TULISAN 7. HAMIL DEKAT 9 BULAN TAPI KOK PERUTNYA KECIL

APAKAH YANG DISEBUT DENGAN PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT (IUGR) ?

Janin dinyatakan mengalami pertumbuhan terhambat dalam rahim  jika mereka tampak lebih kecil dari yang diharapkan – khususnya, jika USG dokter kandungan menunjukkan bahwa berat badan mereka di bawah persentil ke-10 untuk usia kehamilan mereka. Mungkin beberapa ibu hamil pernah melihat hasil USG saat di dokter kandungan yang menampilkan grafik posisi berat janin, bila posisi berat janin berada dalam garis batas maka berat janin dinyatakan masih dalam batas normal, tetapi bila janin berada pada posisi di bawah garis batas maka kemungkinan besar janin mengalami gangguan pertumbuhan dalam rahim ibunya.

Ada banyak sebab mengapa janin dalam kandungan tampak kecil. Bahkan dalam banyak kasus, janin yang didiagnosis menderita IUGR (gagal tumbuh) ternyata memang ukurannya kecil (mungkin kecil juga seperti salah satu ukuran tubuh orang tuanya). Dalam kasus lain, banyak juga janin yang kelihatannya kecil di rahim ternyata berukuran normal saat lahir. Namun dalam beberapa kasus, dalam pengamatan USG di duga ada sesuatu yang membuat janin tidak tumbuh dengan baik, dan dokter kandungan akan mencoba mencari tahu masalahnya.

BAGAIMANA CARA DOKTER KANDUNGAN BISA MENGETAHUI BAHWA JANIN SAYA MENGALAMI KEGAGALAN PERTUMBUHAN DALAM RAHIM ?

Dokter kandungan akan menilai ukuran rahim ibu hamil selama pemeriksaan panggul pada trimester pertama. Pada kehamilan yang lanjut, dokter kandungan akan melakukan pemeriksaan pertumbuhan janin dalam rahim dengan mengukur perut ibu hamil pada setiap kunjungan/ kontrol kehamilan. Jika ukurannya terkesan lebih kecil dari tanggal taksiran persalinan, dokter kandungan akan menindaklanjuti dengan USG untuk menentukan ukuran dan berat badan janin dalam rahim. Pada ibu-ibu hamil yang tidak pernah kontrol ke dokter kandungan dan hanya mengandalkan tanggal haid terakhir dalam menentukan umur kehamilan maka ketika dilakukan pengukuran tinggi rahim akan terukur kecil, apalagi bila ternyata dari hasil USG kehamilan oleh dokter kandungan ternyata umur kehamilan lebih kecil dari persangkaan ibu hamil… kok bisa ? karena tanggal haid terakhir ibu hamil 70% keliru alias salah. Ini dapat terjadi jika ibu hamil ingat hari pertama dari haid terakhir yang tidak tepat atau ber-ovulasi lebih lambat dari biasanya dalam siklus haid terakhir ibu hamil.

Jika USG dokter kandungan telah menegaskan tanggal taksiran persalinan pada saat kontrol kehamilan muda, maka dokter kandungan melanjutkan memeriksa pertumbuhan janin dalam rahim pada kontrol selanjutnya dengan pemeriksaan USG lagi secara serial. Jika hasil pemeriksaan USG lanjutan menunjukkan bahwa pertumbuhan janin itu terlambat, maka janin dalam rahim kemungkinan akan didiagnosis dengan IUGR (pertumbuhan janin terhambat dalam rahim).

APA YANG BISA MENYEBABKAN MASALAH DENGAN PERTUMBUHAN JANIN DALAM KANDUNGAN ?

Janin mungkin tidak tumbuh dengan baik jika janin tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkannya untuk berkembang. Kadang-kadang cacat genetik dapat mengganggu pertumbuhannya. Kemungkinan-kemungkinan yang dapat menyebabkan pertumbuhan janin dalam rahim terhambat adalah sebagai berikut:

  1. Kelainan pada plasenta, organ yang memberikan oksigen dan nutrisi untuk bayi Anda di dalam rahim. Plasenta mungkin tidak berfungsi dengan baik jika terlalu kecil, tidak terbentuk dengan benar, atau mulai terlepas dari uterus (plasental abruption). Plasenta yang terlalu rendah di uterus (plasenta previa) dapat sedikit meningkatkan risiko terjadinya IUGR.
  2. Kondisi medis/ komplikasi kehamilan/ penyakit yang dimiliki oleh ibu hamil, seperti hipertensi kronis, pre-eklamsia, penyakit ginjal atau jantung, anemia, kencing manis bawaan, gangguan pembekuan darah, sindrom antibodi antiphospholipid, atau penyakit paru-paru seperti asthma, TBC, dll.
  3. Kelainan kromosom, seperti sindrom Down, atau cacat lahir struktural, seperti anencephaly (di mana bagian tengkorak kepala tidak ada) atau cacat pada ginjal atau dinding perut.
  4. Bayi kembar.
  5. Suami merokok, ibu hamil merokok, minum keras, atau menyalahgunakan obat-obatan terlarang (narkoba).
  6. Infeksi tertentu yang bisa diperoleh janin yang berasal dari ibu hamil, seperti toksoplasmosis, CMV, sifilis, atau rubella.
  7. Malnutrisi berat alias kurang gizi, malas makan, malas minum, makan sayuran doank, gak mau makan daging, gak mau makan ikan, gak mau makan ayam, dll.
  8. wanita yang kekurangan berat badan sebelum kehamilan (kurus sejak sebelum hamil) dan tidak mendapatkan cukup berat badan selama kehamilan (selama hamil berat badan cuman naik sedikit), dan wanita yang tinggal di tempat yang sangat tinggi (gunung), lebih mungkin memiliki bayi yang lebih kecil.

APAKAH BAHAYANYA GANGGUAN PERTUMBUHAN BAGI JANIN SAYA ?

Bayi yang didiagnosis dengan IUGR sangat mungkin memiliki komplikasi tertentu selama kehamilan, selama persalinan, dan sesudah lahirnya. Resiko yang mungkin dialami oleh janin yang pertumbuhannya terhambat antara lain:

  1. lahir prematur.
  2. lahir tapi gak kuat nafas terus mati.
  3. Gak kuat lahiran lewat jalan normal sehingga mesti di operasi sesar.
  4. Saat lahir kemungkinan kadar gula darahnya rendah.
  5. Mudah terkena infeksi saat lahir.
  6. Seringkali kedinginan saat lahir karena tubuhnya sulit mempertahankan suhu tubuh terhadap lingkungannya.
  7. Banyak sel darah yang tidak normal.
  8. Gampang kuning saat lahir.
  9. Ketubannya jelek banget alias hijau bahkan hijau kental.
  10. Gangguan perkembangan pada masa anak-anak kelak.
  11. Goblok bin idiot.
  12. Gampang gembrot saat remaja. Bahkan gembrot dimulai sejak masa kanak-kanak.
  13. Gampang kena darah tinggi, penyakit jantung, kencing manis, dll

APAKAH ADA YANG BISA SAYA LAKUKAN UNTUK MEMBANTU JANIN SAYA DILAHIRKAN DENGAN SEHAT WALOPUN MENGALAMI GANGGUAN PERTUMBUHAN DALAM RAHIM ?

  1. Kemungkinan besar janin yang ukurannya kecil akibat gangguan pertumbuhan akan membutuhkan unit perawatan intensif neonatal (NICU) yang dapat menangani masalah yang mungkin muncul dengan lebih baik.
  2. Dan jika suami anda atau ibu hamil sendiri merokok, minum alkohol, atau menggunakan narkoba, maka harus menghentikan kegiatan-kegiatan itu mubazir tersebut.
  3. Makan dengan gizi yang baik dan mendapatkan lebih banyak kalori.
  4. Tidak boleh olahraga aerobik selama hamil.
  5. Banyak istirahat walopun dari berbagai penelitian belum terbukti memberikan efek positif pada janin yang gagal berkembang dalam rahim.

Oke deh… saya rasa sekian dulu… Untuk mengetahui lebih lanjut tentang dokter cucuk kiuttt hello kitty, silakan klik link di bawah ini:

http://www.cucuk-spog.com/?page_id=9

Untuk mengetahui lokasi praktek dokter cucuk, silakan klik link di bawah ini:

https://goo.gl/maps/N22hUjBSjHr

Untuk jadwal praktek di Karawang Barat, silakan klik link di bawah ini:

http://www.cucuk-spog.com/?page_id=4

 

TULISAN 10. PERUT SAYA SERING MULES, PADAHAL BELUM 9 BULAN

APAKAH YANG DISEBUT DENGAN KONTRAKSI BRAXTON HICKS?

Kontraksi Braxton Hicks adalah kontraksi uterus intermiten yang dimulai pada awal kehamilan, meskipun kadang-kadang ibu hamil mungkin tidak akan mengalaminya sampai beberapa saat setelah pertengahan usia kehamilan. Bahkan beberapa wanita hamil tidak pernah memperhatikan ada tidaknya kontraksi Braxton Hicks. Kontraksi ini dinamai oleh John Braxton Hicks, dokter Inggris yang pertama kali menggambarkan adanya kontraksi tersebut pada tahun 1872. Kontraksi Braxton Hicks dikenal juga dengan istilah kontraksi palsu. Ketika kehamilan anda berlanjut makin tua seiring berjalannya hari-minggu-bulan, maka kontraksi Braxton Hicks cenderung terjadi lebih sering, tetapi sifatnya akan tetap jarang-jarang, tidak teratur, dan tidak terlalu nyeri.

Bagi beberapa wanita hamil, terkadang kontraksi Braxton Hicks sulit dibedakan dari tanda-tanda kontraksi pada awal terjadinya persalinan prematur, jadi sangat disarankan wanita hamil untuk segera memeriksakan diri ke dokter kandungan bila mengalami kontraksi, jangan mencoba untuk membuat diagnosis sendiri karena anda bukan dokter kandungan. Jika wanita hamil belum mencapai umur kehamilan 37 minggu dan sudah mengalami kontraksi reguler, atau jika wanita hamil memiliki tanda-tanda persalinan prematur yang tertulis di bawah ini, segera hubungi dokter kandungan langganan agar wanita hamil segera mendapatkan pertolongan.

Pada saat umur kehamilan makin dekat dengan tanggak taksiran persalinan (HPL) maka kemungkinan serviks/ leher rahim wanita hamil sudah mulai “matang,” atau perlahan-lahan melunak sebagai persiapan persalinan. Kontraksi yang terjadi sekitar waktu ini mungkin menjadi lebih intens dan lebih sering, dan kontraksi rahim tersebut dapat menyebabkan ketidaknyamanan/ nyeri yang cukup lumayan.

Berbeda dengan kontraksi Braxton Hicks yang tidak menyakitkan dan timbulnya sporadis sebelumnya, yang tidak menyebabkan perubahan serviks/leher rahim yang jelas, kontraksi-kontraksi reguler/ teratur pada akhir-akhir kehamilan dapat membantu leher rahim ibu hamil makin menipis, bahkan akan sedikit membuka. Periode ini kadang-kadang disebut sebagai kontraksi prelabor (kontraksi menjelang masuk persalinan).

SEPERTI APA RASA-RASA DAN CIRI KONTRAKSI BRAXTON HICKS?

 Ketika Anda mengalami kontraksi apa pun selama kehamilan, baik Braxton Hicks atau persalinan yang sebenarnya, Anda akan merasakan rahim, daerah perut bagian bawah, atau selangkangan mengencang atau meremas, dan kemudian rileks. Sifat kontraksi Braxton Hicks tidak teratur dan biasanya tidak sakit, meskipun mungkin tetap saja menimbulkan rasa tidak nyaman dan bahkan kadang-kadang kontraksinya bisa saja menguat dan menyakitkan.

BAGAIMANA WANITA HAMIL BISA TAHU PERBEDAAN ANTARA KONTRAKSI BRAXTON HICKS DAN KONTRAKSI PERSALINAN YANG SEBENARNYA?

Pada hari-hari atau minggu-minggu sebelum persalinan, kontraksi Braxton Hicks dapat menjadi ritmik, relatif berdekatan, dan bahkan menyakitkan, sehingga wanita hamil akan berpikir bahwa sedang dalam proses melahirkan. Tetapi tidak seperti kontraksi persalinan yang sebenarnya, kontraksi braxton hicks atau kontraksi palsu biasanya tidak akan timbul secara konsisten lebih lama, lebih kuat, dan lebih dekat jaraknya antara 2 kontraksi. Kontraksi Braxton Hicks dapat terjadi kapan saja, terutama cenderung timbul malam hari, ketika wanita hamil mengalami dehidrasi atau memiliki kandung kemih penuh, atau selama aktivitas fisik atau seks.

APA YANG DAPAT IBU HAMIL LAKUKAN JIKA KONTRAKSI BRAXTON HICKS MENIMBULKAN RASA TIDAK NYAMAN ATAU MENYAKITKAN?

Kontraksi Braxton Hicks biasanya tidak sakit, tetapi tetap bisa menimbulkan rasa tidak nyaman. Untuk mengurangi ketidaknyamanan dari kontraksi Braxton Hicks, coba langkah-langkah ini:

  1. Ubah aktivitas atau posisi Anda. Terkadang berjalan memberi kelegaan dan menghilangkan rasa sakit. Kadang-kadang kontraksi barxton hicks dapat timbul saat ibu hamil sedang beristirahat. Inilah bedanya dengan kontraksi persalinan yang sebenarnya dimana kontraksi persalinan dapat timbul kapan saja dan tidak bisa menghilang walopun ibu hamil sudah berganti posisi atau beraktivitas.
  2. Minumlah air karena kontraksi braxton hicks ini kadang-kadang bisa disebabkan oleh dehidrasi.
  3. Lakukan latihan relaksasi atau ambil napas panjang yang lambat. Ini tidak akan menghentikan kontraksi Braxton Hicks, tetapi dapat membantu Anda mengatasi ketidaknyamanan ini.

KAPAN IBU HAMIL HARUS MENGHUBUNGI DOKTER SPESIALIS KANDUNGAN ATAU UGD RUMAH SAKIT ?

Jika umur kehamilan anda belum mencapai 37 minggu, hubungi dokter kandungan segera atau pergi ke UGD rumah sakit jika kontraksi Anda menjadi lebih berirama, makin menyakitkan, atau makin sering, atau jika Anda memiliki tanda-tanda persalinan prematur:

  1. Nyeri perut atau kram seperti menstruasi
  2. Kontraksi reguler (setidaknya 6 kontraksi per jam, atau setiap 10 menit, tidak peduli apakah kontraksi rahimnya bikin nyeri ataupun tidak nyeri)
  3. Pendarahan atau bercak vagina apa pun bentuknya.
  4. Peningkatan timbulnya keputihan
  5. Perubahan pada jenis cairan – misalnya, jika menjadi berair, terlihat seperti lendir, atau berdarah (meskipun hanya berwarna merah muda atau bernoda darah)
  6. Lebih banyak tekanan di daerah panggul atau perut bagian bawah (seperti bayi Anda menekan ke bawah)
  7. Nyeri punggung bawah

Jika umur kehamilan Anda melewati 37 minggu, hubungi dokter kandungan Anda dan sampaikan bahwa Anda mengalami kontraksi. Dalam persalinan yang sebenarnya, kontraksi Anda akan datang secara berkala, 30 hingga 90 detik lamanya, menjadi semakin kuat, dan terjadi lebih sering. Hubungi dokter kandungan Anda atau pergi ke UGD rumah sakit jika:

  1. Keluar cairan atau pecah ketuban (bahkan jika Anda tidak mengalami kontraksi).
  2. Anda mengalami perdarahan vagina (lebih dari sekadar bercak).
  3. Kontraksi Anda akan datang tiap lima menit (atau kurang).
  4. Anda memiliki rasa sakit yang konstan dan berat di perut bawah.

Oke deh… saya rasa sekian dulu… Untuk mengetahui lebih lanjut tentang dokter cucuk kiuttt hello kitty, silakan klik link di bawah ini:

http://www.cucuk-spog.com/?page_id=9

Untuk mengetahui lokasi praktek dokter cucuk, silakan klik link di bawah ini:

https://goo.gl/maps/N22hUjBSjHr

Untuk jadwal praktek di Karawang Barat, silakan klik link di bawah ini:

http://www.cucuk-spog.com/?page_id=4

TULISAN 12. SUDAH LEWAT HPL TAPI KOK BELUM LAHIR JUGA

Beberapa hari terakhir kehamilan adalah saat yang menyenangkan bagi ibu hamil. Tapi ketika tanggal taksiran persalinan sudah berlalu, maka menunggu mulainya proses persalinan bisa membuat ibu hamil menjadi stres, apalagi lihat tetangga dan teman-teman sudah pada melahirkan…tambah stress deh.

Tidak hanya ibu hamil yang stress, malahan banyak orang tua, suami, saudara, dan yang lainnya juga menjadi cemas. Tapi perlu diingat bahwa jika tidak ada masalah spesifik dalam pemeriksaan kehamilan, bayi dalam kandungan walopun udah kelewat tanggal taksiran persalinannya sangat mungkin dalam kondisi baik-baik saja.

Terdapat berbagai istilah hamil tua dalam dunia kedokteran, antara lain:

  1. Kehamilan yang berakhir sekitar 40 minggu (antara 37 – 40 minggu), dikenal sebagai “kehamilan yang tuanya pas tanggal” atau “kehamilan pas tanggal.”
  1. Jika bayi lahir sebelum umur kehamilan 37 minggu, maka hal itu dianggap kelahiran prematur. Kelahiran janin yang terlalu dini dikaitkan dengan berbagai risiko bagi bayi.
  1. Kehamilan yang berlangsung sedikit lebih lama dari 40 minggu (antara 40 – 41 minggu 6 hari) disebut kehamilan akhir-akhir/ postdate/ late term pregnancy.
  1. Sedangkan kehamilan yang berlanjut 42 minggu atau lebih maka disebut kehamilan post-term/ lewat bulan.

Definisi kehamilan tua mungkin akan berbeda-beda antar negara karena disesuaikan dengan kondisi masyarakat dan kemajuan teknologi kedokteran tiap negara. Sangat sedikit wanita hamil yang melahirkan tepat pada tanggal taksiran persalinannya. 90% wanita akan melahirkan janinnya secara spontan tanpa rangsangan/ tanpa induksi pada umur kehamilan antara 37-40 minggu dan 5-10% wanita akan melahirkan setelah 40 minggu (antara 40-42 minggu).

Belum diketahui secara pasti penyebab bayi lambat lahir, diduga berkaitan dengan faktor keturunan/ genetik. Dalam suatu studi kedokteran, ternyata didapati bahwa wanita yang telah melahirkan bayi lewat bulan maka mereka akan cenderung untuk melahirkan lewat bulan lagi pada masa yang akan datang. Dokter kandungan akan makin sering untuk meminta ibu hamil kontrol bila sudah lewat dari tanggal taksiran persalinan.

Kapan sih kehamilan dianggap lewat bulan ? pada minggu-minggu pertama kehamilan lewat waktu (lebih dari 40 minggu) maka kondisi bayi dan ibu hamil biasanya masih oke-oke saja asalkan selalu dalam pengamatan dan kontrol dokter kandungan, dan selama kontrol tidak ada masalah yang berkaitan langsung dengan kehamilannya. Tetapi ada hal-hal yang harus disadari oleh ibu hamil yaitu sedikit banyak akan terdapat peningkatan resiko pada kehamilan yang lewat 40 minggu, antara lain:

  1. Fungsi placenta mungkin saja tidak sebagus sebelum umur kehamilan 40 minggu.
  1. Mungkin saja mulai timbul gejala-gejala infeksi yang dapat mempengaruhi kesehatan janin dalam rahim.
  1. Dapat terjadi komplikasi-komplikasi tak terduga saat hamil atau saat melahirkan misalnya janin akan makin besar sehingga dapat membahayakan saat proses bersalin.
  1. Kalo kehamilan dibiarin saja melewati 42 minggu maka kebanyakan juga lahir dalam 3-4 minggu pasca melewati taksiran persalinan. Tetapi perlu diingat bahwa terdapat peningkatan resiko kematian janin spontan dalam kandungan. Kebanyakan dokter kandungan tidak mau membiarkan kehamilan melebihi 42 minggu sehingga langsung dilakukan induksi persalinan.

Ada banyak metode tradisional yang digunakan wanita untuk memulai persalinan, termasuk hal-hal seperti berjalan-jalan pagi atau jalan-jalan di mall. Beberapa wanita melakukan hubungan seks atau menstimulasi puting payudara mereka dengan harapan hormon yang dilepaskan akan memicu kontraksi rahim.

Pendekatan ini didasarkan pada teori bahwa hormon pada air mani pria (cairan pembawa sperma yang dilepaskan saat ejakulasi), dan hormon yang dibuat tubuh wanita saat terangsang secara seksual, menyebabkan leher rahim wanita hamil akan mengalami rileks dan terbuka lebih mudah. Bahkan banyak penelitian tentang pendekatan tradisional ini. Tapi ternyata penelitian tersebut hanya menghasilkan bukti-bukti lemah yang menunjukkan bahwa puting payudara wanita hamil yang dirangsang selama satu sampai tiga jam per hari dapat membantu mempercepat terjadinya persalinan. Artinya tidak direkomendasikan untuk dilakukan… ya gampangnya boleh dikerjakan tapi hasilnya megecewakan alias gatot (kebanyakan bakalan gagal total). Adapun hasil penelitian tersebut menemukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Tanpa stimulasi payudara: Didapati bahwa 8 dari 100 wanita yang tidak menstimulasi puting payudara mereka, persalinan dimulai dalam 72 jam pada umur kehamilan lebih dari 40 minggu.
  1. Dengan stimulasi payudara: ternyata didapati bahwa sekitar 39 dari 100 wanita yang merangsang puting mereka akan melahirkan spontan setelah umur kehamilan 40 minggu. Tetapi perlu diingat yaitu penelitian ini hanya dilakukan pada 400 wanita sehingga penelitian ini hanya bisa memberi gambaran kasar tentang efektifitas stimulasi puting payudara pada wanita hamil.

Rangsangan puting payudara wanita pasca melahirkan ternyata bermanfaat juga untuk mengurangi risiko pendarahan setelah melahirkan. Kebanyakan penelitian kedokteran menyatakan bahwa belum menemukan hubungan yang jelas apakah seks dapat menginduksi terjadinya persalinan.

Tidak hanya rangsangan pada puting payudara, wanita hamil terkadang mencoba sejumlah hal lain untuk mencoba menimbulkan persalinan. Beberapa minum teh daun raspberry untuk melembutkan leher rahim, sementara yang lain menggunakan homeopati, minyak evening primrose atau akupunktur. Tapi tidak ada bukti ilmiah bahwa pendekatan ini berhasil menimbulkan persalinan.

Minyak jarak adalah metode tradisional lain yang digunakan untuk menginduksi persalinan. Ini tersedia dalam bentuk jus, larutan yang digunakan dalam irigasi kolon, atau kapsul. Minyak ini belum terbukti memiliki efek menimbulkan persalinan. Dan perlu diingat bahwa belum banyak penelitian tentang keamanan dan efektivitas minyak jarak bagi wanita hamil.

Oke deh… saya rasa sekian dulu… Untuk mengetahui lebih lanjut tentang dokter cucuk kiuttt hello kitty, silakan klik link di bawah ini:

http://www.cucuk-spog.com/?page_id=9

Untuk mengetahui lokasi praktek dokter cucuk, silakan klik link di bawah ini:

https://goo.gl/maps/N22hUjBSjHr

Untuk jadwal praktek di Karawang Barat, silakan klik link di bawah ini:

http://www.cucuk-spog.com/?page_id=4

TULISAN 15. SAYA SEDANG HAMIL TETAPI SUAMI MEROKOK

Saya mengamati bahwa rata-rata ibu hamil yang periksa pada saya ternyata suaminya merokok. Sebetulnya apa sih yang dicari dan diperoleh dari merokok ? Duit habis percuma dan penyakit akibat rokok pasti akan datang. merokok itu sangat berbahaya bagi kehamilan. suami merokok dapat merusak kehamilan, bisa bikin isteri keguguran. Isteri merokok apalagi… tambah parah dampaknya.

Menurut Kepala Departemen Obstetri dan Ginekologi, Dr. Robert Welch di Providence Hospital di Southfield, Michigan, Amerika Serikat… hmm ini dokter ahli kandungan Amerika… Merokok sangat mungkin merupakan penyebab nomor 1 terhadap buruknya hasil luaran suatu kehamilan. Berdasarkan pengalaman yang diperoleh dari penanganan kehamilan di Amerika Serikat didapatkan bahwa dampak buruk dari asap rokok dapat menyebabkan hal-hal sebagai berikut:
1. bayi yang lahir prematur
2. bayi yang lahir dengan berat badan rendah
3. bayi yang meninggal dalam kandungan
Kehamilan akan lebih aman dan bayi dalam kandungan/ bayi yang dilahirkan akan menjadi lebih sehat jika tidak terpapar asap rokok dan racun dalam rokok selama ibunya mengandung. Pada kondisi dimana ibu hamil menderita darah tinggi atau kencing manis (diabetes) maka dampak dari racun dalam rokok akan makin memperberat efek buruk yang dapat terjadi selama kehamilan/ menyusui. Ketika seorang wanita hamil merokok ataupun terpapar asap roko dari suaminya maka tidak ada yang bisa melindungi bayinya dari bahaya walopun sudah rajin minum vitamin hamil sekalipun.
KOK BISA SIH ASAP ROKOK BERBAHAYA BAGI KEHAMILAN DAN BAYI ?
Asap rokok mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia, termasuk zat-zat kimia yang benar-benar jahat seperti sianida, timbal, dan setidaknya 60 senyawa penyebab kanker. Ketika ibu hamil merokok selama kehamilan atau terpapar asap rokok selama kehamilan maka zat beracun itu masuk mengalir ke aliran darah ibu hamil, padahal aliran darah itu merupakan satu-satunya sumber aliran oksigen dan nutrisi bayi dalam kandungan.

Tidak satu pun dari 4000 bahan kimia beracun dalam rokok yang memberikan dampak baik untuk bayi dalam kandungan, belum lagi dengan adanya zat timbal dan sianida dalam aliran darah ibu hamil akibat terpapar asap rokok… hmmm tambah menderitalah bayi dalam kandungan… oh iya terdapat 2 zat lagi yang sangat sangat sangat berbahaya dalam rokok yaitu nikotin dan karbon monoksida. Menurut Dr. James Christmas, direktur Maternal Fetal Medicine untuk Commonwealth Perinatal Associates di Henrico Doctors ‘Hospital di Richmond, Virginia, Amerika Serikat, nikotin dan karbon monoksida merupakan penyebab terjadinya hampir semua komplikasi yang berhubungan dengan merokok dalam kehamilan. Wow… ternyata sudah banyak para ahli kedokteran Amerika Serikat yang menyatakan bahwa rokok berpengaruh sangat buruk bagi kehamilan.
Komplikasi kehamilan yang paling serius – termasuk kelahiran mati, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah – dapat dihubungkan dengan fakta bahwa nikotin dan karbon monoksida bekerja sama untuk mengurangi suplai oksigen bayi dalam kandungan. Nikotin mengurangi jumlah oksigen yang mengalir ke bayi dengan cara menyempitkan pembuluh darah ke seluruh tubuh ibu hamil, termasuk yang ada di tali pusat. Berarti bayi dalam kandungan seperti dipaksa bernafas dengan saluran nafas yang sempit. Akibatnya sel-sel darah merah yang biasanya membawa oksigen mulai mengambil molekul karbon monoksida sebagai gantinya karena oksigen akan disingkirkan oleh molekul karbon monoksida (dikudeta secara ilegal). Lama-kelamaan akhirnya pembuluh darah ke bayi akan kehilangan oksigen yang makin lama makin parah padahal oksigen itu merupakan hal terpenting dalam kehidupan janin dalam kandungan.
APA SIH DAMPAK ASAP ROKOK BAGI BAYI YANG SUDAH LAHIR ?
1. dampak terhadap berat badan dan ukuran bayi. Rata-rata, kebiasaan merokok 1 pak sehari yang dilakukan oleh suami selama kehamilan isterinya akan mengurangi sekitar 250gram dari berat lahir bayi yang seharusnya. Merokok dua bungkus sehari selama kehamilan bisa membuat berat badan bayi lebih ringan lagi. Sementara beberapa wanita hamil dengan paparan asap rokok maka kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang lebih kecil, mengerdilkan pertumbuhan bayi di rahim dan kelak dapat memiliki konsekuensi negatif yang berlangsung seumur hidup.
2. Dampak terhadap tubuh dan paru-paru bayi. Bayi yang berukuran kecil cenderung memiliki tubuh dengan perkembangan yang kurang baik. Paru-paru mereka mungkin tidak siap untuk bekerja sendiri secara otomatis (sulit bernafas normal), yang berarti bayi akan menghabiskan hari-hari atau minggu-minggu pertama kehidupannya bernafas dengan bantuan mesin nafas/ respirator. Setelah bayi mampu bernapas sendiri (atau bahkan jika bayi sudah mampu melakukan pernafasan normal sejak dari awal dilahirkan), maka tetap saja bayi-bayi ini mungkin memiliki masalah pernapasan yang berkelanjutan – karena perkembangan paru-paru yang tertunda atau efek samping nikotin lainnya. Anak-anak yang ibunya merokok selama kehamilan sangat rentan terhadap asma, dan memiliki dua atau tiga kali lipat risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).
3. Jantung. Bayi yang ibunya terpapar asap rokok pada kehamilan trimester pertama lebih mungkin untuk memiliki cacat jantung saat lahir. Dalam sebuah penelitian Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat yang diterbitkan pada Februari 2011, risiko bayi-bayi ini memiliki jenis cacat jantung bawaan tertentu adalah 20% – 70% lebih tinggi daripada bayi yang ibunya tidak terpapar asap rokok. Cacat jantung ini termasuk yang menghalangi aliran darah dari sisi kanan jantung ke paru-paru (obstruksi saluran keluar ventrikel kanan) dan bukaan antara ruang atas jantung (defek septum atrium). Penelitian ini didapatkan dengan menganalisis data pada 2.525 bayi yang memiliki cacat jantung saat lahir dan 3.435 bayi sehat yang lahir di Baltimore dan Washington, D.C., Amerika serikat, antara tahun 1981 s/d tahun 1989.
4. Fungsi otak. Merokok selama kehamilan aau terpapar asap rokok selama kehmailan dapat memiliki efek seumur hidup pada otak bayi. Anak-anak yang lahir dari ibu hamil yang terpapar asap rokok atau yang merokok saat hamil maka sangat mungkin memiliki gangguan belajar, masalah perilaku, dan IQ yang relatif rendah dibandingkan dengan anak-anak yang lainnya.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal kedokteran Obstetrics and Gynecology pada bulan Agustus 2009 menemukan bahwa bila ibu hamil berhenti dari paparan asap rokok pada trimester pertama kehamilan maka sebenarnya dapat meningkatkan peluang mereka untuk melahirkan bayi cukup bulan dengan ukuran dan berat badan yang normal dan kesehatan yang hampir sama dengan bayi yang dilahirkan dari ibu hamil yang tidak pernah terpapar asap rokok. Ibu hamil yang terhindar dari paparan asap rokok pada kehamilan trimester kedua maka dapat meningkatkan peluang mereka juga, tetapi tidak sebanyak itu.

Setelah umur kehamilan menginjak minggu ke 14 sampai 16, janin sedang berada dalam fase penambahan berat badan yang luar biasa pesatnya. Jika ibu hamil masih terpapar asap rokok pada tahap itu, maka laju pertumbuhan bayi akan mulai melambat. Tetapi begitu ibu hamil berhenti dari paparan asap rokok, bayi dalam kandungan akan mulai mendapatkan oksigen yang dibutuhkannya untuk tumbuh. Pada saat pemeriksaan USG berikutnya, dokter kandungan akan dapat melihat perubahan signifikan dalam tingkat pertumbuhan bayi dalam kandungan. Bahkan jika ibu hamil menghindari paparan asap rokok pada usia kehamilan 30 minggu atau lebih, masih terdapat peluang untuk bisa memberi kesempatan bagi bayi untuk menambah berat badan secepat mungkin walopun waktunya sudah sangat mendekati kelahiran.
Jadi… kesimpulannya… suami stop merokok… isteri jangan merokok.

TULISAN 19. PENYAKIT ASTHMA KAMBUH SAAT HAMIL

Penyakit asma selama kehamilan adalah kondisi gangguan pernafasan paling umum yang dapat mempengaruhi fungsi paru-paru selama masa kehamilan. Dari hasil studi epidemiologi penyakit telah diketahui bahwa sebanyak 8 persen wanita hamil di seluruh dunia menderita asma. Banyak wanita hamil yang khawatir tentang apakah kehamilan akan memperparah penyakit asma mereka dan apakah penyakit asma dapat membahayakan janin dalam kandungan. Dengan terapi asma yang tepat dan teratur, kebanyakan wanita hamil dapat bernapas dengan mudah, menjalani kehamilan yang normal, dan melahirkan bayi yang sehat. Secara keseluruhan, resiko penyakit asma yang tidak terkontrol jauh lebih besar daripada resiko mengonsumsi obat-obatan untuk mengendalikan penyakit asma dalam kehamilan.

 

Terapi asma selama kehamilan yang paling memberikan hasil terbaik adalah ketika seorang wanita hamil menerima perawatan medis rutin untuk mengobati asmanya di dokter penyakit dalam dan kontrol kehamilan secara teratur ke dokter kandungan. Ada baiknya sebelum hamil, wanita yang menderita asma mendiskusikan kondisi penyakit asma mereka pada dokter penyakit dalam/ dokter kandungan. Perlu diingat bahwa semua wanita hamil harus melanjutkan pengobatan penyakit asma mereka. Penghentian obat asma pada wanita yang sering kambuh asmanya maka dapat menimbulkan bahaya bagi wanita hamil dan janin dalam kandungannya.

 

Tingkat keparahan asma selama kehamilan bervariasi dari satu wanita ke wanita lain. Selama kehamilan, penyakit asma dapat memburuk/ memberat pada 30% wanita hamil, membaik pada 30% wanita hamil, dan tetap stabil alias sama saja pada 30% wanita hamil. Bahasa gampangnya ya belum jelas apakah asma dapat makin parah atau makin sembuh saat wanita sedang hamil. Terdapat beberapa kondisi yang terjadi pada wanita hamil dengan asthma yaitu:

  1. Di antara wanita yang penyakit asmanya memburuk/ memberat selama kehamilan, ternyata terdapat perbaikan gejala asma antara minggu ke-29 dan ke-36 kehamilan.
  2. Asma umumnya membaik pada bulan terakhir kehamilan, jadi semakin dekat melahirkan maka asmanya biasanya makin jarang kambuh.
  3. Proses persalinan pada wanita hamil yang telah kontrol penyakit asma secara teratur ke dokter penyakit dalam maka penyakit asmanya jarang kambuh selama proses bersalin dan mengejan.
  4. Tingkat keparahan gejala asma selama kehamilan akan terjadi berulang pada kehamilan berikutnya. Artinya bila saat hamil yang sekarang penyakit asmanya sering kambuh maka pada kehamilan berikutnya dapat serupa dengan keparahan pada kehamilan yang sekarang.

 

Faktor-faktor yang meningkatkan atau mengurangi risiko serangan asma selama kehamilan tidak sepenuhnya jelas. Kemungkinan serangan ini tidak konstan/ tidak terjadi terus menerus sepanjang kehamilan; serangan asma tampaknya paling sering antara minggu 17 hingga 24 kehamilan. Penyebab untuk pola ini tidak diketahui, diduga karena beberapa wanita hamil berhenti menggunakan obat pengontrol asma disebabkan oleh rasa takut mereka menggunakan obat-obatan selama hamil. Padahal penghentian obat asma pada wanita yang sering kambuh asmanya dapat menimbulkan bahaya bagi wanita hamil dan janin dalam kandungannya.

 

Wanita yang menderita asma memiliki sedikit peningkatan resiko untuk terjadinya komplikasi kehamilan meskipun sebab-sebabnya belum  diketahui sampai saat ini. Wanita hamil dengan penyakit asma sedikit lebih mungkin untuk memiliki satu atau lebih komplikasi kehamilan sebagai berikut:

  1. Darah tinggi pada kehamilan/ pre-eclampsia.
  2. Kelahiran prematur/ kurang bulan.
  3. Lebih sering terpaksa dilakukan operasi sesar untuk menyelamatkan ibu/ janin dalam kandungannya.
  4. Berat badan bayi yang baru lahir lebih kecil daripada bayi wanita yang tidak asma.

 

Namun, sebagian besar wanita dengan asma dan bayi mereka TIDAK memiliki komplikasi selama kehamilan. Kontrol teratur untuk pengobatan penyakit asma yang baik selama kehamilan dapat mengurangi risiko untuk terjadinya komplikasi selama kehamilan dan persalinan.

 

Beberapa langkah sederhana dapat membantu mengendalikan faktor lingkungan yang dapat memperburuk penyakit asma dan memicu serangan asma, antara lain:

  1. Hindari paparan alergen tertentu yang diketahui menyebabkan gejala asma wanita hamil, terutama bulu hewan peliharaan (seperti bulu atau bulu), debu rumah, dan iritasi nonspesifik, seperti asap rokok, parfum yang wanginya kuat bingits, dan berbagai zat polutan.
  2. Tutup kasur dan bantal dengan penutup plastik atau pakai seprei anti tungau untuk mengurangi paparan tungau dan debu.
  3. Wanita hamil tidak boleh merokok dan jangan mengizinkan siapapun termasuk suami untuk merokok di lingkungan sekitar rumah. Suami kalo mau merokok maka perginya ke terminal atau lapangan bola saja.
  4. Wanita yang akan hamil selama musim hujan/ musim pancaroba sebaiknya mendapatkan suntikan flu di dokter penyakit dalam; vaksinasi flu tidak berbahaya bagi kehamilan. Vaksinasi flu diberikan 1 tahun sekali.

TULISAN 21. TETANGGAKU UDAH MELAHIRKAN DULUAN, AKU JADI GALAU

Beberapa hari terakhir kehamilan adalah saat yang menyenangkan bagi ibu hamil. Tapi ketika tanggal taksiran persalinan sudah berlalu, maka menunggu mulainya proses persalinan bisa membuat ibu hamil menjadi stres, apalagi lihat tetangga dan teman-teman sudah pada melahirkan…tambah stress deh.

Tidak hanya ibu hamil yang stress, malahan banyak orang tua, suami, saudara, dan yang lainnya juga menjadi cemas. Tapi perlu diingat bahwa jika tidak ada masalah spesifik dalam pemeriksaan kehamilan, bayi dalam kandungan walopun udah kelewat tanggal taksiran persalinannya sangat mungkin dalam kondisi baik-baik saja.

Terdapat berbagai istilah hamil tua dalam dunia kedokteran, antara lain:

  1. Kehamilan yang berakhir sekitar 40 minggu (antara 37 – 40 minggu), dikenal sebagai “kehamilan yang tuanya pas tanggal” atau “kehamilan pas tanggal.”
  1. Jika bayi lahir sebelum umur kehamilan 37 minggu, maka hal itu dianggap kelahiran prematur. Kelahiran janin yang terlalu dini dikaitkan dengan berbagai risiko bagi bayi.
  1. Kehamilan yang berlangsung sedikit lebih lama dari 40 minggu (antara 40 – 41 minggu 6 hari) disebut kehamilan akhir-akhir/ late term pregnancy.
  1. Sedangkan kehamilan yang berlanjut 42 minggu atau lebih maka disebut kehamilan post-term/ lewat bulan.

Definisi kehamilan tua mungkin akan berbeda-beda antar negara karena disesuaikan dengan kondisi masyarakat dan kemajuan teknologi kedokteran tiap negara. Sangat sedikit wanita hamil yang melahirkan tepat pada tanggal taksiran persalinannya. 90% wanita akan melahirkan janinnya secara spontan tanpa rangsangan/ tanpa induksi pada umur kehamilan antara 37-40 minggu dan 5-10% wanita akan melahirkan setelah 40 minggu (antara 40-42 minggu).

Belum diketahui secara pasti penyebab bayi lambat lahir, diduga berkaitan dengan faktor keturunan/ genetik. Dalam suatu studi kedokteran, ternyata didapati bahwa wanita yang telah melahirkan bayi lewat bulan maka mereka akan cenderung untuk melahirkan lewat bulan lagi pada masa yang akan datang. Dokter kandungan akan makin sering untuk meminta ibu hamil kontrol bila sudah lewat dari tanggal taksiran persalinan.

Kapan sih kehamilan dianggap lewat bulan ? pada minggu-minggu pertama kehamilan lewat waktu (lebih dari 40 minggu) maka kondisi bayi dan ibu hamil biasanya masih oke-oke saja asalkan selalu dalam pengamatan dan kontrol dokter kandungan, dan selama kontrol tidak ada masalah yang berkaitan langsung dengan kehamilannya. Tetapi ada hal-hal yang harus disadari oleh ibu hamil yaitu sedikit banyak akan terdapat peningkatan resiko pada kehamilan yang lewat 40 minggu, antara lain:

  1. Fungsi placenta mungkin saja tidak sebagus sebelum umur kehamilan 40 minggu.
  1. Mungkin saja mulai timbul gejala-gejala infeksi yang dapat mempengaruhi kesehatan janin dalam rahim.
  1. Dapat terjadi komplikasi-komplikasi tak terduga saat hamil atau saat melahirkan misalnya janin akan makin besar sehingga dapat membahayakan saat proses bersalin.
  1. Kalo kehamilan dibiarin saja melewati 42 minggu maka kebanyakan juga lahir dalam 3-4 minggu pasca melewati taksiran persalinan. Tetapi perlu diingat bahwa terdapat peningkatan resiko kematian janin spontan dalam kandungan. Kebanyakan dokter kandungan tidak mau membiarkan kehamilan melebihi 42 minggu sehingga langsung dilakukan induksi persalinan atau operasi sesar, tergantung kondisi kehamilan saat pemeriksaan.

Ada banyak metode tradisional yang digunakan wanita untuk memulai persalinan, termasuk hal-hal seperti berjalan-jalan pagi atau jalan-jalan di mall. Beberapa wanita melakukan hubungan seks atau menstimulasi puting payudara mereka dengan harapan hormon yang dilepaskan akan memicu kontraksi rahim.

Pendekatan ini didasarkan pada teori bahwa hormon pada air mani pria (cairan pembawa sperma yang dilepaskan saat ejakulasi), dan hormon yang dibuat tubuh wanita saat terangsang secara seksual, menyebabkan leher rahim wanita hamil akan mengalami rileks dan terbuka lebih mudah. Bahkan banyak penelitian tentang pendekatan tradisional ini. Tapi ternyata penelitian tersebut hanya menghasilkan bukti-bukti lemah yang menunjukkan bahwa puting payudara wanita hamil yang dirangsang selama satu sampai tiga jam per hari dapat membantu mempercepat terjadinya persalinan. Artinya tidak direkomendasikan untuk dilakukan… ya gampangnya boleh dikerjakan tapi hasilnya megecewakan alias gatot (kebanyakan bakalan gagal total). Adapun hasil penelitian tersebut menemukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Tanpa stimulasi payudara: Didapati bahwa 8 dari 100 wanita yang tidak menstimulasi puting payudara mereka, persalinan dimulai dalam 72 jam pada umur kehamilan lebih dari 40 minggu.
  1. Dengan stimulasi payudara: ternyata didapati bahwa sekitar 39 dari 100 wanita yang merangsang puting mereka akan melahirkan spontan setelah umur kehamilan 40 minggu. Tetapi perlu diingat yaitu penelitian ini hanya dilakukan pada 400 wanita sehingga penelitian ini hanya bisa memberi gambaran kasar tentang efektifitas stimulasi puting payudara pada wanita hamil.

Rangsangan puting payudara wanita pasca melahirkan ternyata bermanfaat juga untuk mengurangi risiko pendarahan setelah melahirkan. Kebanyakan penelitian kedokteran menyatakan bahwa belum menemukan hubungan yang jelas apakah seks dapat menginduksi terjadinya persalinan.

Tidak hanya rangsangan pada puting payudara, wanita hamil terkadang mencoba sejumlah hal lain untuk mencoba menimbulkan persalinan. Beberapa minum teh daun raspberry untuk melembutkan leher rahim, sementara yang lain menggunakan homeopati, minyak evening primrose atau akupunktur. Tapi tidak ada bukti ilmiah bahwa pendekatan ini berhasil menimbulkan persalinan.

Minyak jarak adalah metode tradisional lain yang digunakan untuk menginduksi persalinan. Ini tersedia dalam bentuk jus, larutan yang digunakan dalam irigasi kolon, atau kapsul. Minyak ini belum terbukti memiliki efek menimbulkan persalinan. Dan perlu diingat bahwa belum banyak penelitian tentang keamanan dan efektivitas minyak jarak bagi wanita hamil.

kesimpulannya adalah setiap wanita hamil yang sudah lewat dari tanggal taksiran persalinan wajib kontrol ke dokter kandungan untuk mengetahui kondisi kehamilannya dan untuk mengetahui langkah-langkah yang mungkin diambil menghadapi kehamilan yang sudah lewat dari taksiran persalinannya.

TULISAN 31. LUKA OPERASIKU BASAH

Mungkin kita pernah mengalami peristiwa infeksi pada bekas luka operasi. Sesungguhnya Allah Yang Maha Agung telah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna yaitu adanya kulit manusia. Kulit ini berfungsi sebagai pelindung bagi tubuh untuk mencegah terjadinya infeksi. Tetapi apakah yang terjadi bila kulit kita terluka ? baik karena irisan pisau saat operasi, terjatuh dari sepeda, lecet akibat sepatu, dan lain-lain… semua hal tersebut dimana kondisi kulit sudah berubah dari aslinya maka sangat beresiko untuk menimbulkan infeksi karena berarti benteng pertahanan tubuh sudah koyak atau sudah terbuka.

Saat ini kebetulan saya memperoleh ide untuk membahas infeksi pada luka bekas operasi. Makanya ayo gabung di grup ibu hamil kiuttt hello kitty supaya memperoleh pengetahuan di seputar kehamilan, persalinan (operasi sesar ataupun lahiran normal) dan masa-masa nifas serta menyusui. Prinsip operasi adalah melakukan upaya pertolongan terhadap pasien. Persiapan operasi adalah berusaha untuk meminimalkan resiko terhadap pasien dengan kondisi seoptimal mungkin. Kamar operasi adalah tempat yang paling bersih dan paling steril di dalam wilayah rumah sakit.

Setiap petugas rumah sakit akan melakukan berbagai upaya sangat ketat untuk mencegah timbulnya infeksi pada pasien yang dioperasi. Tidak semua orang boleh masuk kamar operasi. Harus menggunakan pakaian khusus dan alas kaki khusus kamar operasi. Tapi… tetap saja resiko infeksi selalu mengincar pasien. Kok bisa ? ya. Karena kulitnya sudah tidak utuh lagi alias bekas diiris pisau operasi sehingga sangat mungkin untuk dimasuki oleh kuman kapan saja dan dimana saja.

Infeksi pada bekas operasi dikenal dengan sebutan SURGICAL SITE INFECTIONS atau dalam bahasa sunda disebut dengan INFEKSI LUKA OPERASI. Memangnya berapa persen sih kemungkinan untuk terjadinya infeksi pada bekas operasi ? 1-3% pasien yang dilakukan operasi akan mengalami infeksi karena tidak mungkin manusia bisa 100% mencegah kuman untuk masuk ke dalam tubuh. Artinya bila ada 100 orang yang menjalani operasi maka akan terdapat 1-3 orang yang mengalami infeksi. Itu hasil penelitian di luar negeri (Amerika Serikat) dimana beda alam beda cuaca dengan Indonesia. Kalo di negara tropis (2 musim ) seperti di indonesia maka angkanya mesti lebih tinggi karena kumannya akan lebih banyak sebab kelembaban udaranya juga tinggi.

Infeksi pada luka operasi biasanya terjadi dalam 30 hari pertama pasca operasi. Semakin lama maka kemungkinan infeksi akan makin kecil. Center for Desease Control di Amerika Serikat melakukan penelitian terhadap infeksi luka operasi dan menemukan bahwa terdapat 3 jenis infeksi luka operasi yaitu antara lain:

  1. Superficial incisional SSI (infeksi pada bagian kulit s/d lemak saja).
  2. Deep incisional SSI (infeksi pada bagian otot dan jaringan tubuh sekitar otot).
  3. Organ/ space SSI (infeksi yang mengenai jaringan selain kulit, lemak, otot, dan jaringan sekitar otot). Pada infeksi jenis ini dapat mengenai jaringan berada jauh dibawah otot bahkan termasuk jaringan disekitar organ tempat operasi. Misalnya operasi sesar yang dioperasi adalah rahim tapi mungkin saja ususnya ikutan infeksi, atau lemak perut dalam ikutan infeksi, dan lain-lain.

Apa saja sih gejala dan tanda kemungkinan terjadinya infeksi pada luka operasi ? Infeksi luka operasi apapun dapat menyebabkan gejala dan tanda yang mungkin sama yaitu merah pada bekas lukanya, sembuhnya lama, demam tinggi, nyeri banget pada bekas luka operasi, kalo disentuh terasa panas/ hangat pada tempat operasinya, terasa lembek/ becek, bengkak, dan ditemukan adanya nanah.

Apa sih penyebab luka bisa infeksi setelah operasi ? Lalu faktor resiko apa saja yang memperbesar kemungkinan terjadinya infeksi pada luka bekas operasi ?

Infeksi pada luka operasi disebabkan oleh kuman. Kuman yang paling sering menimbulkan infeksi pada luka operasi adalah bakteri stafilokokus, bakteri streptokokus, dan bakteri pseudomonas. Darimana asal datangnya kuman tersebut ? sebagian besar kuman (90%) berasal dari kulit tubuh pasien, dapat pula kuman yang terbang di udara, dan bisa juga walopun sangat sangat jarang berasal dari peralatan yang digunakan untuk menolong pasien. Dulu kasus infeksi sangat banyak karena pasien banyak berobat di luar rumah sakit, padahal tingkat sterilitas peralatan di rumah sakit sangat tinggi.

Kuman itu sifatnya seperti manusia, suka berjalan-jalan dan berusaha untuk meraih kenikmatan. Nah… bau amis dari darah bekas operasi, bau amis dari cairan lemak tubuh, dan lain-lain itu sangat digemari oleh kuman sehingga kuman berusaha untuk masuk ke dalam tempat dimana kulitnya sudah tidak utuh (bekas irisan saat operasi). Ukuran kuman sangat kecil dan tidak bisa dilihat oleh mata sehingga serapat-rapatnya bekas irisan itu dijahit maka kuman tetap bisa masuk. Sehingga upaya dari pihak dokter dan pasien adalah hanya untuk meminimalkan terjadinya infeksi, tetapi perlu diingat bahwa upaya tersebut tidak bisa mencegah 100%.

Faktor resiko untuk terjadinya infeksi sebetulnya juga tergantung dari jenis operasinya, walopun tidak 100% selalu demikian. Ada beberapa jenis/ golongan operasi di dalam dunia kedokteran, antara lain:

  1. Operasi bersih (clean surgery). Operasi ini dilakukan dengan tidak melibatkan organ dalam tubuh manusia, tidak melibatkan saluran nafas, tidak melibatkan usus, tidak melibatkan lambung, tidak melibatkan rahim, tidak melibatkan kandung kencing, hmmm… pokoknya tidak ada organ dalam tubuh manusia yang terlibat, murni hanya di kulit saja. Tempat operasinya tidak mengalami infeksi, tidak ada infeksi didekat luka operasi, dan pasien sedang tidak mengalami sakit infeksi apapun. Pada saat operasi tidak menyebabkan daerah yang sudah steril rawan terkontaminasi kuman. Operasinya tidak emergensi. Semua operasi bersih pasti dilakukan secara terjadwal (tidak emergensi), tetapi tidak semua operasi elektif (terjadwal) adalah operasi bersih.
  2. Operasi bersih terkontaminasi (clean contaminated surgery). Pada saat dilakukan operasi, daerah operasi bukan merupakan daerah yang terinfeksi tetapi operasinya melibatkan organ jaringan tubuh bagian dalam, operasi melibatkan bagian saluran nafas, operasi melibatkan bagian rahim, melibatkan usus, melibatkan lambung, melibatkan saluran kencing, dan lain-lain. Pada operasi jenis ini, daerah operasi sangat mungkin terkontaminasi oleh kuman karena sangat berdekatan atau berhubungan dengan daerah yang tidak dioperasi tetapi memiliki banyak kuman disana. Contohnya operasi menjahit kandung kencing. Pada kandung kencing terdapat kuman. Nah begitu kandung kencing di iris oleh dokter maka kuman tersebut bergembira ria karena kuman memiliki celah walopun sebesar ujung jarum untuk masuk ke dalam rongga perut. Bila kumannya agresif bin korak bin preman maka kuman tersebut langsung nembus maksa masuk ke dalam rongga perut dan menimbulkan infeksi. Contoh lagi misalnya operasi sesar. Begitu rahim diiris maka kuman-kuman yang ada di dalam vagina akan jingkrak-jingkrak kegirangan karena dapat celah untuk masuk ke dalam rahim dan ke dalam rongga perut sehingga dapat menimbulkan infeksi. Apalagi lagi tempat operasi akan terkontaminasi oleh cairan ketuban bayi sehingga resiko untuk infeksi akan makin tinggi. Contoh lagi pada ibu hamil yang melahirkan normal. Begitu vagina luarnya di gunting untuk memudahkan bayi untuk lahir maka kuman-kuman vampir yang ada di vagina mencium bau darah segarrrrdan berbondong-bondong menyerbu daerah tersebut. Contoh lagi pada saat operasi usus buntu. Begitu usus buntu dipotong maka kuman-kuman dalam usus langsung lari pontang panting menuju tempat yang dipotong tersebut karena dapat kesempatan untuk nembus ke dalam perut. Ini baru kuman yang dekat daerah operasi, belum lagi kuman yang ada di kulit manusia. Walopun sudah mandi 100x tetap saja tidak bisa steril 100%. Alat operasi yang diseteril dengan tekanan uap api super tinggi dan dibakar saja yang bisa 100%, tapi masak tubuh manusia mau dibakar ? ntar bisa-bisa tumornya kembali ke alam baka, orang yang punya tumor ikutan balik ke alam baka nemenin tumornya.
  3. Operasi terkontaminasi (contaminated surgery). Operasi ini dilakukan pada organ tubuh bagian dalam yang sedang mengalam infeksi, pada kulit yang infeksi, pada usus yang infeksi, pada saluran nafas yang infeksi, pada ginjal yang infeksi, pada rahim yang infeksi, dan lain lain.
  4. Operasi kotor (dirty surgery). Operasi ini dilakukan pada daerah yang sungguh-sungguh tercemar kuman. Misalnya operasi patah tulang dengan tulang diluar, operasi kecelakaaan ditubruk pesawat terbang, dan lain-lain.

Walopun penggolongan jenis operasi juga termasuk dalam faktor resiko terjadinya infeksi tetapi tetap saja sangat sulit untuk menentukan apa sih kira-kira yang menjadi sebab infeksi pada suatu operasi. Kondisi yang ditemukan pada saat operasi dapat merubah golongan operasi dari golongan operasi bersih menjadi golongan operasi bersih terkontaminasi dan seterusnya. Yang pasti adalah adanya luka sehingga ada celah bagi kuman untuk masuk ke dalam tubuh kita. Dan kuman sangat senang untuk tumbuh dalam darah, cairan lemak, cairan tubuh lainnya, dan berlanjut untuk tumbuh berkembang biak di daerah tersebut.

Faktor resiko lain yang juga memungkinkan untuk terjadinya infeksi antara lain:

  1. Operasinya sulit dan lama, biasanya lebih dari 2 jam.
  2. Punya penyakit pada saat operasi. Misalnya sedang flu, sedang sakit saluran kencing, sedang sakit paru-paru, sakit kanker, dan lain-lain.
  3. Usianya sudah diatas 35 tahun.
  4. Gemuk/ obesitas. Kalo lemaknya tebal maka produksi cairan lemaknya mesti banyak sehingga lukanya basah terus.
  5. Merokok/ lingkungannya banyak asap rokok
  6. Sistem pertahanan tubuh yang menurun, bisa diakibatkan oleh kelelahan, kurang tidur, stress, pikiran, dan lain-lain.
  7. Punya kencing manis (diabetes mellitus)
  8. Operasi darurat
  9. Semua operasi pada daerah perut dan atau dada.

Bahan-bahan yang dipakai untuk operasi juga bisa menimbulkan reaksi berlebihan oleh tubuh. Misalnya benang operasi. Benang operasi itu dibuat dari protein hewan yang diberikan bahan kimia lalu diproses di pabrik sehingga mejadi benang. Nah berarti benang adalah benda asing dalam tubuh kita. Bila tubuh kita menolak benang tersebut maka akan terjadi reaksi oleh tubuh, bisa keluar cairan, bisa lukanya terbuka, bisa alergi, dan lain-lain.

Bagaimana cara mengurangi resiko infeksi pada tempat operasi ketika kita sedang di rumah ? prinsipnya adalah cuci tangan sesering mungkin. Pada saat membersihkan luka operasi maka suami mesti cuci tangan sebelum merawat luka dan setelah merawat luka. Luka operasi jangan dipegang tanpa kassa steril atau sarung tangan steril. Lebih baik lagi jangan dipegang-pegang kecuali oleh bidan atau dokter. Bila punya kencing manis maka kadar gula darahnya harus normal. Bila gemuk maka harus lebih aktif membersihkan.

Jangan cemas, jangan kuatir, dan jangan panik karena tidak semua infeksi luka operasi harus dijahit ulang walopun lukanya terbuka ataupun bolong. Pakaian kita harus benar-benar bersih dan rajin ganti softex dan atau ganti pakaian dalam. Baju diganti 2x/ sehari. Kalo ada rasa nyeri atau demam atau keluar nanah atau keluar cairan kuning atau keluar darah maka segera kontrol ke dokter.

Sebagian besar luka infeksi pada bekas operasi dapat diobati menggunakan antibiotika. Kadang-kadang dibutuhkan operasi ulang untuk merawat luka yang terinfeksi misalnya untuk mengalirkan nanah, untuk mengangkat bagian tubuh yang infeksi, untuk mengikat pembuluh darah yang bandel (kadang-kadang pembuluh darah itu diikat dikiri, terus pindah cari jalan ke kanan. Hal ini karena pembuluh darah itu saling bercabang/ terhubung), bahkan kadang-kadang pula luka operasi memang harus dibiarkan terbuka supaya lebih mudah untuk membasmi kuman dan supaya tidak menimbulkan penumpukan kuman.

 

 

 

 

TULISAN 32. SAYA BEKAS SESAR, PENGEN LAHIRAN NORMAL

Kebetulan pagi ini dokter cucuk kiuttt hello kitty memperoleh salah satu tulisan yang dibuat oleh seorang dokter kandungan terkenal di solo jawa tengah, mengenai hal tersebut. Mari kita simak bersama dalam tulisan aslinya.

Oh iya lupa… VBAC itu artinya vaginal birth after cessarean surgery (percobaan persalinan normal pada wanita hamil bekas operasi sesar sebelumnya).

Ini saya cuplikkan guideline bahasa Inggrisnya. Nanti saya terjemahkan dibawahnya.

Absolute contraindications for attempted VBAC include
1. One or more prior high vertical (“classical”) cesarean deliveries,
2. Two or more prior lower uterine segment transverse cesarean deliveries
3. Non‐reassuring fetal testing (previously referred to as “fetal distress”),
4. Transverse lie,
5. Placenta previa,
6. Delivery in a setting that is unable to offer immediate access to anesthesia services or unable to perform an emergent cesarean.

Relative contraindications include:
7. Breech presentation,
8. Prior full‐thickness myomectomy,
9. A prior uterine rupture.

KONTRAINDIKASI DILAKUKANNYA VBAC:
Saya mulai dari nomer 6 ya, yang paling penting.
6. VBAC gak boleh ditempat yang gak bisa SC emergensi. Termasuk harus ready untuk bius nya (anestesi). Ini di Indonesia yang masih sulit.
1. Irisan sebelumnya klasik (tegak didalam rahim). Ini kontraindikasi. Bahaya robek.
2. Kalau irisannya melintang bawah pun, ga boleh kalau sudah dua kali operasi sesar. Jadi kalau udah dua kali sesar kontraindikasi VBAC
3. Bayi gak sehat, denyut jantung bayi ga oke.
4. Letak lintang
5. Plasenta dibawah menutupi jalan lahir
7. Sungsang
8. Riwayat operasi mioma
9. Pernah robek rahim

Jadi, dokter bukan gak suka VBAC. Cuma memang syarat VBAC ketat. Karena dokter ga suka klo ibu ma bayi kenapa-napa.

Nah jadi makin jelas ya bahwa tidak gampang saja menyetujui untuk persalinan normal pada bekas sesar. Berbagai metode untuk mengetahui ketebalan rahim pasca sesar, indikasi sesar sebelumnya, ukuran bayi saat ini, dan lain-lain digunakan sebagai syarat untuk mengijinkan ibu hamil bekas sesar untuk mencoba persalinan normal… tetapi tidak ada satupun persyaratan yang mampu meramalkan dapat terjadi robekan rahim atau tidak pada saat proses kontraksi dan bersalin. Robekan rahim pada persalinan normal pada wanita hamil bekas sesar cuman 1% tetapi bila terjadi maka akibatnya sangat fatal bagi bayi dan ibunya.
Oke deh… kalo belum jelas maka baca tulisan saya tentang VBAC, browsing aja di grup facebook: IBU HAMIL KIUTTT HELLO KITTY. Khusus bapak-bapak kiuttters yg ingin gabung dalam grup tersebut maka foto profilnya harus berdua dengan foto isterinya… hal ini untuk mencegah laki-laki iseng masuk dalam grup ibu hamil kiuttters yang sudah terkenal ke-sholehah-nya.

TULISAN 35. DETEKSI DINI KANKER MULUT RAHIM

Kanker serviks/ kanker mulut rahim merupakan keganasan yang berasal dari serviks. Serviks atau dikenal dengan istilah bahasa karawang sebagai mulut rahim merupakan sepertiga bagian bawah uterus, berbentuk silindris/ tabung, menonjol dan berhubungan dengan vagina melalui ostium uteri eksternum (lubang mulut rahim). Pada tahun 2010 perkiraan jumlah insiden kanker serviks adalah 454.000 kasus. Data ini didapatkan dari registrasi kanker berdasarkan populasi, registrasi data vital, dan data otopsi verbal dari 187 negara dari tahun 1980 sampai 2010.

Per tahun insiden dari kanker serviks meningkat 3.1% dari 378.000 kasus pada tahun 1980. Ditemukan sekitar 200.000 kematian terkait kanker serviks, dan 46.000 diantaranya adalah wanita usia 15-49 tahun yang hidup dinegara sedang berkembang. Menurut perkiraan Departemen Kesehatan RI saat ini, jumlah wanita penderita baru kanker serviks berkisar 90-100 kasus per 100.000 penduduk dan setiap tahun terjadi 40 ribu kasus kanker serviks.

Kejadian kanker serviks akan sangat mempengaruhi hidup dari penderitanya dan keluarganya serta juga akan sangat mempengaruhi sektor pembiayaan kesehatan oleh pemerintah. Oleh sebab itu peningkatan upaya penanganan kanker serviks, terutama dalam bidang pencegahan dan deteksi dini sangat diperlukan oleh setiap pihak yang terlibat.

Tes IVA merupakan pemeriksaan skrining untuk deteksi dini kanker serviks. Prosedur pemeriksaan yaitu dengan memasukkan spekulum ke dalam vagina, agar mulut  rahim  (serviks)  dapat  di  periksa  secara  langsung.  Mulut  rahim  kemudian  di olesi  zat  asam  cuka,  apabila  zat  asam  mengenai  sel-sel  yang  abnormal,  warna jaringan  akan  berubah  menjadi  putih  dan  di  katakan  sebagai  hasil  tes  positif.

Pemeriksaan IVA yang positif biasanya menandakan adanya suatu lesi pre kanker, tetapi  tentu  saja  pemeriksaan  IVA  harus  di  pastikan  dengan  pemeriksaan  lainnya oleh dokter spesialis kandungan (Sp.OG), dengan di lakukan pemeriksaan lanjutan seperti  pap  smear,  atau  biopsi.  Hasil  tes  positif  ini  perlu  di  tindaklanjuti  dengan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter spesialis kandungan (Sp.OG).

  1. IVA Radang

Pada   pemeriksaan   serviks   di   dapatkan   adanya   peradangan   pada   serviks (cervicitis)  atau  adanya  temuan  jinak  misalnya  polip  pada  serviks. Pada  IVA Radang   di   obati   terlebih   dahulu   hingga   normal   baru   kemudian   di   ulangi melakukan tes IVA.

  1. IVA Positif

Dimana    pada    hasil    pemeriksaan    di    dapatkan    adanya    kelainan    yaitu menunjukkan  adanya  lesi  berwarna  putih  pada  serviks  dan  ini  merupakan kelainan yang menunjukkan adanya lesi prekanker.

Secara umum hasil pemeriksaan IVA adalah sebagai berikut :

  1. IVA Negatif : Serviks normal.
  2. IVA Radang  :  Pada  pemeriksaan  serviks  di  dapatkan  adanya  peradangan pada  serviks  (cervicitis)  atau  adanya  temuan  jinak  misalnya  polip  pada serviks.
  3. IVA Positif  :  Dimana  pada  hasil  pemeriksaan  di  dapatkan  adanya  kelainan yaitu   menunjukkan   adanya   lesi   berwarna   putih   pada   serviks   dan   ini merupakan kelainan yang menunjukkan adanya lesi pra-kanker serviks.
  4. IVA Kanker  Serviks  :  Dimana  kelainan  menunjukkan  adanya  kelainan  sel akibat adanya kanker serviks.

Hasil   positif   pada   IVA   mengarah   pada   diagnosis   pra   kanker   serviks/ kanker leher rahim. Jika  Hasil  tes  IVA  Positif  maka  perlu  ditindaklanjuti  dengan  pemeriksaan  lebih  lanjut oleh  dokter spesialis kandungan (Sp.OG). Pemeriksaan   ini   mungkin   menimbulkan   rasa   tidak   nyaman   selama pemeriksaan  dan  1-2  hari  sesudahnya,  tergantung  ada  atau  tidaknya  perlukaan. Apabila  sesudah  2  hari  nyeri  masih  terus  berlangsung,  mungkin  terdapat  masalah lain   yang   mendasari,   misalnya   infeksi   saluran   kemih,   radang   panggul,   dan sebagainya.

Syarat untuk melakukan pemeriksaan IVA adalah sebagai berikut :

  1. Sudah pernah melakukan hubungan seksual.
  2. Tidak sedang dalam keadaan menstruasi.
  3. Tidak sedang hamil.
  4. Tidak melakukan hubungan seksual dalam jangka waktu 24 jam.

Tulisan dicopy dan dimodifikasi oleh Dr. Cucuk Santoso, SpOG dari sumber:

  1. http://www.diskes.baliprov.go.id/files/subdomain/diskes/Agustus%202017/Test%20dan%20Prosedur%20IVA.pdf
  2. http://kanker.kemkes.go.id/guidelines/PPKServiks.pdf

TULISAN 38. KELUHAN SEHARI-HARI IBU HAMIL BAGIAN KE 3

Kehamilan merupakan masa-masa penting bagi kehidupan wanita. Kehamilan tidak melulu menyenangkan bagi wanita, banyak juga kehamilan yang disertai dengan masalah ataupun komplikasi selama kurun waktu kehamilan… ada yang berakhir bahagia dan ada yang berakhir dengan air mata. Semua kita mohonkan pada Allah SWT semoga selalu diberikan pertolongan-NYA dan berkah-NYA sehingga Allah SWT memberikan pada ibu hamil keputusan takdir terbaik-NYA.

Berikut ini saya ingin sharing berbagai masalah-masalah/ keluhan-keluhan sehari-hari yang mungkin akan dihadapi oleh ibu hamil selama menjalani kehamilannya.

 

Yang perlu diingat adalah bila ibu hamil mengalami ketidak-nyamanan selama kehamilan maka hendaknya segera mengunjungi dokter kandungan/ klinik bersalin/ rumah sakit sehingga dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan.

 

Marilah kita simak dan baca bersama-sama.

Kita memasuki bagian ke 3 dari 15 keluhan yang sudah jamak dialami oleh wanita hamil yaitu antara lain (silakan baca bagian ke 1 dan bagian ke 2 yang telah saya posting sebelumnya):

 

  1. Puting payudara keluar cairan.

Sebagian wanita berpandangan bahwa kalo bayinya lahir maka barulah ASI keluar. Padahal sesungguhnya proses produksi ASI itu sudah dimulai sejak awal kehamilan.  Jadi gak usah bingung kalo ada keluar cairan dari puting payudara ibu hamil yang belum melahirkan. Cairan itu terdiri dari kolostrum yaitu cairan ASI pertama yang diproduksi oleh tubuh ibu hamil.

 

  1. Keputihan/ keluar cairan dari vagina.

Selama kehamilan wanita akan mengalami keluarnya cairan dari vagina, gampangnya dikenal dengan istilah keputihan. Jumlahnya bisa banyak, sedikit, warnanya bisa macem-macem, baunya pun bisa bervariasi. Sepanjang ibu hamil memeriksakan kehamilan ke dokter kandungan dan berkonsultasi mengenai cairan tersebut maka gak perlu kuatir karena sebagian besar keluar cairan tersebut adalah normal pada masa kehamilan. Yang perlu diwaspadai adalah bila ternyata cairan tersebut adalah ketuban. Itulah sebabnya setiap ibu hamil harus rajin untuk selalu berkonsultasi dengan dokter kandungannya masing-masing.

 

Kok bisa ya keluar cairan begitu selama kehamilan ? karena selama kehamilan dinding vagina wanita hamil menjadi lebih lembut dan lebih lunak, lebih soft, sehingga produksi cairan vagina juga meningkat. Peningkatan produksi cairan ini merupakan bagian proteksi/ perlindungan yang diberikan oleh Allah SWT pada ibu hamil yaitu untuk menghambat kuman-kuman jahat yang akan masuk ke dalam rahim dengan cara digelontor oleh cairan tersebut.

 

  1. Keluar darah dari vagina.

Bila ibu hamil mengalami keluar darah dari vagina selama kehamilan maka hal tersebut harus dianggap sebagai suatu kondisi gawat darurat sehingga harus segera berobat ke rumah sakit/ dokter kandungan terdekat. Kadang-kadang pada masa kehamilan timbul bercak-bercak kemerahan sedikit utamanya pada masa awal kehamilan dan hal tersebut dapat dikatakan normal karena terjadi proses penanaman embryo atau cikal bakal janin ke dinding rahim. Tapi perlu diingat, wanita hamil tidak bisa mengetahui mana perdarahan/ flek-flek yang normal dan mana yang tidak sehingga wajib ke dokter kandungan/ rumah sakit terdekat.

 

Apa saja sih kemungkinannya kalo ada perdarahan saat hamil muda dibawah 3 bulan ? mungkin saja mau keguguran, mungkin pula tanda hamil diluar kandungan. Gak usah panik… tenangkan diri dan segera kunjungi rumah sakit terdekat.

 

Kebanyakan wanita hamil yang saya temui ternyata sudah perdarahan 1 minggu dan sudah berobat ke sana kemari (bukan ke dokter kandungan terdekat) dan akibatnya… terlambat sudah upaya untuk mempertahankan kehamilan… keguguran dehhh…

 

  1. Sulit tidur.

Rasa lelah, rasa stress, rasa cemas, dan rasa berat menanggung beban kehamilan seringkali membuat wanita hamil mengalami susah tidur. Semua ini disebabkan karena tingginya kadar hormon estrogen dan progesteron wanita hamil yang berakibat timbulnya efek pada sistem radar di otak yang dikenal dengan GABA neurotransmitter.

 

66-90% wanita hamil dalam suatu penelitian berskala besar ternyata mengalami gangguan susah tidur/ insomnia. Belum lagi rasa pegal dan sesak akibat besarnya ukuran rahim yang akan mengganggu kenyamanan ibu hamil untuk berbaring/ tidur. Lalu bagaimana cara mengatasinya ? jangan cemas, jangan banyak mikir, carilah posisi berbaring yang paling nyaman bagi ibu hamil, usahakan tidur kapan saja, gak bisa tidur malam ya tidur pagi/ siang. Jangan kerja berat di rumah.

 

Para suami mesti tau diri donk… kasian isteri… kalo lelah ya cari pembantu rumah tangga buat meringankan beban isteri… belikan mesin cuci, kalo gak ya silakan nyuci baju sendiri. Gak usah rewel kalo isteri lagi lelah. Suami makan indomie juga gak masalah, pulang kerja suami langsung ngepel, nyuci, dan setrika. Biarin isteri nonton tv dan sinetron.

 

  1. Nyeri perut bawah.

Selama nyeri perut yang timbul tidak extreem atau tidak keterlaluan maka hal tersebut masih lumrah. Hal tersebut dalam dunia kedokteran dikenal dengan pregnancy related pelvic girdle pain (PPGP) atau symphysis pubis dysfunction (SPD).

 

Nyeri perut bawah pada wanita hamil biasanya terjadi disisi kiri atau kanan bawah bahkan bisa juga semua sisi tersebut terasa nyeri. Kadang-kadang vagina dan dubur juga ikutan terasa sakit. Nyeri dekat tulang bawah perut juga sering yerjadi pada wanita hamil. Biasanya nyeri timbul akibat posisi wanita hamil antara lain saat berjalan, saat memutar tubuh ketika berbaring, saat naik tangga, saat duduk, dan lain-lain. Bila nyeri yang timbul sudah dirasakan mengganggu banget maka dokter kandungan akan memberikan obat-obatan anti nyeri untuk meringankan rasa sakit tersebut.

 

Kehamilan itu pasti disertai dengan berbagai perubahan pada sistem tubuh ibu hamil dan dapat menimbulkan gangguan terhadap kenyamanan wanita hamil. Setiap kehamilan sifatnya unik artinya tidak sama pada setiap kehamilan dan pasti berbeda pada setiap wanita hamil.

 

Jadi… nikmati kehamilan ibu sebagai suatu anugerah, bukan beban, dan selalu konsultasikan keluhan ibu hamil pada dokter kandungan kesayangan ibu-ibu hamil. Jangan enggan untuk bertanya hal-hal yang tidak dipahami, jangan bertanya ke tetangga, tetapi bertanyalah pada dokter kandungan… tapi kalo ibu tinggalnya bertetangga dengan dokter kandungan maka sangat-sangat boleh bertanya pada tetangga ibu tersebut. Jadi kesimpulannya adalah carilah rumah tempat tinggal yang bersebelahan dengan dokter kandungan.

 

Oke deh… akhirnya selesai juga bagian ke 3 dari KELUHAN SEHARI-HARI PADA IBU HAMIL. Selama membaca.