya yakin pihak pabrik pasti mau memberikan dispensasi atau memindahkan posisi pekerja yang hamil ke bagian yang lebih ringan…potong gaji kah ? Sebab berdiri lama itu meningkatkan tekanan terhadap pembuluh darah vena di daerah panggul sehingga akibatnya 3V makin muncul.
Kalo tidur, baiknya wanita sedikit mengganjal bokongnya dgn bantal tipis dengan maksud untuk melancarkan aliran darah sekitar panggul. Ibu hamil sebaiknya jangan mengangkat barang-barang berat karena dapat merangsang timbulnya pembesaran pembuluh darah vena disekitar panggul. Bagi ibu hamil yang bekerja di pabrik sebaiknya minta keringanan supaya kerja ringan saja. Hal ini penting karena untuk daerah karawang, cikampek, purwakarta, subang, cikarang dan bekasi banyak wanita yang kerja di pabrik.

APAKAH WANITA HAMIL DENGAN 3V HARUS OPERASI SESAR ?
Sebetulnya wanita hamil dengan 3V tidak harus di operasi sesar saat melahirkan karena pembuluh darah vena itu lunak dan lembut sehingga tidak menghalangi jalan lahir. Tapi memang rasanya gak enak bingits saat melahirkan normal disertai 3V. Yang paling penting mesti diingat adalah penilaian klinis oleh dokter kandungan lebih menentukan keputusan klinik yang diambil karena semua dokter kandungan pasti ingin melakukan segala yang terbaik bagi ibu hamil, semua dilakukan seusai dengan pertimbangan fasilitas rumah sakit, tim bersalin, dan lain-lain.
Biloa terjadi perdarahan dari pembuluh darah varises akibat persalinan maka para dokter kandungan akan melakukan penanganan terhadap perdarahan vena tersebut, untungnya pembuluh darah vena disekitar vulva vagina alirannya lambat sehingga lebih mudah diatasi. Yang jelas kalo punya 3V sebaiknya melahirkan di rumah sakit, jangan di klinik PPK1 atau puskesmas apalagi bidan BPS…ngeriii tau gak….

APAKAH 3V itu bisa sembuh atau permanen/ menetap ?
Biasanya wanita hamil yang sebelum hamil tidak punya 3V maka ketika pasca melahirkan varisesnya akan mengecil tapi tetap gak bisa hilang. 3V itu akan kembali muncul saat kehamilan berikutnya dan makin besar seiring dengan pertambahan usia kehamilan dan umur ibu. Makanya kalo udah tua, jangan hamil lagi….ntar kena 3V loooooh….
Kalo ibu-ibu udah gak mau hamil lagi, maka sebaiknya 3V diobati terutama bila menimbulkan masalah misalnya nyeri atau rasa tidak enak. Datanglah ke dokter spesialis bedah untuk mendapatkan penanganan antara lain dengan melakukan penyuntikan obat dalam pembuluh darah varises yang dikenal dengan istilah skleroterapi. Kadang-kadang juga dilakukan pembedahan. Yang penting berobat ke dokter yaaaaa….jangan dipijat di dukun dan jangan percaya cerita seram dari tetangga.

TULISAN 134. PLACENTA PREVIA, KEHAMILAN, DAN PERDARAHAN

PLACENTA PREVIA DALAM KEHAMILAN

Placenta previa atau yang dikenal dengan bahasa padangnya adalah ari-ari menutup jalan lahir atau ari-ari dibawah merupakan komplikasi kehamilan yang lazim ditemui pada ibu hamil. Bila ibu hamil dinyatakan mengalami placenta previa oleh dokter kandungan itu berarti posisi placenta atau ari-ari ibu hamil letaknya tidak normal yaitu bisa dibagian bawah rahim, sebelah pintu lahiran atau nutupin pintu lahiran pada rahim. Fungsi placenta adalah untuk memberikan nutrisi pada bayi dalam kandungan ibu melalui tali pusat.
Placenta previa dapat menyebabkan timbulnya perdarahan terutama pada kehamilan lanjut bahkan terkadang para dokter terpaksa harus segera melahirkan bayinya demi menyelamatkan ibu hamil bila dinilai perdarahan yang timbul dapat membahayakan nyawa ibu hamil akibat perdarahan hebat atau akibat kondisi ibu hamil yang buruk walopun umur kehamilan masih prematur. Para dokter demi menyelamatkan nyawa ibu hamil hampir selalu (hampir 100% ) melakukan operasi sesar bila terjadi perdarahan pada placenta previa.
Terdapat beberapa jenis placenta previa. Antara lain:
1. Placenta previa totalis (placenta menutup jalan lahir)
2. Placenta previa marginalis (placenta berada ditepi jalan lahir)
3. Placenta previa letak rendah (tidak nutup jalan lahir tapi letaknya mepet ke pintu lahiran biasanya sekitar 2 cm dari pintu lahiran).
Lokasi menempelnya placenta dalam rahim diketahui dengan pemeriksaan USG pada umur kehamilan 16 minggu sampai 20 minggu. Bila terdeteksi adanya gangguan letak placenta maka akan dilakukan pemeriksaan ulangan untuk mengevaluasi letak placenta pada kehamilan yang lebih tua, biasanya pada umur kehamilan 28 minggu.

APA YANG PERLU DIPERHATIKAN OLEH IBU HAMIL BILA TERDEKTEKSI KENA PLACENTA PREVIA ?
Semua tergantung dari umur kehamilan ibu saat dilakukan USG deteksi tersebut. Bila masih hamil muda ya no problemo, biarin saja, tapi tetap berdoa semoga placentanya “dapat geser” ke atas. Kalo udah geser ke atas maka ibu hamil sudah tidak mengalami placenta previa lagi. Sebetulnya placenta itu tidak bisa bergeser atau dipindah ke atas tetapi seiring dengan pembesaran rahim akibat pertambahan usia kehamilan maka placenta mengikuti pembesaran rahim tersebut sehingga seolah-olah placenta bisa pindah. Kan placenta itu nempel di rahim, kalo rahim makin besar maka rahim makin ke atas sehingga placenta juga terposisi makin ke atas.
Gimana kalo ternyata placenta previa terdeteksi pada kehamilan trimester 2 ? Waduuuuhhhh terpaksa deh ibu hamil mesti makin rajin periksa ke dokter kandungan untuk dilakukan evaluasi USG untuk menilai letak placentanya pada kehamilan yang makin tua. Tapi perlu diingat ya bila terjadi perdarahan maka harus segera ke dokter kandungan bahkan kalo perlu segera ke UGD Rumah Sakit, jangan ke dukun pijat/ sinshe/ guru kung fu/ guru silat dan lain-lain. Ini harus segera diperiksa ada apa sih dengan kehamilan saya ? nanti para dokter di UGD akan memeriksa apakah ini perdarahan akibat placenta previa atau bukan.

APA YANG TERJADI BILA TERNYATA HASIL EVALUASI DOKTER KANDUNGAN MENYATAKAN TETAP PLACENTA PREVIA ?
Kalo ternyata hasil pemeriksaan dokter pada kehamilan selanjutnya menyatakan bahwa tetap kena placenta previa maka ibu hamil sebaiknya jangan hubungan sex dulu dengan suami, istirahat yang cukup bahkan harus lebih deh, lalu hindari aktivitas fisik berlebihan yang dapat merangsang terjadinya perdarahan. Bila lahiran maka harus dengan jalan operasi sesar. Pada placenta previa pada jalan lahir tertutup total oleh placenta sehingga bayi gak bisa lewat. Bahkan sekalipun placenta letaknya dipinggir pun seringkali harus dilakukan operasi sesar karena perdarahan dapat terjadi saat pembukaan pintu rahim karena terjadi robekan pembuluh darah.
Perdarahan pada placenta previa terjadi seringkali tanpa ada rasa nyeri sebelumnya, tau-tau pas bangun tidur…. loooo…. kok ada darah banyak. Atau juga bisa didahului dgn mules pada perut. Kalo ini terjadi maka ibu hamil harus segera ke UGD rumah sakit dan dokter biasanya akan merawat-inapkan ibu hamil.
Bila umur kehamilan ibu sudah mendekati hamil tua maka ibu hamil akan segera dilakukan operasi sesar. Bila masih hamil prematur maka bisa jadi kehamilan ibu dilanjutkan/ dipertahankan sepanjang perdarahan berhenti, tapi bila perdarahan masih berlanjut terpaksa deh mesti lahir premature demi menyelamatkan sang ibu hamil krn perdarahan yang tidak berhenti dapat mengganggu kesehatan bayi juga. Kadang-kadang bila kondisinya masih memungkinkan maka ibu hamil akan disuntik obat untuk membantu fungsi pernafasan bayi bila terpaksa harus lahir prematur. Tapi ingat hal tersebut tidak ada jaminan 100% karena manusia bisanya cuman ikhtiar, Tuhan yang nentukan segalanya.
Kalo pada perawatan ternyata perdarahan berhenti maka kehamilan akan dipertahankan setua mungkin dengan catatan kondisi ibu stabil dan kondisi janin baik. Kalo semua baik dan stabil maka pasien boleh pulang ke rumah. Harus diingat bahwa perdarahan pada placenta previa dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa bisa diprediksi, jadi walopun sudah pulang ke rumah ibu hamil dan keluarganya harus tetap waspada. Bila terjadi perdarahan ulang harus segera ke UGD Rumah Sakit.
Bila kondisi ibu hamil dan bayi dalam kandungannya stabil dan baik maka kehamilan akan diakhiri pada usia 37 minggu bila memungkinkan. Tapi pengalaman pribadi saya jarang yang bisa mencapai umur kehamilan 37 minggu, rata-rata sekitar 34 minggu saja (prematur).
APA SAJA SIH KOMPLIKASI YANG DAPAT TERJADI PADA PLACENTA PREVIA ?
Ibu hamil yang menderita placenta previa seringkali mengalami perdarahan baik saat hamil maupun saat melahirkan. Seringkali sampai harus di transfusi darah. Ibu hamil dengan placenta previa walopun dilakukan pertolongan dengan operasi sesar, tetap saja memiliki resiko perdarahan saat operasi karena placenta previa dapat nempel erat bahkan tidak mau dilepas dari rahim. Ada juga yang mudah dilepas dari rahim tetapi tempat bekas nempelnya menimbulkan perdarahan terus. Tidak jarang hal ini terpaksa harus dilakukan operasi angkat rahim.
Dokter kandungan akan memberikan obat-obatan untuk menimbulkan kontraksi rahim setelah bayi dilahirkan dengan cara operasi sesar. Hal ini bertujuan untuk membantu memghentikan perdarahan. Tetapi pada kasus placenta previa terkadang hal ini tidak efektif atau tidak dapat membantu karena pada placenta previa, letak placenta itu nempelnya pada bagian bawah rahim dimana di daerah tersebut kontraksinya kurang baik sehingga meskipun diberikan obat untuk kontraksi rahim belum tentu perdarahannya berhenti.
Bila terpaksa lahir premature maka bayi juga belum aman dari resiko/ komplikasi walopun sudah diberikan obat-obatan. Komplikasi pada bayi prematur antara lain sulit bernafas dan berat badan lahir yang rendah.

SIAPA SIH IBU HAMIL YANG BERESIKO TERKENA PLACENTA PREVIA ?
Sebagian besar ibu hamil yang terkena placenta previa ternyata tidak memiliki faktor resiko apapun. Tetapi bila hamil mengalami beberapa hal berikut, diduga dapat meningkatkan resiko terkena placenta previa, antara lain:
1. Pernah placenta previa pada kehamilan sebelumnya.
2. Pernah operasi sesar.
3. Hamil kembar.
4. Pernah operasi daerah rahim bagian dalam.
5. Merokok aktif (ibu hamil merokok) ataupun pasif (suami merokok).
6. Pengguna obat-obatan terlarang.
7. Kehamilan yang berulang kali (hamil bolak-balik, melahirkan bolak-balik).
8. Usia ibu hamil lebih dari 35 tahun.

Yang penting sekarang, sedekah saja begitu dinyatakan tes hamilnya Positif. Niatin bahwa sedekah ini untuk mendapatkan kehamilan yang sehat dan aman baik bagi ibu hamil maupun bayinya. Lakukan tiap hari. Siapin kaleng dirumah dan diisi gopek tiap hari dalam kaleng tersebut. 1 bulan kan cuman Rp 15.000,-. Ntar suami kasih ke tukang somay, tukang sapu, atau siapa saja deh yang dianggap miskin, boleh juga ke masjid. Khusus hari sabtu minggu tetap sedekah ya, jangan libur… yang libur cuman kerja saja…
Semoga bermanfaat.

 

Dr. Cucuk Santoso, SpOG

GROUP FB: IBU HAMIL KIUTTT HELLO KITTY

TULISAN 132. BAHAYA RUMPUT FATIMAH PADA KEHAMILAN

Kali ini Dokter Cucuk Kiuttt Hello Kitty akan menceritakan dampak yang dapat ditimbulkan akibat mengkonsumsi rumput fatimah saat sedang hamil. Untuk diketahui bahwa tulisan ini saya ambil dari seorang sahabat saya yaitu dr. Syaifudin Zuhri, SpOG. Selamat membaca… dan pesan saya… JIKA ANDA SEDANG HAMIL MAKA JANGAN COBA-COBA NGERJAKAN INI DI RUMAH KECUALI JIKA ANDA SUDAH KANGEN KETEMUAN DENGAN MALAIKAT IZROIL… ha ha ha

Seorang ibu dirujuk ke #RSUD oleh bidan dengan ketuban pecah dini, ketuban telah merembes sejak sehari sebelumnya namun tidak didapatkan kontraksi sama sekali. Di RSUD kami tata laksana sesuai dengan prosedur yang berlaku dengan pemberian antibiotik dan pemeriksaan awal untuk menentukan tindakan selanjutnya.

Enam jam pertama kemajuan pembukaan dari buka 1 cm menjadi 2 cm. Pada 45 menit kemudian kami “terkejut” karena ibu tampak kesakitan dan dari evaluasi kami dapatkan pembukaan lengkap serta kami temukan gelas dengan #akar#rumput #fatimah di samping ibu tersebut. Bagi keluarga mungkin dengan pembukaan yang cepat merupakan kabar gembira, namun bagi kami itu merupakan tanda bahaya.

#Persalinan yang cepat atau yang kami sebut #partus #precipitatusmerupakan persalinan yang berlangsung kurang dari 3 jam antara awitan persalinan (buka 1 s/d 3 cm) sampai buka lengkap yang pada persalinan normal paling tidak membutuhkan waktu 6 jam.

#Bahaya persalinan cepat adalah akibat kontraksi Rahim yang terus menerus. Aliran darah dari ibu ke janin terhambat oleh kontraksi otot rahim yang terus menerus mengakibatkan bayi dalam kandungan dapat mengalami #hipoksia / kekurangkan oksigen bahkan dapat meninggal dalam rahim. Kontraksi terus menerus menyebabkan regangan berlebihan dari otot rahim. Bila regangan melebihi elastisitas/ kelenturan maka otot tersebut robek, robeklah rahim dan nyawa ibu tersebut menjadi teruhan selanjutnya.

Sudah lama, sebagian masyarakat kita mempunyai pemahaman untuk melancarkan persalinan dengan mengkonsumsi rumput fatimah. Rumput fatimah bagi orang Indonesia biasanya merupakan oleh oleh dari keluarga dari tanah suci. Sebagai dokter kandungan, beberapa kali kami dapatkan pasien diberi rendaman atau ramuan dari rumput fatimah oleh keluarganya. Umumnya mereka berharap pemberian tersebut dapat memperlancar persalinan tanpa mengetahui ada bahaya bila ramuan tersebut dikonsumsi oleh orang yang hamil dan sedang bersalin.

Ramuan / rendaman rumput fatimah dapat merangsang kontraksi rahim . Bahaya dari penggunaan rumput fatimah karena kita tidak dapat menakar jumlah zat aktif yang terkandung di dalamnya. Bila jumlah zat aktif terkonsumsi berlebihan maka yang terjadi adalah partus precipitatus, persalinan yang terlalu cepat, menyebabkan gawat janin, menyebabkan rahim robek dan dapat berakhir dengan kematian janin dan ibunya.

Pada kasus terakhir kami lakukan operasi sesar, saat kami buka ternyata rahim telah robek dan untungnya Kami dapat menyelamatkan Ibu dan anaknya dan masih bisa mempertahankan rahimnya. Kami konfirmasi ke keluarga, keluarga hanya bilang “maafkan kami Pak Dok … kami memang tidak mengetahui bahaya akibat menggunakan ramuan rumput fatimah, terima kasih telah menyelamatkan ibu dan anaknya.”

TULISAN 105. PLACENTA AKRETA… NYAWA IBU HAMIL TARUHANNYA…

Plasenta biasanya menempel pada dinding rahim, namun ada kondisi tertentu di mana plasenta menempel terlalu dalam ke dinding rahim. Kondisi ini dikenal sebagai plasenta akreta, plasenta inkreta, atau plasenta percreta, tergantung pada tingkat keparahan dan kedalaman masuknya plasenta ke dinding rahim. Sekitar 1 dari 2.500 kehamilan mengalami plasenta akreta, increta atau percreta.

Penyebab pasti untuk terjadinya plasenta akreta tidak diketahui hingga saat ini, tetapi diduga placenta akreta terdapat kaitannya dengan plasenta previa pada kehamilan saat ini. Placenta akreta juga diduga ada hubungan dengan kelahiran melalui operasi sesar pada hamil sebelumnya. Plasenta akreta sering terjadi pada wanita hamil dengan placenta previa dan secara studi epidemiologi kira-kira 5 – 10% wanita dengan plasenta previa akan mengalami placenta akreta. Artinya dari 10 kelahiran pada wanita hamil dengan placenta previa maka akan ada 1 placenta akreta. Baca postingan saya tentang placenta previa http://www.cucuk-spog.com/?p=51

Persalinan caesar diduga meningkatkan kemungkinan plasenta akreta di masa depan, dan semakin sering lahiran dengan operasi sesar maka akan semakin besar kemungkinan mengalami placenta akreta.

APA RISIKO PLASENTA AKRETA UNTUK BAYI ?

Pada kasus ibu hamil dengan placenta akreta maka seringkali keputusan klinis harus segera dibuat oleh dokter kandungan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan ibu hamil dan sedapat mungkin bila kondisi mengijinkan juga mempertimbangkan janin dalam kandungan. Persalinan prematur dan komplikasi akibat prematur adalah perhatian utama para dokter anak untuk bayi. Pada kasus kehamilan dengan placenta previa maka dapat terjadi perdarahan pada kehamilan trimester 3 (diatas 28 minggu), dan bila ternyata dari hasil kontrol teratur ke dokter kandungan sejak awal kehamilan dicurigai ada placenta akreta pada kasus placenta previa maka perdarahan akibat placenta previa tersebut akan menyebabkan terjadinya operasi darurat pada usia kehamilan prematur dan operasi tersebut merupakan operasi yang sangat beresiko tinggi bila ternyata benar adanya placenta akreta yang menyertai placenta previa. Bila kondisi masih memungkinkan maka sedapat mungkin dokter kandungan akan mempertahankan kehamilan untuk menghindari operasi darurat dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk kondisi darurat dimasa datang, termasuk mempersiapkan janin dengan cara diberikan obat-obatan melalui infus ke ibu hamil untuk memperkuat parau-paru janin sehingga bila terpaksa harus lahir prematur karena emergensi diharapkan bayinya kuat untuk nangis, kuat jantung bayinya, dan kuat nafasnya.

APA RISIKO PLASENTA AKRETA KEPADA IBU ?

Plasenta akreta biasanya sulit dilepaskan dari dinding rahim. Perhatian utama bagi ibu hamil saat operasi sesar yang mengalami placenta akreta adalah pendarahan yang sangat mungkin terjadi (99% terjadi) selama dokter kandungan berupaya manual untuk melepaskan plasenta dari dinding rahim. Pendarahan ini sifatnya sangat hebat dan sangat mengancam jiwa (dapat menimbulkan kematian di meja operasi akibat perdarahan). Belum lagi saat terjadinya perdarahan pada placenta akreta dapat menyebabkan kerusakan pada rahim dan organ tubuh lain akibat upaya dokter kandungan dalam menyelamatkan nyawa ibu hamil karena berdasarkan banyak pertimbangan yaitu antara lain kerusakan organ tubuh lain tidak menyebabkan mati seketika tetapi perdarahan dapat menyebabkan kematian saat itu juga. Target utama adalah hentikan perdarahan, lakukan apapun demi menghentikan perdarahan demi menyelamatkan nyawa ibu melahirkan. Seringkali dokter kandungan melakukan tindakan operasi angkat kandungan darurat secepat-cepatnya demi menghentikan perdarahan yang jumlahnya lebih dari 600cc (setengah liter) per menit.

Coba bayangkan ! sedemikian hebat dan tegang pekerjaan seorang dokter kandungan serta betapa berhutang budinya seluruh keluarga ibu hamil terhadap dokter kandungan yaitu saat kondisi persalinan yang aman apalagi saat kondisi persalinan membutuhkan tindakan emergensi/ gawat darurat. Ingat ya… dokter kandungan bukanlah Tuhan, segala yang dilakukannya adalah upaya / ikhtiar / usaha… tidak ada jaminan berhasil… kalo gagal bukanlah suatu malpraktek… itu karena keterbatasannya sebagai manusia biasa… karena tidak ada satupun kasus kedokteran yang perdarahannya sehebat perdarahan pada saat melahirkan. Tapi ironisnya… di negara Indonesia ini dokter kandungan adalah bidang yang kurang dihargai dan kurang didukung oleh pemerintah, buktinya biaya pertolongan terhadap pasien BPJS yang hamil sangat kecil sehingga dokter kandungan hanya bisa bekerja menolong ibu hamil dengan kondisi yang sangat terbatas.

APA PENGOBATAN UNTUK PLASENTA AKRETA ?

Tidak ada yang dapat dilakukan wanita hamil untuk mencegah terjadinya plasenta akreta. Kontrol teratur pada setiap kehamilan yang masuk kategori kehamilan resiko tinggi pada dokter kandungan merupakan upaya untuk mengurangi resiko kehamilan dan persalinan, walopun tidak mungkin 100%. Jika wanita hamil telah didiagnosis dengan kemungkinan plasenta akreta oleh dokter kandungan, maka dokter kandungan akan memantau kehamilan dengan tujuan menjadwalkan rujukan ke RS tipe A dan akan mempersiapkan ibu hamil sebelum menjalani operasi yang diharapkan mungkin dapat menyelamatkan rahim (tidak sampe angkat kandungan) di RS tipe A. Kalo di Jawa Barat adalah di RS Hassan Sadikin Bandung. Seringkali kondisi plasenta akreta cukup parah sehingga diperlukan operasi angkat kandungan (histerektomi) dan mungkin dengan sangat terpaksa akan merusak organ dalam perut yang lain akibat operasi penyelamatan nyawa ibu hamil.

Apakah dokter cucuk pernah mengalami kasus placenta akreta ? jawabnya adalah pernah dan sungguh membuat trauma dokter kandungan ketika melihat perdarahan yang begitu hebat. Dokter kandungan itu adalah dokter yang cuman bisa mikir 1 detik ketika terjadi kasus perdarahan. Itu baru kasus placenta akreta, belum kasus emergensi lainnya. Makanya saya selalu sampaikan pada semua pasien saya yang hamil, yaitu:

  1. Kerjakan sedekah harian selama hamil dan selama program hamil. Minta pertolongan, kelancaran, kemudahan, dan keselamatan pada Allah SWT.
  2. Kontrol kehamilan secara teratur ke dokter kandungan.
  3. Rajin bertanya ketika kontrol.
  4. Perut jangan dipijat-pijat di paraji, baik saat hamil maupun setelah melahirkan.
  5. Diet makanan bergizi, tanpa pantangan makanan.

 

TULISAN 12. SUDAH LEWAT HPL TAPI KOK BELUM LAHIR JUGA

Beberapa hari terakhir kehamilan adalah saat yang menyenangkan bagi ibu hamil. Tapi ketika tanggal taksiran persalinan sudah berlalu, maka menunggu mulainya proses persalinan bisa membuat ibu hamil menjadi stres, apalagi lihat tetangga dan teman-teman sudah pada melahirkan…tambah stress deh.

Tidak hanya ibu hamil yang stress, malahan banyak orang tua, suami, saudara, dan yang lainnya juga menjadi cemas. Tapi perlu diingat bahwa jika tidak ada masalah spesifik dalam pemeriksaan kehamilan, bayi dalam kandungan walopun udah kelewat tanggal taksiran persalinannya sangat mungkin dalam kondisi baik-baik saja.

Terdapat berbagai istilah hamil tua dalam dunia kedokteran, antara lain:

  1. Kehamilan yang berakhir sekitar 40 minggu (antara 37 – 40 minggu), dikenal sebagai “kehamilan yang tuanya pas tanggal” atau “kehamilan pas tanggal.”
  1. Jika bayi lahir sebelum umur kehamilan 37 minggu, maka hal itu dianggap kelahiran prematur. Kelahiran janin yang terlalu dini dikaitkan dengan berbagai risiko bagi bayi.
  1. Kehamilan yang berlangsung sedikit lebih lama dari 40 minggu (antara 40 – 41 minggu 6 hari) disebut kehamilan akhir-akhir/ postdate/ late term pregnancy.
  1. Sedangkan kehamilan yang berlanjut 42 minggu atau lebih maka disebut kehamilan post-term/ lewat bulan.

Definisi kehamilan tua mungkin akan berbeda-beda antar negara karena disesuaikan dengan kondisi masyarakat dan kemajuan teknologi kedokteran tiap negara. Sangat sedikit wanita hamil yang melahirkan tepat pada tanggal taksiran persalinannya. 90% wanita akan melahirkan janinnya secara spontan tanpa rangsangan/ tanpa induksi pada umur kehamilan antara 37-40 minggu dan 5-10% wanita akan melahirkan setelah 40 minggu (antara 40-42 minggu).

Belum diketahui secara pasti penyebab bayi lambat lahir, diduga berkaitan dengan faktor keturunan/ genetik. Dalam suatu studi kedokteran, ternyata didapati bahwa wanita yang telah melahirkan bayi lewat bulan maka mereka akan cenderung untuk melahirkan lewat bulan lagi pada masa yang akan datang. Dokter kandungan akan makin sering untuk meminta ibu hamil kontrol bila sudah lewat dari tanggal taksiran persalinan.

Kapan sih kehamilan dianggap lewat bulan ? pada minggu-minggu pertama kehamilan lewat waktu (lebih dari 40 minggu) maka kondisi bayi dan ibu hamil biasanya masih oke-oke saja asalkan selalu dalam pengamatan dan kontrol dokter kandungan, dan selama kontrol tidak ada masalah yang berkaitan langsung dengan kehamilannya. Tetapi ada hal-hal yang harus disadari oleh ibu hamil yaitu sedikit banyak akan terdapat peningkatan resiko pada kehamilan yang lewat 40 minggu, antara lain:

  1. Fungsi placenta mungkin saja tidak sebagus sebelum umur kehamilan 40 minggu.
  1. Mungkin saja mulai timbul gejala-gejala infeksi yang dapat mempengaruhi kesehatan janin dalam rahim.
  1. Dapat terjadi komplikasi-komplikasi tak terduga saat hamil atau saat melahirkan misalnya janin akan makin besar sehingga dapat membahayakan saat proses bersalin.
  1. Kalo kehamilan dibiarin saja melewati 42 minggu maka kebanyakan juga lahir dalam 3-4 minggu pasca melewati taksiran persalinan. Tetapi perlu diingat bahwa terdapat peningkatan resiko kematian janin spontan dalam kandungan. Kebanyakan dokter kandungan tidak mau membiarkan kehamilan melebihi 42 minggu sehingga langsung dilakukan induksi persalinan.

Ada banyak metode tradisional yang digunakan wanita untuk memulai persalinan, termasuk hal-hal seperti berjalan-jalan pagi atau jalan-jalan di mall. Beberapa wanita melakukan hubungan seks atau menstimulasi puting payudara mereka dengan harapan hormon yang dilepaskan akan memicu kontraksi rahim.

Pendekatan ini didasarkan pada teori bahwa hormon pada air mani pria (cairan pembawa sperma yang dilepaskan saat ejakulasi), dan hormon yang dibuat tubuh wanita saat terangsang secara seksual, menyebabkan leher rahim wanita hamil akan mengalami rileks dan terbuka lebih mudah. Bahkan banyak penelitian tentang pendekatan tradisional ini. Tapi ternyata penelitian tersebut hanya menghasilkan bukti-bukti lemah yang menunjukkan bahwa puting payudara wanita hamil yang dirangsang selama satu sampai tiga jam per hari dapat membantu mempercepat terjadinya persalinan. Artinya tidak direkomendasikan untuk dilakukan… ya gampangnya boleh dikerjakan tapi hasilnya megecewakan alias gatot (kebanyakan bakalan gagal total). Adapun hasil penelitian tersebut menemukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Tanpa stimulasi payudara: Didapati bahwa 8 dari 100 wanita yang tidak menstimulasi puting payudara mereka, persalinan dimulai dalam 72 jam pada umur kehamilan lebih dari 40 minggu.
  1. Dengan stimulasi payudara: ternyata didapati bahwa sekitar 39 dari 100 wanita yang merangsang puting mereka akan melahirkan spontan setelah umur kehamilan 40 minggu. Tetapi perlu diingat yaitu penelitian ini hanya dilakukan pada 400 wanita sehingga penelitian ini hanya bisa memberi gambaran kasar tentang efektifitas stimulasi puting payudara pada wanita hamil.

Rangsangan puting payudara wanita pasca melahirkan ternyata bermanfaat juga untuk mengurangi risiko pendarahan setelah melahirkan. Kebanyakan penelitian kedokteran menyatakan bahwa belum menemukan hubungan yang jelas apakah seks dapat menginduksi terjadinya persalinan.

Tidak hanya rangsangan pada puting payudara, wanita hamil terkadang mencoba sejumlah hal lain untuk mencoba menimbulkan persalinan. Beberapa minum teh daun raspberry untuk melembutkan leher rahim, sementara yang lain menggunakan homeopati, minyak evening primrose atau akupunktur. Tapi tidak ada bukti ilmiah bahwa pendekatan ini berhasil menimbulkan persalinan.

Minyak jarak adalah metode tradisional lain yang digunakan untuk menginduksi persalinan. Ini tersedia dalam bentuk jus, larutan yang digunakan dalam irigasi kolon, atau kapsul. Minyak ini belum terbukti memiliki efek menimbulkan persalinan. Dan perlu diingat bahwa belum banyak penelitian tentang keamanan dan efektivitas minyak jarak bagi wanita hamil.

Oke deh… saya rasa sekian dulu… Untuk mengetahui lebih lanjut tentang dokter cucuk kiuttt hello kitty, silakan klik link di bawah ini:

http://www.cucuk-spog.com/?page_id=9

Untuk mengetahui lokasi praktek dokter cucuk, silakan klik link di bawah ini:

https://goo.gl/maps/N22hUjBSjHr

Untuk jadwal praktek di Karawang Barat, silakan klik link di bawah ini:

http://www.cucuk-spog.com/?page_id=4

TULISAN 17. HUBUNGAN SEX PASCA MELAHIRKAN

Seks setelah menjalani persalinan mungkin menjadi hal terakhir yang akan terlintas di dalam pikiran ibu-ibu, tetapi mungkin menjadi bahan pikiran galau di kepala para suami. Tulisan ini bertujuan agar pasangan suami istri dapat memahami apa yang diharapkan dan bagaimana memperbarui keintiman dengan pasangan anda.

Setiap pasangan suami isteri mesti udah kebelet banget untuk melakukan hubungan seks setelah isterinya mengalami persalinan. Jujur saja… gak perlu malu… manusiawi kok. Namun, pada awal-awal mencoba kembali hubungan sex setelah melahirkan maka pertama-tama isteri akan merasa pegal dan tak nyaman pada organ vaginanya. Perasaan tersebut dapat timbul walopun isteri dalam suasana hati pengen sex… pengen melayani suami… pengen memuaskan suami. Mungkin dalam hati suami bertanya-tanya… Setelah bayi lahir, kapan saya bisa berhubungan seks dengan isteri ? Ayo jujur…. beneran gak ??? gak usah malu-malu macan deh…

Baik wanita melahirkan melalui vagina atau operasi caesar, tubuh wanita  akan membutuhkan waktu untuk pulih kembali. Sebaiknya pasangan suami isteri mempertimbangkan untuk menunggu untuk berhubungan seks sebelum bertanya dulu ke dokter kandungan. Biasanya dokter kandungan akan memberikan lampu hijau setelah 6 – 8 minggu setelah wanita melahirkan. Kenapa demikian ? karena hal ini bermaksud untuk memberikan kesempatan pada rahim untuk menutup leher rahim, perdarahan nifas untuk berhenti, dan menunggu penyembuhan sempurna akibat robekan jalan lahir vagina. Yang penting adalah wanita paling tahu kapan dia akan siap untuk hubungan sex kembali dengan suami. Beberapa wanita merasa siap untuk melanjutkan seks dalam beberapa minggu setelah melahirkan, sementara yang lain membutuhkan beberapa bulan – atau bahkan lebih lama. Faktor-faktor seperti kelelahan, stres, dan rasa takut akan rasa sakit dapat mempengaruhi nafsu seksual wanita.

SAKIT GAK SIH HUBUNGAN SEX PASCA MELAHIRKAN ?

Perubahan hormonal selama kehamilan bisa membuat vagina wanita kering dan sensitif, bahkan tetap terjadi demikian jika wanita sedang menyusui. Kebanyakan wanita mungkin akan mengalami rasa sakit saat berhubungan seks terutama jika masih dalam proses menyembuhkan luka akibat episiotomi (irisan pintu vagina untuk menolong bayi agar mudah lahir) atau robekan perineum, hal ini terutama pada kasus robekan vagina yang luas.

Untuk membantu meringankan ketidaknyamanan selama berhubungan seks, sedapat mungkin pasangan suami isteri melakukan sex dengan tenang dan jangan keburu-buru. Mulailah dengan berpelukan, berciuman, atau saling pijat pada bagian sensitif dan bagian-bagian lain yang dapat menimbulkan perasaan nyaman dan relax pada pasangan. Secara bertahap perlahan tapi pasti akan makin meningkat intensitas rangsangan. Jika kekeringan vagina adalah masalah yang sedang dihadapi oleh wanita maka boleh-boleh saja untuk menggunakan krim atau gel pelumas… beli aja di apotek.

Cobalah posisi yang berbeda untuk mengurangi tekanan pada area yang sakit dan suami mesti mengontrol penetrasi dengan hati-hati agar isteri tidak nyeri dan tidak terjadi ketegangan pada otot-otot vagina. Bila hubungan sex dengan cara vagina terasa nyeri dan tak nyaman maka isteri dapat melakukan rangsangan pada suami melalui metode lain misalnya rangsangan oral atau jepitan-jepitan selain pada vagina, sampai penyembuhan luka vagina tuntas. Pasangan suami isteri mesti memberi tahu pasangan apa yang terasa menyenangkan dan apa yang tidak. Jangan paksa isteri jika terasa nyeri.

Setelah melahirkan, penurunan tonus otot di vagina dapat mengurangi gesekan yang menyenangkan saat berhubungan seks yang tentunya  dapat mempengaruhi gairah. Ini biasanya bersifat sementara. Ya jelas donk… tadinya masih sempit lalu jadi melebar akibat dilewati oleh kepala bayi. Wanita pasca melahirkan dapat mencoba untuk melakukan senam kegel untuk mengencangkan kembali otot-otot vagina. Caranya senam kegel adalah kencangkan otot-otot panggul anda seolah-olah anda menghentikan aliran urin (pipis) Anda. Berusahalah untuk menjaga otot-otot berkontraksi selama 10 detik setiap kali, bersantai/ relax selama 10 detik di antara dua kontraksi. Setelah Anda menguasainya, lakukan setidaknya tiga set dalam sehari, 1 set terdiri dari 10 latihan Kegel.

Bagaimana jika wanita merasa terlalu lelah untuk berhubungan seks? Perlu dipahami oleh para suami bahwa merawat bayi yang baru lahir itu sangat melelahkan. Jika isteri terlalu lelah untuk melakukan hubungan seks pada waktu tidur malam maka bukan berarti kehidupan seks suami isteri harus berakhir. Pertimbangkan untuk bercinta di pagi hari, ketika bayi anda sedang tidur siang, atau lakukan hubungan sex ketika bayi anda sedang diasuh oleh keluarga yang lain misalnya mertua, saudara, dll.

Bagaimana jika wanita tidak tertarik dengan seks? Tidak apa-apa. Ada lebih banyak hubungan intim daripada seks, terutama ketika pasangan suami isteri menyesuaikan diri dengan kehidupan hadirnya bayi baru ditengah-tengah mereka. Jika wanita merasa tidak seksi lagi, merasa tidak menarik lagi atau takut seks akan terasa sakit, sampaikan kekhawatiran anda pada suami dengan jujur dan tatapan mesra penuh cinta.

Sampai kapan tidak siap untuk hubungan sex ? Sampai wanita siap berhubungan seks, tetapi tetaplah pertahankan keintiman dengan cara lain. Habiskan waktu bersama (berduaan dengan suami/ pacaran lagi dengan suami) tanpa bayi, meskipun hanya beberapa menit di pagi hari dan setelah bayi tidur di malam hari. lakukan panggilan telepon singkat ke suami yang sedang bekerja atau kirim SMS sesering mungkin  sepanjang hari. Carilah cara lain untuk mengungkapkan kasih sayang. Hidupkan kembali percikan yang membawa anda bersama di tempat pertama kali bertemu saat pacaran dulu.

Jika wanita yang telah berkomunikasi dengan terbuka dan baik-baik dengan suami ternyata tetap tidak membantu kehidupan sex anda maka perlu diwaspadai adanya tanda dan gejala depresi pasca melahirkan (postpartum blues) seperti mudah tersinggung dan mudah marah yang menyebalkan karena kadang-kadang tanpa sebab yang jelas, kelelahan yang luar biasa, kurangnya sukacita dalam hidup, dan kesulitan mengikat hubungan batin antara ibu dengan bayinya. Jika wanita  berpikir bahwa sedang mengalami depresi pasca melahirkan, maka sebaiknya segera ke dokter kandungan atau dokter ahli jiwa/ psikiater. Pengobatan masalah depresi pasca melahirkan yang cepat diharapkan dapat mempercepat pemulihan pula.

Apa yang bisa dilakukan oleh wanita untuk meningkatkan dorongan seksual pasca melahirkan ? perlu dipahami bahwa sebagian besar masalah seksual yang terkait dengan kehamilan atau persalinan akan hilang dalam waktu satu tahun. Dalam masa-masa itu sebaiknya pasangan suami isteri berkonsentrasi untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental isterinya. Sebagai contoh:

  1. Jaga hubungan dan komunikasi dengan kedua orang tua dan mertua.
  2. Makan makanan yang sehat, termasuk minum banyak cairan.
  3. Jangan malas-malasan… sibukkan diri dalam rutinitas harian Anda.
  4. Bila ada waktu maka segera manfaatkan waktu untuk Istirahat sebanyak mungkin.
  5. Mintalah pasangan Anda, orang-orang terkasih dan teman-teman untuk bantuan.
  6. Buat komunitas ibu menyusui, ibu pasca melahirkan, buatlah grup WA, dll.

TULISAN 20. BAYIKU LAHIR DENGAN INDUKSI PERSALINAN

Induksi persalinan adalah penggunaan obat-obatan atau berbagai metode lain untuk menimbulkan/ memulai suatu persalinan. Persalinan dilakukan induksi/ rangsangan dengan tujuan untuk merangsang kontraksi rahim dalam usaha melahirkan melalui jalan normal yaitu vagina. Induksi persalinan mungkin dianjurkan jika kesehatan ibu atau janin dinilai berisiko.

Dalam situasi yang sangat khusus, persalinan dapat diinduksi untuk alasan non medis, seperti tinggal jauh dari rumah sakit dan hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat resiko fatal bagi janin dalam kandungan bila kehamilan berlanjut. Hal ini tentunya dengan berbagai pertimbangan yang menilai untung ruginya untuk melakukan induksi persalinan. Ini disebut induksi elektif. Induksi elektif dilakukan bila umur kehamilan memasuki kategori hamil tua yaitu antara 37 – 41 minggu 6 hari. Tetapi mesti diingat bahwa tidak melulu harus hamil tua karena kondisi medis lebih diutamakan daripada umur kehamilan. Itulah sebabnya dokter kandungan itu cara berpikirnya lebih rumit daripada dokter lain karena semua faktor dipikirkan, tidak hanya medis tetapi juga faktor lingkungan, transportasi, biaya, dan lain-lain. Contoh: saya sering diketawain pasien kalo bertanya sudah berapa kali menikah, sudah punya pacar atau belum, sudah pernah hubungan sex atau belum, suka minum obat pelangsing atau belum, dulu cerai apa sebabnya, dan lain-lain. Hal itu sangat berpengaruh pada keputusan pengobatan dan terapi yang akan diberikan oleh seorang dokter kandungan.

Bingung gak ? gini deh… agak menyimpang dikit dari topik juga gak apa-apa… datang seorang nona, belum menikah, mengalami keputihan. Dokter kandungan kadang-kadang bertanya apakah sudah punya pacar… bila sudah maka akan dilanjutkan apakah sudah pernah hubungan sex… bila sudah maka akan ditanya lagi kapan terakhir hubungan sex… dan masih banyak lagi… ini semua untuk mengumpulkan data sebanyak-banyaknya kenapa kok nona tersebut sampai mengalami keputihan. Paham gak ? gak paham juga ??? O M G… makanya minum susu biar paham…

Tubuh wanita hamil dalam upayanya untuk mempersiapkan persalinan dan persalinan, maka leher rahim (serviks) mulai melunak (matang), menipis, dan terbuka. Perubahan ini biasanya terjadi dimulai sedikit-sedikit sejak beberapa minggu sebelum persalinan dimulai. Dokter spesialis kandungan sering menggunakan skor Bishop untuk menilai kesiapan leher rahim (serviks) untuk persalinan. Dengan sistem penilaian menggunakan skor Bishop maka total nilai mulai 0 – 13 diberikan untuk menilai kondisi leher rahim (serviks). Nilai total skor Bishop kurang dari 6 berarti leher rahim (serviks) wanita hamil mungkin tidak siap untuk melahirkan. Artinya bila dilakukan induksi persalinan maka kemungkinan akan terjadi kegagalan pembukaan mulut rahim.

Cara induksi yang paling sering dilakukan oleh dokter spesialis kandungan adalah dengan cara pemberian hormon yang dikenal dengan oksitosin. Oksitosin adalah hormon yang menyebabkan kontraksi rahim. Ini bisa digunakan untuk memulai persalinan atau untuk mempercepat persalinan yang sedang berlangsung. Kontraksi rahim biasanya dimulai sekitar 30 menit setelah oksitosin diberikan melalui cairan infus yang diberikan secara tetesan pelan.

Dengan berbagai metode induksi persalinan maka bisa saja rahim mengalami kontraksi yang terlalu sering istilahnya overstimulasi/ rangsangan berlebihan. Terlalu banyak kontraksi dapat menyebabkan perubahan pada denyut jantung janin, masalah tali pusat, dan gangguan aliran oksigen, dan masalah lainnya… ingat lo… bukan obatnya yang menimbulkan masalah tersebut tetapi kontraksi rahimlah yang menimbulkan masalah tersebut. Resiko lain induksi persalinan meliputi hal-hal berikut:
1. Infeksi baik pada wanita hamil dan atau janin dalam kandungan.
2. Robekan rahim.
3. Bila induksi mengalami kegagalan membuka pintu rahim maka persalinan mesti dilakukan dengan cara operasi sesar.
4. Kematian janin dalam rahim.
Masalah medis yang telah ada sebelum kehamilan atau terjadi selama kehamilan dapat berkontribusi pada komplikasi di atas. Kok bisa sih induksi persalinan mengalami kegagalan ? ya seperti telah dijelaskan di atas bahwa bila skor Bishopnya jelek maka kemungkinan upaya pembukaan mulut rahim akan gagal sehingga tidak mungkin lahir secara normal.

Upaya induksi yang gagal mungkin berarti wanita hamil perlu mencoba induksi lain bila kondisi memungkinkan atau menjalani persalinan dengan jalan operasi sesar. Kemungkinan persalinan sesar sangat meningkat untuk ibu pertama yang pertama kali menjalani induksi persalinan, terutama jika leher rahim (serviks) belum siap melahirkan (skor Bishopnya kurang dari 6).

TULISAN 27. TIDUR SIANG PASCA MELAHIRKAN

Pasien:

Dokter cucuk kiuttt hello kitty… saya lelah dok… saya diawasin oleh neneknya sang bayi… saya gak boleh tidur siang… padahal bayi saya kalo siang tidur lelap, dan kalo malam bangun ngajakin main-main.

Dokter cucuk:

looo… ya tidur saja… emangnya napa sih kok gak boleh ?

Pasien:

ntar darah putih saya naik ke kepala dan ke mata sehingga saya ntar sakit katarak.

Dokter cucuk:

ibu gak takut sama mertua ?” galak gak bu ?

Pasien:

ya takutlah dok… tapi tadi saya udah sempat bobok bentar di ruang tunggu… nungguin dokter lama banget… tapi saya bisa mengerti kok dok… kan dokter bilang bahwa selalu mengutamakan ibu yang melahirkan terlebih dahulu… (so sweeeeeetttt bangetssss sihhh)

Dokter cucuk:

iya… mohon maaf… tadi saya ada 2 ibu melahirkan dan 1 ibu keguguran yang juga sedang perdarahan banyak sehingga mesti saya tolongin dulu. Tapi ibu beruntung kan ? kan sudah sempat bobok barusan sambil nungguin dokter balik ke poli lagi.

Pasien:

iya sih dok… lega rasanya… tapi masih kurang lama boboknya.

 

Di sebagian kalangan masyarakat Indonesia berkembang larangan bagi ibu yang baru saja melahirkan untuk tidur siang. Tidur siang pada wanita nifas diyakini dapat menyebabkan darah putih akan naik ke mata sehingga menyebabkan penyakit mata minus, katarak, wajah sayu, dan wajah pun terlihat tua tidak menarik lagi.

Tidur siang sangat dianjurkan pada ibu yang baru saja melahirkan karena ibu harus cukup istirahat demi pemulihan stamina dan menunjang kesehatan diri sendiri dan bayi. Tidur siang dapat mengembalikan energi yang terkuras, baik karena proses persalinan atau aktivitas malam untuk menyusui dan mengganti popok bayi karena sudah menjadi rahasia umum bahwa suami lebih suka untuk bobok lelap daripada ngebantuin isterinya bangun mengasuh bayi ditengah malam.

Terdapat pula beberapa manfaat lain dari tidur siang bagi ibu nifas, antara lain:

  1. Memberikan kesempatan bagi tubuh untuk meregenerasi sel-sel tubuh yang rusak menjadi sel tubuh yang baru.
  2. Ketika beristirahat tidur siang, metabolisme tubuh membuat nutrisi dan oksigen yang berguna sebagai sumber energi berganti fungsi sementara waktu untuk menyembuhkan kondisi ibu pasca melahirkan.
  3. Meningkatkan sistem imunitas tubuh sehingga dapat lebih kebal dari serangan penyakit.
  4. Mengistirahatkan tubuh dari kelelahan fisik dan mental.
  5. Mencegah timbulnya depresi atau postpartum blues (stress dan tidak mampu merawat bayi).
  6. Pasca melahirkan ibu akan bertanggung jawab untuk merawat bayinya 24 jam dimana hal tersebut tentunya membutuhkan tenaga lebih. Mengasuh bayi akan memakan banyak tenaga sehingga istirahat sangatlah penting untuk mengembalikan tenaga dan mencegah penurunan kualitas air susu (ASI) yang diberikan oleh ibu untuk sang bayi.

Tapi… kalo tidur ya jangan sampe seperti kebo… tidurnya lama alias malas-malasan. Hal ini disebabkan karena tidur yang terus-menerus dapat menyebabkan proses pemulihan kesehatan ibu nifas menjadi lebih lambat. Belum lagi resiko tersumbatnya pembuluh darah atau dikenal dengan istilah trombo-emboli. Bila ibu beranjak bangun atau berdiri mendadak, sumbatan tersebut dapat lepas dari perlekatannya di dinding pembuluh darah. Kondisi ini dapat berakibat fatal. Bila sumbatan tersebut masuk ke dalam pembuluh darah lalu ikut aliran darah ke jantung, otak, dan organ-organ penting lain maka akan memunculkan stroke.

Terdapat suatu gejala pada ibu pasca melahirkan yang mengalami depresi pasca melahirkan dikenal dengan sindrom baby blues (postpartum blues) yaitu sebuah keadaan dimana sang ibu justru merasa sedih, khawatir dan tidak bahagia setelah melahirkan. Nah… Gangguan tidur atau larangan tidur pada wanita nifas jika berlangsung terus-menerus maka ibu akan kemungkinan terkena depresi postpartum (postpartum blues). Tidak hanya itu, gangguan tidur pada wanita nifas akan menyebabkan penurunan produksi ASI dan kurangnya kualitas ASI.

Menurut Asosiasi Dokter Psikiatri Amerika Serikat (persatuan dokter ahli jiwa), depresi postpartum dapat terjadi beberapa minggu setelah melahirkan atau bahkan sebelumnya (ketika hamil). Gejala dari terjadinya depresi postpartum adalah sebagai berikut:

  1. rasa sedih dan hampa yang berlebihan.
  2. menangis sepanjang hari.
  3. tidak tertarik untuk beraktivitas.
  4. kehilangan nafsu makan.
  5. nampak lelah lesu karena kurang istirahat.
  6. tidak bisa konsentrasi.
  7. merasa tidak berguna.

 

Apa saja penyebab postpartum blues/ depresi pasca melahirkan ? Depresi postpartum disebabkan karena faktor lingkungan, emosi, keturunan dan juga faktor hormonal. Depresi postpartum juga dapat terjadi karena mengalami depresi atau rasa cemas yang berlebihan ketika selama hamil. Rasa lelah setelah melahirkan dan kurang tidur dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya depresi postpartum.

Salah satu upaya untuk mengatasi depresi postpartum dapat dilakukan dengan cara tidur siang dan istirahat yang cukup setelah melahirkan. Tidur membantu mengurangi rasa lelah dan juga mengembalikan segala mood yang sudah hilang. Seperti pada umumnya sesudah menangis lalu tertidur maka akan menjadi lega. Setelah tidur siang dan istirahat yang cukup maka ibu pasca melahirkan akan lebih merasa tenang sehingga terhindar dari depresi postpartum.

 

Sumber bacaan:

  1. http://www.postpartum.progress.com/dealing-postpartum-sleep-deprivation
  2. https://bolehkah.com/1455/bolehkah-tidur-siang-setelah-melahirkan.html
  3. Dørheim SK; Bondevik GT; Eberhard-Gran M; Bjorvatn B. Sleep and depression in postpartum women: a population-based study. SLEEP 2009;32(7):847-855.

TULISAN 30. BAYI LAHIR PANTAT DULUAN

Assalamu’alaikum ibu-ibu kiuttters… kali ini dokter cucuk kiuttt hello kitty ingin menyampaikan artikel bagus dari seorang dokter kandungan terkenal di kota surabaya. Kebetulan sudah dapat ide dan akhirnya menemukan tulisan ini. Daripada pusing-pusing ngetik lagi maka dengan sedikit modifikasi maka tulisan ini saya sampaikan ulang. Selamat membaca. Jangan lupa isi quota dan beli paket internet.

Persalinan normal terjadi dengan keluarnya kepala terlebih dahulu diikuti seluruh badan. Sebagian besar bayi beberapa minggu sebelum persalinan akan menempati posisi bersalin, dengan kepala bergerak mendekati jalan lahir. Jika proses ini gagal, maka pantat/kaki bayi akan lebih dekat dengan jalan lahir, untuk dilahirkan terlebih dahulu. Ini disebut letak sungsang, dimana kepala terletak di atas, dan pantat bayi di dekat jalan lahir. Ini terjadi pada 3-4% persalinan.

Persentase letak sungsang akan semakin menurun dengan meningkatnya usia kehamilan. Misal usia kehamilan < 28 minggu presentase letak sungsang 22%, menurun menjadi 1-3% saat aterm (9 bulan). Sehingga jika didapatkan letak sungsang sebelum 9 bulan itu masih normal, diharapkan mendekati persalinan bayi akan merubah posisinya menjadi letak kepala.

 

Apa penyebab terjadinya letak sungsang? penyebab pastinya belum jelas, namun ada beberapa faktor predisposisi yang meningkatkan risiko terjadinya letak sungsang. Beberapa faktor risiko itu meliputi:

  1. Kehamilan multipel (kembar, triplet, dan seterunya)
  2. Jika ada riwayat persalinan prematur
  3. Jika jumlah air ketuban terlalu sedikit atau terlalu banyak
  4. Jika ada kelainan bentuk rahim, misal ada tumor jinak (myoma)
  5. Ada kelainan letak placenta/ari-ari (placenta previa)
  6. Kelainan/kecacatan bawaan janin (17% ditemukan pada letak sungsang bayi preterm)

 

Letak sungsang diketahui dari pemeriksaan fisik atau USG yang dikerjakan oleh dokter. Meskipun sebagian bayi dengan letak sungsang bisa lahir normal lewat vagina, namun tidak seaman letak kepala. Ada beberapa risiko yang lebih tinggi melahirkan bayi letak sungsang lewat vagina, antara lain:

  1. Bayi sungsang biasanya lebih kecil, sehingga risiko cedera pada kepala lebih besar jika lahir normal.
  2. Kemudian ada risiko kepala bayi tertahan/tidak bisa keluar dari jalan lahir meskipun badan bayi sudah keluar. Ini karena ukuran kepala bayi lebih besar dari badan dan kaki (apalagi bayi prematur), sehingga lahirnya kepala dan badan tidak jaminan kepala bayi bisa lahir. Jika kepala bayi terjepit seperti ini, maka ada risiko kematian bayi.
  3. Pada letak sungsang juga sering terjadi tali pusat bayi keluar di jalan lahir, yang mengakibatkan kegawatan janin juga, ini karena bagian bokong atau kaki tidak bisa menutup bagian bawah jalan lahir pada letak sungsang.

 

Ini berbeda dengan letak kepala/normal, dengan bagian terendah bayi di jalan lahir adalah kepala (yang merupakan bagian terbesar bayi). Jika kepala tidak bisa lahir, maka seluru tubuh tidak lahir sehingga bayi masih aman untuk dilahirkan secara sesar, berbeda dengan letak sungsang tadi dimana kepala bayi bisa terjepit dan mengakibatkan kematian.  Mengingat begitu banyaknya komplikasi persalinan letak sungsang, dokter cucuk kiuttt hello kitty dan dr. Aldi, SpOGK sendiri lebih menyarankan untuk menjalani operasi sesar pada letak sungsang, untuk keselamatan bayi. Memang operasi sesar juga memiliki risiko (seperti perdarahan, infeksi, dll) namun keuntungan untuk bayi lebih besar dari risiko tersebut.

 

Apakah letak sungsang bisa diubah? ada beberapa cara natural yang bisa dicoba untuk mengubah letak sungsang menjadi letak normal, yaitu:

  1. sering2 sujud (dengan meninggikan pantat) yang agak lama, diulang minimal 3x sehari.
  2. ibu bisa banyak meminum air putih, untuk menambah jumlah air ketuban supaya memudahkan mobilitas janin dalam rahim.
  3. mendengarkan musik kepada bayi, dengan menempel headphone di bagian bawah perut sehingga bayi akan bergerak mencari sumber suara.

 

Sumber bacaan:

http://draldi.com/letak-sungsang-detail-1705.ht.m.l