TULISAN 109. PERDARAHAN KETIKA HAMIL… KATA DOKTER SAYA TERKENA PLACENTA PREVIA

Placenta previa atau yang dikenal dengan ari-ari menutup jalan lahir atau ari-ari dibawah merupakan komplikasi kehamilan yang lazim ditemui pada ibu hamil. Bila ibu hamil dinyatakan mengalami placenta previa oleh dokter kandungan, itu berarti posisi placenta atau ari-ari ibu hamil letaknya tidak normal, yaitu bisa dibagian bawah rahim, sebelah pintu lahiran atau menutupi pintu lahiran pada rahim. Fungsi placenta adalah untuk memberikan nutrisi pada bayi dalam kandungan ibu melalui tali pusat.

Placenta previa dapat menyebabkan timbulnya perdarahan terutama pada kehamilan lanjut. Bahkan terkadang para dokter terpaksa harus segera melahirkan bayinya demi menyelamatkan ibu hamil bila dinilai perdarahan yang timbul dapat membahayakan nyawa ibu hamil akibat perdarahan hebat atau akibat kondisi ibu hamil yang buruk walaupun umur kehamilan masih prematur. Para dokter demi menyelamatkan nyawa ibu hamil hampir selalu (hampir 100% ) melakukan operasi sesar bila terjadi perdarahan pada placenta previa.

Terdapat beberapa jenis placenta previa. Antara lain:

  1. Placenta previa totalis (placenta menutup jalan lahir)
  2. Placenta previa marginalis (placenta berada ditepi jalan lahir)
  3. Placenta previa letak rendah (tidak nutup jalan lahir tapi letaknya mepet ke pintu lahiran biasanya sekitar 2 cm dari pintu lahiran).

Lokasi menempelnya placenta dalam rahim diketahui dengan pemeriksaan USG pada umur kehamilan 16 minggu sampai 20 minggu. Bila terdeteksi adanya gangguan letak placenta maka akan dilakukan pemeriksaan ulangan untuk mengevaluasi letak placenta pada kehamilan yang lebih tua, biasanya pada umur kehamilan 28 minggu.

Apa Yang Perlu Diperhatikan Oleh Ibu Hamil Bila Terdeteksi Kena Placenta Previa?

Semua tergantung dari umur kehamilan ibu saat dilakukan USG deteksi tersebut. Bila masih hamil muda ya no problemo, biarin saja, tapi tetap berdoa semoga placentanya “dapat geser” ke atas. Jika sudah geser ke atas maka ibu hamil sudah tidak mengalami placenta previa lagi. Sebetulnya placenta itu tidak bisa bergeser atau dipindah ke atas tetapi seiring dengan pembesaran rahim akibat pertambahan usia kehamilan maka placenta mengikuti pembesaran rahim tersebut sehingga seolah-olah placenta bisa pindah. Kan placenta itu nempel di rahim, kalo rahim makin besar maka rahim makin ke atas sehingga placenta juga terposisi makin ke atas.

Bagaimana jika ternyata placenta previa terdeteksi pada kehamilan trimester 2? Waduuuuhhhh terpaksa deh ibu hamil mesti makin rajin periksa ke dokter kandungan untuk dilakukan evaluasi USG untuk menilai letak placentanya pada kehamilan yang makin tua. Tapi perlu diingat ya bila terjadi perdarahan maka harus segera ke dokter kandungan bahkan kalo perlu segera ke UGD Rumah Sakit, jangan ke dukun pijat / sinshe dan lain-lain. Ini harus segera diperiksa ada apa sih dengan kehamilan saya? nanti para dokter di UGD akan memeriksa apakah ini perdarahan akibat placenta previa atau bukan.

Apa Yang Terjadi Bila Ternyata Hasil Evaluasi Dokter Kandungan Menyatakan Tetap Placenta Previa?

Jika ternyata hasil pemeriksaan dokter pada kehamilan selanjutnya menyatakan bahwa tetap kena placenta previa maka ibu hamil sebaiknya jangan hubungan sex dulu dengan suami, istirahat yang cukup bahkan harus lebih deh, lalu hindari aktivitas fisik berlebihan yang dapat merangsang terjadinya perdarahan. Bila lahiran maka harus dengan jalan operasi sesar. Pada placenta previa pada jalan lahir tertutup total oleh placenta sehingga bayi gak bisa lewat. Bahkan sekalipun placenta letaknya dipinggir pun seringkali harus dilakukan operasi sesar karena perdarahan dapat terjadi saat pembukaan pintu rahim karena terjadi robekan pembuluh darah.

Perdarahan pada placenta previa terjadi seringkali tanpa ada rasa nyeri sebelumnya, tau-tau pas bangun tidur…. loooo…. kok ada darah banyak. Atau juga bisa didahului dengan mules pada perut. Jika ini terjadi maka ibu hamil harus segera ke UGD rumah sakit dan dokter biasanya akan merawat-inapkan ibu hamil.

Bila umur kehamilan ibu sudah mendekati hamil tua maka ibu hamil akan segera dilakukan operasi sesar. Bila masih hamil prematur maka bisa jadi kehamilan ibu dilanjutkan / dipertahankan sepanjang perdarahan berhenti, tapi bila perdarahan masih berlanjut terpaksa deh mesti lahir premature demi menyelamatkan sang ibu hamil karena perdarahan yang tidak berhenti dapat mengganggu kesehatan bayi juga. Kadang-kadang bila kondisinya masih memungkinkan maka ibu hamil akan disuntik obat untuk membantu fungsi pernafasan bayi bila terpaksa harus lahir prematur. Tapi ingat hal tersebut tidak ada jaminan 100% karena manusia bisanya cuman ikhtiar, Tuhan yang nentukan segalanya.

Jika pada perawatan ternyata perdarahan berhenti maka kehamilan akan dipertahankan setua mungkin dengan catatan kondisi ibu stabil dan kondisi janin baik. Jika semua baik dan stabil maka pasien boleh pulang ke rumah. Harus diingat bahwa perdarahan pada placenta previa dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa bisa diprediksi, jadi walaupun sudah pulang ke rumah ibu hamil dan keluarganya harus tetap waspada. Bila terjadi perdarahan ulang harus segera ke UGD Rumah Sakit.

Bila kondisi ibu hamil dan bayi dalam kandungannya stabil dan baik maka kehamilan akan diakhiri pada usia 37 minggu bila memungkinkan. Tapi pengalaman pribadi saya jarang yang bisa mencapai umur kehamilan 37 minggu, rata-rata sekitar 34 minggu saja (prematur).

Apa Saja Komplikasi Yang Dapat Terjadi Pada Placenta Previa?

Ibu hamil yang menderita placenta previa seringkali mengalami perdarahan baik saat hamil maupun saat melahirkan. Seringkali sampai harus di transfusi darah. Ibu hamil dengan placenta previa walopun dilakukan pertolongan dengan operasi sesar, tetap saja memiliki resiko perdarahan saat operasi karena placenta previa dapat nempel erat bahkan tidak mau dilepas dari rahim. Ada juga yang mudah dilepas dari rahim tetapi tempat bekas nempelnya menimbulkan perdarahan terus. Tidak jarang hal ini terpaksa harus dilakukan operasi angkat rahim.

Dokter kandungan akan memberikan obat-obatan untuk menimbulkan kontraksi rahim setelah bayi dilahirkan dengan cara operasi sesar. Hal ini bertujuan untuk membantu memghentikan perdarahan. Tetapi pada kasus placenta previa terkadang hal ini tidak efektif atau tidak dapat membantu karena pada placenta previa, letak placenta itu nempelnya pada bagian bawah rahim dimana di daerah tersebut kontraksinya kurang baik sehingga meskipun diberikan obat untuk kontraksi rahim belum tentu perdarahannya berhenti.

Bila terpaksa lahir premature maka bayi juga belum aman dari resiko / komplikasi walaupun sudah diberikan obat-obatan. Komplikasi pada bayi prematur antara lain sulit bernafas dan berat badan lahir yang rendah.

Siapakah Ibu Hamil Yang Beresiko Terkena Placenta Previa?

Sebagian besar ibu hamil yang terkena placenta previa ternyata tidak memiliki faktor resiko apapun. Tetapi bila hamil mengalami beberapa hal berikut, diduga dapat meningkatkan resiko terkena placenta previa, antara lain:

    1. Pernah placenta previa pada kehamilan sebelumnya.
    2. Pernah operasi sesar.
    3. Hamil kembar.
    4. Pernah operasi daerah rahim bagian dalam.
    5. Merokok aktif (ibu hamil merokok) ataupun pasif (suami merokok).
    6. Pengguna obat-obatan terlarang.
    7. Kehamilan yang berulang kali (hamil bolak-balik, melahirkan bolak-balik).
    8. Usia ibu hamil lebih dari 35 tahun.

TULISAN 112. APAKAH VARICES DI VAGINA BERBAHAYA PADA KEHAMILAN ?

Saya seringkali mendapatkan rujukan dari bidan dan klinik mengenai varises vagina pada ibu hamil. Pada beberapa ibu hamil bahkan mendapatkan informasi yang sesat dari tetangganya bahkan oom dan tantenya serta engkong dan mamaknya yang memberikan nasehat menakutkan/mengerikan, padahal dokter sekalipun tidak pernah memberikan informasi yang menakutkan.

Beberapa keluhan yang disampaikan ke saya oleh ibu hamil dengan varises di vagina atau vulva antara lain dulunya gak varises sekarang kok varises, nampak menonjol dan benjol di vagina, warna kebiruan di vagina, sakit kalo duduk, dll. Beberapa dari ibu hamil ada yang lebih suka pake pakaian celana ketat daripada longgar karena lebih nyaman dipakai untuk aktivitas, katanya kalo pake celana ketat bisa lebih kurang nyerinya (kalo ini ada benarnya juga sih…). Ada yang mencoba berendam dalam air teh dengan maksud untuk mengecilkan varisesnya, tapi ya tetap saja gak ada perubahan. Saya juga bingung dapat darimana anjuran berendam dengan air teh..he he he he.

Oke deh … begini saja … mari kita kenali apa sih VARISES VULVA VAGINA (selanjutnya kita singkat dengan 3V singkatan merupakan hak patent dari Dr. Cucuk Santoso, SpOG….ha ha ha ha).

APA SIH 3V ITU?

Varises seringkali ditemukan di tungkai utamanya pada bagian betis dan sekitar pergelangan kaki. Biasanya berwarna kebiru-biruan/ kehijau-hijauan yang tampak pada kulit. Pada wanita, terutama yang sedang hamil, varises ini bisa muncul di vagina dan vulva wanita. Oh iya sudah ngerti dengan istilah vulva gak ? vulva itu artinya pintu masuk vagina, tempat adanya bibir vagina itu looooohhh….

3V itu bentuknya seperti bergelombang, melingkar, belok-belok, membenjol, kebiruan, kehijauan, keunguan, biasanya siiih jarang berubah ukurannya selama kehamilan. Bisa bergerombol atau 1 jalur saja atau menjalar seperti akar pohon. Nanti saya kasih gambarnya untuk lebih mudah mengenalinya….

APA SIH YANG DAPAT MENYEBABKAN TIMBULNYA 3V?

3V dapat terjadi pada setiap wanita terutama wanita yang memiliki keturunan menderita varises. Resiko terkena 3V meningkat bila wanita tersebut usia kehamilannya makin tua, biasanya memasuki hamil 7-9 bulan (trimester 3). Terjadinya 3V disebakan oleh penekanan terhadap pembuluh darah di daerah panggul oleh makin besarnya ukuran rahim akibat kehamilan. Gejala-gejala yang biasanya dirasakan oleh ibu hamil antara lain rasa nyeri di daerah vulva, daerah vagina terasa berat (gimana ya … rasanya seperti terisi sesuatu gitu deh), bengkak dan segala sesuatu rasa tak nyaman deh, baik untuk duduk maupun aktivitas lainnya.

APAKAH 3V BISA DIOBATI?

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh ibu hamil untuk mengurangi keluhan akibat 3V. Penggunaan pakaian ketat yang khusus untuk varises dapat digunakan… (beli dimana ya? coba cari di bukalapak atau tanyain ke toko-toko olahraga atau coba datangi dokter spesialis bedah, siapa tahu bisa kasih petunjuk untuk beli dimana… oh iya… lihat juga iklan tv media yang jualan segala macam barang, siapa tahu pas kebetulan nemu celana khusus varises). Wanita hamil sebaiknya jangan beraktivitas yang membutuhkan berdiri lama. Hmm agak sulit juga bagi wanita yang kerja di pabrik ya… tapi saya yakin pihak pabrik pasti mau memberikan dispensasi atau memindahkan posisi pekerja yang hamil ke bagian yang lebih ringan… potong gaji kah? Sebab berdiri lama itu meningkatkan tekanan terhadap pembuluh darah vena di daerah panggul sehingga akibatnya 3V makin muncul.

Kalo tidur, baiknya wanita sedikit mengganjal bokongnya dgn bantal tipis dengan maksud untuk melancarkan aliran darah sekitar panggul. Ibu hamil sebaiknya jangan mengangkat barang-barang berat karena dapat merangsang timbulnya pembesaran pembuluh darah vena di sekitar panggul. Bagi ibu hamil yang bekerja di pabrik sebaiknya minta keringanan supaya kerja ringan saja. Hal ini penting karena untuk daerah karawang, cikampek, purwakarta, subang, cikarang dan bekasi banyak wanita yang kerja di pabrik.

APAKAH WANITA HAMIL DENGAN 3V HARUS OPERASI SESAR?

Sebetulnya wanita hamil dengan 3V tidak harus di operasi sesar saat melahirkan karena pembuluh darah vena itu lunak dan lembut sehingga tidak menghalangi jalan lahir. Tapi memang rasanya gak enak bingits saat melahirkan normal disertai 3V. Yang paling penting mesti diingat adalah penilaian klinis oleh dokter kandungan lebih menentukan keputusan klinik yang diambil karena semua dokter kandungan pasti ingin melakukan segala yang terbaik bagi ibu hamil, semua dilakukan seusai dengan pertimbangan fasilitas rumah sakit, tim bersalin, dan lain-lain.
Bila terjadi perdarahan dari pembuluh darah varises akibat persalinan maka para dokter kandungan akan melakukan penanganan terhadap perdarahan vena tersebut, untungnya pembuluh darah vena disekitar vulva vagina alirannya lambat sehingga lebih mudah diatasi. Yang jelas kalo punya 3V sebaiknya melahirkan di rumah sakit, jangan di klinik PPK1 atau puskesmas apalagi bidan BPS… ngeriii tau gak….

Apakah 3V itu bisa sembuh atau permanen/ menetap?

Biasanya wanita hamil yang sebelum hamil tidak punya 3V maka ketika pasca melahirkan varisesnya akan mengecil tapi tetap gak bisa hilang. 3V itu akan kembali muncul saat kehamilan berikutnya dan makin besar seiring dengan pertambahan usia kehamilan dan umur ibu. Makanya kalo udah tua, jangan hamil lagi…. ntar kena 3V loooooh….
Kalo ibu-ibu udah gak mau hamil lagi, maka sebaiknya 3V diobati terutama bila menimbulkan masalah misalnya nyeri atau rasa tidak enak. Datanglah ke dokter spesialis bedah untuk mendapatkan penanganan antara lain dengan melakukan penyuntikan obat dalam pembuluh darah varises yang dikenal dengan istilah skleroterapi. Kadang-kadang juga dilakukan pembedahan. Yang penting berobat ke dokter yaaaaa…. jangan dipijat di dukun dan jangan percaya cerita seram dari tetangga.

TULISAN 123. TANDA-TANDA AKAN MELAHIRKAN


Sumber gambar: jabar.tribunnews.com

Bagaimana sih ciri-ciri atau tanda-tanda jika bumil akan segera melahirkan?

Tanda-tanda akan melahirkan memang sangat ditunggu-tunggu para ibu hamil. Setelah sekian bulan Anda mengandung dan mengalami beberapa gangguan, kini tiba saatnya bumil akan mengalami proses persalinan. Mungkin Anda tinggal menunggu beberapa hari bahkan hitungan jam yang akan membuat Anda berdebar-debar menunggu datangnya masa melahirkan bayi Anda.

Langsung saja bunda, berikut ini tanda-tanda jika kelahiran calon bayi Anda sudah dekat:

1. Pecahnya Air Ketuban

Pecahnya air ketuban disebabkan oleh adanya desakan kontraksi dan tekanan kepala bayi Anda pada mulut serviks. Saat air ketuban sudah mulai bocor Anda akan merasakan semburan air atau hanya berupa rembesan saja. Sebenarnya pada saat air ketuban anda tidak akan terasa karena membran tidak mempunyai syaraf.

Perubahan Bentuk Tubuh

Biasanya hormon kehamilan akan membuat banyak perubahan pada tubuh anda. Salah satunya kondisi tulang kemaluan yang sedkit melebar yang membuat dasar panggul semakin lunak agar mempermudah jalannya kelahiran bayi. Bentuk payudara tampak membesar karena produksi ASI.

3. Rasa nyeri di daerah selakangan

Posisi kepala janin sudah dalam kondisi turun kebawah didaerah rangka tulang pelvis yang akan menyebabkan bunda mengalami rasa nyeri pada selakangan. Selain itu janin juga akan menekan kandung kemih yang bisa menyebabkan bunda sering mengalami buang air kecil.

4. Lendir Kental Bercampur Darah

Pada saat persalinan akan dimulai dan serviks mulai membuka. Pada saat bersamaan membran yang mengelilingi bayi anda dan cairan amniotik agak memisah dari dinding rahim. Darah dan mucus yang keluar seperti cairan lengket yang berwarna merah muda ini menjadi salah satu tanda akan menjalani proses persalinan.

5. Rasa sakit Pada Panggul

Biasanya kalau sudah mendekati proses melahirkan, bunda akan mengalami rasa nyeri pada panggul dan tulang belakang. Hal ini disebabkan karena pergeseran dan pergerakan janin yang mulai menekan bagian tulang belakang anda.

6. Kontraksi

Dinding rahim bunda akan semakin terasa mengeras sebelum melakukan proses persalinan. Kadang kontraksi ini tidak terasa menyakitkan dan kebanyakan wanita hamil tidak menyadarinya. Jadi sangat dianjurkan anda harus bisa mengenali apa yang sedang anda rasakan. Anda juga bisa meminta bantuan kepada Dokter.

7. Gerakan Bayi Sedikit Melambat

Anda akan merasakan gerakan bayi anda mulai melambat tidak seperti biasanya. Hal tersebut dikarenakan bayi yang ada didalam kandungan sedang mengatur posisi kelahirannya.

8. Tahap Pembukaan

Pada saat kepala bayi sudah berada pada bagian pintu rahim,proses pembukaan sudah mulai tahap demi tahap. Secara umum pembukaan ini naik satu persatu kira-kira setiap dua jam sekali yang semakin dekat dengan persalinan anda.

9. Beban Perut Akan Terasa Ringan Berbeda Dengan Sebelumnya

Kalau anda sudah mendekati masa persalinan, biasanya anda mengalami beban perut yang terasa ringan. Hal ini disebabkan oleh posisi bayi akan menurun dan mendiami daerah panggul. Ini juga akan sangat membantu bunda bisa bernafas dengan lega dibandingkan dengan sebelumnya.

10. Menderita Kram Perut

Rasa nyeri disekitar perut atau kram memang sangat membuat ibu hamil tidak nyaman karena rasnya seperti sedang datang bulan. Anda bisa membuat rasa ini sedikit berkurang dengan cara mandi air hangat yang membuat keadaan ibu hamil terasa nyaman. Bila derita ini dialami bunda berati masa persalinan sudah dekat.

Nah, sekarang bunda sudah tahu kan tanda-tandanya. Semoga proses kelahiran bayi Anda lancar ya bun.

TULISAN 115. KAKI BENGKAK SAAT HAMIL

Banyak hal yang bisa menyebabkan ibu hamil terkena bengkak di kakinya, sayangnya tidak semua ibu hamil menyadari semua penyebab dari bengkak kaki saat hamil.

Berikut ini berbagai penyebab kaki bengkak saat hamil yang perlu diketahui :

Beban Yang Berat

Pembengkakan pada kaki bisa diakibatkan oleh kaki yang menerima beban lebih berat dibandingkan sebelumnya. Hal itu dikarenakan saat hamil, berat badan ibu hamil akan meningkat tajam, seiring perkembangan janin selama kehamilan. Berat badan yang meningkat itu membuat tubuh ibu hamil membebani kaki. Kaki yang disuruh menanggung beban yang berat akan mengalami pembengkakan.

Kaki Banyak Cairan

Selama hamil, rahim akan semakin membesar. Besarnya rahim tersebut menyebabkan cairan tertimbun di dalam kaki 30 persen lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Penimbunan cairan di kaki itu menyebabkan kaki bengkak saat hamil.

Aliran Darah Tidak Lancar

Salah satu hal yang menyebabkan kaki menjadi bengkak saat hamil adalah pembuluh darah balik yang ada di kaki menjadi tersumbat dan terhambat. Pembuluh yang tersumbat itu menyebabkan aliran darah ke jantung juga mengalami gangguan. Akibatnya pembuluh darah yang tersumbat itu akan menimbulkan bengkak pada kaki. Aliran darah tidak lancar bisa menjadi indikasi terjadinya hipertensi dalam kehamilan yang harus diwaspadai.

Kurang Gerak

Ibu hamil dengan usia 24 minggu ke atas yang kebanyakan duduk dan tidak banyak bergerak akan menyebabkan kakinya bengkak. Hal itu dikarenakan aliran darah di kaki menjadi tidak lancar sehingga mengalami pembengkakan. Maka dari senam hamil sangat baik dilakukan ketika tengah hamil tua.

Apakah Berbahaya?

Bengkak pada kaki ibu hamil sebenarnya tidak bahaya, asalkan tidak diikuti dengan tanda-tanda bahaya. Bengkak pada ibu hamil selama masih dalam tahap normal bisa diatasi. Akan ada tanda bahaya dimana kaki bengkak yang normal terjadi menjadi bahaya bagi ibu hamil. Kaki bengkak tidak akan berbahaya jika tidak diikuti dengan tanda-tanda bahaya.

Berikut ini tanda-tanda kaki bengkak pada ibu hamil yang sudah berbahaya :

Otot kaki menonjol keluar

Salah satu tanda bahaya bengkak pada ibu hamil adalah jika pembengkakan di kaki disertai dengan tonjolan-tonjolan otot di kaki. Hal itu bisa menjadi tanda bahwa bengkak pada ibu hamil telah menjadi varises. Varises biasanya menyerang kaki dengan menimbulkan guratan-guratan otot kaki yang menonjol keluar.

Rasa panas dan nyeri

Ibu hamil merasakan rasa panas dan juga nyeri di kakinya. Hal itu merupakan tanda bahaya bagi ibu hamil. Sebab bengkak pada kakinya bukanlah hal normal kembali. Rasa panas dan nyeri bisa diakibatkan oleh kelainan. Untuk mengetahui penyebab dari rasa panas dan nyeri itu ibu hamil harus konsultasi ke dokter.

Preeklamsia

Ibu hamil juga harus tahu dan bisa membedakan mana bengkak yang normal dan mana bengkak yang tidak normal. Salah satu penyebab kaki bengkak yang tidak normal adalah preeklamsia. Pre eklamsia pada ibu hamil perlu diwaspadai karena berbahaya bagi ibu hamil dan janin. Tanda preeklamsia adalah adanya pembengkakan pada kaki, muka dan tangan. Pembengkakan itu juga terjadi nyeri di bagian tengkuk, ulu hati terasa nyeri dan pusing. Penderita preeklamsia bahkan bisa sampai kejang-kejang.

Selulitis

Salah satu tanda bahaya pembengkakan pada ibu hamil adalah selulitis. Selulitis adalah infeksi kulit dan juga peradangan pada kulit. Tanda bahaya itu bisa terjadi pada ibu hamil dengan tanda kaki ibu hamil yang bengkak berwarna merah, terasa gatal dan juga nyeri. Jika diraba, kulit kaki ibu hamil akan terasa panas. Rasa panas itu disebabkan oleh perubahan suhu pada permukaan kulit.

Bengkak tersebut menjalar, tidak hanya di tungkai kaki saja namun bisa menyebar ke bagian paha. Selulitis juga bisa menyebabkan luka dengan nanah di bagian yang terkena luka. Kaki bengkak saat hamil yang menderita selulitis harus segera konsultasi dokter agar bengkak tidak menyebar.

Trombosis

Salah satu tanda bahaya pembengkakan pada kaki ibu hamil adalah trombosis. Trombosis adalah pembengkakan pada kaki yang disertai dengan membengkaknya pembuluh darah terutama pembuluh darah vena di bagian kaki. Tandanya adalah pembuluh darah dibagian otot terlihat dan menonjol ke luar disertai dengan rasa nyeri saat digunakan untuk berjalan.

Bagaimana Mengatasinya?

Anda dapat mencoba beberapa cara di bawah yang akan memaparkan mengenai cara mencegah dan mengatasi kaki bengkak saat hamil. Mungkin ibu hamil tidak dapat sepenuhnya mencegah kaki bengkak saat hamil, namun dapat mencegah agar tidak terlalu parah.

  • Saat anda tidur usahakan posisi kaki lebih tinggi dari jantung anda, posisi seperti ini akan membantu dalam mengatur sirkulasi darah. Sehingga apabila anda tidur, anda dapat menggunakan ganjalan bantal pada kedua kaki untuk mendapatkan posisi yang lebih tinggi dari kepala dan jantung.
  • Pada kehamilan yang semakin membesar, anda jangan memaksakan untuk berdiri dalam jangka waktu yang cukup lama apalagi bila anda merasakan pegal. Pegal yang anda rasakan adalah tanda bahwa peredaran darah anda juga otot mengalami kelelahan.
  • Ketika anda tidur sebaiknya posisi badan anda miring ke kiri selain dianjurkan bagi umat muslim, manfaat yang anda dapatkan dengan tidur miring ke kiri adalah pembuluh darah balik ada di bagian kanan tubuh dan membuat tekanan pada tubuh anda berkurang.
  • Apabila anda berenang usahakan untuk berjalan di dasar kolam, daya apung dari kolam akan mengangkat bayi sehingga mampu mengatur peredaran darah secara normal pada ibu hamil.
  • Aturlah jadwal olahraga secara rutin selama kehamilan anda selain dapat membantu anda menjaga kesehatan selama kehamilan. Olahraga yang dilakukan selama kehamilan akan membantu untuk mengatasi keluhan kehamilan dan juga mempersiapkan persalinan terutama latihan pernapasan.
  • Hindari menggunakan sepatu yang mengikat kaki anda atau ukurannya kekecilan karena dengan sepatu yang mengikat kaki akan menghambat peredaran darah anda.
  • Seimbangkan konsumsi menu makan anda terutama makanan yang mengandung garam, konsumsi makanan mengandung garam dalam jumlah yang wajar.
  • Gerakan ringan yang membantu anda mengurangi bengkak bisa anda lakukan, contohnya adalag ketika anda sedang duduk, gerakan pergelangan kaki anda dengan cara ditekuk, gerakan yang melingkar ini akan sangat membantu anda.

Pengobatan

  • Taruh kaki lebih tinggi. Ambil bangku kecil untuk menempatkan kaki Anda di situ saat duduk.
  • Jangan melipat kaki saat duduk.
  • Jangan terlalu banyak berdiri dan juga jangan terlalu banyak duduk. Meluangkan waktu untuk berjalan sebentar di sela-sela aktivitas duduk Anda dapat membantu menjaga kelancaran aliran darah.
  • Pakai sepatu yang nyaman dan jangan memakai kaos kaki atau stocking yang terlalu ketat.
  • Banyak minum air. Ini dapat membantu mengurangi kelebihan air dalam tubuh.
  • Batasi makan makanan yang mengandung garam. Makanan tinggi garam (natrium) dapat menyebabkan tubuh menahan cairan. Natrium dalam garam menarik cairan ke dalam sel sehingga cairan tertahan di sel. Jika kaki Anda bengkak saat hamil sebaiknya batasi konsumsi garam maksimal ½ sendok teh per hari.
  • Olahraga teratur, terutama berjalan dan berenang. Berenang dapat membantu mengurangi tekanan pada kaki Anda.