TULISAN 53. SAAT HAMIL, AKU TERKAPAR AKIBAT PENYAKIT TYPHUS

Demam thyphoid atau dikenal juga dengan demam usus merupakan infeksi bakteri yang disebabkan oleh kuman salmonella typhi. Kuman salmonella tiphy merupakan kuman yang menimbulkan racun pada makanan. Ketika kuman salmonella masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang tercemar maka kuman tersebut akan memperbanyak diri alias tumbuh dan berkembang jumlahnya kemudian masuk ke dalam aliran darah dan akhirnya masuk ke organ tubuh.

Ada juga infeksi lain yang mirip yang dikenal dengan infeksi paratyphi tetapi gejalanya lebih ringan daripada infeksi typhi/ infeksi tipus. Kumannya sama tetapi golongannya beda.

Kalo demam paratyphi disebabkan oleh salmonella paratyphi dan merupakan kuman yang sering ditularkan melalui makanan yang dibeli diluar rumah/ pinggir jalan yang tidak dijaga kebersihannya, baik dalam segi pembuatannya maupun kemasannya/ pembungkusannya ataupun pemajangannya.

Walopun penyakit paratyphoid dan penyakit typhoid berbeda kumannya tetapi biasanya disebut saja dengan typhoid oleh dokter karena lebih populer di masyarakat dan lebih mudah untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Penyakit typhoid sangat menular. Ibu-ibu hamil perlu mengetahui bagaimana caranya infeksi typhus ini menyebar, antara lain:

  1. Memakan/ meminum makanan/ minuman yang terkontaminasi oleh orang yang sedang sakit typhus. Biasanya pada ibu hamil yang kurang menjaga kebersihan diri (malas cuci tangan) dan pada makanan yang kurang dijaga kebersihannya, pembuatannya tidak higienis, pemajangannya tidak menjaga kebersihan, penyajiannya tidak memperhatikan kebersihan, dan pembungkusannya tidak memperhatikan kaidah kesehatan dan kebersihan.
  2. Hand to mouth transmission (penularan dari tangan ke mulut) setelah memakai toilet umum ataupun makan kue tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
  3. Kualitas air yang kurang baik. Yah kita tahulah selama ini kita bayar mahal air yang kualitasnya gimanaaaa gitchuuu…
  4. Makan sayuran dan buah-buahan yang nyucinya pake air yang tercemar… sulit dehhh… gimana lagi… air keran saja sudah gak terlalu bersih (cuman bening doank, buktinya gak bisa minum langsung dari keran kayak di luar negeri), ya udah deh pake bismillah saja… semoga gak sakit typhus… aamiin. Belum lagi saat sedang di tanam di ladang disiram pake pupuk yang jelas mengandung kuman, disiram pake air selokan… ya iyalah masa disiram pake aqua… yahhh ikhtiarnya sayuran dan buah mendingan di cuci saja pake air keran dan sabun sayuran atau buah… selebihnya pasrah saja… waahhh saya jadi takut makan lalapan nih… iya kalo penjualnya nyucinya bersih, kalo gak ?
  5. Susu/ es krim yang tercemar. Minuman kemasan juga bisa tercemar dengan kuman salmonella typhi dan salmonella paratyphi.
  6. Di luar negeri, kerang merupakan salah satu sumber utama penularan kuman salmonella typhi.

Apa sih gejala dari penyakit typhoid ini ?

Ibu-ibu hamil yang terkena penyakit ini mesti bisa bercerita dengan gegap gempita semangat 45 karena udah ngerasain gimana sakitnya… gimana menderitanya… sedang hamil… mual muntah… eeeladalah ditambah typhus pula… cape dehhhh…

Gejala sakit typhus itu bisa berbagai macam bentuk bahkan ada yang mirip-mirip dengan demam berdarah ataupun malaria. Sehingga lumayan sulit juga menyatakan ibu hamil sakit typhus hanya dari gejalanya saja tanpa melakukan pemeriksaan laboratorium.

Gejala-gejala dibawah ini mungkin ada pada ibu hamil yang menderita sakit typhus walopun tidak khas (tidak selalu ada) antara lain:

  1. Sakit kepala hebat
  2. Menurunnya selera makan
  3. Nyeri perut
  4. Sulit BAB ataupun malah diare
  5. Nadi lemah
  6. Berat badan turun
  7. Kelelahan dan merasa lemas
  8. Pusing bin linglung
  9. Badannya merah-merah seperti alergi tetapi tidak gatal, tidak bisa hilang seketika, biasanya hilang dalam 4-5 hari kemudian.
  10. Demam lumayan tinggi yang makin parah kalo sudah menjelang sore/ malam hari.
  11. Pembesaran liver dan limpa.

Apabila tidak diobati maka penyakit typhus akan makin parah dan bisa berlangsung lama bahkan bisa berakibat fatal antara lain:

  1. Usus bocor sehingga be’olnya tumpah ke dalam perut.
  2. Perdarahan dalam perut.
  3. Proses penyembuhan dan pemulihan akan berlangsung sangat lama. Dan bila berobatnya tidak tuntas alias belum sembuh sudah berhenti berobat maka penyakit typhus tersebut akan balik lagi.

Apakah kehamilan akan membuat sakit typhusnya makin parah ? sebetulnya sih tidak juga. Karena ternyata dari berbagai kasus, usus wanita hamil lebih kuat daripada wanita yang tidak hamil sehingga kebocoran usus akibat typhus lebih sering terjadi pada wanita yang tidak hamil daripada wanita hamil. Pada wanita hamil, sakit typhus sering dibarengi dengan batuk, walopun ini bukan tanda khas. Sebaiknya segera berobat ke dokter penyakit dalam/ dokter kandungan terdekat apabila merasa ada yang tidak beres dengan kesehatan ibu hamil.

Dokter akan memeriksakan laboratorium pada wanita hamil yang diduga menderita typhus antara lain pemeriksaan widal. Bahkan kalo perlu dilakukan pemeriksaan kultur darah walopun rasanya di karawang-cikampek agak sulit melakukan hal ini karena keterbatasan fasilitas laboratorium rumah sakit. Ibu hamil juga akan diperiksa darah karena tidak jarang kuman typhus bikin ibu hamil jadi anemia. Setelah ibu hamil dinyatakan menderita typhus maka dokter penyakit dalam akan memberikan obat antibiotika untuk membunuh kuman typhus. Semakin lama tidak diobati maka penyembuhan typhus akan makin lama pula.

Apakah obat typhus aman bagi kehamilan ? tidak ada satupun obat di muka bumi ini yang aman 100% pada wanita hamil. Dokter akan meresepkan obat yang paling mendekati aman pada kehamilan. Coba ntar baca postingan saya yang lampau tentang “minum obat antibiotika pada kehamilan”. Jadi penggunaannya harus sesuai dengan kebutuhan pengobatan ibu hamil. Bila ibu hamil gak mau minum obat akibat kepikiran takut kenapa-kenapa dengan janinnya maka bila tidak diobati akan terjadi masalah yang lebih parah lagi pada kehamilannya. Jangan takut pada resiko yang tidak pasti. Hidup ini selalu ada resiko… gak ada itu istilah “pokoknya aman” atau “pokoknya selamat”… yang bikin selamat dan aman itu adalah ALLAH SWT, bukan manusia, bukan dokter, bukan kyai, bukan ustadz… memohonlah hanya pada Allah SWT. Kalo resikonya ternyata  terjadi maka jangan nyalahin orang lain. Gak mau resiko ? jangan sakit typhus ! jangan hamil ! gitu aja kok repot.

Apakah sakit typhus bisa bikin masalah pada kehamilan atau janin dalam kandungan ?

Sampai detik ini tidak terlalu banyak informasi yang diperoleh mengenai dampak dari typhus terhadap kehamilan ataupun janin dalam kandungan. Tetapi perlu diingat bahwa penyakit typhus merupakan penyakit yang sangat serius sehingga jangan dianggap enteng terutama pada wanita hamil. Karena bila tidak berobat akan menimbulkan komplikasi serius pada wanita hamil. Dari beberapa penelitian didapatkan bahwa:

  1. Kuman typhus bisa melewati aliran darah placenta dan menimbulkan infeksi bahkan keguguran.
  2. Sakit typhus dapat menyebabkan peningkatan resiko kelahiran premature dan bayinya lahir kecil.

Ada suatu studi kasus terhadap 15.940 kelahiran dengan 25 kasus penyakit typhus, dari 25 kasus ini ditemukan bahwa terdapat 1 kasus terjadi keguguran, 6 kasus janin mati mendadak dalam kehamilan, 6 kasus lahir premature dan 12 kasus lahir normal saja tanpa masalah berarti. Pada kasus yang bermasalah ini ternyata terjadi hanya pada wanita hamil yang tidak berobat untuk penyakit typhusnya.

Udah ahhh… capek nih nulisnya… yang penting ibu hamil udah pada tau bahwa sakit typhus pada kehamilan itu berbahahahayaaaaa.

TULISAN 54. AKU LUPA TANGGAL HAIDKU DAN SEKARANG AKU HAMIL

Umur kehamilan itu seringkali diperkirakan dengan mengukur tinggi fundus uteri. Hal ini seringkali dilakukan di bidan praktek swasta ataupun puskesmas. Mungkin masih banyak ibu hamil kiuttters yang belum tahu fundus itu apa… baiklah dokter cucuk kiuttt hello kitty akan menjelaskan dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya… karawang 13 mei 2017… atas nama kiuttters… dokter cucuk santoso espeoge.

Fundus uteri dalam dunia kedokteran ada puncak rahim. Bila ngukur tinggi fundus itu dilakukan dari tulang kemaluan bagian depan sampai ke puncak rahim dan satuannya dalam centimeter. Setelah kehamilan 20 minggu kadang-kadang tinggi fundus menggambarkan umur kehamilan, walopun tidak selalu tepat. Misalnya bila hamilnya 27 minggu maka tinggi fundus 27 cm. Tetapi pengalaman saya pribadi untuk orang indonesia tidak sampai segitu tingginya, sekitar 20-23 cm saja.

Tinggi fundus ini kurang akurat dipakai sebagai penentu umur kehamilan, terutama pada hal-hal sebagai berikut:

  1. Ibu hamil yang gemuk
  2. Ada tumor kandungan
  3. Bayinya kembar

Tinggi fundus bisa berbeda dengan umur kehamilan, bisa lebih kecil atau lebih besar, bila terdapat kondisi sebagai berikut:

  1. Pertumbuhan janin terhambat
  2. Pertumbuhan janin berlebihan
  3. Cairan ketuban sedikit
  4. Cairan ketuban berlebihan

Bila bidan ataupun dokter puskesmas mendapati hasil pemeriksaan umur kehamilan tidak sesuai dengan tinggi fundus maka ibu hamil akan dirujuk ke dokter kandungan untuk meminta pemeriksaan kehamilan yang paripurna sehingga dapat diketahui kondisi janin dalam kandungan. Dokter kandungan akan melakukan pemeriksaan USG. Coba baca postingan saya tentang USG kehamilan di website saya dengan link berikut http://www.cucuk-spog.com/?p=208

Tetapi bagaimanapun tinggi fundus dapat dipakai sebagai deteksi dini untuk ibu hamil di puskesmas ataupun bidan praktek swasta. Minimal pemeriksaan kandungan ke dokter kandungan itu 4x selama kehamilan bila ibu kehamilan kategori resiko rendah dan bila ibu kehamilan resiko tinggi maka ibu hamil wajib kontrol ke dokter kandungan terdekat selama hamil secara teratur. Bila ibu ingin tahu kehamilan ibu masuk kategori resiko tinggi atau resiko rendah maka dapat diklik link berikut http://www.cucuk-spog.com/?p=175

Oke deh saya rasa cukup sekian dan jangan galau lagi. Jangan lupa ya program sedekah kehamilan Rp 4000,-/ hari selama hamil dengan niatan hamilnya sehat lancar dan tanpa galau lagi.

TULISAN 55. AKU TERKENA DIABETES SAAT HAMIL

Dapat terjadi pada siapapun. Looo… padahal gak pernah sakit diabetes sebelumnya… ya… makanya disebut dengan gestasional diabetes. Artinya terjadinya saat kehamilan berlangsung. Pada gestasional diabetes (GDM) sama saja prosesnya seperti diabetes lainnya yaitu penyakit yang menunjukkan bagaimana sel-sel tubuh ibu hamil mengolah gula dalam darah. Kadar gula darah yang tinggi pada wanita hamil dapat berakibat 2 hal yaitu mempengaruhi kesehatan ibu hamil dan mempengaruhi kesehatan janin dalam kandungannya. Banyak sekali komplikasi kehamilan yang dapat disebabkan oleh GDM. Tetapi jangan kuatir… ibu hamil dapat mengontrol kadar gula darahnya dengan jalan:

  1. Makanan sehat
  2. Olah raga pagi
  3. Minum obat diabet secara teratur
  4. Kontrol kehamilan secara teratur ke dokter kandungan, utamakan pada 1 rumah sakit saja sehingga dapat dipantau secara berkesinambungan.
  5. Kontrol diabet secara teratur ke dokter penyakit dalam, utamakan pada 1 rumah sakit saja sehingga dapat dipantau secara berkesinambungan.
  6. Tambahan super penting: sedekah harian Rp 4000,-/ hari dengan niat sembuh, sehat, selamat, dan lancar kehamilan.

Pada wanita hamil yang menderita GDM, bila gula darahnya terkendali maka dapat meningkatkan kualitas kehamilannya dan kesehatan janin dalam kandungannya. Pada GDM kadar gula darah akan kembali normal setelah melahirkan. Tetapi perlu diingat bahwa wanita yang sudah pernah mengalami GDM maka beresiko untuk menjadi diabetes Mellitus beneran dikemudian hari sehingga perlu rajin check up di dokter penyakit dalam secara teratur setelah melahirkan.

Apa sih tanda-tandanya terkena GDM ?

Sebagian besar wanita hamil tidak akan merasakan tanda apapun… karena memang tidak khas. Walopun tanda dari diabetes pada umumnya dapat saja muncul seperti banyak pipis, banyak makan dan haus melulu.

Di luar negeri, setiap wanita yang test hamilnya positif, langsung segera memeriksakan diri ke dokter kandungan. Looo buat apa ? untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan ibu hamil di awal kehamilan… dan untuk mencari faktor resiko yang mungkin dapat timbul pada kehamilan dan persalinan. Juga untuk merencakan proses persalinannya kelak dikemudian hari. Tapi di era BPJS seperti ini hal tersebut sudah hampir tak mungkin lagi sebab dana yang dikucurkan oleh BPJS untuk pemeriksaan ibu hamil sudah dibuat paket murah meriah sehingga gak mungkin pemeriksaan ibu hamil bisa paripurna lengkap dan manusiawi… saya tidak tahu bagaimana anggapan BPJS terhadap rakyat kecil yang pake BPJS… dianggap manusia atau bukan ? buktinya pegawai BPJS ada tambahan asuransi inhealth…

Pemeriksaan gula dalam kehamilan untuk deteksi dini diabetes akan dilakukan beberapa kali dalam kehamilan dimulai sejak saat ibu hamil kontrol pertama kali ke dokter kandungan. Kemudian saat kehamilan masuk ditengah-tengah antara hamil mudan dan hamil tua. Kalo ibu terkena diabetes baik sebelum hamil maupun saat hamil maka jadwal kontrol ibu hamil di rumah sakit menjadi lebih ketat, lebih sering daripada ibu hamil yang normal. Tujuannya untuk memantau perkembangan kadar gulanya dan kesehatan kehamilannya. Pada umumnya tanda-tanda munculnya GDM itu dimulai pada 3 bulan terakhir usia kehamilan. Bila ibu hamil menderita GDM maka ibu hamil akan ditangani oleh dokter kandungan dan dokter penyakit dalam bahkan tidak jarang juga ditangani oleh dokter bedah bila terdapat komplikasi yang lainnya. Dokter penyakit dalam akan berusaha menurunkan kadar gula darah ibu hamil secara bertahap. Ibu hamil juga akan ditest kadar gula darah lebih sering secara teratur untuk memantau efektivitas pengobatan yang diberikan. Setelah melahirkan pun ibu-ibu nifas yang tadinya mengalami GDM saat hamil akan dilakukan test gula secara teratur oleh dokter penyakit dalam untuk melihat apakah kadar gulanya kembali ke normal atau tidak.

Sampai hari ini belum diketahui kenapa ada wanita hamil yang kena GDM dan kenapa ada yang tidak. Padahal sama-sama hamil. Mekanismes ibu hamil terkena GDM sebagai berikut:

Tubuh ibu hamil itu mencerna makanan yang masuk ke dalam perut untuk kemudian dirubah menjadi gula yang pada akhirnya masuk ke dalam pembuluh darah. Kemudian kelenjar pankreas, kelenjar penting dalam perut, memproduksi hormon insulin. Hormon insulin itu nantinya akan membawa gula dari pembuluh darah untuk masuk ke dalam sel-sel tubuh dan akhirnya digunakan sebagai energi.

Selama hamil, placenta atau ari-ari, yaitu bagian penting yang menghubungkan antara ibu hamil dan janin dalam kandungan untuk mengalirkan darah dari ibu ke janinnya akan memproduksi berbagai hormon untuk kehamilan. Nah hormon-hormon tersebut akan mengganggu kerja dari hormon insulin sehingga kadar gula darah akan naik. Normalnya, setelah makan memang terdapat sedikit kenaikan kadar gula darah. Seiring dengan pertumbuhan janin, maka placenta akan makin banyak memproduksi hormon-hormon kehamilan. Nahhh… pada ibu-ibu yang menderita GDM ternyata pegaruhhormon-hormon tersebut begitu kuat mempengaruhi insulin sehingga berakibat terjadi peningkatan kadar gula yang berlebihan dalam tubuh yang pada gilirannya akan mempengaruhi pertumbuhan janin dan kesehatan janin dalam kandungan. Biasanya GDM itu munculnya pada trimester 2-3… ya kira-kira pertengahan usia kehamilan.

Apa saja sih faktor resiko untuk terkena GDM ? sebetulnya semua wanita hamil beresiko terkena gestasional diabetes (GDM) tetapi ada beberapa faktor yang makin meningkatkan resiko… belum pasti terjadi… cuman beresiko saja… syukur-syukur tidak terjadi… aamiin

  1. Semua ibu hamil yang usianya lebih dari 25 tahun
  2. Riwayat keluarga ada yang menderita Diabetes Mellitus.
  3. Sudah menunjukkan gejala-gejala gangguan gula darah sejak sebelum hamil.
  4. Pernah lahiran bayi yang ukurannya 4000g atau lebih.
  5. Pernah lahiran bayi mati yang tidak diketahui penyebabnya.
  6. Ibu hamil super gemuk… terutama yang BMInya 30 atau lebih. BMI itu singkatan dari indeks massa tubuh yang membandingkan tinggi badan dengan berat badan. Ntar tanyain aja ke dokter gimana caranya ngukurnya.
  7. Ibu hamil kulit berwarna. Jadi kalo ibu hamil bule katanya sih jarang yang terkena GDM.

Bila ibu hamil menderita diabetes oleh sebab apapun dan tidak diobati secara teratur, tidak kontrol secara teratur, maka akan menyebabkan gangguan serius pada kehamilannya dan juga pada janin dalam kandungannya. Komplikasi kehamilan lebih sering terjadi pada diabetes yang tidak berobat secara teratur. Adapun komplikasi yang mungkin terjadi pada ibu hamil yang terkena GDM antara lain:

  1. Berat badan janin besar, karena mesti ada gula yang masuk ke dalam peredaran darah janin sehingga memaksa kelenjar pankreas janin untuk memproduksi extra insulin. Lama-lama bayinya menjadi besar yang dapat mengakibatkan meningkatnya resiko nyangkut dijalan lahir, komplikasi persalinan, terpaksa harus operasi, janin kejepit jalan lahir s/d kematian janin.
  2. Janin susah bernafas, pada ibu hamil yang menderita GDM walopun melahirkan pada kehamilan tua tetap beresiko untuk terjadinya kegagalan bernafas pada bayinya. Belum lagi resiko lahiran premature. Dari hasil penelitian ternyata terdapat resiko peningkatan kemungkinan lahiran premature pada ibu hamil yang menderita diabetes.
  3. Sering lahir premature
  4. Bayi saat lahir mengalami kekurangan gula.
  5. Bayi bisa menderita diabetes kelak saat dewasa.
  6. Kematian bayi mendadak baik sebelum lahiran ataupun saat melahirkan ataupun setelah melahirkan, terutama bagi ibu hamil yang menderita diabetes tetapi tidak diobati secara teratur. Jangan sampe kehabisan obat baru kontrol ke dokter penyakit dalam, sebelum obat habis harus kontrol.

Resiko pada ibu hamil juga meningkat bila menderita diabetes, antara lain:

  1. Kemungkinan timbul komplikasi kehamilan yang lain yaitu keracunan kehamilan, ditandai dengan darah tinggi saat hamil yang timbulnya disaat hamil saja.
  2. Menderita penyakit diabetes beneran kelak dikemudian hari. Makanya selama hamil dokter kandungan gak bosen-bosen untuk nyuruh ibu hamil makan makanan yang sehat-sehat saja, yang gak penting dan instan sebaiknya dihindari sedapat mungkin.

Dokter kandungan akan meminta ibu hamil untuk periksa gula darah bila ada faktor resiko walopun banyak juga yang tanpa faktor resiko pun diperiksa juga karena semua demi kebaikan ibu hamil sendiri. Bila ternyata ibu hamil menderita diabetes dalam kehamilan maka lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Hindari makanan yang berkadar gula tinggi. Rajin makan sayuran dan buah. Makanan mesti mengandung serat tinggi.
  2. Mesti kontrol teratur ke dokter penyakit dalam untuk mengontrol kadar gula darahnya. Dokter penyakit dalam akan memberikan juga obat-obatan untuk menurunkan kadar gula darah ibu hamil.
  3. Olah raga tiap pagi jalan kaki atau olah raga ringan.
  4. Kontrol teratur ke dokter kandungan atau rumah sakit karena masuk kategori kehamilan resiko tinggi.

Oke ya… jangan lupa untuk sedekah Rp 4000,-/ hari dengan niat untuk kesehatan kehamilannya. Sedekah yang lain tetap dilanjutin, yang ini khusus untuk kehamilan saja. Bagikan ke anak yatim atau masjid tiap 1 minggu sekalia atau 1 bulan sekali.

 

 

 

 

TULISAN 56. IBU HAMIL DI SERBU PENYAKIT GONDONGAN (MUMPS/ PAROTITIS)

Mumps atau parotitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Di Inggris, para wanita sudah biasa mendapatkan imunisasi MMR yaitu mumps – measles – rubella sehingga wanita inggris hampir semuanya memiliki kekebalan terhadap mumps. Bagaimana dengan Indonesia ? sekali lagi kita lihat bentuk ketidak-pedulian pemerintah RI untuk memberikan program imunisasi penting bagi wanita Indonesia. Lebih penting buat MRT daripada kesehatan rakyatnya sendiri. BPJS pasti tidak menanggung imunisasi pelengkap bagi pesertanya padahal bayarnya setiap bulan seumur hidup.

Saat ini tidak banyak diketahui efek samping langsung penyakit mumps terhadap kehamilan tetapi para ahli meyakini bahwa mumps sedikit banyak dapat menyebabkan keguguran pada wanita hamil utamanya hamil muda. Penularan mumps dapat terjadi akibat droplets yaitu melalui bersin atau batuk dari penderita mumps. Biasanya mumps itu sering terjadi pada anak-anak usia 5 – 15 tahun tetapi secara umum dapat menyerang siapa saja dari berbagai usia. Mumps merupakan penyakit ringan tetapi bukan berarti tidak dapat menimbulkan komplikasi serius seperti meningitis, radang paru-paru, hepatitis, adnexitis, dan lain-lain. Jadi kalo menderita mumps harus segera berobat ke dokter umum ataupun dokter spesialis penyakit dalam.

Adapun gejala mumps antara lain:

  1. Demam
  2. Sakit kepala
  3. Nyeri pada rahang atau pipi
  4. Bengkak pada rahang atau pipi
  5. Pembengkakan kelenjar dekat leher

Gejala-gejala di atas biasanya muncul kira-kira 10-15 hari setelah kontak dengan penderita mumps.

Pada wanita hamil yang usia kehamilannya kurang dari 16 minggu memiliki resiko untuk keguguran bila menderita mumps tetapi efek kecacatan terhadap janin dalam kandungan belum pernah dilaporkan selama ini di seluruh dunia. Ya iyalah… setiap kehamilan itu memiliki resiko cacat sebesar 3% pada siapapun yang hamil. Gak ada hamil tanpa resiko, yang penting berdoa dan sedekah supaya hamilnya sehat lancar dan selamat… aamiin.

Boleh gak divaksinasi MMR sebelum hamil ? boleh donkkk… tetapi setelah divaksinasi, gak boleh hamil dulu selama 3 bulan karena pada wanita hamil terjadi penurunan kekebalan tubuh dan vaksin MMR itu berisi virus hidup yang dilemahkan. Harapannya setelah divaksinasi MMR timbul rangsangan tubuh untuk menciptakan zat antibody sehingga mampu melawan infeksi MMR.

Kalo sedang hamil boleh gak di vaksinasi MMR ? gak boleh donk… kan isinya virus hidup sehingga dikuatirkan menimbulkan masalah bagi janin dalam kandungan. Ngtar kalo janinnya digaruk-garuk oleh virusnya gimana ? bisa berabe tooo….

Oke deh… ntar kalo ada pertanyaan, silakan tanya ke dokter penyakit dalam saja.

Marilah rajin bersedekah Rp 4000,- per orang perhari yang dikumpulkan tiap hari dalam kaleng kecil khusus. Sedekah suami dan isteri (jangan digabung ya…), suami sedekah Rp 4000,- dan isteri juga Rp 4000,-. Setiap hari jum’at sedekah tersebut disalurkan suami ke panti asuhan atau masjid. Niat sedekahnya:

  1. Segera punya keturunan/ segera hamil.
  2. tidak terkena penyakit mumps saat hamil
  3. Yang sudah hamil, minta hamilnya sehat, lancar, selamat, mudah, dan aman.
  4. Naik gaji, naik jabatan, suami betah di rumah, makin dimanja suami, dan lain-lain.

Sedekahnya tidak perlu ikhlas, tidak perlu yakin, tidak perlu nunggu kaya, tidak perlu berbagai alasan yang lain… karena ikhlas dan keyakinan tidak bisa dipakai beli nasi oleh anak yatim piatu, ikhlas dan keyakinan tidak bisa dipakai bayar listrik panti asuhan, ikhlas dan keyakinan tidak bisa dipakai bayar duit sekolah oleh anak yatim piatu. Tetapi ingat bahwa setiap senyuman anak yatim akan menggetarrrrkan langit sehingga doa yang dipanjatkan anak yatim akan didengar merdu oleh Allah dan senyuman anak yatim yang menerima sedekah (walopun tak ikhlas) akan membuat Allah melimpahkan rahmatNYA dan mengabulkan hajat serta memberikan segala sesuatu yang terbaik bagi suami isteri yang telah menjadi pejuang sedekah anak yatim. TETAPI KALO IKHLAS MAKA AKAN MAKIN DAHSYAT HASILNYA.

Postingan ini bertujuan untuk mengajak para kiuttters untuk bersama-sama memberikan edukasi/ pendidikan/ pengetahuan bagi ibu-ibu hamil seluruh indonesia sehingga tidak terpengaruh oleh berbagai informasi sesat dari tetangga, pakar hoaxxx, mbah google, dan lain-lain.

TULISAN 57. KENAPA PULA WARNA KETUBANKU HIJAU, PENGENNYA SIH PINK KALO ADA ?

Ketuban berwarna hijau merupakan salah satu tanda pada kehamilan yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil dan petugas kesehatan yang menolongnya. Dibidang kedokteran kandungan dikenal dengan istilah ketuban meconeum.

Ketuban meconeum itu merupakan peristiwa yang lumayan sering terjadi pada kehamilan tua (aterm) dan kelewat tua (postterm) dan kadang-kadang terjadi pada kehamilan premature (cuman 1%). Meconeum itu artinya be’olnya bayi, bila bayi udah lahir maka insya Allah itu normal, tetapi bila terjadi sebelum bayi lahir nahhh itu yang perlu diwaspadai.

Ketuban yang meconeum itu disebabkan oleh peningkatan pergerakan usus bayi (motilitas usus) dan berkurangnya kemampuan janin dan placenta untuk membersihkannya, hal ini dapat terjadi pada janin yang mengalami kesulitan nafas dalam kandungan (fetal hipoksia/ janin kekurangan oksigen).

Dokter cucuk… anak saya yang pertama meninggal dunia karena tertelan ketuban dan kata dokter anaknya MAS, saat ini hamil yang ke-2. MAS itu apa sih dok ? saya takut dok… Apakah nanti bisa ketelan ketuban lagi ?

MAS (meconeal aspiration syndrome) itu merupakan gangguan pernafasan yang sangat berat yang seringkali disebabkan oleh proses yang sifatnya berlangsung lama atau kronis misalnya infeksi pada janin pada ibu-ibu hamil dengan ketuban pecah, bisa juga pada janin yang kekurangan oksigen dalam kandungan misalnya akibat ibu hamil darah tinggi ataupun terjepitnya tali pusat diantara badan bayi dan dinding rahim akibat ketuban yang sedikit, bisa juga akibat kelewatan bulan.

Nah jelas tooo… bila ketelan ketuban hijau kemudian masuk ke paru-paru ya jelas berbahaya bagi janin… kan itu tai-nya janin yang masuk paru-paru… tempatnya tai itu di WC, bukan di dalam paru-paru.

Meconeum itu terbentuk karena janin menelan ketuban selama kehamilan dan menelan ketuban itu adalah proses yang normal karena janin kan berenang di dalam ketuban. Isinya ketuban itu antara lain bulu-bulu halusnya janin, sel-selnya janin, rambut halusnya, lemaknya,  lendirnya janin, dan lain-lain. Lama-lama di dalam usus janin akan terisi meconeum. Meconeum itu akan dinetralisir oleh janin yang sehat dan palcenta dalam kandungan sehingga tidak berbahaya, tetapi pada janin yang sudah tidak sehat maka dapat berbahaya bila keluar meconeum dari ususnya melalui lubang dubur janin kemudian bercampur dengan cairan ketuban yang jernih dan dihisap janin masuk ke paru-paru janin. Bayangin ada barang seperti lem yang lengket masuk ke paru-paru janin… bisa nafas gak janinnya ? pasti gak bisa nafas atau sulit bernafas. Normalnya bayi itu bernafas kecil-kecil dalam rahim, pada kondisi dimana terjadi kondisi kekurangan oksigen maka janin akan berusaha bernafas makin dalam. Contohnya selama proses kontraksi rahim akibat induksi persalinan dimana pada kondisi ketuban yang kurang atau sedikit pada saat kontraksi terjadi hambatan pengembangan dada janin akibat jepitan rahim. Itulah sebabnya kenapa dokter kandungan selalu melakukan testing dulu sebelum induksi/ rangsangan persalinan dan melakukan pengawasan selama proses induksi. Bila diamati ada hal yang mengkuatirkan maka dokter kandungan akan menghentikan proses induksi dan melanjutkan proses persalinan dengan jalan operasi sesar sebelum janinnya kepayahan nafas lebih lanjut.

10% janin akan mengeluarkan meconeum selama dalam kandungan. Hal ini masih belum dapat dijelaskan penyebabnya. Tetapi meconeum itu merupakan tanda-tanda dari hal-hal berikut:

  1. Sistem pencernaan janin sudah matang dan sudah mulai bekerja dengan baik. Meconeum yang dikeluarkan janin sebelum umur kehamilan 34 minggu sangat jarang, biasanya setelah kehamilan 37 minggu ke atas.
  2. Terdapat suasana kekurangan oksigen dalam rahim sehingga terjadi kontraksi usus yang mengakibatkan meconeum keluar. Hal ini seringkali merupakan tanda kegawat-daruratan janin walopun tidak semua janin yang lahir dengan ketuban meconeum itu mesti kondisinya buruk. Tetapi perlu diingat bahwa kondisi meconeum berkaitan erat dengan suasana kurang oksigen, seperti dibekap. Seperti halnya ketuban jernih tetapi janin dapat lahir dengan kondisi gawat. Emangnya siapa berani bertaruh ?
  3. Terjepitnya tali pusat diantara badan janin dan dinding rahim atau dikenal dengan istilah kompresi tali pusat. Bisa juga karena kompresi kepala janin di jalan lahir. Bila kompresi kepala terjadi maka akan timbul yang namanya respon vagal. Syaraf vagal itu merupakan bagian sistem syaraf janin yang mengatur fungsi kesadaran dan juga mengatur sistem pencernaan janin sehingga bila respon vagal ini terangsang maka janin dapat lahir dengan sehat walopun ketubannya hijau.

Ketuban hijau sendiri sudah menunjukkan kegawat-darutan janin baik sebelum melahirkan ataupun saat proses melahirkan dan sangat berbahaya bila dihirup oleh janin.

Apa saja sih faktor resiko yang dapat menimbulkan ketuban hijau ?

  1. Hamil lewat bulan atau ketuaan
  2. Janin kekurangan oksigen
  3. Infeksi dalam kandungan
  4. Placenta sudah tidak berfungsi menghantarkan oksigen dengan cukup ke janin
  5. Gangguan pertumbuhan janin
  6. Darah tinggi saat hamil
  7. Kekurangan ketuban
  8. Persalinan yang berlangsung sangat lama.
  9. Rangsangan persalinan yang menimbulkan respon kontraksi berlebihan dan yang tidak diawasi.

TULISAN 58. HUBUNGAN SEKS KAMI MAKIN MEMBARA KETIKA ISTERIKU SEDANG HAMIL

Saya seringkali dan hampir setiap praktek selalu ditanyain masalah sex oleh suami/ isteri yang sedang hamil, baik hamil muda ataupun hamil tua. Bahkan ada yang bertanya pertanyaan yang horor bangets yang tidak bisa saya sampaikan disini. Tetapi apapun itu tentu saja kehamilan bukan menjadi penghalang bagi pasangan suami-isteri untuk tetap melakukan hubungan seks saat isterinya sedang hamil. Banyak yang takut melakukan hubungan seks dapat melukai janin dalam kandungan bahkan ada juga yang takut menyakiti isterinya saat hubungan seks. Tenanggg… kekuatiran akan hal tersebut biar om dokter kiuttts om yang atasi… silakan baca postingan saya ini dan jangan lupa di LIKE dan di SHARE…. juga di REVIEW biar saya gak malez posting lagi…

Wanita hamil bebas melakukan hubungan seks hingga tiba saatnya mules-mules mau melahirkan (coba baca postingan saya tentang tanda-tanda dekat melahirkan) atau pas udah muncul ketuban yang pecah/ merembes.

PADA BEBERAPA KONDISI TERTENTU MEMANG DOKTER KANDUNGAN SERING MEMBATASI HUBUNGAN SEKS BAHKAN MELARANG SAMA SEKALI HUBUNGAN SEKS DEMI KEAMANAN KEHAMILAN. UNTUK ITU RAJIN-RAJINLAH BERTANYA PADA DOKTER KANDUNGAN APAKAH PASANGAN SUAMI-ISTERI MASIH BOLEH MELAKUKAN HUBUNGAN SEKS DALAM KEHAMILAN SAAT INI.

Seks dalam kehamilan tidak akan membahayakan janin dalam kandungan, bahkan misalkan penis suami besarnya sama dengan punyanya kuda sekalipun, tetap saja seks itu aman bagi janin dalam kandungan. Rangsangan seks atau yang dikenal dengan istilah pemanasan juga tidak akan menyebabkan mules kontraksi melahirkan (dalam bahasa kedokteran, kontraksi akan melahirkan dikenal dengan istilah INPARTU) dan juga tidak akan menyebabkan keguguran.

Ada saatnya saat hubungan seks, dengan rangsangan pada payudara dan atau klitoris ibu hamil akan menyebabkan ibu hamil mengalami kontraksi. Bahkan sperma suami mengandung bahan yang dapat merangsang timbulnya kontraksi rahim. Orgasme pada wanita hamil akan menimbulkan mules yang dikenal dengan post orgasmic contraction, jangan kuatir karena mules model begini tidak berbahaya dan hanya timbul sebentar saja.

Kadangkala ibu hamil akan merasakan hubungan seks saat hamil jauh lebih menyenangkan dan menggairahkan daripada sebelum hamil, tapi ada juga yang merasa bahwa seks saat hamil terasa hambar, kurang membara, kurang sambal, kurang merica…

Kehamilan akan meningkatkan aliran darah pada organ panggul dan tentunya organ seks sehingga akan terjadi peningkatan sensasi kepuasan seks yang lebih daripada wanita tak hamil bila dirangsang, belum lagi ibu hamil itu kadang-kadang mengalami keputihan yang normal sehingga dapat membantu pelicinan/ pelumasan area seks. Tetapi hal ini tidak dapat dinikmati oleh setiap ibu hamil karena rasanya memang diluar kebiasaan, organ seks yang sembab selama kehamilan dianggap memberikan rasa sesak dan tidak nyaman saat dipakai berhubungan seks. Belum lagi bila ibu hamil mengalami orgasme, mesti kontraksi diperut makin bikin worry alias kuatir sehingga akan mengganggu kenikmatan seks bagi sebagian sebagian ibu hamil.

Payudara ibu hamil juga akan makin sensitif saat hamil sehingga rangsangan seksual dari suami akan makin meningkatkan gairah membara, sayangnya ada wanita hamil yang merasakan payudara yang super sensitif tersebut sebagai gangguan sehingga menolak untuk disentuh atau dirangsang oleh suami… saya harap para suami untuk tabah menerima nasib sialmu yaaa… ingat suami masih punya cara yang lain… pun masih ada vaseline atau sabun…. he he he kasian banget…

Bila terdapat gangguan atau perasaan tidak nyaman melakukan hubungan seks, para ibu hamil masih bisa kok melakukan kewajibannya untuk memberikan kepuasan pada suami yaitu dengan jalan oral sex, saling memberikan rangsangan, bahkan seks tangan, seks jepit payudara, seks jepit paha, dan lain-lain. Tetapi ingat seks itu bukan sekedar aktivitas fisik saja, tetapi yang jauh lebih penting seks itu merupakan aktivitas jiwa, aktivitas saling menyayangi… bila isteri sedang sulit dengan kehamilannya, jangan dipaksakan, peluk isteri, cium isteri, itu saja sudah jauh lebih dari cukup untuk menunjukkan rasa kasih sayang dalam rumah tangga.
Wanita hamil sering mengalami kelelahan, perubahan mood, perubahan kejiwaan, gampang ngomel, dan lain sebagainya yang dapat menurunkan gairah/ nafsu seks. Bila wanita hamil berusaha untuk menikmati kehamilannya, maka gairah seks tersebut akan kembali normal bahkan meningkat.

Oral sex saat hamil boleh dikatakan aman, tetapi dengan kondisi tertentu. Menjilat klitoris/ vagina isteri juga boleh, tentunya ada batasan tertentu. Suami tidak boleh melakukan tiupan kedalam vagina isteri karena dapat membahayakan kehamilan dan mengancam kesehatan isteri. Bila suami pernah terkena herpes di mulut juga tidak boleh melakukan oral sex ke isteri, tidak boleh menjilat klitoris isteri.
Untuk menghindari tertular penyakit kelamin, pasangan suami-isteri sebaiknya menggunakan kondom. Tentunya hal ini dilakukan bila suami/ isteri tidak yakin dengan kesetiaan pasangan masing-masing.

BILA SALAH SATU PASANGAN PERNAH TERDETEKSI MENDERITA PENYAKIT KELAMIN SELAMA MASA KEHAMILAN INI MAKA SEBAIKNYA JANGAN MELAKUKAN HUBUNGAN SEX MODEL APAPUN KARENA DAPAT MENINGKATKAN RESIKO INFEKSI BAGI KEHAMILAN.

Segera ke dokter kandungan bila ibu hamil mengalami hal-hal berikut setelah hubungan seks:
1. Keluar darah
2. Keluar cairan banyak
3. Rasa kram diperut yang tak kunjung reda

Apakah hubungan seks dapat menyebabkan kelahiran prematur ? sebetulnya belum ada penelitian yang dapat membuktikan secara konsisten bahwa hubungan seks dapat memicu terjadinya kelahiran prematur. Bahkan beberapa dokter kandungan, termasuk saya, yang menyarankan hubungan seks makin sering saat hamil tua untuk mencegah terjadinya kehamilan lewat bulan juga hanya berdasarkan pengalaman bahwa sperma suami bisa bikin kontraksi rahim (telah diteliti bahwa sperma suami mengandung prostaglandin yang dapat merangsang kontraksi rahim), bukan berdasarkan penelitian ilmiah yang berskala besar.

Beberapa kondisi yang dilarang melakukan hubungan seks saat hamil antara lain:
1. Kehamilan dengan posisi placenta menutupi jalan lahir
2. Kehamilan dengan ketuban pecah atau rembes
3. Kehamilan dengan keputihan yang banyak, apalagi bila disertai gatal dan dan bau.
4. Ada kelainan pada mulut rahim
5. Sedapat mungkin pada hamil kembar membatasi/ mengurangi hubungan seksnya.
6. Beberapa kali mengalami keguguran/ lahir premature

INGAT… BILA DOKTER KANDUNGAN MELARANG HUBUNGAN SEKS PADA PASANGAN SUAMI ISTERI MAKA ITU ARTINYA TIDAK BOLEH ADA PENIS SUAMI YANG MASUK VAGINA ISTERI, TIDAK BOLEH ADA RANGSANGAN SEKS MODEL APAPUN BAIK KE PAYUDARA ISTERI MAUPUN KE VAGINA ISTERI DAN KEBAGIAN-BAGIAN LAIN DARI TUBUH ISTERI YANG DAPAT MENIMBULKAN RANGSANGAN SEKSUAL PADA ISTERI, DAN TIDAK BOLEH ADA ORGASME DENGAN CARA APAPUN. Mampusss deh… nganggurlah si otong… sabun lagi… sabun lagi… jangan ke pantura ya… dosa besar… apalagi kalo ketahuan, dosa dapet, penyakit dapet, dicakar isteri pula…

KAPAN BOLEH MELAKUKAN HUBUNGAN SEKS SETELAH MELAHIRKAN ? bagi wanita yang menjalani operasi sesar sebaiknya hubungan sex setelah melahirkan dilakukan bila melewati masa nifas (setelah 6 minggu pasca melahirkan ) atau bila luka pada vagina akibat lahiran normal sudah sembuh betul sekitar 2 bulanan. Sementara sebaiknya memakai kondom untuk mengurangi resiko infeksi dan tentunya untuk menunda kehamilan berikutnya.

Posisi seks yang aman pada kehamilan:
1. Woman on top. Wanita duduk diatas selangkangan pria. Pada posisi ini tidak ada penekanan pada perut ibu hamil, dan ibu hamil dapat mengatur rangsangan yang paling nikmat bagi dirinya dan dapat mengatur kedalaman penetrasi penis ke liang vagina.
2. Suami duduk, isteri dipangku suami. Posisi ini juga aman karena tidak ada penekanan pada perut ibu hamil. Ibu hamil bisa lompat-lompat kegirangan berhadapan dengan suami dan mengatur kenikmatan seksnya serta dapat mengatur kedalaman penetrasi seksnya.
3. Spoon position. Dalam posisi ini pasangan berbaring saling berhadapan, posisi ini paling aman untuk semua usia kehamilan trimester 1 s/d trimester 3, tapi kadangkala bila perut isteri sudah terlalu besar, penetrasi seks agak sulit.
4. Doggy style. Posisi ini juga aman pada kehamilan. Penetrasi penis suami pada vagina isteri dilakukan dari arah belakang, posisi isteri seperti orang merangkak. Tapi bila hamil besar, ini agak riskan karena perut ibu hamil tergantung bebas, sulit untuk mengatur goyangan yang timbul pada perut akibat genjotan suami.
5. Isteri berbaring di tepi kasur dengan selangkangan terbuka menghadap penis suami dan pada posisi ini suami dapat dengan bebas untuk melakukan penetrasi penis pada vagina isteri.

JANGAN MEREMEHKAN IBU HAMIL DALAM HAL HUBUNGAN SEX, SEBAB BILA IBU HAMIL LAPOR DOKTER KANDUNGAN DAN PADA AKHIRNYA SETELAH PEMERIKSAAN KONDISI KEHAMILAN, DOKTER KANDUNGAN MELARANG HUBUNGAN SEX DALAM KEHAMILAN MAKA….KELARRRR IDUPPP LOEEEE… OM BEKARAT OM… ????

TULISAN 59. SAYA HAMIL TAPI KENA CACAR AIR

Ibu hamil kiuttter (IHK) : Assalamu’alaikum dokter cucuk kiuttt hello kitty… kali ini saya gak mau ikutan bilang power rangers karena dokter cucuk gak mirip power ranger… power ranger itu perutnya 6 packs alias seperti roti kasur, kalo dokter cucuk perutnya 1 packs alias kayak buntelan pupuk tanaman… saya konsul nih dok… saya terkena cacar air, saat ini saya hamil 26minggu… gitu kata bu bidan…

Dokter cucuk kiuttt hello kitty (DCKHK) : whaaaatttt ?!?!?! t e r l a l u… padahal aselinya dalemannya 6 packs, kostumnya memang sengaja dibuat mirip buntelan… maklum sedang dalam penyamaran… mirip-mirip james bond gitu lohhh… dan karena ibu gak percaya kalo saya aselinya 6 packs maka saya gak mau ngejawab… mau bobok saja, ntar saya jawab 1 minggu lagi saja… bye bye…

IHK : ya gini ini yang bikin ngegemesin… gak dikasih bakakak lo ntar kalo saya lahiran… nggak dikasih sate kambing kalo saya akikahan…

DCKHK : haaaaaa ?! ngancemnya kejam bingitsss sihhhh… mauuuuuuuu…. sini bakakaknya…. saya terima dengan senang hati sate kambingnya… jangan lupa… awas kalo lupa…

Seperti sudah diketahui bersama bahwa belakangan ini memang sering saya temui anak-anak kecil yang terkena cacar air. Nah ibu hamil tentu beresiko terkena cacar air juga, apalagi bila tinggal dalam 1 rumah. Apakah cacar air (chicken pox) beresiko pada kehamilan ? jawabannya tergantung. Maksudnya ? bila ibu hamil sebelumnya sudah pernah terkena cacar air maka saat ini tentu tubuhnya memiliki kekebalan terhadap virus cacar air. Dan pada ibu-ibu hamil yang sudah pernah mendapatkan vaksinasi cacar tentunya memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut. Sekali suntik Vaksin cacar air itu efektivitasnya mencapai 80-85% untuk mencegah terkena cacar air, dan bila tetap kena pun gak sampai parah-parah amat. Makanya sekarang di amerika serikat digalakkan suntikan vaksin cacar hingga 2x suntikan dengan jangaka waktu berbeda. Ntar saya tanyain deh ke dokter anak berapa tahun jarak waktunya antara 2 suntikan.

Sebetulnya banyak banget orang dewasa yang kebal terhadap cacar air, tapi tetap bisa kena juga, sehingga ibu hamil yang terkena cacar air juga sedikit banget… yaaaa sekitar 1-5 orang saja diantara 10000 kehamilan. Kalo ibu hamil sampe kena gimana donk ? tenang saja… cacar air hanya sedikit saja kemungkinannya untuk menimbulkan masalah bagi janin dalam kandungan.

Bila ibu hamil sedang hamil muda kurang dari 20 minggu maka terdapat kemungkinan 2% janin ibu mengalami congenital varicella syndrome. Resiko tertingginya pada umur kehamilan 13-20 minggu. Congenital varicella syndrome itu suatu kumpulan gejala antara lain ukuran kepala janin kecil, gangguan syaraf, gangguan penglihatan, cacat tubuh, kelainan kulit dan lain-lain. Janin yang tertular cacar air dalam kandungan dapat terjadi kejang dalam rahim, gagal pertumbuhan, mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan mental (idiot), dan lain-lain. Tapi gak usah kuatir karena kemungkinannya sangat kecil cuman 2% doank… berdoa dan rajin sedekah sama Allah SWT insya Allah akan aman-aman saja. Kalo kehamilannya masih sangat muda bisa keguguran atau bila kehamilannya berlanjut maka janinnya bisa mendadak mati dalam kandungan. Bila ibu hamil terkena cacar air maka dokter kandungan akan melakukan USG untuk mengamati pertumbuhan, perkembangan janin dengan lebih ketat, kontrol makin ketat, dilihat ada cacatnya atau tidak… segalanya makin ketat.

Kalo ibu hamil terkena cacar air saat dekat-dekat melahirkan, gimana donk ? tenang saja… Allah SWT itu Maha Kuasa atas segala yang di langit dan di bumi. Insya Allah janin ibu baik-baik saja. Kok bisa ? ya karena bila ibu hamil terkena cacar air maka 5 hari kemudian sejak terinfeksi cacar air tubuh ibu hamil akan memproduksi antidody yang akan melawan virus cacar air dan seperti yang sudah ibu ketahui bahwa ntar tuh antibody akan memasuki tubuh janin melalui tali pusat sehingga janin ibu juga akan ikut-ikutan kebal terhadap cacar air saat dilahirkan kelak. Kan bayi ibu belum bisa produksi sendiri zat kebalnya sehingga mendapatkan zat kebal dari ibunya donkkkk.

Nahhh yang repot tuh bila terkenanya kurang dari 5 hari sebelum lahiran atau saat melahirkan atau kurang dari 5 hari setelah melahirkan. Sebab pada masa itu tubuh ibu hamil belum memproduksi zat kebal sehingga janin belum sempat memperoleh zat antibody dari ibunya. Kalo ini yang terjadi maka 50% bayi yang dilahirkan dapat terinfeksi cacar air dengan berbagai komplikasinya. Dan ini sangat berbahaya bagi janin atau bayi yang baru lahir. Bila ibu melahirkan terkena cacar air dalam waktu 5 hari setelah melahirkan maka dokter anak akan segera melakukan pertolongan bagi bayi dengan memberikan suntikan varicella zoster imunoglobulin (VZIG) atau dikenal diluar negeri dengan sebutan VARIZIG. Di Indonesia saya gak tau apakah ada obat ini atau gak. Dan bila bayinya tertular maka akan diberikan suntikan antivirus misalnya asiklovir injeksi intravena bila bayinya menunjukkan gejala ada bintiknya atau demam.

Pada wanita hamil bila terkena cacar air maka dapat menyebabkan penyakit infeksi paru yang dikenal dengan varicella pneumonia atau bisa juga terkena lahir premature bayinya.

Apa yang harus ibu hamil lakukan bila selama hamil terpapar oleh orang dengan sakit cacar air ? ibu hamil harus segera ke dokter penyakit dalam atau dokter kandungan untuk diperiksa. Kalo diluar negeri ibu hamil yang terpapar akan dilakukan pemeriksaan darah untuk melihat status kekebalannya terhadap cacar air. Bila kebal maka ya dibiarin saja, tapi bila gak kebal maka akan disuntik dengan VZIG untuk mengurangi resiko kemungkinan tertular atau bila tetap saja tertular ya gak parah-parah banget seperti yang telah saya jelaskan di atas. Harganya ? muahhhalll… gak tau apakah di BPJS ditanggung apa kagak ? tapi apakah di Indonesia obatnya sudah masuk ? saya tidak tahu. Tetapi perlu diingat, suntikan tersebut tidak dapat mencegah janin dalam kandungan ibu hamil tertular infeksi cacar air.

Apakah mesti tertular cacar air ? 90% ya bila yang kena cacar air adalah orang yang tinggal dalam 1 rumah. Terutama bila ibu hamil tidak memiliki kekebalan terhadap cacar air atau belum pernah vaksinasi cacar air.

Apa sih tandanya ibu hamil tertular cacar air ? gampang saja… lihat saja dalam jangka waktu 10-21 hari sejak terpapar dengan orang yang sakit cacar air maka ibu hamil akan mengalami demam-demam ringan, flu ringan, keluar bintik-bintik merah yang ujungnya agak berair dikit.

Bila ibu hamil terkena cacar air maka sebaiknya segera ke dokter dan tapi perlu diingat bahwa ibu hamil yang mengalami cacar air dapat menularkan ke ibu hamil yang lain yang tidak memiliki kekebalan terhadap cacar air. Jadi sebaiknya periksanya pas terakhir-terakhir saja setelah semua ibu hamil yang lain pada pulang. Biasanya ibu hamil akan dirawat bersama antara dokter penyakit dalam dan dokter kandungan.

 

 

TULISAN 60. KUPACU MOBILKU KE RS KETIKA KETUBAN ISTERIKU PECAH

Cerita yang melatar-belakangi tulisan saya di facebook:

5-4-2017
Ketuban pecah… infeksi berat…
Semoga Allah SWT menolong ibu dan bayinya… aamiin

6-4-2017
Semalam habis nolongin ibu melahirkan dengan perasaan sedih karena ketuban sudah pecah, berbau dan berwarna hijau ??? dan juga kadar lekosit darah sudah mencapai lebih dari 20.000

Apa sih ketuban pecah itu ?

Ketuban pecah merupakan kondisi kehamilan emergensi sehingga secara otomatis merubah status kehamilan yang mungkin tadinya termasuk kategori kehamilan resiko rendah ( tanpa resiko ) menjadi kehamilan resiko tinggi sehingga harus segera dirujuk ke rumah sakit. Silakan dibaca postingan saya yg lampau mengenai ketuban pecah.

Ketuban pecah dalam dunia kedokteran dikenal dengan 2 macam istilah yaitu PROM (premature rupture of amniotic membrane) dan PPROM (preterm premature rupture of amniotic membrane). Bedanya PROM dan PPROM adalah pada waktu pecahnya. Kalo PROM pecahnya ketuban pada usia kehamilan 37 minggu atau lebih sedangkan PPROM pecahnya sebelum usia kehamilan 37 minggu. PROM terjadi pada 8-10% dari semua kehamilan usia tua, sedangkan PPROM merupakan penyebab 25-30% kehamilan premature.

Apa sih penyebab pecahnya ketuban itu ?

Pada kehamilan tua (≥37 minggu) pecahnya ketuban disebabkan oleh tekanan kontraksi-kontraksi pada rahim, dapat juga karena kelemahan selaput ketuban seiring dengan makin tuanya usia kehamilan. Kalo pada kehamilan prematur lebih sering disebabkan adanya infeksi rahim.

Apa saja faktor resiko yang dapat menyebabkan ketuban pecah ?

  1. Status sosial ekonomi yang rendah. Sering terjadi pada masyarakat yang tidak memeproleh layanan pemeriksaan kehamilan yang mencukupi, misalnya masyarakat malas memeriksakan diri ke petugas kesehatan (puskesmas, klinik, bidan) atau mungkin saja akibat tidak diberikan rujukan untuk memperoleh layanan kesehatan kehamilan yang lebih tinggi (rumah sakit/ dokter kandungan).
  2. Menderita penyakit infeksi kelamin (clamidia dan GO/ raja singa), bisa disadari ataupun tidak disadari.
  3. Pernah lahiran premature sebelumnya.
  4. Perdarahan saat kehamilan.
  5. Suami merokok atau istri merokok atau sering menghirup bau asap rokok.
  6. Malas makan makanan bergizi.
  7. Kurang menjaga kebersihan pribadi.
  8. Suka nahan-nahan pipis ataupun malas minum.
  9. Leher rahimnya pendek.
  10. Pecah tanpa diketahui penyebabnya alias pecah sendiri.

Kenapa sih ketuban pecah perlu memperoleh perhatian khusus baik dari ibu hamil maupun petugas kesehatan ?

Ketuban pecah merupakan komplikasi kehamilan dan 30% ketuban pecah merupakan penyebab persalinan kurang bulan/ premature. Kalo bayi itu terpaksa harus lahir karena ketuban pecah maka bertambah lagi masalahnya yaitu kemampuan hidupnya di dunia luar bisa merupakan kesulitan tersendiri bagi sang bayi. Tidak jarang bayi sesak nafas saat lahir atau setelah lahir.

Masalah yang timbul pada ketuban pecah tidak hanya itu, resiko infeksi pada jaringan placenta (ari-ari) yang dikenal dengan chorioamnionitis merupakan salah satu infeksi yang serius  dan sangat membahayakan baik bagi ibu hamil maupun janin dalam kandungan. Resiko yang lain yang dapat disebabkan oleh ketuban pecah adalah lepasnya placenta/ ari-ari dari rahim sehingga dapat menyebabkan perdarahan hebat pada ibu hamil baik perdarahan keluar vagina ataupun perdarahan dalam rahim sehingga menyebabkan kematian ibu dan atau janin dalam kandungan.

Pada ketuban pecah maka secara gampang janin kehilangan pelindungnya alias kehilangan bantal sehingga bayi langsung mepet dengan dinding rahim, akibatnya adalah terjepitnya tali pusat janin antara tubuh janin dengan dinding rahim. Apa yang terjadi ? jelas terjadi gangguan aliran darah dari ibu ke janin yang dapat menyebabkan terganggunya pasokan oksigen/ pasokan nafas ke janin sehingga janin gak bisa nafas… akibatnya ? janinnya game over.

Bahkan seringpula tali pusat menjulur keluar mendahului janinnya. Kalo sudah ini yang terjadi, jangankan dokter, biarpun malaikat sekalipun gak bakalan bisa menyelamatkan sang bayi, HANYA ALLAH SWT YANG MAHA MENOLONG DAN MAHA BERKEHENDAK. Belum lagi ketuban pecah itu dapat menyebabkan infeksi sebelum melahirkan, saat melahirkan dan setelah melahirkan baik pada ibu maupun bayinya.

Apa sih tandanya ketuban pecah ?

  1. Keluar cairan banyak yang membasahi seprei, tembus ke celana luar seperti ngompol.
  2. Cairan keluar sedikit-sedikit tapi terus menerus gak stop-stop dan sudah di test oleh dokter kandungan serta udah dinyatakan memang ketubannya pecah.

Kalo mengalami 2 tanda di atas maka harus segera ke dokter kandungan karena harus dipastikan ketubannya pecah atau bukan.

Dalam menangani ketuban pecah, dokter kandungan akan mempertimbangkan banyak faktor antara lain:

  1. Kondisi kehamilan ibu saat ketuban pecah misalnya umur kehamilan, fasilitas rumah sakit, transportasi rujukan, dan lain-lain.
  2. Kondisi kesehatan ibu hamil secara umum misalnya ada gak komplikasi kehamilan lainnya.
  3. Riwayat penyakit ibu hamil yang sedang diderita saat ini atau masa lalu.
  4. Kondisi lain-lain yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan bayinya.
  5. Keputusan ibu hamil dan keluarga mengenai ketuban pecah misalnya tetap ingin dipertahankan ataupun memutuskan untuk dilahirkan.

Yang jelas bila ada ketuban pecah maka ibu hamil harus dirawat di rumah sakit. Dokter kandungan bisa mempertahankan ataupun melahirkan janin sesuai dengan kondisi kehamilan ibu.

Ketuban pecah tidak dapat dicegah tetapi saya sering mengingatkan ibu hamil untuk selalu rajin minum dan jangan menahan-nahan pipis sebab hal tersebut sudah membantu untuk mengurangi resiko infeksi saluran kencing sehingga mengurangi resiko ketuban pecah.

Ada kalanya ketuban sengaja dipecah oleh bidan/ dokter kandungan saat proses kelahiran demi keselamatan ibu dan janinnya. Biasanya pada persalinan yang macet akibat kontraksi yang kurang kuat. Ini kondisi yang dibuat dengan tujuan untuk memperkuat kontraksi ibu hamil dan dilakukan saat pembukaan sudah besar dan bayinya sudah hampir nongol ke vagina. Ketuban yang dipecah oleh dokter kandungan atau bidan tidak masuk kategori PROM atau PPROM karena bukan penyakit kehamilan/ komplikasi kehamilan tetapi merupakan tindakan pertolongan persalinan.

Sudah ya… capek… mau mandi lanjut lagi ke RS Izza dan RS Puri Asih.

TULISAN 61. VAKSINASI SAAT HAMIL, PERLUKAH ?

Ibu hamil kiuttters: assalamu’alaikum dokter cucuk kiuttt hello kitty power rangers… saya mau tanya nih dok… saya belum disuntik imunisasi. Apakah saya perlu suntik imunisasi ?

Dokter cucuk kiuttt hello kitty: ehemm.. ehemm (dengan gaya sok bijaksana)… begini bu… (cie cie cie…) sebetulnya setiap ibu hamil itu perlu untuk mendapatkan vaksinasi saat sedang hamil. Ibu dapat meminta dokter kandungan/ dokter umum/ bidan untuk memberikan vaksinasi yang dibutuhkan oleh ibu hamil saat ibu kontrol.

Ibu hamil kiuttters: terima kasih dokter power rangers…

Dokter cucuk kiuttt hello kitty: saya power rangers merah bu… alias bossnya power rangers…

Secara umum vaksinasi untuk ibu hamil itu menggunakan vaksin yang berupa virus yang telah dimatikan/ di-non-aktif-kan sehingga aman bagi wanita hamil. Sedangkan vaksin yang mengandung virus hidup tidak direkomendasikan pada wanita hamil.

Ada 2 jenis vaksin yag sering digunakan secara rutin pada wanita hamil, yaitu:

  1. Vaksinasi influenza (flu shot). Vaksin ini direkomendasikan buat wanita hamil selama musim flu, musim hujan gitu lohhhh… vaksin ini dibuat dari virus flu yang telah di-non-aktif-kan sehingga aman bagi ibu hamildan janin dalam kandungannya. Ada juga vaksin flu yang berbentuk nasal spray (semprotan hidung), tetapi vaksin jenis ini tidak boleh diberikan pada wanita hamil sebab dibuat dari virus yang masih hidup.
  2. Vaksinasi tetanus toxoid, di Indonesia dikenal dengan vaksin TT. Kalo di Amerika Serikat dikenal dengan istilah Tdap. Ntar kita bahas satu persatu manfaatnya secara ringkas. Vaksin Tdap bertujuan untuk mencegah timbulnya penyakit tetanus, batuk rejan/ pertusis, dan difteria pada bayi baru lahir, termasuk juga memberikan perlindungan terhadap ibu yang melahirkan yang tentunya mengalami perlukaan akibat proses persalinan. Vaksin Tdap ini diberikan saat ibu hamil antara 27 minggu s/d 36 minggu, diberikan 1x saja walopun ibu hamil sudah pernah mendapatkan vaksin serupa saat hamil yang lalu.

Vaksin influenza dan vaksin Tdap ini penting bagi wanita hamil karena memberikan perlindungan terhadap infeksi dan juga melindungi bayi baru lahir terhadap penyakit influenza dan batuk rejan ataupun tetanus sebelum bayi tersebut memperoleh vaksinasi sendiri. Di Indonesia, vaksinasi TT sangat gencar digalakkan oleh pemerintah karena untuk mencegah kematian bayi baru lahir akibat infeksi oleh bakteri clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. Indonesia dikenal dengan negara yang kaya akan penyakit infeksi sehingga upaya untuk mencegah penyakit infeksi merupakan hal yang sangat penting.

Kuman tetanus ini sering dapat masuk melalui kulit yang terluka untuk kemudian menyerang syaraf sehingga dapat terjadi kejang, sulit menelan bahkan sulit nafas. Salah satu hal yang dapat menimbulkan resiko terkena tetanus adalah proses persalinan di dukun yang tidak memperhatikan prinsip kesterilan peralatan dan kebersihan diri. Misalnya motong tali pusar bayi pake bambu, atau luka bekas melahirkan dikasih kunyahan daun-daunan. Iya kalo dukunnya sikat gigi, kalo kagak ? nah ini juga nih… ibu-ibu hamil yang sengaja gak mandi kalo habis operasi sesar… awas looo… kuman dikulit merupakan penyebab tersering infeksi pada luka operasi… gak cukup cuman diseka/dilap-lap doang… mandi… guyur pake air… jangan berendam di kali… jangan masuk-masuk got… ingat… kita ini manusia, bukan kecebong. Di Indonesia pemberian vaksinasi TT dilakukan 2x yaitu sebelum umur kehamilan 8 bulan dan 1 bulan setelah suntikan pertama.

Bila wanita hamil memiliki resiko untuk terkena penyakit tertentu karena bepergian jauh naik pesawat terbang misalnya naik pesawat dari karawang ke cikampek maka biasanya dokter akan menganjurkan untuk memperoleh vaksinasi tambahan yaitu vaksinasi hepatitis B. Atau pekerjaannya beresiko untuk tertular hepatitis B maka dokter kandungan akan menyarankan untuk vaksinasi hepatitis B. Saya rasa cukup ya… saya mau bobok duyuuuu…. ngantukkkxxx nihhh…

Silakan ikuti saran saya di bawah ini karena sudah terbukti 10000000% bahwa Allah SWT itu Maha Benar… yaitu:

Marilah rajin bersedekah Rp 4000,- per orang perhari yang dikumpulkan tiap hari dalam kaleng kecil khusus. Sedekah suami dan isteri (jangan digabung ya…), suami sedekah Rp 4000,- dan isteri juga Rp 4000,-. Setiap hari jum’at sedekah tersebut disalurkan suami ke panti asuhan atau masjid. Niat sedekahnya:

  1. Segera punya keturunan/ segera hamil.
  2. Yang sudah hamil, minta hamilnya sehat, lancar, selamat, mudah, dan aman.
  3. Naik gaji, naik jabatan, suami betah di rumah, makin dimanja suami, dan lain-lain.

Sedekahnya tidak perlu ikhlas, tidak perlu yakin, tidak perlu nunggu kaya, tidak perlu berbagai alasan yang lain… karena ikhlas dan keyakinan tidak bisa dipakai beli nasi oleh anak yatim piatu, ikhlas dan keyakinan tidak bisa dipakai bayar listrik panti asuhan, ikhlas dan keyakinan tidak bisa dipakai bayar duit sekolah oleh anak yatim piatu. Tetapi ingat bahwa setiap senyuman anak yatim akan menggetarrrrkan langit sehingga doa yang dipanjatkan anak yatim akan didengar merdu oleh Allah dan senyuman anak yatim yang menerima sedekah (walopun tak ikhlas) akan membuat Allah melimpahkan rahmatNYA dan mengabulkan hajat serta memberikan segala sesuatu yang terbaik bagi suami isteri yang telah menjadi pejuang sedekah anak yatim. TETAPI KALO IKHLAS MAKA AKAN MAKIN DAHSYAT HASILNYA.

Postingan ini bertujuan untuk mengajak para kiuttters untuk bersama-sama memberikan edukasi/ pendidikan/ pengetahuan bagi ibu-ibu hamil seluruh indonesia sehingga tidak terpengaruh oleh berbagai informasi sesat dari tetangga, pakar hoaxxx, mbah google, dan lain-lain.

 

TULISAN 62. KUTENGGAK PIL ANTIBIOTIKA KETIKA HAMIL DEMI KESEMBUHANKU

Ibu hamil kiuttter: assalamu’alaikum dokter cucuk yang kiuttt seperti power rangers… saya sedang sakit tipus nih… dikasih antibiotika oleh dokternya… apakah aman bagi kehamilan saya dok ?

Dokter cucuk: looo… katanya seperti hello kitty… kok jadi power rangers sekarang ? mesti abis nonton yaaa… di mana ? bioskop baru sebelah mall kan…. ayo ngaku !

Ibu hamil kiuttter: yoi dok… sedang ngidam jadi rita repulsa… he he he

Dokter cucuk: looo kok ngidamnya rita repulsa ? itu kan yang jadi penjahatnya…?! kok bukan ngidam jadi kimberly sihhh…? kan kimberly itu power rangers pink…. atau trini… power rangers yellow…

Ibu hamil: idiiiihhhh suka-suka kita lahhh… sebab wanita perlu di mengerti… (lagu.com)

Dokter cucuk: ibu hamil memang geje…

Ibu hamil kiuttter: geje tuh apaan dok ?

Dokter cucuk: ihhh dasar gak gaulll… geje tuh artinya GAK JELAS… hellooooo gak tinggal di gua kannnn ? he he he

Antibiotika merupakan obat-obatan yang sering diberikan pada manusia yang yang sedang menderita penyakit terutama infeksi, bahkan pada wanita hamil pun seringkali antibiotika diresepkan oleh dokter kandungan untuk mengobati wanita hamil yang sedang sakit. Dokter akan memberikan antibiotika bila dipandang perlu sehingga perlu diketahui oleh wanita hamil bahwa bila sedang sakit jangan mengobati diri sendiri atau berobat bukan pada dokter.

Ada antibiotika yang aman pada kehamilan dan ada juga yang tidak boleh diberikan selama hamil. Keamanan penggunaan antibiotika tergantung beberapa faktor antara lain jenis antibiotika, kapan diberikan antibiotika, berapa dosis yang diberikan dan berapa lama antibiotika harus diminum.

Beberapa antibiotika yang sering diresepkan oleh dokter dan dinyatakan aman pada kehamilan antara lain Amoxicillin, Ampicillin (penicillin), Clindamycin, Erythromycin, golongan cephalosporine, dan Nitrofurantoin. Beberapa antibiotika sebaiknya dihindari selama kehamilan seperti misalnya tetrasiklin karena dapat merusak hati/ liver wanita hamil dan memberikan warna pada gigi bayi kelak. Antibiotika cotrimoxazole juga sebaiknya dihindari pada kehamilan karena diduga…masih diduga… dapat menimbulkan kecacatan pada janin. Walopun secara penelitian belum terbukti secara langsung bahwa antibiotika cotrimoxazole dapat menimbulkan cacat pada janin (rusaknya sel darah merah janin), tetapi berbagai penelitian masih terus dilakukan untuk memastikan benar tidaknya.

Bila penyakit ibu hamil membutuhkan pengobatan menggunakan antibiotika maka dokter akan memberikan antibiotika yang paling aman dengan dosis terapi. Antibiotika pada kehamilan itu terbagi dalam 3 kelompok yaitu:

  1. Aman pada kehamilan
  2. Beresiko pada kehamilan (kalo beresiko itu artinya mungkin terjadi efek samping pada janin, mungkin juga tidak). Banyak dokter yang tidak mau memakai obat-obatan ini kecuali tidak ada pilihan lain. Itupun suami dan ibu hamil mesti memberikan persetujuan dulu.
  3. Gak jelas efeknya pada kehamilan, apakah efek buruk atau efek aman. Obat golongan ini termasuk kategori obat-obatan yang belum banyak informasi didapatkan selama ini mengenai efek sampingnya pada kehamilan sehingga penggunaannya mesti mempertimbangkan untung ruginya pada kehamilan. Biasanya dokter kandungan atau dokter penyakit dalam akan mengajak diskusi suami isteri untuk memberikan keputusan untuk menyetujui ataupun menolak pengobatan yang akan diberikan.

Pemberian antibiotika oleh dokter tergantung manfaat pemakaiannya bagi ibu hamil lebih besar daripada bila tidak digunakan, artinya janin dalam kandungannya mesti mengalah demi keselamatan ibunya. Karena bila ibu hamil tidak diobati maka  bahaya terhadap kehamilan/ janin dalam kandungan lebih besar daripada mikirin resiko antibiotika yang belum jelas timbul atau tidak kelak.

Banyak obat-obatan yang dulu diperkirakan berbahaya bagi kehamilan ternyata setelah diteliti secara luas terbukti aman bagi kehamilan. Contohnya obat-obatan bagi keputihan. Yang perlu diingat adalah kecacatan janin tidak bisa disebabkan oleh 1 penyebab tunggal saja atau paparan tunggal saja, banyak faktor yang mempengaruhinya  karena hidup itu bergelimang dengan polusi, asap kendaraan, asap rokok, asap pabrik, makanan tidak sehat, pengawet, dll. Yang penting dan tidak boleh lupa adalah selalu minum vitamin hamil yang mengandung asam folat untuk mencegah timbulnya kecacatan janin oleh sebab apapun.

Kalo gak mau resiko maka ya gak usah hamil dan jangan nyalahin orang lain bila resiko terjadi. Hidup itu penuh dengan resiko… makan nasi resikonya kenyang, lapar lagi, gak enak, keselak, dll… tapi apakah gara-gara itu kita gak makan nasi ? begitu pula dengan naik motor, berenang, dll. Semua ada resiko.

Oh iya hampir lupa, FDA (Food and Drugs Administration… hmmm… balai POM-nya Amerika Serikat)… gile benerrr nih negara… semuanya diurusin… beda banget sama negara kita… mudah-mudahan dalam 500 tahun ke depan negara kita bisa menyalip Amerika Serikat… aamiin. Lanjutin ya… sampe mana ya tadiii… emmm… oh iya… FDA itu membuat kategori obat-obatan itu menjadi 5 kategori yaitu:

Kategori A.

Hasil penelitian membuktikan bahwa tidak terbukti antibiotika berbahaya pada kehamilan trimester 1 dan bagi kehamilan trimester selanjutnya. Dan belum terbukti menimbulkan kecacatan pada janin.

Kategori B.

  • Pada penelitian pada hewan, tidak terbukti menimbulkan masalah/ bahaya pada janin tetapi belum ada penelitian pada wanita hamil (emangnya ada wanita hamil mau jadi uji coba penelitian…? ogah lah yawwww).
  • Pada penelitian pada hewan ada yang pernah melaporkan menimbulkan efek samping, tetapi ternyata tidak ditemukan dampak buruk pada wanita hamil yang menggunakan obat tersebut pada kehamilannya. Manusia kan bukan golongan hewan.

Kategori C.

  • Pada penelitian pada hewan ada yang melaporkan bikin efek samping tetapi gak pernah diteliti pada wanita hamil.
  • Belum ada penelitian pada hewan atau wanita hamil.
  • Penggunaan obat-obatan ini lebih ditujukan untuk kepentingan ibu hamil daripada resikonya terhadap janin. Artinya keuntungan pengobatan bagi ibu hamil lebih utama daripada resikonya yang mungkin terjadi mungkin juga tidak.

Kategori D.

Terbukti menimbulkan efek samping pada hewan penelitian sehingga penggunaannya pada wanita hamil lebih mementingkan keselamatan dan kepentingan ibu hamil daripada resiko terhadap janin.

Kategori X.

Terbukti nyata menimbulkan masalah pada hewan ataupun manusia. Penggunaannya pun tidak menguntungkan ibu hamil dari segi apapun. Resiko pengobatan menggunakan obat ini pada wanita hamil lebih besar daripada keuntungannya. Pada zaman dulu obat-obatan kanker masuk kategori X tetapi jaman sekarang banyak obat-obatan kanker yang digunakan untuk mengobati ibu hamil yang terkena kanker sehingga obat kanker banyak yang dimasukkan ke dalam kategori D.