TULISAN 112. APAKAH VARICES DI VAGINA BERBAHAYA PADA KEHAMILAN ?

Saya seringkali mendapatkan rujukan dari bidan dan klinik mengenai varises vagina pada ibu hamil. Pada beberapa ibu hamil bahkan mendapatkan informasi yang sesat dari tetangganya bahkan oom dan tantenya serta engkong dan mamaknya yang memberikan nasehat menakutkan/mengerikan, padahal dokter sekalipun tidak pernah memberikan informasi yang menakutkan.

Beberapa keluhan yang disampaikan ke saya oleh ibu hamil dengan varises di vagina atau vulva antara lain dulunya gak varises sekarang kok varises, nampak menonjol dan benjol di vagina, warna kebiruan di vagina, sakit kalo duduk, dll. Beberapa dari ibu hamil ada yang lebih suka pake pakaian celana ketat daripada longgar karena lebih nyaman dipakai untuk aktivitas, katanya kalo pake celana ketat bisa lebih kurang nyerinya (kalo ini ada benarnya juga sih…). Ada yang mencoba berendam dalam air teh dengan maksud untuk mengecilkan varisesnya, tapi ya tetap saja gak ada perubahan. Saya juga bingung dapat darimana anjuran berendam dengan air teh..he he he he.

Oke deh … begini saja … mari kita kenali apa sih VARISES VULVA VAGINA (selanjutnya kita singkat dengan 3V singkatan merupakan hak patent dari Dr. Cucuk Santoso, SpOG….ha ha ha ha).

APA SIH 3V ITU?

Varises seringkali ditemukan di tungkai utamanya pada bagian betis dan sekitar pergelangan kaki. Biasanya berwarna kebiru-biruan/ kehijau-hijauan yang tampak pada kulit. Pada wanita, terutama yang sedang hamil, varises ini bisa muncul di vagina dan vulva wanita. Oh iya sudah ngerti dengan istilah vulva gak ? vulva itu artinya pintu masuk vagina, tempat adanya bibir vagina itu looooohhh….

3V itu bentuknya seperti bergelombang, melingkar, belok-belok, membenjol, kebiruan, kehijauan, keunguan, biasanya siiih jarang berubah ukurannya selama kehamilan. Bisa bergerombol atau 1 jalur saja atau menjalar seperti akar pohon. Nanti saya kasih gambarnya untuk lebih mudah mengenalinya….

APA SIH YANG DAPAT MENYEBABKAN TIMBULNYA 3V?

3V dapat terjadi pada setiap wanita terutama wanita yang memiliki keturunan menderita varises. Resiko terkena 3V meningkat bila wanita tersebut usia kehamilannya makin tua, biasanya memasuki hamil 7-9 bulan (trimester 3). Terjadinya 3V disebakan oleh penekanan terhadap pembuluh darah di daerah panggul oleh makin besarnya ukuran rahim akibat kehamilan. Gejala-gejala yang biasanya dirasakan oleh ibu hamil antara lain rasa nyeri di daerah vulva, daerah vagina terasa berat (gimana ya … rasanya seperti terisi sesuatu gitu deh), bengkak dan segala sesuatu rasa tak nyaman deh, baik untuk duduk maupun aktivitas lainnya.

APAKAH 3V BISA DIOBATI?

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh ibu hamil untuk mengurangi keluhan akibat 3V. Penggunaan pakaian ketat yang khusus untuk varises dapat digunakan… (beli dimana ya? coba cari di bukalapak atau tanyain ke toko-toko olahraga atau coba datangi dokter spesialis bedah, siapa tahu bisa kasih petunjuk untuk beli dimana… oh iya… lihat juga iklan tv media yang jualan segala macam barang, siapa tahu pas kebetulan nemu celana khusus varises). Wanita hamil sebaiknya jangan beraktivitas yang membutuhkan berdiri lama. Hmm agak sulit juga bagi wanita yang kerja di pabrik ya… tapi saya yakin pihak pabrik pasti mau memberikan dispensasi atau memindahkan posisi pekerja yang hamil ke bagian yang lebih ringan… potong gaji kah? Sebab berdiri lama itu meningkatkan tekanan terhadap pembuluh darah vena di daerah panggul sehingga akibatnya 3V makin muncul.

Kalo tidur, baiknya wanita sedikit mengganjal bokongnya dgn bantal tipis dengan maksud untuk melancarkan aliran darah sekitar panggul. Ibu hamil sebaiknya jangan mengangkat barang-barang berat karena dapat merangsang timbulnya pembesaran pembuluh darah vena di sekitar panggul. Bagi ibu hamil yang bekerja di pabrik sebaiknya minta keringanan supaya kerja ringan saja. Hal ini penting karena untuk daerah karawang, cikampek, purwakarta, subang, cikarang dan bekasi banyak wanita yang kerja di pabrik.

APAKAH WANITA HAMIL DENGAN 3V HARUS OPERASI SESAR?

Sebetulnya wanita hamil dengan 3V tidak harus di operasi sesar saat melahirkan karena pembuluh darah vena itu lunak dan lembut sehingga tidak menghalangi jalan lahir. Tapi memang rasanya gak enak bingits saat melahirkan normal disertai 3V. Yang paling penting mesti diingat adalah penilaian klinis oleh dokter kandungan lebih menentukan keputusan klinik yang diambil karena semua dokter kandungan pasti ingin melakukan segala yang terbaik bagi ibu hamil, semua dilakukan seusai dengan pertimbangan fasilitas rumah sakit, tim bersalin, dan lain-lain.
Bila terjadi perdarahan dari pembuluh darah varises akibat persalinan maka para dokter kandungan akan melakukan penanganan terhadap perdarahan vena tersebut, untungnya pembuluh darah vena disekitar vulva vagina alirannya lambat sehingga lebih mudah diatasi. Yang jelas kalo punya 3V sebaiknya melahirkan di rumah sakit, jangan di klinik PPK1 atau puskesmas apalagi bidan BPS… ngeriii tau gak….

Apakah 3V itu bisa sembuh atau permanen/ menetap?

Biasanya wanita hamil yang sebelum hamil tidak punya 3V maka ketika pasca melahirkan varisesnya akan mengecil tapi tetap gak bisa hilang. 3V itu akan kembali muncul saat kehamilan berikutnya dan makin besar seiring dengan pertambahan usia kehamilan dan umur ibu. Makanya kalo udah tua, jangan hamil lagi…. ntar kena 3V loooooh….
Kalo ibu-ibu udah gak mau hamil lagi, maka sebaiknya 3V diobati terutama bila menimbulkan masalah misalnya nyeri atau rasa tidak enak. Datanglah ke dokter spesialis bedah untuk mendapatkan penanganan antara lain dengan melakukan penyuntikan obat dalam pembuluh darah varises yang dikenal dengan istilah skleroterapi. Kadang-kadang juga dilakukan pembedahan. Yang penting berobat ke dokter yaaaaa…. jangan dipijat di dukun dan jangan percaya cerita seram dari tetangga.