TULISAN 42. SAAT USG TAMPAK BAYIKU TERLILIT TALI PUSAT

Assalamu’alaikum dokter cucuk yang hobby makan-makan… kenalkan dok… nama saya Sarah/ 29 tahun… saya pengen berbagi pengalaman nih dok… pada saat saya hamil anak ke 2, saya memeriksakan diri ke dokter kandungan secara rutin dan teratur sesuai petunjuk yang diberikan oleh dokter kandungan saya. Ketika kehamilan saya memasuki usia 38 minggu, dokter kandungan saya merencanakan untuk melakukan induksi persalinan (dirangsang) karena saat itu jumlah air ketuban sudah berkurang. Waktu itu saya masih pikir-pikir sambil menunggu kedatangan orang tua saya dari Sumatera. Nah… 1 minggu kemudian dengan diantarkan oleh orang tua dan suami saya, saya siap untuk menjalani induksi persalinan.

Waktu itu saya dilakukan pemeriksaan USG ulang di poliklinik untuk mengetahui kondisi kehamilan saya sebelum menjalani induksi/ rangsangan persalinan. Tetapi… pemeriksaan itu membuat kami sekeluarga sedih luar biasa, isak tangis saya dan bunda saya memecah keheningan ruang praktek dokter… saya terlambat datang dok… kelamaan berpikir di rumah… dari hasil pemeriksaan USG dokter kandungan saya didapatkan bahwa detak jantung janin saya berhenti alias janin saya meninggal dalam kandungan. Kondisi saat meninggal berdasarkan hasil pemeriksaan didapatkan ketuban yang makin sedikit dan terdapat lilitan usus di leher janin saya. Akhir kata saya tetap menjalani proses induksi persalinan untuk mengeluarkan mayat janin saya. Kesalahan saya dok, saya tidak memperhatikan bahwa gerakan bayi saya makin berkurang akibat ketuban yang berkurang. Tapi dok… kalo saya dengar-dengar dari teman-teman saya arisan katanya kemungkinan bayi saya itu mati karena kelilit usus di lehernya.

Yang ingin saya tanyakan apakah kelilit usus itu bisa bikin janin mati dalam kandungan ? Sebab kata dokter kandungan saya kemungkinan kematian janin disebabkan oleh ketuban yang makin sedikit. Setelah kejadian itu dok, saya makin rajin periksa ke dokter kandungan dan saya betul-betul perhatikan gerakan janin saya, bila saya rasakan berkurang maka saya langsung ke dokter kandungan.

Wooowww… ibu Sarah ini panjang banget ceritanya. Tapi menarik ya… ada lilitan usus di leher janin ibu. Sebetulnya itu bukan usus bu… tetapi tali pusat. Usus itu ada di dalam perut ibu dan di dalam perut janin. Okelah… saya bahas sedikit tentang lilitan tali pusat… oh iya… pesan saya buat ibu sarah… ikutin saja dokter kandungan ibu karena mesti sudah berusaha dan memutuskan yang terbaik bagi ibu Sarah.

Lilitan tali pusat atau istilah sunda dikenal dengan Nuchal Cord atau dalam bahasa gaulnya anak metal Cord Around The Neck (CAN) terjadi bila tali pusat itu mengelilingi leher janin 360 derajat. Hal ini merupakan hal yang sudah biasa terjadi, bahkan dari hasil penelitian di dapatkan kemungkinan terjadi lilitan tali pusat pada janin dalam kandungan itu sebesar 12% pada umur kehamilan 24-26 minggu dan mencapai 37% pada umur kehamilan 27-40 minggu. Kalo gak percaya maka ibu-ibu hamil boleh deh baca di penilitiannya langsung, nih saya kasih yang versi bahasa sunda ya… Clapp JF, Stepanchak W, Hashimoto K, Ehrenberg H, Lopez B. The natural history of antenatal nuchal cords. Am J Obstet Gynecol. 2003;189:488–493. doi: 10.1067/S0002-9378(03)00371-5.

Kenapa kok dikatakan termasuk kejadian biasa selama kehamilan ? ya karena banyak kehamilan yang mengalami hal tersebut dan dari hasil penelitian ternyata sebagian besar kasus lilitan tali pusat tidak berbahaya bagi janin dalam kandungan, tidak berhubungan dengan kematian janin ataupun penyakit janin baik sebelum lahir ataupun saat akan lahir. Jelas sebagian besar, gak mungkin 100% aman karena kehidupan manusia ini bukan sesuatu yang bersifat PASTI tetapi sesuatu yang bersifat KEMUNGKINAN. Pada beberapa janin, lilitan tali pusat dapat berdampak serius bila lilitannya erat di leher. Beberapa ahli menyatakan bahwa pada lilitan tali pusat yang erat di leher dapat menimbulkan gangguan sistem pernafasan, sistem jantung, dan sistem syaraf (sistem cardio-respiratory-neurological) janin dalam kandungan sehingga dikenal dengan istilah tCAN (tigth Cord Around The Neck Syndrome).  Dulu pernah dilakukan penelitian seputar lilitan tali pusat pada janin dan didapatkan hasil bahwa lilitan tali pusat dapat mempengaruhi hasil akhir persalinan artinya dapat mempengaruhi/ mengganggu proses perjalanan persalinan dan memberikan dampak buruk jangka panjang bayi kelak dikemudian hari. Tapi…. penelitian ini hanya dalam skala kecil sehingga tidak dapat dijadikan pedoman pasti. Buktinya adalah pada kasus-kasus dimana janin lahir mati dan ditemukan lilitan tali pusat dileher, kemudian dilakukan otopsi pada janin dan ternyata pada janin yang mati tersebut TIDAK DIDAPATKAN KELAINAN LEHER akibat lilitan tali pusat yang dapat menyebabkan kematian janin. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya perdebatan ilmiah diantara pada dokter ahli di dunia apakah lilitan tali pusat di leher janin dalam kandungan merupakan penyebab kematian janin atau bukan.

Terdapat perbedaan yang mendasar pada bayi yang lahir tanpa kelilit tali pusat tapi  mengalami asphyxia (sesak nafas) dengan bayi lahir mengalami asphyxia akibat lilitan tali pusat di leher, walopun sebenarnya ya mirip-mirip juga sih gejalanya. Para ahli kedokteran di dunia memiliki keyakinan yang sama bahwa kelainan pada tali pusat dapat menyebabkan gangguan pernafasan pada janin. Ya tentu saja karena kan semua lewat tali pusat, makanan, oksigen, kekebalan, dan lain-lain. Gejala-gejala yang timbul akibat tCAN dapat terjadi pada kondisi janin yang normal ataupun janin yang jelek… bahasa kedokterannya yang APGAR SCORE baik ataupun yang jelek. Apa sih yang perlu diketahui oleh ibu-ibu hamil tentang bahaya tCAN itu ?. seperti diketahui bahwa lilitan tali pusat dapat menyebabkan gangguan aliran darah vena tali pusat yaitu tersumbat, sedangkan pada saat yang bersamaan pembuluh darah arteri tali pusat terus memompa darah dari badan janin ke arah aliran darah ibu. Akibatnya pasokan darah dari ibu yang dialirkan ke janin melalui pembuluh darah vena tali pusat terhambat akibat lilitan tali pusat yang pada gilirannya akan mengosongkan darah pada tubuh janin… istilah gampangnya janinnya kekurangan darah akibat di pompa terus keluar tapi gak ada yang masuk. Pembuluh darah vena itu mengandung oksigen dari ibu masuk ke janin, oleh janin kemudian dikirim lagi keluar ke ibu setelah diisap oksigennya supaya dapat pasokan darah kaya oksigen yang baru.

Ngerti gak sih ??? kalo gak ngerti maka minum susu dulu biar pinterrr kayak suami. Suami itu pinterrr karena rajin minum susu, waktu bayi dan sampai udah jadi bapak-bapak juga tetap rajin minum susu.

Nah kalo janin kekurangan darah maka terjadi yang disebut dengan hipovolemia, dan karena juga kekurangan oksigen maka terjadi yang namanya acidosis yaitu darah janin menjadi asam. Lalu akibatnya apa donk ? ya sudah jelas akibatnya janin menjadi anemia dan gangguan pernafasan. Bahkan pada tingkatan yang berat janin dapat mengalami bintik-bintik merah di wajah, leher, dada, dan selaput putih bola mata. Pokoknya mirip orang gantung diri gitchuuu… ya namanya juga tercekik tooo lehernya. Kalo janinnya berhasil lahir hidup maka akan mengalami letoy dan untuk sementara waktu dapat mengalami kesulitan menelan. Bahkan tidak jarang juga mengalami gangguan otak yang nantinya bakalan bikin gangguan komplikasi di kemudian hari.

Sebetulnya lilitan tali pusat itu terjadi hampir pada 30% kelahiran normal sehingga bila terjadi kematian janin akibat lilitan tali pusat maka mesti terdapat gangguan aliran darah dan oksigen pada saat terjadinya lilitan. Pada bayi-bayi yang lahir dengan berat badan normal dan mengalami gangguan tumbuh kembang seperti lumpuh ataupun cerebral palsy mungkin saja terdapat gangguan aliran darah tali pusat selama dalam kandungan. Hal ini diduga dari hasil penelitian pada kambing dimana pada saat terjadi pembuntuan tali pusat kambing ternyata terjadi penurunan kadar oksigen dan keasaman darah serta peningkatan kadar CO2 darah kambing yang mengakibatkan terjadinya perubahan dalam proses pembentukan/ perusakan protein di otak kambing. Nah atas dasar itulah diduga terdapat mekanisme yang sama antara kambing dan manusia.

Tapi… omong-omong saya jadi bertanya-tanya nih… manusia kan bukan kambing… dan kambing juga bukan manusia… manusia bukan kodok dan kodok juga bukan manusia… kecebong bukan manusia dan manusia bukan kecebong… lalu kenapa ada manusia dijulukin dengan sebutan kecebong ? mulai saat ini marilah kita tobat bersama dan kembali ke jalan yang benar… kembalilah menjadi manusia… aaamiiin.

Ada seorang yang sangat ahli, namanya professor Parast. Professor Parast meneliti bagaimana lilitan tali pusat yang bisa bikin janin K.O dalam rahim. Professor Parast menetapkan suatu istilah yang dikenal dengan HISTOLOGIC CRITERIA untuk mengamati kelainan tali pusat pada janin-janin yang lahir mati padahal selama USG baik-baik saja dan terdapat lilitan tali pusat. Ternyata bila didalam tali pusatnya dan di placentanya ada pembuntuan/ trombosis serta di bayinya sendiri juga terdapat thrombosis vasculopathy (pembuluh darah yang buntu) maka yang begini ini yang bisa bikin K.O janin dalam kandungan. Tapi pembuntuan tersebut hanya bisa diamati saat diperiksa di laboratorium mikroskop… gak bisa dilihat dengan USG. Kalo ibu-ibu hamil kiuttters mau baca sendiri yang versi bahasa sunda maka dapat dibuka link ini deh… Parast MM, Crum CP, Boyd TK. Placental histologic criteria for umbilical blood flow restriction in unexplained stillbirth. Human Pathology. 2008;39:948–953. doi: 10.1016/j.humpath.2007.10.032.

Dalam hal lilitan tali pusat ini, saya ingin membawa ibu-ibu hamil kiuttters masuk dalam arena ilmiah dimana terdapat perdebatan seru dikalangan para dokter-dokter professor di dunia. Di kalangan para ahli kandungan dunia, lilitan tali pusat adalah suatu peristiwa yang sudah jamak dilihat sehari-hari. Lilitan tali pusat seringkali menjadi kambing hitam bila dalam proses kehamilan ataupun persalinan, sering dianggap sebagai penyebab atas terjadi gawat janin (janin sesak nafas) ataupun kematian janin. Padahal bukti-bukti nyata aktual tajam terpercaya bahwa lilitan tali pusat ternyata masih dalam perdebatan dan kontroversi sampe sekarang.

Jadi, apakah benar lilitan tali pusat dapat mempengaruhi hasil luaran janin saat persalinan dan menimbulkan efek buruk pada bayi kelak dikemudian hari ? Para dokter anak ahli bayi mesti sering melihat kasus-kasus bayi baru lahir yang disertai dengan lilitan tali pusat. Bayi-bayi tersebut nampak pucat, kekurangan cairan (hipovolemia), dan sebagian besar membutuhkan pertolongan resusitasi. Resusitasi itu pertolongan yang super cepat dan diawasi juga super ketat, biasanya setelah dilakukan resusitasi bayi dirawat di NICU (ruang rawat intensive untuk bayi-bayi bermasalah atau berpotensi bermasalah). Bayi-bayi yang mengalami lilitan tali pusat ternyata memang ada yang mengalami penurunan keasaman darah (artinya darahnya makin asam) dan anemia (kekurangan zat darah merah). Seringkali mengalami sulit bernafas saat lahir, atau merintih, atau seperti sesak. Dan seperti yang sudah saya sampaikan di atas bahwa di bagian wajah, bola mata , leher dan dada bagian atas nampak ada bintik-bintik perdarahan di bawah kulit. Yaaa tapi ini yang ngerti ya cuman dokter anak, orang awam ya gak tau. Bayi yang lahir juga letoy, sulit nelan, lemas, dll. Di duga… masih di duga… bahwa bayi-bayi yang lahirnya letoy gini mungkin akan mengalami gangguan syaraf kepala kemudian hari… tetapi bila dilakukan test EEG (electro-encephalography) atau test kenormalan otak maka ternyata normal-normal saja. Nahhh inilah misteriusnya lilitan tali pusat itu. Banyak teori tapi teorinya saling bertentangan.

Lebih dari 30% wanita hamil mesti mengalami lilitan tali pusat pada leher bayinya dan sebagian besar ternyata tidak menimbulkan masalah apapun pada bayinya. Walopun lilitan tali pusat sebagian besar tidak bermasalah, tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa adanya lilitan tali pusat pada leher bayi berkaitan dengan penurunan detak jantung janin, gerakan janin berkurang, penurunan keasaman darah janin (makin asam), anemia bayi baru lahir, bahkan dapat menyebabkan meninggalnya janin dalam kandungan.

Ketika sedang hamil, lilitan tali pusat kadang-kadang dapat dilihat melalui USG, kalo pas di USG ternyata nampak lilitan, kalo aliran darah tali pusat lancar, dan bila nampak lilitan tali pusat tidak ada tindakan khusus yang perlu diambil oleh dokter kandungan. Rasanya saya pengen bertanya juga ya… apakah secara pemeriksaan USG bisa dibedakan ya antara lilitan tali pusat yang erat dan yang longgar ? Menurut professor Larson didapatkan kemungkinan lilitan tali pusat itu sebesar 6% sampai kehamilan 20 minggu dan lebih dari 30% sampai kehamilan usia 42 minggu.

Efek yang paling sering ditemui akibat lilitan tali pusat antara lain penurunan detak jantung janin saat proses persalinan dan perubahan sikap janin dan atau gerakan janin selama proses kehamilan berlangsung. Lilitan tali pusat itu tidak harus di leher, bisa di bagian tubuh manapun, dan penyebabnya ya ulah janin itu sendiri yang sengaja main-main dalam kandungan ibunya terus akhirnya kejerat tali pusatnya sendiri. Namanya juga janin dalam kandungan, lucu dan menggemaskan, dan belum ngerti bahayanya kalo sampai kejerat tali pusat. Kadang janin bisa ngelepasin sendiri, kadang ya tidak bisa. Yaaa… janin itu memang lucu menggemaskan seperti dokter cucuk kiuttt hello kitty.

Lilitan tali pusat sangat jarang menyebabkan kematian janin dan tidak ada tindakan khusus yang harus dilakukan oleh dokter kandungan bila didapatkan lilitan tali pusat saat periksa USG, terutama bila umur kehamilan masih premature. Kebanyakan pada kasus lilitan tali pusat itu bila usia hamilnya sudah cukup bulan maka dokter kandungan akan melakukan induksi persalinan… bila pasiennya mau. Tetapi hal ini juga masih dalam perdebatan karena ya itu tadi yaitu kebanyakan tali pusat tidak bermasalah bagi janin dalam kandungan. Professor Larson juga pernah mengemukakan bahwa kalo lilitan tali pusatnya main banyak maka dapat mengakibatkan berat badan janin rendah, detak jantung janin menurun, ketuban hijau, dan peningkatan tindakan operasi sesar. Yang jelas bila selama proses persalinan, apapun kasusnya, mau ada lilitan tali pusat ataupun tidak, didapatkan janinnya bermasalah maka memang ujung-ujungnya ya operasi sesar donk demi menyelamatkan janin dalam kandungan. Kalo ibuibu hamil kiuttters ingin kenalan langsung dengan oom Larson maka boleh baca deh tulisannya, mumpung oom Larson bisa bahasa sunda Larson, J.D., Rayburn, W.F., Harlan, V.L.(1997). Nuchal cord entanglement and gestational age. Am J Perinatol. 14(9): 555-557.

Terus kesimpulannya apa ? kalo bagi saya pribadi ya saya serahkan saja pada pasien karena kan sudah terbukti bahwa lilitan tali pusat itu sebagian besar tidak berbahaya dan itu akibat ulah janin dalam kandungan. Silakan berpikir bijaksana… hidup itu ada resiko, gak mau resiko ya jangan hamil.

 

TULISAN 43. INFEKSI RUBELLA SAAT HAMIL

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan telpon dari bidan bahwa ada pasiennya yang terkena rubella… iseng-iseng periksa laboratorium ternyata hasilnya rubella positif. Apa sih rubella itu ? rubella itu penyakit virus yang dikenal dengan sebutan campak jerman. Bagaikan petirrr menggelegarrrr…. gunung bergemuruhhhh… jantung dag dig derrrr… hal tersebut memang sangat menakutkan bagi wanita hamil manapun bahkan dokter kandungannya pun sudah merasa hopeless gitchuu loohh. Tetapi ibu-ibu hamil kiuttters gak usah kuatir, dont worry… be happy… saya mau mendongeng hal-hal yang berkaitan dengan rubella ini bagi ibu-ibu hamil kiuttters sehingga memperoleh pengetahuan seputar rubella.

Pada suatu hari… di negeri dongeng… karena kita tidak tau apakah hal ini bisa dilakukan di era BPJS…

Setiap wanita sebaiknya melakukan skrinning sebelum hamil untuk mengetahui imunitasnya terhadap infeksi rubella. Kalo di amerika serikat, infeksi rubella sudah sangat sulit ditemukan karena program vaksinasi MMR di amerika serikat sudah sedemikian suksesnya… coba bandingkan dengan negara kita… terdapat banyak kelompok masyarakat yang anti vaksinasi dengan berbagai dalil-dalil untuk mempengaruhi masyarakat supaya gak mau untuk vaksinasi… akibatnya sekarang banyak kita temui penyakit yg dulunya gak ada/ sangat sulit ditemukan (di era jaman presiden soeharto penyakit tersebut musnah, di era jaman sekarang penyakit tersebut muncul lagi).

Bila wanita ternyata belum memiliki imunitas terhadap penyakit rubella maka bila wanita tersebut terkena penyakit rubella saat awal-awal kehamilan maka dapat berakibat fatal bagi kehamilannya. Dampaknya antara lain keguguran, kalo tidak keguguran maka akan melahirkan janin dengan banyak kelainan kongenital (cacat) dan perkembangan yang terganggu (idiot, gak pinterrr, sulit bicara, dll). Congenital rubella syndrome merupakan sebutan bagi bayi-bayi yang lahir yang terinfeksi rubella sejak dalam kandungan dengan berbagai pola gejala penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut.

Jadi baiknya gimana donk ? dulu sudah pernah saya tulis tentang pre-marital skrinning, tetapi mesti gak ada yang mau baca… ya sudah… bingung sendiri tooo. Sebaiknya bagi ibu-ibu yang sudah kadung hamil duluan dan belum pernah vaksinasi MMR maka disarankan untuk periksa imunitasnya… bilang saja ke dokter kandungan ibu dan bilang bahwa minta periksa TORCH untuk skrinning rubella… tapi itu mahal banget dan gak dicover oleh BPJS… dan gak ada RS swasta yang menyediakannya, biasanya diperiksa di laboratorium ternama. Itu looo lab-lab yang sering diperiksa sendiri oleh para wanita yang dikenal dengan TORCH. Oh iya hampir lupa… campak jerman berbeda dengan campak biasa… kalo campak jerman itu rubella maka campak biasa itu rubeolla. Kalo kebal terhadap rubella belum tentu kebal terhadap rubeolla, demikian pula sebaliknya. Makanya anak-anak kita mesti diikutkan vaksinasi campak yang sering diadakan di puskesmas.

Dokter cucuk yang kiuttt, saya pernah vaksinasi campak dan juga pernah vaksinasi MMR saat masih sekolah dulu, tapi waktu saya test kok saya tidak imun terhadap penyakit tersebut ya ? hal ini bisa saja terjadi karena tidak semua wanita yang disuntik vaksinasi timbul reaksi atau respon kekebalan tubuhnya. Hal inilah yang mendorong para ahli untuk menyarankan bila memungkinkan untuk periksa ulang kekebalan tubuh wanita terhadap penyakit-penyakit tersebut.

Apakah tanda-tanda gejala terkena penyakit rubella ? penyakit ini merupakan penyakit dadakan (penyakit akut) yang disebabkan oleh virus rubella dan gejalanya tidak khas artinya mirip dengan penyakit yang lain sehingga sulit didiagnosis rubella bila tidak dibantu dengan pemeriksaan laboratorium. Bahkan seringkali gejalanya tidak terlalu dirasakan oleh para wanita hamil.

Bila wanita hamil mengalami gejala-gejala rubella maka penyakit tersebut baru nongol aslinya pada saat 12-23 hari setelah tertular penyakit tersebut. Gejalanya antara lain demam, lesu, sakit kepala, pembengkakan kelenjar, nyeri sendi, bengkak sendi, mata memerah, pilek, dll… gejalan ini muncul 5 hari sebelum keluarnya bercak-bercak merah-merah di kulit. Munculnya mula-mula di wajah dulu kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Bercak-bercak ini akan hilang dalam beberapa hari, tetapi rasa nyeri dan bengkak di sendi baru hilang dalam beberapa minggu ke depan. Munculnya merah-merah di kulit menunjukkan bahwa wanita hamil tersebut sedang dalam posisi mudah menularkan ke wanita lainnya. Jadi sebaiknya wanita yang merasa terkena rubella jangan datang ke praktek poli atau praktek pribadi ketika sedang banyak wanita hamil lainnya supaya gak nularin ke wanita hamil lainnya. Mesti menghubungi rs dan janjian mau datang jam berapa sehingga gak ketemu ibu hamil yang lain. Saya jadi inget dulu ada wanita hamil yang sedang sakit cacar lalu datang ke poli saya di RS Izza dan akhirnya ibu hamil tersebut saya umpetin di UGD di kamar paling pojok supaya gak nularin ibu hamil lainnya.

Kalo ibu hamil belum pernah vaksinasi atau belum pernah test TORCH maka disarankan untuk cek laborat Rubella Specific Antibody. Kemungkinan nanti ibu hamil akan ditest beberapa kali untuk melihat perubahan antibody bila dari hasil pemeriksaan didapatkan kecurigaan telah terinfeksi).

Bila wanita hamil sudah dinyatakan kebal terhadap rubella dan ternyata  terekspos dengan orang yang sakit rubella maka kemungkinan ibu hamil tersebut terinfeksi rubella menjadi sangat kecil. Bisa sih tetapi tidak parah dan insya Allah tidak berbahaya bagi janin dalam kandungan.

Bila ibu hamil terinfeksi rubella saat kehamilan awal maka ibu hamil mesti diskusi dengan dokter kandungan apakah sebaiknya kehamilan ibu digagalkan atau dilanjutkan mengingat resiko infeksi yang fatal. Dokter kandungan ibu akan merujuk ibu hamil ke dokter kandungan khusus yang menangani infeksi rubella seperti poli anggrek bagian fetomaternal di RS Hassan Sadikin. Kok menakutkan ya ? karena belum diketahui apakah pengobatan yang efektif terhadap penyakit rubella dan belum diketahui bagaimana cara mencegah timbulnya penyakit rubella bila wanita hamil terekspos dengan orang-orang yang sakit rubella.

Bila dari hasil diskusi dengan dokter kandungan yang khusus menangani rubella ternyata wanita hamil memutuskan dan memilih untuk melanjutkan kehamilannya maka dokter kandungan akan memberikan suntikan khusus yaitu imunoglobulin sesegera mungkin dengan harapan mengurangi resiko cacat janin (tetapi tidak dijamin berhasil) dan perlu diingat bahwa suntikan tersebut tidak dapat mencegah terjadinya infeksi rubella pada janin dalam kandungan.

Lalu apakah yang harus dilakukan oleh ibu hamil untuk mengurangi resiko terkena rubella ? sayangnya ibu hamil tidak boleh vaksinasi rubella ketika sedang hamil. Tidak boleh vaksinasi MMR ketika sedang hamil. Bila ibu hamil tidak kebal terhadap rubella maka sebaiknya bersikap lebih hati-hati lagi dalam bergaul dengan sesama terutama mereka-mereka yang diketahui menderita rubella atau pernah ketemuan dengan penderita rubella.

  1. Pastikan anak-anak di rumah kita sudah mendapatkan imunisasi rubella.
  2. Jangan dekat-dekat dengan orang-orang yang dicurigai terkena rubella… gampangnya jangan dekat-dekat orang sakit.
  3. Gak usah bercengkrama dengan tetangga kalo sedang ada infeksi rubella di sekitar tempat tinggal ibu hamil.
  4. Setelah melahirkan harus segera melakukan vaksinasi MMR, menyusui tidak terpengaruh bila ibu melakukan vaksinasi MMR.
  5. Kalo belum hamil dan ingin vaksinasi MMR maka setelah vaksinasi wanita tidak boleh hamil dalam waktu 1 bulan ke depan… kalo saya lebih senang dalam 3 bulan ke depan.

Infeksi rubella bisa bikin keguguran, lahir premature, atau lahir mati tergantung tingkat keparahan yang ditimbulkan akibat infeksi rubella. Resiko paling tinggi dialami oleh ibu hamil pada kehamilan muda, semakin muda umur kehamilan saat terinfeksi maka akan semakin parah dampaknya pada janin dalam kandungan. Pada umur kehamilan ibu hamil sekitar 12 minggu pertama maka kemungkinan janinnya terkena congenital rubella syndrome (CSR) adalah sekitar 85-90%, bila terinfeksinya pada umur kehamilan 13-20 minggu maka kemungkinan terkena CSR sekitar 50%, dan bila umur kehamilan diatas 20 minggu maka kemungkinan terkena CSR makin kecil lagi sehingga kemungkinan cacat janin akan makin kecil… bukan berarti pasti gak cacat, tetapi resiko cacatnya kecil… artinya terdapat peluang janin tidak cacat.

Cacat yang disebabkan rubella itu bermacam-macam dan tidak khas, tetapi ada beberapa cacat yang sering ditimbulkan akibat infeksi rubella antara lain ketulian, kebutaan, gangguan jantung, gangguan syaraf dan gangguan kecerdasan/ idiot.

TULISAN 45. AKHIRNYA AKU MENJALANI INDUKSI PERSALINAN

Induksi persalinan atau rangsangan persalinan adalah suatu upaya medis yang dilakukan dokter kandungan untuk merangsang timbulnya kontraksi rahim sehingga diharapkan ibu hamil dapat melahirkan melalui jalan lahir normal. Biasanya dokter kandungan menyarankan untuk induksi persalinan bila dari hasil pemeriksaan didapatkan hal-hal tertentu yang mengkhawatirkan kesehatan/ keselamatan baik dari pihak ibu hamil dan-atau pun janin dalam kandungan.

Ada beberapa hal terpenting yang dapat dipakai untuk memprediksi keberhasilan suatu induksi persalinan yaitu sudah ada mules kah sebelumnya, apakah mulit rahim sudah lunak, dan apakah sudah ada pembukaan mulut rahim. Keputusan untuk melakukan induksi persalinan diambil bila resiko untuk mempertahankan kehamilan lebih besar daripada resiko melahirkan janin. Artinya resiko adalah bahwa bila kehamilan berlanjut maka lebih bahaya daripada bila kehamilan dilahirkan segera. Namanya RESIKO itu tidak mesti terjadi tetapi bila sudah ada resiko maka dokter kandungan biasanya akan menginformasikan kepada ibu hamil dan keluarganya supaya keluarga dan ibu hamil paham bahwa ada kondisi demikian pada kehamilannya sehingga disarankan untuk induksi persalinan… keputusan terserah pada keluarganya apakah mau memilih untuk melanjutkan kehamilan yang beresiko atau tidak… dokter kandungan tidak akan memaksakan kehendak… kan dokter kandungan bukan Tuhan… syukur-syukur bisa sehat dan selamat ibu hamil dan bayinya. Laaa kalo ternyata bayinya lahir dengan kondisi jelek bagaimana ? kan sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kondisi kehamilan saat ini ada resiko, misalnya ketubannya dikit banget, rekam jantung bayi kok ya meragukan, janinnya kok tumbuhnya lambat atau kecil, dll.

Sebelum melakukan induksi persalinan maka dokter kandungan akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan kondisi janin, kondisi kehamilan, kondisi ibu, kondisi leher rahim, sudah diiringi mules sebelumnya atau tidak, hasil rekaman jantung bayinya bagaimana, dll. Setelah semua dinyatakan siap untuk diinduksi maka induksi persalinan dijalankan. Boleh gak induksi persalinan dilakukan di klinik atau puskesmas ? jawabannya cuman satu yaitu TIDAK BOLEH/ DILARANG KERAS/ HARAM/ NAJIS MUGHOLADOH. Looo kenapa kok gak boleh ? karena pada saat induksi persalinan dilakukan maka kita meletakkan pasien dalam kondisi SIAP. Siap apa maksudnya ? siap untuk antisipasi bila terjadi gawat janin. Siap untuk antisipasi bila terjadi kontraksi rahim berlebihan. Siap untuk antisipasi bila terjadi robekan rahim. Siap untuk antisipasi bila terjadi pecah ketuban. SIAP untuk antisipasi bila terjadi perdarahan pasca persalinan akibat induksi. Dan SIAP untuk melakukan operasi sesar bila ditengarai dibutuhkan operasi sesar darurat pada saat induksi persalinan. Makanya team kamar operasi di RS tempat saya bekerja sebelum bubaran tugas mereka selalu bertanya ke kamar bersalin apakah ada pasien yang sedang dilakukan induksi persalinan… bila dijawab SEDANG ADA INDUKSI PERSALINAN oleh bidan kamar bersalin maka seluruh team kamar operasi termasuk dokter bius gak boleh pulang sebelum ada keputusan apakah induksinya berhasil atau tidak. Tapi dok… kemaren saya diinduksi di klinik… saya diinduksi di bidan… saya diinduksi di puskesmas… gimana donk ? ya terserah yang menginduksi, jangan ngobrol ke saya donk… mungkin hal tersebut berkaitan ada kebijakan tertentu dari pihak dinas kesehatan/ pemerintah, bisa juga berkaitan dengan NEKAT.

Kapan saja sih dokter kandungan menyarankan untuk melakukan induksi persalinan ? indikasi untuk melakukan induksi persalinan tidak absolut artinya disesuaikan dengan kondisi medis saat itu dan pertimbangan berbagai faktor resiko bila dilakukan induksi. Induksi biasa dikerjakan bila:

  1. Hamil lewat waktu. hamilnya udah ngelewatin tanggal taksiran persalinan maka dokter kandungan seringkali menyarankan untuk melakukan induksi, terutama pada pasien yang KONTROL TERATUR SEJAK HAMIL MUDA (test hamil positif) DI DOKTER KANDUNGAN sehingga tanggal taksiran persalinannya lebih akurat dan tepat. Bila pasien menolak induksi maka mesti punya alasan kuat dan maksimal nolaknya cuman sampe 2 minggu pasca tanggal taksiran persalinan bila kondisi janin nampak baik. Tetapi mesti diingat terdapat 1% resiko kematian janin mendadak pada 40-41 minggu dan 4% kematian janin mendadak pada 41-42 minggu. Kita tidak pernah tahu dimana takdir kita berada, apakah di 99% ataukah 1%.
  2. Ketuban pecah. Ketuban pecah dini adalah ketuban pecah dimana 1 jam kemudian tidak diikuti tanda-tanda persalinan. Terdapat bahaya pada ketuban pecah yaitu infeksi rahim, infeksi ibu, infeksi janin, tali pusat mendahului janin, gawat janin, emboli cairan ketuban (kalo emboli, masuknya cairan ketuban ke dalam peredaran darah ibu hamil/ bersalin, yang terjadi maka angka kematian ibu hamil/ bersalin mencapai 70%, dan ini tidak bisa diprediksi atau pun dicegah), kekeringan ketuban, janin ketelan ketuban jahat, dll.
  3. Kegagalan pertumbuhan janin. Pada kasus ini dokter kandungan mesti sangat berhati-hati dalam memutuskan untuk melakukan induksi persalinan yaitu janin dalam kandungan yang gagal tumbuh mencapai berat optimal biasanya sudah mengalami stress yang berat sehingga bila kondisi mulut rahim belum matang maka kebanyakan akan melakukan operasi sesar, utamanya bila ketuban sangat sedikit atau kegagalan tumbuhnya sangat berat. Boleh gak diinduksi ? boleh, dengan pengawasan super ketat dan resiko super tinggi.
  4. Ketuban sedikit. Artinya janin tidak memiliki pelindung lagi disekeliling tubuhnya atau pelindungnya tipis banget sehingga janin dapat bersentuhan langsung dengan dinding rahim. Hal ini sangat berbahaya karena sewaktu-waktu yang bersentuhan itu adalah tali pusatnya terjepit antara dinding rahim dan badan janin, akibatnya janin bisa sesak nafas s/d mati dalam rahim.
  5. Diabetes dalam kehamilan. Tergantung dari resiko kemacetan persalinan yang mungkin terjadi. Bila diduga terdapat kemungkinan besar terjadi kemacetan persalinan yang tinggi pada ibu hamil dengan kencing manis maka dokter tidak akan membiarkan pasien diinduksi. Yang paling berbahaya pada ibu hamil diabetes adalah ketika melahirkan bayi terjadi kemacetan bahu janin dan ini sifatnya FATAL LETHAL artinya bayi cuman punya waktu nafas 1 menit.
  6. Darah tinggi dalam kehamilan. Hal ini dilakukan di RS dengan fasilitas yang lengkap dan tenaga dokter pengawas yang memadai karena pada darah tinggi yang disebabkan oleh keracunan kehamilan/ pre-eclampsia maka terdapat resiko terjadinya kejang dalam kehamilan sewaktu-waktu walopun sudah mendapatkan obat anti kejang. Masih banyak ibu hamil yang SUDAH TERDETEKSI DARAH TINGGI sejak hamil muda TETAPI TIDAK DIRUJUK ke rumah sakit atau dokter kandungan padahal kalo sudah darah tinggi maka kontrol kehamilannya wajib di rumah sakit atau praktek dokter kandungan, TIDAK BOLEH kontrol di bidan/ klinik/ puskesmas. Pada darah tinggi dalam kehamilan, persalinan tidakboleh berlangsung normal begitu saja tetapi mesti dilakukan bantuan yaitu dengan menarik bayi dengan tang atau vaccuum saat pembukaan lengkap dan kepala janin sudah turun jauh alias sudah nampak di depan liang vagina, hal ini untuk mencegah terjadi stroke/ lumpuh separo akibat pecahnya pembuluh darah pada ibu hamil saat mengejan.
  7. Berbagai kondisi kehamilan lainnya.

Apakah induksi persalinan itu ada resikonya ? tentu saja ada. Tidak ada hidup tanpa resiko. No pain no gain. Gak mau resiko ya jangan hamil. Gak mau resiko ya jangan bersalin. Gak mau resiko ya jangan induksi. Gak mau resiko ya jangan operasi. Gak mau resiko ya gak usah ngapa-ngapain. Apa saja resiko induksi persalinan ?

  1. Induksi tidak berhasil. 75% ibu hamil yang diinduksi mengalami keberhasilan untuk melahirkan secara normal. 25% mengalami kegagalan induksi karena beberapa faktor antara lain mulut rahimnya belum matang/ belum ada pembukaan/ belum lunak/ belum ada mules sebelumnya. Kalo gagal gimana donk ? ya operasi sesar, cuman itu.
  2. Terjadi gangguan detak jantung janin yang dikenal dengan gawat janin. Induksi persalinan menimbulkan kontraksi rahim dan akibat kontraksi rahim maka terjadi penurunan kadar oksigen dan aliran darah ke janin sehingga detak jantung janin dapat menurun. Awalnya mungkin saja terjadi kompensasi yaitu bisa naik dulu kemudian setelah lama kelamaan janinnya gak kuat maka akan lagsung ngedrop.
  3. Hal ini terutama bila saat timbulnya kontraksi rahim terjadi pecah ketuban tetapi persalinan tidak kunjung maju alias sudah dirangsang tapi gak lahir juga. Sebab dengan pecahnya ketuban maka terdapat hubungan antara dunia luar dengan janin dan dinding rahim ibu hamil. Jadi bila ketuban pecah, dan kondisi kehamilan memungkinkan untuk dirangsang, maka bila terjadi kegagalan rangsangan atau induksi maka ibu hamil akan langsung dioperasi.
  4. Robekan rahim.
  5. Perdarahan saat melahirkan. Hal ini disebabkan rahim ibu hamil tidak mengalami kontraksi rahim setelah melahirkan sehingga pembuluh darah rahim tidak ada yang menjepit akibatnya terjadi perdarahan hebat. Hal ini tidak bisa dicegah dan tidak bisa diprediksi.

Oke deh… dah capek nulisnya. Selamat membaca. Selamat bergabung di grup facebook ibu hamil kiuttt hello kitty.

TULISAN 46. KEHAMILANKU SUDAH MELEWATI HPL

Kehamilan dikatakan postterm atau lewat bulan bila umur kehamilan sudah mencapai 42 minggu atau lewat 2 minggu dari tanggal taksiran persalinan (40 minggu) tetapi sang ibu hamil belum juga melahirkan sang buah hati. Kehamilan dikatakan normal bila tidak melebihi 40 minggu. Tetapi memang harus dimaklumi bahwa wanita hamil itu unik yaitu sebanyak 5% wanita hamil ternyata melampaui usia kehamilan 40 minggu baru melahirkan bayinya.

Bila ibu hamil mengalami kehamilan melebihi 40 minggu maka kemungkinan ibu hamil salah menentukan tanggal haid terakhirnya (hari pertama haid terakhir). Tetapi di era modern saat ini dimana perkembangan USG sudah sangat maju dari yang abal-abal sampe yang beneran maka kejadian kehamilan lewat bulan sudah jarang ditemui walopun masih banyak khusus untuk negara Indonesia tercinta ini. Karena apa ? kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan atau rumah sakit masih rendah, belum lagi terhalang oleh sistem kesehatan negara kita, misalnya BPJS yang kalo kehamilannya gak bermasalah maka ibu hamil gak boleh periksa di rumah sakit. Padahal deteksi dini itu jauh lebih penting daripada terlambat.

Apa sih penyebabnya kok bisa hamil lewat bulan ? sebetulnya belum ada yang tau secara pasti penyebabnya karena keterbatasan ilmu manusia, tetapi para ahli mengumpulkan data-data bahwa mereka yang beresiko mengalami kehamilan lewat waktu antara lain:

  1. Kehamilan yang lalu juga lewat waktu
  2. Riwayat haidnya gak teratur
  3. Kehamilan pertama
  4. Ibu hamil obesitas (gendut bingiiiiitttsss)
  5. Riwayat keluarganya ada yang hamil lewat waktu

Apa sih resikonya kalo hamilnya lewat waktu ? bila ibu hamil mengalami kehamilan yang lewat dari waktunya maka dapat menyebabkan bayinya makin besar, bayinya stress, gawat janin, gangguan nafas berat, ketelan ketuban jahat, ketubannya sedikit bahkan bisa sampe kering, bayi mati mendadak dalam rahim (perbandingannya 1:1000. Tetapi kita tidak pernah tahu apakah kita masuk golongan yang selamat 999 atau golongan yang mati 1), aliran darah ke bayi menurun, dan untuk jangka panjang kemungkinan mengalami gangguan tumbuh kembang,  gangguan kecerdasan/ pola makan/ pola tidur.

Lalu apa yang harus dikerjakan oleh ibu hamil ? dokter kandungan akan melakukan pemeriksaan rekaman jantung bayi untuk menilai kesejahteraan janin dalam rahim, melalukan pemeriksaan USG untuk melihat kondisi janin dan termasuk cairan ketuban. Bila ternyata dari hasil pemeriksaan didapatkan hasil yang tidak memuaskan maka dokter kandungan akan menganjurkan untuk melahirkan bayinya, bisa dengan jalan induksi persalinan/ rangsangan persalinan atau operasi sesar, semua tergantung hasi pemeriksaan.

Bagaimana bila ibu hamil menolak untuk induksi dan juga menolak operasi sesar ? ya boleh-boleh saja karena itu adalah hak pasien. Pemeriksaan kedokteran itu juga bersifat probabilitas/ kemungkinan dan tidak ada manusia yang bisa menjamin 100% kondisi janin sehat dalam rahim ibu. Jadi ibu hamil boleh berpikir ulang dan mempertimbangkan ulang advis dokter karena ibu hamil tentu tahu apa yang terbaik bagi kehamilannya. Saat ini dunia kedokteran sudah makin maju dengan berbagai alat pendeteksi dini adanya masalah pada janin dalam rahim tetapi mesti pula diingat bahwa itu tidak bisa 100% tepat karena dokter bukan Tuhan dan deteksinya pun pakai alat buatan manusia. Saat ini untuk induksi persalinan pun masih banyak perbedaan pendapat dikalangan para ahlikedokteran di dunia yaitu:

  1. Kelompok pertama berpendapat bahwa ibu hamil yang belum ada mules dan belum ada pembukaan maka langsung di operasi sesar karena percuma di induksi karena kebanyakan gagalnya sehingga hanya buang-buang waktu.
  2. Sedangkan kelompok yang lain berpendapat bahwa pokoknya semua kalo lewat waktu ya mesti diinduksi walopun belum ada mules atau belum ada pembukaan. Kalo gagal baru di operasi sesar. Kalo saya ikut kelompok yang kedua karena masih perlu ikhtiar donk untuk melahirkan normal, kalo gagal atau hasil pemeriksaan janin mulai meragukan barulah kita operasi sesar.

TULISAN 47. KATA DOKTER KADAR Hb DALAM DARAHKU KURANG DARI 10

Ibu hamil: dok… saya kok selama hamil ini sering merasa lelah, pusing, rasanya hamil ini berattttt bingitsss… katanya bu bidan saya kurang darah.

Dokter cucuk kiuttt hello kitty: hmmm…. bisa jadi ibu menderita anemia, sebab ibu nampak pucat dan lesu… sepertinya ibu lelah… pasti kecapekan ya abis setrika ngepel nyapu cuci piring ? pasti suaminya kerja ya ? ntar kalo suaminya sudah pulang, suruh aja ngegantiin kerjaan ibu… setrika nyapu ngepel cuci-cuci… ibu hamil cukup duduk sante megang remote tv sambil nonton film korea atau film india…

Setiap wanita hamil itu memiliki resiko untuk terjadinya anemia selama kehamilan, biasanya anemia kurang besi (AKB). Ibu hamil akan mengalami rasa lemas dan mudah lelah selama berlangsungnya kehamilan. Anemia adalah suatu kondisi dimana tubuh kita tidak berenergi akibat kekurangan zat hemoglobine (Hb) yang berfungsi untuk mengikat oksigen dan dialirkan ke paru-paru dan seluruh bagian tubuh ibu hamil. Nah hemoglobine itu dibentuk dengan menggunakan zat besi yang diperoleh dari makanan ibu hamil sehari-hari.

Kenapa sih ibu hamil beresiko terkenan anemia ? selama proses kehamilan tentunya terjadi perubahan dalam tubuh ibu hamil, termasuk meningkatnya kebutuhan zat besi. Zat besi ini dipake untuk membuat hemoglobin. Selama kehamilan jumlah volume pengencer darah (plasma) meningkat sekaligus tubuh ibu hamil juga bekerja mempersiapkan sistem peredaraan darah untuk pertumbuhan janin dalam kandungan. Akibatnya jelas zat besi akan terkuras sehingga bila ibu hamil memiliki kadar zat besi yang sedikit maka akan terjadi kekurangan darah, kekurangan hemoglobin. Paham gak ? kalo gak paham… ya udah… gpp… ayo kita bilang om bingung om… om telolet om…

Kalo dibiarkan saja maka anemia ini akan mempengaruhi kehamilan. Kan udah dijelaskan diatas bahwa tubuh ibu hamil itu mempersiapkan sistem peredaran darah bagi janin dalam kandungan… lahhh kalo ibunya kurang darah maka janinnya kurang optimal pertumbuhannya bahkan terjadi hambatan dalam peredaran darah di tempat tumbuhnya janin. Akibatnya janin mudah untuk lahir prematur (kurang bulan) bahkan janin bisa kurus kering… lama-lama janinnya bisa GAME OVER.

Ibu hamil harus mengetahui faktor-faktor resiko yang dapat menyebabkan kehamilan mengalami anemia/ kurang darah, antara lain:
1. Jarak kehamilan terlalu dekat, kurang dari 2 tahun. Tuhhh makanya bila ibu hamil lagi sebelum anaknya berusia 2 tahun, akan tergolong pada kehamilan resiko tinggi, sehingga sebaiknya kontrolnya di rumah sakit/ dokter kandungan, jangan di klinik, jangan di bidan, jangan di puskesmas. Minta saja dirujuk ke rumah sakit/ dokter kandungan.
2. Hamil bayi kembar
3. Mual muntah hebat selama kehamilan, sehingga gak ada makanan yang masuk, akibatnya kekurangan zat besi dalam makanan.
4. Malas makan daging, ikan dan sayuran
5. Sebelum hamil, haidnya banyak.

Gejala-gejala yang sering dirasakan oleh ibu hamil yang mengalami anemia antara lain:
1. Mudah lelah dan letih serta lesu
2. Pucat
3. Jantung berdebar-debar
4. Nafas pendek-pendek
5. Sering pusing dan berkunang-kunang (selama tensinya normal)
6. Seringkali terlihat makan sesuatu yang bukan makanan normal, dikenal dengan istilah PICA. Seperti ngemil bawang, ngemil terigu, ngemil sabun, dll.

Keluhan yang ditimbulkan akibat anemia dapat sama persis dengan keluhan ibu hamil yang tidak mengalami anemia sehingga perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter kandungan, termasuk pemeriksaan laboratorium. Ibu hamil akan dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin dalam darahnya oleh dokter kandungan pada saat pertama kali kontrol dan pada saat tertentu dalam kehamilan untuk melakukan evaluasi dan kontrol ketat selama kehamilan.

Anemia dalam kehamilan dapat dicegah dengan jalan meningkatkan kualitas gizi harian ibu hamil. Ibu hamil mesti rutin memakan daging merah, ikan, dan sayuran yang mengandung zat besi seperti bayam. Negmilnya juga harus yang berprotein tinggi seperti tahu, tempe, ikan teri, ikan sepat, daging dendeng kecil-kecil, ikan mujair kecil yang digoreng kering… sambil nonton korea kan asyik tuh ngemil begituan…. jangan ngemil kripik, singkong, gorengan… kurang bermanfaat bagi ibu hamil… minum jus jeruk, jus tomat, jus mangga… sangat bermanfaat bagi ibu hamil… vitamin hamil diminum…

SELAMA KEHAMILAN… YANG WAJIB MINUM VITAMIN HAMIL ADALAH SUAMI… ???????
EH MAAP… KELIRU… YANG WAJIB MINUM VITAMIN HAMIL ADALAH ISTERI… GAK USAH PAKE ALASAN OBATNYA BAU, OBATNYA GEDE, OBATNYA GAK ENAK… KALO TETAP GAK MAU MINUM YA UDAH GPP, SURUH AJA SUAMI YANG MINUM, KALI-KALI AJA NTAR SUAMINYA PENGEN IKUTAN HAMIL…?

Bila ibu hamil datang dengan keluhan anemia maka dokter kandungan akan memeriksa penyebab kekurangan hemoglobin ibu hamil dan bila ternyata penyebabnya adalah bukan akibat kekurangan zat besi melainkan akibat kelainan darah maka ibu hamil akan ditangani oleh dokter penyakit dalam. Bila ibu hamil pernah mengalami operasi lambung atau bila perutnya sulit menerima dan mencerna zat besi maka ibu hamil akan menerima zat besi melalui cairan infus.

Oke deh saya rasa cukup sekian dulu.

TULISAN 53. SAAT HAMIL, AKU TERKAPAR AKIBAT PENYAKIT TYPHUS

Demam thyphoid atau dikenal juga dengan demam usus merupakan infeksi bakteri yang disebabkan oleh kuman salmonella typhi. Kuman salmonella tiphy merupakan kuman yang menimbulkan racun pada makanan. Ketika kuman salmonella masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang tercemar maka kuman tersebut akan memperbanyak diri alias tumbuh dan berkembang jumlahnya kemudian masuk ke dalam aliran darah dan akhirnya masuk ke organ tubuh.

Ada juga infeksi lain yang mirip yang dikenal dengan infeksi paratyphi tetapi gejalanya lebih ringan daripada infeksi typhi/ infeksi tipus. Kumannya sama tetapi golongannya beda.

Kalo demam paratyphi disebabkan oleh salmonella paratyphi dan merupakan kuman yang sering ditularkan melalui makanan yang dibeli diluar rumah/ pinggir jalan yang tidak dijaga kebersihannya, baik dalam segi pembuatannya maupun kemasannya/ pembungkusannya ataupun pemajangannya.

Walopun penyakit paratyphoid dan penyakit typhoid berbeda kumannya tetapi biasanya disebut saja dengan typhoid oleh dokter karena lebih populer di masyarakat dan lebih mudah untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Penyakit typhoid sangat menular. Ibu-ibu hamil perlu mengetahui bagaimana caranya infeksi typhus ini menyebar, antara lain:

  1. Memakan/ meminum makanan/ minuman yang terkontaminasi oleh orang yang sedang sakit typhus. Biasanya pada ibu hamil yang kurang menjaga kebersihan diri (malas cuci tangan) dan pada makanan yang kurang dijaga kebersihannya, pembuatannya tidak higienis, pemajangannya tidak menjaga kebersihan, penyajiannya tidak memperhatikan kebersihan, dan pembungkusannya tidak memperhatikan kaidah kesehatan dan kebersihan.
  2. Hand to mouth transmission (penularan dari tangan ke mulut) setelah memakai toilet umum ataupun makan kue tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
  3. Kualitas air yang kurang baik. Yah kita tahulah selama ini kita bayar mahal air yang kualitasnya gimanaaaa gitchuuu…
  4. Makan sayuran dan buah-buahan yang nyucinya pake air yang tercemar… sulit dehhh… gimana lagi… air keran saja sudah gak terlalu bersih (cuman bening doank, buktinya gak bisa minum langsung dari keran kayak di luar negeri), ya udah deh pake bismillah saja… semoga gak sakit typhus… aamiin. Belum lagi saat sedang di tanam di ladang disiram pake pupuk yang jelas mengandung kuman, disiram pake air selokan… ya iyalah masa disiram pake aqua… yahhh ikhtiarnya sayuran dan buah mendingan di cuci saja pake air keran dan sabun sayuran atau buah… selebihnya pasrah saja… waahhh saya jadi takut makan lalapan nih… iya kalo penjualnya nyucinya bersih, kalo gak ?
  5. Susu/ es krim yang tercemar. Minuman kemasan juga bisa tercemar dengan kuman salmonella typhi dan salmonella paratyphi.
  6. Di luar negeri, kerang merupakan salah satu sumber utama penularan kuman salmonella typhi.

Apa sih gejala dari penyakit typhoid ini ?

Ibu-ibu hamil yang terkena penyakit ini mesti bisa bercerita dengan gegap gempita semangat 45 karena udah ngerasain gimana sakitnya… gimana menderitanya… sedang hamil… mual muntah… eeeladalah ditambah typhus pula… cape dehhhh…

Gejala sakit typhus itu bisa berbagai macam bentuk bahkan ada yang mirip-mirip dengan demam berdarah ataupun malaria. Sehingga lumayan sulit juga menyatakan ibu hamil sakit typhus hanya dari gejalanya saja tanpa melakukan pemeriksaan laboratorium.

Gejala-gejala dibawah ini mungkin ada pada ibu hamil yang menderita sakit typhus walopun tidak khas (tidak selalu ada) antara lain:

  1. Sakit kepala hebat
  2. Menurunnya selera makan
  3. Nyeri perut
  4. Sulit BAB ataupun malah diare
  5. Nadi lemah
  6. Berat badan turun
  7. Kelelahan dan merasa lemas
  8. Pusing bin linglung
  9. Badannya merah-merah seperti alergi tetapi tidak gatal, tidak bisa hilang seketika, biasanya hilang dalam 4-5 hari kemudian.
  10. Demam lumayan tinggi yang makin parah kalo sudah menjelang sore/ malam hari.
  11. Pembesaran liver dan limpa.

Apabila tidak diobati maka penyakit typhus akan makin parah dan bisa berlangsung lama bahkan bisa berakibat fatal antara lain:

  1. Usus bocor sehingga be’olnya tumpah ke dalam perut.
  2. Perdarahan dalam perut.
  3. Proses penyembuhan dan pemulihan akan berlangsung sangat lama. Dan bila berobatnya tidak tuntas alias belum sembuh sudah berhenti berobat maka penyakit typhus tersebut akan balik lagi.

Apakah kehamilan akan membuat sakit typhusnya makin parah ? sebetulnya sih tidak juga. Karena ternyata dari berbagai kasus, usus wanita hamil lebih kuat daripada wanita yang tidak hamil sehingga kebocoran usus akibat typhus lebih sering terjadi pada wanita yang tidak hamil daripada wanita hamil. Pada wanita hamil, sakit typhus sering dibarengi dengan batuk, walopun ini bukan tanda khas. Sebaiknya segera berobat ke dokter penyakit dalam/ dokter kandungan terdekat apabila merasa ada yang tidak beres dengan kesehatan ibu hamil.

Dokter akan memeriksakan laboratorium pada wanita hamil yang diduga menderita typhus antara lain pemeriksaan widal. Bahkan kalo perlu dilakukan pemeriksaan kultur darah walopun rasanya di karawang-cikampek agak sulit melakukan hal ini karena keterbatasan fasilitas laboratorium rumah sakit. Ibu hamil juga akan diperiksa darah karena tidak jarang kuman typhus bikin ibu hamil jadi anemia. Setelah ibu hamil dinyatakan menderita typhus maka dokter penyakit dalam akan memberikan obat antibiotika untuk membunuh kuman typhus. Semakin lama tidak diobati maka penyembuhan typhus akan makin lama pula.

Apakah obat typhus aman bagi kehamilan ? tidak ada satupun obat di muka bumi ini yang aman 100% pada wanita hamil. Dokter akan meresepkan obat yang paling mendekati aman pada kehamilan. Coba ntar baca postingan saya yang lampau tentang “minum obat antibiotika pada kehamilan”. Jadi penggunaannya harus sesuai dengan kebutuhan pengobatan ibu hamil. Bila ibu hamil gak mau minum obat akibat kepikiran takut kenapa-kenapa dengan janinnya maka bila tidak diobati akan terjadi masalah yang lebih parah lagi pada kehamilannya. Jangan takut pada resiko yang tidak pasti. Hidup ini selalu ada resiko… gak ada itu istilah “pokoknya aman” atau “pokoknya selamat”… yang bikin selamat dan aman itu adalah ALLAH SWT, bukan manusia, bukan dokter, bukan kyai, bukan ustadz… memohonlah hanya pada Allah SWT. Kalo resikonya ternyata  terjadi maka jangan nyalahin orang lain. Gak mau resiko ? jangan sakit typhus ! jangan hamil ! gitu aja kok repot.

Apakah sakit typhus bisa bikin masalah pada kehamilan atau janin dalam kandungan ?

Sampai detik ini tidak terlalu banyak informasi yang diperoleh mengenai dampak dari typhus terhadap kehamilan ataupun janin dalam kandungan. Tetapi perlu diingat bahwa penyakit typhus merupakan penyakit yang sangat serius sehingga jangan dianggap enteng terutama pada wanita hamil. Karena bila tidak berobat akan menimbulkan komplikasi serius pada wanita hamil. Dari beberapa penelitian didapatkan bahwa:

  1. Kuman typhus bisa melewati aliran darah placenta dan menimbulkan infeksi bahkan keguguran.
  2. Sakit typhus dapat menyebabkan peningkatan resiko kelahiran premature dan bayinya lahir kecil.

Ada suatu studi kasus terhadap 15.940 kelahiran dengan 25 kasus penyakit typhus, dari 25 kasus ini ditemukan bahwa terdapat 1 kasus terjadi keguguran, 6 kasus janin mati mendadak dalam kehamilan, 6 kasus lahir premature dan 12 kasus lahir normal saja tanpa masalah berarti. Pada kasus yang bermasalah ini ternyata terjadi hanya pada wanita hamil yang tidak berobat untuk penyakit typhusnya.

Udah ahhh… capek nih nulisnya… yang penting ibu hamil udah pada tau bahwa sakit typhus pada kehamilan itu berbahahahayaaaaa.

TULISAN 55. AKU TERKENA DIABETES SAAT HAMIL

Dapat terjadi pada siapapun. Looo… padahal gak pernah sakit diabetes sebelumnya… ya… makanya disebut dengan gestasional diabetes. Artinya terjadinya saat kehamilan berlangsung. Pada gestasional diabetes (GDM) sama saja prosesnya seperti diabetes lainnya yaitu penyakit yang menunjukkan bagaimana sel-sel tubuh ibu hamil mengolah gula dalam darah. Kadar gula darah yang tinggi pada wanita hamil dapat berakibat 2 hal yaitu mempengaruhi kesehatan ibu hamil dan mempengaruhi kesehatan janin dalam kandungannya. Banyak sekali komplikasi kehamilan yang dapat disebabkan oleh GDM. Tetapi jangan kuatir… ibu hamil dapat mengontrol kadar gula darahnya dengan jalan:

  1. Makanan sehat
  2. Olah raga pagi
  3. Minum obat diabet secara teratur
  4. Kontrol kehamilan secara teratur ke dokter kandungan, utamakan pada 1 rumah sakit saja sehingga dapat dipantau secara berkesinambungan.
  5. Kontrol diabet secara teratur ke dokter penyakit dalam, utamakan pada 1 rumah sakit saja sehingga dapat dipantau secara berkesinambungan.
  6. Tambahan super penting: sedekah harian Rp 4000,-/ hari dengan niat sembuh, sehat, selamat, dan lancar kehamilan.

Pada wanita hamil yang menderita GDM, bila gula darahnya terkendali maka dapat meningkatkan kualitas kehamilannya dan kesehatan janin dalam kandungannya. Pada GDM kadar gula darah akan kembali normal setelah melahirkan. Tetapi perlu diingat bahwa wanita yang sudah pernah mengalami GDM maka beresiko untuk menjadi diabetes Mellitus beneran dikemudian hari sehingga perlu rajin check up di dokter penyakit dalam secara teratur setelah melahirkan.

Apa sih tanda-tandanya terkena GDM ?

Sebagian besar wanita hamil tidak akan merasakan tanda apapun… karena memang tidak khas. Walopun tanda dari diabetes pada umumnya dapat saja muncul seperti banyak pipis, banyak makan dan haus melulu.

Di luar negeri, setiap wanita yang test hamilnya positif, langsung segera memeriksakan diri ke dokter kandungan. Looo buat apa ? untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan ibu hamil di awal kehamilan… dan untuk mencari faktor resiko yang mungkin dapat timbul pada kehamilan dan persalinan. Juga untuk merencakan proses persalinannya kelak dikemudian hari. Tapi di era BPJS seperti ini hal tersebut sudah hampir tak mungkin lagi sebab dana yang dikucurkan oleh BPJS untuk pemeriksaan ibu hamil sudah dibuat paket murah meriah sehingga gak mungkin pemeriksaan ibu hamil bisa paripurna lengkap dan manusiawi… saya tidak tahu bagaimana anggapan BPJS terhadap rakyat kecil yang pake BPJS… dianggap manusia atau bukan ? buktinya pegawai BPJS ada tambahan asuransi inhealth…

Pemeriksaan gula dalam kehamilan untuk deteksi dini diabetes akan dilakukan beberapa kali dalam kehamilan dimulai sejak saat ibu hamil kontrol pertama kali ke dokter kandungan. Kemudian saat kehamilan masuk ditengah-tengah antara hamil mudan dan hamil tua. Kalo ibu terkena diabetes baik sebelum hamil maupun saat hamil maka jadwal kontrol ibu hamil di rumah sakit menjadi lebih ketat, lebih sering daripada ibu hamil yang normal. Tujuannya untuk memantau perkembangan kadar gulanya dan kesehatan kehamilannya. Pada umumnya tanda-tanda munculnya GDM itu dimulai pada 3 bulan terakhir usia kehamilan. Bila ibu hamil menderita GDM maka ibu hamil akan ditangani oleh dokter kandungan dan dokter penyakit dalam bahkan tidak jarang juga ditangani oleh dokter bedah bila terdapat komplikasi yang lainnya. Dokter penyakit dalam akan berusaha menurunkan kadar gula darah ibu hamil secara bertahap. Ibu hamil juga akan ditest kadar gula darah lebih sering secara teratur untuk memantau efektivitas pengobatan yang diberikan. Setelah melahirkan pun ibu-ibu nifas yang tadinya mengalami GDM saat hamil akan dilakukan test gula secara teratur oleh dokter penyakit dalam untuk melihat apakah kadar gulanya kembali ke normal atau tidak.

Sampai hari ini belum diketahui kenapa ada wanita hamil yang kena GDM dan kenapa ada yang tidak. Padahal sama-sama hamil. Mekanismes ibu hamil terkena GDM sebagai berikut:

Tubuh ibu hamil itu mencerna makanan yang masuk ke dalam perut untuk kemudian dirubah menjadi gula yang pada akhirnya masuk ke dalam pembuluh darah. Kemudian kelenjar pankreas, kelenjar penting dalam perut, memproduksi hormon insulin. Hormon insulin itu nantinya akan membawa gula dari pembuluh darah untuk masuk ke dalam sel-sel tubuh dan akhirnya digunakan sebagai energi.

Selama hamil, placenta atau ari-ari, yaitu bagian penting yang menghubungkan antara ibu hamil dan janin dalam kandungan untuk mengalirkan darah dari ibu ke janinnya akan memproduksi berbagai hormon untuk kehamilan. Nah hormon-hormon tersebut akan mengganggu kerja dari hormon insulin sehingga kadar gula darah akan naik. Normalnya, setelah makan memang terdapat sedikit kenaikan kadar gula darah. Seiring dengan pertumbuhan janin, maka placenta akan makin banyak memproduksi hormon-hormon kehamilan. Nahhh… pada ibu-ibu yang menderita GDM ternyata pegaruhhormon-hormon tersebut begitu kuat mempengaruhi insulin sehingga berakibat terjadi peningkatan kadar gula yang berlebihan dalam tubuh yang pada gilirannya akan mempengaruhi pertumbuhan janin dan kesehatan janin dalam kandungan. Biasanya GDM itu munculnya pada trimester 2-3… ya kira-kira pertengahan usia kehamilan.

Apa saja sih faktor resiko untuk terkena GDM ? sebetulnya semua wanita hamil beresiko terkena gestasional diabetes (GDM) tetapi ada beberapa faktor yang makin meningkatkan resiko… belum pasti terjadi… cuman beresiko saja… syukur-syukur tidak terjadi… aamiin

  1. Semua ibu hamil yang usianya lebih dari 25 tahun
  2. Riwayat keluarga ada yang menderita Diabetes Mellitus.
  3. Sudah menunjukkan gejala-gejala gangguan gula darah sejak sebelum hamil.
  4. Pernah lahiran bayi yang ukurannya 4000g atau lebih.
  5. Pernah lahiran bayi mati yang tidak diketahui penyebabnya.
  6. Ibu hamil super gemuk… terutama yang BMInya 30 atau lebih. BMI itu singkatan dari indeks massa tubuh yang membandingkan tinggi badan dengan berat badan. Ntar tanyain aja ke dokter gimana caranya ngukurnya.
  7. Ibu hamil kulit berwarna. Jadi kalo ibu hamil bule katanya sih jarang yang terkena GDM.

Bila ibu hamil menderita diabetes oleh sebab apapun dan tidak diobati secara teratur, tidak kontrol secara teratur, maka akan menyebabkan gangguan serius pada kehamilannya dan juga pada janin dalam kandungannya. Komplikasi kehamilan lebih sering terjadi pada diabetes yang tidak berobat secara teratur. Adapun komplikasi yang mungkin terjadi pada ibu hamil yang terkena GDM antara lain:

  1. Berat badan janin besar, karena mesti ada gula yang masuk ke dalam peredaran darah janin sehingga memaksa kelenjar pankreas janin untuk memproduksi extra insulin. Lama-lama bayinya menjadi besar yang dapat mengakibatkan meningkatnya resiko nyangkut dijalan lahir, komplikasi persalinan, terpaksa harus operasi, janin kejepit jalan lahir s/d kematian janin.
  2. Janin susah bernafas, pada ibu hamil yang menderita GDM walopun melahirkan pada kehamilan tua tetap beresiko untuk terjadinya kegagalan bernafas pada bayinya. Belum lagi resiko lahiran premature. Dari hasil penelitian ternyata terdapat resiko peningkatan kemungkinan lahiran premature pada ibu hamil yang menderita diabetes.
  3. Sering lahir premature
  4. Bayi saat lahir mengalami kekurangan gula.
  5. Bayi bisa menderita diabetes kelak saat dewasa.
  6. Kematian bayi mendadak baik sebelum lahiran ataupun saat melahirkan ataupun setelah melahirkan, terutama bagi ibu hamil yang menderita diabetes tetapi tidak diobati secara teratur. Jangan sampe kehabisan obat baru kontrol ke dokter penyakit dalam, sebelum obat habis harus kontrol.

Resiko pada ibu hamil juga meningkat bila menderita diabetes, antara lain:

  1. Kemungkinan timbul komplikasi kehamilan yang lain yaitu keracunan kehamilan, ditandai dengan darah tinggi saat hamil yang timbulnya disaat hamil saja.
  2. Menderita penyakit diabetes beneran kelak dikemudian hari. Makanya selama hamil dokter kandungan gak bosen-bosen untuk nyuruh ibu hamil makan makanan yang sehat-sehat saja, yang gak penting dan instan sebaiknya dihindari sedapat mungkin.

Dokter kandungan akan meminta ibu hamil untuk periksa gula darah bila ada faktor resiko walopun banyak juga yang tanpa faktor resiko pun diperiksa juga karena semua demi kebaikan ibu hamil sendiri. Bila ternyata ibu hamil menderita diabetes dalam kehamilan maka lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Hindari makanan yang berkadar gula tinggi. Rajin makan sayuran dan buah. Makanan mesti mengandung serat tinggi.
  2. Mesti kontrol teratur ke dokter penyakit dalam untuk mengontrol kadar gula darahnya. Dokter penyakit dalam akan memberikan juga obat-obatan untuk menurunkan kadar gula darah ibu hamil.
  3. Olah raga tiap pagi jalan kaki atau olah raga ringan.
  4. Kontrol teratur ke dokter kandungan atau rumah sakit karena masuk kategori kehamilan resiko tinggi.

Oke ya… jangan lupa untuk sedekah Rp 4000,-/ hari dengan niat untuk kesehatan kehamilannya. Sedekah yang lain tetap dilanjutin, yang ini khusus untuk kehamilan saja. Bagikan ke anak yatim atau masjid tiap 1 minggu sekalia atau 1 bulan sekali.

 

 

 

 

TULISAN 56. IBU HAMIL DI SERBU PENYAKIT GONDONGAN (MUMPS/ PAROTITIS)

Mumps atau parotitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Di Inggris, para wanita sudah biasa mendapatkan imunisasi MMR yaitu mumps – measles – rubella sehingga wanita inggris hampir semuanya memiliki kekebalan terhadap mumps. Bagaimana dengan Indonesia ? sekali lagi kita lihat bentuk ketidak-pedulian pemerintah RI untuk memberikan program imunisasi penting bagi wanita Indonesia. Lebih penting buat MRT daripada kesehatan rakyatnya sendiri. BPJS pasti tidak menanggung imunisasi pelengkap bagi pesertanya padahal bayarnya setiap bulan seumur hidup.

Saat ini tidak banyak diketahui efek samping langsung penyakit mumps terhadap kehamilan tetapi para ahli meyakini bahwa mumps sedikit banyak dapat menyebabkan keguguran pada wanita hamil utamanya hamil muda. Penularan mumps dapat terjadi akibat droplets yaitu melalui bersin atau batuk dari penderita mumps. Biasanya mumps itu sering terjadi pada anak-anak usia 5 – 15 tahun tetapi secara umum dapat menyerang siapa saja dari berbagai usia. Mumps merupakan penyakit ringan tetapi bukan berarti tidak dapat menimbulkan komplikasi serius seperti meningitis, radang paru-paru, hepatitis, adnexitis, dan lain-lain. Jadi kalo menderita mumps harus segera berobat ke dokter umum ataupun dokter spesialis penyakit dalam.

Adapun gejala mumps antara lain:

  1. Demam
  2. Sakit kepala
  3. Nyeri pada rahang atau pipi
  4. Bengkak pada rahang atau pipi
  5. Pembengkakan kelenjar dekat leher

Gejala-gejala di atas biasanya muncul kira-kira 10-15 hari setelah kontak dengan penderita mumps.

Pada wanita hamil yang usia kehamilannya kurang dari 16 minggu memiliki resiko untuk keguguran bila menderita mumps tetapi efek kecacatan terhadap janin dalam kandungan belum pernah dilaporkan selama ini di seluruh dunia. Ya iyalah… setiap kehamilan itu memiliki resiko cacat sebesar 3% pada siapapun yang hamil. Gak ada hamil tanpa resiko, yang penting berdoa dan sedekah supaya hamilnya sehat lancar dan selamat… aamiin.

Boleh gak divaksinasi MMR sebelum hamil ? boleh donkkk… tetapi setelah divaksinasi, gak boleh hamil dulu selama 3 bulan karena pada wanita hamil terjadi penurunan kekebalan tubuh dan vaksin MMR itu berisi virus hidup yang dilemahkan. Harapannya setelah divaksinasi MMR timbul rangsangan tubuh untuk menciptakan zat antibody sehingga mampu melawan infeksi MMR.

Kalo sedang hamil boleh gak di vaksinasi MMR ? gak boleh donk… kan isinya virus hidup sehingga dikuatirkan menimbulkan masalah bagi janin dalam kandungan. Ngtar kalo janinnya digaruk-garuk oleh virusnya gimana ? bisa berabe tooo….

Oke deh… ntar kalo ada pertanyaan, silakan tanya ke dokter penyakit dalam saja.

Marilah rajin bersedekah Rp 4000,- per orang perhari yang dikumpulkan tiap hari dalam kaleng kecil khusus. Sedekah suami dan isteri (jangan digabung ya…), suami sedekah Rp 4000,- dan isteri juga Rp 4000,-. Setiap hari jum’at sedekah tersebut disalurkan suami ke panti asuhan atau masjid. Niat sedekahnya:

  1. Segera punya keturunan/ segera hamil.
  2. tidak terkena penyakit mumps saat hamil
  3. Yang sudah hamil, minta hamilnya sehat, lancar, selamat, mudah, dan aman.
  4. Naik gaji, naik jabatan, suami betah di rumah, makin dimanja suami, dan lain-lain.

Sedekahnya tidak perlu ikhlas, tidak perlu yakin, tidak perlu nunggu kaya, tidak perlu berbagai alasan yang lain… karena ikhlas dan keyakinan tidak bisa dipakai beli nasi oleh anak yatim piatu, ikhlas dan keyakinan tidak bisa dipakai bayar listrik panti asuhan, ikhlas dan keyakinan tidak bisa dipakai bayar duit sekolah oleh anak yatim piatu. Tetapi ingat bahwa setiap senyuman anak yatim akan menggetarrrrkan langit sehingga doa yang dipanjatkan anak yatim akan didengar merdu oleh Allah dan senyuman anak yatim yang menerima sedekah (walopun tak ikhlas) akan membuat Allah melimpahkan rahmatNYA dan mengabulkan hajat serta memberikan segala sesuatu yang terbaik bagi suami isteri yang telah menjadi pejuang sedekah anak yatim. TETAPI KALO IKHLAS MAKA AKAN MAKIN DAHSYAT HASILNYA.

Postingan ini bertujuan untuk mengajak para kiuttters untuk bersama-sama memberikan edukasi/ pendidikan/ pengetahuan bagi ibu-ibu hamil seluruh indonesia sehingga tidak terpengaruh oleh berbagai informasi sesat dari tetangga, pakar hoaxxx, mbah google, dan lain-lain.

TULISAN 57. KENAPA PULA WARNA KETUBANKU HIJAU, PENGENNYA SIH PINK KALO ADA ?

Ketuban berwarna hijau merupakan salah satu tanda pada kehamilan yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil dan petugas kesehatan yang menolongnya. Dibidang kedokteran kandungan dikenal dengan istilah ketuban meconeum.

Ketuban meconeum itu merupakan peristiwa yang lumayan sering terjadi pada kehamilan tua (aterm) dan kelewat tua (postterm) dan kadang-kadang terjadi pada kehamilan premature (cuman 1%). Meconeum itu artinya be’olnya bayi, bila bayi udah lahir maka insya Allah itu normal, tetapi bila terjadi sebelum bayi lahir nahhh itu yang perlu diwaspadai.

Ketuban yang meconeum itu disebabkan oleh peningkatan pergerakan usus bayi (motilitas usus) dan berkurangnya kemampuan janin dan placenta untuk membersihkannya, hal ini dapat terjadi pada janin yang mengalami kesulitan nafas dalam kandungan (fetal hipoksia/ janin kekurangan oksigen).

Dokter cucuk… anak saya yang pertama meninggal dunia karena tertelan ketuban dan kata dokter anaknya MAS, saat ini hamil yang ke-2. MAS itu apa sih dok ? saya takut dok… Apakah nanti bisa ketelan ketuban lagi ?

MAS (meconeal aspiration syndrome) itu merupakan gangguan pernafasan yang sangat berat yang seringkali disebabkan oleh proses yang sifatnya berlangsung lama atau kronis misalnya infeksi pada janin pada ibu-ibu hamil dengan ketuban pecah, bisa juga pada janin yang kekurangan oksigen dalam kandungan misalnya akibat ibu hamil darah tinggi ataupun terjepitnya tali pusat diantara badan bayi dan dinding rahim akibat ketuban yang sedikit, bisa juga akibat kelewatan bulan.

Nah jelas tooo… bila ketelan ketuban hijau kemudian masuk ke paru-paru ya jelas berbahaya bagi janin… kan itu tai-nya janin yang masuk paru-paru… tempatnya tai itu di WC, bukan di dalam paru-paru.

Meconeum itu terbentuk karena janin menelan ketuban selama kehamilan dan menelan ketuban itu adalah proses yang normal karena janin kan berenang di dalam ketuban. Isinya ketuban itu antara lain bulu-bulu halusnya janin, sel-selnya janin, rambut halusnya, lemaknya,  lendirnya janin, dan lain-lain. Lama-lama di dalam usus janin akan terisi meconeum. Meconeum itu akan dinetralisir oleh janin yang sehat dan palcenta dalam kandungan sehingga tidak berbahaya, tetapi pada janin yang sudah tidak sehat maka dapat berbahaya bila keluar meconeum dari ususnya melalui lubang dubur janin kemudian bercampur dengan cairan ketuban yang jernih dan dihisap janin masuk ke paru-paru janin. Bayangin ada barang seperti lem yang lengket masuk ke paru-paru janin… bisa nafas gak janinnya ? pasti gak bisa nafas atau sulit bernafas. Normalnya bayi itu bernafas kecil-kecil dalam rahim, pada kondisi dimana terjadi kondisi kekurangan oksigen maka janin akan berusaha bernafas makin dalam. Contohnya selama proses kontraksi rahim akibat induksi persalinan dimana pada kondisi ketuban yang kurang atau sedikit pada saat kontraksi terjadi hambatan pengembangan dada janin akibat jepitan rahim. Itulah sebabnya kenapa dokter kandungan selalu melakukan testing dulu sebelum induksi/ rangsangan persalinan dan melakukan pengawasan selama proses induksi. Bila diamati ada hal yang mengkuatirkan maka dokter kandungan akan menghentikan proses induksi dan melanjutkan proses persalinan dengan jalan operasi sesar sebelum janinnya kepayahan nafas lebih lanjut.

10% janin akan mengeluarkan meconeum selama dalam kandungan. Hal ini masih belum dapat dijelaskan penyebabnya. Tetapi meconeum itu merupakan tanda-tanda dari hal-hal berikut:

  1. Sistem pencernaan janin sudah matang dan sudah mulai bekerja dengan baik. Meconeum yang dikeluarkan janin sebelum umur kehamilan 34 minggu sangat jarang, biasanya setelah kehamilan 37 minggu ke atas.
  2. Terdapat suasana kekurangan oksigen dalam rahim sehingga terjadi kontraksi usus yang mengakibatkan meconeum keluar. Hal ini seringkali merupakan tanda kegawat-daruratan janin walopun tidak semua janin yang lahir dengan ketuban meconeum itu mesti kondisinya buruk. Tetapi perlu diingat bahwa kondisi meconeum berkaitan erat dengan suasana kurang oksigen, seperti dibekap. Seperti halnya ketuban jernih tetapi janin dapat lahir dengan kondisi gawat. Emangnya siapa berani bertaruh ?
  3. Terjepitnya tali pusat diantara badan janin dan dinding rahim atau dikenal dengan istilah kompresi tali pusat. Bisa juga karena kompresi kepala janin di jalan lahir. Bila kompresi kepala terjadi maka akan timbul yang namanya respon vagal. Syaraf vagal itu merupakan bagian sistem syaraf janin yang mengatur fungsi kesadaran dan juga mengatur sistem pencernaan janin sehingga bila respon vagal ini terangsang maka janin dapat lahir dengan sehat walopun ketubannya hijau.

Ketuban hijau sendiri sudah menunjukkan kegawat-darutan janin baik sebelum melahirkan ataupun saat proses melahirkan dan sangat berbahaya bila dihirup oleh janin.

Apa saja sih faktor resiko yang dapat menimbulkan ketuban hijau ?

  1. Hamil lewat bulan atau ketuaan
  2. Janin kekurangan oksigen
  3. Infeksi dalam kandungan
  4. Placenta sudah tidak berfungsi menghantarkan oksigen dengan cukup ke janin
  5. Gangguan pertumbuhan janin
  6. Darah tinggi saat hamil
  7. Kekurangan ketuban
  8. Persalinan yang berlangsung sangat lama.
  9. Rangsangan persalinan yang menimbulkan respon kontraksi berlebihan dan yang tidak diawasi.

TULISAN 59. SAYA HAMIL TAPI KENA CACAR AIR

Ibu hamil kiuttter (IHK) : Assalamu’alaikum dokter cucuk kiuttt hello kitty… kali ini saya gak mau ikutan bilang power rangers karena dokter cucuk gak mirip power ranger… power ranger itu perutnya 6 packs alias seperti roti kasur, kalo dokter cucuk perutnya 1 packs alias kayak buntelan pupuk tanaman… saya konsul nih dok… saya terkena cacar air, saat ini saya hamil 26minggu… gitu kata bu bidan…

Dokter cucuk kiuttt hello kitty (DCKHK) : whaaaatttt ?!?!?! t e r l a l u… padahal aselinya dalemannya 6 packs, kostumnya memang sengaja dibuat mirip buntelan… maklum sedang dalam penyamaran… mirip-mirip james bond gitu lohhh… dan karena ibu gak percaya kalo saya aselinya 6 packs maka saya gak mau ngejawab… mau bobok saja, ntar saya jawab 1 minggu lagi saja… bye bye…

IHK : ya gini ini yang bikin ngegemesin… gak dikasih bakakak lo ntar kalo saya lahiran… nggak dikasih sate kambing kalo saya akikahan…

DCKHK : haaaaaa ?! ngancemnya kejam bingitsss sihhhh… mauuuuuuuu…. sini bakakaknya…. saya terima dengan senang hati sate kambingnya… jangan lupa… awas kalo lupa…

Seperti sudah diketahui bersama bahwa belakangan ini memang sering saya temui anak-anak kecil yang terkena cacar air. Nah ibu hamil tentu beresiko terkena cacar air juga, apalagi bila tinggal dalam 1 rumah. Apakah cacar air (chicken pox) beresiko pada kehamilan ? jawabannya tergantung. Maksudnya ? bila ibu hamil sebelumnya sudah pernah terkena cacar air maka saat ini tentu tubuhnya memiliki kekebalan terhadap virus cacar air. Dan pada ibu-ibu hamil yang sudah pernah mendapatkan vaksinasi cacar tentunya memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut. Sekali suntik Vaksin cacar air itu efektivitasnya mencapai 80-85% untuk mencegah terkena cacar air, dan bila tetap kena pun gak sampai parah-parah amat. Makanya sekarang di amerika serikat digalakkan suntikan vaksin cacar hingga 2x suntikan dengan jangaka waktu berbeda. Ntar saya tanyain deh ke dokter anak berapa tahun jarak waktunya antara 2 suntikan.

Sebetulnya banyak banget orang dewasa yang kebal terhadap cacar air, tapi tetap bisa kena juga, sehingga ibu hamil yang terkena cacar air juga sedikit banget… yaaaa sekitar 1-5 orang saja diantara 10000 kehamilan. Kalo ibu hamil sampe kena gimana donk ? tenang saja… cacar air hanya sedikit saja kemungkinannya untuk menimbulkan masalah bagi janin dalam kandungan.

Bila ibu hamil sedang hamil muda kurang dari 20 minggu maka terdapat kemungkinan 2% janin ibu mengalami congenital varicella syndrome. Resiko tertingginya pada umur kehamilan 13-20 minggu. Congenital varicella syndrome itu suatu kumpulan gejala antara lain ukuran kepala janin kecil, gangguan syaraf, gangguan penglihatan, cacat tubuh, kelainan kulit dan lain-lain. Janin yang tertular cacar air dalam kandungan dapat terjadi kejang dalam rahim, gagal pertumbuhan, mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan mental (idiot), dan lain-lain. Tapi gak usah kuatir karena kemungkinannya sangat kecil cuman 2% doank… berdoa dan rajin sedekah sama Allah SWT insya Allah akan aman-aman saja. Kalo kehamilannya masih sangat muda bisa keguguran atau bila kehamilannya berlanjut maka janinnya bisa mendadak mati dalam kandungan. Bila ibu hamil terkena cacar air maka dokter kandungan akan melakukan USG untuk mengamati pertumbuhan, perkembangan janin dengan lebih ketat, kontrol makin ketat, dilihat ada cacatnya atau tidak… segalanya makin ketat.

Kalo ibu hamil terkena cacar air saat dekat-dekat melahirkan, gimana donk ? tenang saja… Allah SWT itu Maha Kuasa atas segala yang di langit dan di bumi. Insya Allah janin ibu baik-baik saja. Kok bisa ? ya karena bila ibu hamil terkena cacar air maka 5 hari kemudian sejak terinfeksi cacar air tubuh ibu hamil akan memproduksi antidody yang akan melawan virus cacar air dan seperti yang sudah ibu ketahui bahwa ntar tuh antibody akan memasuki tubuh janin melalui tali pusat sehingga janin ibu juga akan ikut-ikutan kebal terhadap cacar air saat dilahirkan kelak. Kan bayi ibu belum bisa produksi sendiri zat kebalnya sehingga mendapatkan zat kebal dari ibunya donkkkk.

Nahhh yang repot tuh bila terkenanya kurang dari 5 hari sebelum lahiran atau saat melahirkan atau kurang dari 5 hari setelah melahirkan. Sebab pada masa itu tubuh ibu hamil belum memproduksi zat kebal sehingga janin belum sempat memperoleh zat antibody dari ibunya. Kalo ini yang terjadi maka 50% bayi yang dilahirkan dapat terinfeksi cacar air dengan berbagai komplikasinya. Dan ini sangat berbahaya bagi janin atau bayi yang baru lahir. Bila ibu melahirkan terkena cacar air dalam waktu 5 hari setelah melahirkan maka dokter anak akan segera melakukan pertolongan bagi bayi dengan memberikan suntikan varicella zoster imunoglobulin (VZIG) atau dikenal diluar negeri dengan sebutan VARIZIG. Di Indonesia saya gak tau apakah ada obat ini atau gak. Dan bila bayinya tertular maka akan diberikan suntikan antivirus misalnya asiklovir injeksi intravena bila bayinya menunjukkan gejala ada bintiknya atau demam.

Pada wanita hamil bila terkena cacar air maka dapat menyebabkan penyakit infeksi paru yang dikenal dengan varicella pneumonia atau bisa juga terkena lahir premature bayinya.

Apa yang harus ibu hamil lakukan bila selama hamil terpapar oleh orang dengan sakit cacar air ? ibu hamil harus segera ke dokter penyakit dalam atau dokter kandungan untuk diperiksa. Kalo diluar negeri ibu hamil yang terpapar akan dilakukan pemeriksaan darah untuk melihat status kekebalannya terhadap cacar air. Bila kebal maka ya dibiarin saja, tapi bila gak kebal maka akan disuntik dengan VZIG untuk mengurangi resiko kemungkinan tertular atau bila tetap saja tertular ya gak parah-parah banget seperti yang telah saya jelaskan di atas. Harganya ? muahhhalll… gak tau apakah di BPJS ditanggung apa kagak ? tapi apakah di Indonesia obatnya sudah masuk ? saya tidak tahu. Tetapi perlu diingat, suntikan tersebut tidak dapat mencegah janin dalam kandungan ibu hamil tertular infeksi cacar air.

Apakah mesti tertular cacar air ? 90% ya bila yang kena cacar air adalah orang yang tinggal dalam 1 rumah. Terutama bila ibu hamil tidak memiliki kekebalan terhadap cacar air atau belum pernah vaksinasi cacar air.

Apa sih tandanya ibu hamil tertular cacar air ? gampang saja… lihat saja dalam jangka waktu 10-21 hari sejak terpapar dengan orang yang sakit cacar air maka ibu hamil akan mengalami demam-demam ringan, flu ringan, keluar bintik-bintik merah yang ujungnya agak berair dikit.

Bila ibu hamil terkena cacar air maka sebaiknya segera ke dokter dan tapi perlu diingat bahwa ibu hamil yang mengalami cacar air dapat menularkan ke ibu hamil yang lain yang tidak memiliki kekebalan terhadap cacar air. Jadi sebaiknya periksanya pas terakhir-terakhir saja setelah semua ibu hamil yang lain pada pulang. Biasanya ibu hamil akan dirawat bersama antara dokter penyakit dalam dan dokter kandungan.