TULISAN 122. SAYA PERNAH OPERASI SESAR, SEKARANG HAMIL LAGI. APAKAH BISA MELAHIRKAN NORMAL ?

Assalamu’alaikum dokter Cucuk, saya ibu hamil dengan riwayat sesar saat hamil yang lampau. Bisakah saya lahiran normal, dok?

Ada istilah yang berkembang bahwa sekali sesar maka harus sesar lagi sehingga banyak para dokter kandungan yang melakukan operasi sesar pada wanita hamil yang sudah pernah sesar. Bahkan di Amerika Serikat sekalipun angka sesar meningkat sangat tinggi, disebutkan bahwa hanya sekitar 3% saja wanita bekas sesar yang melahirkan secara normal di Amerika Serikat.

Sebetulnya usaha melahirkan normal pada wanita hamil yang pernah sesar bukanlah hal yang tabu atau hal yang salah. Tapi … kenyataannya jumlah wanita yang melakukan persalinan normal dengan riwayat bekas sesar (katakanlah dengan istilah TOLAC atau VBAC) sangat sedikit, di Amerika Serikat sendiri jumlah kurang dari 10% saja yang melahirkan secara normal, artinya yang berhasil melahirkan secara normal hanya sedikit saja.

TOLAC adalah TRIAL OF LABOR AFTER CESSAREAN BIRTH = persalinan percobaan pada wanita hamil yang pernah lahiran sesar.

Pada persalinan TOLAC, terdapat resiko robekan rahim sebesar 0,5 – 1% saja. Lalu apakah operasi sesar itu lebih aman? Cukup sulit untuk menjawabnya, karena operasi sesar pada wanita bekas sesar bukanlah sesuatu yang tanpa resiko. Jelas resiko operasi lebih besar tetapi pada upaya TOLAC terdapat resiko yang melekat yaitu robekan rahim spontan sebelum melahirkan atau saat melakukan persalinan.

Keputusan untuk melakukan TOLAC harus betul-betul disertai dengan banyak pertimbangan, tidak bisa hanya melihat dari sisi medis saja, tetapi faktor lingkungan, sarana prasarana dan kesiapan sumber daya manusia juga sangat menjadi pertimbangan sebelum memutuskan untuk melakukan TOLAC.

Beberapa pertimbangan medis yang biasanya dipakai untuk menentukan apakah wanita hamil boleh melakukan TOLAC antara lain riwayat persalinan sebelumnya, kenapa kok dioperasi, punya penyakit apa, dan sebagianya sehingga secara medis dapat disimpulkan boleh untuk melakukan TOLAC. Boleh! ingat ya BOLEH! bukan BISA! Kalo BOLEH artinya boleh untuk melakukan TOLAC tetapi tetap mewaspadai kegagalan upaya TOLAC (belum tentu berhasil melahirkan normal), kalo BISA berarti kita jadi dukun yang bisa meramal berhasil tidaknya wanita hamil melahirkan dengan cara TOLAC. Karena setiap persalinan itu pada dasarnya adalah PERCOBAAN sehingga terdapat potensi untuk terjadinya DISTOSIA atau macet persalinan.

Wanita Hamil Bekas Sesar Kontrol Kehamilannya Di Mana? Terus Kalau Melahirkan TOLAC Bisa Gak Di PUSKESMAS?

Biasanya dokter kandungan akan berusaha menghindari terjadinya induksi persalinan karena induksi persalinan pada wanita hamil bekas sesar meningkatkan resiko robekan rahim. Tapi pertimbangan medis dokter kandungan tetap menjadi acuan untuk dilakukan atau tidaknya induksi persalinan (rangsangan persalinan). Wanita hamil yang akan melakukan TOLAC mesti melahirkan di RUMAH SAKIT, bukan di PUSKESMAS atau BIDAN atau KLINIK. Bahkan kontrol selama hamil pun WAJIB di RUMAH SAKIT, TIDAK BOLEH di bidan / puskesmas / klinik karena akan dilakukan evaluasi secara menyeluruh tiap kontrol sebagai bahan pertimbangan apakah layak untuk mencoba TOLAC atau tidak. BEKAS SESAR adalah golongan KEHAMILAN RESIKO SANGAT TINGGI. Yang boleh kontrol hamil di bidan / klinik / puskesmas adalah kehamilan resiko rendah yaitu kehamilan tanpa sesuatu masalah apapun karena pada KEHAMILAN RESIKO TINGGI / SANGAT TINGGI dibutuhkan layanan pemeriksaan kehamilan yang terbaik yaitu pada dokter kandungan / rumah sakit.

Kenapa kok TOLAC WAJIB melahirkan di rumah sakit? karena untuk mewaspadai terjadinya robekan rahim dan untuk mempercepat penanganan. Coba ibu bayangkan seandainya robekan rahim terjadi di puskesmas / klinik / bidan … berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk merujuk pasien supaya dokter kandungan bisa segera melakukan operasi sesar darurat?

Mengapa Wanita Hamil Bekas Sesar Hampir Ssemuanya Di-Sesar Lagi?

< Beberapa faktor berperan dalam keberhasilan atau kegagalan upaya TOLAC atau istilahnya wanita hamil yang mau melakukan TOLAC makin menurun jumlah karena beberapa sebab antara lain banyaknya kasus rujukan terlambat atau rujukan salah dari tenaga kesehatan diluar rumah sakit sehingga resiko komplikasi bahkan resiko persalinan meningkat sangat tinggi. Contohnya begini wanita hamil bekas sesar, tidak pernah kontrol ke rumah sakit, tau-tau dirujuk dengan pembukaan 3 cm maka otomatis dokter kandungan akan melakukan sesar karena para dokter kandungan tidak tahu riwayat sesarnya yang dulu bagaimana, kondisi sebelum dirujuk bagaimana, diskusi mengenai persalinan TOLAC bagaimana, kondisi ibu dan bayi bagaimana, dan banyak lagi, bahkan tidak jarang terjadi komplikasi pada wanita bekas sesar yang tidak pernah atau tidak rutin kontrol kehamilan ke dokter kandungan. Pengalaman pribadi dokter kandungan yang pernah melihat bagaimana ngerinya robekan rahim juga menjadi pertimbangan sendiri. Tidak ada dokter kandungan Indonesia yang ingin pasiennya celaka. Setiap tindakan yang diambil mesti bertujuan untuk menolong pasiennya.

Dimana Saya Boleh Melakukan TOLAC?

Organisasi dokter kandungan Amerika Serikat menyatakan bahwa pasien yang boleh melakukan TOLAC harus ada dokter kandungan yang standby, dokter bius yang standby, sehingga bila terjadi robekan rahim bisa segera dilakukan operasi sesar karena robekan rahim spontan pada TOLAC tidak dapat diprediksi.

Menurut saya, TOLAC sebaiknya dilakukan di rumah sakit pendidikan dimana dokter spesialisnya ada yang bertugas jaga di kamar bersalin, dikenal dengan istilah dokter PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis). Mereka sangat cekatan dan dididik untuk melakukan pertolongan pada wanita hamil baik secara normal ataupun operasi, tentunya dengan pengawasan dan bimbingan dari para dokter spesialis senior yang ada di rumah sakit itu. Lah kalo di rumah sakit swasta? Sulit … resikonya terlalu tinggi karena yang mengawasi bidan, perawat, belum lagi dokter kandungannya masih menolong pasien melahirkan di rumah sakit lain. Artinya kondisi rumah sakit swasta tidak cukup ideal untuk melakukan TOLAC tetapi dokter kandungan akan mempertimbangkan boleh tidaknya ibu hamil melakukan TOLAC di rumah sakit swasta. Makanya diskusi dengan dokter kandungan perlu dilakukan.

KESIMPULANNYA adalah pasien mesti berdiskusi untuk mengambil keputusan yang terbaik apakah mau TOLAC atau operasi sesar lagi. Dan diskusi itu tidak boleh dalam kondisi sudah mules mau melahirkan karena dokter mesti melakukan pemeriksaan secara paripurna dan bertahap sejak hamil kecil s/d hamil tua untuk menentukan apakah secara medis memungkinkan untuk TOLAC atau tidak.

Tetapi ingat ya sekarang jalanan macet dimana-mana, pertimbangannya tidak murni medis lagi, banyak faktor yang harus dipikirkan bila ibu hamil memutuskan untuk TOLAC. Juga harus diingat bahwa resiko operasi pada bekas sesar juga meningkat, dalam artian operasi sesar pada bekas sesar bukan hal yang paling aman. Ibu hamil mesti memilih dan mempertimbangkan apa yang terbaik bagi dirinya dan bayinya dengan mempertimbangkan semua faktor. Maka dari itu periksakan kehamilan ibu secara teratur dan harus bertanya pada bidan atau dokter apakah kehamilan ibu termasuk resiko tinggi atau resiko rendah. Bila termasuk resiko tinggi maka WAJIB kontrol di rumah sakit.

TULISAN 114. IMUNISASI TT/ IMUNISASI TETANUS TOXOID

Apakah Tetanus Itu?

Tetanus adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Clostridium Tetani. Ia masuk melalui luka terbuka dan menyerang syaraf pusat. Bakteri ini umumnya ada di tanah, pupuk, kotoran hewan. Ia masuk lewat luka terbuka yang ada di kulit.

Apa Manfaat Imunisasi TT?

Imunisasi ini diberikan untuk mencegah terkenanya bayi yang baru lahir dari penyakit tetanus yang mematikan. Penyakit ini ditularkan oleh ibu hamil kepada janinnya, atau bayi yang dilahirkan dengan alat yang tidak steril. Pencegahan dilakukan dengan cara memberi kekebalan pada ibunya melalui imunisasi ini.

Kapan Pemberian Imunisasi TT?

TT diberikan 2 kali, yaitu TT1 dan TT2.

  • Terbaik sebelum hamil, TT1 dan TT2
  • Atau saat hamil, TT1 diberikan saat diketahui hamil pertama kali. TT2 diberikan paling tidak 4 minggu setelah TT1, atau paling lambat 2 minggu sebelum melahirkan

Manfaat imunisasi TT ini bisa melindungi ibu dari resiko terinfeksi tetanus dan mencegah bayinya terkena tetanus juga.

Imunisasi TT ini aman bagi kehamilan. Hanya nyeri, bengkak, kemerahan pada bekas suntikan. Sembuh sendiri dalam 1-2 hari setelahnya.

Berikut adalah tabel imunisasi TT.

TULISAN 118. KEHAMILAN KOSONG ALIAS BLIGHTED OVUM ALIAS BO

Dokter Cucuk … saya konsul donk. Tadi saya periksa hamil dan katanya hamil saya kosong. huaaa… huaaa… huaaa (nangis).

Kehamilan kosong atau istilah medisnya dikenal sebagai Blighted Ovum atau Anembryonic Gestation merupakan salah satu bentuk keguguran dalam kehamilan. Dalam hal ini selanjutnya kita pakai istilah BO.

BO dapat terjadi akibat sel telur yang telah dibuahi menempelkan diri ke dalam rahim dan celakanya sel telur yang telah dibuahi tersebut ternyata tak berkembang menjadi embryo. Pada awal-awal kehamilan, BO ini sering tanpa gejala misalnya perdarahan, tau-tau pas saat periksa ke dokter kandungan didapatkan hamilnya kosong. Biasanya BO yang tidak diketahui ini menimbulkan perdarahan pada akhir-akhir trimester 1. Itulah sebabnya pentingnya memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan segera begitu telat haid atau saat diketahui test hamilnya positif.

BO ini merupakan penyebab keguguran pada 50% wanita yang mengalami keguguran saat hamil muda. Sudah jelas dengan tidak berkembangnya embryo menunjukkan telah terjadi gangguan atau ketidaknormalan kromosom pada buah kehamilan. Kromosom itu apa? kromosom itu bahan pembentuk tubuh kita. Gampangnya bahan pembentuk sel tubuh. Alhamdulillah Tuhan YME masih memberikan pertolongan secara otomatis pada wanita hamil yang mengalami BO yaitu adanya komputer tubuh yang mampu mendeteksi adanya kelainan kromosom pada proses pembentukan janin sehingga secara otomoatis tubuh memprogram untuk menghentikan proses pembentukan janin. Kelainan kromosom ini dapat disebabkan oleh gangguan pembelahan sel ataupun kualitas sperma yang buruk kadang-kadang juga karena telur yang buruk. Makanya para suami dilarang merokok kalau isteri sedang hamil karena selain dapat merusak sperma juga dapat merusak sel telur isteri.

Tapi Test Hamil Saya Masih Positif

Walaupun sudah dinyatakan oleh dokter kandungan bahwa ibu hamil menderita BO, bila dilakukan test hamil maka hasilnya mesti masih positif (garisnya 2 buah). Hal ini terjadi karena pada BO embryo tidak terbentuk (cikal bakal janin) tetapi placentanya masih bisa terbentuk untuk memproduksi hormon kehamilan sampai batas waktu tertentu. Ibu hamil juga masih dapat merasakan gejala kehamilan seperti mual, mudah lelah, payudara tegang, dan lain-lain. Bila hormon kehamilan ini makin turun pada makin tua kehamilan maka ibu hamil akan mulai mengalami perdarahan mulai dari sekedar bercak sampe perdarahan banyak. Mulai timbul pula gejala kram diperut, atau nyeri di bagian bawah perut. Itu merupakan tanda-tanda akan keluar darah akibat BO.

Bila ibu hamil periksa ke bidan atau dokter klinik maka BO akan dicurigai bila sudah hamil 3 bulan kok belum ada terdeteksi detak jantung janin. Mereka akan merujuk ibu hamil ke dokter kandungan untuk diperiksa kesehatan kehamilannya. Bila ternyata betulan BO maka gambaran hasil USG-nya akan ditunjukkan ke ibu yaitu kantong kehamilannya ada tetapi janinnya tidak ada. Keguguran akibat BO akan terjadi umumnya pada akhir trimester 1 kehamilan, tandanya seperti yang telah saya sebutkan di atas yaitu timbul nyeri perut dan ada perdarahan. Biasanya seringkali tanda keguguran itu muncul lebih awal sebagai tanda bahwa kehamilan ibu tidak sehat.

Walaupun kehamilan ini tidak ada janinnya, bila terjadi keguguran seringkali ibu-ibu menangis karena sedih. Membawa suasana kesedihan bila keguguran. Mestinya tidak usah sedih atau melow karena keguguran pada hamil BO itu lantaran Allah SWT begitu cintanya pada ibu-ibu hamil sehingga sebelum kehamilan BO itu membawa bahaya bagi ibu hamil Allah SWT sudah menggugurkannya terlebih dulu.

Apa Yang Harus Saya Lakukan Bila Saya Terkena BO?

Ikuti saran dari dokter kandungan ibu. Dokter kandungan akan memberikan terapi sesuai dengan kondisi ibu. Biasanya dokter kandungan akan menyarankan untuk melakukan kuret karena sangat berbahaya membiarkan penyakit BO ini diam dalam tubuh ibu hamil, dapat menimbulkan keguguran yang disertai perdarahan bahkan dapat terjadi infeksi rahim.

Setelah dikuret dokter kandungan akan memeriksakan hasil kuretnya ke laboratorium patologi untuk mencari penyebab keguguran. Ada beberapa ibu hamil yang takut bahkan tidak mau dikuret padahal kuret itu dibius tidur sehingga tidak terasa. Ya boleh-boleh saja sih asalkan kehamilan BO bisa keluar sempurna dari tubuh ibu hamil, kalo tidak bisa? ya jelas berbahaya. Atau keluar sebagian disertai perdarahan? tambah bahaya lagi.

Di Indonesia situasinya sangat berbeda dengan luar negeri dimana tingkat pendidikan dan pengetahuan akan kehamilan masyarakat Indonesia lebih rendah daripada wanita luar negeri (dalam hal ini negara barat ya) sehingga rasanya terlalu beresiko bila wanita hamil membiarkan hamil kosongnya berlarut-larut tanpa penanganan dokter kandungan. Belum lagi jalanan macet, banyaknya ibu melahirkan yang harus ditolong dokter, akses kendaraan yang sulit, jalanan yang rusak, dll semuanya dapat mempengaruhi kecepatan penanganan komplikasi perdarahan akibat BO yang tak diobati. Jadi kesimpulannya sebaiknya ibu hamil mengikuti saran dari dokter kandungan saja.

Apakah Penyakit BO Ini Bisa Dicegah?

BO tidak dapat dicegah tetapi bagi ibu hamil yang suaminya merokok sebaiknya berhenti merokok karena sudah sangat membantu untuk mengurangi resiko BO pada isterinya. Apakah bisa kena BO lagi? bisa, tapi jarang karena sifatnya BO itu biasanya terjadi 1x saja. Kapan boleh hamil lagi? ya tentunya setelah lewat masa nifas pasca keguguran, ya kira-kira 2-3 bulan setelah keguguran langsung saja tancap gas tanpa rem ya bagi pasangan suami-isteri.

Oke deh… semoga bermanfaat. Jangan lupa di LIKE dan di SHARE yaaa… jangan pelit.

TULISAN 121. SAYA HAMIL TAPI ADA AMBEYEN/ WASIR/ HEMORRHOID. APAKAH BISA MELAHIRKAN NORMAL ?

Wasir adalah pembengkakan pembuluh darah di daerah rectum, istilah bahasa kerennya adalah lubang dubur atau lubang BAB. Ukuran pembengkakan tersebut bisa kecil sampai besar bahkan sampai keluar dari lubang dubur.

Keluhan yang dirasakan biasanya terasa gatal, tidak enak di pantat, dan bila duduk kadang-kadang sakit. Kalau BAB berdarah pula. Benar-benar menyebalkan.

Wasir lumayan sering terjadi saat kehamilan terutama pada 3 bulan terakhir menjelang kelahiran. Istilah bahasa dokter kandungan adalah trimester 3. Beberapa wanita mendapatkan penyakit wasir ini bahkan saat hamil saja, ada juga yang sejak belum hamil sudah punya wasir. Bisa juga habis melahirkan yang timbulnya disebabkan oleh mengejan saat persalinan, kalau yang ini biasanya bokong terasa panas setelah lahiran.

Alhamdulillah sebagian besar wasir itu bisa sembuh sendiri, terutama bila timbulnya saat kehamilan dan setelah melahirkan ibu-ibu berusaha makan sayur-sayuran, buah-buahan, dan rajin minum air putih / air jus untuk mencegah BAB keras (konstipasi).

Apa Penyebab Wasir Saat Hamil?

Kehamilan menyebabkan wanita cenderung untuk menderita wasir, seperti halnya varices di tungkai bahkan vulva vagina.

kehamilan yang makin besar akan menekan pembuluh darah vena di daerah panggul dan vena cava inferior yang berfungsi mengalirkan darah dari tubuh bagian bawah (tungkai dan kawan-kawannya) ke atas. Penekanan tersebut mengakibatkan perlambatan aliran darah dan tentu saja tekanan pembuluh darah vena akan meningkat sehingga lama-lama akan melebar atau membengkak.

Konstipasi juga dapat menimbulkan wasir karena kalau BAB keras maka ibu hamil cenderung untuk mengejan. Hormon kehamilan juga dapat menyebabkan timbulnya wasir karena saat hamil hormon progesteron menyebabkan pembuluh darah vena tubuh mengalami relaksasi / lemas sehingga dapat dengan mudah untuk membengkak atau berdilatasi / melebar. Progesteron ini juga menyebabkan gerakan usus melambat sehingga mudah timbul konstipasi.

Bagaimana Caranya Supaya Terhindar Dari Wasir Saat Hamil?

Ibu hamil memang rawan terkena wasir tetapi masih ada beberapa cara untuk mengurangi resiko terkena wasir (tidak bisa mencegah 100% tapi lumayan untuk dicoba). Beberapa hal yang dapat menngurangi resiko terkena wasir saat hamil antara lain:

  • Hindari konstipasi. Jangan malas / menunda-nunda BAB. Makanlah makanan berserat tinggi seperti sayuran, buah-buahan, gandum, dan kacang-kacangan. Minumlah air sering-sering dan lakukan olah raga teratur. Bila BAB-nya tetap keras segera datangi dokter terdekat untuk ditangani, biasanya dokter memberikan obat pelunak BAB setelah melakukan pemeriksaan.
  • Jangan tunda-tunda bila terasa ingin BAB. Dan jangan mengejan serta jangan duduk untuk BAB lama-lama karena dapat menyebabkan penekanan pembuluh darah di sekitar dubur.
  • Lakukan senam kegel. Senam kegel diyakini mampu meningkatkan aliran darah disekitar dubur dan memperkuat otot-otot sekitar anus dan dubur sehingga menurunkan resiko terkena wasir. Bahkan memperkuat otot-otot vagina dan urethra (saluran kencing).
  • Jangan duduk atau berdiri terlalu lama. Mesti sering bergerak. Kalo sedang kerja dan udah duduk lama harus diikuti dengan jalan-jalan sedikit biar aliran darah kembali lancar. Ya kira-kira duduk 1 jam jalan-jalan 5 menit.
  • Kalau sedang di rumah ya tidurnya miring ke kiri, kalau nonton TV ya sambil berbaring saja supaya tekanan ke pembuluh darah vena di sekitar dubur bisa berkurang sehingga aliran darah balik menuju ke jantung melalui vena cava inferior menjadi lebih lancar.

Bagaimana Kalau Sudah Kena Wasir?

Letakkan 1 pak es dibungkus kain lembut dan letakkan di area sekitar dubur yang terkena wasir tersebut. 3-4x / hari. Sebab es mampu mengurangi bengkak dan rasa tak nyaman. Berendam di air hangat selama 10-15 menit, kalau gak punya bath tub bisa berendam duduk di ember besar. Lakukanlah kombinasi dingin-hangat ini bergantian setiap harinya. Hari ini dingin, besok hangat.

Bersihkan / cebok yang bersih lalu keringkan. Hal ini untuk menghindari terjadinya iritasi kulit sekitar dubur. Kadang-kadang dokter memberikan juga obat-obatan oles untuk mengurangi rasa sakit atau mungkin juga obat seperti peluru yang dimasukkan ke dalam dubur. Yang penting adalah jangan pakai obat sembarangan, datangi dokter terdekat sehingga ibu hamil akan diarahkan untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Semoga bermanfaat. Selamat mempraktekkan ya..

TULISAN 119. KESEHATAN GIGI DAN MULUT SANGAT PENTING PADA KEHAMILAN

PERHATIAN-PERHATIAN … SAYA BUKAN DOKTER GIGI !!!

Sebelumnya harap diperhatikan ya bahwa meskipun saya nulis artikel tentang sakit gigi, perlu diingat saya bukan dokter gigi sehingga keputusan pengobatan dan perawatan gigi merupakan keahlian dokter gigi, jangan pergi ke tukang gigi !!!

Pemeriksaan gigi yang teratur dapat mencegah timbulnya penyakit gigi. Banyak wanita hamil yang enggan memeriksakan giginya “walopun sakit gigi” ke dokter gigi karena berbagai informasi menakutkan yang diterima dari tetangganya yang pekerjaannya bukan dokter gigi tapi berpengetahuan melebihi dokter gigi…he he he. Padahal menjaga kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan merupakan bagian tak terpisahkan dari pelayanan kesehatan kehamilan. Dokter gigi dapat melihat dan menjelaskan bahkan mengobati bila gigi dan gusi ibu hamil memiliki masalah terkait kehamilan bila ibu hamil rutin memeriksakan giginya ke dokter gigi.

Beritahukan Pada Dokter Gigi Bahwa Ibu Sedang Hamil

Ibu hamil mesti memberikan informasi kepada dokter gigi bila sedang sakit gigi dan saat ini sedang hamil. Jangan lupa beritahukan pula obat-obatan apa yang telah ibu hamil minum, siapa tahu tadinya sudah berobat ke dokter umum di puskesmas atau klinik PPK1…. bagia yang pakai BPJS. Atau siapa tahu sudah minum jamu-jamuan tong teng tong ala professor tetangga yang profesinya jualan tapi ngaku-ngaku memiliki keahlian melebihi dokter gigi. Dokter gigi biasanya akan memeriksa kondisi kesehatan gigi dan mulut ibu hamil dan bila ternyata kehamilan ibu beresiko tinggi atau ibu terdeteksi memiliki penyakit sistemik lainnya maka dokter gigi akan menunda atau memberikan alternatif perawatan yang disesuaikan dengan kondisi ibu hamil.

Apa Sih Efek Kehamilan Terhadap Gigi Dan Mulut?

Kehamilan sedkit banyak memiliki pengaruh terhadap beberapa perubahan didalam mulut ibu hamil, walopun mungkin selama kehamilan ibu-ibu tak merasakan hal tersebut. Itulah sebabnya walopun sedang hamil, ibu-ibu disarankan untuk tetap kontrol/ perawatan gigi secara teratur pada dokter gigi, bukan berobat gigi ke bidan, dokter kandungan, apalagi ke tetangga… he he he lebih aneh lagi bila ke tukang gigi.

Karena adanya perubahan hormonal dalam tubuh ibu selama kehamilan maka beberapa ibu hamil akan mengalami “pregnancy gingivitis” yaitu adanya inflamasi pada gusi dan bikin bengkak dan nyeri. Gusi mudah berdarah bila terkena sikat gigi atau dental floss. Bila dibiarkan alias tidak berobat ke dokter gigi maka dapat makin parah. Untuk mencegah timbulnya gingivitis atau bila sudah terlanjur terkena gingivitis maka ibu hamil mesti makin sering dan makin rajin untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut, tidak lupa untuk segera datang ke dokter gigi supaya diberikan nasehat dan diperiksa kondisi mulut ibu hamil.

Ibu hamil juga beresiko untuk mengalami kerusakan gigi daripada ibu yang tidak hamil. Bila ibu hamil banyak memakan makanan yang mengandung karbohidrat (indonesia bangettt), kurang makan daging dan ikan, makannya cuman nasi melulu, sayurnya sedikit, ditambah krupuk, maka kandungan gulanya dapat meningkatkan resiko kerusakan gigi…lihat aja gigi pada anak kecil yang suka ngemu makanan dalam mulutnya…rusak to giginya ? Saat ibu hamil mengalami mabuk alias mual muntah pada awal kehamilan, terjadi peningkatan keasaman rongga mulut. Nah ini juga dapat merangsang kerusakan gigi pada ibu hamil.

Kemalasan ibu hamil untuk menggosok gigi atau malas menjaga kebersihan mulut diduga dapat menyebabkan gangguan pada kehamilan, beberapa diantaranya lahir premature, preeclampsia, timbulnya diabet selama hamil bahkan gangguan pertumbuhan janin. Mungkin terdapat peranan infeksi gigi/ rongga mulut akibat malas menjaga kebersihan gigi dan mulut.

Ada yang dikenal dengan istilah epulis atau pregnancy tumor pada gusi ibu hamil. Biasanya muncul pada trimester ke-2 kehamilan…bentuknya menakutkan seperti kanker padahal jinak dan mudah berdarah. Tumor ini disebabkan oleh penumpukan plak diantara gigi dengan gigi. Untungnya epulis ini menghilang setelah melahirkan. Yang terpenting kalo ada yang ngalami begini maka segera ke dokter gigi. Jangan diminumin jamu, jangan ditusuk jarum, dan jangan diobatin ke sangkal putung/ dukun patah tulang.

Pengobatan Gigi Selama Hamil Aman Atau Tidak Bagi Kehamilan?

Dokter gigi paham dan akan memberikan terapi disesuaikan dengan kondisi ibu hamil, termasuk obat-obatan yang berguna untuk mengobati sakit gigi ibu hamil. Bila ternyata ibu hamil mesti dilakukan penambalan atau perawatan saluran akar gigi atau pencabutan gigi maka dokter gigi akan berupaya melakukan yang terbaik bagi ibu hamil. Oh iya pembiusan lokal saat pengobatan gigi aman pada kehamilan. Jadi jangan percaya sama tetangga ya…profesinya bukan dokter gigi, dokter pun bukan, tapi seringkali ibu hamil lebih mempercayai tetangga daripada dokter gigi.
Pengobatan gigi tidak menyebabkan keguguran, cacat hamil, lahir prematur, pertumbuhan bayi terhambat (bayi kecil dalam kandungan). Untuk lebih jelasnya ayo beramai-ramai periksa gigi dan mulut ke dokter gigi segera baik ada keluhan ataupun tidak ada keluhan biar makin jelas, tanyain deh semua apa-apa yang ibu-ibu hamil pengen tahu…
Satu hal yang perlu saya ingatkan bagi ibu hamil bahwa jangan sekalipun percaya sama Dr. Cucuk Santoso, SpOG karena percaya sama manusia itu perbuatan MUSYRIK alias SYIRIK, percayalah sama Allah SWT. Hukuman syirik adalah neraka !!! he he he ngeri gak…?!

Oke…semoga bermanfaat dan mohon dishare untuk kebaikan kita bersama sekaligus amal jariyah kita. Aamiin.

TULISAN 120. Makanan Apa Saja Yang Boleh Dan Sebaiknya Dihindari Selama Hamil

Saat hamil, ibu-ibu makan untuk 2 orang sehingga penting untuk mengetahui makanan apa saja yang baik bagi ibu dan janin dalam kandungan. Sebaiknya ibu hamil rutin mengkonsumsi vitamin dan mineral tiap hari. Saat ini banyak dijual di apotek maupun supermarket berbagai jenis multivitamin bagi ibu hamil, bahkan sudah ada yang diperuntukkan untuk wanita yang belum hamil. Tapi multivitamin saja tidak akan cukup untuk menunjang kesehatan kehamilan bila ibu-ibu hamil tidak memakan makanan bergizi.

Ibu-ibu hamil mesti rajin dan memaksa untuk menggemari sayuran hijau, buah-buahan dan mungkin saja bagi penyuka gandum boleh saja untuk dikonsumsi rutin, seperti roti gandum yang banyak dijual di supermarket atau mungkin sereal … banyak iklannya di TV. Sayuran hijau dan brokoli itu mengandung zat besi yang sangat penting dalam kehamilan. Makanan yang dimakan oleh ibu hamil juga mesti banyak mengandung kalsium untuk membantu pembentukan tulang dan gigi janin, misalnya brokoli, susu, dan yogurt.

Makanan yang mengandung protein tinggi dan juga zat besi seperti ayam dan daging. Ikan … juga telur juga sangat disarankan pada wanita hamil. Saya tidak tahu apakah di indonesia lautnya sudah tercemar merkuri atau belum, andaikan sudah tercemar merkuri maka hati-hati bila mengkonsumsi ikan laut. Mendingan makan ikan mujaer, ikan mas, ikan lele, dll … Syukur-syukur kalau punya tambak atau kolam sendiri atau milik tetangga … beli saja untuk dikonsumsi harian. Sebetulnya ikan laut itu penting karena mengandung asam lemak omega 3 dll. Begini …, jangan makan ikan laut impor, makan yang lokal saja … tapi pastikan laut tempat kita tinggal bebas dari limbah merkuri. Minimal makan ikan itu 1x / minggu karena begitu pentingnya khasiat ikan laut bagi kehamilan. Contoh ikan yang baik untuk dikonsumsi antara lain salmon dan tuna.

Lalu Makanan Apa Yang Sebaiknya Dihindari Selama Kehamilan ?

Bila laut kita sudah tercemar merkuri maka sebaiknya hindari makan ikan laut karena merkuri itu bisa berakibat buruk bagi janin dalam kandungan ibu hamil … otaknya bisa rusak … bisa blo’on nanti anaknya. Siapa yang suka ikan hiu ? di sumatera barat masyarakatnya sudah biasa mengenal ikan hiu untuk santapan makan gulai ikan hiu …. Pedas banget … saya pun sangat menyukainya. Maklum saya asli minang. Tapi ibu hamil sebaiknya jangan makan ikan hiu ya. Karena Semakin besar dan semakin lebih tua umur ikan, maka ia juga akan semakin tinggi kemungkinan mengandung merkuri.

Kalau makan udang dan kepiting masih boleh kok. Oh iya bagi penggemar sushi sebaiknya selama hamil jangan makan sushi. Hindari makanan mentah ataupun makan setengah matang karena kalo pas sedang apes makanan tersebut mengandung bakteri listeria yang berbahaya bagi kesehatan ibu dan janinnya. Minum susu segar boleh asalkan sudah dilakukan pasteurisasi sehingga susu menjadi aman untuk dikonsumsi.

Hindari juga makan daging mentah atau setengah matang … Siapa ibu-ibu hamil yang penggemar steak ? sebaiknya jangan minta yang rare atau medium well, mintalah yang welldone steak saja alias matang sempurna.
Minum kopi masih banyak perdebatan diantara para ahli kesehatan. Saran saya sebaiknya jangan lebih dari 1 cangkir kopi / hari. Karena ada beberapa penelitian yang menemukan adanya hubungan antara kebiasaan minum kopi dalam jumlah banyak dengan terjadinya keguguran. Bahkan juga bisa menyebabkan lahir premature dan bayi kecil (berat badannya rendah).

Minuman beralkohol juga sebaiknya dihindari. Saya yakin sangat jarang ibu-ibu hamil Indonesia yang minum minuman keras. Kalau orang bule sih memang itu sudah kebiasaan mereka. Alkohol dapat menyebabkan bayi menjadi idiot.
Untuk menghindari penyakit akibat makanan selama hamil maka ibu hamil dapat melakukan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daging / ayam / bebek / telur harus dimasak sampai benar-benar matang. Hal ini dapat membantu menghindari bakteri salmonella.
  • Hindari makanan cepat saji atau makanan kalengan seperti hotdog, sarden, dll karena dapat mengandung bakteri listeria.
  • Jangan makan lalapan sayur. Semua sayuran harus dimasak, tidak boleh mentah. Buah harus dikupas, kulitnya jangan dimakan karena siapa tau tercemar oleh pestisida atau bahan kimia lain, bahkan mungkin saja buah itu abis dikencingi kucing, musang dll.

Bagaimana dengan durian? Ini sering banget ditanyakan oleh ibu hamil. Makan durian sih boleh-boleh saja dalam jumlah terbatas. Kalau makan durian terlalu bersemangat seperti halnya ibu yang tidak hamil maka dampaknya kurang baik. Durian itu mengandung alkohol dan asam arachidonat yang memicu pembentukan zat prostaglandin yang dapat merangsang kontraksi rahim bila dikonsumsi dalam jumlah banyak. Kandungan alkohol dalam durian bisa bikin bayi ibu bobotnya rendah. Yaaa kalo kepengen ya boleh saja tapi dikit saja, jangan ½ piring, cukup 1 biji saja yaaaa … karena kita tidak bisa mengukur jumlah berapa banyak durian yang dimakan yang dapat menimbulkan kontraksi rahim.

Semoga bermanfaat bagi ibu hamil.

TULISAN 109. PERDARAHAN KETIKA HAMIL… KATA DOKTER SAYA TERKENA PLACENTA PREVIA

Placenta previa atau yang dikenal dengan ari-ari menutup jalan lahir atau ari-ari dibawah merupakan komplikasi kehamilan yang lazim ditemui pada ibu hamil. Bila ibu hamil dinyatakan mengalami placenta previa oleh dokter kandungan, itu berarti posisi placenta atau ari-ari ibu hamil letaknya tidak normal, yaitu bisa dibagian bawah rahim, sebelah pintu lahiran atau menutupi pintu lahiran pada rahim. Fungsi placenta adalah untuk memberikan nutrisi pada bayi dalam kandungan ibu melalui tali pusat.

Placenta previa dapat menyebabkan timbulnya perdarahan terutama pada kehamilan lanjut. Bahkan terkadang para dokter terpaksa harus segera melahirkan bayinya demi menyelamatkan ibu hamil bila dinilai perdarahan yang timbul dapat membahayakan nyawa ibu hamil akibat perdarahan hebat atau akibat kondisi ibu hamil yang buruk walaupun umur kehamilan masih prematur. Para dokter demi menyelamatkan nyawa ibu hamil hampir selalu (hampir 100% ) melakukan operasi sesar bila terjadi perdarahan pada placenta previa.

Terdapat beberapa jenis placenta previa. Antara lain:

  1. Placenta previa totalis (placenta menutup jalan lahir)
  2. Placenta previa marginalis (placenta berada ditepi jalan lahir)
  3. Placenta previa letak rendah (tidak nutup jalan lahir tapi letaknya mepet ke pintu lahiran biasanya sekitar 2 cm dari pintu lahiran).

Lokasi menempelnya placenta dalam rahim diketahui dengan pemeriksaan USG pada umur kehamilan 16 minggu sampai 20 minggu. Bila terdeteksi adanya gangguan letak placenta maka akan dilakukan pemeriksaan ulangan untuk mengevaluasi letak placenta pada kehamilan yang lebih tua, biasanya pada umur kehamilan 28 minggu.

Apa Yang Perlu Diperhatikan Oleh Ibu Hamil Bila Terdeteksi Kena Placenta Previa?

Semua tergantung dari umur kehamilan ibu saat dilakukan USG deteksi tersebut. Bila masih hamil muda ya no problemo, biarin saja, tapi tetap berdoa semoga placentanya “dapat geser” ke atas. Jika sudah geser ke atas maka ibu hamil sudah tidak mengalami placenta previa lagi. Sebetulnya placenta itu tidak bisa bergeser atau dipindah ke atas tetapi seiring dengan pembesaran rahim akibat pertambahan usia kehamilan maka placenta mengikuti pembesaran rahim tersebut sehingga seolah-olah placenta bisa pindah. Kan placenta itu nempel di rahim, kalo rahim makin besar maka rahim makin ke atas sehingga placenta juga terposisi makin ke atas.

Bagaimana jika ternyata placenta previa terdeteksi pada kehamilan trimester 2? Waduuuuhhhh terpaksa deh ibu hamil mesti makin rajin periksa ke dokter kandungan untuk dilakukan evaluasi USG untuk menilai letak placentanya pada kehamilan yang makin tua. Tapi perlu diingat ya bila terjadi perdarahan maka harus segera ke dokter kandungan bahkan kalo perlu segera ke UGD Rumah Sakit, jangan ke dukun pijat / sinshe dan lain-lain. Ini harus segera diperiksa ada apa sih dengan kehamilan saya? nanti para dokter di UGD akan memeriksa apakah ini perdarahan akibat placenta previa atau bukan.

Apa Yang Terjadi Bila Ternyata Hasil Evaluasi Dokter Kandungan Menyatakan Tetap Placenta Previa?

Jika ternyata hasil pemeriksaan dokter pada kehamilan selanjutnya menyatakan bahwa tetap kena placenta previa maka ibu hamil sebaiknya jangan hubungan sex dulu dengan suami, istirahat yang cukup bahkan harus lebih deh, lalu hindari aktivitas fisik berlebihan yang dapat merangsang terjadinya perdarahan. Bila lahiran maka harus dengan jalan operasi sesar. Pada placenta previa pada jalan lahir tertutup total oleh placenta sehingga bayi gak bisa lewat. Bahkan sekalipun placenta letaknya dipinggir pun seringkali harus dilakukan operasi sesar karena perdarahan dapat terjadi saat pembukaan pintu rahim karena terjadi robekan pembuluh darah.

Perdarahan pada placenta previa terjadi seringkali tanpa ada rasa nyeri sebelumnya, tau-tau pas bangun tidur…. loooo…. kok ada darah banyak. Atau juga bisa didahului dengan mules pada perut. Jika ini terjadi maka ibu hamil harus segera ke UGD rumah sakit dan dokter biasanya akan merawat-inapkan ibu hamil.

Bila umur kehamilan ibu sudah mendekati hamil tua maka ibu hamil akan segera dilakukan operasi sesar. Bila masih hamil prematur maka bisa jadi kehamilan ibu dilanjutkan / dipertahankan sepanjang perdarahan berhenti, tapi bila perdarahan masih berlanjut terpaksa deh mesti lahir premature demi menyelamatkan sang ibu hamil karena perdarahan yang tidak berhenti dapat mengganggu kesehatan bayi juga. Kadang-kadang bila kondisinya masih memungkinkan maka ibu hamil akan disuntik obat untuk membantu fungsi pernafasan bayi bila terpaksa harus lahir prematur. Tapi ingat hal tersebut tidak ada jaminan 100% karena manusia bisanya cuman ikhtiar, Tuhan yang nentukan segalanya.

Jika pada perawatan ternyata perdarahan berhenti maka kehamilan akan dipertahankan setua mungkin dengan catatan kondisi ibu stabil dan kondisi janin baik. Jika semua baik dan stabil maka pasien boleh pulang ke rumah. Harus diingat bahwa perdarahan pada placenta previa dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa bisa diprediksi, jadi walaupun sudah pulang ke rumah ibu hamil dan keluarganya harus tetap waspada. Bila terjadi perdarahan ulang harus segera ke UGD Rumah Sakit.

Bila kondisi ibu hamil dan bayi dalam kandungannya stabil dan baik maka kehamilan akan diakhiri pada usia 37 minggu bila memungkinkan. Tapi pengalaman pribadi saya jarang yang bisa mencapai umur kehamilan 37 minggu, rata-rata sekitar 34 minggu saja (prematur).

Apa Saja Komplikasi Yang Dapat Terjadi Pada Placenta Previa?

Ibu hamil yang menderita placenta previa seringkali mengalami perdarahan baik saat hamil maupun saat melahirkan. Seringkali sampai harus di transfusi darah. Ibu hamil dengan placenta previa walopun dilakukan pertolongan dengan operasi sesar, tetap saja memiliki resiko perdarahan saat operasi karena placenta previa dapat nempel erat bahkan tidak mau dilepas dari rahim. Ada juga yang mudah dilepas dari rahim tetapi tempat bekas nempelnya menimbulkan perdarahan terus. Tidak jarang hal ini terpaksa harus dilakukan operasi angkat rahim.

Dokter kandungan akan memberikan obat-obatan untuk menimbulkan kontraksi rahim setelah bayi dilahirkan dengan cara operasi sesar. Hal ini bertujuan untuk membantu memghentikan perdarahan. Tetapi pada kasus placenta previa terkadang hal ini tidak efektif atau tidak dapat membantu karena pada placenta previa, letak placenta itu nempelnya pada bagian bawah rahim dimana di daerah tersebut kontraksinya kurang baik sehingga meskipun diberikan obat untuk kontraksi rahim belum tentu perdarahannya berhenti.

Bila terpaksa lahir premature maka bayi juga belum aman dari resiko / komplikasi walaupun sudah diberikan obat-obatan. Komplikasi pada bayi prematur antara lain sulit bernafas dan berat badan lahir yang rendah.

Siapakah Ibu Hamil Yang Beresiko Terkena Placenta Previa?

Sebagian besar ibu hamil yang terkena placenta previa ternyata tidak memiliki faktor resiko apapun. Tetapi bila hamil mengalami beberapa hal berikut, diduga dapat meningkatkan resiko terkena placenta previa, antara lain:

    1. Pernah placenta previa pada kehamilan sebelumnya.
    2. Pernah operasi sesar.
    3. Hamil kembar.
    4. Pernah operasi daerah rahim bagian dalam.
    5. Merokok aktif (ibu hamil merokok) ataupun pasif (suami merokok).
    6. Pengguna obat-obatan terlarang.
    7. Kehamilan yang berulang kali (hamil bolak-balik, melahirkan bolak-balik).
    8. Usia ibu hamil lebih dari 35 tahun.

TULISAN 112. APAKAH VARICES DI VAGINA BERBAHAYA PADA KEHAMILAN ?

Saya seringkali mendapatkan rujukan dari bidan dan klinik mengenai varises vagina pada ibu hamil. Pada beberapa ibu hamil bahkan mendapatkan informasi yang sesat dari tetangganya bahkan oom dan tantenya serta engkong dan mamaknya yang memberikan nasehat menakutkan/mengerikan, padahal dokter sekalipun tidak pernah memberikan informasi yang menakutkan.

Beberapa keluhan yang disampaikan ke saya oleh ibu hamil dengan varises di vagina atau vulva antara lain dulunya gak varises sekarang kok varises, nampak menonjol dan benjol di vagina, warna kebiruan di vagina, sakit kalo duduk, dll. Beberapa dari ibu hamil ada yang lebih suka pake pakaian celana ketat daripada longgar karena lebih nyaman dipakai untuk aktivitas, katanya kalo pake celana ketat bisa lebih kurang nyerinya (kalo ini ada benarnya juga sih…). Ada yang mencoba berendam dalam air teh dengan maksud untuk mengecilkan varisesnya, tapi ya tetap saja gak ada perubahan. Saya juga bingung dapat darimana anjuran berendam dengan air teh..he he he he.

Oke deh … begini saja … mari kita kenali apa sih VARISES VULVA VAGINA (selanjutnya kita singkat dengan 3V singkatan merupakan hak patent dari Dr. Cucuk Santoso, SpOG….ha ha ha ha).

APA SIH 3V ITU?

Varises seringkali ditemukan di tungkai utamanya pada bagian betis dan sekitar pergelangan kaki. Biasanya berwarna kebiru-biruan/ kehijau-hijauan yang tampak pada kulit. Pada wanita, terutama yang sedang hamil, varises ini bisa muncul di vagina dan vulva wanita. Oh iya sudah ngerti dengan istilah vulva gak ? vulva itu artinya pintu masuk vagina, tempat adanya bibir vagina itu looooohhh….

3V itu bentuknya seperti bergelombang, melingkar, belok-belok, membenjol, kebiruan, kehijauan, keunguan, biasanya siiih jarang berubah ukurannya selama kehamilan. Bisa bergerombol atau 1 jalur saja atau menjalar seperti akar pohon. Nanti saya kasih gambarnya untuk lebih mudah mengenalinya….

APA SIH YANG DAPAT MENYEBABKAN TIMBULNYA 3V?

3V dapat terjadi pada setiap wanita terutama wanita yang memiliki keturunan menderita varises. Resiko terkena 3V meningkat bila wanita tersebut usia kehamilannya makin tua, biasanya memasuki hamil 7-9 bulan (trimester 3). Terjadinya 3V disebakan oleh penekanan terhadap pembuluh darah di daerah panggul oleh makin besarnya ukuran rahim akibat kehamilan. Gejala-gejala yang biasanya dirasakan oleh ibu hamil antara lain rasa nyeri di daerah vulva, daerah vagina terasa berat (gimana ya … rasanya seperti terisi sesuatu gitu deh), bengkak dan segala sesuatu rasa tak nyaman deh, baik untuk duduk maupun aktivitas lainnya.

APAKAH 3V BISA DIOBATI?

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh ibu hamil untuk mengurangi keluhan akibat 3V. Penggunaan pakaian ketat yang khusus untuk varises dapat digunakan… (beli dimana ya? coba cari di bukalapak atau tanyain ke toko-toko olahraga atau coba datangi dokter spesialis bedah, siapa tahu bisa kasih petunjuk untuk beli dimana… oh iya… lihat juga iklan tv media yang jualan segala macam barang, siapa tahu pas kebetulan nemu celana khusus varises). Wanita hamil sebaiknya jangan beraktivitas yang membutuhkan berdiri lama. Hmm agak sulit juga bagi wanita yang kerja di pabrik ya… tapi saya yakin pihak pabrik pasti mau memberikan dispensasi atau memindahkan posisi pekerja yang hamil ke bagian yang lebih ringan… potong gaji kah? Sebab berdiri lama itu meningkatkan tekanan terhadap pembuluh darah vena di daerah panggul sehingga akibatnya 3V makin muncul.

Kalo tidur, baiknya wanita sedikit mengganjal bokongnya dgn bantal tipis dengan maksud untuk melancarkan aliran darah sekitar panggul. Ibu hamil sebaiknya jangan mengangkat barang-barang berat karena dapat merangsang timbulnya pembesaran pembuluh darah vena di sekitar panggul. Bagi ibu hamil yang bekerja di pabrik sebaiknya minta keringanan supaya kerja ringan saja. Hal ini penting karena untuk daerah karawang, cikampek, purwakarta, subang, cikarang dan bekasi banyak wanita yang kerja di pabrik.

APAKAH WANITA HAMIL DENGAN 3V HARUS OPERASI SESAR?

Sebetulnya wanita hamil dengan 3V tidak harus di operasi sesar saat melahirkan karena pembuluh darah vena itu lunak dan lembut sehingga tidak menghalangi jalan lahir. Tapi memang rasanya gak enak bingits saat melahirkan normal disertai 3V. Yang paling penting mesti diingat adalah penilaian klinis oleh dokter kandungan lebih menentukan keputusan klinik yang diambil karena semua dokter kandungan pasti ingin melakukan segala yang terbaik bagi ibu hamil, semua dilakukan seusai dengan pertimbangan fasilitas rumah sakit, tim bersalin, dan lain-lain.
Bila terjadi perdarahan dari pembuluh darah varises akibat persalinan maka para dokter kandungan akan melakukan penanganan terhadap perdarahan vena tersebut, untungnya pembuluh darah vena disekitar vulva vagina alirannya lambat sehingga lebih mudah diatasi. Yang jelas kalo punya 3V sebaiknya melahirkan di rumah sakit, jangan di klinik PPK1 atau puskesmas apalagi bidan BPS… ngeriii tau gak….

Apakah 3V itu bisa sembuh atau permanen/ menetap?

Biasanya wanita hamil yang sebelum hamil tidak punya 3V maka ketika pasca melahirkan varisesnya akan mengecil tapi tetap gak bisa hilang. 3V itu akan kembali muncul saat kehamilan berikutnya dan makin besar seiring dengan pertambahan usia kehamilan dan umur ibu. Makanya kalo udah tua, jangan hamil lagi…. ntar kena 3V loooooh….
Kalo ibu-ibu udah gak mau hamil lagi, maka sebaiknya 3V diobati terutama bila menimbulkan masalah misalnya nyeri atau rasa tidak enak. Datanglah ke dokter spesialis bedah untuk mendapatkan penanganan antara lain dengan melakukan penyuntikan obat dalam pembuluh darah varises yang dikenal dengan istilah skleroterapi. Kadang-kadang juga dilakukan pembedahan. Yang penting berobat ke dokter yaaaaa…. jangan dipijat di dukun dan jangan percaya cerita seram dari tetangga.

TULISAN 123. TANDA-TANDA AKAN MELAHIRKAN


Sumber gambar: jabar.tribunnews.com

Bagaimana sih ciri-ciri atau tanda-tanda jika bumil akan segera melahirkan?

Tanda-tanda akan melahirkan memang sangat ditunggu-tunggu para ibu hamil. Setelah sekian bulan Anda mengandung dan mengalami beberapa gangguan, kini tiba saatnya bumil akan mengalami proses persalinan. Mungkin Anda tinggal menunggu beberapa hari bahkan hitungan jam yang akan membuat Anda berdebar-debar menunggu datangnya masa melahirkan bayi Anda.

Langsung saja bunda, berikut ini tanda-tanda jika kelahiran calon bayi Anda sudah dekat:

1. Pecahnya Air Ketuban

Pecahnya air ketuban disebabkan oleh adanya desakan kontraksi dan tekanan kepala bayi Anda pada mulut serviks. Saat air ketuban sudah mulai bocor Anda akan merasakan semburan air atau hanya berupa rembesan saja. Sebenarnya pada saat air ketuban anda tidak akan terasa karena membran tidak mempunyai syaraf.

Perubahan Bentuk Tubuh

Biasanya hormon kehamilan akan membuat banyak perubahan pada tubuh anda. Salah satunya kondisi tulang kemaluan yang sedkit melebar yang membuat dasar panggul semakin lunak agar mempermudah jalannya kelahiran bayi. Bentuk payudara tampak membesar karena produksi ASI.

3. Rasa nyeri di daerah selakangan

Posisi kepala janin sudah dalam kondisi turun kebawah didaerah rangka tulang pelvis yang akan menyebabkan bunda mengalami rasa nyeri pada selakangan. Selain itu janin juga akan menekan kandung kemih yang bisa menyebabkan bunda sering mengalami buang air kecil.

4. Lendir Kental Bercampur Darah

Pada saat persalinan akan dimulai dan serviks mulai membuka. Pada saat bersamaan membran yang mengelilingi bayi anda dan cairan amniotik agak memisah dari dinding rahim. Darah dan mucus yang keluar seperti cairan lengket yang berwarna merah muda ini menjadi salah satu tanda akan menjalani proses persalinan.

5. Rasa sakit Pada Panggul

Biasanya kalau sudah mendekati proses melahirkan, bunda akan mengalami rasa nyeri pada panggul dan tulang belakang. Hal ini disebabkan karena pergeseran dan pergerakan janin yang mulai menekan bagian tulang belakang anda.

6. Kontraksi

Dinding rahim bunda akan semakin terasa mengeras sebelum melakukan proses persalinan. Kadang kontraksi ini tidak terasa menyakitkan dan kebanyakan wanita hamil tidak menyadarinya. Jadi sangat dianjurkan anda harus bisa mengenali apa yang sedang anda rasakan. Anda juga bisa meminta bantuan kepada Dokter.

7. Gerakan Bayi Sedikit Melambat

Anda akan merasakan gerakan bayi anda mulai melambat tidak seperti biasanya. Hal tersebut dikarenakan bayi yang ada didalam kandungan sedang mengatur posisi kelahirannya.

8. Tahap Pembukaan

Pada saat kepala bayi sudah berada pada bagian pintu rahim,proses pembukaan sudah mulai tahap demi tahap. Secara umum pembukaan ini naik satu persatu kira-kira setiap dua jam sekali yang semakin dekat dengan persalinan anda.

9. Beban Perut Akan Terasa Ringan Berbeda Dengan Sebelumnya

Kalau anda sudah mendekati masa persalinan, biasanya anda mengalami beban perut yang terasa ringan. Hal ini disebabkan oleh posisi bayi akan menurun dan mendiami daerah panggul. Ini juga akan sangat membantu bunda bisa bernafas dengan lega dibandingkan dengan sebelumnya.

10. Menderita Kram Perut

Rasa nyeri disekitar perut atau kram memang sangat membuat ibu hamil tidak nyaman karena rasnya seperti sedang datang bulan. Anda bisa membuat rasa ini sedikit berkurang dengan cara mandi air hangat yang membuat keadaan ibu hamil terasa nyaman. Bila derita ini dialami bunda berati masa persalinan sudah dekat.

Nah, sekarang bunda sudah tahu kan tanda-tandanya. Semoga proses kelahiran bayi Anda lancar ya bun.

TULISAN 115. KAKI BENGKAK SAAT HAMIL

Banyak hal yang bisa menyebabkan ibu hamil terkena bengkak di kakinya, sayangnya tidak semua ibu hamil menyadari semua penyebab dari bengkak kaki saat hamil.

Berikut ini berbagai penyebab kaki bengkak saat hamil yang perlu diketahui :

Beban Yang Berat

Pembengkakan pada kaki bisa diakibatkan oleh kaki yang menerima beban lebih berat dibandingkan sebelumnya. Hal itu dikarenakan saat hamil, berat badan ibu hamil akan meningkat tajam, seiring perkembangan janin selama kehamilan. Berat badan yang meningkat itu membuat tubuh ibu hamil membebani kaki. Kaki yang disuruh menanggung beban yang berat akan mengalami pembengkakan.

Kaki Banyak Cairan

Selama hamil, rahim akan semakin membesar. Besarnya rahim tersebut menyebabkan cairan tertimbun di dalam kaki 30 persen lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Penimbunan cairan di kaki itu menyebabkan kaki bengkak saat hamil.

Aliran Darah Tidak Lancar

Salah satu hal yang menyebabkan kaki menjadi bengkak saat hamil adalah pembuluh darah balik yang ada di kaki menjadi tersumbat dan terhambat. Pembuluh yang tersumbat itu menyebabkan aliran darah ke jantung juga mengalami gangguan. Akibatnya pembuluh darah yang tersumbat itu akan menimbulkan bengkak pada kaki. Aliran darah tidak lancar bisa menjadi indikasi terjadinya hipertensi dalam kehamilan yang harus diwaspadai.

Kurang Gerak

Ibu hamil dengan usia 24 minggu ke atas yang kebanyakan duduk dan tidak banyak bergerak akan menyebabkan kakinya bengkak. Hal itu dikarenakan aliran darah di kaki menjadi tidak lancar sehingga mengalami pembengkakan. Maka dari senam hamil sangat baik dilakukan ketika tengah hamil tua.

Apakah Berbahaya?

Bengkak pada kaki ibu hamil sebenarnya tidak bahaya, asalkan tidak diikuti dengan tanda-tanda bahaya. Bengkak pada ibu hamil selama masih dalam tahap normal bisa diatasi. Akan ada tanda bahaya dimana kaki bengkak yang normal terjadi menjadi bahaya bagi ibu hamil. Kaki bengkak tidak akan berbahaya jika tidak diikuti dengan tanda-tanda bahaya.

Berikut ini tanda-tanda kaki bengkak pada ibu hamil yang sudah berbahaya :

Otot kaki menonjol keluar

Salah satu tanda bahaya bengkak pada ibu hamil adalah jika pembengkakan di kaki disertai dengan tonjolan-tonjolan otot di kaki. Hal itu bisa menjadi tanda bahwa bengkak pada ibu hamil telah menjadi varises. Varises biasanya menyerang kaki dengan menimbulkan guratan-guratan otot kaki yang menonjol keluar.

Rasa panas dan nyeri

Ibu hamil merasakan rasa panas dan juga nyeri di kakinya. Hal itu merupakan tanda bahaya bagi ibu hamil. Sebab bengkak pada kakinya bukanlah hal normal kembali. Rasa panas dan nyeri bisa diakibatkan oleh kelainan. Untuk mengetahui penyebab dari rasa panas dan nyeri itu ibu hamil harus konsultasi ke dokter.

Preeklamsia

Ibu hamil juga harus tahu dan bisa membedakan mana bengkak yang normal dan mana bengkak yang tidak normal. Salah satu penyebab kaki bengkak yang tidak normal adalah preeklamsia. Pre eklamsia pada ibu hamil perlu diwaspadai karena berbahaya bagi ibu hamil dan janin. Tanda preeklamsia adalah adanya pembengkakan pada kaki, muka dan tangan. Pembengkakan itu juga terjadi nyeri di bagian tengkuk, ulu hati terasa nyeri dan pusing. Penderita preeklamsia bahkan bisa sampai kejang-kejang.

Selulitis

Salah satu tanda bahaya pembengkakan pada ibu hamil adalah selulitis. Selulitis adalah infeksi kulit dan juga peradangan pada kulit. Tanda bahaya itu bisa terjadi pada ibu hamil dengan tanda kaki ibu hamil yang bengkak berwarna merah, terasa gatal dan juga nyeri. Jika diraba, kulit kaki ibu hamil akan terasa panas. Rasa panas itu disebabkan oleh perubahan suhu pada permukaan kulit.

Bengkak tersebut menjalar, tidak hanya di tungkai kaki saja namun bisa menyebar ke bagian paha. Selulitis juga bisa menyebabkan luka dengan nanah di bagian yang terkena luka. Kaki bengkak saat hamil yang menderita selulitis harus segera konsultasi dokter agar bengkak tidak menyebar.

Trombosis

Salah satu tanda bahaya pembengkakan pada kaki ibu hamil adalah trombosis. Trombosis adalah pembengkakan pada kaki yang disertai dengan membengkaknya pembuluh darah terutama pembuluh darah vena di bagian kaki. Tandanya adalah pembuluh darah dibagian otot terlihat dan menonjol ke luar disertai dengan rasa nyeri saat digunakan untuk berjalan.

Bagaimana Mengatasinya?

Anda dapat mencoba beberapa cara di bawah yang akan memaparkan mengenai cara mencegah dan mengatasi kaki bengkak saat hamil. Mungkin ibu hamil tidak dapat sepenuhnya mencegah kaki bengkak saat hamil, namun dapat mencegah agar tidak terlalu parah.

  • Saat anda tidur usahakan posisi kaki lebih tinggi dari jantung anda, posisi seperti ini akan membantu dalam mengatur sirkulasi darah. Sehingga apabila anda tidur, anda dapat menggunakan ganjalan bantal pada kedua kaki untuk mendapatkan posisi yang lebih tinggi dari kepala dan jantung.
  • Pada kehamilan yang semakin membesar, anda jangan memaksakan untuk berdiri dalam jangka waktu yang cukup lama apalagi bila anda merasakan pegal. Pegal yang anda rasakan adalah tanda bahwa peredaran darah anda juga otot mengalami kelelahan.
  • Ketika anda tidur sebaiknya posisi badan anda miring ke kiri selain dianjurkan bagi umat muslim, manfaat yang anda dapatkan dengan tidur miring ke kiri adalah pembuluh darah balik ada di bagian kanan tubuh dan membuat tekanan pada tubuh anda berkurang.
  • Apabila anda berenang usahakan untuk berjalan di dasar kolam, daya apung dari kolam akan mengangkat bayi sehingga mampu mengatur peredaran darah secara normal pada ibu hamil.
  • Aturlah jadwal olahraga secara rutin selama kehamilan anda selain dapat membantu anda menjaga kesehatan selama kehamilan. Olahraga yang dilakukan selama kehamilan akan membantu untuk mengatasi keluhan kehamilan dan juga mempersiapkan persalinan terutama latihan pernapasan.
  • Hindari menggunakan sepatu yang mengikat kaki anda atau ukurannya kekecilan karena dengan sepatu yang mengikat kaki akan menghambat peredaran darah anda.
  • Seimbangkan konsumsi menu makan anda terutama makanan yang mengandung garam, konsumsi makanan mengandung garam dalam jumlah yang wajar.
  • Gerakan ringan yang membantu anda mengurangi bengkak bisa anda lakukan, contohnya adalag ketika anda sedang duduk, gerakan pergelangan kaki anda dengan cara ditekuk, gerakan yang melingkar ini akan sangat membantu anda.

Pengobatan

  • Taruh kaki lebih tinggi. Ambil bangku kecil untuk menempatkan kaki Anda di situ saat duduk.
  • Jangan melipat kaki saat duduk.
  • Jangan terlalu banyak berdiri dan juga jangan terlalu banyak duduk. Meluangkan waktu untuk berjalan sebentar di sela-sela aktivitas duduk Anda dapat membantu menjaga kelancaran aliran darah.
  • Pakai sepatu yang nyaman dan jangan memakai kaos kaki atau stocking yang terlalu ketat.
  • Banyak minum air. Ini dapat membantu mengurangi kelebihan air dalam tubuh.
  • Batasi makan makanan yang mengandung garam. Makanan tinggi garam (natrium) dapat menyebabkan tubuh menahan cairan. Natrium dalam garam menarik cairan ke dalam sel sehingga cairan tertahan di sel. Jika kaki Anda bengkak saat hamil sebaiknya batasi konsumsi garam maksimal ½ sendok teh per hari.
  • Olahraga teratur, terutama berjalan dan berenang. Berenang dapat membantu mengurangi tekanan pada kaki Anda.