TULISAN 14. CARA PRAKTIS DAPAT BAYI COWOK / CEWEK

Assalamu’alaikum wrwb ibu-ibu di seluruh Indonesia… saya berulang kali mendapatkan pertanyaan INBOX… dokter kiuttt hello kitty…. hallooooo nama saya Dr. Cucuk Santoso, SpOG… bukan kiuttt hello kitty… he he he… saya pengen punya anak cowok, saya pengen punya anak cewek… gimana caranya dok ? sebetulnya sih saya agak malas untuk menjawab pertanyaan seperti itu karena saya tidak mau ibu-ibu hamil kecewa ketika mengetahui jenis kelamin janin dalam kandungan berbeda dari hasil ikhtiar yang diharapkannya… karena ini dapat berdampak buruk pada penerimaan hati seorang ibu dan ayah akan kehamilan yang saat ini sedang berlangsung… tapi daripada ibu-ibu dan para suami kepo semua… baiklah saya coba untuk posting tentang hal itu…

Dokter spesialis kandungan dengan bidang khusus kesuburan memiliki kemampuan untuk mengetahui bahkan menentukan/ memilih jenis kelamin janin sejak masa embryo (mudigah). Tetapi ada beberapa negara maju diantaranya Inggris melarang tindakan kedokteran melakukan pemilihan jenis kelamin tanpa alasan medis yang kuat. Perbuatan tersebut dianggap melanggar hukum menurut undang-undang negara Inggris. Tindakan memilih jenis kelamin hanya diperbolehkan apabila secara genetik terdapat kondisi-kondisi/ penyakit khusus yang membahayakan pada janin jenis kelamin tertentu. Akan dilakukan pemilihan jenis kelamin dengan teknologi canggih yang dikenal dengan PRE-IMPLANTATION GENETIC DIAGNOSIS (PGD) untuk melihat dan menentukan jenis kelamin janin sebelum janin ditanamkan ke dalam dinding rahim.

Jadi tidak boleh memilih jenis kelamin hanya karena keinginan punya anak cowok ataupun cewek, serta tidak boleh karena masalah adat istiadat/ marga/ suku/ agama.
Bila ibu-ibu ingin anak dengan jenis kelamin tertentu dapat saja mencoba cara tradisional misalnya bila ingin anak cowok maka ibu-ibu sebelum hamil harus rajin dan sering makan daging merah. Bukan ikan. Metode ini dikenal dengan sebutan FORKLORE METHOD.

Ada istilah yang dikenal dengan SPERM SORTING yaitu teknik memilih jenis kelamin menggunakan sperma yang diberikan larutan kimia lalu dipilih. Setelah dipilih sperma tersebut disuntikkan ke dalam rahim melalui pembuahan buatan sederhana yang disebut IUI (inseminisasi intrauterin). Ketepatannya sekitar 92% untuk memperoleh janin cewek dan 82% untuk janin cowok. Tapi tidak dijamin bisa berhasil. Yang paling tepat adalah PGD melalui teknik bayi tabung, tapi tetap tidak bisa dijamin 100% berhasil. SPERM SORTING di Inggris adalah perbuatan melanggar hukum tetapi beberapa negara eropa lainnya diperbolehkan.

Ada beberapa cara tradisional pemilihan jenis kelamin bayi yang lain yang boleh dicoba dilakukan oleh ibu-ibu dan suami sebelum merencanakan kehamilan yang akan datang, diantaranya SHETTLES METHOD dan WHELAN METHOD.
SHETTLES METHOD merupakan teknik pemilihan jenis kelamin berdasarkan pengetahuan bahwa sperma yang membawa gen cowok akan bergerak sangat cepat dan umurnya pendek dibandingkan sperma yang membawa gen cewek. Sehingga bila ingin anak cowok sebaiknya melakukan sex dekat-dekat dengan masa subur wanita. Bila ingin anak cewek maka hubungan sex dilakukan 2-4 hari sebelum masa subur wanita. Dengan teknik ini 75% dapat anak cewek dan 80% dapat anak cowok. Cobain deh…

WHELAN METHOD merupakan teknik pemilihan jenis kelamin berdasarkan suasana dalam organ kewanitaan yang ditinjau dari kondisi suhu tubuh saat masa subur (ovulasi). Bila ingin anak cowok maka sebelum suhu tubuh wanita meningkat (subur) maka kira-kira 4-6 jam sebelumnya sudah melakukan hubungan sex. Kalo ingin anak cewek maka hubungannya 2-3 hari sebelum masa subur.

Ada juga metode yang mengajarkan bahwa kalo hubungan sex doggy style maka dapatnya anak cewek karena sperma gen cowok lebih sulit mencapai mulut rahim daripada sperma gen cewek.

Sebetulnya semua metode diatas sih tidak ada yang berani menjamin berhasil, semua pasangan harus ingat bahwa aslinya kemungkinan berhasil dengan berbagai metode diatas itu adalah 50% cowok atau 50% cewek. Dari hasil penelitian ilmiah ternyata belum ada satupun cara yang terbukti secara konsisten berhasil memilih jenis kelamin cowok atau cewek.

Kalo menurut saya sebaiknya lakukan saja sedekah Rp 50.000,-/ hari dimulai sejak haid bersih sampai dengan test hamil positif garis 2 dengan disertai niat pengen anak cowok atau anak cewek, jangan lupa sertain doa yang cowok sholeh dan yang cewek sholehah. Kalo metode ini sih wajib dicoba karena saya pernah baca hadist bahwa carilah rejeki dengan sedekah.

Seperti biasanya, dokter cucuk yang katanya kiuttt hello kitty menggemassssskan mengajak untuk:
1. Sedekah Rp 4000,-/ hari berikan niat dan doa terbaik panjatkan pada Allah SWT biar cepat hamil dan kalo hamil biar sehat lancar dan selamat. Tahun 2017 nilai sedekah naik menjadi Rp 4000,-/hari seperti janji saya kemaren ?
2. Silakan LIKE dan SHARE dan REVIEW untuk kepentingan semua ibu-ibu Indonesia.
3. Nantikan selalu postingan kami selanjutnya.
4. Pertanyaan hanya dilayani via INBOX. Bila tak dijawab jangan marah karena FB bukan ruang ujian dan juga bukan ruang konsultasi dokter.

TULISAN 15. SAYA SEDANG HAMIL TETAPI SUAMI MEROKOK

Saya mengamati bahwa rata-rata ibu hamil yang periksa pada saya ternyata suaminya merokok. Sebetulnya apa sih yang dicari dan diperoleh dari merokok ? Duit habis percuma dan penyakit akibat rokok pasti akan datang. merokok itu sangat berbahaya bagi kehamilan. suami merokok dapat merusak kehamilan, bisa bikin isteri keguguran. Isteri merokok apalagi… tambah parah dampaknya.

Menurut Kepala Departemen Obstetri dan Ginekologi, Dr. Robert Welch di Providence Hospital di Southfield, Michigan, Amerika Serikat… hmm ini dokter ahli kandungan Amerika… Merokok sangat mungkin merupakan penyebab nomor 1 terhadap buruknya hasil luaran suatu kehamilan. Berdasarkan pengalaman yang diperoleh dari penanganan kehamilan di Amerika Serikat didapatkan bahwa dampak buruk dari asap rokok dapat menyebabkan hal-hal sebagai berikut:
1. bayi yang lahir prematur
2. bayi yang lahir dengan berat badan rendah
3. bayi yang meninggal dalam kandungan
Kehamilan akan lebih aman dan bayi dalam kandungan/ bayi yang dilahirkan akan menjadi lebih sehat jika tidak terpapar asap rokok dan racun dalam rokok selama ibunya mengandung. Pada kondisi dimana ibu hamil menderita darah tinggi atau kencing manis (diabetes) maka dampak dari racun dalam rokok akan makin memperberat efek buruk yang dapat terjadi selama kehamilan/ menyusui. Ketika seorang wanita hamil merokok ataupun terpapar asap roko dari suaminya maka tidak ada yang bisa melindungi bayinya dari bahaya walopun sudah rajin minum vitamin hamil sekalipun.
KOK BISA SIH ASAP ROKOK BERBAHAYA BAGI KEHAMILAN DAN BAYI ?
Asap rokok mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia, termasuk zat-zat kimia yang benar-benar jahat seperti sianida, timbal, dan setidaknya 60 senyawa penyebab kanker. Ketika ibu hamil merokok selama kehamilan atau terpapar asap rokok selama kehamilan maka zat beracun itu masuk mengalir ke aliran darah ibu hamil, padahal aliran darah itu merupakan satu-satunya sumber aliran oksigen dan nutrisi bayi dalam kandungan.

Tidak satu pun dari 4000 bahan kimia beracun dalam rokok yang memberikan dampak baik untuk bayi dalam kandungan, belum lagi dengan adanya zat timbal dan sianida dalam aliran darah ibu hamil akibat terpapar asap rokok… hmmm tambah menderitalah bayi dalam kandungan… oh iya terdapat 2 zat lagi yang sangat sangat sangat berbahaya dalam rokok yaitu nikotin dan karbon monoksida. Menurut Dr. James Christmas, direktur Maternal Fetal Medicine untuk Commonwealth Perinatal Associates di Henrico Doctors ‘Hospital di Richmond, Virginia, Amerika Serikat, nikotin dan karbon monoksida merupakan penyebab terjadinya hampir semua komplikasi yang berhubungan dengan merokok dalam kehamilan. Wow… ternyata sudah banyak para ahli kedokteran Amerika Serikat yang menyatakan bahwa rokok berpengaruh sangat buruk bagi kehamilan.
Komplikasi kehamilan yang paling serius – termasuk kelahiran mati, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah – dapat dihubungkan dengan fakta bahwa nikotin dan karbon monoksida bekerja sama untuk mengurangi suplai oksigen bayi dalam kandungan. Nikotin mengurangi jumlah oksigen yang mengalir ke bayi dengan cara menyempitkan pembuluh darah ke seluruh tubuh ibu hamil, termasuk yang ada di tali pusat. Berarti bayi dalam kandungan seperti dipaksa bernafas dengan saluran nafas yang sempit. Akibatnya sel-sel darah merah yang biasanya membawa oksigen mulai mengambil molekul karbon monoksida sebagai gantinya karena oksigen akan disingkirkan oleh molekul karbon monoksida (dikudeta secara ilegal). Lama-kelamaan akhirnya pembuluh darah ke bayi akan kehilangan oksigen yang makin lama makin parah padahal oksigen itu merupakan hal terpenting dalam kehidupan janin dalam kandungan.
APA SIH DAMPAK ASAP ROKOK BAGI BAYI YANG SUDAH LAHIR ?
1. dampak terhadap berat badan dan ukuran bayi. Rata-rata, kebiasaan merokok 1 pak sehari yang dilakukan oleh suami selama kehamilan isterinya akan mengurangi sekitar 250gram dari berat lahir bayi yang seharusnya. Merokok dua bungkus sehari selama kehamilan bisa membuat berat badan bayi lebih ringan lagi. Sementara beberapa wanita hamil dengan paparan asap rokok maka kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang lebih kecil, mengerdilkan pertumbuhan bayi di rahim dan kelak dapat memiliki konsekuensi negatif yang berlangsung seumur hidup.
2. Dampak terhadap tubuh dan paru-paru bayi. Bayi yang berukuran kecil cenderung memiliki tubuh dengan perkembangan yang kurang baik. Paru-paru mereka mungkin tidak siap untuk bekerja sendiri secara otomatis (sulit bernafas normal), yang berarti bayi akan menghabiskan hari-hari atau minggu-minggu pertama kehidupannya bernafas dengan bantuan mesin nafas/ respirator. Setelah bayi mampu bernapas sendiri (atau bahkan jika bayi sudah mampu melakukan pernafasan normal sejak dari awal dilahirkan), maka tetap saja bayi-bayi ini mungkin memiliki masalah pernapasan yang berkelanjutan – karena perkembangan paru-paru yang tertunda atau efek samping nikotin lainnya. Anak-anak yang ibunya merokok selama kehamilan sangat rentan terhadap asma, dan memiliki dua atau tiga kali lipat risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).
3. Jantung. Bayi yang ibunya terpapar asap rokok pada kehamilan trimester pertama lebih mungkin untuk memiliki cacat jantung saat lahir. Dalam sebuah penelitian Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat yang diterbitkan pada Februari 2011, risiko bayi-bayi ini memiliki jenis cacat jantung bawaan tertentu adalah 20% – 70% lebih tinggi daripada bayi yang ibunya tidak terpapar asap rokok. Cacat jantung ini termasuk yang menghalangi aliran darah dari sisi kanan jantung ke paru-paru (obstruksi saluran keluar ventrikel kanan) dan bukaan antara ruang atas jantung (defek septum atrium). Penelitian ini didapatkan dengan menganalisis data pada 2.525 bayi yang memiliki cacat jantung saat lahir dan 3.435 bayi sehat yang lahir di Baltimore dan Washington, D.C., Amerika serikat, antara tahun 1981 s/d tahun 1989.
4. Fungsi otak. Merokok selama kehamilan aau terpapar asap rokok selama kehmailan dapat memiliki efek seumur hidup pada otak bayi. Anak-anak yang lahir dari ibu hamil yang terpapar asap rokok atau yang merokok saat hamil maka sangat mungkin memiliki gangguan belajar, masalah perilaku, dan IQ yang relatif rendah dibandingkan dengan anak-anak yang lainnya.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal kedokteran Obstetrics and Gynecology pada bulan Agustus 2009 menemukan bahwa bila ibu hamil berhenti dari paparan asap rokok pada trimester pertama kehamilan maka sebenarnya dapat meningkatkan peluang mereka untuk melahirkan bayi cukup bulan dengan ukuran dan berat badan yang normal dan kesehatan yang hampir sama dengan bayi yang dilahirkan dari ibu hamil yang tidak pernah terpapar asap rokok. Ibu hamil yang terhindar dari paparan asap rokok pada kehamilan trimester kedua maka dapat meningkatkan peluang mereka juga, tetapi tidak sebanyak itu.

Setelah umur kehamilan menginjak minggu ke 14 sampai 16, janin sedang berada dalam fase penambahan berat badan yang luar biasa pesatnya. Jika ibu hamil masih terpapar asap rokok pada tahap itu, maka laju pertumbuhan bayi akan mulai melambat. Tetapi begitu ibu hamil berhenti dari paparan asap rokok, bayi dalam kandungan akan mulai mendapatkan oksigen yang dibutuhkannya untuk tumbuh. Pada saat pemeriksaan USG berikutnya, dokter kandungan akan dapat melihat perubahan signifikan dalam tingkat pertumbuhan bayi dalam kandungan. Bahkan jika ibu hamil menghindari paparan asap rokok pada usia kehamilan 30 minggu atau lebih, masih terdapat peluang untuk bisa memberi kesempatan bagi bayi untuk menambah berat badan secepat mungkin walopun waktunya sudah sangat mendekati kelahiran.
Jadi… kesimpulannya… suami stop merokok… isteri jangan merokok.

TULISAN 19. PENYAKIT ASTHMA KAMBUH SAAT HAMIL

Penyakit asma selama kehamilan adalah kondisi gangguan pernafasan paling umum yang dapat mempengaruhi fungsi paru-paru selama masa kehamilan. Dari hasil studi epidemiologi penyakit telah diketahui bahwa sebanyak 8 persen wanita hamil di seluruh dunia menderita asma. Banyak wanita hamil yang khawatir tentang apakah kehamilan akan memperparah penyakit asma mereka dan apakah penyakit asma dapat membahayakan janin dalam kandungan. Dengan terapi asma yang tepat dan teratur, kebanyakan wanita hamil dapat bernapas dengan mudah, menjalani kehamilan yang normal, dan melahirkan bayi yang sehat. Secara keseluruhan, resiko penyakit asma yang tidak terkontrol jauh lebih besar daripada resiko mengonsumsi obat-obatan untuk mengendalikan penyakit asma dalam kehamilan.

 

Terapi asma selama kehamilan yang paling memberikan hasil terbaik adalah ketika seorang wanita hamil menerima perawatan medis rutin untuk mengobati asmanya di dokter penyakit dalam dan kontrol kehamilan secara teratur ke dokter kandungan. Ada baiknya sebelum hamil, wanita yang menderita asma mendiskusikan kondisi penyakit asma mereka pada dokter penyakit dalam/ dokter kandungan. Perlu diingat bahwa semua wanita hamil harus melanjutkan pengobatan penyakit asma mereka. Penghentian obat asma pada wanita yang sering kambuh asmanya maka dapat menimbulkan bahaya bagi wanita hamil dan janin dalam kandungannya.

 

Tingkat keparahan asma selama kehamilan bervariasi dari satu wanita ke wanita lain. Selama kehamilan, penyakit asma dapat memburuk/ memberat pada 30% wanita hamil, membaik pada 30% wanita hamil, dan tetap stabil alias sama saja pada 30% wanita hamil. Bahasa gampangnya ya belum jelas apakah asma dapat makin parah atau makin sembuh saat wanita sedang hamil. Terdapat beberapa kondisi yang terjadi pada wanita hamil dengan asthma yaitu:

  1. Di antara wanita yang penyakit asmanya memburuk/ memberat selama kehamilan, ternyata terdapat perbaikan gejala asma antara minggu ke-29 dan ke-36 kehamilan.
  2. Asma umumnya membaik pada bulan terakhir kehamilan, jadi semakin dekat melahirkan maka asmanya biasanya makin jarang kambuh.
  3. Proses persalinan pada wanita hamil yang telah kontrol penyakit asma secara teratur ke dokter penyakit dalam maka penyakit asmanya jarang kambuh selama proses bersalin dan mengejan.
  4. Tingkat keparahan gejala asma selama kehamilan akan terjadi berulang pada kehamilan berikutnya. Artinya bila saat hamil yang sekarang penyakit asmanya sering kambuh maka pada kehamilan berikutnya dapat serupa dengan keparahan pada kehamilan yang sekarang.

 

Faktor-faktor yang meningkatkan atau mengurangi risiko serangan asma selama kehamilan tidak sepenuhnya jelas. Kemungkinan serangan ini tidak konstan/ tidak terjadi terus menerus sepanjang kehamilan; serangan asma tampaknya paling sering antara minggu 17 hingga 24 kehamilan. Penyebab untuk pola ini tidak diketahui, diduga karena beberapa wanita hamil berhenti menggunakan obat pengontrol asma disebabkan oleh rasa takut mereka menggunakan obat-obatan selama hamil. Padahal penghentian obat asma pada wanita yang sering kambuh asmanya dapat menimbulkan bahaya bagi wanita hamil dan janin dalam kandungannya.

 

Wanita yang menderita asma memiliki sedikit peningkatan resiko untuk terjadinya komplikasi kehamilan meskipun sebab-sebabnya belum  diketahui sampai saat ini. Wanita hamil dengan penyakit asma sedikit lebih mungkin untuk memiliki satu atau lebih komplikasi kehamilan sebagai berikut:

  1. Darah tinggi pada kehamilan/ pre-eclampsia.
  2. Kelahiran prematur/ kurang bulan.
  3. Lebih sering terpaksa dilakukan operasi sesar untuk menyelamatkan ibu/ janin dalam kandungannya.
  4. Berat badan bayi yang baru lahir lebih kecil daripada bayi wanita yang tidak asma.

 

Namun, sebagian besar wanita dengan asma dan bayi mereka TIDAK memiliki komplikasi selama kehamilan. Kontrol teratur untuk pengobatan penyakit asma yang baik selama kehamilan dapat mengurangi risiko untuk terjadinya komplikasi selama kehamilan dan persalinan.

 

Beberapa langkah sederhana dapat membantu mengendalikan faktor lingkungan yang dapat memperburuk penyakit asma dan memicu serangan asma, antara lain:

  1. Hindari paparan alergen tertentu yang diketahui menyebabkan gejala asma wanita hamil, terutama bulu hewan peliharaan (seperti bulu atau bulu), debu rumah, dan iritasi nonspesifik, seperti asap rokok, parfum yang wanginya kuat bingits, dan berbagai zat polutan.
  2. Tutup kasur dan bantal dengan penutup plastik atau pakai seprei anti tungau untuk mengurangi paparan tungau dan debu.
  3. Wanita hamil tidak boleh merokok dan jangan mengizinkan siapapun termasuk suami untuk merokok di lingkungan sekitar rumah. Suami kalo mau merokok maka perginya ke terminal atau lapangan bola saja.
  4. Wanita yang akan hamil selama musim hujan/ musim pancaroba sebaiknya mendapatkan suntikan flu di dokter penyakit dalam; vaksinasi flu tidak berbahaya bagi kehamilan. Vaksinasi flu diberikan 1 tahun sekali.

TULISAN 20. BAYIKU LAHIR DENGAN INDUKSI PERSALINAN

Induksi persalinan adalah penggunaan obat-obatan atau berbagai metode lain untuk menimbulkan/ memulai suatu persalinan. Persalinan dilakukan induksi/ rangsangan dengan tujuan untuk merangsang kontraksi rahim dalam usaha melahirkan melalui jalan normal yaitu vagina. Induksi persalinan mungkin dianjurkan jika kesehatan ibu atau janin dinilai berisiko.

Dalam situasi yang sangat khusus, persalinan dapat diinduksi untuk alasan non medis, seperti tinggal jauh dari rumah sakit dan hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat resiko fatal bagi janin dalam kandungan bila kehamilan berlanjut. Hal ini tentunya dengan berbagai pertimbangan yang menilai untung ruginya untuk melakukan induksi persalinan. Ini disebut induksi elektif. Induksi elektif dilakukan bila umur kehamilan memasuki kategori hamil tua yaitu antara 37 – 41 minggu 6 hari. Tetapi mesti diingat bahwa tidak melulu harus hamil tua karena kondisi medis lebih diutamakan daripada umur kehamilan. Itulah sebabnya dokter kandungan itu cara berpikirnya lebih rumit daripada dokter lain karena semua faktor dipikirkan, tidak hanya medis tetapi juga faktor lingkungan, transportasi, biaya, dan lain-lain. Contoh: saya sering diketawain pasien kalo bertanya sudah berapa kali menikah, sudah punya pacar atau belum, sudah pernah hubungan sex atau belum, suka minum obat pelangsing atau belum, dulu cerai apa sebabnya, dan lain-lain. Hal itu sangat berpengaruh pada keputusan pengobatan dan terapi yang akan diberikan oleh seorang dokter kandungan.

Bingung gak ? gini deh… agak menyimpang dikit dari topik juga gak apa-apa… datang seorang nona, belum menikah, mengalami keputihan. Dokter kandungan kadang-kadang bertanya apakah sudah punya pacar… bila sudah maka akan dilanjutkan apakah sudah pernah hubungan sex… bila sudah maka akan ditanya lagi kapan terakhir hubungan sex… dan masih banyak lagi… ini semua untuk mengumpulkan data sebanyak-banyaknya kenapa kok nona tersebut sampai mengalami keputihan. Paham gak ? gak paham juga ??? O M G… makanya minum susu biar paham…

Tubuh wanita hamil dalam upayanya untuk mempersiapkan persalinan dan persalinan, maka leher rahim (serviks) mulai melunak (matang), menipis, dan terbuka. Perubahan ini biasanya terjadi dimulai sedikit-sedikit sejak beberapa minggu sebelum persalinan dimulai. Dokter spesialis kandungan sering menggunakan skor Bishop untuk menilai kesiapan leher rahim (serviks) untuk persalinan. Dengan sistem penilaian menggunakan skor Bishop maka total nilai mulai 0 – 13 diberikan untuk menilai kondisi leher rahim (serviks). Nilai total skor Bishop kurang dari 6 berarti leher rahim (serviks) wanita hamil mungkin tidak siap untuk melahirkan. Artinya bila dilakukan induksi persalinan maka kemungkinan akan terjadi kegagalan pembukaan mulut rahim.

Cara induksi yang paling sering dilakukan oleh dokter spesialis kandungan adalah dengan cara pemberian hormon yang dikenal dengan oksitosin. Oksitosin adalah hormon yang menyebabkan kontraksi rahim. Ini bisa digunakan untuk memulai persalinan atau untuk mempercepat persalinan yang sedang berlangsung. Kontraksi rahim biasanya dimulai sekitar 30 menit setelah oksitosin diberikan melalui cairan infus yang diberikan secara tetesan pelan.

Dengan berbagai metode induksi persalinan maka bisa saja rahim mengalami kontraksi yang terlalu sering istilahnya overstimulasi/ rangsangan berlebihan. Terlalu banyak kontraksi dapat menyebabkan perubahan pada denyut jantung janin, masalah tali pusat, dan gangguan aliran oksigen, dan masalah lainnya… ingat lo… bukan obatnya yang menimbulkan masalah tersebut tetapi kontraksi rahimlah yang menimbulkan masalah tersebut. Resiko lain induksi persalinan meliputi hal-hal berikut:
1. Infeksi baik pada wanita hamil dan atau janin dalam kandungan.
2. Robekan rahim.
3. Bila induksi mengalami kegagalan membuka pintu rahim maka persalinan mesti dilakukan dengan cara operasi sesar.
4. Kematian janin dalam rahim.
Masalah medis yang telah ada sebelum kehamilan atau terjadi selama kehamilan dapat berkontribusi pada komplikasi di atas. Kok bisa sih induksi persalinan mengalami kegagalan ? ya seperti telah dijelaskan di atas bahwa bila skor Bishopnya jelek maka kemungkinan upaya pembukaan mulut rahim akan gagal sehingga tidak mungkin lahir secara normal.

Upaya induksi yang gagal mungkin berarti wanita hamil perlu mencoba induksi lain bila kondisi memungkinkan atau menjalani persalinan dengan jalan operasi sesar. Kemungkinan persalinan sesar sangat meningkat untuk ibu pertama yang pertama kali menjalani induksi persalinan, terutama jika leher rahim (serviks) belum siap melahirkan (skor Bishopnya kurang dari 6).

TULISAN 21. TETANGGAKU UDAH MELAHIRKAN DULUAN, AKU JADI GALAU

Beberapa hari terakhir kehamilan adalah saat yang menyenangkan bagi ibu hamil. Tapi ketika tanggal taksiran persalinan sudah berlalu, maka menunggu mulainya proses persalinan bisa membuat ibu hamil menjadi stres, apalagi lihat tetangga dan teman-teman sudah pada melahirkan…tambah stress deh.

Tidak hanya ibu hamil yang stress, malahan banyak orang tua, suami, saudara, dan yang lainnya juga menjadi cemas. Tapi perlu diingat bahwa jika tidak ada masalah spesifik dalam pemeriksaan kehamilan, bayi dalam kandungan walopun udah kelewat tanggal taksiran persalinannya sangat mungkin dalam kondisi baik-baik saja.

Terdapat berbagai istilah hamil tua dalam dunia kedokteran, antara lain:

  1. Kehamilan yang berakhir sekitar 40 minggu (antara 37 – 40 minggu), dikenal sebagai “kehamilan yang tuanya pas tanggal” atau “kehamilan pas tanggal.”
  1. Jika bayi lahir sebelum umur kehamilan 37 minggu, maka hal itu dianggap kelahiran prematur. Kelahiran janin yang terlalu dini dikaitkan dengan berbagai risiko bagi bayi.
  1. Kehamilan yang berlangsung sedikit lebih lama dari 40 minggu (antara 40 – 41 minggu 6 hari) disebut kehamilan akhir-akhir/ late term pregnancy.
  1. Sedangkan kehamilan yang berlanjut 42 minggu atau lebih maka disebut kehamilan post-term/ lewat bulan.

Definisi kehamilan tua mungkin akan berbeda-beda antar negara karena disesuaikan dengan kondisi masyarakat dan kemajuan teknologi kedokteran tiap negara. Sangat sedikit wanita hamil yang melahirkan tepat pada tanggal taksiran persalinannya. 90% wanita akan melahirkan janinnya secara spontan tanpa rangsangan/ tanpa induksi pada umur kehamilan antara 37-40 minggu dan 5-10% wanita akan melahirkan setelah 40 minggu (antara 40-42 minggu).

Belum diketahui secara pasti penyebab bayi lambat lahir, diduga berkaitan dengan faktor keturunan/ genetik. Dalam suatu studi kedokteran, ternyata didapati bahwa wanita yang telah melahirkan bayi lewat bulan maka mereka akan cenderung untuk melahirkan lewat bulan lagi pada masa yang akan datang. Dokter kandungan akan makin sering untuk meminta ibu hamil kontrol bila sudah lewat dari tanggal taksiran persalinan.

Kapan sih kehamilan dianggap lewat bulan ? pada minggu-minggu pertama kehamilan lewat waktu (lebih dari 40 minggu) maka kondisi bayi dan ibu hamil biasanya masih oke-oke saja asalkan selalu dalam pengamatan dan kontrol dokter kandungan, dan selama kontrol tidak ada masalah yang berkaitan langsung dengan kehamilannya. Tetapi ada hal-hal yang harus disadari oleh ibu hamil yaitu sedikit banyak akan terdapat peningkatan resiko pada kehamilan yang lewat 40 minggu, antara lain:

  1. Fungsi placenta mungkin saja tidak sebagus sebelum umur kehamilan 40 minggu.
  1. Mungkin saja mulai timbul gejala-gejala infeksi yang dapat mempengaruhi kesehatan janin dalam rahim.
  1. Dapat terjadi komplikasi-komplikasi tak terduga saat hamil atau saat melahirkan misalnya janin akan makin besar sehingga dapat membahayakan saat proses bersalin.
  1. Kalo kehamilan dibiarin saja melewati 42 minggu maka kebanyakan juga lahir dalam 3-4 minggu pasca melewati taksiran persalinan. Tetapi perlu diingat bahwa terdapat peningkatan resiko kematian janin spontan dalam kandungan. Kebanyakan dokter kandungan tidak mau membiarkan kehamilan melebihi 42 minggu sehingga langsung dilakukan induksi persalinan atau operasi sesar, tergantung kondisi kehamilan saat pemeriksaan.

Ada banyak metode tradisional yang digunakan wanita untuk memulai persalinan, termasuk hal-hal seperti berjalan-jalan pagi atau jalan-jalan di mall. Beberapa wanita melakukan hubungan seks atau menstimulasi puting payudara mereka dengan harapan hormon yang dilepaskan akan memicu kontraksi rahim.

Pendekatan ini didasarkan pada teori bahwa hormon pada air mani pria (cairan pembawa sperma yang dilepaskan saat ejakulasi), dan hormon yang dibuat tubuh wanita saat terangsang secara seksual, menyebabkan leher rahim wanita hamil akan mengalami rileks dan terbuka lebih mudah. Bahkan banyak penelitian tentang pendekatan tradisional ini. Tapi ternyata penelitian tersebut hanya menghasilkan bukti-bukti lemah yang menunjukkan bahwa puting payudara wanita hamil yang dirangsang selama satu sampai tiga jam per hari dapat membantu mempercepat terjadinya persalinan. Artinya tidak direkomendasikan untuk dilakukan… ya gampangnya boleh dikerjakan tapi hasilnya megecewakan alias gatot (kebanyakan bakalan gagal total). Adapun hasil penelitian tersebut menemukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Tanpa stimulasi payudara: Didapati bahwa 8 dari 100 wanita yang tidak menstimulasi puting payudara mereka, persalinan dimulai dalam 72 jam pada umur kehamilan lebih dari 40 minggu.
  1. Dengan stimulasi payudara: ternyata didapati bahwa sekitar 39 dari 100 wanita yang merangsang puting mereka akan melahirkan spontan setelah umur kehamilan 40 minggu. Tetapi perlu diingat yaitu penelitian ini hanya dilakukan pada 400 wanita sehingga penelitian ini hanya bisa memberi gambaran kasar tentang efektifitas stimulasi puting payudara pada wanita hamil.

Rangsangan puting payudara wanita pasca melahirkan ternyata bermanfaat juga untuk mengurangi risiko pendarahan setelah melahirkan. Kebanyakan penelitian kedokteran menyatakan bahwa belum menemukan hubungan yang jelas apakah seks dapat menginduksi terjadinya persalinan.

Tidak hanya rangsangan pada puting payudara, wanita hamil terkadang mencoba sejumlah hal lain untuk mencoba menimbulkan persalinan. Beberapa minum teh daun raspberry untuk melembutkan leher rahim, sementara yang lain menggunakan homeopati, minyak evening primrose atau akupunktur. Tapi tidak ada bukti ilmiah bahwa pendekatan ini berhasil menimbulkan persalinan.

Minyak jarak adalah metode tradisional lain yang digunakan untuk menginduksi persalinan. Ini tersedia dalam bentuk jus, larutan yang digunakan dalam irigasi kolon, atau kapsul. Minyak ini belum terbukti memiliki efek menimbulkan persalinan. Dan perlu diingat bahwa belum banyak penelitian tentang keamanan dan efektivitas minyak jarak bagi wanita hamil.

kesimpulannya adalah setiap wanita hamil yang sudah lewat dari tanggal taksiran persalinan wajib kontrol ke dokter kandungan untuk mengetahui kondisi kehamilannya dan untuk mengetahui langkah-langkah yang mungkin diambil menghadapi kehamilan yang sudah lewat dari taksiran persalinannya.

TULISAN 22. SUAMI SUKA SEX ORAL PADAHAL AKU SEDANG HAMIL

Dokter cucuk kiuttt hello kitty… saya pengen tanya nih… saya seorang wanita yang sedang hamil. Nah suami saya itu nafsunya gede. Pengennya hubungan sex terus setiap hari. Terus kalo hubungan sex mintanya spermanya saya telan. Apakah tidak bahaya buat bayi dalam kandungan saya ? Mohon maaf ya dok… pertanyaan saya vulgar banget. Oh iya… dokter di karawang prakteknya dimana sih ?

Beneran nih… ini pertanyaan yang sangat bagus. Tidak banyak wanita hamil yang seperti ini yang sedemikian tingginya rasa ingin tahunya seputar kehamilan. Saya pernah membahas tentang boleh tidaknya hubungan sex saat hamil. Dan kali ini saya ingin memberikan informasi tambahan untuk beberapa ibu hamil yang melakukan hubungan sex seperti pertanyaan di atas. Sebetulnya sperma tidak berbahaya bila ditelan oleh ibu hamil asalkan:

1. Suami setia pada 1 isteri saja, tidak doyan jajan, tidak selingkuh, dan rutin jaga kebersihan.

2. Suami dan isteri tidak menderita penyakit menular sexual.

Sperma tidak membahayakan janin dalam kandungan. Artinya hubungan sex selama hamil diperbolehkan setelah berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Bagaimana bila suami menderita penyakit kelamin ? Bila suami menderita penyakit kelamin maka isteri yang sedang hamil tidak boleh menelan sperma suami karena membahayakan kesehatan isteri. Hal ini disebabkan oleh karena isteri dapat tertular virus atau bakteri berbahaya yg mengkontaminasi batang penis suami maupun sperma suami. Dan dapat menyebabkan bahaya bagi janin dalam kandungan. Janin dalam kandungan bisa terinfeksi kuman/tapi virus yang berasal dari penyakit kelamin. Infeksi tersebut dapat melalui placenta/ ari-ari, ketuban yang pecah, dan saat proses persalinan.

Saat ini CDC amerika serikat memberikan rekomendasi ketat bahwa semua wanita hamil dilarang melakukan hubungan sex dengan suami ===bila kebelet banget ya masih boleh pakai kondom=== bila suami terindikasi menderita/ tertular virus zika atau pernah berpergian ke daerah yang endemis zika. Penyakit zika disebabkan oleh gigitan nyamuk.

Saya rasa cukup sekian tulisan ini saya buat. Selamat membaca.

TULISAN 24. MANFAAT PERIKSA KEHAMILAN SECARA RUTIN

Semua dokter kandungan, dokter umum, dan bidan sangat menyadari bahwa pelayanan terhadap ibu hamil merupakan cerminan baik buruknya pelayanan kesehatan secara umum di suatu negara, di suatu propinsi, di suatu kabupaten, di suatu kecamatan, di suatu kelurahan, dan di suatu rumah sakit. Sehingga menurut saya yang menjadi tolok ukur dari pelayanan kesehatan adalah kesehatan ibu dan bayi, dalam hal ini termasuk balita (bawah 5 tahun) dan baduta (bawah 2 tahun). Tidak bisa hanya mengandalkan semangat para tenaga kesehatan, ada yang lebih penting lagi yaitu kepatuhan dan dukungan ibu hamil + keluarganya juga sangat penting. Apalagi bila pemerintah ikut mendukung dengan sungguh-sungguh, tidak pencitraan doank… program banyak tapi dana gak disediakan. Bisanya cuman nyuruh ini itu kepada tenaga kesehatan tapi dukungan dana operasional dibuat seminimal mungkin. Helllooooo…. nyadar gak sih ?

Apakah gak sadar  bahwa pelayanan kesehatan kita jauh lebih rendah daripada negara miskin Bangladesh ? kok Bangladesh yang miskin bisa lebih baik ? Karena pemerintah Bangladesh, negara yang selalu kebanjiran, bersungguh-sungguh, tidak cuman pencitraan. Kesehatan bukan alat politik, kesehatan bukan alat untuk memperoleh dukungan suara ketika mau jadi pejabat, tetapi kesehatan adalah alat untuk menciptakan rakyat yang sehat dan sejahtera.

Di seluruh dunia terdapat 3 penyebab utama kematian ibu bersalin, yaitu:

  1. Perdarahan ini dapat terjadi sebelum janin lahir, ataupun saat proses persalinan ataupun setelah proses persalinan.
  2. DARAH TINGGI DALAM KEHAMILAN, dikenal dengan sebutan PRE-EKLAMPSIA. Darah tinggi pada wanita hamil sangat berbahaya terutama bila disertai kebocoran protein melalui ginjal. Tandanya bila diperiksa maka akan ditemukan adanya protein dalam urine/ air kencing ibu hamil. Tapi saat ini ternyata oleh para ahli kedokteran di dunia telah ditemukan ilmu baru yaitu walopun proteinnya gak bocor, rupanya masih mungkin terdapat kerusakan organ tubuh lainnya misalnya livernya ikutan bermasalah, ginjalnya ikutan rewel, darahnya ikutan mabuk, dll. Sehingga bila ada ibu hamil menderita darah tinggi maka wajib kontrol kehamilan ke rumah sakit atau ke dokter kandungan. Nanti akan ditangani bersama dengan tim dokter, baik dokter kandungan, dokter penyakit dalam, dokter ahli anestesi, dll.
  3. Terutama infeksi pasca melahirkan. Tapi bukan berarti infeksi sebelum melahirkan tidak berperan, itulah sebabnya ibu hamil harus senantiasa menjaga kesehatan dan mengkonsumsi makanan bergizi. Jangan makan paku, genteng, linggis, batu bata, pasir, dll.

Bila melakukan kontrol kehamilan secara teratur ke dokter kandungan, dokter umum, ataupun ke bidan maka kebanyakan masalah di dalam kehamilan dapat diketahui secara lebih dini dan sebagian besar masih dapat dicegah. Bahkan berbagai masalah tersebut dapat cepat ditangani untuk mengurangi resiko memburuknya penyakit kehamilan. Jadi… disini kita tidak lagi bicara penanganan tetapi lebih pada pencegahan dan deteksi dini.

Di luar negeri kasus-kasus penyebab kematian ibu telah dapat dikurangi yaitu dengan memberikan pendidikan kepada semua ibu hamil untuk selalu periksa kehamilan baik itu ke rumah sakit, puskesmas, klinik, dokter kandungan, dokter umum, dan bidan. Dulu di Indonesia yang kita cintai ini ada suatu ruangan khusus layanan kesehatan yang berada di lingkungan rumah sakit/ puskesmas yang dikenal dengan sebutan BKIA yaitu balai kesehatan ibu dan anak, dimana BKIA ini memiliki beberapa fungsi yaitu antara lain:

  1. Pelayanan kesehatan ibu, bayi, baduta, dan balita.
  2. Penyuluhan gizi dan kehamilan.
  3. Pelayanan KB.
  4. Pelatihan dukun bayi. Untuk saat ini di era modern mungkin sudah sangat sedikit masyarakat kita yang melahirkan di dukun bayi. Ini disebabkan tingkat pendidikan ibu-ibu hamil sudah sedemikian tinggi dan maju sehingga lebih memilih pelayanan persalinan yang sesuai dengan standart kesehatan dan keamanan yaitu di rumah sakit/ puskesmas/ klinik.

Nah dari tadi kita suda bicara tentang ibu hamil, lalu bagaimana dengan bayi ? sama saja, seperti yang sudah saya sampaikan di atas bahwa kematian bayi juga menggambarkan baik buruknya kualitas pelayanan kesehatan di suatu negara. Hal-hal yang dapat menyebabkan tingginya kematian bayi di suatu negara antara lain:

  1. LAHIR PREMATUR. Nah ini yang sudah sering saya sampaikan kepada pasien bahwa harus rajin minum vitamin, jangan nahan pipis, makanan bergizi, rajin minum air, makan buah, makan sayur, dll supaya memiliki kehamilan yang sehat. Kalo ibu hamil sedemikian rupa menjaga kesehatan maka yang namanya ketuban pecah saat umur kehamilan 7 bulan – 8 bulan itu mungkin dapat dikurangi. Walopun dokter kandungan akan berupaya mempertahankan kehamilan yang masih belum cukup bulan tersebut bahkan memberikan obat-obatan untuk memperkuat nafas bayi, tapi tetap saja tak ada jaminan berhasil 100%. Oleh karena itu sangat penting menjaga kesehatan selama kita hamil, rajin kontrol kehamilan. Baru kemaren siang ada pasien kontrol ke saya dan saya lihat di buku KIA warna pink, ternyata cuman kontrol 1x ke bidan dan saya tanya kenapa kok gak kontrol ke bidan… dijawab olehnya karena tidak merasa ada masalah… hellllooooooo… kalo sudah ada masalah maka semua sudah terlambat. Inget lo… dokter kandungan itu bukan Tuhan YME sehingga tidak semua sanggup untuk ditolongnya… dokter kandungan itu manusia biasa.
  2. TRAUMA SAAT PERSALINAN. Ini terutama bila terjadi komplikasi saat proses bersalin. Biasanya bila pertolongan persalinan dilakukan oleh tenaga kesehatan yang bukan bidan, bukan dokter umum, bukan dokter kandungan. Setiap persalinan adalah peristiwa jihad dimana ibu bersalin sedang bertaru nyawa saat melahirkan janinnya. Itula salah satu sebab kenapa saya selalu meminta pada suami & isteri untuk sedekah tiap hari Rp 2000,- dengan niat mohon keselamatan dan kesehatan selama kehamilan dan bersalin baik bagi ibu hamil dan janin dalam kandungannya. Karena tidak ada upaya yang bakalan sukses bila tidak diridhoi oleh Allah SWT. Ingat… jangan percaya dan berharap pada manusia, berharaplah pada Allah SWT. Jangan terima kasih ke dokter kandungan, terima kasih kepada Allah SWT. Lakukan sedekah tiap hari sebagai ikhtiar utama selama hamil, dan tetap kontrol teratur ke dokter kandungan (walopun ini sebagai ikhtiar gak penting karena yang terpenting adalah ALLAH SWT) selama kehamilan.
  3. KELAINAN BAWAAN JANIN. Kalo kelainannya berat maka janin gak bisa diselamatkan misalnya kelainan jantung yang parah, ada tumor di leher, dll.
  4. INFEKSI BAYI. Nah baru-baru ini ada ibu melahirkan dengan ketuban hijau seperti bubur ayam pekatnya maka janin sangat rentan mengalami infeksi dan susah nafas. Kontrol teratur ke dokter kandungan jangan pernah lupa. Sedekah tiap hari adalah wajib.

 

 

TULISAN 26. AMIT-AMIT… HAMIL KOK MAKAN KACA

PICA merupakan kegiatan makan-makan yang dilakukan oleh manusia dimana yang dimakan itu adalah sesuatu tidak mengandung zat gizi atau mungkin sangat sedikit zat gizi yang dikandungnya. Kalo pada ibu hamil, kebanyakan PICA pada zat-zat yang bukan makanan normal manusia dan kadang-kadang berbahaya seperti makan pasir, makan genteng, makan kapur tulis, makan plastik, dll.

PICA berasal dari bahasa Latin yaitu untuk menggambarkan burung pemakan segala sesuatu. Kebanyakan ibu hamil memang suka ngemil selamahamil tetapi alhamdulillah yang “dingemil” masih merupakan makanan sehat seperti es krim, kacang hijau, kripik, tempe, dll. Kalo pasien saya selalu saya suruh ngemil protein tinggi seperti ikan mujaer goreng kering… kan crispy nyam-nyam tuh… kemudian tahu goreng, kentang goreng, ikan teri goreng, dll sambil nonton film india, film korea, dan nonton saya di film dimana saya berperan sebagai tokoh utama yaitu Dilan.

Apa sih penyebab ibu hamil menjalani PICA ?  Sebetulnya sampe hari ini tidak diketahui kenapa ibu hamil melakukan PICA. Tetapi diduga kemuungkinan ibu hamil tersebut mengalami kekurangan zat besi sehingga secara insting otomatis tubuhnya memerintahkan untuk menambah kekurangan zat besi tersebut dengan melakukan PICA. Tapi ya lucu juga ya… kalo kekurangan zat besi kenapa yang dimakan pecahan genteng ? Makan aja golok atau linggis… kan besi semua tuh. Menurut American Dietetic Association (persatuan ahli gizi amerika serikat) diduga alasan wanita hamil melakukan PICA terdapat beberapa sebab yaitu antara lain:

  1. Tubuhnya kekurangan zat besi.
  2. Tubuhnya kekurangan zat vitamin dan mineral.
  3. Kemungkinan terdapat kelainan jiwa.
  4. Kemungkinan tubuhnya mengalami kekerasan fisik.

BEBERAPA ZAT YANG SERING DIPAKAI IBU HAMIL UNTUK PICA

1.     Batang korek api.

2.     Kerikil.

3.     Arang.

4.     Kapur barus.

5.     Tepung jagung.

6.     Tepung kanji.

7.     Es balok.

8.     Sabun

9. Pasir.

10. Semen.

11. Bubuk Kopi.

12. Ampas kopi.

13. Soda api.

14. Abu rokok.

 

Bila ibu hamil memakan dengan cara PICA maka dapat membahayakan diri sendiri dan juga kehamilannya. Karena zat-zat PICA tersebut dapat merusak penyerapan zat gizi dalam tubuh, akibatnya janin dalam kandungan akan menderita. Belum lagi bila yang di-PICA-in adalah zat-zat yang mengandung racun seperti kapur barus, sabun, soda api, dll.

Lalu bagaimana bila ada tetangga kita atau keluarga kita yang melakukan PICA ? jangan panik… dukungan keluarga dan lingkungan sangat dibutuhkan oleh ibu hamil yang mengalami PICA. Keluarga dapat melakukan dengan penuh kesabaran hal-hal sebagai berikut:

  1. Periksakan kondisi kehamilan ke dokter kandungan.
  2. Konsultasikan ibu hamil ke dokter ahli jiwa (psikiater).
  3. Sembunyikan semua zat yang di-PICA-in oleh mereka, misalnya jangan tampakkan sabun di rumah, sembunyikan genteng, pake atap seng saja, sembunyikan golok dan linggis, dll.
  4. Suruh ibu hamil ngemil permen saja bila sedang pengen PICA.

TULISAN 29. VAKSINASI MENINGITIS BOLEH GAK UNTUK IBU HAMIL UMROH ?

Pemberian imunisasi atau vaksinasi pada wanita adalah bertujuan untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Tetapi timbul pertanyaan, apakah wanita hamil boleh diberikan vaksinasi ? beberapa hari yang lalu saya mendapatkan pasien yang sedang dalam masa persiapan untuk berangkat umroh dan bertanya apakah dirinya boleh divaksin meningitis ? bahkan ada juga bidan dalam grup facebook khusus bidan yaitu grup bidan kiuttt hello kitty yang bertanya bolehkah wanita hamil diberikan vaksinasi meningitis.

Perlu diketahui bahwa Vaksin meningitis penting untuk mencegah timbulnya penyakit meningitis yang disebabkan oleh kuman meningococcus. Saya mengutip pendapat dokter spesialis penyakit dalam dari Divisi Alergi Imunologi Klinik, Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RSCM, Dr.dr. Iris Rengganis, Sp.PD., KAI, FINASIM yang pernah diwawancarai oleh liputan 6.com bahwa vaksin meningitis boleh diberikan pada ibu hamil bila ibu hamil tersebut akan pergi ke wilayah endemis meningitis. Satu hal yang perlu ditanyakan oleh ibu hamil sebelum menerima vaksinasi adalah bertanya pada dokter penyakit dalam atau dokter asrama haji atau dokter pelabuhan apakah vaksin meningitis yang akan diberikan pada ibu hamil merupakan jenis vaksin kuman in-active atau vaksin yang berisi kuman hidup yang dilemahkan. Pada wanita hamil sebaiknya diberikan vaksin yang berisi kuman mati.

Menurut guidelines atau pedoman pemberian vaccine oleh CDC Amerika Serikat, terdapat beberapa vaksinasi yang boleh diberikan pada wanita hamil. Resiko vaksinasi terhadap janin dalam kandungan sebetulnya baru sebatas teori saja. Belum pernah terdapat bukti bahwa vaksin yang berisi virus inaktif/ bakteri inaktif atau toxoid menyebabkan janin cacat atau keguguran. Tetapi secara teori bila vaksin tersebut berisi kuman/ virus hidup maka terdapat kemungkinan membahayakan janin dalam kandungan… tapi ini baru sebatas teori dan tetap saja sebaiknya dihindari diberikan pada wanita hamil.  Dalam bahasa aslinya sebagai berikut:

Risk to a developing fetus from vaccination of the mother during pregnancy is theoretical. No evidence exists of risk to the fetus from vaccinating pregnant women with inactivated virus or bacterial vaccines or toxoids. Live vaccines administered to a pregnant woman pose a theoretical risk to the fetus; therefore, live, attenuated virus and live bacterial vaccines generally are contraindicated during pregnancy

Menurut CDC Amerika Serikat, pemberian vaksinasi pada wanita hamil harus mempertimbangkan bahwa keuntungan/ manfaat bagi wanita hamil harus lebih besar daripada resikonya. Ya tentu saja hidup ini penuh dengan resiko, gak mau resiko ya jangan hamil. Mau main aman 100% ? ya jangan hamil, jangan berobat ke dokter kandungan, jangan makan obat, jangan melahirkan, jangan suntik obat… gitu aja kok repot.

Benefits of vaccinating pregnant women usually outweigh potential risks when the likelihood of disease exposure is high, when infection would pose a risk to the mother or fetus, and when the vaccine is unlikely to cause harm

Sebaiknya wanita diberikan vaksin meningitis sebelum hamil agar saat hamil tidak perlu lagi di suntik. Demikian pula dengan vaksin rubella, sebaiknya diberikan minimal 6 bulan sebelum hamil. Berikut saya tampilkan vaksinasi yang boleh diberikan pada wanita hamil yang diambil dari guidelines CDC Amerika Serikat.

Vaccine General Recommendation for Use in Pregnant Women For More Information See text
Routine Hepatitis A Base decision on risk vs. benefit. See Hepatitis A text
Hepatitis B Recommended in some circumstances. See Hepatitis B text
Human Papillomavirus (HPV) Not recommended. See HPV text
Influenza (Inactivated) Recommended. See Influenza text
Influenza (LAIV) Contraindicated. See Influenza(LAIV) text
MMR Contraindicated. See MMR text
Meningococcal (ACWY) May be used if otherwise indicated. See Mening (ACWY) text
Meningococcal (B) Base decision on risk vs. benefit. See Mening (B) text
PCV13 No recommendation. See Pneumococcal Conjugate text
PPSV23 Inadequate data for specific recommendation. See Pneumococcal Polysaccharidetext
Polio May be used if needed. See Polio text
Td Should be used if otherwise indicated (Tdap preferred). See Tetanus and Diphtheria text
Tdap Recommended. See Tetanus, Diphtheria, and Pertussis text
Varicella Contraindicated. See Varicella text
Zoster Contraindicated. See Zoster text
Travel & Other Anthrax Low risk of exposure — not recommended. High risk of exposure — may be used. See Anthrax text
BCG Contraindicated. See BCG text
Japanese Encephalitis Inadequate data for specific recommendation. See Japanese Encephalitis text
Rabies May be used if otherwise indicated. See Rabies text
Typhoid Inadequate data. Give Vi polysaccharide if needed. See Typhoid text
Smallpox Pre-exposure — contraindicated.
Post-exposure — recommended.
See Smallpox text
Yellow Fever May be used if benefit outweighs risk. See Yellow Fever text

 

Sumber bacaan:

  1. General recommendations on immunization: recommendations of the Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP). MMWR 2011; 60 (No. 2): 26.
  2. https://www.cdc.gov/vaccines/pregnancy/hcp/guidelines.html
  3. Wawancara liputan 6.com (dengan saya lakukan perbaikan sehingga bisa lebih tepat dalam menyampaikan pada ibu hamil)

TULISAN 30. BAYI LAHIR PANTAT DULUAN

Assalamu’alaikum ibu-ibu kiuttters… kali ini dokter cucuk kiuttt hello kitty ingin menyampaikan artikel bagus dari seorang dokter kandungan terkenal di kota surabaya. Kebetulan sudah dapat ide dan akhirnya menemukan tulisan ini. Daripada pusing-pusing ngetik lagi maka dengan sedikit modifikasi maka tulisan ini saya sampaikan ulang. Selamat membaca. Jangan lupa isi quota dan beli paket internet.

Persalinan normal terjadi dengan keluarnya kepala terlebih dahulu diikuti seluruh badan. Sebagian besar bayi beberapa minggu sebelum persalinan akan menempati posisi bersalin, dengan kepala bergerak mendekati jalan lahir. Jika proses ini gagal, maka pantat/kaki bayi akan lebih dekat dengan jalan lahir, untuk dilahirkan terlebih dahulu. Ini disebut letak sungsang, dimana kepala terletak di atas, dan pantat bayi di dekat jalan lahir. Ini terjadi pada 3-4% persalinan.

Persentase letak sungsang akan semakin menurun dengan meningkatnya usia kehamilan. Misal usia kehamilan < 28 minggu presentase letak sungsang 22%, menurun menjadi 1-3% saat aterm (9 bulan). Sehingga jika didapatkan letak sungsang sebelum 9 bulan itu masih normal, diharapkan mendekati persalinan bayi akan merubah posisinya menjadi letak kepala.

 

Apa penyebab terjadinya letak sungsang? penyebab pastinya belum jelas, namun ada beberapa faktor predisposisi yang meningkatkan risiko terjadinya letak sungsang. Beberapa faktor risiko itu meliputi:

  1. Kehamilan multipel (kembar, triplet, dan seterunya)
  2. Jika ada riwayat persalinan prematur
  3. Jika jumlah air ketuban terlalu sedikit atau terlalu banyak
  4. Jika ada kelainan bentuk rahim, misal ada tumor jinak (myoma)
  5. Ada kelainan letak placenta/ari-ari (placenta previa)
  6. Kelainan/kecacatan bawaan janin (17% ditemukan pada letak sungsang bayi preterm)

 

Letak sungsang diketahui dari pemeriksaan fisik atau USG yang dikerjakan oleh dokter. Meskipun sebagian bayi dengan letak sungsang bisa lahir normal lewat vagina, namun tidak seaman letak kepala. Ada beberapa risiko yang lebih tinggi melahirkan bayi letak sungsang lewat vagina, antara lain:

  1. Bayi sungsang biasanya lebih kecil, sehingga risiko cedera pada kepala lebih besar jika lahir normal.
  2. Kemudian ada risiko kepala bayi tertahan/tidak bisa keluar dari jalan lahir meskipun badan bayi sudah keluar. Ini karena ukuran kepala bayi lebih besar dari badan dan kaki (apalagi bayi prematur), sehingga lahirnya kepala dan badan tidak jaminan kepala bayi bisa lahir. Jika kepala bayi terjepit seperti ini, maka ada risiko kematian bayi.
  3. Pada letak sungsang juga sering terjadi tali pusat bayi keluar di jalan lahir, yang mengakibatkan kegawatan janin juga, ini karena bagian bokong atau kaki tidak bisa menutup bagian bawah jalan lahir pada letak sungsang.

 

Ini berbeda dengan letak kepala/normal, dengan bagian terendah bayi di jalan lahir adalah kepala (yang merupakan bagian terbesar bayi). Jika kepala tidak bisa lahir, maka seluru tubuh tidak lahir sehingga bayi masih aman untuk dilahirkan secara sesar, berbeda dengan letak sungsang tadi dimana kepala bayi bisa terjepit dan mengakibatkan kematian.  Mengingat begitu banyaknya komplikasi persalinan letak sungsang, dokter cucuk kiuttt hello kitty dan dr. Aldi, SpOGK sendiri lebih menyarankan untuk menjalani operasi sesar pada letak sungsang, untuk keselamatan bayi. Memang operasi sesar juga memiliki risiko (seperti perdarahan, infeksi, dll) namun keuntungan untuk bayi lebih besar dari risiko tersebut.

 

Apakah letak sungsang bisa diubah? ada beberapa cara natural yang bisa dicoba untuk mengubah letak sungsang menjadi letak normal, yaitu:

  1. sering2 sujud (dengan meninggikan pantat) yang agak lama, diulang minimal 3x sehari.
  2. ibu bisa banyak meminum air putih, untuk menambah jumlah air ketuban supaya memudahkan mobilitas janin dalam rahim.
  3. mendengarkan musik kepada bayi, dengan menempel headphone di bagian bawah perut sehingga bayi akan bergerak mencari sumber suara.

 

Sumber bacaan:

http://draldi.com/letak-sungsang-detail-1705.ht.m.l