TULISAN 113. HIV AIDS DALAM KEHAMILAN…cerita seorang teman dokter

Tulisan bagus dari TS saya, Dr. Syaifuddin Zuhri, SpOG. Mohon disimak.

Pada suatu malam tim jaga kamar bersalin mendapatkan pasien baru dengan pembukaan lengkap. Saat diminta keterangan tentang riwayat penyakit si ibu, baik kepada pasien sendiri maupun kepada keluarganya tidak ada informasi apapun.

Si ibu segera dipimpin untuk persalinan dan lahirlah anak yang kelihatan sehat karena begitu lahir tangisnya keras sekali. Pada saat yang sama didapatkan hasil pemeriksaan HIV positif dari darah ibu. Saat akan memberikan penjelasan kepada keluarga pasien, salah satu keluarga menyatakan permohonan maaf karena tidak menyampaikan kondisi sebenarnya yaitu si ibu yang sudah terdeteksi dengan HIV positif sejak beberapa tahun sebelumnya dengan alasan khawatir tidak dilayani. Informasi yang lainnya ternyata ibu tersebut tidak pernah berobat dan kontrol terhadap kehamilannya.

Begitulah pemahaman sebagian masyarakat kita tentang HIV dan AIDS. Mereka belum paham bahwa HIV bisa ditularkan ke anak melalui proses persalinan. Mereka tidak tahu bahwa ada upaya pencegahan penularan dari ibu kepada bayinya melalui pengobatan pada ibunya, pemeriksaan kadar virulensi virus dan ketahanan ibu untuk menentukan cara persalinan yang aman bagi bayinya dan pengobatan pada bayi sebelum dapat diperiksa status infeksi pada bayinya. Apabila hal tersebut bisa dilakukan maka kita bisa mencegah penularan kepada bayi hingga tinggal 3% saja.

Pada kasus ini tentu kita harus kasihan kepada bayi tak berdosa yang harus menanggung risiko tertular dari ibunya. Risiko baginya bisa sampai 50%.

Kepada para penderita HIV positif dan keluarganya pahamilah bahwa tindakan menutupi informasi adalah salah. Bila positif maka periksa dan berobatlah dengan rutin. Kalau anda hamil sampaikan kalau memang positif HIV agar dilakukan tindakan pencegahan penularan kepada anak ibu.

Untuk tenaga medis yang memberikan pertolongan gunakan selalu alat pelindung diri sesuai standar yang ditetapkan. Kalau anda mengabaikan tanpa alat pelindung diri, maka ada risiko besar untuk tertular.

Keharusan penggunaan alat pelindung diri selain kepada tenaga kesehatan saat melakukan pertolongan juga harus digunakan oleh orang yang memandikan jenazah di mana saja termasuk di kampung kampung. Cairan tubuh jenazah yang mengandung HIV dapat menular melalui luka kecil yang mungkin tidak dirasakan bila tidak pakai alat pelindung diri.

Banyak orang memandikan jenazah tanpa pelindung diri karena sungkan dengan keluarga jenazah. Masyarakat umum juga cenderung bersikap negatif apabila mereka menggunakan pelindung. Pemahaman dan perilaku ini telah membawa korban seorang guru ngaji yang terdeteksi HIV positif akibat memandikan jenazah tanpa pelindung memadai.

Kasihan sekali.

TULISAN 122. SAYA PERNAH OPERASI SESAR, SEKARANG HAMIL LAGI. APAKAH BISA MELAHIRKAN NORMAL ?

Assalamu’alaikum dokter Cucuk, saya ibu hamil dengan riwayat sesar saat hamil yang lampau. Bisakah saya lahiran normal, dok?

Ada istilah yang berkembang bahwa sekali sesar maka harus sesar lagi sehingga banyak para dokter kandungan yang melakukan operasi sesar pada wanita hamil yang sudah pernah sesar. Bahkan di Amerika Serikat sekalipun angka sesar meningkat sangat tinggi, disebutkan bahwa hanya sekitar 3% saja wanita bekas sesar yang melahirkan secara normal di Amerika Serikat.

Sebetulnya usaha melahirkan normal pada wanita hamil yang pernah sesar bukanlah hal yang tabu atau hal yang salah. Tapi … kenyataannya jumlah wanita yang melakukan persalinan normal dengan riwayat bekas sesar (katakanlah dengan istilah TOLAC atau VBAC) sangat sedikit, di Amerika Serikat sendiri jumlah kurang dari 10% saja yang melahirkan secara normal, artinya yang berhasil melahirkan secara normal hanya sedikit saja.

TOLAC adalah TRIAL OF LABOR AFTER CESSAREAN BIRTH = persalinan percobaan pada wanita hamil yang pernah lahiran sesar.

Pada persalinan TOLAC, terdapat resiko robekan rahim sebesar 0,5 – 1% saja. Lalu apakah operasi sesar itu lebih aman? Cukup sulit untuk menjawabnya, karena operasi sesar pada wanita bekas sesar bukanlah sesuatu yang tanpa resiko. Jelas resiko operasi lebih besar tetapi pada upaya TOLAC terdapat resiko yang melekat yaitu robekan rahim spontan sebelum melahirkan atau saat melakukan persalinan.

Keputusan untuk melakukan TOLAC harus betul-betul disertai dengan banyak pertimbangan, tidak bisa hanya melihat dari sisi medis saja, tetapi faktor lingkungan, sarana prasarana dan kesiapan sumber daya manusia juga sangat menjadi pertimbangan sebelum memutuskan untuk melakukan TOLAC.

Beberapa pertimbangan medis yang biasanya dipakai untuk menentukan apakah wanita hamil boleh melakukan TOLAC antara lain riwayat persalinan sebelumnya, kenapa kok dioperasi, punya penyakit apa, dan sebagianya sehingga secara medis dapat disimpulkan boleh untuk melakukan TOLAC. Boleh! ingat ya BOLEH! bukan BISA! Kalo BOLEH artinya boleh untuk melakukan TOLAC tetapi tetap mewaspadai kegagalan upaya TOLAC (belum tentu berhasil melahirkan normal), kalo BISA berarti kita jadi dukun yang bisa meramal berhasil tidaknya wanita hamil melahirkan dengan cara TOLAC. Karena setiap persalinan itu pada dasarnya adalah PERCOBAAN sehingga terdapat potensi untuk terjadinya DISTOSIA atau macet persalinan.

Wanita Hamil Bekas Sesar Kontrol Kehamilannya Di Mana? Terus Kalau Melahirkan TOLAC Bisa Gak Di PUSKESMAS?

Biasanya dokter kandungan akan berusaha menghindari terjadinya induksi persalinan karena induksi persalinan pada wanita hamil bekas sesar meningkatkan resiko robekan rahim. Tapi pertimbangan medis dokter kandungan tetap menjadi acuan untuk dilakukan atau tidaknya induksi persalinan (rangsangan persalinan). Wanita hamil yang akan melakukan TOLAC mesti melahirkan di RUMAH SAKIT, bukan di PUSKESMAS atau BIDAN atau KLINIK. Bahkan kontrol selama hamil pun WAJIB di RUMAH SAKIT, TIDAK BOLEH di bidan / puskesmas / klinik karena akan dilakukan evaluasi secara menyeluruh tiap kontrol sebagai bahan pertimbangan apakah layak untuk mencoba TOLAC atau tidak. BEKAS SESAR adalah golongan KEHAMILAN RESIKO SANGAT TINGGI. Yang boleh kontrol hamil di bidan / klinik / puskesmas adalah kehamilan resiko rendah yaitu kehamilan tanpa sesuatu masalah apapun karena pada KEHAMILAN RESIKO TINGGI / SANGAT TINGGI dibutuhkan layanan pemeriksaan kehamilan yang terbaik yaitu pada dokter kandungan / rumah sakit.

Kenapa kok TOLAC WAJIB melahirkan di rumah sakit? karena untuk mewaspadai terjadinya robekan rahim dan untuk mempercepat penanganan. Coba ibu bayangkan seandainya robekan rahim terjadi di puskesmas / klinik / bidan … berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk merujuk pasien supaya dokter kandungan bisa segera melakukan operasi sesar darurat?

Mengapa Wanita Hamil Bekas Sesar Hampir Ssemuanya Di-Sesar Lagi?

< Beberapa faktor berperan dalam keberhasilan atau kegagalan upaya TOLAC atau istilahnya wanita hamil yang mau melakukan TOLAC makin menurun jumlah karena beberapa sebab antara lain banyaknya kasus rujukan terlambat atau rujukan salah dari tenaga kesehatan diluar rumah sakit sehingga resiko komplikasi bahkan resiko persalinan meningkat sangat tinggi. Contohnya begini wanita hamil bekas sesar, tidak pernah kontrol ke rumah sakit, tau-tau dirujuk dengan pembukaan 3 cm maka otomatis dokter kandungan akan melakukan sesar karena para dokter kandungan tidak tahu riwayat sesarnya yang dulu bagaimana, kondisi sebelum dirujuk bagaimana, diskusi mengenai persalinan TOLAC bagaimana, kondisi ibu dan bayi bagaimana, dan banyak lagi, bahkan tidak jarang terjadi komplikasi pada wanita bekas sesar yang tidak pernah atau tidak rutin kontrol kehamilan ke dokter kandungan. Pengalaman pribadi dokter kandungan yang pernah melihat bagaimana ngerinya robekan rahim juga menjadi pertimbangan sendiri. Tidak ada dokter kandungan Indonesia yang ingin pasiennya celaka. Setiap tindakan yang diambil mesti bertujuan untuk menolong pasiennya.

Dimana Saya Boleh Melakukan TOLAC?

Organisasi dokter kandungan Amerika Serikat menyatakan bahwa pasien yang boleh melakukan TOLAC harus ada dokter kandungan yang standby, dokter bius yang standby, sehingga bila terjadi robekan rahim bisa segera dilakukan operasi sesar karena robekan rahim spontan pada TOLAC tidak dapat diprediksi.

Menurut saya, TOLAC sebaiknya dilakukan di rumah sakit pendidikan dimana dokter spesialisnya ada yang bertugas jaga di kamar bersalin, dikenal dengan istilah dokter PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis). Mereka sangat cekatan dan dididik untuk melakukan pertolongan pada wanita hamil baik secara normal ataupun operasi, tentunya dengan pengawasan dan bimbingan dari para dokter spesialis senior yang ada di rumah sakit itu. Lah kalo di rumah sakit swasta? Sulit … resikonya terlalu tinggi karena yang mengawasi bidan, perawat, belum lagi dokter kandungannya masih menolong pasien melahirkan di rumah sakit lain. Artinya kondisi rumah sakit swasta tidak cukup ideal untuk melakukan TOLAC tetapi dokter kandungan akan mempertimbangkan boleh tidaknya ibu hamil melakukan TOLAC di rumah sakit swasta. Makanya diskusi dengan dokter kandungan perlu dilakukan.

KESIMPULANNYA adalah pasien mesti berdiskusi untuk mengambil keputusan yang terbaik apakah mau TOLAC atau operasi sesar lagi. Dan diskusi itu tidak boleh dalam kondisi sudah mules mau melahirkan karena dokter mesti melakukan pemeriksaan secara paripurna dan bertahap sejak hamil kecil s/d hamil tua untuk menentukan apakah secara medis memungkinkan untuk TOLAC atau tidak.

Tetapi ingat ya sekarang jalanan macet dimana-mana, pertimbangannya tidak murni medis lagi, banyak faktor yang harus dipikirkan bila ibu hamil memutuskan untuk TOLAC. Juga harus diingat bahwa resiko operasi pada bekas sesar juga meningkat, dalam artian operasi sesar pada bekas sesar bukan hal yang paling aman. Ibu hamil mesti memilih dan mempertimbangkan apa yang terbaik bagi dirinya dan bayinya dengan mempertimbangkan semua faktor. Maka dari itu periksakan kehamilan ibu secara teratur dan harus bertanya pada bidan atau dokter apakah kehamilan ibu termasuk resiko tinggi atau resiko rendah. Bila termasuk resiko tinggi maka WAJIB kontrol di rumah sakit.

TULISAN 114. IMUNISASI TT/ IMUNISASI TETANUS TOXOID

Apakah Tetanus Itu?

Tetanus adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Clostridium Tetani. Ia masuk melalui luka terbuka dan menyerang syaraf pusat. Bakteri ini umumnya ada di tanah, pupuk, kotoran hewan. Ia masuk lewat luka terbuka yang ada di kulit.

Apa Manfaat Imunisasi TT?

Imunisasi ini diberikan untuk mencegah terkenanya bayi yang baru lahir dari penyakit tetanus yang mematikan. Penyakit ini ditularkan oleh ibu hamil kepada janinnya, atau bayi yang dilahirkan dengan alat yang tidak steril. Pencegahan dilakukan dengan cara memberi kekebalan pada ibunya melalui imunisasi ini.

Kapan Pemberian Imunisasi TT?

TT diberikan 2 kali, yaitu TT1 dan TT2.

  • Terbaik sebelum hamil, TT1 dan TT2
  • Atau saat hamil, TT1 diberikan saat diketahui hamil pertama kali. TT2 diberikan paling tidak 4 minggu setelah TT1, atau paling lambat 2 minggu sebelum melahirkan

Manfaat imunisasi TT ini bisa melindungi ibu dari resiko terinfeksi tetanus dan mencegah bayinya terkena tetanus juga.

Imunisasi TT ini aman bagi kehamilan. Hanya nyeri, bengkak, kemerahan pada bekas suntikan. Sembuh sendiri dalam 1-2 hari setelahnya.

Berikut adalah tabel imunisasi TT.

TULISAN 112. APAKAH VARICES DI VAGINA BERBAHAYA PADA KEHAMILAN ?

Saya seringkali mendapatkan rujukan dari bidan dan klinik mengenai varises vagina pada ibu hamil. Pada beberapa ibu hamil bahkan mendapatkan informasi yang sesat dari tetangganya bahkan oom dan tantenya serta engkong dan mamaknya yang memberikan nasehat menakutkan/mengerikan, padahal dokter sekalipun tidak pernah memberikan informasi yang menakutkan.

Beberapa keluhan yang disampaikan ke saya oleh ibu hamil dengan varises di vagina atau vulva antara lain dulunya gak varises sekarang kok varises, nampak menonjol dan benjol di vagina, warna kebiruan di vagina, sakit kalo duduk, dll. Beberapa dari ibu hamil ada yang lebih suka pake pakaian celana ketat daripada longgar karena lebih nyaman dipakai untuk aktivitas, katanya kalo pake celana ketat bisa lebih kurang nyerinya (kalo ini ada benarnya juga sih…). Ada yang mencoba berendam dalam air teh dengan maksud untuk mengecilkan varisesnya, tapi ya tetap saja gak ada perubahan. Saya juga bingung dapat darimana anjuran berendam dengan air teh..he he he he.

Oke deh … begini saja … mari kita kenali apa sih VARISES VULVA VAGINA (selanjutnya kita singkat dengan 3V singkatan merupakan hak patent dari Dr. Cucuk Santoso, SpOG….ha ha ha ha).

APA SIH 3V ITU?

Varises seringkali ditemukan di tungkai utamanya pada bagian betis dan sekitar pergelangan kaki. Biasanya berwarna kebiru-biruan/ kehijau-hijauan yang tampak pada kulit. Pada wanita, terutama yang sedang hamil, varises ini bisa muncul di vagina dan vulva wanita. Oh iya sudah ngerti dengan istilah vulva gak ? vulva itu artinya pintu masuk vagina, tempat adanya bibir vagina itu looooohhh….

3V itu bentuknya seperti bergelombang, melingkar, belok-belok, membenjol, kebiruan, kehijauan, keunguan, biasanya siiih jarang berubah ukurannya selama kehamilan. Bisa bergerombol atau 1 jalur saja atau menjalar seperti akar pohon. Nanti saya kasih gambarnya untuk lebih mudah mengenalinya….

APA SIH YANG DAPAT MENYEBABKAN TIMBULNYA 3V?

3V dapat terjadi pada setiap wanita terutama wanita yang memiliki keturunan menderita varises. Resiko terkena 3V meningkat bila wanita tersebut usia kehamilannya makin tua, biasanya memasuki hamil 7-9 bulan (trimester 3). Terjadinya 3V disebakan oleh penekanan terhadap pembuluh darah di daerah panggul oleh makin besarnya ukuran rahim akibat kehamilan. Gejala-gejala yang biasanya dirasakan oleh ibu hamil antara lain rasa nyeri di daerah vulva, daerah vagina terasa berat (gimana ya … rasanya seperti terisi sesuatu gitu deh), bengkak dan segala sesuatu rasa tak nyaman deh, baik untuk duduk maupun aktivitas lainnya.

APAKAH 3V BISA DIOBATI?

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh ibu hamil untuk mengurangi keluhan akibat 3V. Penggunaan pakaian ketat yang khusus untuk varises dapat digunakan… (beli dimana ya? coba cari di bukalapak atau tanyain ke toko-toko olahraga atau coba datangi dokter spesialis bedah, siapa tahu bisa kasih petunjuk untuk beli dimana… oh iya… lihat juga iklan tv media yang jualan segala macam barang, siapa tahu pas kebetulan nemu celana khusus varises). Wanita hamil sebaiknya jangan beraktivitas yang membutuhkan berdiri lama. Hmm agak sulit juga bagi wanita yang kerja di pabrik ya… tapi saya yakin pihak pabrik pasti mau memberikan dispensasi atau memindahkan posisi pekerja yang hamil ke bagian yang lebih ringan… potong gaji kah? Sebab berdiri lama itu meningkatkan tekanan terhadap pembuluh darah vena di daerah panggul sehingga akibatnya 3V makin muncul.

Kalo tidur, baiknya wanita sedikit mengganjal bokongnya dgn bantal tipis dengan maksud untuk melancarkan aliran darah sekitar panggul. Ibu hamil sebaiknya jangan mengangkat barang-barang berat karena dapat merangsang timbulnya pembesaran pembuluh darah vena di sekitar panggul. Bagi ibu hamil yang bekerja di pabrik sebaiknya minta keringanan supaya kerja ringan saja. Hal ini penting karena untuk daerah karawang, cikampek, purwakarta, subang, cikarang dan bekasi banyak wanita yang kerja di pabrik.

APAKAH WANITA HAMIL DENGAN 3V HARUS OPERASI SESAR?

Sebetulnya wanita hamil dengan 3V tidak harus di operasi sesar saat melahirkan karena pembuluh darah vena itu lunak dan lembut sehingga tidak menghalangi jalan lahir. Tapi memang rasanya gak enak bingits saat melahirkan normal disertai 3V. Yang paling penting mesti diingat adalah penilaian klinis oleh dokter kandungan lebih menentukan keputusan klinik yang diambil karena semua dokter kandungan pasti ingin melakukan segala yang terbaik bagi ibu hamil, semua dilakukan seusai dengan pertimbangan fasilitas rumah sakit, tim bersalin, dan lain-lain.
Bila terjadi perdarahan dari pembuluh darah varises akibat persalinan maka para dokter kandungan akan melakukan penanganan terhadap perdarahan vena tersebut, untungnya pembuluh darah vena disekitar vulva vagina alirannya lambat sehingga lebih mudah diatasi. Yang jelas kalo punya 3V sebaiknya melahirkan di rumah sakit, jangan di klinik PPK1 atau puskesmas apalagi bidan BPS… ngeriii tau gak….

Apakah 3V itu bisa sembuh atau permanen/ menetap?

Biasanya wanita hamil yang sebelum hamil tidak punya 3V maka ketika pasca melahirkan varisesnya akan mengecil tapi tetap gak bisa hilang. 3V itu akan kembali muncul saat kehamilan berikutnya dan makin besar seiring dengan pertambahan usia kehamilan dan umur ibu. Makanya kalo udah tua, jangan hamil lagi…. ntar kena 3V loooooh….
Kalo ibu-ibu udah gak mau hamil lagi, maka sebaiknya 3V diobati terutama bila menimbulkan masalah misalnya nyeri atau rasa tidak enak. Datanglah ke dokter spesialis bedah untuk mendapatkan penanganan antara lain dengan melakukan penyuntikan obat dalam pembuluh darah varises yang dikenal dengan istilah skleroterapi. Kadang-kadang juga dilakukan pembedahan. Yang penting berobat ke dokter yaaaaa…. jangan dipijat di dukun dan jangan percaya cerita seram dari tetangga.

TULISAN 123. TANDA-TANDA AKAN MELAHIRKAN


Sumber gambar: jabar.tribunnews.com

Bagaimana sih ciri-ciri atau tanda-tanda jika bumil akan segera melahirkan?

Tanda-tanda akan melahirkan memang sangat ditunggu-tunggu para ibu hamil. Setelah sekian bulan Anda mengandung dan mengalami beberapa gangguan, kini tiba saatnya bumil akan mengalami proses persalinan. Mungkin Anda tinggal menunggu beberapa hari bahkan hitungan jam yang akan membuat Anda berdebar-debar menunggu datangnya masa melahirkan bayi Anda.

Langsung saja bunda, berikut ini tanda-tanda jika kelahiran calon bayi Anda sudah dekat:

1. Pecahnya Air Ketuban

Pecahnya air ketuban disebabkan oleh adanya desakan kontraksi dan tekanan kepala bayi Anda pada mulut serviks. Saat air ketuban sudah mulai bocor Anda akan merasakan semburan air atau hanya berupa rembesan saja. Sebenarnya pada saat air ketuban anda tidak akan terasa karena membran tidak mempunyai syaraf.

Perubahan Bentuk Tubuh

Biasanya hormon kehamilan akan membuat banyak perubahan pada tubuh anda. Salah satunya kondisi tulang kemaluan yang sedkit melebar yang membuat dasar panggul semakin lunak agar mempermudah jalannya kelahiran bayi. Bentuk payudara tampak membesar karena produksi ASI.

3. Rasa nyeri di daerah selakangan

Posisi kepala janin sudah dalam kondisi turun kebawah didaerah rangka tulang pelvis yang akan menyebabkan bunda mengalami rasa nyeri pada selakangan. Selain itu janin juga akan menekan kandung kemih yang bisa menyebabkan bunda sering mengalami buang air kecil.

4. Lendir Kental Bercampur Darah

Pada saat persalinan akan dimulai dan serviks mulai membuka. Pada saat bersamaan membran yang mengelilingi bayi anda dan cairan amniotik agak memisah dari dinding rahim. Darah dan mucus yang keluar seperti cairan lengket yang berwarna merah muda ini menjadi salah satu tanda akan menjalani proses persalinan.

5. Rasa sakit Pada Panggul

Biasanya kalau sudah mendekati proses melahirkan, bunda akan mengalami rasa nyeri pada panggul dan tulang belakang. Hal ini disebabkan karena pergeseran dan pergerakan janin yang mulai menekan bagian tulang belakang anda.

6. Kontraksi

Dinding rahim bunda akan semakin terasa mengeras sebelum melakukan proses persalinan. Kadang kontraksi ini tidak terasa menyakitkan dan kebanyakan wanita hamil tidak menyadarinya. Jadi sangat dianjurkan anda harus bisa mengenali apa yang sedang anda rasakan. Anda juga bisa meminta bantuan kepada Dokter.

7. Gerakan Bayi Sedikit Melambat

Anda akan merasakan gerakan bayi anda mulai melambat tidak seperti biasanya. Hal tersebut dikarenakan bayi yang ada didalam kandungan sedang mengatur posisi kelahirannya.

8. Tahap Pembukaan

Pada saat kepala bayi sudah berada pada bagian pintu rahim,proses pembukaan sudah mulai tahap demi tahap. Secara umum pembukaan ini naik satu persatu kira-kira setiap dua jam sekali yang semakin dekat dengan persalinan anda.

9. Beban Perut Akan Terasa Ringan Berbeda Dengan Sebelumnya

Kalau anda sudah mendekati masa persalinan, biasanya anda mengalami beban perut yang terasa ringan. Hal ini disebabkan oleh posisi bayi akan menurun dan mendiami daerah panggul. Ini juga akan sangat membantu bunda bisa bernafas dengan lega dibandingkan dengan sebelumnya.

10. Menderita Kram Perut

Rasa nyeri disekitar perut atau kram memang sangat membuat ibu hamil tidak nyaman karena rasnya seperti sedang datang bulan. Anda bisa membuat rasa ini sedikit berkurang dengan cara mandi air hangat yang membuat keadaan ibu hamil terasa nyaman. Bila derita ini dialami bunda berati masa persalinan sudah dekat.

Nah, sekarang bunda sudah tahu kan tanda-tandanya. Semoga proses kelahiran bayi Anda lancar ya bun.